cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 174 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN SERUM VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KULIT WAJAH DI KELURAHAN SUKAMANTRI, KABUPATEN TANGERANG Hutabarat, Rahmi; Yuniarti, Mauliah
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7261

Abstract

Serum vitamin C adalah produk perawatan kulit yang bertujuan mencerahan kulit, menyamarkan keriput atau kerutan dan flek pada kulit wajah atau hiperpigmentasi. Serum vitamin C mengandung dosis tinggi dari bahan aktif Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP). MAP adalah salah satu senyawa turunan vitamin C yang stabil sehingga tidak mudah teroksidasi dan mampu menembus kulit lalu diubah menjadi vitamin C bebas enzim yang terdapat pada kulit manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan serum vitamin C sebagai tindakan pencegahan dan perawatan untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah warga Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang yang didapat dengan teknik random sampling berjumlah 100 dari 27.515 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 91% masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penggunaan serum vitamin C, sedangkan 9% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Sebanyak 31% & 69%   masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat sikap yang baik dan sangat baik dalam upaya untuk menjaga kesehatan kulit wajah dengan menggunakan serum vitamin C dan tidak ada responden yang memiliki kategori sikap yang buruk hingga sangat buruk.
POTENSI SENYAWA DAUN TEH PUTIH (Camelia sinensis L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM (Dipeptidyl peptidase) DPP4 Prasetiyo, Andri; Hakim, Zainur Rahman; Yamin, Muhammad; Maulinda, Elvi Sahri; Megawati, Megawati; Shaquille, Haikal
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7154

Abstract

Penemuan obat antidiabetes terus dilakukan demi mendapatkan obat yang efektif, aman, dan aktivitasnya yang dapat menghambat enzim dipeptidyl peptidase (DPP4). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dari daun teh putih (Camelia sinensis L.) yang beraktivitas antidiabetes dengan menghambat aktivitas enzim DPP4. Sejumlah 250 g serbuk daun teh putih dimaserasi dengan etanol 70% lalu disaring dan dipekatkan sampai diperoleh ekstrak kental. Ekstrak dipreparasi dan dilarutkan dengan etanol serta disaring dengan filter mikro lalu disuntikkan kedalam UPLCMS/MS untuk diidentifikasi kemungkinan senyawa. Salah satu senyawa aktif kemudian dilakukan molekular docking sampai didapatkan nilai RMSD yang terbaik. Hasil didapatkan ekstrak kental, berbau khas, merah kecoklatan dengan rendemen 13,6%. Analisis LCMS memperlihatkan adanya senyawa aktif di dalam daun teh putih salah satunya yaitu senyawa dengan bobot (m/z 459) cocok dengan senyawa epigallocathecin gallat (EGCG). Hasil docking senyawa dari daun teh putih diperoleh tingkat afinitas paling tinggi dengan enzim DPP4 yaitu pada senyawa EGCG dengan nilai moldock score -182, 326 dan rerank score rendah -125,291, yang membuktikan adanya penghambatan DPP4 sehingga hormon insulin dapat stabil dan berpotensi sebagai obat antidiabetes dari bahan alam.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii L.Spreng.) Nugrahaeni, Fitria
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7823

Abstract

Daun salam koja (Murraya koenigii L.Spreng.) memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat diformulasikan dalam sediaan masker peel-off. Pembentuk film dan plasticizer merupakan komponen yang dapat mempengaruhi karakteristik masker peel-off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan variasi konsentrasi Polivinil alcohol (PVA) dengan gliserol terhadap karakteristik fisik masker gel peel off ekstrak daun salam koja. Pada penelitian ini PVA dan gliserol diformulasikan sebagai pembentuk film dan plasticizer pada sediaan masker dengan perbandingan variasi konsentrasi, yaitu F1 (13% : 13%), F2 (13% : 16,25%), dan F3 (13% : 19,5%). Dilakukan evaluasi karakteristik fisik masker gel peel off meliputi pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji pH sediaan, uji daya lekat, uji daya sebar, uji tensile strength dan elongasi peel off, uji waktu mengering sediaan dan viskositas. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat dari evaluasi karakteristik fisik, masker gel peel off ekstrak daun salam koja yang dihasilkan merupakan sediaan semi padat berwarna hijau yang homogen dengan pH 5,73 – 5,95, nilai uji daya sebar 6,03 – 6,53 cm, nilai uji daya lekat 3,33 – 3,58 detik, nilai waktu mengering 7,3 – 10 menit, nilai viskositas 21926 -24920 mPas, nilai tensile strength 0,788 – 1,7 MPa, dan nilai elongasi 620 – 1100 %. Peningkatan konsentrasi gliserol mempengaruhi (p<0,05) karakteristik fisik dan sediaan masker gel peel off.
DETERMINATION OF TOTAL PHENOLIC LEVELS OF EXTRACTS AND FRACTIONS OF KEPUNDUNG LEAVES (Baccaurea racemosa) sahila, Dinda
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7208

