cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN Imroatul Azizah; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.176

Abstract

Laporan hasil pendataan PHBS tatanan sekolah tahun 2012 memperlihatkan bahwa anak usia Sekolah Dasar di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon belum memiliki kebiasaan yang menunjuk perilaku hidup bersih dan sehat. Sedangkan dari pihak puskesmas sudah dilakukan penyuluhan setiap tahunnya disekolah-sekolah namun hasil dari penerapannya pada siswa disekolah masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah penyuluhan pada siswa kelas VI di SDN 1 Watubelah Kabupaten Cirebon Tahun 2013. penelitian ini menggunakan metode pra experimen design dengan pendekatan one group pretest posttest dalam rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Jumlah sampel sebanyak 30 dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis perbedaan dua perlakuan dengan uji T. Untuk pengetahuan perilaku hidup bersih siswa sebelum diberikan penyuluhan adalah pada kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (66,7%). Kemudian hasil penelitian yang menunjukan bahwa pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat siswa sesudah diberikan penyuluhan dalam kategori baik yaitu sebanyak 27 responden (90,0%) Hasil pengujian hipotesis di peroleh nilai T (T test) 2.249 dan nilai sig. (p-Value) 0,032.Kata Kunci  : Pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat ABSTRACTReport school survey results PHBS order in 2012 showed that elementary school-age children in SDN 1 Watubelah Cirebon has a habit of pointing yet clean and healthy lifestyle behaviors. While the parties have conducted outreach clinic every year in schools, but the results of its application to the school students are still lacking. The purpose of this study was to determine differences in knowledge of healthy living behaviors before and after counseling on sixth grade students at SDN 1 Watubelah Cirebon in 2013. This study uses a pre-experimental design with one-group pretest-posttest approach in this design there is no comparison group (controls), but at least we have made the first observation (pretest) that allows to test the changes that occurred after the experimental (program). The total sample of 30 by using the total sampling. Data were obtained through a questionnaires with interview. this analysis technique using two different analytical techniques to test treatment T. To the knowledge of hygienic behavior of students before giving information on both categories are as many as 20 respondents (66.7%). Then the results of the study showed that knowledge of clean and healthy lifestyle after given counseling students in both categories as many as 27 respondents (90.0%) in the hypothesis testing results obtained values T (T test) and 2,249 sig. (P-value) of 0.032.  Keywords : Knowledge, clean and healthy lifestyle
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) TERHADAP PELAYANAN PROGRAM BPJS KESEHATAN Fajar Ardianing Gofur; Cucu Herawati
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.137

