cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 181 Documents
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN DAN CEMARAN MIKROBA PADA MIE BASAH DI KOTA BALIKPAPAN Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala; Meray, Nishia Waya; Sapri, Sapri
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7214

Abstract

Mie basah merupakan bahan pangan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Mie basah banyak diproduksi oleh industri rumah tangga dengan skala kecil. Mie basah dijual bebas di pasar tradisional dalam bentuk kemasan sederhana, basah dan dijual terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, boraks dan cemaran mikroba pada mie basah yang beredar di pasar tradisional di Kota Balikpapan. Metode pengujian formalin menggunakan pereaksi KMnO4 dan spektrofotometer UV-VIS, pengujian boraks menggunakan kertas turmeric dan uji cemaran mikroba menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Total sampel mie basah yang didapatkan adalah 6 sampel dari 7 pasar tradisional di Kota Balikpapan. Hasil uji formalin dan boraks dianalisis secara kualitatif sedangkan data cemaran mikroba dianalisis secara kuantitatif dan membandingkan hasilnya dengan SNI. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mie basah tidak terdapat campuran boraks namun terdapat satu yang terindikasi mengandung formalin. Hasil identifikasi cemaran mikroba menunjukkan mie basah mengandung mikroba dibawah ambang batas maksimal 1 x 106 koloni/gram dan dinyatakan memenuhi syarat mutu mie basah SNI 2987:2015. 
EVALUASI TURUNAN PHLOROTANNIN DALAM MAKROALGA COKELAT (Sargassum sp.) UNTUK POTENSI MODULASI HUMAN PPAR-GAMMA SEBAGAI INHIBITOR ANTI-DIABETES: KAJIAN PENAMBATAN MOLEKUL Silviana, Lilis; Bintang, Muhamad Ilham; Andriansyah, Ivan; Dinata, Deden Indra; Asnawi, Aiyi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7335

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat, khususnya Diabetes Mellitus Tipe 2. Salah satu intervensi pengobatannya melalui penghambatan PPAR (Peroxisome proliferator-activated receptor). Di sisi lain, penggunaan akarbosa jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, hati, dan ginjal. Makroalga cokelat, khususnya Sargassum sp., mengandung senyawa bioaktif florotanin yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, namun turunannya belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki potensi afinitas dan interaksi pengikatan senyawa turunan florotann dari makroalga cokelat dengan reseptor Human PPAR-Gamma melalui simulasi penambatan molekul. Prosedur penambatan molekul divalidasi secara cermat dengan melakukan penambatan molekul ulang ligan alami ((2S)-2-Etoksi-3-[4-(2-{4-[(Methylsulfonyl) oxy]Phenyl}Ethoxy)Phenyl]Propanoic Acid) ke dalam enzim situs aktif, menghasilkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) rendah di bawah 2 Å. Langkah validasi ini memastikan keandalan algoritma penambatan molekul yang dipilih, AutoDock 4.2.6, dan parameternya untuk evaluasi penambatan ligan uji. Simulasi penambatan molekul selanjutnya dilakukan untuk sembilan ligan phlorotannin, mengungkapkan beragam afinitas pengikatan dan profil interaksi. Khususnya, senyawa seperti Dieckol, 7-phloroeckol, Phlorofucofuroeckol A, dan Eckol menunjukkan energi pengikatan yang kuat dan interaksi yang menjanjikan dengan residu utama, yang menunjukkan potensinya sebagai ligan efektif untuk enzim Human PPAR-Gamma. Analisis rinci ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik memberikan gambaran tentang mekanisme molekuler ligan dalam situs pengikatan enzim terutama residu B:Ser 289 dan B:His449, diidentifikasi sebagai kontributor penting dalam interaksi ligan-enzim. Dapat disimpulkan, Dieckol merupakan kandidat senyawa pemandu dari penambatan senyawa turunan florotanin dari makroalga cokelat dan Human PPAR-Gamma.
AKTIVITAS ANTIDIABETIK TEH HERBAL KOMBINASI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) PADA MENCIT (Mus muculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Rabima, Rabima; Prima, Sylvia Rizky; Ikrana, Anisa Dita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.6222