Abstract

Baccaurea racemosa is one of the medicinal plants whose leaves are empirically used to treat diarrhea and launch menstruation. This activity was obtained because B. racemosa leaves contain metabolite compounds such as flavonoids and phenolics. Several studies have shown that the phenolic compounds contained in B. racemosa leaf extract have potential antioxidant activity. However, research on the levels of total phenolic compounds contained in the extract and fractions of Kepundung leaves (B. racemosa) has not been sufficient. Therefore, this research was conducted to determine the levels of total phenolic compounds contained in the extracts and fractions of Kepundung leaves (B. racemosa). Withdrawal of compounds was carried out using the sonication method with 96% ethanol solvent and liquid-liquid partitioning with n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The extracts and fractions obtained were analyzed for their metabolite profiles by test tube and total phenolic content by UV-Vis spectrophotometry. The obtained total phenolic content was then analyzed statistically using the one-way analysis of variance (ANOVA) method and followed by the Tukey test. Test-tube results showed that extracts and fractions of Kepundung leaves contained phenolic compounds, flavonoids, steroids and saponins. The total phenolic content in the 96% ethanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate, and distilled water respectively were 419.153 ± 1.80; 115.589 ± 1.68; 244,359; and 334.512 ± 1.29 mg gallic acid equivalent (GAE)/gram extract and fraction. The statistical test results showed that all samples had significantly different phenolic levels.
ANTI-INFLAMANTORY EFFECTS OF ETYL ACETATE FRACTION OF ETHANOL EXTRACT 96% ON CABBAGE WHITE (Brassica oleracae L.) ON Rat (RATTUS NORVEGICUS L.) By IN VIVO Astiani, Rangki
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.8131

Abstract

Inflammation is a complex biological response of vascular tissue for the presence of danger, such as pathogens, cell damage or irritation. This study aims to determine anti-inflammatory activity of ethyl acetate fraction extract of leaves of white cabbage (Brasiccaoleracea L). This study using white rats Wistar lane and were divided into 5 groups, consisting of a negative control (CMC Na 0,5%), positive control (Diclofenac Sodium 13.5 mg / kg), and dose I, II and III consisting of a suspension of ethyl acetate fraction of white cabbage leaves with a dose of 250 mg / kg, 500mg / kg and 750mg / kg. The results showed fraction of ethyl acetate extract of white cabbage can reduce the volume of edema in the legs of mice induced with karegenan have an effect at a dose of 250mg / kg BW and 500 mg / kg BW.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium Acnes TERHADAP EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) Luthfiana, Farisa
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.8114

Abstract

Acne is a common skin condition influenced by various factors, including Propionibacterium acnes infection.This study aims to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract from guava leaves (Psidium guajava L.) against P. acnes and determine the most effective concentration for inhibiting bacterial growth. This research utilizes a quantitative approach using the disc diffusion method, with 96% ethanol extraction. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and quinones, which possess antibacterial properties. The antibacterial assay results indicate that the inhibition zones at concentrations of 25%, 50%, and 75% measured 5.67 mm, 12.4 mm, and 16.0 mm, respectively. In comparison, clindamycin (positive control) exhibited an inhibition zone of 21.84 mm, while the negative control (distilled water) showed no inhibitory effect.The findings of this study confirm that the ethanol extract of guava leaves demonstrates antibacterial activity against P. acnes, with the 75% concentration exhibiting the highest efficacy. However, its inhibitory effect remains lower than that of clindamycin, highlighting the need for further research to optimize its potential as anatural antibacterial agent.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIA DENGAN GC-MS DARI FRAKSI UMBI BAWANG BATAK (Allium chinense G.Don) Prima, Sylvia Rizky
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7663

Abstract

Batak onions (Аllium chinense G. Don) are an onion that local from Samosir Island, North Sumatera. This plant is used empirically as a cooking spice. Previous research reported that this plant has several bioactivities such as antimicrobial. This research aims to determine the chemical content of several fractions of Batak onion bulbs using the Gаѕ Сhrоmаtоgrарhy Mаѕѕ Ѕресtrоmеtry (GС-MЅ) method. Extraction was carried out using a maceration technique and continued with a fractionation process using the solvents n-hexane, ethyl acetate and butanol. The results of the analysis showed that the compound content of several of the onion tuber fractions was 13 compounds obtained h from the n-Hexane fraction, 9 compounds obtained from the ethyl acetate fraction, and having 7 y compounds which is obtained from the butanol fraction. Oleic acid compound is the most dominant compound contained in Batak onion bulbs from local Samosir island, with the percentage of its content in the n-hexane, ethyl acetate and butanol fractions being 22.05%, 52.42% and 59.38%, respectively.
Evaluasi dan Stabilitas Tablet Kunyah Kombinasi Pati Garut (Marantha arundinaceae) dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana) ardilla khoirotun, ismi; Sagala, Zuraida
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7674

