cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 1,302 Documents
Family Characteristics of Stunting in Lebong Regency Wismalinda Rita; Bintang Agustina Pratiwi; Betri Anita; Nur Hidayah; Fiana Podesta; Sandy Ardiansyah; Aning Tri Subeqi; Sri Lilestina Nasution; Frensi Riastuti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.305 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.907

Abstract

Lebong is the district with the third-highest stunting rate in Bengkulu Province. Family characteristics, especially the mother, can affect the incidence of stunting in children. This study aims to determine the relationship between family characteristics and the incidence of stunting in the Lebong Regency, Bengkulu Province. The study used a case-control approach with a population of all children under five in the Lebong Regency. Sampling using purposive sampling technique obtained as many as 116 people (58 cases and 58 controls). Data were collected using a questionnaire that had passed the validity and reliability test stages. Furthermore, the collected data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate (multiple linear regression analysis). Family characteristics, most of the mothers married at the age of 21 years (58.6%), pregnant at the age of 21-35 years (72.4%), Parity (82.8%), Types of Contraceptives IUDs and Injections (90.5% ) Mother's education graduated from high school (51.70%), education graduated from high school (51.70%). The employment of housewives (60.30%) and the number of family members is 2-4 people (81.90%). There is a relationship between maternal age at marriage, gestational age and maternal education with the incidence of stunting in the Lebong Regency. Mother's education is the most dominant factor associated with the incidence of stunting. Stunting prevention can be done by increasing maternal education or providing education to mothers with low education.  Abstrak: Lebong merupakan kabupaten dengan angka stunting tertinggi ketiga di Provinsi Bengkulu. Karakteristik keluarga terutama ibu dapat berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak. Untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga dengan kejadian stunting di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kasus control dengan populasi seluruh balita di Kabupaten Lebong. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sebanyak 116 orang (58 kasus dan 58 kontrol). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sudah melewati tahap uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis univariat, bivariat dan multivariat (analisis regresi linier berganda). Karakteristik keluarga sebagian besar ibu menikah pada usia ? 21 tahun (58,6%), hamil pada usia 21-35 tahun (72,4%), Paritas (82,8%), Jenis Kontrasepsi IUD dan Suntik (90,5%) Pendidikan Ibu tamat SMA (51,70%),  Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (60,30%) dan Jumlah anggota keluarga 2-4 orang (81,90%). Terdapat hubungan antara usia ibu menikah, usia hamil dan Pendidikan ibu dengan kejadian stunting di Kabupaten Lebong. Pendidikan ibu merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan meningkatkan Pendidikan ibu atau memberikan edukasi pada ibu yang berpendidikan rendah.
Factor Contributing Length of Stay of COVID-19 Patients in Hospitals: Scoping Review Nana Septiana Widayati; Titin Andri Wihastuti; Laily Yuliatun; K Kumboyono
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.337 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1160

Abstract

The very high transmission of COVID-19 has had a massive impact on the current health system, one of which is in hospitals. Understanding the length of stay for COVID-19 patients is needed in a pandemic because the demand for patient care in hospitals is increasing. This paper aims to understand the factors that can affect the length of stay of COVID-19 patients in the hospital. Searches were done on online databases at ScienceDirect, EBSCO, and Google Scholar. A systematic review was carried out on journals published in the last three years, namely 2019-2022, and in English, and met the inclusion and exclusion criteria that had been set. The search results found 12 articles that met the criteria and discussed various factors influencing the severity and length of hospital stay. Several factors identified as having an effect were comorbid, gender, smoking, gender, type of virus, severity, age, and laboratory finding. Hospital preparedness is needed to deal with fluctuations in COVID-19 patients and the number of requests for treatment facilities during the pandemic. Abstrak: Penularan COVID-19 yang sangat cepat menimbulkan dampak yang besar pada sistem kesehatan saat ini salah satunya di rumah sakit. Pemahaman mengenai lama perawatan di rumah sakit (length of stay) pada pasien COVID-19 sangat diperlukan dalam kondisi pandemi dikarenakan permintaan perawatan pasien di rumah sakit meningkat. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada lama rawat inap pasien COVID-19 di rumah sakit. Pencarian dilakukan pada database online di ScienceDirect, EBSCO dan Google Schoolar. Tinjauan sistematis dilakukan pada jurnal yang terbit pada 3 tahun terakhir yaitu tahun 2019-2022 dan berbahasa inggris serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil pencarian didapatkan 12 artikel yang memenuhi kriteria dan membahas berbagai faktor yang berpengaruh pada keparahan dan lama perawatan pasien di rumah sakit. Beberapa faktor yang diidentifikasi dapat berpengaruh adalah komorbid, jenis kelamin, merokok, jenis kelamin, jenis virus, tingkat keparahan, usia, dan hasil laboratorium. Diperlukan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi fluktuasi pasien COVID-19 dan jumlah permintaan tempat perawatan selama pandemi berlangsung.
Pregnant Woman Hemoglobin Levels and Baby Birth Weight Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.454 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1205

