cover
Contact Name
Sari Melati
Contact Email
sari@ulm.ac.id
Phone
+62082155601967
Journal Mail Official
jtam.himasapta@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Himasapta PS Teknik Pertambangan, Lab. LTP Lt.2 Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM. 36,5 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Himasapta
ISSN : 25797816     EISSN : 25274619     DOI : 10.20257
Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari hasil penelitian tugas akhir/skripsi mahasiswa Program Studi atau Jurusan Teknik Pertambangan. Jurnal Himasapta terbit secara online sejak April 2016 di www.mining-unlam.ac.id Terdaftar sebagai jurnal elektronik nasional dengan ISSN 2527-4619 pada berdasarkan SK no. 0005.25274619/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05 - 19 Mei 2016. Bergabung dan dialihkan penerbitan online sejak November 2017 dalam rangka penerbitan jurnal tugas akhir mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ke http://ft.jtam.unlam.ac.id/index.php/himasapta Mendapatkan ISSN (cetak) dengan nomor 2579-7816 berdasarkan SK no. 0005.25797816/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 - 4 Mei 2017. Karena alasan keselamatan arsip dan data, dialihkan lagi ke laman https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jhs/index pada awal tahun 2019.
Articles 226 Documents
Permeable Reactive Barrier sebagai inovasi remediasi air asam tambang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia Abiyyu Alghifary; Yeremia Imanuel Sihombing
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4680

Abstract

Pertambangan merupakan jenis industri yang menguntungkan tetapi juga berisiko tinggi. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah air asam tambang. Air asam tambang adalah air yang memiliki pH rendah dan terbentuk karena adanya mineral sulfida yang tersingkap dan teroksidasi akibat aktivitas penambangan. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kontaminan yang terkandung dalam air asam tambang ke dalam sumber air sekitar maupun permukaan tanah adalah dengan teknologi Permeable Reactive Barrier (PRB). PRB ini adalah salah satu teknologi remediasi in situ yang berkelanjutan untuk menangani air asam yang terkontaminasi di sekitar area pertambangan. Konsep dari PRB ini adalah dengan menggunakan media berpori fisik dengan bahan kimia tertentu melalui proses kimia, biokimia dan geohidrologi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui potensi PRB dalam menyaring kandungan kontaminan dalam air asam tambang yang mengalir melaluinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Penelitian ini mencakup beberapa langkah yaitu, analisis kandungan logam berat dalam air asam tambang, pemilihan media reaktif dan pembuatan desain dari PRB serta analisis keekonomian. Hasilnya adalah PRB ini dapat mengurangi kandungan asam dan logam berat yang signifikan dalam air asam tambang dan dapat dialirkan dengan aman ke lingkungan.
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Pada PT Akbar Mitra Jaya Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Ayuni Islamiaty; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4666

Abstract

Sistem penyaliran tambang merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan diperhitungkan dalam berlangsungnya kegiatan penambangan. Beberapa masalah yang terjadi meliputi tingginya curah hujan yang masuk kedalam lokasi penambangan yang akan menganggu jalannya proses kegiatan penambangan ada area tersebut. Tujuan dari sistem penyaliran tambang adalah membuat penambangan kering dengan mengetahui nilai debir air yang masuk sama dengan nilai debit air yang keluarMetode analisis yang dilakukan meliputi menganalisis periode ulang curah hujan rencana 2 tahun menggunakan distribusi gumbel. Menganalisis intensitas hujan menggunakan persamaan mononobe. Perhitungan kapasitas aktual sump dan penentukan luas catchment area menggunakan software autocad 2009 serta perhitungan debit air limpasan menggunakan metode rasional. Setelah didapatkan nilai debit air limpasan dan nilai debit air yang keluar, nilai tersebut dijadikan sebagai acuan penentuan banyaknya pompa yang akan digunakan.Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penenelitian ini ditemukan bahwa sump tidak dapat menampung debit air limpasan sebesar 103.818,22 m3/hari. Pemompaan menggunakan 1 pompa selama 16 jam dengan 1.300 rpm kapasitas pompa sebesar 8.061,61 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 95.756,61 m3/hari. Pemompaan dengan 1.400 rpm kapasitas pompa sebesar 8.520,06 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 95.298,16 m3/hari dan pemompaan dengan 1.500 rpm sebesar 9.737,64 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 94.080,59 m3/hari, sedangkan volume maksimum sump sebesar 11.484,00 m3. Untuk mencegah air limpasan tersebut dilakukan penambahan jumlah pompa 1 sampai 3 unit pompa dengan waktu pemompaan 16 sampai 20 jam, agar debit akumulasi air dapat terselesaikan.
Analisis kestabilan lereng desain Disposal WDNW Tutupan tahun 2018 pada PT Adaro Indonesia, Propinsi Kalimantan Selatan Asti Puspita Nurahma; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4681

