cover
Contact Name
Sari Melati
Contact Email
sari@ulm.ac.id
Phone
+62082155601967
Journal Mail Official
jtam.himasapta@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Himasapta PS Teknik Pertambangan, Lab. LTP Lt.2 Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM. 36,5 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Himasapta
ISSN : 25797816     EISSN : 25274619     DOI : 10.20257
Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari hasil penelitian tugas akhir/skripsi mahasiswa Program Studi atau Jurusan Teknik Pertambangan. Jurnal Himasapta terbit secara online sejak April 2016 di www.mining-unlam.ac.id Terdaftar sebagai jurnal elektronik nasional dengan ISSN 2527-4619 pada berdasarkan SK no. 0005.25274619/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05 - 19 Mei 2016. Bergabung dan dialihkan penerbitan online sejak November 2017 dalam rangka penerbitan jurnal tugas akhir mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ke http://ft.jtam.unlam.ac.id/index.php/himasapta Mendapatkan ISSN (cetak) dengan nomor 2579-7816 berdasarkan SK no. 0005.25797816/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 - 4 Mei 2017. Karena alasan keselamatan arsip dan data, dialihkan lagi ke laman https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jhs/index pada awal tahun 2019.
Articles 226 Documents
Analisis kestabilan tanggul di area finalisasi sump pasca hujan ekstrim di Pit XYZ, PT Cipta Kridatama Pratama, Gindang Rain
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16386

Abstract

PT Cipta Kridatama merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang menggunakan metode open pit pada proses penambangannya. Penambangan dengan menggunakan metode open pit penting untuk memperhatikan sistem dewatering dan geotekniknya dikarenakan dua sistem tersebut saling berhubungan dan bisa memepengaruhi produktivitas penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggul yang optimal sehingga dapat menahan air sump saat curah hujan maksimal sehingga tidak terjadi overflow. Catchment area di Pit XYZ PT Cipta Kridatama mempunyai luas 56.88 ha dengan groundwater flow sebesar 13.37 m3/h. Dari hasil penelitian curah hujan tahun 2013 – 2022 didapatkan curah hujan maksimal rata-rata dengan menggunakan Metode Gumbel sebesar 44.73 mm, curah hujan rencana diambil pada periode ulang 2 tahun sebesar 50.49 mm/h dan total debit limpasan maksimum yang dapat masuk ke sump sebesar 1.438,27 m3/h. Volume main sump yang direncanakan sebesar 77.686,88 m3 dengan elevasi kritis air berada di -11 dan bottom sump berada di elevasi -20. Desain tanggul optimal mempunyai geometri tinggi 10 meter dan kaki tanggul memiliki sudut 50°. Metode yang dipakai menggunakan Metode Bishop Simplified menghasilkan FK 1.669 dengan bentuk lereng tanggul single slope.ABSTRACTPT Cipta Kridatama is a coal mining contractor company that uses open pit method in their mining process. Mining using open pit method is very concerned with dewatering system and geotechnics because these two systems are interconnected and can influence mining productivity. The purpose of this research is to analyze optimal embankment so that it can keep sump water during maximum rainfall so that overflow does not occur. Catchment area in Pit XYZ has an area of 56.88 ha with a groundwater flow discharge of 13.37 m3/h. From the results of rainfall research in 2013 - 2022, the average maximum rainfall using the gumbel method was 44.73 mm, planned rainfall was taken at a 3-year return period of 50.49 mm/h and total maximum runoff discharge that could get into the sump was 1,438.27 m3/h. The planned main sump volume is 77,686.88 m3 with critical water elevation at -11 and bottom sump at elevation -20. The optimal embankment design has a geometry of 10 meters high and the foot of embankment has an angle of 50°. The method utilized using the Bishop Simplified Method resulted in an FK of 1.669 with a single slope embankment slope shape.
Aplikasi teori antrian dalam penentuan jumlah alat angkut untuk mengoptimalkan pengangkutan overburden PT Kalimantan Prima Persada Yani, Akhmad; Annisa, Annisa; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14901