Abstract

Berdasarkan  hasil  laporan  Indeks  Kepuasan  Msyarakat  (IKM)  tahun  2013  di UPTD Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon, dilaporkan bahwa Puskesmas Astanagarib berada di peringkat 4 terbawah dengan persentase tingkat kepuasan secara keseluruhan 73,54% dengan jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS)  selama  5  bulan  terakhir  sebanyak  2.577  peserta  dari  5.983 penduduk, rendahnya persentase dalam IKM dan jumlah peserta BPJS tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti kemudahan dalam prosedur pelayanan, informasi, ketepatan waktu pelayanan, kehandalan, kecepatan dalam pelayanan, kenyamanan lingkungan, serta kesopanan dan keramahan. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  antara  faktor-fakto yang berhubungan dengan  kepuasan  peserta  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial (BPJS) terhadap pelayanan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di UPTD Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BPJS di Kelurahan Pekalipan (wilayah kerja UPTD Puskesmas Astanagarib) Kota Cirebon tahun 2014 sebanyak 2.577 peserta. Jumlah sampel sebanyak 97 peserta yang diambil secara Accidental Sampling.  Data  dianalisis  secara  statistik  menggunakan  uji  Chi  Square  pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara ketepatan waktu dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00), ada hubungan yang bermakna antara informasi dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00), ada hubungan  yang bermakna antara kompetensi teknis dengan dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan antar manusia dengan dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,39).Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, peserta BPJS ABSTRACTBased on report result of Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2013 in UPTD local government clinic of Astanagrip Cirebon, reviewed that Astanagrip local government clinic was in bottom 4 through overall of satisfaction percentage is 73,54% with participants of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) as long as 5 months are 2.577 of 5.983 inhabitants, the low of percentage on IKM and the number of BPJS participants is influenced on kind of factors like easy of service procedure, information, punctuality of service, professionalism, speed, comfortable, polite behavior and friendly. Aim of this research is to know the relation of that related factors with Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) participants   satisfaction              on   Badan   Penyelenggara   Jaminan   Sosial   (BPJS) Kesehatan program service in UPTD local government clinic of Astanagrip Cirebon 2014. Analytical Descriptive research with Cross Sectional design. Population in this research is all of district Pekalipan (UPTD local government clinic work area) Cirebon BPJS participants 2014 are 2.577 participants. The writer has taken 97 participants by Accidental Sampling for the sample of research. The data was analyzed by statistical accounting used Chi Square test on sense level 5% (0, 05). Result of this research shows that there was a means relation between punctuality of service with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,00), information  with  BPJS  Kesehatan  program  service  satisfaction  (p  =  0,00), technical competence with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,00), and there wasn’t a means relation between people relation with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,39).Key Words  : Level of Satisfaction, participants BPJS
ANALISIS METAMPIRON DALAM CAMPURAN JAMU ASAM URAT Imas Maesaroh
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.154

Abstract

Penambahan bahan kimia obat merupakan salah satu cara yang dilakukan beberapa industri obat tradisional untuk meningkatkan khasiat tertentu dari obat tradisional. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui apakah sampel jamu tradisional asam urat yang beredar di Kabupaten Kuningan mengandung metampiron dan mengetahui banyaknya jamu tradisional asam urat yang beredar di Kabupaten Kuningan yang mengandung metampiron. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan FeCl3 dan AgNO3. Hasil positif dengan penambahan FeCl3, sampel menunjukkan perubahan warna dari biru ungu menjadi kuning pucat dan hasil negatif terjadi perubahan warna sampel dari coklat menjadi biru ungu. Sedangkan hasil positif dengan penambahan AgNO3, sampel menunjukkan perubahan warna dari coklat tua  menjadi kuning pucat dan hasil negatif terjadi perubahan warna sampel dari coklat menjadi coklat tua. Hasil penelitian dari 9 sampel merk jamu tradisional asam urat yang beredar di Kabupaten Kuningan, 5 sampel menunjukkan hasil positif mengandung metampiron dan 4 sampel negatif tidak mengandung metampiron.Kata Kunci : Metampiron, jamu asam urat, uji warna  AbstractMixing of chemistry drug material is one way do some of traditional drug industry for increase special virtue of drug traditional. This study was designed to determine is sample traditional jamu of  uric acid turn in Kuningan city contain metampiron and to determine how many traditional jamu of uric acid turn in Kuningan city contain metampiron. This study was treat qualitative methode with use FeCl3 and AgNO3. Positive result with add FeCl3, sample was show colour change from blue-purple to be yellow and negative result was show colour of sample from brown to be dark brown. Positive result with add AgNO3, sample was show colour change from dark brown to be yellow and negative result was show colour change from brown to be dark brown. Result of study from 9 brand sample traditional jamu of uric acid turn in Kuningan, 5 sample was show positive result contain metampiron and 4 sample was show negative not contain metampiron.Keyword: Metampiron, jamu of uric acid, colour test
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI Mokh. Firman Ismana; Tita Roosdiana
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.171