Abstract

Kestabilan lereng disposal menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan suatu pertambangan agar sesuai dengan yang direncanakan. Selain geometri lereng, karakteristik dari material timbunan mempengaruhi dari segi kekuatannya. Perluasan disposal akan menimbunan ex-settling pond dimana terbentuknya sedimentasi lumpur. Hal ini menjadi perhatian lebih karena menyangkut masalah keamanan dan keselamatan pekerja.Penelitian ini diawali dengan uji lapangan Standard Penetration Test (SPT) yang mana nilai tumbukan dimasukan ke dalam persamaan agar mendapat nilai kohesi tanah. Proses selanjutnya adalah menentukan input material properties yang digunakan untuk melakukan analisis kestabilan lereng overall slope pada bongkaran dari Pit North Tutupan untuk mengetahui nilai safety factor-nya.Nilai safety factor minimum yang dipakai sebagai batas kritis adalah 1,2. Analisis menggunakan metode kesetimbangan batas yaitu metode Morgenstern-Price dengan bantuan software Slide versi 6.0 dari Rocscience. Dari hasil analisis 11 sayatan, diperoleh nilai safety factor desain lereng tidak mencapai 1,2. Untuk lereng keseluruhan sayatan E-E’ belum stabil dengan nilai safety factor sebesar 1,016 dan sayatan J-J’ nilai SF yang dihasilkan sebesar 1,194. Dengan hasil ini, maka perlu upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng dan melakukan treatment sludge bila perlu.
Identifikasi Jenis Mineral Dan Unsur Elemen Utama Pada Material Lempung Serta Penyebarannya Di Daerah Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Waldo Anatama; Marselinus Untung Dwiatmoko; Eko Santoso
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4667

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang mempunyai potensi mineral dan batuan yang sangat berlimpah untuk didayagunakan sebagai bahan galian yang mempunyai nilai ekonomis. Potensi mineral seperti lempung merupakan beberapa mineral industri yang paling penting dan bermanfaat. Proses-proses geologi pada lingkungan geologi yang berbeda-beda akan mengontrol pembentukan material lempung.Penelitian ini melakukan menganalisis hasil sampel berdasarkan X-Ray Diffraction (XRD) yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi mineral dari material lempung dan X-Ray Flouescecnce (XRF) yang digunakan untuk mengetahui kandungan unsur elemen utama pada material lempung kemudian untuk mengetahui sebaran dilakukan dengan bantuan software Surfer untuk memperoleh peta kontur dan ArcGIS untuk pembuatan layout peta.Komposisi mineral yang terkandung di dalam material lempung pada daerah penelitian adalah kaolinite, mica, dan. Quartz. Berdasarkan hasil analisa XRF, unsur elemen utama yang memiliki jumlah kandungan paling tinggi adalah aluminium oksida (Al2O3) dan silicon dioxide (SiO2). Endapan dijumpai pada daerah penelitian adalah endapan batulempung, endapan batulempung pasiran dan endapan batupasir. Konsentrasi endapan batupasir lebih banyak terpusat pada bagian timur laut daerah, endapan batulempung lebih banyak terpusat pada tenggara daerah penelitian sedangkan endapan batulempung pasiran lebih banyak dijumpai pada dibagian barat daerah penelitian.
Analisis fragmentasi batuan pada kegiatan peledakan di PT Anugerah Bara Kaltim Heri Wibowo; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4682

Abstract

Kegiatan penambangan di PT Anugerah Bara Kaltim dilakukan oleh 3 (tiga) kontraktor, yaitu PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Nusa Persada Indah, dan PT RPP Contractors Indonesia, dimana kegiatan penelitian dilakukan di PT PAMA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui geometri peledakan yang digunakan oleh perusahaan, menganalisis jumlah bahan peledak dan nilai joint plane orientation terhadap fragmentasi hasil peledakan.Peledakan pada PT PAMA menetapkan nilai dari ukuran fragmentasi yang diinginkan harus -100 cm sebesar 80%. Metode yang digunakan untuk menganalisa fragmentasi hasil peledakan dilakukan secara teoritis menggunakan metode Kuz-Ram dengan geometri aktual, hal ini dilakukan guna mengetahui nilai dari persentase fragmentasi.Berdasarkan hasil peledakan yang telah dilakukan telah terjadi ketercapaian fragmentasi di atas 80% untuk ukuran boulder <100 cm dengan jumlah isian bahan peledak per deck 25 kg dengan kedalaman 7,5 m serta nilai joint plane orientation adalah dip out of face dengan nilai powder factor 0,118 kg/m3.
Kinerja crushing plant dalam pencapaian ukuran butir P80 di PT Kasongan Bumi Kencana Mazhar Satryo; Agus Triantoro; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4678

