cover
Contact Name
Putu Sucita Yanthy
Contact Email
editorjkh@unud.ac.id
Phone
+6285102887878
Journal Mail Official
jkh@unud.ac.id
Editorial Address
editorjkh@unud.ac.id
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas
Published by Universitas Udayana
ISSN : 9772581D     EISSN : 25810669     DOI : -
The journal is committed to a broad range of topics including tourism and travel management, leisure and recreation studies and the emerging field of event management. It contains both theoretical and applied research papers, and encourages the submission of the results of collaborative research undertaken between academia and industry.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018" : 12 Documents clear
Pemancangan merek (brand) ‘tanoker’ di desa wisata sumber lesung-ledok ombo-jember sebagai pembeda daya tarik wisata perdesaan Juhanda .
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.169 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p04

Abstract

Abstract At present time, Tanoker has been becoming a part of typical identity locally as well as national, locating at Sumber Lesung village, Ledok Ombo Sub-District, Jember Regency, East Java, Indonesia. Tanoker means cocone. Intentionally, giving brand of Tanoker is to convey an image that cocone will be a beautiful butterfly attracting people to enjoy. The tourist site attraction of Tanoker at Ledokombo is to survive and modernize the traditonal and local playing of old times. Firstly, the purpose of the research is to dig up an urgency of village branding comprehensively, that is the strengths, weaknesses, opportunities, and its threats); secondly is to formulate branding for the sake of village tourism development; thirdly is to recommend the urgency of village branding to the tourist stakeholders, particularly for the local government to establish in village tourism policy. The researcher carries out SWOT analysis in order to get sufficient data by means of field observation, interview and questionaire to the whole respondents. This research is more qualitative analysis. The use of the research will be useful for some parties, particularly for village governments, because of every village needs branding based on each spesific characteristics they have. Tge result of this research will be sent to the accredited national journal of tourism. Keywords: branding, village tourism, SWOT analysis, Tanoker brand.
Peran kepuasan dan niat berperilaku wisatawan pasca kunjungan pada destinasi pariwisata bali Ni Made Ariani; Ni Nyoman Sri Aryanti
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.631 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prilaku konsumen (wisatawan) yang berkunjung pada suatu destinasi pariwisata, dengan menggunakan destinasi pariwisata Bali sebagai studi Kasus. Penelitian ini juga didasarkan masih minimnya penelitian tentang suatu destinasi pariwisata yang menggabungkan dua metode sekaligus. Serta pentingnya membangun suatu model penelitian bidang pariwisata (Jennings, 2001: 34). Metode penelitian kuantitatif dengan statistik deskriptif melaui penyebaran kuisioner kepada wisatawan. Kegiatan ini akan menghasilkan data fenomena terbaru tentang perilaku pasca kunjungan wisatawan yaitu variabel kepuasan dan ketidakpuasan serta niat berperilaku atau loyalitas wisatawan. Sedangkan metode kualitatif akan dimulai dengan studi pustaka tentang fenomena perilaku pasca kunjungan wisatawan yang diperoleh dari berbagai jurnal internasional dan nasional serta buku referensi. Kegiatan ini akan menghasilkan analisis konfirmatori yang menguji teori/konsep yang terkait dengan kepuasan dan ketidakpuasan serta niat berperilaku atau loyalitas. Adapun teori utama yang digunakan pada penelitian ini adalah teori ekspektasi diskonfirmasi dari Oliver (1980). Berdasarkan hasil analisis dengan pengujian secara stastistik dapat diperoleh hasil bahwa secara analisis faktor konfirmatori kepuasan wisatawan pasca kunjungan di destinasi pariwisata Bali berpengaruh sebesar 62,879% yang dominan dipengaruhi oleh faktor hospitality dan accesbiliy, yang disusul dengan faktor daya tarik wisata alam, amenities dan daya tarik wisata budaya. Dilihat dari niat berprilaku wisatawan pasca kunjungan ke Bali diperoleh hasil bahwa niat berprilaku wisatawan dan kepuasan mempengaruhi pasca kunjungan secara simultan sebesar 39,7%, dimana kepuasan wisatawan berpengaruh dominan terhadap pasca kunjungan daripada niat berprilaku wisatawan. Pengaruh dominan tersebut sebesar 0,472. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat kepuasan wisatawan akan diikuti pula dengan niat berprilaku dari wisatawan. Kata kunci : Kepuasan, Niat berperilaku, Wisatawan, Pasca Kunjungan, Pariwisata Bali
Pengembangan model pembelajaran english for specific purposes untuk spa therapists di kawasan wisata kuta Kadek Feni Aryati; Komang Shanty Muni Parwati; I Made Krisna Adi Chandra
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.986 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p05