Abstract

Berdasarkan data hasil pencapaian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Majalengka pada bulan Desember tahun 2013, pencapaian di beberapa program masih di bawah target, program pelayanan administrasi perkantoran baru tercapai 89,35% dari target 100%, program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan baru tercapai 91,37%  dari target 100%, serta dan program pengembangan kinerja pengolahan persampahan baru tercapai 82,28%  dari target 100%, hal ini merupakan salah satu indikasi belum optimalnya kinerja pegawai. Kinerja pegawai berhubungan dengan berbagai hal, diantaranya faktor kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja dengan kinerja pegawai BPLH Kabupaten Majalengka Tahun 2014.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif analitik. Rancangan dalam penelitian ini adalah Cross sectional . Populasi penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil BPLH Kabupaten Majalengka dengan sampel sebanyak 93 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik angket menggunakan alat kuesioner, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan program  SPSS, data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu untuk melihat hubungan antara dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Analisis univariat didapatkan hasil bahwa kepemimpinan dinyatakan baik (51,6%), motivasi dinyatakan baik (57,0), dan lingkungan kerja dinyatakan baik (55,9%). Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik Chi-square dengan batas kemaknaan (α) = 0,05. Hasil uji statistik didapatkan bahwa variabel motivasi (p = 0,007) dan lingkungan kerja (p = 0,005) mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai sedangkan variabel kepemimpinan (p = 0,116) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja.Kata kunci           : Kepemimpinan, Motivasi, Lingkungan Kerja dan Kinerja ABSTRACTBased on the achievement data from Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup ( BPLH ) Kabupaten Majalengka in December of 2013 , the achievement in some programs still below the target, program office administrative services only reached 89.35 % of the target of 100 % , pollution control and environmental damage programs reached 91.37 % of the target of 100 % , as well as program development and performance of waste processing reached 82.28 % of the target of 100 % , this is one indication of the employee's performance is not optimal. Employee performance related to a variety of things, including the factors of leadership , motivation and work environment. The purpose of this study was to determine the relationship of leadership, motivation and work environment with Employee performance in BPLH Kabupaten Majalengka Tahun 2014. This type of research is descriptive quantitative research analysis.The design  of  this  study  was  cross-sectional .  The  study  population  was  all Civil Servants in BPLH Kabupaten Majalengka with a sample of 93 people . The data was collected using a questionnaire technique, the collected data were processed using SPSS version 17 and analyzed with univariate and bivariate analysis to look at the relationship between two variables: the dependent variable and the independent variables . Univariate analysis showed that leadership is expressed well (51.6 %), the motivation expressed either (57.0 %) , and otherwise good working environment (55.9 %). Bivariate analysis performed by Chi-square statistical test with a significance limit ( α ) = 0.05. Statistical test results showed that motivational variables (p = 0.007) and work environment (p = 0.005) had a significant relationship with employee performance while the leadership variable (p = 0.116) had no significant relationship with employee performance. Keywords              : Leadership. Motivation, work Environment and Performance
STUDI KASUS TENTANG HUBUNGAN STATUS BIDAN PRAKTEK SWASTA DENGAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH PUSKESMAS BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL TAHUN 2016 Baeti Rizki; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.130

