cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 159 Documents
PERAN PENDAMPING DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP Enza Resdiana
PUBLIC CORNER Vol 11 No 1 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.927 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v9i1.277

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan suatu negara,   dalam menciptakan masyarakat adil dan makmur. Kemiskinan terjadi karena kualitas sumberdaya manusia yang rendah, kurangnya lapangan pekerjaan, kerusakan lingkungan sekitar, pelayanan sosial yang kurang memadai seperti pelayanan kesehatan dan pendidkan yang berkualitas yang tidak dapat diakses oleh masyarakat miskin. Dengan demikian, pengetasan kemiskinan perlu juga mengacu pada pemenuhan kebutuhan lain selain kebutuhan materi, termasuk kebutuhan social.PKH merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga sangat miskin (KSM) yang dan bagi anggota keluarga KSM  wajib melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. PKH bertujuan untuk  mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan yang dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan  mengubah berbagai perilaku yang kurang mendukung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia.Di Indonesia kemiskinan masih menjadi suatu kendala yang belum bisa terselesaikan. Pada bulan Maret 2015 pemerintah berdasarkan  Undang-Undang nomor 40 tahun 2004, tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, mencanangkan Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 2004 juga dijelaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan jaminan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat serta untuk menjamin kesejahteraan sosial yang menyeluruh maka negara mengembangkan Sistem Jaminan sosial menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Serta,  Inpres nomor 3 Tahun 2010, tentang program pembangunan yang berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang penyempurnaan pelaksannaan Program Keluarga Harapan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program bantuan terhadap masyarakat.Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep dan focus penelitian memakai teori Ife (1995) yaitu: 1) Fasilitator, 2) Pendidik, 3) Perwakilan Masyarakat dan 4) Peranan teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Pendamping Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep dinilai cukup baik sebagai pendidik dan fasilitator bagi masyarakat miskin dalam mencapai tujuan program yaitu memutus mata rantai kemiskinan, meskipun dalam peranan yang dilakukan oleh pendamping mengalami terdapat hambatan.
STRATEGI PEMBINAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN SUMENEP Rillia Aisyah Haris; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 11 No 1 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.618 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v9i1.278

Abstract

Perkembangan UMKM yang meningkat dari segi kuantitas belum diimbangi oleh meratanya peningkatan kualitas UMKM. Permasalahan klasik yang dihadapi yaitu rendahnya produktivitas. Keadaan tersebut disebabkan oleh masalah internal dan eksternal yang dihadapi UMKM meliputi rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya kewirausahaan dari para pelaku UMKM, dan terbatasnya akses UMKM terhadap permodalan, informasi, teknologi dan pasar, serta faktor produksi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan  strategi pembinaan UMKM di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Sumenep belum berjalan optimal. Strategi pembinaan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan pembinaan, fasilitasi dalam bentuk modal maupun non modal, pelatihan dan pendampingan. Terdapat beberapa hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan antara lain rendahnya kualitas sumberdaya manusia pelaku usaha, serta kurangnya penguasaan teknologi.
PENGGUNAAN METODE MEMBACA SQ4R UNTUK MENINGKATKAN READING SKILL MAHASISWA Ach. Andiriyanto
PUBLIC CORNER Vol 11 No 1 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.91 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v9i1.280

