cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI Nurani Nurani; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.175

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat mengurangi angka kematian bayi baru lahir. Kabupaten Cirebon belum ada data laporan mengenai IMD, namun cakupan ASI Eksklusifnya 40,57%, survey awal 40% bidan yang melakukan IMD, masih jauh dari target 80%, IMD merupakan tolak ukur keberhasilan ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktek Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan Di Puskesmas PONED Kabupaten Cirebon 2014. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan di Puskesmas PONED Kabupaten Cirebon berjumlah 533 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang bidan  yang diambil secara proportional random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, metode pengumpulan data dengan teknik wawancara. Data dianalisis secara statistic menggunakan uji chi square dan uji T Independent.Hasil penelitian univariat menunjukkan bidan yang melakukan IMD sebesar 72,5%, umur termuda bidan 22 tahun dan tertua 49 tahun, bidan yang  berpendidikan D3 sebesar 95%, bidan berpengetahuan baik sebesar 82,5%, lama bidan bekerja yang terbaru 1 tahun dan terlama adalah 28 tahun, berstatus kawin sebesar 66,3%, bersikap positiksklusif Kf sebesar 93,8%, bidan yang pernah mengikuti pelatihan sebesar 96,3%  dan bidan yang melakukan supervisi sebesar 42,5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan umur responden (ρ value = 0,000) , lama bekerja (ρ value =0,000 ) dan supervisi (ρ value = 0,024) ada hubungan yang bermakna dengan praktek pelaksanaan IMD oleh bidan di Puskesmas PONED Kabupaten Cirebon tahun 2014.Kata kunci : Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Bidan. ABSTRACTEarly Initiation of Breastfeeding ( IMD ) can reduce the mortality rate of newborns. Cirebon has been no report data on IMD, however coverage 40.57 % exclusive breastfeeding , early survey 40 % of midwives who perform the IMD , still far from the target of 80 % , the IMD is a measure of the success of exclusive breastfeeding .  This study aims to determine the Factors Associated with Early Initiation of Breastfeeding Practices Implementation by the midwife at the health center Cirebon 2014. This type of research is quantitative cross-sectional design. The population in this study were all midwives in health centers Cirebon numbered 533 people. The sample in this study amounted to 80 people midwives who were taken by proportional random sampling. Instrument used was a questionnaire , the method of data collection by interview . Data were analyzed statistically using the chi square test and Independent t test .Results of univariate study showed respondents midwife who did the IMD of 72.5 %, a midwife 22 years of age the youngest and oldest 49 years old, educated midwives D3 by 95 % , good knowledge of 82.5 %, the old midwife latest work 1 years and the longest was 28 years, 66.3 % are married by, being positive at 93.8 %, attended training by 96.3 % and midwives supervised by 42.5 %. The results of the bivariate analysis showed age midwife ( ρ value = 0.000 ) , longer working ( ρ value = 0.000 ) and supervision (ρvalue = 0.024 ) there was a significant association with the practice of execution by the midwife at the health center IMD Cirebon 2014.Keywords : Early Initiation of Breastfeeding ( IMD ), Midwives .
PENGARUH SELF HYPNOSIS TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA REMATIK Awaludin Jahid Abdillah; Didik Nugraha
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.136