Abstract

Crushing plant merupakan tempat proses pengolahan untuk meremukkan bijih yang berukuran bongkah menggunakan alat jaw crusher dan cone crusher sampai berukuran halus. Agar crusher dapat bekerja secara maksimal, sehingga dilakukan perhitungan P80 dengan menggunakan persamaan Gaudin-Scuhcman terhadap hasil produk jaw crusher dan P80 cone crusher, perhitungan reduction ratio, serta mengetahui kadar emas dan perak perfraksi. Berdasar pada hasil perhitungan P80 Gaudin-Schuhman, rata-rata produk jaw crusher sebesar 66,3 mm dan rata-rata produk cone crusher sebesar 17,9 mm. Sedangkan reduction ratio jaw crusher adalah 1:13 dan reduction ratio cone crusher adalah 1:4. Berat rata-rata Au dan Ag jaw crusher 0,00372 gram dan 0,13602 gram. Berat rata-rata Au dan Ag cone crusher 0,00471 gram dan 0,22404 gram.
Kajian teknis pengeboran miring pada perlapisan claystone dan sandstone: studi kasus peledakan di PT Saptaindra Sejati Abdi Humaidi; Uyu Saismana; Eko Santoso
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4683

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan salah satu aktivitas utama dalam kegiata pemberaiaan batuan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil peledakan tersebut, salah satunya kondisi geologi batuan setempat. Kondisi material yang berlapis antara claystone dan sandstone menyebabkan hasil peledakan kurang optimum karena tidak tersebarnya energi secara merata pada kondisi batuan yang memiliki material berlapis, hal tersebutlah yang menyebabkan fragmentasi yang kurang optimal atau tidak memenuhi target perusahaan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan hasil dari peledakan kurang optimal seperti akurasi pengeboran, fragmentasi serta digging time aktual dilapangan.Berdasarkan data aktual dilapangan didapat nilai digging time alat gali muat PC 4000 class di atas target perusahan yaitu 13,55 detik/pass dan memiliki ukuran fragmentasi rata-rata material 80 cm >20%. Berdasarkan pengolahan data aktual maka perlu dilakukan simulasi untuk mengoptimalkan atau menurunkan nilai digging time alat mekanis sesuai dengan target perusahaan. Perlu dilakukannya bor miring pada area yang memiliki material berlapis antara claystone dan sandstone. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan hasil ukuran fragmentasi rata-rata material 80 cm <20% dan digging time <12 detik/pass. Setelah dilakukan simulasi didapat penurunan ukuran fragmentasi menjadi 13,22% dan nilai digging time untuk PC 4000 class 11,70 detik/pass.
Studi Identifikasi Aluminium Pada Komplek Batuan Granitis Di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan Leo Cahyo Adi; Adip Mustofa; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4677

Abstract

Aluminium merupakan salah satu unsur penting bahan baku industry. Ketersediaan Aluminium salah satunya bersumber dari mineral penyusun batuan beku granitis dalam mineral Feldspar. Ketersediaan batuan granitis formasi (Kgr) tertuang pada peta Geologi lembar Amuntai yang disusun oleh (Heryanto, 1994), Kebutuhan Aluminium yang tinggi serta sebaran batuan granitis, menjadi pendorong untuk melaksanakan studi identifikasi Aluminium di daerah tersebut.Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data dilapangan (Pengambilan titik Sampling, sampel batuan dan deskripsi batuan). Yang mana didapatkan 15 sampling batuan hasil dari megaskopis berupa jenis batuan yaitu Granodiorite, Diorite, Andesitis dan Granit. Kemudian dilakukan uji laboratorium, uji laboratorium ditujukan untuk mengetahui kandungan mineral dan kimiawi pada sampel batuan Granitis. Analisa tersebut menggunakan dua alat uji yaitu XRD (X-Ray Difractometer) untuk mengetahui kandungan mineral batuan dan uji XRF (X-Ray Fluorescense) untuk mengetahui kandungan unsur kimiawi.Melalui hasil dari uji laboratorium tersebut dilakukan metoda penamaan jenis batuan menurut klasifikasi diagram Streicksen 1967 dan metoda penamaan jenis magma menurut klasifikasi Shand’s Index 1951. Diketahui penamaan jenis batuan hasil dari klasifikasi diagram Streicksen 1967 didapatkan jenis batuan Granodiorite, Monzogranite dan Syenogranite. Dan hasil dari penamaan jenis magma menurut klasifikasi Shand’s Index 1951 didapatkan jenis magma berupa Peraluminous dan Metaluminous. Dari hasil uji XRF(X-Ray Fluorescense) diketahui batuan granitis hasil sampling mengandung Aluminium berkisar 0,02 – 0,07 %. Peningkatan kandungan aluminium semakin meningkat kearah North East daerah penelitian dengan jenis batuan Granodiorite dan Monzogranite, jenis magma hasil plotting klasifikasi Shand Index 1951 berupa Peraluminous dan Metaluminous mengarah pada Desa Harakit.
Pemodelan spasial bahaya dan kerentanan bencana tanah longsor dengan metode AHP berbasis SIG Endro Kuncoro; Erviany Indira Rismayanti; Irfani Rahman
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4679