Abstract

Strategi belajar mengajar dalam proses pembelajaran merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh seorang guru profesional. Sama halnya dalam memberikan pengajaran membaca seorang guru memiliki strategi tersendiri, terutama dalam metode yang digunakan. Banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam memberikan pengajaran membaca, namun satu metode yang dianggap akan memberikan sebuah pengajaran yang optimal dalam proses belajar mengajar, yaitu  metode  SQ4R,  apalagi  jika  dikaitkan  dengan  kurikulum  metode  ini  sangat  sinkron.  Untuk  membuktikan keefektifan metode tersebut maka penulis membuat sebuah penelitian tentang model Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan menggunakan metode SQ4R tersebut.Tujuan utama dan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode SQ4R tehadap peningkatan kemampuan membaca mahasiswa, setelah mengikuti proses pembelajaran dilaksanakan.Penelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pemaparan data deskripsi kualitatif dan deskripsi  kuantitatif. Penelitian  ini dilaksanakan  dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri  atas 4 tahap yaitu: tahap  perencanaan,  pelaksanaan  tindakan,  observasi,  dan refleksi.  Data proses  pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahamahasiswa baru yang wajib mengikuti kursus bahasa Inggris di Universitas Wiraraja Sumenep TA. 2015/2016 yang berjumlah 40 sample. Tindakan yang   diberikan   dimaksudkan   untuk   mengetahui   peningkatan   proses   pembelajaran   dan   hasil pembelajaran  pada  siklus  I.  Adapun  siklus  II  berupa  tindakan  perbaikan  terhadap  kekurangan- kekurangan yang dialami pada siklus I.   Hasil belajar mahasiswa pada tes mengalami peningkatan prosentase mahasiswa tuntas belajar pada kondisi awal 40,00% menjadi 57,00% pada siklus I berarti naik 17,00% dan menjadi 93,00% pada siklus II naik 36,00%. Indikator keberhasilan tentang hasil belajar mahasiswa pada penelitian ini ditetapkan minimal 75% jumlah mahasiswa telah mencapai nilai 70 berarti telah berhasil. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan dari kondisi awal 64,85 menjadi 76,03 pada siklus I  naik 12,82 poin dan menjadi 85,18 pada siklus II naik 9,15 poin.   Indikator   keberhasilan   tentang   nilai   rata-rata   kelas   pada penelitian ini ditetapkan 75 % mahasiswa telah mencapai  nilai minimal 70,00 berarti sudah berhasil.
KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KALIANGET Miri Waris Wati Fitriyani; Wilda Rasaili
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.121 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.281

Abstract

Pembangunan kualitas hidup masyarakat disuatu daerah atau desa dapat diketahui sejauh mana keberhasilan pembangunan diukur melalui beberapa indikator yakni  kekayaan rata-rata, pemerataan, kualitas kehidupan atau PQLI (Physical Quality of Life Index), kerusakan lingkungan serta keadilan sosial dan kesinambungan. Oleh karena itu setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah khususnya pemerintah daerah ataupun desa harus mengetahui sejauhmana keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan. Apakah pembangunan yang telah dilakukan bisa dikatakan berhasil ataupun tidak.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Keberhasilan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran mengenai keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat kepada pemerintah daerah khususnya pemerintah desa karanganyar kecamatan kalianget. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang memfokuskan pada: 1) Rata-rata Harapan Hidup Sesudah Umur Satu Tahun, 2) Rata-rata Jumlah Kematian Bayi, 3) Rata-rata Melek Aksara,. Lokasi dalam penelitian ini berlokasi di Desa Karanganyar KecamatanKalianget. Analisis data bersifat analisis kualitatif.Mengacu pada hasil penelitian yang telah peneliti analisis dan disandingkan dengan teori, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Keberhasilan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Karangayar Kecamatan Kalianget sudah bisa dikatakan berhasil. Hal ini ditandai dengan indikator 1) Rata-rata harapan hidup sesudah umur satu tahun ;angka harapan hidup di desa karanganyar bisa dikatakan tinggi, hal ini bisa dilihat dari rendahnya angka kematian dalam satu tahun terakhir, 2) Rata-rata jumlah kematian bayi ; jumlah kematian bayi sejak satu tahun terakhir bisa dikatakan rendahhanya 2 bayi yang meninggal dari 62 bayi yang lahir. Dan 3) Rata-rata prosentasi melek huruf ; sebagian besar rmasyarakat desa karanganyar sudah melek huruf dan hanya sebagian kecil saja yang masih buta huruf. Jadi diharapkan keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya pemerintah desa bisa dikatakan berhasil.
KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK Enza Resdiana
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.826 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.282

