cover
Contact Name
Deasy Sylvia Sari
Contact Email
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Phone
+6285222251435
Journal Mail Official
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Jln. Ir Soekarno, KM. 21, Jatinangor Sumedang, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of International Relations
ISSN : -     EISSN : 26848082     DOI : https://doi.org/10.24198/padjir.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Politik Global, Ekonomi Politik Global, Organisasi dan Kerjasama Internasional, Tata Kelola Global dan Hukum Internasional, Diplomasi, Kebijakan Luar Negeri, dan Studi Keamanan, Gender dan Feminisme, serta Studi Budaya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular dalam Implementasi Sustainable Development Goals 2030 oleh ASEAN (2015-2019) Hanifa Zama Dinnata; Nuraeni Nuraeni
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.26067

Abstract

Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular merupakan kerjasama dalam bidang pembangunan yang melibatkan negara-negara Selatan dengan tujuan mencapai kondisi yang independen, dengan melibatkan tiga pihak; dua negara Selatan dan pihak ketiga, yaitu negara maju atau organisasi multilateral sebagai penyedia sumber daya maupun pengetahuan. Kerjasama ini dianggap dapat mengoptimalisasi agenda pembangunan dunia salah satunya Sustainable Development Goals. Salah satu aktor aktif dalam usaha pencapaian SDGs adalah ASEAN yang beranggotakan negara-negara Selatan. Namun, perjalanan ASEAN akan SDGs dinilai lambat pada beberapa poin. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular dalam Implementasi SDGs oleh ASEAN, dengan batasan waktu 2015-2019. Tinjauan pustaka yang digunakan merupakan konsep organisasi internasional, menempatkan ASEAN sebagai aktor dan menganalisis dengan analisa institusi formal menurut buku International Organizations oleh Clive Archer (2001). Metode penelitian yang digunakan disini merupakan kualitatif deskriptif yang berpedoman pada pemaparan John W. Creswell dalam Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approach (2010). Hasil yang ditemukan merupakan bahwa Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular yang dilakukan oleh ASEAN sebagian besar masih berada dalam tataran ideologis politik, yaitu nilai dan prinsip solidaritas antar negara Selatan, dan belum seluruhnya telah menjadi kerjasama teknis. Perlu adanya pelaksanaan yang lebih konkret secara teknis oleh ASEAN.
Child Stateless sebagai kelanjutan dampak Human Trafficking dalam lingkup ASEAN Yumni Rizqika Ahlina; Teuku Rezasyah; Dina Yulianti
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.25465

Abstract

Human Trafficking merupakan salah satu bentuk Transnational Organized Crime yang namanya tak asing lagi di abad ke- 21. Aspek yang menjadi sasaran dari Human Trafficking ini sendiri adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia yang pada akhirnya mengancam Keamanan Manusia dari para korban yang merupakan pekerja migran di Kawasan Asia Tenggara terkhusus kasus Human Trafficking pekerja migran Indonesia di Malaysia. Tujuan ekonomi yang menjadi pendorong utama masyarakat ASEAN yang mayoritas adalah masyarakat dengan pendapatan perkapita menengah kebawah perlu untuk mencari peluang pekerjaan di luar negaranya. Iming- iming yang menggugah dan memunculkan pemikiran bahwa bekerja di luar negeri adalah peluang besar untuk mendapatkan kesejahteraan, maka kebanyakan pekerja migran lebih memilih untuk mengakses jaringan jaringan ilegal yang mudah dan murah. Tanpa disadari kasus Human Trafficking mampu menghasilkan masalah jangka panjang yakni bertambahnya populasi Child Stateless yang akan menanggung akibat sebagai individu yang tidak memiliki kewarganegaraan.
Keterlibatan RAMSI (Regional Assistance Mission to Solomon Islands) dalam Penanggulangan Konflik di Kepulauan Solomon Falhan Hakiki; Deasy Silvya Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.27263

Abstract

Konflik internal pada Kepulauan Solomon mengakibatkan terjadinya krisis kemanusiaan yang berdampak kepada terancamnya keamanan manusia masyarakat negara tersebut. Hal ini di respon oleh negara-negara di kawasan Pasifik untuk menanggulangi konflik dengan membentuk RAMSI (Regional Assistance Mission to Solomon Islands). Dengan menggunakan metode riset kualitatif dan kerangka konseptual keamanan non tradisional, keamanan manusia, dan tanggung jawab untuk melindungi, pada artikel ini di dapatkan peran RAMSI dalam menanggulangi konflik di Kepulauan Solomon ada tiga bentuk. Pertama, tanggung jawab untuk mencegah yaitu RAMSI melakukan intervensi dan stabilisasi. Kedua, tanggung jawab untuk bereaksi yaitu RAMSI melakukan serangkaian aksi seperti penyitaan senjata kelompok yang berkonflik, mengejar tokoh-tokoh kriminal dan korup, serta melakukan penegakkan hukum. Ketiga, tanggung jawab untuk pemulihan yaitu RAMSI melakukan pembangunan kapasitas di bidang hukum, politik, keamanan, ekonomi di Kepulauan Solomon.Kata Kunci: Keamanan Manusia, Kepulauan Solomon, Konflik, RAMSI, Tanggung Jawab untuk Melindungi
ANALISIS EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL DALAM STUDI KASUS PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT – TIONGKOK PERIODE 2018-2019 Istanul Badiri
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.26070

