cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023)" : 17 Documents clear
PENGENALAN CREATIVEPRENEURSHIP PADA SISWA MTS MUHAMMADIYAH SARWODADI, PEJAWARAN, BANJARNEGARA Pinta Astuti; Adhitya Yoga Purnama; Surya Dewi Puspitasari; Dewi Sekar Kencono
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.3532

Abstract

Desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara memiliki potensi ekonomi dari penghasil komoditas, UMKM, dan wisata karena lokasinya yang menjadi daerah penyangga Kawasan wisata Dieng, Banjarnegara.  Dengan adanya potensi tersebut maka kebutuhan akan adanya kegiatan generasi muda yang berbasis entrepreneurship dan kreatifitas merupakan tuntutan di era digital ini. Apalagi minat generasi muda terhadap dunia digital memang sangat tinggi. Munculnya para pemuda yang memberikan pengaruh (influence) yang sukses di bidang digital semakin meningkatkan daya tarik. Hal tersebut juga terjadi pada pemuda yang ada di Desa Sarwodadi, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, khususnya pemuda dan pemudi yang saat ini sedang bersekolah di MTs Muhammadiyah Sarwodadi, Pejawaran. Para siswa memiliki beberapa kegiatan ekstrakurikuler seperti tapak suci, HW, badminton, voli, dan PMR. Tetapi hanya tapak suci saja yang aktif dan berjalan secara regular diikuti siswa. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan pengembangan jenis kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat siswa dan memiliki keunggulan dalam peningkatan kemampuan siswa dan dapat memberikan value lebih. Di dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengambil tema pendampingan kegiatan siswa di sekolah tersebut yang berbasis creativepreneur. Adapun kegiatan meliputi kegiatan persiapan, kegiatan pelaksanaan penyuluhan, kegiatan evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan persiapan meliputi observasi, pre-test, pemetaan minat dan bakat siswa, dan penentuan jenis program kegiatan yang berkaitan dengan digital dan kreativitas. Selain itu, kegiatan evaluasi berupa posttest, dan evaluasi dari para pihak yang terlibat. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan berdasarkan hasil evaluasi, rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa dari 8,2% menjadi 93%.   Sarwodadi Village, Pejawaran, Banjarnegara has economic potential from commodity producers, MSMEs, and tourism because of its location which is a buffer zone for the Dieng tourist area, Banjarnegara. With this potential, the need for youth-based activities based on entrepreneurship and creativity is a demand in this digital era. Moreover, the younger generation's interest in the digital world is very high. The emergence of young people who are successful influencers in the digital field further increases the attractiveness. This also happened to young people in Sarwodadi Village, Pejawaran District, Banjarnegara Regency, especially young people who are currently studying at MTs Muhammadiyah Sarwodadi, Pejawaran. The students have several extracurricular activities such as Tapak Suci, HW, badminton, volleyball, and PMR. But only the sacred site is active and runs regularly followed by students. Therefore, it is necessary to develop types of extracurricular activities according to students' interests and have advantages in increasing students' abilities and can provide more value. In this community service activity, the theme of mentoring student activities at the school is creativepreneur based. The activities include preparation activities, extension activities, evaluation activities, and reporting. The preparatory activities include observation, pre-test, mapping of students' interests and talents, and determining the type of activity program related to digital and creativity. In addition, evaluation activities are in the form of posttest, and evaluation of the parties involved. All activities went well and based on the evaluation results, this series of activities could increase students' knowledge from 8.2% to 93%.
PRODUKSI LIPJAR (LIP BALM PARIJOTO) UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK NASYIATUL AISYIYAH KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Iffana Dani Maulida; Yayuk Mundriyastutik
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.4777

