cover
Contact Name
Wening Sri Wulandari
Contact Email
jurnal.phh@gmail.com
Phone
+628129427717
Journal Mail Official
jurnal.phh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610, Indonesia. Tlp. : +62-251-8633378 Fax. : +62-251-8633413
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hasil Hutan
ISSN : 02164329     EISSN : 24428957     DOI : 10.20886/jphh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan adalah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan tulisan yang telah dicermati oleh Dewan Redaksi dan Mitra Bestari di bidang hasil hutan. Tulisan dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan mencerminkan inovasi dan hasil penelitian dasar dan terapan yang berkualitas di bidang hasil hutan. Topik tulisan penelitian hasil hutan meliputi: 1. Anatomi bahan berlignoselulosa 2. Sifat fisik dan mekanik bahan berlignoselulosa 3. Teknologi serat bahan berlignoselulosa 4. Papan komposit bahan berlignoselulosa 5. Biodeteriorasi dan pengawetan bahan berlignoselulosa 6. Teknologi pengeringan hasil hutan 7. Penggergajian dan pemesinan kayu 8. Pengolahan hasil hutan kayu dan bukan kayu 9. Pengolahan kimia dan energi hasil hutan 10. Ilmu kayu dan teknologi hasil hutan Keteknikan hutan 12. Pemanenan hasil hutan kayu dan bukan kayu
Articles 1,297 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN FENOL FORMALDEHIDA TERHADAP SIFAT HARDBOARD KAYU CAMPURAN BERDASARKAN PENGELOMPOKAN BERAT JENIS Rena M Siagian
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1987.4.2.10-15

Abstract

This paper deals with an experiment on the effect  of phenol formaldehyde binder on the properties  of hardboard.  The boards were made of mixed wood species of five specific gravity groups  i.e.  < 0.30; 0.31-0.45; 0.46-0.60; 0.61-0.75 and >  0.75.Pulping employed  in the experiment  was the hot caustic soda,  and the sheets  were formed   by using the laboratory  wet felting  process.  The phenol formaldehyde blended at pulp  slurry and presipitated  by adding alum  to reach pH  ± 7.2. The amount  of phenol formaldehyde added during sheet formation  was made at 1, 1.5, and 2 percent  based on the oven dry pulp.The experimental  result indicated  that a quality panels  could be obtained  by adding 1. 5 percent  of phenol formaldehyde  binder. Increasing the phenol formaldehyde binder up to 2 percent  did not improved  the physico-mechanical  properties  of the board produced.   The experiment  also shows that better physico-mechanical  properties  of hardboard sheets  were obtained from 0.30 up to 0.60...0.75 specific gravity groups.  The panels made of wood with specific gravity more  than 0.75, appeared  to have inferior  quality.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL TEMPURUNG SAWIT DAN TEKANAN KEMPA TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET Djoko Purwanto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.303-313

Abstract

Industri kelapa sawit dalam kapasitas 100 ribu ton bahan baku per tahun akan  menghasilkan sekitar 6 ribu ton limbah tempurung kelapa sawit. Limbah padat ini pemanfaatannya belum optimal yaitu sebagai bahan bakar boiler dan pengeras jalan disekitar pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel  tempurung sawit dan tekanan kempa terhadap kadar air, kadar abu, zat terbang, kadar karbon, kalori, kerapatan dan kuat tekan. Prosedur penelitian meliputi: pengeringan secara alami tempurung kelapa sawit, penghancuran tempurung kelapa sawit, penyaringan serbuk tempurung kelapa sawit, pencampuran dengan larutan kanji 5%, pencetakan dan/ pengepresan, pengeringan  secara alami biobriket,  dan analisa kualitas biobriket. Perlakuan yang digunakan yaitu ukuran partikel tempurung sawit yang meliputi 7 mesh, 16 mesh, 25 mesh, dan tekanan kempa yang meliputi 3 ton, 5 ton, 7 ton. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian diperoleh kadar air berada di antara 4,15 - 9,06%;. kadar abu berada di antara 1,68 – 6,19%; kadar karbon berada di antara 7,57 – 19,55%; kadar zat terbang berada di antara 70,49 – 81,95%; kadar sulfur semua negatif; nilai kalor berada di antara 4218,17 – 4442,34 kal/g; kerapatan berada di antara 0,69 – 0,87g/cm3 ; dan kuat tekan berada di antara 0,26 – 5,36 kg/cm2. Ukuran partikel tempurung kelapa sawit 16 mesh dan tekanan kempa 3 ton menghasilkan nilai kalor 4405,15 kal/g, kadar sulfur negatif dan kadar air 7,20% memenuhi persyaratan standar mutu dan karakteristik briket untuk rumah tangga (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ KESDM, 1993).
PRODUKSI DAN APLIKASI ARANG KOMPOS BIOAKTIF DI LAHAN PERTANIAN SEBAGAI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Nur Adi Saputra; Gusmailina Gusmailina; Sri Komarayati; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.49–60

