cover
Contact Name
Puji Anto
Contact Email
pujianto210579@yahoo.co.id
Phone
+6281383972448
Journal Mail Official
jurnal.visualheritage@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58c Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 26230305     DOI : https://doi.org/10.30998/vh.v2i01
Core Subject : Humanities,
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya fokus untuk menerbitkan artikel hasil karya mahasiswa baik dalam bentuk penciptaan maupun pengkajian untuk semua aspek meliputi laporan penelitian terbaru, ide-ide konseptual, dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dalam bidang Desain, Ilustrasi, Fotografi, Seni, Budaya Visual serta bidang keilmuan seni dan humaniora lainnya. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kajian tipografi, branding, fotografi, media, desain komunikasi visual, periklanan, animasi, ilustrasi, budaya visual, nirmana, film, videografi, dll.
Articles 308 Documents
Relasi Gramatikal Subjek Dalam Bahasa Minangkabau Harahap, Billy Affandie Rizal; Mulyadi, Mulyadi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.14152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi gramatikal kesubjekan dalam Bahasa Serawai melalui pendekatan tipologi linguistik dengan analisis morfosintaksis. Fokus kajian ini adalah pada identifikasi struktur subjek serta pengujian fungsi sintaktisnya dalam klausa. Relasi gramatikal merupakan aspek fundamental dalam struktur bahasa karena menentukan keterhubungan antarunsur dalam kalimat, khususnya antara subjek dan predikat. Kajian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan pencatatan kalimat dari penutur jati Bahasa Serawai, lalu dianalisis menggunakan metode distribusional dan teknik ubah wujud. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Serawai menandai subjek secara konsisten melalui posisi praverbal dan dapat diuji melalui proses pengeatasan, penjangka kambang, kontrol, perelatifan, serta pembentukan kalimat interogatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Bahasa Serawai memiliki pola penandaan subjek yang cenderung stabil dan memungkinkan pengelompokan ke dalam tipologi nominatif-akusatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi dan pemahaman terhadap struktur gramatikal bahasa daerah serta memberikan kontribusi terhadap studi tipologi linguistik di Indonesia.
Wedha’s Pop Art Potrait (Wpap) Sebagai Seni Rupa Modern Cahyani, Aisyah Nur; Ramadhan, Muhammad Rizki; Umami, Sahrul
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.16009

Abstract

WPAP merupakan gaya ilustrasi potret wajah manusia yang didominasi bidang-bidang datar dengan warna yang bersebrangan. WPAP termasuk seni rupa modern karena dari namanya sendiri (Wedha’s Pop Art Potrait) termasuk aliran seni Pop Art yang diberi sentuhan inovasi sehingga menjadi sebuah aliran seni yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan seputar WPAP sebagai seni rupa modern yang seiring perkembangan zaman semakin berkembang dan populer, khususnya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hasil akhir penelitian ini bahwa WPAP merupakan seni rupa yang dapat dinikmati siapa saja, tidak harus orang yang mampu menggambar. Hal ini dikarenakan WPAP merupakan hasil tracing foto seseorang kemudian melakukan pewarnaan, serta pembuatan WPAP sudah bisa melalui teknologi berbasis komputer. Komunitas penggemar dan pengikut gaya ilustrasi WPAP semakin banyak, dikarenakan aliran WPAP ini mampu beradaptasi dengan teknologi yang ada saat ini, serta peranan grafik komputer yang lebih memudahkan seseorang untuk belajar dan mebuat karya seni pop ini.
Konsep Hiperrealitas Dalam Film ‘The Truman Show’: Sebuah Potret Penjara Masa Kini Parung, Christabel Annora Paramita
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.10365