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi terpenuhinya cakupan K4, diantaranya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan serta kualitas tenaga kesehatan. Berdasarkan data dari Ikatan Bidan Indonesia cabang Kabupaten Tegal, bahwa jumlah bidan yang telah mempunyai izin praktik di wilayah Kabupaten Tegal adalah 513 bidan, sedangkan yang sudah bersertifikat sebagai bidan delima sebanyak 105  orang bidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status bidan praktek swasta dengan pelayanan antenatal care di wilayah puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016. Jenis penelitian adalah survei analitik, desain penelitian yang digunakan observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bidan yang membuka praktik mandiri di wilayah Puskesmas Bumijawa sejumlah 24 bidan. Teknik sampelnya menggunakan metode total sample yaitu 24 responden. Karakteristik bidan yang bekerja di wilayah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal bahwa rata-rata umur responden 36,29 tahun, sebagian besar responden berpendidikan D-III (91,7%), sebagian besar lama mengabdi responden 5-10 tahun (54,2%). Status bidan sebagian besar dengan status bidan praktek swasta bukan delima (58,3%). Pelayanan Antenatal Care sebagian besar bermutu (58,3%). Ada hubungan yang signifikan antara status bidan praktek swasta dengan pelayanan antenatal care di wilayah kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016 (X2 hitung 5,531 dan p value=0,024). Hal ini berarti bahwa bidan dengan status bidan delima lebih profesional dalam pelayanan ANC dibandingkan dengan bidan praktek swasta yang bukan delima, dengan menjadi bidan delima secara tidak langsung fasilitas pelayanan akan tersedia, sehingga akan meningkatkan  mutu pelayanan.Diharapkan bidan praktek swasta yang belum delima agar dapat mengikuti program bidan delima, sehingga dalam melakukan pelayanan ANC sesuai dengan standar pelayanan, serta dengan memasang famplet acuan pelayanan ANC sesuai dengan petunjuk dari Departemen Kesehatan.Kata Kunci  : Status bidan, antenatal care  ABSTRACTMany factors affect the fulfillment of K4 coverage, including public awareness about the importance of prenatal care and the quality of health workers. Based on data from the Indonesian Midwives Association branch Tegal regency, that the number of midwives who already have a license in the district of Tegal is 513 midwives, while that has been certified as a midwife pomegranate were 105 midwives. The aim of research to determine the relationship status private midwife with antenatal care in the health centers Bumijawa Tegal 2016.This type of research is an analytical survey, design research used observational with cross sectional approach. The population in this study independent midwife who practices in the area at Puskesmas Bumijawa some 24 midwives. Mechanical sample using a method that is on the total sample of 24 respondents.Characteristics of midwives who work in the District of Tegal Bumijawa that the average age of 36.29 years old respondents, the majority of respondents educated D-III (91.7%), the majority of respondents serve 5-10 years old (54.2%) , Status midwives mostly with private midwife status instead of pomegranate (58.3%). Antenatal Care qualified majority (58.3%). There was a significant correlation between the status of private midwives with antenatal care in districts of Bumijawa Tegal 2016 (X2 count 5.531 and p value=0.019). This means that the midwife with midwife status pomegranate professionals in ANC compared with private midwife is not a pomegranate, with a midwife indirectly pomegranate service facilities will be available, so that will increase the quality of care.Expected private midwives who have to follow our pomegranate midwife program, so that in conducting ANC in accordance with service standards, and by installing a reference pamphlet ANC in accordance with the instructions of the Ministry of Health.Keywords   : Status midwife, antenatal care
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Heni Fa'riatul Aeni; Nyimas Rahmiwaty Fermania
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.148

Abstract

Perilaku manusia yang berhubungan dengan keselamatan merupakan sebuah pendekatan untuk menganalisis apa yang dibutuhkan untuk membuat perilaku K3 lebih dimungkinkan dan mengurangi perilaku yang beresiko. PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon salah satu perusahaan yang memproduksi jaring dan tambang. Berdasarkan data kecelakaan kerja akibat tindakan yang tidak berperilaku K3 di PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon sebanyak 90% di tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 di PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015. Penelitian ini merupakan  penelitian kuantitatif dengan desain  cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 2002 orang. Pengambilan data dilakukan secara propotional random sampling dengan jumlah sampel 92 responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0.05). Hasil penelitian, diketahui 56.5% pekerja berperilaku K3 dan 43.5% pekerja yang tidak berperilaku K3. Faktor – faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku K3 adalah pelatihan, penghargaan dan hukuman. Sedangkan faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan, sikap, motivasi, komunikasi,ketersediaan fasilitas dan pengawasan.Kata kunci :  Faktor Predisposing, enabling, reinforcing,Perilaku K3 ABSTRACTHuman behavior associated with safety is an approach to analyze what is needed to make the behavior more likely K3 and diminish  risk behaviors. PT Arteria Daya Mulia Cirebon (ARIDA) one of the companies that manufacture net and mine. Based on data from workplace accidents due to actions that do not behave K3 PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon as much as 90% in 2014. The aim of this research is to know factors - factors related to the behavior of K3 PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015. This research is a quantitative with cross sectional design. The population in this study amounted to 2002 people. Data collection was performed by proportional random sampling with a sample of 92 respondents. Bivariate analysis performed by the chi square test at 5% significance level (0.05). Results of the study, 56.5% of workers are known to behave K3 and 43.5% of workers who do not behave K3. Factors - factors that are not related to the behavior of K3 is training, reward and punishment. While factors - factors related to the behavior of K3 are the knowledge, attitudes, motivation, communication, availability of facilities and supervision.Kata kunci  :  Predisposing, enabling, reinforcing, K3 behavior
PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP METODE KONTRASEPSI Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.166