Abstract

Abstract The lack of english mastery by Spa Therapists at Kuta become one of the problems in giving maximal service for tourist. This study aims to (1) identify the communication problems faced by Spa therapists in Kuta, (2) analyze the training and learning models of English language based on the needs of Spa therapists in Kuta, and (3) develop ICT-based English learning models for Spa therapist in Kuta. Ten experienced Spa therapists were involved as the resource persons in this study. Other data sources in this study were documents in form of English books for Spa therapists. The data that has been collected was analyzed quantitatively and qualitatively. Based on the results of the analysis, it was found that (1) Spa therapists encountered some obstacles in communicating with tourists due to lack of mastery of English, (2) Spa therapists needed ICT-based English teaching materials to facilitate them in accessing materials, and (3) the teaching materials which developed 12 topics related to communication between Spa therapists and tourists can be accessed through https://-edu.com/spa/. Teaching materials that have been developed in this study can be used as teaching materials independently by Spa therapists and training instructors as teaching materials. Keywords: ESP, Learning model, Spa Therapists, ICT
Dampak pariwisata pasca erupsi gunung agung bagi usaha akomodasi masyarakat lokal di desa kedewatan ubud, bali Anak Agung Putri Sri; Ni Putu Ratna Sari
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.407 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p10

Abstract

Penelitian ini berlokasi di desa Kedewatan Ubud Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi perkembangan usaha akomodasi 2) mengkaji dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan pasca erupsi Gunung Agung bagi usaha akomodasi masyarakat lokal di desa Kedewatan Ubud. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi , wawancara,kuesioner, studi kepustakaan. Sampel yang digunakan adalah pemilik usaha akomodasi yaitu masyarakat lokal dan data dianalisis dengan deskriptip kualitatif. Perkembangan usaha akomodasi masyarakat sampai saat ini sejumlah 65 buah usaha akomodasi yang terdiri dari 15 buah, villa 20 buah, pondok wisata 10 buah dan hotel 20 buah. Namun kepemilikan akomodasi adalah 46 % atau sebanyak 30 buah usaha akomodasi penduduk lokal desa Kedewatan, 54% atau 35 buah akomodasi milik bukan orang lokal. Dampak Ekonomi pasca erupsi Gunung Agung yang dirasakan pemilik usaha akomodasi masyarakat lokal adalah kategori cukup dengan skor 3,2. Hal ini mengindikasikan bahwa dari indikator pendapatan akomodasi, kesempatan kerja, harga lahan, tingkat hunian kamar, dampak terhadap usaha penunjang akomodasi dan perubahan status kepemilikan usaha akomodasi cukup berdampak dalam bidang ekonomi akibat erupsi. Dampak sosial budaya berada pada kategori cukup dengan rata-rata 2,4. Pada dampak sosial budaya yang terdiri dari indikator keamanan, pola kehidupan sosial budaya, keagamaan, cara pandang terhadap usaha akomodasi, pementasan kesenian, perubahan sistem kerja terjadi pula dampak yang cukup berpengaruh pasca erupsi Gunung Agung. Masyarakat pemiliki usaha akomodasi tetap bertahan dengan usaha akomodasi mereka karena menyadari bahwa desa Kedewatan memang kawasan pariwisata dengan harapan akan segera pulih pasca erupsi. Sedangkan dampak lingkungan juga cukup berdampak pasca erupsi dengan skor 2,9. Hal ini mengindikasikan bahwa dari indikator perubahan lingkungan alam, pengurangan pembangunan usaha akomodasi, pemeliharaan fasilitas, sampah/limbah, polusi dan pencemaran mengalami dampak yang cukup pasca erupsi. Beberapa hal yang bisa dilakukan seperti renovasi, perbaikan sedikit terhadap fasilitas yang rusak. Secara keseluruhan dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan pasca erupsi Gunung Agung terhadap usaha akomodasi masyarakat lokal adalah cukup berdampak dengan skor rata-rata 2,8. Kata Kunci. Dampak ekonomi, sosial budaya, lingkungan, akomodasi, Desa Kedewatan
Partisipasi masyarakat daerah tujuan wisata dan implikasinya dalam pengembangan pariwisata Sarbaitinil .
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.474 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p01