Abstract

Film The Truman Show merupakan sebuah narasi mengenai Truman Burbank yang hidup dalam sebuah dunia simulasi tanpa ia sadari. Penelitian ini berfokus pada bagaimana konsep hiperrealitas Jean Baudrillard dan tiga level kode televisi menurut John Fiske, dapat menjelaskan penggambaran dan interpretasi realitas dalam film ini. Analisis kode realitas mengungkapkan bagaimana dunia Truman direkayasa oleh Sang Sutradara sehingga menjadi satu-satunya realitas yang dia kenali. Melalui kode representasi, film ini menggambarkan bagaimana media mempengaruhi pandangan individu tentang mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Pada level kode ideologi, film menantang asumsi-asumsi masyarakat tentang kekuasaan media dan hak pribadi seseorang. Di sisi lain, pendekatan hiperrealitas Baudrillard menunjukkan bahwa garis antara realitas dan simulasi dalam film menjadi kabur, menciptakan sebuah keadaan di mana simulasi dianggap lebih "nyata" daripada realitas itu sendiri. Adapun seluruh hasil analisis ini menggambarkan bagaimana "The Truman Show" dapat dikiaskan sebagai potret penjara masa kini, di mana realitas yang dianggap nyata mungkin hanya merupakan sebuah simulasi yang realistis.
Makna Gratittude Pada Tradisi Sadranan Dalam Psychologi Well Being: Studi Kualitatif maghfiroh, khofifah anif; Prasisti, Wiwien Dinar
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.13655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna gratitude (rasa syukur) dalam tradisi Sadranan serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologi (psychological well-being) masyarakat. Tradisi Sadranan, yang merupakan ritual tahunan masyarakat Jawa berupa ziarah makam leluhur dan doa bersama, dipandang sebagai sarana ekspresi syukur yang menghubungkan aspek spiritual, sosial, dan emosional. Dengan pendekatan kualitatif dan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap individu yang rutin mengikuti tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur dalam Sadranan dimaknai sebagai penghormatan terhadap leluhur, refleksi atas keberkahan hidup, dan pembentukan solidaritas komunitas. Gratitude yang diekspresikan melalui tradisi ini berdampak positif pada kesejahteraan psikologi, termasuk peningkatan kebahagiaan, keseimbangan emosi, dan kualitas hubungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lokal seperti Sadranan memiliki peran signifikan dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan kolektif. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari strategi pengembangan kesejahteraan psikologi berbasis nilai budaya.
Platform Visualisasi 3d Imersif Untuk Pelestarian Berkelanjutan Warisan Budaya Di Kalimantan Timur Syaputra, Eko Agung; Paninggalih, Ramadhan; Putri, Hesti Rosita Dwi; Rossalina, Novianti
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.16016

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah mengubah cara pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan museum menghadirkan pengalaman interaktif dan personal di luar batas ruang dan waktu. Penelitian ini memperkenalkan serta mengevaluasi Lamiang Nusantara, sebuah platform visualisasi 3D imersif yang dirancang untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Kalimantan Timur melalui representasi digital yang dinamis. Dengan menggunakan metode design sprint yang mengintegrasikan prototyping iteratif dan keterlibatan pemangku kepentingan, penelitian ini berfokus pada peningkatan akurasi render, responsivitas sistem, dan interaktivitas pengguna. Uji kinerja komparatif menunjukkan bahwa Luma AI memberikan fidelitas visual tertinggi dengan nilai RMS serendah 0,00063, jauh lebih unggul dibandingkan Polycam (0,01275) dan LiDAR (0,05245). Meskipun LiDAR kurang sesuai untuk digitalisasi artefak detail karena tingkat error yang tinggi (CMDM 0,378595), metode ini tetap efektif untuk pemetaan ruang berskala besar. Sementara itu, Polycam menawarkan keseimbangan optimal antara kualitas dan aksesibilitas sehingga praktis untuk digitalisasi massal. Evaluasi pengguna menghasilkan skor rata-rata 2,317 pada kategori “sangat setuju”, yang menegaskan bahwa visualisasi 3D imersif mampu meningkatkan pemahaman artefak budaya sekaligus kesadaran terhadap pelestarian warisan budaya. Hasil ini menegaskan signifikansi ilmiah dan praktis teknologi imersif dalam memperluas akses publik serta mendorong pelestarian budaya berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Framing Ageisme pada Film An Old Lady 2019 - Robert N.Entman Sudiro, Ruth Anggreani; Bezaleel, Michael; Pratiwi, Peni
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.13946