Abstract

Neonatal mortality rate is one indicator to ensure public health status. One of the main factors that influence perinatal and neonatal mortality is low birth weight (LBW). Low birth weight babies (LBW) and anemia in newborns are caused by pregnant women who are iron deficient or anemic. This research aims to determine the hemoglobin levels of pregnant women with infant birth weight in the working area of the UPT Puskesmas Karang Anyar, Jati Agung Regency. South Lampung in 2021.This type of research is quantitative, with an analytic design and a case control approach. This research was carried out in June with the population used in the form of maternal data in 2021 in the working area of the Karang Anyar Health Center UPT, while the number was 70. The sampling technique was a purposive sampling system. This research uses univariate and bivariate analysis with chi square test.The results of the analysis showed that there was a relationship between hemoglobin levels of pregnant women and birth weight in the working area of the Karang Anyar Public Health Center, Jati Agung District, South Lampung Regency, the p-value was 0.000 (0.05) and the odds ratio was 9.264 (28.462 – 3.015). It is hoped that the results of this study can increase the mother's knowledge about the dangers of low hemoglobin and the mother can further increase the ANC and check hemoglobin levels so that it does not pose a risk of low birth weight or other complications and can prevent anemia in pregnant womenAbstrack: Angka kematian neonatal jadi Salah satu penunjuk guna memastikan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu factor utama yang pengaruhi kematian perinatal serta neonatal ialah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). berat bayi lahir rendah (BBLR) serta anemia pada bayi yang baru saja dilahirkan dikarenakan oleh ibu hamil yang Kekurangan zat besi ataupun anemia, Riset ini bertujuan mengetahui kadar hemoglobin ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di daerah kerja UPT Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Jenis penelitian adalah kuantitatif, dengan desain analitik dan pendekatan case control. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni dengan populasi yang digunakan berupa data ibu bersalin tahun 2021 di wilayah kerja UPT Puskesmas Karang Anyar, adapun jumlah nya yaitu 70. Teknik pengambilan sampel adalah dengan system purposive sampling. Penelitian ini memakai analisis univariat serta bivariat dengan uji chi square.Hasil analisis menunjukan ada hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan berat badan lahir di wilayah kerja UPT Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, didapatkan p-value 0.000 (0.05) dan odds ratio sebesar 9.264. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu tentang bahayanya hemoglobin yang rendah dan ibu dapat lebih meningkatkan ANC dan pemeriksaan kadar hemoglobin agar tidak menimbulkan resiko BBLR ataupun komplikasi lain serta dapat mencegah anemia pada ibu hamil.
The Relationship of Self-Acceptance with Dieting Behavior in Women Nagoklan Simbolon; Pomarida Simbolon
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.422 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.915