Abstract

Metode kontrasepsi adalah suatu cara yang ditempuh untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan.Masalah metode kontrasepsi merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan wanita subur.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi wanita usia subur terhadap metode kontrasepsi di rumah bersalin Rajawali Kota Cirebontahun 2011. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survey.Populasinya adalah wanita usia subur yang mengikuti program keluarga berencana di Rumah Bersalin Rajawali Kota Cirebon yaitu sebanyak 520 wanita usia subur. Jumlah sampel sebanyak 84 diambil  dengan teknik accidental sampling.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan analisa univariate.Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa 51 responden (60,7%) berpersepsi positif terhadap metode kontrasepsi, sedangkan yang berpersepsi negatif yaitu 33 responden (39,3%).Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat wanita usia subur yang belum memahami metode kontrasepsi efektif terpilih dan metode kontrasepsi mantap.Kata kunci : Metode kontrasepsi, persepsi dan wanita usia subur ABSTRACTContraception method  is a certain method that is used for avoiding or preventing pregnancy. This problem has strong correlation against fertile women.The purpose of this research is to know the perception of fertile women towards  contraception method on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, year 2011.Kind of method used on this research was descriptive survey.The objects of  population were fertile women, who followed “Keluarga Berencana” program on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, as many as 520 fertile women, 84 women taken as samples by accidental sampling method.Data collection was taken by questioners while data analysis by univariate analysis.The overall result showed, that 51 respondents (60,7%) had positive perception towards contraception method, while the rest, 33 respondents (39,3%), had negative perception.Based on that, there were fertile women, who still didn’t understand the chosen effective contraception method and the good contraception method.Key words: contraception method, perception and fertile women
PENGARUH PENERAPAN LAGU “6 LANGKAH MENCUCI TANGAN“ TERHADAP KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN SISWA TUNAGRAHITA SEDANG MENGGUNAKAN METODE AUDIO VISUAL DI SDLB-C PANCARAN KASIH KOTA CIREBON Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.125

