cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 174 Documents
UJI AKTIVITAS PENGHAMBAT ENZIM TIROSINASE DARI FRAKSI BUTANOL DAUN AREUY KIKUNTI (Pothos junghuhnii de Vreise) SECARA INVITRO Purwati Purwati; Billy Mintje
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5970

Abstract

Melasma merupakan hipermelanosis yang secara general berbentuk simetris berupa makula yang tidak rata. Melasma memiliki warna coklat muda hingga coklat tua akibat adanya sinar ultra violet dan berlebihnya aktivitas enzim tirosinase. Di Indonesia, kebanyakan masyarakat lebih memilih mengobati melasma dengan menggunakan tanaman obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini guna mengamati fraksi butanol dari daun Areuy kikunti (Pothos junghuhnii de Vreise) apakah dapat menjadi inhibitor atau penghambat enzim tirosinase dengan menggunakan metode analisis IC₅₀ dan asam kojat sebagai kontrol positifnya. Didapat nilai IC₅₀ untuk hasil fraksi butanol yaitu sebesar 12.598,00 sedangkan untuk hasil fraksi air yaitu 46.340,4 pada. Dari nilai IC₅₀ yang didapat menunjukan bahwa fraksi butanol tidak memiliki kekuatan inhibisi terhadap enzim tirosinase.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI FRAKSI ETIL ASETAT , DAUN KARAMUNTING (Malastoma malabatrium L.) TERHADAP Vibrio cholerae secara in vitro Rabima Rabima; Pesta Natalya Silaban
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.1598

Abstract

ABSTRAKDiare adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat dinegara berkembang seperti di Indonesia, sebagai alternative untuk mengatasi masalah diare dan juga efek negative terjadinya resistensi senyawa antibiotic maka dibuat suatu sediaan dengan bahan aktif ekstrak daun Karamunting. Uji khasiat  ekstrak tersebut dilakukian dengan menguji aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae ekstrak yang didapat dengan cara maserasi mengunakan pelarut etanol 96% lalu difraksinasi mengunakan etil asetat . Hasil pengujian daya hambat menunjukan bahwa ekstrak daun karimunting mempunyai khasiat sebagi anti diare. Aktivitas terhadap Vibrio cholera mulai terlihat pada konsentrasi ekstrak 25% dengan diameter zona hambat 11,57 mm, konsentrasi pada 40% zona hambat 13,48 mm dan  konsengtrasi 75% zona hambat 15,24 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi sifat fisika dan kimia . sifat fisika dilakukan terhadap parameter  organoleptic,homogenitas, viskositas dan daya  sebar , adapun pengujian sifat kimia dilakukan terhadap parameter pH, hasil pengujian menunjukan bahwa ketiga konsentrasi tersebut memenuhi syarat karakteristik sebagai antidiare yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, dan pH.
ANTIBACTERIAL AND ANTIBIOFILM ACTIVITY OF MELINJO LEAF WATER EXTRACT AGAINST PSEUDOMONAS AERUGINOSA BACTERIA Ekajayanti Kining
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5901

Abstract

Pseudomonas aeruginosa is a multi-drug resistant (MDR) human pathogen and known for their biofilm growth making it difficult to eliminate. This research aims to determine the effectiveness of water extract of melinjo leaf (Gnetum gnemon L) on inhibition of cell attachment, growth and degradation of the biofilm using Crystal Violet (CV) biofilm Assay. Reasearch results showed that water extract of melinjo leaf (Gnetum gnemon L) contains saponin, alkaloid, tanin dan steroidal that showed antibacterial activity and antibiofilm against P. aeruginosa. Addition extract can inhibit the attachment cell of 49,80% with a concentration of 25%, temperature of 37,5 oC and the contact time of 45 minutes. With a concentration of 25% (v/v), temperature of 50 °C and the contact time of 3 days, extract of melinjo leaves can inhibit the growth of biofilms of 43,09% and able to degrade the biofilm 43.04% with a concentration of 25% (v/v), temperature 37.5°C and contact time 45 minutes 
ANTIDIABETIC -GLYCOSIDASE ANTIDIABETIC ENZYME INVOLVING ACTIVITY TEST FROM BUTANOL FRACTION OF AREUY KIKUNTI LEAVES IN VITRO (Pothos Junghunii De Vreise) Willy Pratama Wijaya; Purwati Purwati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5968