Abstract

Lip balm merupakan kosmetik yang sudah populer terutama di kalangan wanita bermanfaat untuk melembabkan bibir. Pewarna yang digunakan di dalamnya pada umumnya adalah zat warna sintetis yang dapat menimbulkan sejumlah efek samping dan masih sedikit yang memanfaatkan zat warna alami yang lebih ramah kebermanfaatannya. Zat warna alami dari Parijoto yang sangat terkenal sebagai buah khas Kudus selama ini potensinya belum tergali maksimal. Inovasi dalam kegiatan ini yaitu penggunaan zat warna alami Parijoto untuk pewarna lip balm. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat mitra yaitu kelompok Nasyiatul Aisyiyah kecamatan Kota Kabupaten Kudus dengan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra serta mendorong mitra untuk semakin berdaya secara ekonomi melalui produksi dan pemasaran lip balm Parijoto (LIPJAR) secara mandiri. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap dalam bentuk workshop (pelatihan), meliputi tahap pengetahuan tentang kosmetik dan buah Parijoto, praktik pembuatan LIPJAR, dan tata cara perijinan kosmetik langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra menjadi lebih teredukasi tentang pembuatan lip balm, penggunaannya, mampu membuat lip balm Parijoto secara mandiri, lebih memahami tata cara serta strategi tahapan pemasaran produk lip balm Parijoto (LIPJAR), baik secara online maupun offline.   Lip balm is very popular for woman as lip moisturizer. This product commonly using synthetic pigment for charming pigmentation, but we know that synthetic pigment has many side effects. It is still rare for lip balm product using natural pigment that more friendly and useful for consumer and environment. Parijoto fruits that very familiar as special fruits from Kudus, its natural pigment hasn’t been explored. In this community service activity, innovation is using Parijoto juice extract for lip balm pigment. The aim of this community service is to empowering Nasyiatul Aisyiyah community in Kudus as partner in economic development via Parijoto lip balm (LIPJAR) production and marketing. Three stages workshop activities has been carried out, first about knowledge of cosmetic and Parijoto fruit, LIPJAR manufacturing practice, and procedure to get cosmetic product license, especially LIPJAR. The outcome of this activity are partner have been more educated about lip balm production, its application, can make Parijoto lip balm by themselves, more figure out to get a license for lip balm product and step of LIPJAR marketing, both online and offline.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PERANCANGAN VIDEO PROFILE DESA PENGIANGAN, BANGLI Ni Komang Putri Apriliani Putri; Putu Ayu Titha Paramita Pika
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.4811

Abstract

Desa pengiangan merupakan desa yang berlokasi di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Desa pengiangan mempunyai potensi-potensi wisata seperti keindahan alamnya. Sebagian besar masyarakat yang ada di Desa Pengiangan adalah pengerajin, meskipun demikian masyarakat belum mampu secara maksimal untuk memaparkan hasil tersebut. Selain itu, kebudayaan yang ada di desa Pengiangan sangat unik, salah satunya ketika sebuah tradisi berlangsung dilarang mengenakan pakaian berwarna merah. Desa Wisata juga dimiliki oleh desa ini yang diberi nama Toya Mampah. Walaupun memiliki keindahan alam namun Desa Pengiangan belum banyak warga atau wisatawan yang tau mengenai desa tersebut. Sebagai salah satu upaya memperkenalkan Desa Pengianang, dilakukan pembuatan video profile Desa Pengiangan dengan warga setempat dibantu oleh Mahasiswa KKN yang bertujuan untuk mempromosikan Desa Pengiangan agar wisatawan tertarik untuk berkunjung untuk menikmati dan menjaga keindahan alam yang ada disana. Publikasi video profile dilakukan melalui media social   Pengiangan Village is a village located in Susut District, Bangli Regency. Pengiangan Village has tourism potentials such as its natural beauty. Most of the people in Penggiangan Village are craftsmen, even though the community has not been able to fully explain these results. Apart from that, the culture in Pengingan village is very unique, one of which is when a tradition takes place it is forbidden to wear red clothes. The Tourism Village is also owned by this village which is named Toya Mampa. Even though it has natural beauty, Pengiangan Village not many residents or tourists know about the village. As one of the efforts to introduce Pengianang Village, a video profile of Pengiangan Village was made with local residents assisted by Community Service Students which aims to promote Pengiangan Village so that tourists are interested in visiting to enjoy and maintain the natural beauty that is there. Video profile publication is done through social media
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI SISTEM PENGGERAK RODA BELAKANG UNTUK KENDARAAN SEPEDA MOTOR LISTRIK Febriza Imansuri; Fredy Sumasto; Mohammad Wirandi; Al Kautsar Permana; Reza Melliyanno Putra Aji; Teguh Fathurohman
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.4837