Abstract

Tunagrahita adalah kondisi anak yang kecerdasannya dibawah rata-rata yaitu dibawah 70 dan memiliki ketergantungan pada orang lain secara berlebihan, kurang tanggap, penampilan fisiknya kurang proporsional, perkembangan bicara terlambat dan bahasa terbatas. Anak tunagrahita rentan terhadap infeksi dikarenakan imunitas  yang kurang dan kemampuan perawatan diri yang masih lemah. Penyebab infeksi tersebut karena banyak anak usia sekolah terkena diare karena sebelum dan sesudah makan mereka tidak mencuci tangan. Mencuci tangan dapat menekan angka kejadian infeksi diare sampai 47%. Saat ini media pembelajaran untuk melatih anak tunagrahita masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan siswa tunagrahita sedang di SDLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon.   Desain   Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre test and post testwithout controlgroup design. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu anak tunagrahita sedang SDLB-C dengan jumlah 37 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi 6 langkah mencuci tangan sesuai dengan standar WHO. Untuk menguji hipotesis digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan terdapat pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita sedang (p value 0.000). Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa lagu ”6 langkah mencuci tangan” dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita khususnya mencuci tangan.Kata kunci     : Tunagrahita, Penerapan lagu, 6 langkah mencuci tangan, audio visual ABSTRACTTunagrahita is the child's condition is below average intelligence that is under 70 and has a dependency on others excessively, less responsive, less proportionate physical appearance, delayed speech and language development is limited. In some cases, children with intellectual disability are susceptible to infection due to less immune system and self care. The infection is mostly caused by diarrhea as many school-aged children have no proper hand-washing behavior before and after meals. Hand-washing reduces the risk of infectious diarrhea up to 47 %. However, learning media to train those children with mental retardation still vary from one another.  This research aims to understand the influence of the application of a song “6 steps of washing hands” on the ability of student mental retardation to wash hand was on a method of audio visual at SDLB-C (special elementary school for intellectual disability) Pancaran Kasih Cirebon. The research used quasi experimental design with pre test and post test, without the presence of control group design. Purposive sampling method was used to involve 37 students of SDLB-C with mental retardation as the research respondents. The research instruments were observation sheets of 6 steps of washing hands in accordance with the WHO standards. In testing hypotheses, wilcoxon test was used. The finding suggests that there is positive influence of the application of “6 steps of washing hands” song on the ability of washing hand behavior of children with mental retardation, denoted by p value 0.000. Therefore, the application of song “6 steps of washing hand” can possibly be applied to improve independence of children with mental retardation.Keywords      : Mental retardation, six steps of washing hands, Aplication of the song, audio visual method
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG Rokhmatul Hikhmat; Maleni Fazriah
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.143

Abstract

Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Klinik Gigi Garuda semakin meningkat sejak tahun 2011, namun jumlah pasien lama selama 1 tahun belakangan ini mengalami penurunan.Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk memanfaatkan ulang Klinik Gigi Garuda semakin berkurang.Untuk itu perlu dianalisis persepsi pasien tentang kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang di Klinik Gigi Garuda Kota Cirebon.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang di Klinik Gigi Garuda Kota Ciebon tahun 2014.Penelitian ini didesain secara Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien terhadap 5 dimensi mutu pelayanan dan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu minat kunjungan ulang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 745 pasien dengan sampel sebanyak 65 pasien.Pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling.Instrumen penelitian melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner.Pengumpulan data diperoleh dari data primer dan dianalisa dengan metode chi square test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9,3% responden mempersepsikan kehandalan tidak puas, 90,7% responden mempersepsikan kehandalan puas. 12,3% responden mempersepsikan daya tanggap tidak puas, 87,7% responden mempersepsikan daya tanggap puas. 4,6% responden mempersepsikan jaminan tidak puas, 95,4% responden mempersepsikan jaminan puas. 6,2% responden mempersepsikan empati tidak puas, 93,8% responden mempersepsikan empati puas. 10,8% responden mempersepsikan bukti langsung tidak puas, 89,2% responden mempersepsikan bukti langsung puas.Variabel yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pelayanan di Klinik Gigi Garuda Kota Cirebon adalah persepsi tentang kehandalan (p – value : 0,648), daya tanggap (p – value : 0,631), jaminan (p – value : 1,000), empati (p – value : 1,000) dan bukti langsung pelayanan (p – value : 0,561).Kata Kunci   : Kepuasan Pasien, Minat Kunjungan Ulang. ABSTRACTThe number of outpatient visits in Garuda Dental Clinic has increased since 2011, but the number of patients over 1 year old recent decline. This shows that the community interest in reusing Dental Clinic Garuda wane. It is necessary to analyze the patient's perception of patient satisfaction with the visit interest on the Dental Clinic Garuda Cirebon. The purpose of this study was to determine the relationship between patient satisfaction with the visit interest in Garuda City Dental Clinic Ciebon 2014. This study was designed as a descriptive cross sectional Analytical approach. The independent variable in this study is patient satisfaction with five dimensions of service quality and the dependent variable in this study is re-visit interest. The population in this study were 745 patients with a sample of 65 patients. Sampling using accidental sampling.Instrument research through interviews using questionnaires. Collecting data from primary data obtained and analyzed by chi-square test method. The results showed that 9.3% of respondents perceive the reliability is not satisfied, 90.7% of respondents perceive reliability satisfied. 12.3% of respondents perceived responsiveness is not satisfied, 87.7 of respondents perceived responsiveness satisfied. 4.6% of respondents perceive warranties are not satisfied, 95.4% of respondents perceive satisfaction guarantee. 6.2% of respondents perceive empathy are not satisfied, 93.8% of respondents perceive empathy satisfied. 10.8% of respondents perceive a direct proof is not satisfied, 89.2% of respondents perceive direct evidence satisfied.Variables related to re-visit interest on the Dental Clinic services Garuda Cirebon is the perception of reliability (p - value: 0.648), responsiveness (p - value: 0.631), assurance (p - value: 1.000), empathy (p - value : 1,000) and tangibel (p - value: 0.561)..Keywords: Patient satisfaction, interest Repeat visits.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DENGAN PRAKTEK PENGELOLAAN MAKANAN Lilis Banowati; Euis Siti Kurniasari
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.160