Abstract

Women who have self-acceptance will encourage individuals to accept their body size, reduce weight by dieting and care about physical health, where diet is a person's conscious effort to limit and control the food to be eaten to reduce and maintain weight. The purpose of this study was to determine the relationship between self-acceptance and dietary behavior in women at the Nadin gym in 2021. This research method used an analytical survey research design using a cross-sectional approach. The sample in this study was 40 respondents with the sampling technique being total sampling. The instrument used was a questionnaire and the data were analyzed by a chi-square test. The results of this study obtained self-acceptance in the low category 21 people (52.5%), dietary behavior in the poor category 25 people (62.5%) with the results of the Chi-square statistical test obtained a p-value of 0.001 (p less than 0.05) indicating that there is a relationship between self-acceptance and dietary behavior in women at Nadin Gym in 2021. It is hoped that Nadin Gym women will continue to pay attention to diet so that they can implement appropriate dietary behavior. good for maintaining health. Abstrak: Wanita yang memiliki penerimaan diri akan mendorong individu untuk menerima ukuran tubuhnya, mengurangi berat badan dengan melakukan perilaku diet serta peduli tentang kesehatan fisik, dimana diet merupakan usaha sadar seseorang dalam membatasi dan mengontrol makanan yang akan dimakan dengan tujuan untuk mengurangi dan mempertahankan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan perilaku diet pada wanita di nadin gym tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini 40 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini diperoleh body dissatisfaction pada kategori rendah 21 orang (52.5%), perilaku diet pada kategori tidak baik 25 orang (62,5%) dengan hasil uji statistik chi-square diperoleh nilaip-value 0.001 (p kurang dari 0.05) menunjukkan bahwa adanya hubungan penerimaan diri dengan perilaku diet pada wanita di Nadin Gym tahun 2021. Diharapkan kepada wanita Nadin Gym tetap memperhatikan diet, sehingga dapat menerapkan perilaku diet yang baik untuk tetap menjaga kesehatan.
Telehealth to Improve Physical Activity in Adults with Diabetes Mellitus: A Narrative Review Triana Karnadipa; Ari Nurfikri; Safrin Arifin
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.604 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1030

Abstract

Physical activity has been evaluated to decrease mortality rates in people with diabetes mellitus. After the COVID-19 pandemic, healthcare delivery was leaned towards telemedicine or telehealth to conduct social distancing. The primary aim of this review is to evaluate formats and strategies used in telemedicine to improve physical activity in adults with diabetes mellitus. ProQuest, Medline, and CINAHL were searched for studies involving adults with diabetes mellitus (more than 18 years old); telemedicine; and physical activity outcomes. The quality of the studies was appraised using the JBI Critical Appraisal Checklists for risk of bias, study design, and quality of evidence. Data syntheses were conducted following a simplified approach by Popay et al. Themes were developed based on the findings. Five randomized controlled trials met the inclusion criteria. The risk of bias was determined low in most of the studies. Text messages were the most common method. Pedometer, accelerometer, and International Physical Activity Questionnaires were commonly used to quantify the level of physical activity. Frequent reminders using text messages to the participants were the common strategy to ensure their adherence. The telehealth intervention has not yet shown significant positive effects on physical activity in people with diabetes mellitus. Further studies conducting synchronous and hybrid telehealth to improve physical activity in adults with diabetes mellitus were needed. Abstrak: Aktivitas fisik telah dievaluasi untuk menurunkan angka kematian pada penderita diabetes mellitus. Setelah pandemi COVID-19, pemberian layanan kesehatan condong ke telemedicine atau telehealth untuk melakukan social distancing. Tujuan utama dari tinjauan ini adalah untuk mengevaluasi format dan strategi yang digunakan dalam telemedicine untuk meningkatkan aktivitas fisik pada orang dewasa dengan diabetes mellitus. ProQuest, Medline, dan CINAHL dicari untuk penelitian yang melibatkan orang dewasa dengan diabetes mellitus (lebih dari 18 tahun); telemedis; dan hasil aktivitas fisik. Kualitas studi dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Checklists untukrisiko bias, desain studi, dan kualitas bukti. Sintesis data dilakukan mengikuti pendekatan yang disederhanakan oleh Popay et al. Tema dikembangkan berdasarkan temuan. Lima uji coba terkontrol secara acak memenuhi criteria inklusi. Risiko bias ditentukan rendah di sebagian besar penelitian. Pesan teks adalah metode yang paling umum. Pedometer, akselerometer, dan Kuesioner Aktivitas Fisik Internasional biasanya digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik. Pengingat yang sering menggunakan pesan teks kepada para peserta adalah strategi umum untuk memastikan kepatuhan mereka. Intervensi telehealth belum menunjukkan efek positif yang signifikan terhadap aktivitas fisik pada penderita diabetes mellitus. Diperlukan penelitian lebih lanjut yang melakukan telehealth sinkron dan hibrida untuk meningkatkan aktivitas fisik pada orang dewasa dengan diabetes mellitus.
Literature Review: Use of Smartphones in Education for HIV/AIDS Patients Fatimatuzahro, Fatimatuzahro; Widjanarko, Bagoes; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.059 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1176