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di PT WIMA terkait peningkatan pengetahuan mengenai implementasi sistem penggerak roda belakang menggunakan sistem Continously Variable Transmission (CVT) pada kendaraan sepeda motor listrik. Kegiatan PkM yang telah dilaksanakan berdasarkan target percepatan transisi kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Hasil dari kegiatan PkM berupa demonstrasi dan implementasi desain dan prototype kepada mitra PkM. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepuasan mitra dengan dua orang responden dapat disimpulkan bahwa seluruh responden menjawab cukup puas dengan pelaksanaan kegiatan PkM. Selain itu berdasarkan hasil jawaban responden terhadap kuesioner keberdayaan mitra terdapat peningkatan keberdayaan dari aspek pengetahuan. Community Service Activities (PkM) were carried out at PT WIMA related to increasing knowledge regarding the implementation of a rear-wheel drive system using a Continuously Variable Transmission (CVT) system on electric motorbikes. The PkM activities that have been implemented are based on the target of accelerating the transition from petrol vehicles to electric vehicles. The results of PkM activities are in the form of demonstrations and implementation of designs and prototypes for PkM partners. Based on the results of distributing partner satisfaction questionnaires with two respondents, it can be concluded that all respondents answered that they were quite satisfied with the implementation of PkM activities. Apart from that, based on the results of respondents' answers to the partner empowerment questionnaire, there was an increase in empowerment from the knowledge aspect 
PELATIHAN DARING PENGGUNAAN KALKULATOR SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HARAPAN MAHASISWA YANG MENGAMBIL MATA KULIAH PSIKOMETRIKA Yonathan Natanael; Zulmi Ramdani; Fidia Hanan Zahara
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.5001

Abstract

Kalkulator saintifik biasanya banyak digunakan oleh mahasiswa terlebih di jurusan matematika dan pendidikan matematika dan ilmu-ilmu alam lainnya. Dengan begitu, tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk melihat perubahan harapan mahasiswa psikologi dengan menyediakan pelatihan yang penting dengan menggunakan kalkulator saintifik melalui tutorial video yang digunakan untuk menyelesaikan hitungan reliabilitas dalam mata kuliah psikometri. Metode pengabdian yang digunakan menggunakan pendekatan kuasi eksperimental (kelompok tunggal dengan pretes dan postes). Partisipan yang terlibat sejumlah 51 orang pada program psikologi yang bersedia untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini. Analisis menggunakan paired sample t-test dengan hasil t = -3.954 dan signifikansi di bawah 5%. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perubahan harapan pada mahasiswa yang meningkat. Aktivitas pengabdian ini bisa meningkatkan belajar siswa terutama dalam hal harapan dan ketertarikannya dalam mempelajari pengetahuan yang baru.   Scientific calculators are generally used more by science students, especially those majoring in Mathematics and Other Sciences. Therefore, this community service activity aims to see changes in hope for students majoring in Psychology by providing essential training on using scientific calculators through video tutorials to complete reliability calculations in Psychometrics courses. A community service method is an educative approach accompanied by a quasi-experimental approach (single group pre-test and post-test). The participants of this activity were 51 students majoring in Psychology who were willing to participate in this initial pioneering activity voluntarily. The analysis using the paired sample t-test yielded a value of t = -3.954 and a significance of 0.00 <0.05, which indicated a change in students' hope to increase. The activities can impact student learning of hope and interest in the newly learned knowledge.
COMMUNITY SERVICES HONEY FARMERS THROUGH TRANSFER OF TECHNOLOGY AS AN EFFORT TO CREATE LOCAL LEADING PRODUCTS Uyunnasirah Hambali; Muhammad Rusli Baharuddin; Hilmi Hambali
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6156