Abstract

Dalam operasional penambangan khususnya tambang terbuka, terdapat empat tahapan yaitu, tahap 1 (µ1) loading point, tahap 2 (µ2) di jalan bermuatan, tahap 3 (µ3) disposal, tahap 4 (µ4) di jalan kosong. Hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat sangat berperan dalam pencapaian produksi, sehingga sebaiknya dianalisis cara untuk meningkatkan pelayanan dalam aktivitas tersebut. Metode yang sering digunakan yaitu metode match factor. Ada metode lain yang jarang sekali dipakai dalam penyelesaian masalah produksi yaitu, metode teori antrian. Metode ini menjelaskan hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat. Selain itu, metode teori antrian dapat mengetahui tingkat pelayanan dari alat gali muat, tingkat kedatangan dari alat angkut, dan persentase terjadinya antrian. Melalui pendekatan menggunakan metode teori antrian, maka didapat perhitungan probabilitas dengan 35 kemungkinan yang artinya ada 35 bentuk keadaan sistem alat angkut pada saat mengatri. Tingkat pelayanan yang bisa dilayani oleh alat gali muat adalah 10.9 unit/jam, tingkat kedatangan dibagi menjadi dua yaitu, tingkat kedatangan ketika tidak adanya antrian adalah 3 unit/jam, dan tingkat kedatangan ketika adanya antrian adalah 2 unit/jam. Dari perhitungan yang didapat maka sebaiknya melakukan pengurangan alat angkut dari 4 unit menjadi 3 unit, dikarenakan persentase antrian lebih besar dibanding tidak adanya antrian.
Estimasi biaya operasional kegiatan coal getting dan match factor Komatso PC400 pada PT Semesta Centramas Sari, Meilita; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella; Ramadhan, Satrio
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17962

Abstract

 ABSTRAK Pencapaian target produksi pada kegiatan penggalian batubara sangat dipengaruhi oleh produktivitas peralatan serta keseimbangan antara unit muat dan unit angkut, yang dikenal sebagai match factor. Match factor yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai kondisi match factor terhadap produktivitas dan biaya operasi guna menentukan konfigurasi peralatan yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis match factor untuk mengevaluasi alternatif komposisi peralatan. Operasi penambangan menggunakan satu unit excavator PC400 dengan kapasitas bucket 2,2 m³ sebagai alat muat dan dump truck Hino DT500 sebagai alat angkut dengan kapasitas muatan 20 ton dan 30 ton. Tiga skenario operasi dianalisis, yaitu kondisi under-trucking (match factor = 0,8), kondisi serasi (match factor = 1,0), dan kondisi over-trucking (match factor = 1,1). Perhitungan produktivitas dan biaya operasional dilakukan untuk masing-masing skenario. Pada kondisi under-trucking, produktivitas yang dihasilkan sebesar 189,22 ton/jam atau 95% dari target produksi. Kondisi seimbang menghasilkan produktivitas sebesar 216,84 ton/jam (109% dari target), sedangkan kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 227,64 ton/jam (115% dari target). Biaya operasional masing-masing kondisi berturut-turut adalah USD 0,03745/ton, USD 0,003357/ton, dan USD 0,00361/ton. Meskipun kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi, kondisi seimbang memberikan biaya operasional terendah. Biaya paling optimal sebesar USD 0,003357/ton dicapai dengan penggunaan sepuluh unit dump truck berkapasitas muatan 30 ton, yang menunjukkan bahwa match factor yang seimbang memberikan kombinasi terbaik antara produktivitas dan efisiensi biaya. Kata-kata Kunci: faktor keserasian, produktivitas, biaya operasi  ABSTRACTThe achievement of production targets in coal getting activities depends on equipment productivity and the balance between loading and hauling units, commonly expressed by the machinery match factor. An inappropriate match factor can reduce efficiency and increase operational costs. This study evaluates the influence of different match factor conditions on productivity and operating costs in order to identify the most optimal equipment configuration. This study applied quantitative match factor analysis to assess alternative equipment compositions. The mining operation utilizes a PC400 excavator with a bucket capacity of 2.2 m³ as the loading unit and Hino DT500 dump trucks as hauling units with payload capacities of 20 tons and 30 tons. Three operating scenarios were analyzed: under-trucking (match factor = 0.8), matched condition (match factor = 1.0), and over-trucking (match factor = 1.1). Productivity and operational cost calculations were performed for each scenario. Under the under-trucking condition, productivity reached 189.22 tons/hour, equivalent to 95% of the production target. The matched condition resulted in a productivity of 216.84 tons/hour (109% of target), while the over-trucking condition achieved the highest productivity of 227.637 tons/hour (115% of target). Operational costs were USD 0.03745/ton, USD 0.003357/ton, and USD 0.00361/ton for under-trucking, matched, and over-trucking conditions, respectively. Although over-trucking produced the highest productivity, the matched condition yielded the lowest operational cost. The most optimal cost of USD 0.003357/ton was achieved using ten dump trucks with a payload capacity of 30 tons, indicating that a balanced match factor provides the best trade-off between productivity and cost efficiency. Keywords: match factor, productivity, operation costs
Perbandingan hasil uji jar test tawas dan kuriflock dalam mengelola total suspended solid (TSS) pada air limbah penambangan batubara Fridtriyanda, Asri; Iashania, Yunida; Andri, Yusias
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.15047