Abstract

HIV/AIDS is an infectious disease and a cause of death in Indonesia. This disease requires medication adherence. Education plays an important role in the success of treatment adherence of HIV/ADIS patients. This study aims to analyze the use of smartphones in education on HIV/AIDS. The research design is a literature review using a systematic review by collecting research articles on the use of smartphones in education for HIV/AIDS patients. There are 10 research articles, with a period of 2017-2022. The results of the analysis of the articles show that the use of smartphone-based applications plays an important role in increasing the compliance of HIV/AIDS patients undergoing ARV treatment. Abstrak: HIV/AIDS merupakan penyakit yang menular dan menjadi penyebab kematian di Indonesia. Penyakit ini membutuhkan kepatuhan dalam pengobatan. Edukasi memegang peran penting dalam keberhasilan kepatuhan pengobatan pasien HIV/ADIS.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan smartphone dalam edukasi pada HIV/AIDS. Desain penelitian adalah literature review menggunakan systematic review dengan mengumpulkan artikel-artikel penelitian mengenai penggunaan smartphone dalam edukasi pada pasien HIV/AIDS. Artikel penelitian sebanyak 10 artikel dengan rentang waktu 2017-2022. Hasil analisis terhadap artikel-artikel diketahui bahwa penggunaan aplikasi berbasis smartphone berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien HIV/AIDS menjalani pengobatan ARV. Pasien HIV/AIDS yang menggunakan aplikasi berbasis smartphone menunjukkan peningkatan kepatuhan pengobatan ARV.
Organizational Climate and Work Environment with Prevention from Infection Teorida Laia; Bustami Syam; Dewi Elizadiani Suza; Diah Arruum
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.129 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1040

Abstract

Prevention of infection is an action taken to reduce the incidence of infection in hospitals. Management of infection is assessed based on organizational climate and the nurse's work environment that shapes nurse behavior in preventing infection in the hospital. The study aimed to analyze the relationship between organizational climate and nurses' work environment in the prevention of infection in hospital Universitas Sumatera Utara. The study was a descriptive correlative. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The sample was 135 nurses. The results show that the factor most associated with the prevention of infection is work environment (p=0,01; OR=2,76; 95%CI= 1,22-6,27) and organizational climate (p=0,02; OR=2,65; 95%CI=1,13-6,21). The work environment had the most dominant relationship with the prevention of infection in Hospital Universitas Sumatera Utara. It is expected that in the future hospital to improve the organizational climate by increasing the awarding and appreciation of nurses' work and creating a better and more conducive work environment, especially in the psychological environment of nurses, so that nurses remain motivated to work especially in preventing infections in hospitals. Abstrak: Pencegahan infeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi kejadian infeksi di rumah sakit. Penata laksanaan infeksi dinilai berdasarkan iklim organisasi dan lingkungan kerja perawat yang membentuk perilaku perawat dalam pencegahan infeksi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan iklim organisasi dan lingkungan kerja perawat dengan pencegahan infeksi di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Sampel penelitian adalah 135 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan pencegahan infeksi adalah lingkungan kerja (p=0,01; OR=2,76; 95%CI= 1,22-6,27) daniklimorganisasi (p=0,02). ; OR=2,65; 95%CI=1,13-6,21). Lingkungan kerja memiliki hubungan paling dominan dengan pencegahan infeksi di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Diharapkan kedepannya rumah sakit dapat meningkatkan iklim organisasi dengan meningkatkan penghargaan dan apresias iterhadap kerja perawat serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan kondusif khususnya di lingkungan psikologi perawat, sehingga perawat tetap termotivasi untuk bekerja khususnya dalam pencegahan infeksi di RS. Rumah sakit.
Psychoeducational Interventions on Improving Caring Behavior for Families of People With Mental Disorders at The Public Health Center of Negara Batin Feri Agustriyani; Andi Susanto; Suwarni Suwarni; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.092 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1196