Abstract

Mitra ini adalah Kelompok Tani Madu Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Kelompok Tani Madu Mallawa awalnya hanya beranggotakan 4 orang dan kemudian berkembang menjadi 8 orang. Secara umum terdapat 4 fokus permasalahan yaitu jumlah madu yang dipanen setiap tahunnya berkurang, kualitas dan kemasan madu yang dijual rendah, belum adanya izin usaha, dan sistem penjualan yang masih konvensional. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, tim pengabdian masyarakat menawarkan solusi yaitu Transfer teknologi budidaya madu, pelatihan dan pendampingan pengemasan madu, pendampingan pengurusan izin usaha, pelatihan dan pendampingan pemasaran digital. Sasaran luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah (1) adanya kemasan yang menarik dan higienis, (2) peningkatan hasil panen madu, (3) peningkatan omzet penjualan, dan (4) diterbitkannya izin usaha. Selain itu, adanya peningkatan pengetahuan mitra dalam budidaya madu, pemanfaatan teknologi dalam pengemasan dan proses pemasaran melalui digital marketing. Sedangkan Mandatory Outcome berupa publikasi di jurnal nasional sinta 3, publikasi melalui media, video dokumentasi kegiatan, modul budidaya madu dan kewirausahaan, serta website penjualan. Metode pelaksanaannya adalah pelatihan, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi sebagai upaya menjamin tercapainya tujuan pengabdian masyarakat madu Mallawa. The partner in this Community Services is the Honey Farmers Group, Mallawa Subdistrict, Maros Regency. Mallawa Honey Farmer Group initially only consist of 4 members and later grew to 8 people. In general, there are 4 focuses problems, namely the amount of honey harvested every year is reduced, the quality and packaging of honey sold is low, there is no business license, and the sales system is still conventional. Based on the problems faced by partner, the community services team offers solutions, namely Transfer of honey cultivation technology, training and assistance in honey packaging, assistance in managing business permits, training and digital marketing assistance. The output targets of this community services are (1) the existence of attractive and hygienic packaging, (2) the increase in honey harvest, (3) the increase in sales turnover, and (4) the issuance of a business license. In addition, there is an increase in partner knowledge in honey cultivation, the use of technology in the packaging and marketing process through digital marketing. While the Mandatory Outcomes are in the form of publications in the national journal sinta 3, publications through the media, activity documentation videos, honey cultivation and entrepreneurship modules, and sales websites. The implementation method is training, implementation, mentoring, monitoring and evaluation as an effort to ensure the achievement of the goals of community services honey Mallawa.
REVITALISASI PERAN KELUARGA MENGATASI CYBERBULLYING ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN PRENGGAN, KOTAGEDE YOGYAKARTA Oktiva Anggraini
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6176