Abstract

Pemberdayaan masyarakat telah dilakukan di sekitar pesantren Kumala Lestari, Desa Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Indonesia. Masyarakat dilibatkan dalam pembuatan arang kompos bioaktif (ARKOBA) dan aplikasinya di lahan pertanian. Studi dilakukan dengan membandingkan hasil padi yang menggunakan pupuk–pestisida kimia dan aplikasi ARKOBA–asap cair. Efektivitas hasil diukur dengan produktivitas tanaman padi per hektar setelah 4 bulan. Studi dilakukan dengan produksi biochar dari limbah kayu industri penggergajian menggunakan reaktor drum-modifikasi. Temperatur reaktor adalah 400–450°C, dengan retensi 6–8 jam. Proses produksi menghasilkan arang dan asap cair. Produksi ARKOBA dilakukan melalui pencampuran kompos: arang: aktivator, dengan komposisi 85%: 10%: 5%. Dosis ARKOBA yang diberikan adalah 400 kg/1000 m2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produktivitas padi menggunakan ARKOBA–asap cair lebih tinggi dari produktivitas padi pupuk–pestisida kimia. Produktivitas padi tercatat sebanyak tercatat 3,2 ton/ha dibandingkan 2,98 ton/ha di demplot Ciranjang dan 4 ton/ha berbanding 3,1 ton/ha di demplot Sukaresmi. Aplikasi ARKOBA mampu memberikan surplus sekitar 7,4–29% daripada aplikasi pupuk kimia dan menjadi teknologi yang direkomendasikan untuk peningkatan produktivitas padi.
PENGARUH ZAT EKSTRAKTIF KAYU GAMAL (Gliricidia sepium Jacq.) TERHADAP NILAI KALOR Rahmi Mauladdini; Wasrin Syafii; Deded Sarip Nawawi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.125–134

Abstract

Pengembangan jenis kayu gamal (Gliricidia sepium Jacq.) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu energi di pedesaan. Penelitian mengenai zat ekstraktif pada tanaman gamal sudah banyak dilakukan, namun informasi mengenai pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor masih sangat sedikit. Pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor dapat diketahui dengan cara menganalisis senyawa ekstraktif yang terdapat pada kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa ekstraktif yang berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor kayu. Serbuk kulit dan kayu gamal diekstraksi dengan cara maserasi bertingkat menggunakan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Serbuk yang telah bebas ekstraktif kemudian diukur nilai kalornya. Untuk memastikan pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor, ekstrak kulit dan kayu gamal tersebut ditambahkan ke serbuk batang sawit, lalu diukur kenaikan nilai kalornya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zat ekstraktif pada kulit dan kayu gamal berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor, dan, penghilangan zat ekstraktif dengan menggunakan pelarut yang berbeda menyebabkan penurunan nilai kalor yang berbeda. Penurunan nilai kalor paling tinggi (4,03%) dihasilkan dari zat ekstraktif kulit gamal yang terlarut pelarut non-polar (n-heksana). Penambahan ekstraktif kayu gamal ke serbuk batang sawit juga menyebabkan peningkatan nilai kalor. Analisis fitokimia dan LC-MS/MS terhadap ekstraktif terlarut n-heksana dari kulit kayu gamal mendeteksi adanya kelompok senyawa terpena, amida, alkaloid, flavonoid, coumarin, dan benzopyrans. Berdasarkan hasil penelitian ini, senyawa terlarut n-heksana diduga paling berpengaruh terhadap nilai kalor.
PENGARUH DIAMETER BATANG DAN STIMULAN ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH KARET (Hevea brisilliensis Muell. Arg) DI PT INDOCO SENDANG TULUNGAGUNG Suci Nur Fauziah; Galit Gatut Prakosa; Sukadaryati Sukadaryati; Febri Arif Cahyo Wibowo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.74–80

Abstract

Karet alam (Havea brisiliensis Muell. Agr) merupakan komoditas yang banyak diperdagangkan karena digunakan dalam beragam industri. Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua Asia Tenggara setelah Thailand dengan sebagian besar lahan dimiliki rakyat dimana petani belum menggunakan teknologi terbaharukan dalam upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan produksi getah optimum dengan menggunakan stimulan cuka kayu dan stimulan organik ethrel pada berbagai kelas diameter pohon. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada Juli-Agustus 2021 di PT Indoco Sendang Tulungagung petak Y Desa Picisan Dusun Boso. Variabel yang diamati yakni bobot getah karet pada masing-masing perlakuan. Terdapat dua faktor perlakuan yakni faktor A stimulan terdiri dari 4 level: tanpa perlakuan(A1), dan stimulan ethrel (A2), stimulan cuka kayu 100% (A3) dan stimulan cuka kayu 50% (A4). Faktor B diameter batang terdiri dari 3 level: 10-15 (B1), 16-20 (B2), 21-25 (B3).  Metode yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf α 5% terdapat 3 ulangan dengan 36 sampel. Konsentrasi yang memiliki pengaruh terhadap berat getah yakni stimulan cuka kayu 100%.
POTENSI SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 AKIBAT PENEBANGAN DI HUTAN ALAM PAPUA Yuniawati Yuniawati; Dulsalam Dulsalam; Sarah Andini
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.61–73