Abstract

Penyakit rematik merupakan suatu istilah terhadap sekelompok penyakit (gabungan untuk lebih dari seratus penyakit) dengan manifestasi klinis berupa nyeri menahun pada sistem muskuloskeletal, kekakuan sendi, serta pembengkakan jaringan sekitar sendi dan tendon. Meskipun kelainan terutama terjadi pada sendi, tetapi penyakit rematik dapat pula mengenai jaringan ekstra artikuler. Manajemen Nyeri yang tepat diperlukan untuk menangani respon nyeri. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh self hypnosis terhadap perubahan intensitas nyeri pada penderita rematik di Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015. Jenis penelitian adalah penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita rematik di Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015 berjumlah 26 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu 26 orang. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar observasi. Nyeri diukur dengan menggunakan Verbal Descriptor Scales (VDS). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji normalitas data menggunakan Saphiro Wilk. Hasil penelitian ini berdasarkan analisa statistik uji dengan wilcoxon signed rank test menunjukan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri pada responden sebelum diberikan penyuluhan rerata 3,50 dan sesudah penyuluhan rerata 2,27 dengan nilai z (-4,137) serta nilai probabilitas (p =0,000). Hasilnya ada pengaruh signifikan self hypnosis terhadap perubahan intensitas nyeri pada penderita rematik di Blok Manis Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.Kata kunci           :     Self Hypnosis, Intensitas Nyeri, Penderita Rematik. ABSTRACTReumatism is a term for diseases (combination for more than 100 diseases) with clinical manifestations such as chronic pain on musculoskeletal system, joints stiffness, also tissue swelling around jounts and tendons. Although the main abnormality happens on joins, but reumatism also can afflicts extra-articular tissue. Proper Pain Management is needed to handle pain respons. The purpose of this research is to know the influence of self hypnosis to the changes of rheumatism patients pain intensity at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015.  The type of this research is Quasi Experiment research with One Group Pre-Test Post-Test plan. Populations in this research are rheumatism patients at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan, amounts 26 patients and sampling using total sampling method which are 26 patients. Research data collection uses observation sheets.  Pain is measured by using Verbal Descriptor Scales (VDS). We use univariat and bivariat data analysis. For normality test, we use Saphiro Wilk. The results of this study based on statistical analysis of test with Wilcoxon signed rank test showed that there were differences in pain intensity on the respondent before the given extension after extension mean 3.50 and 2.27 with a mean value of z (-4.137) and the probability value (p = 0.000). The result is no significant effect of self hypnosis to the changes of rheumatism patients pain intensity at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.Key words: Self Hypnosis, Pain Intensity, Rheumatism Patients.
HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DALAM PERSONAL HYGIENE Lilis Banowati; Lin Herlina
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.153

Abstract

Kemandirian merupakan tugas perkembangan anak usia pra sekolah harus sudah terbentuk. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Salah satunya adalah pola asuh, dimana faktor komunikasi orang tua sebagai salah satu yang berperan terbentuknya kemandirian pada anak. Kemampuan melakukan personal hygiene secara mandiri  adalah menunjukkan bahwa anak telah berkembang dengan baik secara fisik dan psikososial. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui adanya hubungan komunikasi  orangtua dengan kemandirian anak usia pra sekolah dalam personal hygiene. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 36 orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah di TK An Nuur Desa Babakanlosari Kec. Pabedilan Kab. Cirebon  yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan uji hipotesis dengan Chi Square, tingkat  kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan  orang tua dengan komunikasi yang baik 26 responden (72,2%) dan yang kurang baik 10 respoden (27,8%), orang tua yang anak usia pra sekolah mandiri dalam personal  hygiene 23 responden (63,9%) dan belum mandiri 13 responden (26,1%), dan uji hipotesis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara komunikasi orangtua dengan kemandirian anak usia pra sekolah dalam personal hygiene (Pvalue = 0.018).Kata Kunci : komunikasi orangtua, kemandirian anak usia prasekolah, personal hygiene ABSTRACTSelf-reliance is the task of the development of pre-school age children must have been formed . Many factors influence this. One of them is parenting, where parents communication factor as one of the instrumental formation of independence in children. Ability to perform personal hygiene independently is demonstrated that the child has grown both physically and psychosocial . Therefore, this study aims to determine the existence of a communication link parents with pre-school age child's independence in personal hygiene. This type of research is descriptive analytic cross sectional approach . A sample of 36 parents of preschool children in kindergarten An Nuur Babakanlosari Village district. Pabedilan Kab . Cirebon taken by total sampling. Collecting data using questionnaires, and hypothesis testing with Chi Square, the 95% confidence level. The results showed parents with good communication 26 respondents (72.2%) and unfavorable 10 respondents (27.8 %), parents of pre-school age children in personal hygiene independently 23 respondents (63.9%) and dependent 13 respondents (26.1 %), and hypothesis test showed no significant relationship between parental communication with the independence of pre-school age children in personal hygiene (p value = 0.018)Keywords : parent communication , independence preschoolers , personal hygiene
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA PUTRI TENTANG FLUOR ALBUS Nurulicha Nurulicha; Awis Hamid Dani
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.170