Abstract

Pati garut (Marantha arundinaceae) dan kulit buah manggis (Garcinia mangostana) merupakan salah satu dari banyak tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antiinflamasi penyakit lambung. Bentuk sediaan tablet kunyah diharapkan meningkatkan sisi kepraktisan dan lebih efesien konsumen mengonsumsinya. Sebagai bahan tablet pengikat dan penghancur digunakan variasi bahan penghancur dan tambahan pengikat pati garut. Variasi penambahan kulit manggis juga mempengaruhi rasa dari tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi variasi bahan pengikat dan penghancur terhadap sifat fisik, stabilitas perbedaan suhu penyimpanan, serta variasi ekstrak kulit manggis pengaruh terhadap rasa tablet kunyah kombinasi pati garut dan ekstrak kulit manggis. Pembuatan ekstrak kulit manggis dengan cara maserasi. Tablet kunyah kombinasi pati garut dan ekstrak kulit manggis dibuat sebanyak 3 formula: Formulasi I (13% pati garut;13% ekstrak kulit manggis), Formulasi II (20% pati garut;6% ekstrak kulit manggis), Formulasi III (6% pati garut;20% ekstrak kulit manggis). Metode pembuatan tablet kunyah dengan cara granulasi basah. Massa granul diayak No. 12 dan dikeringkan dalam oven suhu 40-45°C, kemudian dicampur homogen dengan Mg stearate, talk, dan aerosil. Evaluasi granul meliputi: sudut diam, kecepatan alir, komprebilitas. Serta evaluasi tablet yang meliputi: organoleptis, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, uji tanggapan rasa dan uji stabilitas. Analisis data statistik menggunakan one way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%, deskriptif, dan pendekatan teoritik. Hasil yang diperoleh menunjukkan Formulasi II menghasilkan kekerasan tertinggi dan waktu hancur tablet kunyah yang meningkat serta terjadinya penurunan kerapuhan tablet kunyah. Pada uji tanggapan rasa menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki rasa yang tidak disukai responden. Pada uji stabilitas kenaikan suhu 40°C ketiga formulasi tablet mengalami penurunan berat bobot dan penurunan keseragaman tebal ukuran..
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KOMBINASI KULIT BUAH LEMON (Citrus x limon (L.) SEBAGAI PENINGKAT ELASTIS KULIT Diniah, Nurul
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i2.7751

Abstract

Dengan bertambahnya usia, kulit akan mengalami proses penuaan yang disebabkan oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Salah satu faktor dari luar tubuh seperti paparan sinar matahari yang dapat merusak kulit. Munculnya keriput, sisik, kering dan pecah- pecah merupakan tanda proses perusakan kulit. Selain tampak kusam dan berkerut kulit menjadi tampak tua dan muncul flek- flek hitam. Perawatan kulit wajah merupakan salah satu penekanan utama untuk mendapatkan kulit yang cantik, sehat, dan segar salah satu permasalahan kulit wajah yang sering ditemui yaitu kulit kering. Kulit kering sangat sensitif dan mudah timbul kerusakan pada pembuluh darah halusnya serta sangat mudah terangsang atau terpapar oleh pencemaran dari luar. Untuk itu perlu dilakukan perawatan pada kulit wajah secara tradisional dengan melakukan tindakan masker wajah dengan menggunakan bahan-bahan alami yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formulasi masker peel off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan ekstrak kulit buah lemon (Citrus x limon (L.) yang stabilitasnya paling baik dan efektif. Antosianin yang terkandung dalam daun kelor telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan karena kandungan polifenolnya tinggi. Ekstrak daun kelor, baik daun tua maupun muda, menunjukkan aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas. Buah lemon juga sangat tinggi vitamin C dan asam askorbat, sekaligus antioksidan yang membantu proses detoksifikasi pada tubuh. Semua bahan alami ini sangat baik untuk kesehatan kulit karena membantu mencegah munculnya keriput, membantu mengurangi munculnya noda hitam, dan memperlambat proses penuaan. Dengan menggunakan metode penelitian berupa pengujian bahan meliputi uji Pengujian masker peel off ekstrak daun kelor dan kulit buah lemon meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pH , daya sebar, Viskositas, Daya lekat, waktu mengering, iritasi, dan uji Hedonik,dan efektivitas Sediaan, Cycling Test, dan Penentuan kadar air.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Senggani (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Umar, Rofidah Nur; Arif, Ratna; Rosyd, Choiru Rosyd; Rahmi, Aliya; Anita, Anita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v10i1.8619

Abstract

Kerusakan gigi merupakan masalah kesehatan gigi utama yang disebabkan oleh aktivitas bakteri, terutama Streptococcus mutans. Bakteri ini dapat merusak jaringan gigi melalui produksi enzim dan pembentukan plak. Pengobatan alternatif untuk menghambat pertumbuhan bakteri ini adalah penggunaan bahan alami, seperti ekstrak etanol akar senggani (Melastoma malabathricum L.), yang diketahui memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar seggani terhadap Streptococcus mutans. Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram pada media NA pada konsentrasi ekstrak 10%, 20%, dan 30%. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif, dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak 30% menunjukkan aktivitas penghambatan tertinggi dengan diameter zona penghambatan rata-rata 16,59 mm (kategori kuat), diikuti oleh 20% (12,08 mm) dan 10% (10,08 mm). Kontrol positif menunjukkan zona penghambatan 12,5 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan penghambatan.Kata kunci: Antibakteri; Melastoma malabathricum; Streptococcus mutans; Senggani