Abstract

Diabetes mellitus is a disease with high blood glucose levels due to body’s lack of hormone insulin. Examples of natural ingredients that can be used asa antidiabetic are several plants from the genus pothos. This study use the leaves of Aurey kikunti (Pothos junghuhnii de Vreise). The purpose of this study was to deteminate the inhibitory activity of the anti-diabetic α-glikosidase enzyme from the Carinol fraction of Areuy kikunti leaves. The test carried out were the inhibitor activity of the α-glucosidase enzyme with acarbose as a comparison. Antidiabetic activity tets using microplet and analyzed with Elisa reade. In the inhibitor activity (%inhibition) with a concentration of 1000ppm, the butanol fraction yield a value of 8,155%,  while the inhibitory activity (%inhibition) of acarbose was 98,349%. From the results obtained, it shows that it has not been able to inhibit 50% of enzyme activity so that it is included in the week category, when compared to the inhibition value of acarbose. It can be concluded that the butanol fraction has no antidiabetic activity.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilmbi Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Dhea Deviana Ismail
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5931

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 30%, 35% dan 40%. Daun belimbing wuluh yang sudah diserbukan kemudian di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian diuapkan dengan oven sampai menjadi ekstrak kental. Uji aktivitas antibakteri pada gel daun belimbing wuluh menggunakan difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan mengukur zona hambat pertumbuhan bakteri. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh yaitu F1 30%, F2 35% dan F3 40%, kontrol negatif (Aquadest steril) dan control positif (Klindamisin disk). Evaluasi sediaan gel meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Pada hasil penelitian didapat bahwa ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh yang diformulasikan dalam bentuk sediaan gel memiliki antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan memberikan zona hambat terbesar pada konsentrasi 40% dibandingkan dengan gel konsentrasi 30% dan 35%.
TEST OF α-GLUCOSIDAS ENZYME INHIBITION ACTIVITY FROM ISOLATE ETHYL ACETAT FRACTION OF AREUY KIKUNTI LEAVES (Pothos junghuhnii de Vriese) IN VITRO Delva Syaputri
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5964

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder disease whose cases and prevalence have continued to increase over the last few decades. One of the pharmacological therapies for diabetes mellitus is an agent thatinhibits the activity of α-glucosidase which blocks the breakdown of disaccharides which has an impact on delaying glucose absorption, thereby reducing postprandial glucose levels. Several genera of pothos are widelyused as antidiabetic. In this study, the isolate ethyl acetate fraction from areuy leaves (Pothos junghuhnii de Vriese) was used to identify the active compound by LC-MS spectrophotometry and test its inhibitory activityagainst the enzyme -glucosidase and acarbose as a comparison control. The results of the examination identified the active compound, namely digiprolactone with the formula C11H16O3. The highest percentage of inhibition orinhibition in the ethyl acetate fraction isolate number 06 was 12.897% and number 47 was 51.1% at a concentration of 200 ppm, compared to acarbose 99.7% at a concentration of 10 ppm. The IC50 value for theisolated ethyl acetate fraction number 06 is 844.5 ppm, which is classified as very weak and number 47 is 202.6ppm, which is classified as moderate intensity.Keywords: Diabetes Mellitus; Pothos junghuhnii de Vriese; α-glucosidase inhibition
QUALITATIVE ANALYSIS OF MERCURY AND HYDROQUINONE CONTENT IN WHITENING CREAMS CIRCULATING IN BALIKPAPAN Eka Kumala Retno; Nishia Waya Meray; Wury Damayantie; Warrantia Citta Citti Putri; Murtiyana Sari
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i2.6489

Abstract

Whitening cream is a preparation or mixture of ingredients used on the outside of the body to brighten or change the color of the skin, resulting in clean and white skin. Many people, particularly women, use cosmetics to improve the appearance of their skin, one of which is whitening cream. Many producers saw this opportunity and added mercury and hydroquinone to increase the number of consumers because the product will be cheaper and provide faster results to their skin with these ingredients. This study aims to conduct a qualitative analysis of whitening creams circulating in Balikpapan. To achieve this goal, four samples A, B, C, and D were analyzed using the KI color test method, the flame test, and the color reagent method to determine the presence of mercury and hydroquinone.The findings of the qualitative test of the mercury and hydroquinone content in the whitening cream circulating in the city of Balikpapan revealed that three samples, namely samples B, C, and D, were known to contain mercury and two samples (samples A and D) were known to contain hydroquinone.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETIK DARI KOMBUCHA AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.) Rabima Rabima; Zulfa Shintawati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i2.6220