Abstract

Ageisme merujuk pada diskriminasi atau prasangka yang dialami individu berdasarkan usia mereka, terutama terhadap lansia. Studi ini menganalisis bagaimana film An Old Lady (2019) menggambarkan diskriminasi terhadap perempuan lanjut usia dengan menggunakan analisis framing dari Robert N. Entman. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi stereotip, prasangka, dan diskriminasi yang dialami oleh lansia, terutama dalam kasus kekerasan seksual. Metode deskriptif kualitatif dengan analisis framing digunakan untuk memahami bagaimana film ini membingkai masalah diskriminasi terhadap lansia. Tokoh utama film, Hyo-jeong, mengalami pengabaian dari masyarakat, sistem hukum, dan institusi kesehatan, yang mencerminkan kenyataan sosial di mana korban lanjut usia sering diabaikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa usia memengaruhi perlakuan terhadap korban kekerasan seksual, dengan lansia menghadapi kesulitan lebih besar dalam mencari keadilan. Penelitian ini ingin meningkatan kesadaran publik, reformasi hukum, dan dukungan sosial untuk mengurangi diskriminasi berbasis usia dan memastikan hak yang setara bagi lansia.
Analisis Penggunaan Karakteristik Hero Pada Hero IP My Academia Andelina, Ika Resmika; Ahmad, Asrullah; Thung, Laurentia
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.14260

Abstract

Perkembangan media hiburan di era modern menghadirkan berbagai bentuk, termasuk animasi Jepang atau anime yang kini populer di Indonesia. Salah satu anime yang menonjol adalah My Hero Academia, yang meraih berbagai penghargaan internasional dan dikenal berkat jalan cerita menarik, ilustrasi visual khas, serta desain karakter yang ikonik, terutama pada aspek kostum superhero. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain karakter dalam My Hero Academia untuk mengidentifikasi elemen visual yang berperan dalam membangun karakter pahlawan super yang populer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Manga Matrix oleh Hiroyoshi Tsukamoto, dilengkapi kerangka desain karakter lain untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter dalam My Hero Academia memiliki keunikan desain yang mendukung daya tarik visual dan naratif, serta berkontribusi terhadap kepopulerannya. Temuan ini merekomendasikan penggunaan pendekatan Manga Matrix sebagai acuan dalam proses perancangan karakter animasi bertema superhero.  Kata Kunci: anime, desain karakter, superhero, My Hero Academia, Manga Matrix.
Analisis Kekuatan Personal Branding Artis Film Rano Karno Dalam Membangun Karisma Sebagai Wakil Gubernur Dki Jakarta (Refleksi Profesi Sebagai Entrepreneur) Arrafiansyah, Muhammad Fany
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.14922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan personal branding artis film Rano Karno dalam membangun karisma sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta menelaah bagaimana profesinya sebagai entrepreneur berkontribusi terhadap konstruksi citra publik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada Rano Karno sebagai narasumber utama, tim sukses, tim media sosial, dan lima masyarakat pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Rano Karno terbentuk secara kuat melalui delapan elemen dalam teori Peter Montoya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, keunikan, visibilitas, kesatuan nilai, ketekunan, dan niat baik. Elemen-elemen tersebut dipresentasikan secara konsisten melalui komunikasi publik, baik dalam media digital, kampanye langsung, maupun rekam jejak kariernya. Profesi Rano Karno sebagai entrepreneur dalam dunia film juga memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk gaya kepemimpinan dan strategi komunikasi yang produktif dan kreatif. Lebih lanjut, melalui analisis model komunikasi Shannon & Weaver, ditemukan bahwa karisma Rano Karno tercermin dari kredibilitas sebagai komunikator, kekuatan pesan yang emosional dan membumi, saluran komunikasi yang efektif, kemampuan menghadapi gangguan komunikasi dengan tenang, serta umpan balik positif dari masyarakat. Keseluruhan proses komunikasi tersebut membangun citra karismatik yang otentik dan mengakar kuat dalam benak publik.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 2 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 3 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 2 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 3 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 03 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 02 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 01 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 03 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 02 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 01 (2018): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya More Issue