Abstract

Fluor albus atau keputihan dapat mengenai sebagian besar wanita termasuk di dalamnya keputihan yang dapat mengenai remaja putri.Hal ini terkait dengan pengetahuan remaja tentang fluor albus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan instrumen penelitian adalah kuesioner yang disebarkan pada 81 responden di kelas 1, 2 dan 3diambil dengan metode angket. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tentang fluor albus pada remaja putri dengan pengetahuan kurang sebesar 35,80%, sedangkan untuk remaja putri yang memiliki sikap negatif sebesar 43,21%. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Simpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) yaitu pengetahuan yang kurang yang akan menyebabkan sikap negatif tentang fluor albus pada remaja putri di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor.Kata kunci : pengetahuan, sikap, fluor albus. ABSTRACTFluor albus affect the majority of women include adolescence. This problem related to lack of knowledge about fluor albus. The purpose of this research is to investigate the relationship between knowledge and attitude about the fluor albus of adolescence in Senior High School IttihadTanjungsari Bogor. Method used in this research is the analytical method with cross sectional approach. The data used are primary data with the research instrument was the questionnaire distributed in 81 respondents in grades 1, 2 and 3 Senior High School. Research shows that knowledge of the fluor albus in adolescence with less knowledge is 35.80%, while for adolescencewho have negative attitude is 43.21%. There is a significant relationship between knowledge and attitude of adolescence about the fluor albus in Senior High School Ittihad Tanjungsari Bogor. The conclusions from this research therewas a significant correlation(p <0.05), that lackof knowledgewilllead tonegative attitudesaboutfluoralbusin adolescenceatSenior High School1Ittihad Tanjungsari bogorKey words: knowledge, attitudes, fluor albus.
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BESAR DI RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON TAHUN 2015 Agus Sutarna; Riana Budi Arti
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.129

Abstract

Pembedahan, baik elektif maupun kedaruratan adalah peristiwa kompleks yang menegangkan. Cemas merupakan suatu keadaan emosi tanpa suatu objek yang spesifik dan pengalaman subjektif dari individu  serta dan tidak dapat  diobservasi dan dilihat secara langsung. Sebelum  dilakukan operasi terdapat masalah kecemasan yang merupakan reaksi emosional pasien yang sering muncul. Terapi medis saja tanpa disertai dzikir tidaklah lengkap. Untuk menurunkan  tingkat  kecemasan  pada  pasien pre operasi besar dengan cara terapi dzikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi besar di Rumah Sakit Ciremai Cirebon tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini yaitu 103 pasien. Sampel dalam penelitian ini yaitu 32 subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran  tingkat  kecemasan  menggunakan  skala  kecemasan  Hamilton  Anxiety Rating Scale (HARS). Cara pengambilan data menggunakan Kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian nilai ρ value  0,000  (ρ < 0,05).  Hal ini berarti H0 gagal ditolak,  yang artinya  bahwa  terapi dizikir dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi besar di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon Tahun 2015.Penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi dalam rangka meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dengan melakukan pelatihan terapi dzikir, khususnya pada pasien pre operasi besar yang mengalami kecemasan.Kata Kunci : Pre Operasi, Kecemasan, Terapi Dzikir  ABSTRACTSurgery, both elective and emergency is complex stressful events. Anxiety is an emotional state without a specific object and the subjective experience of the individual as well and can not be observed and seen directly. Before the operation there is a problem that concerns the patient's emotional reactions that often arise. Medical therapy alone without dzikir is not complete. To reduce the level of anxiety in patients with preoperative great by the way dhikr therapy. The purpose of this study was to determine the effect of the decrease in the level of dhikr therapy in patients with preoperative anxiety large in Ciremai hospital cirebon 2015.This study uses a type of research design Quasi Experiment with one group pretest - posttest. Population in this research is 103 patients. The sample in this study is 32 subjects using purposive sampling technique. Measuring the level of anxiety using the Hamilton anxiety scale Anxiety Rating Scale (HARS). How to collect data by questionnaire. Data analysis techniques using Wilcoxon test. The results of the research value of ρ value of 0.000 (ρ <0.05). which means H0 = ditolak, dhikr therapy can reduce the level of anxiety in patients with mayor preoperativei in Cirebon City Hospital Ciremai Year 2015.This research is expected as resources in order to improve health care efforts by conducting training dhikr therapy, especially in patients who undergo major surgery pre anxiety.Keywords : Pre Operations , anxiety , therapy dzikir
EVALUASI LPLPO (LAPORAN PEMAKAIAN DAN LEMBAR PERMINTAAN OBAT) Wawang Anwarudin
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.147