Abstract

Kalimantan adalah pulau paling aman, karena aman dari bencana geologi seperti tsunami, gempa dan erupsi gunung berapi. Namun pulau ini tidak dapat dikatakan aman dari gerakan tanah/longsor. Awal tahun 2021, intensitas hujan di Pulau Kalimantan sangat tinggi, sehingga mengakibatkan bencana banjir terbesar dalam 100 tahun terakhir. Tingginya intensitas hujan menyebabkan terjadinya gerakan tanah. Hal ini melatarbelakangi kajian pemodelan bencana gerakan tanah ini. Studi difokuskan di Kecamatan Aranio, dimana terdapat waduk sumber air baku bagi masyarakat di 3 Kabupaten/Kota. Selain itu, waduk ini juga digunakan untuk menggerakkan turbin PLTA Riam Kanan, sehingga bila terjadi gerakan tanah di sekitar Waduk ini, akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan pasokan listrik. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis Sistem Informasi Geografis. Parameter yang digunakan yaitu litologi, struktur geologi berupa densitas kelurusan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Geofaktor kemiringan lereng, litologi dan struktur didapat dari pengolahan Citra DEM dikonfirmasi dengan pemetaan geologi memperhatikan peta geologi regional, sedangkan parameter tutupan lahan diekstrak dari data Satelit Sentinel-1 serta pemetaan foto udara dengan bantuan UAV/drone. Hasil studi ini adalah peta bahaya, kerentanan bencana gerakan tanah yang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana upaya mitigasi bencana serta penyusunan rencana aksi berkelanjutan di daerah kajian.
Analisa produktivitas alat mekanis pada lahan reklamasi di Pit Melati Site Malintut PT Multi Tambangjaya Utama Nur Kholik; Uyu Saismana; Yuniar Siska Novianti
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4665

Abstract

Pembongkaran dan pemuatan tanah merupakan salah satu kegiatan yang sangat mempengaruhi dalam kegiatan penataan lahan reklamasi. Makin cepat kegiatan pembongkaran dan pemuatan tanah maka kegiatan selanjutnya juga akan semakin cepat. Laju produksi pembongkaran tanah dipengaruhi oleh tingkat produktivitas peralatan mekanis yang digunakan. Semakin besar produktivitas alat tersebut makin cepat sasaran produksi tercapai. Diharapkan pada periode pascatambang, lahan bekas penambangan masih mempunyai kemampuan mendukung usaha pemanfaatan selanjutnya atau setidaknya kondisi tersebut harus dikembalikan mendekati kondisi sebelum dilakukan penambangan.Luas area yang akan dilakukan kegiatan reklamasi yaitu IPD Melati seluas 5,05 hektar dan OPD Melati seluas 1,61 hektar. Volume material soil yang diperlukan yaitu IPD Melati sebanyak 30.300 LCM dan OPD Melati sebanyak 9.660 LCM dengan total 9.660 LCM.Jumlah alat yang tersedia di perusahaan PT Multi Tambangjaya Utama yaitu alat gali muat sebanyak 1 unit dengan tipe Komatsu PC 200 dan alat angkut sebanyak 6 unit dengan tipe Hino 500 FM 260 JD.Hasil produktivitas perjam alat gali muat Komatsu PC 200 setiap hari selama 7 hari didapatkan 54 BCM/jam, 55,29 BCM/jam, 111,86 BCM/jam, 111,07 BCM/jam, 141,98 BCM/jam, 115,24 BCM/jam dan 139,23 BCM/jam.

Page 11 of 23 | Total Record : 226


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024 Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024 Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024 Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023 Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023 Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023 Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021 Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020 Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020 Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020 Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019 Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019 Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019 Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018 Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018 Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018 Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017 Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017 Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017 Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016 Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016 Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016 More Issue