Abstract

Kaum millenial menjadi kelompok yang paling sering menjadi sasaran bullying di media sosial. Para pelajar sekolah merupakan kelompok yang paling rentan terdampak cyberbullying baik di perkotaan maupun pedesaan. Kondisi ini memerlukan solusi dan pemikiran serius tentang pengasuhan anak di era new normal. Pendampingan anak tidak hanya pemberian rasa nyaman dan menghindarkan anak dari perilaku menyimpang, akan tetapi orangtua semestinya memperhatikan aktivitas kesehatan dan keselamatan anak agar terhindar dari Covid-19. Fenomena maraknya kekerasan di dunia maya, juga terjadi di kelurahan Prenggan. Kotagede, kota Yogyakarta. Selama pandemi berjalan hampir dua tahun lebih, warga sebagian besar melakukan aktifitas dengan pembatasan sosial yang ketat. Media sosial menjadi teman para remaja di masa pandemi yang cukup panjang dan membosankan bagi keseharian mereka.  Pengawasan orang tua menjadi penting untuk menangkal jumlah korban cyberbullying. Proses belajar mengajar yang lebih banyak mengandalkan daring, menyulitkan bagi orang tua untuk melakukan pengawasan. Fenomena bekerja dari rumah (work from home) tidak selamanya memudahkan para orang tua melakukan pengawasan. Sisi lain, para orang tua justru mengalami beban ganda karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor  dari rumah sekaligus melakukan pengawasan anak-anaknya yang bersekolah dengan sistem daring. Berdasarkan pre-survey tersebut maka Tim Pengabdi Universitas Widya Mataram tergerak untuk melakukan serangkaian sosialisasi tentang dampak cyberbullying dan revitalisasi keluarga untuk mengatasinya. Tujuan PKM adalah mitra mengetahui dampak cyberbullying dan revitalisasi keluarga untuk mengatasinya. Metode Pengabdian dengan sistem penyuluhan dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).  Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan program dapat meningkatkan pemahaman mitra tentang dampak cyberbullying di era pandemi Covid-19 dan cara melindungi diri dan keluarga dari cyberbullying. Selain itu, mitra dapat menginformasikan hal tersebut pada warga lain. Publikasi hasil pengabdian ini pun pada gilirannya dapat memberikan masukan bagi penggiat PKM serupa. Luaran Pengabdian: Jurnal Diseminasi (Sinta 5);  rekayasa sosial, press release di medsos.   Millennials are the group that is most often the target of bullying on social media. School students are the most vulnerable group affected by cyberbullying, both in urban and rural areas. This condition requires serious solutions and thoughts about parenting in the new normal era. Accompanying children does not only provide comfort and prevent children from deviant behavior, but parents should pay attention to children's health and safety activities to avoid Covid-19.  The phenomenon of rampant violence in cyberspace also occurred in the Prenggan sub-district. Kotagede, the city of Yogyakarta. During the pandemic that lasted for more than two years, most of the residents carried out their activities with strict social restrictions. Social media has become a friend for teenagers during the pandemic, which was quite a long and boring part of their daily lives. Parental supervision is important to ward off the number of victims of cyberbullying. The teaching and learning process, which relies more on online, makes it difficult for parents to supervise. The phenomenon of working from home (work from home) does not always make it easier for parents to supervise. On the other hand, parents actually experience a double burden because they have to complete office work from home while simultaneously supervising their children who go to school with an online system. Based on the pre-survey, the Widya Mataram University Service Team was moved to carry out a series of outreach about the impact of cyberbullying and family revitalization to overcome it. The aim of PKM is for partners to know the impact of cyberbullying and family revitalization to overcome it. Service Method with counseling and Communication, Information and Education (IEC) systems. The results of this community service activity show that the program can increase partners' understanding of the impact of cyberbullying in the Covid-19 pandemic era and how to protect themselves and their families from cyberbullying. In addition, partners can inform other residents about this. The publication of the results of this dedication can in turn provide input for similar PKM activists. Outcome of Service: Dissemination Journal (Sinta 5); social engineering, press releases on social media.,,
PEMBUATAN LAYANAN PENGADUAN WARGA BERBASIS WEBSITE DI KELURAHAN KALUMATA Mohbir Umasugi; Helmi Hi. Yusuf; Muhammad Darsan Hi.Adam
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6179

Abstract

Pelayanan pengaduan warga di Kelurahan Kalumata masih manual. Warga yang mengadu harus datang ke kantor lurah untuk menjelaskan laporannya. Hal ini membuat pelayanan pengaduan belum efektif dan aksesya terbatas. Untuk menatanya agar efektif dan efesien, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM membuat suatu sistem pelayanan warga berbasis website. Sistem ini bertujuan membantu warga dan pemerintah kelurahan dalam mengelola pengaduan warga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi,  peningkatan kapasitas staf kelurahan dalam penggunaan website, dan pelatihan pelaporan warga. Hasil dari kegiatan PKM Dosen yaitu telah dibuatkan sistem layanan pengaduan warga berbasis website yang langsung dioperasionalkan oleh Pemerintah Kelurahan Kalumata, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kota Ternate.Website ini sudah dapat digunakan warga dalam melaporkan berbagai keluhan seperti persoalan sampah, banjir, drainase, keamanan, dan ketertiban yang terjadi di lingkungan masing-masing.   The citizen complaint service in Kalumata Village is still manual. Residents who complain must come to the sub-district office to explain their reports. This makes the complaint service ineffective and access to it limited. To arrange it to be effective and efficient, the Community Service (PKM) activity created a website-based citizen service system. This system aims to assist residents and the village government in managing citizen complaints. The implementation method is carried out through socialization stages, increasing the capacity of village staff in using the website, and citizen reporting training. The result of PKM Lecturer activities is that a website-based citizen complaint service system has been created which is directly operated by the Kalumata Village Government, South Ternate City District, Ternate.Website City can be used by residents in reporting various complaints such as garbage, flooding, drainage, security, and order problems that occur in their respective neighborhoods.
PEMANFAATAN CANVA DALAM PEMBELAJARAN DI MI AL-HIKMAH, DEPOK Tetty Rachmi; Hasoloan Siregar; Dem Vi Sara; Etty Kartikawati
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6180