Abstract

Indonesia menempati urutan ke-4 dalam jumlah penderita diabetes dan mengupayakan untuk mengembangkan makanan dan minuman sehat. Komplikasi diabetes yang terkait dengan peningkatan stres oksidatif dapat ditekan oleh antioksidan. Kombucha merupakan minuman fermentasi, selama proses fermentasi kombucha dapat meningkatkan aktvitas antioksidan. Salah satu tanaman yang memiliki sifat antioksidan adalah alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.). Tujuan penelitian adalah menguji aktivitas antioksidan dan antidiabetik kombucha dari akar alang-alang pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Metode yang digunakan ialah uji antioksidan DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan induksi diabetes aloksan 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Hasil menunjukan potensi antidiabetes yang signifikan ditunjukan nilai penurunan kadar glukosa darah terbaik pada perlakuan pemberian glibenclamid sebesar 58,85% sedangkan perlakuan pemberian kombucha dosis 0,8 ml/mencit 52,93% pada 8 jam pemberian, dengan nilai IC50 44,51% yang menunjukan sediaan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI MAKROALGA Eucheuma cottonii TERDELIGNIFIKASI TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Dewi Kurnia; Hafidan Asykar Akbar; Aris Suhardiman
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i2.6476

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang diakibatkan oleh bakteri. Eucheuma cottonii merupakan jenis rumput laut merah yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi makroalga Eucheuma cottonii yang telah didelignifikasi terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan fraksinasi dengan metode ECC menggunakan n-heksana, etil asetat dan metanol-air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode mikrodilusi dengan pembanding klindamisin. Nilai rata-rata rendemen ekstrak dan fraksi diperoleh sebesar 27,96; 1,15; 2,03 dan 91,66%. Pada pemantauan KLT baik ekstrak dan fraksi menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid dan terpenoid. Nilai KHM terhadap bakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak dan fraksi metanol-air adalah 1250 ppm sedangkan fraksi n-heksana dan etil asetat sebesar 2.500 ppm dengan KHM pembanding klindamisin 625 ppm. Nilai KHM terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dari ekstrak etanol sebesar 1250 ppm, fraksi metanol-air 5000 ppm sedangkan fraksi n-heksana dan etil asetat tidak menunjukan aktivitas antibakteri. Nilai KBM ekstrak dan fraksi pada kedua bakteri uji dengan konsentrasi 10.000 ppm tidak dapat membunuh bakteri, sedangkan nilai KBM pembanding klindamisin 1250 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol dan fraksi metanol-air Eucheuma cottoni berpotensi sebagai antibakteri penyebab jerawat.Kata Kunci: antibakteri; delignifikasi; Eucheuma cottonii; Propionibacterium acnes; Staphylococcus epidermidis
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sargassum polycystum dari Pantai Batu Layar, Nusa Tenggara Barat Dani Syaiful Akbar; Anggit Listyacahyani Sunarwidhi; Handa Muliasari
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i2.6546

Abstract

Sargassum polycystum termasuk dalam kelas Phaeophyceae atau rumput laut coklat yang memiliki metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% S. polycystum dan fraksinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Sejumlah sampel S. polycystum dikumpulkan dari Pantai Batu Layar, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi (3x24 jam) dan difraksinasi menggunakan corong pisah, sehingga diperoleh ekstrak etanol pekat S. polycystum dan fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/terpenoid. Hasil pemeriksaan metabolit sekunder pada ekstrak etanol mengandung semua metabolit sekunder kecuali triterpenoid, fraksi n-heksana hanya mengandung alkaloid dan steroid, fraksi etil asetat mengandung saponin dan steroid dan fraksi air mengandung flavonoid dan tanin. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan ketiga fraksi dilakukan dengan metode difusi cakram. Perlakuan terdiri dari ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air S. polycystum dengan konsentrasi masing-masing 25% b/v, 50% b/v 80% b/v dan 100% b/v. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol 0,1%. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bersama fraksi rumput laut coklat S. polycystum memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus ATCC 25923 (p<0,05).