Abstract

Pada era sekarang ini, kepemimpinan dalam inovasi harus mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan lingkungannya.Selain itu, tiga jenis perubahan yang berkaitan dengan masalah kepemimpinan tersebut adalah perubahan rutin, perubahan pengembangan dan inovasi sendiri.Mengelola suatu perubahan memanglah hal yang sulit. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satunya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan.Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin dituntut untuk mampu mempelopori perubahan lingkungan. Kepemimpinan berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan oleh seorang pemimpin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kepemimpinan Inovatif Dalam peningkatan Pelayanan Publik di Kecamatan Kota sumenep.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode wawancara. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan informan yang merupakan Kepala Kantor Kecamatan Kota Sumenep dan Sekretaris Camat sebagai informan utama, dan 3 tokoh masyarakat sumenep sebagai informan tambahan. Data informan dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu berdasarkan fokus penelitian diantaranya berorientasi tugas kinerja para karyawan serta kepemimpinan Camat kota Sumenep sangat baik. Beorientasi Hubungan, dalam menciptakan kepemimpinan inovatif Camat kota sumenep selalu berupaya membangun hubungan dan komunikasi yang baik dan harmonis dengan para karyawan. Serta berorientasi perubahan dalam ragka menciptakan kepemimpinan inovatis Camat Kota melakukan perubahan dengan membuat kebijakan HAK PATEN di kecamatan untuk memaksimalkan pelayanan pada masyarakat.
STRATEGI LAYANAN E-SPT DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK Putri Kuzaifah; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.572 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.283

Abstract

Pajak sebagai sumber utama pendapatan negara dalam pembiayaan pemerintah dan pembangunan. Keberhasilan pemerintah dalam menopang penerimaan pajak membutuhkan dukungan berupa kepatuhan wajib pajak dengan cara membayar dan melaporkan surat pemberitahuan secara benar, lengkap dan tepat waktu. Adanya tuntutan akan peningkatan kepatuhan wajib pajak mendorong Direktorat Jendral Pajak melakukan reformasi administrasi perpajakan modern berupa layanan e-SPT (elektronik surat pemberitahuan) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan pelaporan. Akan tetapi penyelenggaraan layanan e-SPT di Kabupaten Sumenep masih belum sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak sehingga menghambat proses penyampaian laporan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi layanan e-SPT dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak Sumenep berdasarkan atas 4 (empat) strategi dalam layanan yaitu atribut layanan pelanggan, pendekatan untuk penyempurnaan kualitas, sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan, dan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi layanan e-SPT yang dilakukan oleh KP2KP Sumenep sudah cukup baik. Karena, dengan layanan e-SPT mampu meningkatkan jumlah wajib pajak terdaftar yang menyampaikan SPT. Akan tetapi, penerapan e-SPT belum berdampak pada tingkat kepatuhan wajib pajak Sumenep. Pemahaman wajib pajak mengenai layanan e-SPT masih sangat minim, sekalipun sudah dilakukan sosialisasi wajib pajak kurang mampu menyerap materi yang disampaikan sehingga membuat mereka masih menanyakan kembali prosesnya secara langsung kepada petugas pajak. Oleh kerena itu, wajib pajak didorong untuk menyampaikan segala bentuk keluhannya melalui media online yang telah disediakan untuk mengukur tingkat kepuasan wajib pajak dan kualitas layanan yang diberikan. Penyediaan informasi dan sarana evaluasi ini belum ditanggapi secara positif oleh wajib pajak. Jadi, tingkat layanan yang ingin dicapai berupa kepatuhan dan kesadaran wajib pajak secara sukarela belum dapat terpenuhi secara efektif dan efisien.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DALAM MENDORONG PEMBANGUNAN DESA Septaning Rena Julika; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.673 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.285

Abstract

Kebutuhan informasi saat ini menjadi kebutuhan umum masyarakat Indonesia, selain kebutuhan sandang, pangan dan papan. Informasi yang baik akan meningkatkan pola pikir masyarakat untuk bergerak aktif terutama dalam pelaksanaan pembangunan desa. Seiring perkembangan zaman saat ini pemanfaatan tekhnologi menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengelola informasi yang cepat. Akan tetapi bagi masyarakat desa bukanlah hal yang mudah dalam memanfaatkan tekhnologi informasi, maka dari itu diperlukannya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai lembaga Sosial yang dibentuk sebagai jembatan informasi masyarakat desa dan pemerintah, maupun sebaliknya. Mengingat pentingnya KIM di dalam desa sehingga perlu adanya kegiatan pemberdayaan maksimal yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberdayaan KIM dalam mendorong pembangunan desa berdasarkan atas empat (4) kegiatan pemberdayaan yaitu Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil lokasi di Diskominfo Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep melalui empat (4) kegiatan pemberdayaan yang meliputi bina manusia berkaitan dengan keanggotaan KIM serta bentuk hubungan jejaring KIM. Selain itu melalui bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan. Kegiatan tersebut bersumber dari Permendagri No. 08 tahun 2008 yang mengemukakan materi pemberdayaan KIM haruslah berkaitan dengan pengembangan SDM, manajemen, aktifitas KIM serta kelembagaan.Penerapan kegiatan tersebut direalisasikan melalui workshop, pembinaan, sosialisasi serta pameran KIM. Dilakukan melalui kegiatan workshop, sosialisasi, pelatihan dan pameran KIM oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep. Namun kecilnya anggaran yang dimiliki Diskominfo, keadaan geografis wilayah kabupaten sumenep serta status perekonomian masyarakat menghasilkan belum maksimalnya pemberdayaan KIM tersebut.
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN (STUDI AKSELERASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA) Ida Syafriyani
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.221 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.286

