cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2023)" : 4 Documents clear
RELAKSASI NAFAS DALAM KOGERTA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI Mujito Mujito; Sri Mugianti; Andi Hayyun Abiddin
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.366

Abstract

Relaksasi nafas dalam kogerta salah satu terapi non farmakologis pada klien hipertensi yang dilakukan dengan cara menarik nafas melalui hidung secara maksimal dan lambat kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan kombinasi berbagai gerakan tangan yang terdiri dari gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi efektifitas latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta terhadap penurunan tekanan darah klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan pra eksperimental one group pretestt-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi di desa Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 58 orang. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling, besar sampel sebanyak 30 klien hipertensi primer yang memenuhi kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, rentang usia 45 tahuan – 70 tahun, pengukuran tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dan tidak sedang mendapatkan terapi farmakologis. Sedangkan kriteria eksklusi yakni klien dengan penyakit kronis (jantung, diabetes mellitus, gagal ginjal, dan lain-lain). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran tekanan darah saat pretest dan postes. Analisis menggunakan paired t-test dengan p: a<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah untuk pretestt systole 162,33 mmHg dan diastole 94,55 mmHg dan posttest systole 147,17 mmHg dan diastole 86,36 mmHg. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000. Latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta efektif dalam menurunkan tekanan darah klien hipertensi. Klien hipertensi diharapkan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam kogerta sebagai alternatif terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.Kata Kunci: Relaksasi; Nafas Dalam; Hipertensi Abstract Deep breathing relaxation is a non-pharmacological therapy for hypertensive clients which is done by inhaling through the nose maximally and slowly then exhaling through the mouth slowly with a combination of various hand movements consisting of heating, core, and cooling movements. The purpose of this study is to identify the effectiveness of Kogerta deep breathing relaxation techniques in reducing blood pressure in hypertensive clients. The research design used was a pre-experimental one group pretestt-posttest design. The population were all hypertensive clients in Kesamben village with 58 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, a sample size of 30 primary hypertension clients who met the inclusion criteria including willing to be respondents, age range 45-70 years, blood pressure measurement ≥ 140/90 mmHg and did not currently receiving pharmacological therapy. While the exclusion criteria were clients with chronic diseases (heart, diabetes mellitus, kidney failure, etc.). Data collection was carried out by measuring blood pressure during the pretest and posttest. Paired t-tests was used for analysis and obtained p = 0.000. The results showed an average blood pressure value for the pretestt systole was 162.33 mmHg and diastole by 94.55 mmHg, while the posttest systole was 147.17 mmHg and diastole was 86.36 mmHg. Kogerta deep breathing relaxation technique exercise is effective in reducing the blood pressure of the hypertensive clients. The hypertensive clients are expected to use the kogerta deep breathing relaxation techniques as an alternative to non-pharmacological therapy to reduce their blood pressure.Keywords: Relaxation; Deep Breathing; Hypertension
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Cucu Herawati; Triyana Widianto; Iin Kristanti; Herlinawati Herlinawati; Laili Nurjannah Yulistiyana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
PERAN KETERJANGKAUAN ROKOK, ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, PADA PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN MAHASISWA Herawati, Cucu; Widianto, Triyana; Kristanti, Iin; Herlinawati, Herlinawati; Yulistiyana, Laili Nurjannah
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.379

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok dipengaruhi oleh faktor internal diantarnya usia, jenis kelamin, sikap, pengetahuan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternalnya antara lain orang tua, teman, dan keterjangkauan rokok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peranan keterjangkauan rokok, orang tua, teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa laki laki Kampus X yang berjumlah 228. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh keterjangkauan rokok dengan kategori mudah terjangkau lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 27 (58,7%) dan nilai p value 0,00, maka ada hubungan antara keterjangkuan rokok dengan perilaku merokok mahasiswa. Keterpaparan orang tua dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 25 (53,2%) dan nilai p value 0,011 maka ada hubungan antara orang tua dengan perilaku mahasiswa. Keterpaparan teman sebaya dengan kategori ada pengaruh lebih dari setengahnya responden sebagai perokok berat yaitu sebanyak 19 (51,4%) dan nilai p value 0,001 maka ada hubungan antara teman sebaya dengan perilaku mahasiswa.Bagi kampus sebaiknya adanya kampanye rutin tentang bahaya merokok, baik melalui seminar, poster, dan sosial media serta adanya kebijakan aturan kampus untuk larangan merokok baik untuk mahasiswa dan civitas akademika di Lingkungan Kampus.
Penyebab Anak Stunting : Perspektif Ibu di Desa Margamukti Isneniah, Dwi; Putri, Anggi Egliana; Maula, Atifatul
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.377

Abstract

Ada banyak faktor yang mempengaruhi stunting. Stunting disebabkan karena asupan gizi tidak adekuat serta infeksi berulang seperti penyakit kronis yang berlangsung pada masa emas pertumbuhan anak (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2020). Selain penyebab di atas, faktor internal dalam pengasuhan anak sangat berpengaruh terhadap stunting. Dalam hal ini ibu sangat berpengaruh terhadap pola asuh anak sebesar 80,84%. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab stunting berdasarkan persepsi ibu. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. Informan yang terlibat adalah 6 orang ibu yang memiliki anak stunting dan risiko stunting berusia 14 bulan sampai 47 bulan. Penelitian ini menghasilkan tema penyebab anak stunting dalam prespektif dalam 5 kategori yaitu keturunan, anak sulit makan dan pemilih makanan, riwayat penyakit, asi eksklusif, dan kurang gizi saat hamil. Sebagian besar ibu menyatakan bahwa penyebab anaknya stunting adalah keturunan, padahal keturunan bukanlah faktor utama penyebab stunting. Dengan demikian, perlu adanya pemberian promosi kesehatan di masyarakat terutama ibu agar derajat kesehatan keluarga meningkat. Kata Kunci : Stunting; Anak; Faktor – Faktor; Persepsi Ibu; Sumedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 4