Abstract

PT Telen Orbit Prima merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang menghadapi tantangan dalam mengelola air limbah penambangan. Permasalahan yang terjadi adalah, nilai kadar Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi. Apabila nilai kadar TSS tinggi, dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan disekitarnya. Sehingga diperlukan pengelolaan dalam menurunkan nilai kadar TSS yaitu dengan cara perlakuan kimia melalui proses koagulasi dan flokulasi. Adapun bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi-flokulasi adalah tawas dan kuriflock. Untuk mengetahui dosis optimum tawas dan kuriflock dalam mengelola TSS maka diperlukan suatu Uji Jar Test dengan skala laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium secara Uji Jar Test, didapatkan dosis optimum tawas yang digunakan adalah 20 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 7 menit. Sedangkan dosis optimum kuriflock yang dapat digunakan adalah 3 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 1 menit. Perlakuan Kuriflock lebih cepat dalam menurunkan nilai kadar TSS karena membentuk flok lebih cepat dan besar, efektif pada dosis yang rendah dan efisiensi waktu yang lebih baik. ABSTRACTPT. Telen Orbit Prima is a company engaged in coal mining that faces challenges in managing mining wastewater. The problem that occurs is the high value of Total Suspended Solids (TSS). If the TSS value is high, it can cause a decrease in water quality and can have an impact on the surrounding environment. So that management is needed to reduce the TSS value, namely by chemical treatment through the coagulation and flocculation process. The chemicals used for the coagulation-flocculation process are alum and kuriflock. To determine the optimum dose of alum and kuriflock in managing TSS, a Jar Test is needed on a laboratory scale. Based on the results of laboratory testing using Jar Test, optimum dose of Alum used is 20 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 7 minutes. While optimum dose of kuriflock that can be used is 3 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 1 minute. Kuriflock treatment is faster in reducing TSS levels because it forms faster and larger flocs, is effective at low doses and has better time efficiency.
Rancangan dimensi settling pond di pit Harapan PT. Hamparan Mulya Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah Zebua, Augusyoellisman; Iashania, Yunida
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.14120