Abstract

Berdasarkan Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004, Desa atau yang di sebut dengan nama lain adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas –batas wilayah yuridiksi, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat  yang di akui dan atau di bentuk dalam sistem pemerintahan nasional yang berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana di maksud dalam Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.            Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat.            Kepala Desa adalah seseorang yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan desa, yang memiliki kewenangan antara lain pengaturan bagi kehidupan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa, seperti : pembuatan peraturan desa, pembentukan lembaga kemasyarakatan desa, pembentukan badan usaha milik desa, dan kerja sama antar desa, urusan pembangunan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana dan fasilitas umum desa, seperti jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, pasar desa dan urusan kemasyarakatan yang meliputi pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kehidupan sosial budaya masyarakat seperti kesehatan, pendidikan serta adat istiadat.Mengingat pentingnya peran kepala desa dalam mendukung visi dan misi pemerintah, maka penulis tertarik untuk menulis tentang “ Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan”.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS COMMUNITY BASED MANAGEMENT (Studi Pada Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep) Ida Syafriyani
PUBLIC CORNER Vol 12 No 2 (2017): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.712 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v12i2.422

Abstract

Coastal area is a rich resource Coastal, marine and fisheries. Coastal areas also have potential that can be developed as a marine tourism area. People who live in the coastal area, since the first also has to depend its life from the utilization of natural resources found in coastal areas.. CBM (Community Based Management) is one approach that will be used in optimizing community empowerment in coastal areas with the CBM approach, not only the economic growth of coastal communities will improve, but also ensure economic growth that can be enjoyed fairly and proportionally. Departement of Fishery Sumenep Regency in coastal community empowerment Community-based refers to the development of entrepreneurs in order to improve the quality of products in production and develop the economy through empowerment that is based on the management of coastal communities industry,
RELASI BUDAYA POLITIK DI MADURA TERHADAP DEMOKRASI LOKAL: Analisis Reformasi Birokrasi dan Pemilihan Kepala Desa Dwi Listia Rika Tini
PUBLIC CORNER Vol 12 No 2 (2017): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.554 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v12i2.423

Abstract

Kajian tentang relasi budaya politik di Madura dengan demokrasi khususnya dalam hal reformasi birokrasi yang menyebabkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Pamekasan dan Pilkades serentak di Sumenep menunjukkan bahwa budaya politik dengan demokrasi dan kepemimpinan lokal di Madura secara umum positif dan relative demokratis. Terjadinya good governance dengan melibatkan masyarakat dalam kepentingan public dan tidak terjadi diskriminasi dalam pencalonan, baik karena faktor afiliasi politik, etnis dan jenis kelamin. Semua warga masyarakat yang memenuhi syarat dapat mencalonkan diri sebagai kandidat. Namun dalam pemilihan Pilkades di Sumenep masih ada hal-hal yang dapat menciderai demokrasi, antara lain: Pertama, muculnya calon tunggal. Dari 90 desa yang melaksanakan Pilkades, ada 2 desa yang memiliki satu calon atau calon tunggal. Kedua, maraknya isu money politics. Meskipun sulit dibuktikan, pemilihan kepala desa di Madura, termasuk di Kabupaten Sumenep, sejak masa dulu hingga saat ini tidak bisa meniadakan Praktik money politics. Selain itu Praktik open house para calon kades beberapa bulan sebelumnya dari pemberian sangu kepada calon pemilih. Akan tetapi hal-hal yang berpotensi menciderai demokrasi tersebut di masa yang akan datang dapat diminimalisasi melalui pendidikan politik secara terus-menerus.

Page 3 of 16 | Total Record : 159