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang bersifat Managerial dimulai dari perencanaan kebutuhan obat, permintaan obat, penerimaan obat, penyimpanan obat, pendistribusian obat serta pencatatan dan pelaporan yang tujuannya untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan obat yang efektif, efisian dan rasional. Dalam pencatatan dan pelaporan termasuk pembuatan LPLPO merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka penatalaksanaan obat baik yang diterima, disimpan dan didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau diunit pelayanan kesehatan lainnya.Tujuan pencatatan pelaporan LPLPO adalah sebagai bukti tertulis bahwa pengelolaan obat telah dilaksanakan sebagai sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian serta memberikan penilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan obat di Puskesmas.Kata Kunci :  Evaluasi, LPLPO ABSTRACTStandard pharmaceutical services in health centers managerial activities are starting from the planning needs of the drug, drug demand, acceptance of drug, drug storage, drug distribution and record keeping and reporting that aim to ensure continuity of availability and affordability of effective drugs, fuel-efficient and rational. In recording and reporting including LPLPO manufacturea series of activities in the framework of the management of both drug sare received, stored and distributed and used in the health center or other health cared unit. Recording purposes LPLPO reporting is as written evidence that drug management has been implemented as a data source to perform the regulation and control as well as providing an assessment of achievement of management performance drugs in health centers.Keywords : Evaluation, LPLPO
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS KERJA PETUGAS PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE Mohammad Sadli; Wawan Anwar K
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.165

Abstract

Dari data laporan yang dilaporkan oleh seluruh puskesmas angka kesakitan diare sebanyak 28648 penderita dengan golongan umur < 1 Tahun : 4316 penderita, 1 - 4 Tahun : 8703 Penderita , > 5 Tahun : 15196 penderita. Masih tingginya angka incident diare di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas kerja petugas pemberantasan penyakit diare. Penelitian ini adalah jenis penelitian Analitik deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional yaitu mempelajari semua individu yang berada taraf umurnya dan titik waktu yang sama atau pendekatan yang sifatnya sesaat pada satu waktu dan tidak diikuti dalam kurun waktu tertentu.yang menggambarkan tentang pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja petugas P2 Diare yang berhubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare. Dalam penelitian ini, populasi adalah semua petugas P2 Diare di 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. Besar sempel adalah sebesar 37 orang petugas P2 Diare di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yang diambil secara keseluruhan.Hasil Penelitian menujukan bahwa dari hasil uji statistik diketahui P Value pendidikan 0.928 dan 0.100 untuk pelatihan dengan a = 0.05 maka Pvalue >a menujukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak ada hubungan dengan kualitas kerja petugas diare Puskesmas, menujukan bahwa P Value Keterampilan 0.568, dan Monev 0.121, ternyata untuk keterampilan dan monev Pvalue >a (0.05) , maka tidak terdapat hubungan faktor keterampiian dan monev dengan kualitas kerja petugas Diare puskesmas.Sedangkan untuk keterampilan walaupun tidak terdapat hubungan yang erat namun ada kecendrungan dalam memberikan pengaruh terhadap kuaiitas kerja hal ini dapat dilihat dari adanya kenaikan rata-rata sebesar 0.31 poin, menunjukan bahwa P value sarana yang tersedia 0.019, Kepemimpinan 0.037 ternyata untuk Sarana dan kepemimpinan P value <a (0.05) maka terdapat hubungan antara faktor sarana dan kepemimpinan dengan kualitas kerja petugas Diare Puskesmas.Kata Kunci : Kualitas Kerja, Pemberantasan Penyakit Diare ABSTRACTFrom the report data reported by all health centers diarrhea morbidityas as 28 648 patients with go (Onganaged<1 Year: 4316 Patients, 1-4 years: 8703 patients, > 5 Years: 15196 patients. Stillhigh number ofincidents of diarrheain Cirebon. The purpose of this study was to determine the factors associated with quality work diarrheal desease control officer. Thisstudyis adescriptivetype of research Analytical using cross-sectional research designis to learnall the individuals who are ageleveland the same time point orapproach that character for a momentat a time and not followed within. describethe implementation of diarrheal disease eradication programand the factors that affect the quality of work P2 officer diarrhea associated with diarrheal disease control program implementation. In this study, the population is all Diarrhoea P2 officersin 37 health centers in Cirebon. Sampel large amount P2 Diarrhea 37 officersin The District Health Office Cirebon takenas a whole. Research address ingthat of the statistical test known Pvalue education 0928 and 0100 for training with a=0.05 then the PValue>a address that both factors had no connection withthe workquality of PHC diarrhea officer, directing that Pvalue Skills 0568, and M & E 0121, turned outto skills and M & E Pvalue>a(0.05), then there is no relationship keterampilan factors and monitoring and evaluation officer with quality work Diarrhea clinic.As for skills although there is noclose relationship, but there isa tendency to give effect to work quality this can be seen from the average increase of 0.31 points, showed that Pvalue meansavailable 0019, 0037 Leadership and leadership turns outto Suppor tthe Pvalue<a(0.05) then there is acorrelation between the means and leadership with quality work Diarrhea health center personnel.Keywords: Quality of Work, Diarrhea Disease Implementation
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN Nurulicha Nurulicha
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.124