Abstract

Kawasan Wisata Batu Malin Kundang, Taman Siti Nurbaya, dan Pantai Padang merupakan objek wisata kebanggaan Kota Padang. Bila diperhatikan angka kunjungan wisata ke daerah ini dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan meningkatnya angka kunjungan wisata ini membawa konsekwensi terhadap upaya pemerintah dalam pengelolaan objek wisata. Namun pada kenyataanya, kawasan ini belum terkelola secara optimal, karena masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi daerahnya dengan timbulnya akses negatif atas keberadaan pariwisata di mata sebagian masyarakat. Kemudian tidak adanya rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap pariwisata khususnya dalam budaya pelayanan. Dalam hal ini perlu di tingkatkan partisipasi atau peran masyarakat yang dapat diartikan sebagai keterlibatan atau peran serta seseorang dalam suatu aktivitas tertentu atau obyek tertentu yang dapat dilihat dari aspek keterlibatannya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemeliharaan objek wisata. Keywords: Partisipasi masyarakat, Pengembangan Pariwisata
Keinginan untuk maju: strategi desa ranuklindungan dalam mewujudkan desa wisata Lisa Meyliani; Mohammad Rizky A. Nugraha
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.155 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p06

Abstract

Abstrak Konsep Community Based Tourism (CBT) merupakan contoh dari upaya desa membangun, masyarakat sebagai pelaku pembangunan diharapkan mampu bekerja dan aktif dalam kegiatan perekonomiannya tanpa harus menunggu uluran tangan dari pemerintah. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, kemudian dianalisis menggunakan teori yang relevan. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menjadi acuan untuk pemerintah daerah dan referensi peneliti lain dalam mengembangkan potensi alam dan sumber daya manusia guna pengembangan konsep desa wisata. Desa Ranuklindungan yang memiliki potensi alam yaitu danau Ranu Grati dan secara ekologi merupakan daerah dataran sedang, serta memiliki sumber daya manusia yang memadai. Dengan potensi alam dan luas wilayah tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai destinasi wisata berbasis alam ataupun lingkungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi sosial (sosial construction) menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya ( Peter L. Berger & Thomas Lukhmann) dan juga perilaku sosial masyarakat wisata (Gavin Jack & Allison Phillips). Bagaimana dalam proses pembangunan mulai dari Studi banding dan pemetaan wilayah, proses pembangunan desa wisata memiliki tantangan untuk mengkonstruksi masyarakat agar dapat diajak untuk berpartisipasi. Saat ini desa wisata Ranuklindungan sudah berjalan, perilaku masyarakat desa untuk menjaga keberlanjutan desa ini juga bagian dari focus penelitian. Bagaimanapun di Ranuklindungan ada beberapa perilaku masyarakat yang mencerminkan dari konsep desa wisata, namun juga ada beberapa perilaku yang bertentangan dengan konsep desa wisata. Kata kunci: Desa Wisata, Strategi Pembangunan, Perilaku, Tantangan
Peranan public relation dalam meningkatkan tingkat hunian kamar di hotel kawasan itdc nusa dua bali pasca erupsi gunung Agung Sri Sulistyawati; Putu Ratih Pertiwi
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.121 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p11