Abstract

Treatment for people with mental disorders (ODGJ) includes not only pharmacological treatment, but also environmental-based treatment. The closest environment is family. One of the obstacles in healing for people with mental disorders (ODGJ) is the low participation of families in caring for people with mental disorders (ODGJ) at home and the lack of family and community knowledge about mental illness. This creates a negative stigma aimed at people with mental disorders (ODGJ) which results in neglect, exclusion, harassment, violent behavior, shackles, discrimination, and other violations of ODGJ's human rights. The family as caregiver must be able to care for and assist people with mental disorders (ODGJ) in living their daily lives. However, the role played by the family is still not optimal so it is necessary to provide psychoeducational intervention. Psychoeducation is important to strengthen caring for caregivers when caring for people with mental disorders (ODGJ). The research objective was to determine the increase in caring behavior of people with mental disorders (ODGJ) families after being given psychoeducational intervention. This research was a quasi-experimental one group pre post test study with a sampling technique using simple random sampling, the sample in this research was 40 families with people with mental disorders (ODGJ). The results showed that p = 0.03 with a (0.05) meaning that there was an increase in the caring behavior of the people with mental disorders(ODGJ) family after being given psychoeducational intervention. Psychoeducation is an intervention that can be given not only to groups but also individually so that information on how to care and motivation for independence of family members with mental disorders can be well received by the family and can be applied in the care of people with mental disorders at home. Abstrak: Pengobatan pada ODGJ tidak hanya meliputi farmakologis saja, tetapi juga pengobatan berbasis lingkungan. Lingkungan terdekat adalah keluarga,. Salah satu kendala dalam penyembuhan pada ODGJ adalah rendahnya partisipasi keluarga dalam hal perawatan ODGJ dirumah serta kurangnya pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang penyakit jiwa. Hal ini memunculkan stigma negatif yang ditujukan pada ODGJ yang berakibat pada penelantaran, pengucilan, pelecehan, perilaku kekerasan, pemasungan, diskriminasi, dan pelanggaran hak azasi ODGJ lainnya. Keluarga sebagai caregiver harus mampu merawat dan mendampingi ODGJ menjalani kehidupan sehari-hari. Namun peran yang dijalani keluarga masih belum optimal sehingga perlu diberikan intervensi psikoedukasi. Psikoedukasi menjadi penting untuk memperkuat caring pada caregiver ketika merawat ODGJ. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui peningkatan perilaku caring keluarga ODGJ setelah diberikan intervensi psiokoedukasi.Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment  one grup pre post test dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel pada penelitian ini sebanyak 40 keluarga dengan ODGJ. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,03 dengan a(0,05) artinya adanya peningkatan perilaku caring keluarga ODGJ setelah diberikan intervensi psikoedukasi. Psikoedukasi merupakan intervensi yang dapat diberikan tidak hanya pada kelompok saja tetapi juga secara individu supaya informasi  cara perawatan dan motivasi kemandiriananggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dapat  diterima dengan baik oleh keluarga dan dapat diterapkan dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa dirumah.
Analysis of Compliance with the Application of Service Standards in the COVID-19 Era in 2021 at the Dental and Oral Polyclinic, Diponegoro National Hospital Ambarani, Eghia Laditra; Suryawati, Chriswardani; Shaluhiyah, Zahroh
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.59 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1175