Abstract

Perdarahan post partum  menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Robekan Jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan  pasca persalinan setelah atonia uteri. Ruptur perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perinium pada ibu bersalin di Bidan Praktek Swasta Desa Mekarsari Kabupaten Bogor tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, analisa data dengan uji  Chi-square. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang di dapat dari rekam medik pasien. Sampel yang diambil berjumlah 86 orang, teknik total sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan  yang signifikan antara faktor paritas dengan kejadian rupur perineum, dari 86 responden 58 orang (67%) ibu dengan multipara/grande multipara dengan  Pvalue=0,058, sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan dengan ruptur perinem, dari 86 responden 50 orang (58%) pada jarak kehamilan ≥2 tahun dengan Pvalue=0,038,OR=1,023,terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan bayi dengan ruptur perineum, dari 86 responden 69 orang (80%)  ibu bersalin dengan berat badan bayi 2500-4000 dengan Pvalue=0’028,OR=1,144,  terdapat  hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan ruptur perineum, dari 86 responden 73 orang (85%) melahirkan pada kelompok umur 20-35 tahun dengan  Pvalue= 0,046, OR=0,046dan terdapat hubungan yang signifikan antara episiotomi dengan ruptur perineum dari 86 responden 70 orang (81%) tidak dilakukan episiotomi dengan Pvalue=0,034, OR= 1,141dengan kejadian ruptur perineum.Kata kunci : Ruptur perinium, paritas, jarak kehamilan, berat badan bayi, umur, episiotomy  ABSTRACTPostpartum hemorrhage is a major cause 40% of maternal deaths in Indonesia. Rips Road birth is the second most common cause of postpartum hemorrhage after an atonic. Rupture of the perineum is the birth canal injury that occurred at the time of birth either using or not using a tool. The purpose of this study was to determine the factors associated with rupture perinium on maternity midwife mother Private Practice Bogor Regency Village Mekarsari 2015. Penelitian year was conducted by the method of analytic research with cross sectional data analysis with Chi-square test using SPSS 22.Data collected in the form of secondary data obtained from patient records. Samples were taken totaling 86 people, total sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate. The results of the study there was no significant relationship between the factors of parity with incident rupur perineum, of 86 respondents 58 people (67%) of mothers with multiparous/grande multipara with pvalue = 0.058, whereas there is a significant correlation between the distance pregnancy with rupture perinem, of 86 respondents 50 people (58%) at a distance of pregnancy ≥ 2 years with pvalue = 0.038, OR = 1.023, there is a significant relationship between infant weight with rupture perineum, 69 of 86 respondents (80%) of mothers with a birth weight babies 2500- 4000 with pvalue = 0'028, OR = 1.144, there is a significant relationship between mother's age at rupture perineum, 73 of 86 respondents (85%) gave birth to the age group of 20-35 years with pvalue = 0.046, OR = 0.046 and contained a significant association between episiotomy to perineal rupture of 86 respondents 70 people (81%) did not do an episiotomy with pvalue = 0.034, OR = 1,141dengan rupture perineum.Keywords: Ruptured perinium, parity, spacing of pregnancy, the baby's weight, age, episiotomy
HUBUNGAN PERILAKU DAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Muslimin Muslimin
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.142