Abstract

Kawasan ITDC Nusa Dua, terdapat banyak hotel berbintang 5 yang disediakan untuk wisatawan dengan rata-rata tingkat occupancy 75 – 80 persen dalam setahun. Erupsi Gunung agung berdampak pada menurunnya tingkat hunian kamar Hotel di Kawasan ITDC Nusa Dua. Tujuan Penelitian ini adalah, 1) untuk mengetahui peranan Public Relation Hotel di kawasan ITDC, 2) Untuk mengetahui strategi Public Relation dalam meningkatkan Tingkat Hunian Kamar Hotel di kawasan ITDC Nusa Dua Pasca erupsi gunung agung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif, jumlah sampel yang digunakan didalam penelitian ini adalah 3 hotel yang berada dikawasan ITDC Nusa Dua. Public Relation di Hotel Kawsan ITDC Nusa Dua sudah berperan dengan baik, pasca erupsi sudah berperan sangat baik, adapun peran public relation sebagai (1) penasehat ahli (2) Sebagai Fasilitator proses pemecah masalah (3) Sebagai Fasilitator komunikasi (4) Peranan Sebagai Teknis komunikasi. Adapun Strategi Public relation yang dilakukan untuk meningkatkan tingkat hunian kamar yaitu: (1) Strategi Internal Public Relation yang meliputi; a). Employee Relation, Public Relation bekerjasama dengan karyawan untuk membantu menginformasikan special offer yang ditawarkan hotel kepada tamu. b). Stockholder Relation, menyelenggarakan pertemuan antara pimpinan organisasi dengan para pemegang saham untuk menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan tingkat hunian kamar. c). Manager Relation, membuat paket special offer untuk menarik wisatawan untuk menginap ataupun memperpanjang masa tinggalnya. (2) Strategi Eksternal Public Relation meliputi: a). Community Relation, melakukan program CSR dan menawarkan jika ada wisatawan yang ingin bergabung dengan program CSR yang dilakukan oleh hotel. b). Customer Relation melakukan promosi iklan bisa dilakukan di media online maupun media cetak, pameran, publisitas, brosur, dan special event. c). Media/Pers Relation, melakukan konfrensi pers dan jumpa pers. d. Goverment Relation ikut mempromosikan Bali pasca erupsi gunung agung, ketika melakukan kunjungan keberbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Kata Kunci. Peranan, Strategi, Public Relation, Hotel
Pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja dalam rangka peningkatan kinerja karyawan hotel di jember Hadi Jatmiko; Syah Riza Octavy Sandy
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1593.819 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p02

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan hotel di Jember, serta menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan hotel di Jember. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan hotel di Jember sebanyak 150 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analyisis). Hasil penelitian menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (H1 diterima). Motivasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (H2 diterima). Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (H3 diterima). Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (H4 diterima). Kepuasan Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (H5 diterima). Kata Kunci: kompensasi, motivasi, kepuasan kerja dan kinerja
Pengembangan homestay berbasis masyarakat di desa wisata nyuh kuning, ubud bali Ni Putu Ratna Sari; Anak Agung Putri Sri
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.812 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p07