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang menjadi salah satu tugas pokok tim dosen pelaksana, pada tahun 2022 dilaksanakan di MI Al-Hikmah, Depok yang diperuntukan bagi 15 orang guru yang memerlukan peningkatan kompetensi dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik bagi anak didik. Kebutuhan tersebut merupakan salah satu dari banyak kebutuhan yang teridentifikas ketika tim melakukan survey dan need assessment di sekolah tersebut. Bersama mereka, tim dosen menyusun startegi pelaksanaan kegiatan PkM termasuk penyusunan jadwal kegiatan dan jenis peralatan (hibah) yang diperlukan mitra guru dalam proses pembelajaran. Dengan lima kali pertemuan tatap muka mitra guru belajar dan praktik tentang bagaimana memanfaatkan program Canva untuk menghasilkan media pembelajaran dan infografis. Selain tatap muka tim juga melakukan pendampingan dan supervisi secara jarak jauh yang dilaksanakan diantara lima pertemuan tatap muka.  Di setiap pertemuan, mitra-guru harus mempraktikan keterampilan yang telah diajarkan dan mendemontrasikan karyanya kepada tim dosen pelaksana. Selain Canva, mitra guru juga mempelajari dan mempraktikan penggunaan dua program pendukung, yaitu Prezi Video dan Sketchfab untuk memperkaya media pembelajaran mereka. Di akhir kegiatan, yaitu pada pertemuan terakhir, mitra-guru mempraktikan penggunaan karya mereka dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Dari 15 orang guru yang mengikuti kegiatan ini telah dihasilkan delapan media pembelajaran dan dua belas infografis. Beberapa karya tersebut telah diikutkan dalam Gelar Hasil Senmaster UT tahun 2022. Testimoni mitra-guru adalah materi pelatihan dari tim sangat membantu mereka menabitans materi pembelajaran yang lebih menarik dan membuat siswa lebih fokus. Community Service, which is one of the main tasks of the implementing lecturer team, will be held in MI Al-Hikmah, Depok in 2022 which is intended for 15 teachers who need increased competence in making effective and attractive learning media for students. This need is one of the many needs identified when the team conducted a survey and need assessment at the school. Together with them, the lecturer team developed a strategy for implementing Community Service activities including preparing a schedule of activities and types of equipment (grants) needed by partner teachers in the learning process. With five face-to-face meetings, the teacher partners learned and practiced how to use the Canva program to produce learning media and infographics. In addition to face-to-face meetings, the team also provides remote assistance and supervision which is carried out between five face-to-face meetings. At each meeting, teacher-partners must practice the skills that have been taught and demonstrate their work to the implementing team of lecturers. Apart from Canva, teacher partners also learn and practice using two supporting programs, namely Prezi Video and Sketchfab to enrich their learning media. At the end of the activity, namely at the last meeting, teacher partners practiced using their work in learning in their respective classes. Of the 15 teachers who took part in this activity, eight learning media and twelve infographics were produced. Some of these works have been included in the UT Senmaster Results Degree in 2022. Partner-teacher testimonials are training materials from the team that really help them make learning materials more interesting and make students more focused.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POS BINAAN TERPADU (POBINDU) DALAM PRODUKSI MAKANAN SEHAT BERBASIS LABU KUNING UNTUK PARA LANSIA Eko Yuliastuti Endah Sulistyawati; Rina Rismaya; Mohamad Rajih Radiansyah; Dini Nur Hakiki; Athiefah Fauziyyah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6182