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Bunga telang dan meniran merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik teh herbal kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea) dan meniran (Phyllanthus niruri) serta persentase penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus muculus) yang diinduksi aloksan. Hewan uji yang digunakan yaitu 25 mencit jantan dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif, kelompok positif diberi glibenklamid, dan kelompok teh herbal. Teh herbal dibuat menjadi 3 formulasi yaitu, 200 mg bunga telang dan 800 meniran, 350 mg bunga telang dan 650 mg meniran, serta 500 mg bunga telang dan 500 mg meniran. Masing-masing formulasi dikemas dalam kantong teh sebanyak 1 g dan diseduh dalam 200 ml air panas. Data dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh herbal kombinasi bunga telang dan meniran pada formulasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran merupakan formulasi paling optimal diantara kedua formulasi lainnya. Persentase yang didapatkan yaitu sebesar 33,56% dengan selisih antara kontrol positif dan teh herbal 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran yaitu sebesar 9,05%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa teh herbal kombinasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran memiliki aktivitas sebagai antidiabetik yang paling baik diantara kedua formulasi lainnya.
POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL Changestu, Daniel Alexander; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Hafizuddin, Muhammad; Alfazon, Rohid; Yuannefa, Nazla; Kalahan, Al Munawar
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7190

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) merupakan tanaman liar yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Barat yang telah diteliti secara in vitro untuk mengidentifikasi aktivitas antibakteri dari kandungan ekstraknya. Oleh karena itu, perlu dilakukan telaah jurnal lebih lanjut mengenai aktivitas antimikroba dari ekstrak Passiflora foetida L. dari kandungan bioaktif pada ekstrak tanaman tersebut dan diharapkan dapat menjadi potensi baru dalam terapi infeksi bakteri bagi masyarakat umum yang sulit untuk menerima pengobatan konvensional. Pencarian artikel yang dilakukan dalam telaah naratif ini menggunakan mesin pencarian berupa Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital) dan PubMed. Pencarian dilakukan dengan memasukan kata kunci berdasarkan pola Medical Subject Headings (MeSH), yakni “Passiflora foetida L.” and (“Antimicrobial” or “Antibacterial”). Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dari ekstrak daun Passiflora foetida L. dengan konsentrasi yang beragam memiliki potensi yang beragam juga terhadap spesies bakteri tertentu, mulai dari intermediate hingga resisten. Penelitian yang telah dilakukan menguji kekuatan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli. Penelitian lain juga menunjukkan aktivitas dominan yang bekerja dalam penghambatan pertumbuhan bakteri antara lain alkaloid dan flavonoid. Daun rambusa memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri dengan kandungan fitokimia yang berperan dalam proses penghambatan pertumbuhan bakteri ialah flavonoid dan alkaloid
FORMULASI DAN UJI FISIK KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DENGAN KOMBINASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT Endriyatno, Nur Cholis; Anggriyani, Intan Sari
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7347

Abstract

Ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki fungsi sebagai tabir surya. Untuk memaksimalkan pemanfaatan ekstrak etanol daun asam jawa maka perlu dilakukan formulasi. Krim merupakan formulasi sediaan topikal yang biasa digunakan untuk tabir surya, karena sediaan krim lebih mudah diaplikasikan pada kulit dan mudah dicuci. Pada sediaan krim memerlukan emulgator untuk menghasilkan sifat fisik krim yang baik, emulgator pada penelitian ini yaitu asam stearat dan trietanolamin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi variasi asam stearat dan trietanolamin untuk mendapatkan formulasi yang memiliki sifat fisik baik untuk sediaan krim ekstrak etanol daun asam jawa. Pembuatan ekstrak etanol daun asam jawa menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan dibuat dalam 3 formula dengan variasi asam stearat dan trietanolamin yaitu F-I (16%:4%), F-II (18%:3%), dan F-III (20%:2%). Sediaan krim yang dihasilkan dilakukan uji evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, uji stabilitas, dan uji hedonic. Hasil pengujian dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA (Analisis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi emulgator asam stearate dan trietanolamin berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan krim yang meliputi pH, daya sebar, dan viskositas. F-II dengan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin (18%:3%) menghasilkan sediaan paling baik yang dilihat dari uji sifat fisik dan statistiknya.
FORMULASI GEL KOMBINASI EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN EKSTRAK KULIT JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Burm.Fil.) SEBAGAI ANTI JERAWAT Amanda, Chikita Restu; Mulatasih, Endah Ratnasari; Ardini, Dias; Yulyuswarni, Yulyuswarni
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7579