Abstract

Hutan sebagai tempat penyerapan karbon akan menjadi sumber emisi jika tidak ada lagi tumbuhan yang berfotosintesis sebagai penyimpan karbon dioksida (CO2). Keberadaan gas CO2 yang berlebihan dan tersebar di permukaan bumi dapat memengaruhi perubahan iklim global. Pemanenan kayu yang tidak terkendali di hutan alam berdampak negatif terhadap potensi penyerapan karbon dan emisi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi simpanan dan emisi karbon akibat penebangan kayu di hutan alam Papua. Metode penelitian dilaksanakan secara destruktif dan non-destruktif dengan menggunakan data potensi tegakan sebelum penebangan dan potensi pohon yang akan ditebang dengan membuat sembilan petak contoh pengamatan (PCP) di tiga petak penebangan yang terpilih di dalam kawasan konsesi hutan alam, yaitu petak nomor CC47, K47, dan L47.  Masing-masing PCP berupa petak persegi panjang dengan ukuran 2 ha (200 x 100 m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tegakan hutan alam di lokasi penelitian membentuk huruf J terbalik. Tegakan dengan kelas diameter 60 cm ke atas memiliki volume tegakan yang lebih rendah dibandingkan kelas diameter lainnya. Cadangan karbon pada tegakan sebelum penebangan adalah 21,07 ton C/ha. Potensi simpanan karbon berkurang ketika sebanyak 144 pohon ditebang, pengurangannya sebesar 18,49 ton C/ha, atau setara dengan emisi karbon sebesar 67,86 ton CO2-ekuivalen. Setelah penebangan, potensi simpanan karbon berkurang sebesar 2,57 ton C/ha sehingga potensi emisi di areal setelah penebangan setara dengan 9,43 ton CO2-ekuivalen.
SINTESIS, KARAKTERISASI DAN APLIKASI BIO-IMPREGNAN DARI KULIT BATANG SAWIT Jamaludin Malik; Adi Santoso; Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.81–92

Abstract

Formulasi bahan fenolik yang diekstrak dari biomassa tidak hanya menghasilkan perekat tapi juga dapat dijadikan sebagai bio-impregnan. Bio-impregnan adalah bahan untuk perlakuan impregnasi yang berasal dari makhluk hidup, pada umumnya dari ekstraksi bagian tumbuhan seperti kulit, batang, dan lain-lain. Pada penelitian ini, sintesis dilakukan dengan kopolimerisasi resorsinol (R) dan formaldehida (F) terhadap ekstrak kulit batang sawit (S) sehingga menghasilkan fluida resin SRF. Karakterisasi secara lengkap dilakukan dengan menggunakan FTIR, Py-GCMS, XRD dan DTA. Selain itu emisi formaldehida juga dilakukan untuk memastikan keamanannya terhadap kesehatan dan lingkungan. Aplikasi bio-impregnan dilakukan terhadap sampel kayu sawit bagian keras (pinggir) dan bagian lunak (tengah) dari batang sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang sawit mengandung komponen polifenol yang memiliki afinitas kuat terhadap resorsinol dan formaldehida dengan katalis basa (NaOH 40%), sehingga dapat membentuk kopolimer yang dapat digunakan sebagai impregnan. Aplikasi bio-impregnan tersebut dapat meningkatkan kualitas batang sawit pada semua bagian batang dari kelas V menjadi kelas kuat III dengan peningkatan kerapatan (>100%), kekerasan (4 kali), pengembangan tebal baik dalam air dingin maupun air mendidih memenuhi persyaratan (<25%), serta emisi formaldehida yang memenuhi standar SNI 03-2105-2006.
KARAKTERISASI DAN ADSORPSI KARBON AKTIF BAMBU ANDONG TERSULFONASI DENGAN PERBEDAAN UKURAN PARTIKEL Lisna Efiyanti; Angelica Paramasari; Poedji Hastuti; Dadang Setiawan; Novitri Hastuti; Nela Rahmatisari; Ani Iryani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.115–124