Abstract

Fenomena saling berbalas tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2018 lalu yang berlanjut menjadi perang dagang antar kedua negara sukses menarik perhatian para penstudi Hubungan Internasional diseluruh dunia. Defisit perdagangan yang dialami oleh Amerika Serikat atas Tiongkok semenjak tahun 2011 hingga menyentuh angka US$ 337,18 miliar pada tahun 2017 lalu, melatarbelakangi pembebanan tarif sebesar US$ 60 miliar yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, atas 1.300 jenis produk asal Tiongkok pada 22 Maret 2018. Merespon hal tersebut, Tiongkok turut memberikan tarif tambahan sebesar US$ 3 miliar atas produk aluminium dan baja asal Amerika Serikat. Kejadian perang dagang antar kedua negara tersebut terus berlanjut hingga tahun 2019. Melalui tulisan ini, Penulis berusaha menganalisis fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada periode 2018-2019 melalui pendekatan Ekonomi Politik Internasional demi memahami penggunaan aspek-aspek ekonomi oleh suatu negara dalam mencapai tujuan dan kepentingan negara tersebut. Dengan menggunakan metode Kualitatif berbasis studi kasus, penulis berharap dapat menganalisis fenomena tersebut secara mendalam.
PERBANDINGAN KEBIJAKAN MALAYSIA DAN INDONESIA TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA Maria Elsa Karina
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.26770

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas perbedaan kebijakan antara Malaysia dan Indonesia bagi pengungsi Rohingya dari Myanmar. Kedua negara memiliki kesamaan dalam hal belum diratifikasinya Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokol 1967, serta keduanya sama-sama negara berpenduduk mayoritas Muslim. Kajian terdahulu perihal pemberian kebijakan oleh Malaysia dan Indonesia, hanya membahas mengenai kebijakan yang dikeluarkan masing-masing negara atas terjadinya arus pengungsi Rohingya saja, serta adanya upaya penyelesaian konflik yang terbagi ke dalam tiga sudut pandang besar, yaitu politik domestik, keamanan, dan kajian mengenai UNHCR, tanpa mengulas lebih dalam akan penyebab utama terjadinya perbedaan kebijakan yang dibuat Malaysia dan Indonesia, mengingat berbagai kesamaan yang dimiliki kedua negara tersebut. Dengan menggunakan two-level games sebagai kerangka analisis, tulisan ini memaparkan variabel-variabel perundingan di level internasional dan perundingan di level nasional yang memiliki andil dalam pembentukan kebijakan negara. Argumen utama tulisan ini adalah tingkat sentimentil yang berbeda antara suatu negara dengan yang lain, sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda pula atas terjadinya suatu hal dalam ranah internasional.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dalam Perspektif Kritis Environmentalisme Fondy Sanjaya; Viani Puspitasari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.26044

Abstract

Spesialis dalam Hubungan Internasional sedikit memperhatikan lingkungan, tetapi ini perlahan menjadi lebih penting karena masalah seperti degradasi lingkungan, kelangkaan sumber daya, pemanasan global. Salah satu contoh yang coba dianalisis oleh peneliti adalah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dengan teori kritis tentang Environmentalisme. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah "Bagaimana Realisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jakarta-Bandung?". Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi beberapa karakteristik lingkungan dari para peneliti hubungan internasional, yang dapat ditemukan di Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang terjadi baik dari segi hukum, maupun dari mereka yang berasal dari masyarakat. Tidak hanya menemukan masalah secara umum, baik dari segi Teori Hubungan Internasional menemukan beberapa penyimpangan yang dibuktikan oleh teori-teori seperti Tragedy of Commons.
Kerja Sama Perdagangan Pelumas Otomotif PT Pertamina Lubricants Dengan Indonaldini Group Swiss Company Tahun 2012-2015 Bella Rachmanailla; Akim Akim
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.22314

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan mengenai hubungan kerja sama yang terjalin oleh Indonesia dan Swiss melalui hubungan kerja sama dari PT Pertamina Lumbricant dan Indonaldini Group Swiss Company. Hubungan kerja sama yang menarik dikarenakan PT Pertamina yang berkeinginan untuk memperluas pasar di Eropa dan Indonaldini Swiss Group Company di Asia. Namun, kerja sama ini tidak dapat berjalan dengan mudah. Tantangan dan hambatan tentu bermunculan. Dengan melakukan analisis deskriptif pada kerja sama internasional dan perdagangan internasional, peneliti akan menjelaskan mulai dari tahap awal hingga akhir dari kerja sama antara kedua belah pihak ini pada tahun 2012-2015. Dengan artikel ini, menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia tetap memiliki peluang bisnis di luar negeri dan mampu bersaing secara internasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 7