Abstract

PT. Hamparan Mulya adalah perusahaan tambang batubara menggunakan metode tambang yaitu open pit. Dengan menggunakan sistem tambang open pit, bukaan tambang menyebabkan air perlu dikontrol selama proses penambangan. Kondisi settling pond menunjukkan bahwa kompartemen tidak dapat menampung air yang masuk sehingga meluap. Akibatnya, lumpur tidak dapat mengendap secara maksimal di dalam settling pond. Berdasarkan masalah yang terjadi pada perusahaan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi tentang dimensi settling pond yang ideal. Didasarkan pada perhitungan curah hujan menggunakan metode Log Pearson Type III, dimensi settling pond dirancang. Hasilnya menunjukkan niali rencana curah hujan sebesar 223,96 mm/hari, intensitas hujan sebesar 77,6449 mm/jam, dan luas DTH 0,6 km2, sehingga debit air limpasan sebesar 41.960,78 m3/jam. Dengan mempertimbangkan parameter di atas, kolam pengendapan harus dirancang supaya bisa menampung total debit sebesar 41.960,78 m3/hari. Settling pond yang disarankan memiliki ukuran seperti berikut: lebar permukaan 60 meter, lebar dasar 52 meter, lebar permukaan air 51 meter, kedalaman sump 4 meter, dan kemiringan 45 derajat. Tujuan rancangan ini adalah agar mengontrol air yang masuk dengan menampung secara maksimal sehingga proses pengendapan material di kolam pengendap dapat dengan maksimal mengendap.
Pencapaian produktivitas alat gali muat Komatsu PC4000 Shovel dan Hitachi EX3600 terhadap pemindahan overburden Syaifullah, Rahmatan; Saismana, Uyu; Annisa, Annisa
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18182

Abstract

Produktivitas merupakan kemampuan alat melakukan kegiatan produksi berdasakan waktu efektif dalam satuan waktu (1 jam). Produktivitas alat gali muat dipengarahui oleh beberapa parameter yaitu cycle time, bucket fill factor, swell factor, dan efesiensi kerja. Target produktivitas alat gali muat Komatsu PC4000 Shovel sebesar 1.440 BCM/jam dan target produktivitas alat gali muat Hitachi EX3600 sebesar 1.440 BCM/jam. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pada kegiatan pemindahan overburden. Observasi dilakukan baik pada alat mekanis (waktu siklus, waktu tunda, dan bucket fill factor) maupun pada sifat material (kepadatan dan swell factor). Data yang dikumpulkan dari pengamatan kemudian diolah menggunakan komputer untuk mendapatkan hasil produktivitas alat gali muat aktual. Berdasarkan pengamatan dan simulasi didapatkan bahwa peningkatan produktivitas bisa dilakukan dengan meningkatkan nilai cycle time untuk masing-masing alat gali muat menggunakan metode statistik. Perbaikan nilai cycle time untuk Komatsu PC4000 shovel dari 26,13 detik menjadi 25,61 detik dengan tingkat ketercapaian target produktivitas sebesar 100,42% dan nilai cycle time Hitachi EX3600 dari 28,22 detik menjadi 25,05 detik dengan tingkat ketercapaian target produktivitas sebesar 100,74%. Kata-kata kunci: alat gali muat, Komatsu PC4000, Shovel, Hitachi EX3600, produktivitas, waktu edar ABSTRACTProductivity is defined as the capability of equipment to perform production activities based on effective working time per unit time (one hour). The productivity of loading and excavating equipment is influenced by several parameters, including cycle time, bucket fill factor, swell factor, and work efficiency. The target productivity for the Komatsu PC4000 shovel is 1,440 BCM/hour, while the target productivity for the Hitachi EX3600 is also 1,440 BCM/hour. The methodology employed in this study is observational analysis of overburden removal activities. Observations were conducted on both mechanical equipment parameters (cycle time, delay time, and bucket fill factor) and material properties (density and swell factor). The data collected from field observations were then processed using computer-based analysis to obtain the actual productivity of the loading and excavating equipment. Based on the observations and simulation results, it was found that productivity improvements can be achieved by optimizing the cycle time of each loading and excavating unit using statistical methods. The cycle time of the Komatsu PC4000 shovel was improved from 26.13 seconds to 25.61 seconds, resulting in a target productivity achievement of 100.42%. Meanwhile, the cycle time of the Hitachi EX3600 was improved from 28.22 seconds to 25.05 seconds, achieving a target productivity level of 100.74%. Keywords: digging-loading, mining equipment, Komatsu PC4000, Shovel, Hitachi EX3600, productivity, cycle time

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024 Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024 Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024 Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023 Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023 Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023 Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021 Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020 Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020 Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020 Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019 Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019 Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019 Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018 Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018 Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018 Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017 Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017 Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017 Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016 Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016 Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016 More Issue