Abstract

Gel merupakan bentuk kosmetik perawatan yang banyak diminati dengan tujuan  untuk memelihara kondisi kulit. Gel memiliki sifat yang menyejukkan dan melembabkan. Beberapa bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan aktif produk perawatan kulit yaitu pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan kulit jeruk lemon (Citrus limon (L.) Burm.fil.). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  pemanfaatan ekstrak pegagan dan kulit jeruk lemon  sebagai produk kosmetik dengan tujuan perawatan dalam bentuk gel. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan merancang, membuat formulasi, dan mengevaluasi sediaan gel kombinasi ekstrak herba pegagan dan kulit jeruk lemon. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa gel kombinasi ekstrak herba pegagan dan ekstrak kulit jeruk lemon F1 berwarna hijau muda, F2 berwarna kecoklatan dan F3 berwarna hijau tua, aroma dari seluruh formula yaitu aroma khas jeruk dan teksturnya agak kental. F1, F2 dan F3 menunjukkan hasil tidak homogen. Seluruh formula memenuhi syarat uji pH dengan rata-rata 5,93, daya sebar dengan rata-rata 6,6 cm, nilai viskositas dengan rata-rata 30643cps. Berdasarkan hasil yang diperoleh, F1 memliki hasil yang terbaik diantara 2 formula lainnya.
FORMULASI SEDIAAN FILM STRIP EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK Amelia S, Rahma Gusti; Mulatasih, Endah Ratnasari; Indriyani, Dwi May; Hartati, Ani
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7123

Abstract

Daun salam merupakan salah satu tumbuhan obat yang tumbuh subur di Indonesia. Pemanfaatan daun salam dalam produk obat tradisional masih sederhana dan belum banyak variasi. Banyaknya produk yang beredar biasanya berbentuk serbuk, teh, dan sediaan padat seperti kapsul. Meski demikian, tumbuhan ini berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional dalam bentuk film strip. Film strip adalah obat tradisional dengan bentuk lembaran tipis yang mudah hancur saat terkena air liur sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  pemanfaatan ekstrak etanol daun salam  sebagai obat tradisional dalam bentuk film strip. Ekstraksi daun salam dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pembuatan film strip dilakukan dengan solvent casting method. Hasil penelitian didapati bahwa ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan menjadi film strip yang memiliki aroma khas daun salam, warna bening kecokelatan pada F1, agak cokelat untuk F2 dan F3, cokelat muda untuk F4, serta cokelat tua untuk F5 dengan rasa sangat manis di seluruh formula. Seluruh formula memenuhi syarat uji keseragaman bobot dengan rata-rata penyimpangan 0,644%, ketebalan film dengan rata-rata 0,3170 mm, waktu larut rata-rata 179,12 detik, dan stabil selama masa penyimpanan. Kelima formula film strip ekstrak etanol daun salam tidak memenuhi persyaratan pH, dengan pH rata-rata film sebesar 3,96.
EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes Mahyuni, Siti; Almasyhuri, Almasyhuri; Sausan, Alfy Salma
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7409

Abstract

Infeksi kulit umum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun Badotan secara tradsional digunakan untuk pengobatan luka luar. Daun bandotan memiliki aktivitas sebagai antibakteri karena di dalam daun bandotan terdapat senyawa kumarin, kariofilen dan ageratokromen. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula salep kulit ekstrak daun bandotan yang  memenuhi syarat mutu fisik berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan  menentukan aktifitasnya terhadap S. aureus dan P. acnes.  Dibuat 3 formula salep masing-masing dengan penambahan ekstrak daun bandotan sebesar 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Dilakukan uji mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan cycling test dan aktifitas antibakteri dengan metode sumuran. Hasil uji menunjukkan semua formula salep ekstrak daun bandotan  memenuhi syarat mutu fisik berdasar SNI 16-4399-1996. Sedian F1, F2, dan F2 masing-masing memiliki daya hambat terhadap S. aureus dengan rata-rata DDH  18,24 mm, 22,70 mm, dan 25,86 mm, sedangkan rata-rata DDH terhadap P. acnes  adalah 19,10 mm, 23,17 mm, dan 25,47 mm. Disimpulkan bahwa salep ekstrak etanol 70 % daun bandotan berpotensi dikembangkan sebagai obat infeksi kulit yang disebabkan S. aureus dan P. acnes.    
EFFECT OF ETHANOL CONCENTRATION OF LIQUORICE EXTRACT (Glycyrrhiza glabra L.) IN SUNSCREEN BODY LOTION PREPARATIONS TOPHYSICAL PROPERTIES, PHYSICAL STABILITY AND ANTIOXIDANT ACTIVITY (SPF) Seftiani, Dita; Paloma, Yacinta
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.6250