Abstract

Penyelenggaraan makanan bermutu di rumah sakit tidak terlepas dari tenaga penjamah, tenaga penjamah adalah seorang tenaga yang menjamah makanan dan terlibat langsung dalam menyiapkan, mengolah, mengangkut maupun menyajikan makanan. Berdasarkan wawancara terhadap 10 pegawai mengatakan bahwa 65% kurang memahami tentang penyelenggaraan makanan yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap petugas penjamah makanan dengan praktek pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 15 tenaga penjamah makanan dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh menggunakan wawancara dan angket. Analisis statistika menggunakan ujichi-square. Hasil penelitian karakteristik petugas penjamah makanan didapatkan usia ≥ 30 tahun sebanyak 86,7%. Pendidikan penjamah makanan sebanyak 73,3% SMU. Masa kerja penjamah makanan ≥ 10 tahun sebanyak  8 (53,3%). Pengetahuan penjamah makanan, 53,3% mempunyai pengetahuan baik, 66,7% mempunyai sikap positif, pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres tahun 2014 yaitu 73,3% sesuai standar, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan p value 0,026 dan terdapat hubungan antara sikap dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi  RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014,  p value 0,004.Kata kunci :  Pengetahuan, Sikap, Pengelolaan makanan. ABSTRACTImplementation of quality food in the hospital can not be separated from the power handlers, handlers power is a power that touches food and directly involved in preparing, processing, transporting and serving food. Based on interviews with 10 employees say that 65 % lack of understanding about the operation of the food is good and right. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitude of personnel management practices of food handlers in food in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014.This type of research is descriptive correlative study using cross- sectional approach (cross-sectional). The total sample of 15 workers total food handlers by using sampling. Data obtained using interviews and questionnaires and then analyzed statistically using the chi-square test. The results of the study characteristics of the officer seen food handlers aged ≥ 30 years as much as 86.7 %. Education of food handlers as much as 73.3 % of high school. Food handlers working life ≥ 10 years as many as 8 (53.3 %). Knowledge of food handlers, 53.3 % had good knowledge, 66.7 % had a positive attitude, food management implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres 2014 is 73.3 % according to the standard, there is a relationship between knowledge management practice implementation of food p value 0.026 and there is a relationship between attitudes to food management practices implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014, p value 0.004.Keywords    : Knowledge , Attitudes , Management of food.

Page 11 of 23 | Total Record : 227