Abstract

Penelitian ini berlokasi di desa wisata Nyuh Kuning. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mengidentifikasi perkembangan homestay 2) mengkaji model pengembangan usaha homestay berbasis masyarakat di desa wisata Nyuh Kuning Ubud Bali. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan. Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha akomodasi yang dikelola oleh penduduk lokal sebesar (40%), Investor asing sebesar (10%) dan investor dalam negeri sebesar (50%). Sedangkan homestay yang berjumlah 40 buah memang dikelola masyarakat lokal karena bisa mengunakan sebagian rumahnya untuk dijadikan tempat menginap. Sistem pengelolaan homestay dikelola masyarakat lokal. Media promosinya adalah melalui media social seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp, ataupun secara Walking guest dan menyebar brosur atau pamflet. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsep pariwisata berbasis masyarakat pada pengelolaan homestay di desa wisata Nyuh Kuning sudah diterapkan dengan baik dengan skor 3,42 yang berarti sangat setuju. Model pengembangan homestay berbasis masyarakat di desa wisata Nyuh Kuning dapat dilakukan dengan program SO: mengembangkan paket wisata yoga, wanita hamil, wisata buday aberbasis kearifan lokal, pengembangan usaha mikro, membuat awig-awig, membagi peran anggota keluarga dalam pengembangan homestay. Program WO: mengembangkan pola kemitraan, pengalokasian anggaran desa, membuat papan nama homestay, lahan parkir. Program ST: Bekerjasama dengan pelatih yoga, membuat arsitektur Bali lebih dominan, kerjasama dengan trave agent untuk promosi, membuat aturan bagi investor luar. Program WT: pembangunan homestay menggunakan bahan –bahan alam dan budaya Bali, Mensosialisaikan aturan usah transportasi, membuat aturan bagi investor luar terkait konservasi alam. Kata Kunci. Pariwisata berbasis masyarakat, pengelolaan homestay, desa wisata Nyuh Kuning.
Upaya guest relation officer dalam menangani keluhan tamu peserta mice di hotel kawasan itdc nusa dua bali Fanny Maharani Suarka; Putu Ratih Pertiwi; Ida Bagus Dwi Setiawan
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 2 (2018): Vol.2,No.2,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.044 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i02.p12

Abstract

Perkembangan program MICE di Bali sebagai bagian dari Perkembangan Pariwisata Bali dapat dikatakan mengalami peninfkatan dari waktu ke waktu. ITDC Nusa Dua Bali yang dulunya dikenal dengan Bali Tourism Development Coorporation memiliki fasilitas terbaik di Bali untuk kegiatan MICE ini. Dan Delegasi atau Tamu peserta MICE adalah tamu yang meiliki spesialisasi tujuan khusus sehingga memerlukan pelayanan yang khusus juga terutama dalam menghadapi kendala ataupun adanya keluhan. Keluhan Tamu MICE ditangani oleh seorang Guet Relation Officer di hotel mereka menginap. Upaya GRO dalam menangani Keluhan Tamu MICE inilah yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini, dimana data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan Pihak ITDC, danpara GRO dari hotel-hotel yang menjadi tempat menginap para peseerta MICE. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek MICE dari sisi pelayanan yang diberikan hotel tempat peserta menginap. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan pihak ITDC dan para GRo serta HRD hotel. Analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam menganalisis dan data wawancara. Dari hasil tabulasi wawancara ; umumnya keluhan terkait waktu dan komunikasi. Ada Sepuluh tahapan Upaya Penanganan Komplain, dan kendala dalam upaya umumnya karena SOP khusus belum dimiliki pihak hotel untuk tamu MICE. Tanggapan pihak penyelenggara pada penanganan keluhan tamu MICE ada dalam kategori baik selama perkembangan program MICE di kawasan ITDC. Optimalisasi dalam Penanganan Tamu MICE terkait SOP penanganan tamu MICE, perjanjian lebih mengkhusu dengan penyelenggara, dan peningkatan teknologi komunikasi. Kata kunci : Upaya, Guet Relation Officer , Keluhan Tamu, Tamu Mice, Hotel

Page 1 of 2 | Total Record : 12