Abstract

Persentase penduduk lanjut usia (lansia) terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring bertambahnya usia, kesehatan lansia menurun dan lebih berisiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, lansia juga mengalami perubahan fisiologis pada tubuhnya seperti fungsi sistem pencernaan dan sistem metabolisme tubuh yang semakin melambat. Kondisi ini membuat lansia memiliki kebutuhan asupan nutrisi berbeda-beda yang harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada lansia dan membatasi jumlah asupan kalori, lemak, garam dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan nabati salah satunya labu kuning. Labu kuning telah diteliti memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral, antioksidan, dan serat makanan tingkat tinggi yang diketahui memberikan manfaat kesehatan. Namun sangat disayangkan, potensi dan manfaat labu kuning yang tinggi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat menjadi berbagai produk olahan pangan. Saat ini pengetahuan masyarakat masih terbatas pada pengolahan labu kuning secara sederhana seperti pembuatan kolak, pembuatan wajit, atau bahkan dikukus. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan labu kuning menjadi berbagai produk olahan pangan yang baik dikonsumsi oleh lansia. Pelatihan ini diberikan kepada 13 kader yang memiliki rentang usia 40-58 tahun dengan pendidikan terakhir SMA-S1 dengan pengalaman lebih dari 3 tahun bekerja di Posbindu, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel pada bulan Maret. 2022. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi. Kegiatannya yaitu pengisian pre-test, praktek pembuatan aneka produk olahan pangan, dan pengisian post-test. Capaian pelatihan ini diukur dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui desain One-Group Pre-test Post-test yang dianalisis menggunakan uji normalitas Komlogorov-Smirnov dan Shaporo Wilk, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan, dibuktikan dengan persentase peserta yang menjawab benar pada angket pre-test sebesar 43,85% dan meningkat menjadi 97,69%. pada angket post test dengan nilai signifikansi p = 0,000. (p<0,005).   The percentage of the elderly population (elderly) continues to increase from year to year. With age, the elderly decline in health and are more at risk for degenerative diseases such as diabetes, hypertension, and cardiovascular disease. In addition, the elderly also has physiological changes in the body such as the function of the digestive system and the body's metabolic system which is increasingly slowing down. This condition makes the elderly have different nutritional intake needs that must be adapted to their health conditions. To meet the balanced nutritional needs of the elderly and limit the amount of calorie, fat, salt intake, it can be obtained by consuming plant foods, one of which is pumpkin. Pumpkin has been studied to have high levels of nutrients, vitamins, minerals, antioxidants, and dietary fiber which are known to provide health benefits. However, it is very unfortunate, the high potential and benefits of pumpkin have not been used optimally by the community into a variety of processed food products. Currently, public knowledge is still limited to simple pumpkin processing, such as making compote, making “wajit” or even steaming it. This training activity aims to improve the knowledge and skills of the community regarding the processing of pumpkin into a variety of processed food products that are good for consumption by the elderly. This training was given to 13 cadres who have an age range of 40-58 years with the latest education being SMA-S1 with more than 3 years of experience working at Posbindu, Pondok Benda sub-district, Pamulang District, South Tangerang City in March 2022. This training was divided into three sessions. activities, namely filling out the pre-test, the practice of making various processed food products, and filling out the post-test. The achievement of this training was measured using a quantitative analysis approach through the One-Group Pre-test Post-test design which was analyzed using normality test Komlogorov-Smirnov and Shaporo Wilk, then analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that there was a significant difference in the knowledge and skills of the participants before and after the training, as evidenced by the percentage of participants who answered correctly on the pre-test questionnaire of 43.85% and increased to 97.69% on the post-test questionnaire with a significance value of p = 0.000. (p<0.005).

Page 1 of 2 | Total Record : 17