Abstract

Faktor perilaku, lingkungan manusia dan pengetahuan menjadikan sumber utama penularan sebuah penyakit. Penularan mudah terjadi apabila keadaan fisik rumah dan sanitasi kurang baik, pertukaran udara bersih dan pencahayaan kurang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku dan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru pada pasien rawat jalan UPTD Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan menggunakan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perilaku, sebagian besar responden dengan perilaku aktif sebanyak 22 responden (66,7%), berdasarkan lingkungan, sebagian responden dengan lingkungan sehat sebanyak 21 responden (63,6%), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 23 responden (69,7%) sedangkan faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadian TB Paru pada pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon  berdasarkan analisis regresi liner berganda menunjukkan faktor pengetahuan (p = 0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan menunjukkan adanya hubungan antara faktor perilaku lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru pada pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon.Kata Kunci    : Pengetahuan, Perilaku, Lingkungan, TB ParuABSTRACTBehavioral factors, the human environment and the knowledge to make the main source of transmission of a disease. Transmission easily occur if the physical state of the house and poor sanitation, clean air exchange and less lighting. The purpose of the study is to examine the relationship between behavioral factors and the physical environment with the incidence of TB in hospital Kedawung Distritc Cirebon. This study is a correlational study using cross sectional approach. The number of samples in this study were 33 respondents with sampling technique total sampling. The results showed that based on behavior, most of the respondents with active behavior by 22 respondents (66,7%), based on the environment , the majority of respondents to a healthy environment as much as 21 respondents (63,6%), the majority of respondents have a good level of knowledge as much as 23 respondents (69,7%) while the most dominant factors associated with the incidence of TB in hospital UPTD Kedawung Distritc Cirebon by multiple linear regression analysis demonstrated knowledge factor (p = 0.001). The conclusion of this research that there is a relationship suggests a link between the physical environment behavioral factors with the incidence of pulmonary tuberculosis in UPTD Kedawung Distritc Cirebon.Keywords      : Knowledge , Behavior , Environment , pulmonary TB
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN Sri Mulyati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.159

Abstract

Pangan penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang paling banyak adalah dari masakan rumah tangga. Masakan rumah tangga dapat dikategorikan pada pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Keracunan makanan biasanya erat kaitannya dengan sanitasi dan hygienitas pangan, untuk itu perlu dilakukan pengawasan kualitas mikrobiologis makanan melalui uji colliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tempat, peralatan, personal hygiene, pengetahuan serta hygiene dan sanitasi makanan dengan kualitas mikrobiologis makanan minuman produk IRTP di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 70 buah IRTP di Kabupaten Tegal. Pengambilan sampel melalui metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tempat (p=0,011), personal hygiene (p=0,004), pengetahuan (p=0,022), dan hygiene dan sanitasi makanan (p=0,019), dengan kualitas mikrobiologis makanan.Kata kunci           :   Kualitas    mikrobiologis   makanan ABSTRACT               Food causes Extraordinary Events (KLB) food poisoning is at most of the home cooking. Household cooking can also be categorized on the food production industry Household Food Security (IRTP). Food poisoning is usually closely related to sanitation and food hygienitas, for it is necessary to control the microbiological quality of food through colliform test. This study aimed to determine the relationship between the factor space, equipment, personal hygiene, hygiene and sanitation knowledge and food with microbiological quality food and beverage products IRTP in Tegal regency. The study was observational methods and a cross sectional survey. Its population is 70 pieces IRTP in Tegal regency. Sampling through with proportional random sampling. Collecting data using interviews and observasions. Data analysis using chi square. The results showed that there is a relationship between the place (p = 0.011), personal hygiene (p = 0.004), knowledge (p = 0.022), and hygiene and sanitation of food (p = 0.019) the microbiological quality of food.Keywords             : Quality of food microbiological

Page 10 of 23 | Total Record : 227