Abstract

On March 11, 2020, WHO officially declared COVID-19 as a pandemic. The fast-spreading virus has a very large impact on society, from politics, economics, society, security as well as welfare. As health worker dentist has a high risk of getting infected by COVID-19. It is known that the practice of dentists is closely related to the production of aerosol, which is a risk of transmission of COVID-19 infection. Diponegoro National hospital also provides dental services during COVID-19. It is important to know the compliance of dentists and dental nurses in carrying out standard health services at dental and oral polyclinic Diponegoro National hospital during COVID-19. This study is observational research with a qualitative method. The research subject was as many as 17 informants. Collecting data was done by deep interviews and checklist observation. Data were analyzed using content analysis by collecting data, data reduction, presentation of the data, and conclusions. The results of this study show that the compliance of dentists and nurses at Rumah Sakit Nasional Diponegoro in health service standards during COVID-19 is good but not optimal due to the length of time required infrastructure to support health services during COVID-19, from the patient itself, and officer negligence. Abstrak: Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO secara resmi mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi. Virus Corona yang menyebar dengan cepat ini berdampak sangat luas, mulai dari politik, ekonomi, sosial, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat. Sebagai tenaga kesehatan, dokter gigi memiliki resiko tinggi terinfeksi COVID-19. Diketahui bahwa aktivitas dokter gigi sangat erat berhubungan dengan produksi aerosol yang merupakan resiko penularan infeksi COVID-19. Rumah Sakit Nasional Diponegoro juga menyediakan pelayanan gigi selama COVID-19. Maka penting untuk mengetahui kepatuhan dokter gigi dan perawat gigi dalam melakukan standar pelayanan kesehatan di poli gigi dan mulut selama COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kualitatif. Subjek dari penelitian ini sebanyak 17 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi check list. Data dianalisis dengan metode content analysis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan dokter gigi dan perawat gigi di Rumah Sakit Nasional Diponegoro dalam pelayanan standar kesehatan selama era COVID-19 sudah baik namun belum optimal dikarenakan lamanya tersedia sarana prasarana yang dibutuhkan selama COVID-19, dari sisi pasien, serta dari kelalaian sumber daya manusia.
Lepers Living Experiences Yanli Everson Tuwohingide; Kumboyono Kumboyono; Yulian Wiji Utami
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.722 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.928

Abstract

Leprosy is an infectious disease that causes problems from a medical perspective to social, economic, cultural, security and health problems. Leprosy is generally found in developing countries as a result of the country's limited ability to provide adequate services in the health sector. This study aims to explore the life experiences of leprosy sufferers on the island of Mahangetang by using a phenomenological approach. The data was collected using the purposive sampling technique, through field observations and in-depth interviews with 7 participants. Data analysis was carried out using thematic analysis methods. The results of the study found eight themes, namely, activities carried out by people with leprosy, economic conditions that occurred while suffering from leprosy, psychological burden while suffering from leprosy, behavior seeking treatment, the meaning of leprosy, social support and illness experienced as destiny that must be accepted. The conclusion of this study based on the results of interview analysis found 8 themes, 20 sub-themes and 41 categories. Although suffering from leprosy, all activities are still carried out, both work and religious activities, even though the psychological burden is directly experienced by leprosy sufferers, but with social support, it can strengthen the psychology of leprosy patients so that they remain patient in undergoing treatment. Abstrak: Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah dari segi medis sampai masalah sosial, ekonomi, budaya dan keamanan. Penyakit kusta pada umumnya terdapat di negara yang sedang berkembang sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tesebut dalam memberikan pelayanan yang memadai dalam bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasikan pengalaman hidup penderita kusta di pulau Mahangetang dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, melalui observasi lapangan dan proses wawancara mendalam kepada 7 partisipan. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menemukan delapan tema yaitu, kegiatan yang dilakukan penderita kusta, Kondisi ekonomi yang terjadi selama menderita kusta, Beban psikologi selama menderita kusta, perilaku mencari pengobatan, Makna penyakit kusta, Dukungan sosial dan Penyakit yang dialami sebagai takdir yang harus diterima. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil analisis wawancara menemukan 8 tema, 20 sub tema dan 41 ktaegori. Walaupun menderita kusta semua aktivitas tetap dijalani baik itu pekerjaan maupun kegiatan keagamaan, meskipun beban psikologi secara langsung dialami oleh penderita kusta, namun dengan adanya dukungan sosial dapat menguatkan psikologi penderita kusta sehingga tetap sabar dalam menjalani pengobatan.

Page 47 of 131 | Total Record : 1302