Abstract

AbstractLiquorice (Glycyrrhiza glabra L.) is a plant that has an interactive effect of UV protective, antiinflammatory & antioxidant activity responsible for exerting useful effects on the skin. Liquorice contains chemical components such as sugars, flavonoids, sterols, starch, amino acids, essential oil resins and saponins.This study aims to determine the effect of sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) to the value of sun protection factor (SPF), physical properties and physical stability of sunscreen body lotion preparations. Preparation of Body lotion Sunscreen liquorice extract made five formulas with variations in concentration 7.5%; 12%; 15%; 18%; and 20%. Then conducted phytochemical screening terjadap sweet root extract, the made the formulation of Body lotion Sunscreen sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.), then measured the SPF value of the preparation of sunscreen body lotion sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) with UV spectrophotometer. Physical properties such as viscosity, pH, adhesion and dispersion tests were tested by linear regression. Physical stability (viscosity test, pH test, dispersion and adhesion test) analysis using Anova one way test method. Determination of SPF value, organoleptic test, homogeneity and emulsion type descriptively. Physical properties of the five formulas have a characteristic liquorice odor, lotion shape, yellowish brown color on F1 and dark brown on F2, F3, F4 and F5, preparation of a homogeneous liquorice extract body lotion. The higher the concentration of the extract in the body lotion, the viscosity and adhesion increased, while the pH and dispersion decreased. Physical stability of the five formulas with concentrations of FI (7.5%), FII (12%), F3 (15%), F4 (18%) and F5 (20%) stable in terms of homogeneity test and organoleptic tests include odor,shape and color of FI (7.5%) on days 0 and 7 stable, but lotion on Days 14, 21 and 28 oxidation with discoloration or unstable. The five formulations on viscosity, pH, adhesion and dispersibility tests during 28-day storage at room temperature 270C were unstable. Liquorice extract (Glycyrrhiza glabra L.) with variations in concentration F1(7.5%); F2 (12%); F3 (15%); F4 (18%) and F5 (20%) have Sun Protection Factor (SPF) values respectively 1.72; 17.83; 21.17; 23.32 and 32.32, the five formulas are included in the ultra Protection category range (>15).Keywords: Sweet Root, Body Lotion, Sun Protection Factor (SPF)
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN SAKARIN DAN SIKLAMAT PADA MINUMAN ES CENDOL DI PASAR TRADISIONAL ISIMU DAN LIMBOTO, KABUPATEN GORONTALO Sagala, Zuraida; Dunggio, Vivin
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.6780

Abstract

Minuman jajanan di pasar tradisional merupakan industri skala kecil yang biasanya kurang memperhatikan keamanan pangan. Minuman jajanan seperti es cendol yang rasanya enak, manis, segar. Proses pembuatannya dapat ditambahkan bahan Tambahan Pangan (BTP) yaitu pemanis buatan, seperti sakarin dan siklamat. Mengonsumsi sakarin dan siklamat yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan jika mengonsumsinya dengan kadar yang sudah melewati batas maksimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar siklamat pada es cendol yang dijual di Pasar Isimu dan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pada penelitian dilakukan eksperimen atau percobaan (experiment research) pada laboratorium dan diuji melalui beberapa percobaan dengan  menggunakan enam sampel es cendol yang telah didapatkan yang kemudian diuji secara kualitatif sakarin dengan uji reaksi warna serta uji pengendapan, Uji kuantitatif dilakukan melalui uji HPLC. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel es cendol negatif sakarin dan terdapat 2 sampel positif siklamat yang berasal dari Pasar Isimu, Kabupaten Gorontalo dimana sampel kode A dengan kadar sebesar 150,36 mg/kg dan sampel kode C dengan kadar sebesar 17,0 mg/kg yang menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak melebihi batas maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa es cendol yang beredar dipasar Isimu dan Limboto, kabupaten Gorontalo memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, dimana di Indonesia penggunaan bahan pemanis buatan ditetapkan menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Makanan Republik Indonesia (Perka BPOM RI) Nomor 11 Tahun 2019 kadar maksimum yang diperbolehkan untuk penggunaan siklamat berkisar 0-11 mg/kg berat badan dan untuk sakarin 0-5 mg/kg berat badan dan batas maksimum penambahan siklamat pada produk pangan diatur berkisar 250 – 3.000 mg/kg.