Abstract

Karbon memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai adsorben, katalis, penghantar obat, energi dan dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk biomassa berlignoselulosa. Salah satu biomassa potensial sebagai bahan baku karbon yaitu bambu. Tujuan penelitian ini yaitu pembuatan karbon dan karbon tersulfonasi dari bahan baku bambu andong untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap karakter dan kekuatan adsorpsinya. Ukuran partikel umumnya berbanding terbalik dengan luas permukaan dan daya jerapnya, sehingga ukuran partikel penting untuk diteliti. Metode yang dilakukan yaitu pirolisis bambu andong menjadi bioproduk karbon dan karbon tersulfonasi menggunakan H2SO4 10N dengan variasi ukuran partikel 60 dan 100 mesh. Selanjutnya, dilakukan analisa proksimat karbon dan karbon tersulfonasi berdasarkan SNI No 06-3730-1995 yang meliputi kadar air, abu, zat mudah menguap, dan karbon terikat. Analisa adsorpsi karbon dan karbon tersulfonasi juga dilakukan terhadap senyawa iod, metilen biru, amonia, kloroform, dan benzena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter proksimat karbon tersulfonasi yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI. Daya jerap karbon tersulfonasi yang terhitung pada adsorpsi iod, metilen biru, amonia, kloroform dan benzena masing-masing sebesar 421,71-432,50 mg/g; 20,35−21,90 mg/g; 9,55-9,98 mmol/g; 10,16-15,03%, dan 4,63-5,83%. Dari data tersebut, karbon tersulfonasi dapat digunakan sebagai adsorben maupun katalis hijau terbarukan.
PENGARUH PRAPERLAKUAN BAHAN BAKU TERHADAP KUALITAS PAPAN LAMINA ROTAN Adi Santoso; Gustan Pari; Krisdianto Krisdianto; Karnita Yuniarti; Jasni Jasni; Heru Wibisono
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.105–114

Abstract

Rotan berpotensi dikembangkan menjadi produk komposit dengan teknologi perekatan menjadi rotan lamina. Namun sebagai bahan baku, rotan memiliki kelemahan, yakni mengandung komponen kimia yang bersifat menghambat ikatan perekat dengan molekul-molekul kimia rotan. Upaya mengatasi hal tersebut, dilakukan teknik penyempurnaan pembuatan rotan komposit guna memperoleh data efek perlakuan pendahuluan pada rotan sebagai bahan baku. Rotan sebagai bahan baku terlebih dahulu dikeringkan dengan gelombang mikro, penguapan hidrothermal dan cara konvensional  guna menurunkan kadar komponen kimia penghambat perekatan yang terkandung dalam rotan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang teknologi pembuatan rotan lamina dari jenis Batang (Calamus zolingerii) berdiameter besar (>20 mm) dengan perekat tanin mangium.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pendahuluan pada rotan sebagai bahan baku berupa pengeringan dengan cara oven, steam, penggorengan, hidrothermal, dan gelombang mikro,  masing-masing menghasilkan efek yang berbeda terhadap komponen kimia yang terkandung dan derajat kristalinitasnya. Papan lamina rotan terbaik diperoleh dari rotan yang diberi perlakuan pendahuluan menggunakan gelombang mikro  oven 1 kW (input) dengan kekuatan energi maksimum 50%.
PENGARUH BERAT LABUR DAN JENIS KAYU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.93–104

Abstract

Kebutuhan kayu dunia semakin meningkat sementara jumlah produksi kayu solid semakin menurun dengan semakin habisnya hutan karena penebangan liar dan alih fungsi hutan sebagai lahan perkebunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan efesiensi bahan baku kayu agar penggunaan kayu solid dapat dikurangi.  Salah satu cara efisiensi bahan baku kayu dengan memanfaatkan limbah industri kayu yang dioptimalkan dengan menggabungkan salah satu atau lebih jenis kayu yang direkatkan menjadi satu kesatuan yang biasa disebut papan laminasi (laminated board). Pada penelitian ini akan melihat pengaruh perbedaan jenis kayu dan berat labur perekat terhadap papan laminasi yang dihasilkan. Dalam pembuatan papan laminasi dibuat dengan faktor jenis kayu yaitu jati putih (Gmelina arborea. Roxb), bajur (Pterospermum javanicum), sengon (Paraserianthes falcataria), dan campuran, serta faktor berat labur yaitu 150 g dan 200 g. Kemudian dilakukan pengujian sifat fisika dan mekanika. Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor jenis kayu berpengaruh nyata terhadap semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian penyusutan tebal dan MoE. Kemudian faktor berat labur tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian kadar air. Interaksi faktor berat labur dan faktor jenis kayu tidak berpengaruh nyata pada semua sifat fisika dan mekanika papan laminasi limbah kayu campuran. Berdasarkan hasil pengujian papan lamianasi masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan.

Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue