cover
Contact Name
Sari Melati
Contact Email
sari@ulm.ac.id
Phone
+62082155601967
Journal Mail Official
jtam.himasapta@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Himasapta PS Teknik Pertambangan, Lab. LTP Lt.2 Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM. 36,5 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Himasapta
ISSN : 25797816     EISSN : 25274619     DOI : 10.20257
Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari hasil penelitian tugas akhir/skripsi mahasiswa Program Studi atau Jurusan Teknik Pertambangan. Jurnal Himasapta terbit secara online sejak April 2016 di www.mining-unlam.ac.id Terdaftar sebagai jurnal elektronik nasional dengan ISSN 2527-4619 pada berdasarkan SK no. 0005.25274619/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05 - 19 Mei 2016. Bergabung dan dialihkan penerbitan online sejak November 2017 dalam rangka penerbitan jurnal tugas akhir mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ke http://ft.jtam.unlam.ac.id/index.php/himasapta Mendapatkan ISSN (cetak) dengan nomor 2579-7816 berdasarkan SK no. 0005.25797816/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 - 4 Mei 2017. Karena alasan keselamatan arsip dan data, dialihkan lagi ke laman https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jhs/index pada awal tahun 2019.
Articles 226 Documents
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CROSS SECTION PADA PT WINGS SEJATI DI DESA JANAH MANSIWUI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR Rando Rando; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i01.954

Abstract

Perhitungan cadangan yang akurat membantu para perancang tambang dapat membuat rencana penambangan yang optimal, baik dari segi produksi, segi waktu dan segi efisiensi, bermuara pada pengambilan keputusan dalam teknis eksploitasi cadangan yang bernilai ekonomis. Saat ini PT  Wings Sejati site Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melakukan penaksiran potensi batubara yang dimiliki dengan harapan hasil data tersebut dapat menjadi acuan dalam evaluasi teknis ekonomis suatu endapan terkait layak atau tidaknya untuk investasi dan seberapa besar cadangan batubara yang dapat dimanfaatkan/ditambang. Penelitian ini menggunakan metode cross section dengan bantuan software tambang. Terkait adanya eksplorasi pada wilayah IUP PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (PT BNJM) penulis berkesempatan melakukan penelitian dengan judul Perhitungan Cadangan Batubara Metode Cross Section Pada PT Wings Sejati di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Penentuan model Batubara, perhitungan dan pit limit mengacu pada topografi  yang telah diberikan perusahaan.Berdasarkan hasil pengolahan data dalam permodelan dan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada pit Barat  seam A dan seam B. Volume overburden pada Pit Barat dengan pit limit berjarak 40 meter dari cropline adalah  219.515,9 BCM, batubara 17.014,4 ton, maka nilai SR 12,5. Sedangkan untuk pit limit dengan jarak 36 meter dari cropline, overburden 116.004,15 BCM dan batubara 9.214,83 ton maka nilai SR 12,9. Pada Pit Barat rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 13. Sedangkan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada Pit Timur  Seam C, Seam D dan Seam E. Volume overburden pada Pit Timur yaitu jarak section 50 dengan limit 150 meter dari cropline adalah overburden 1.164.663,225 BCM, batubara 120.778,68 ton maka nilai SR 9,6. Sedangkan jarak 50 dengan limit 100 meter dari cropline adalah overburden 550.653,85 BCM dan batubara 68.256,95 ton maka nilai SR 8,06. Pada Pit Timur rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 10.
ANALISIS GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG PADA KEGIATAN PENGANGKUTAN MATERIAL TANAH PENUTUP (OVERBURDEN) PADA TAMBANG BATUBARA PT SAPTAINDRA SEJATI JOP SITE BORO I Komang Ediyana; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1071

Abstract

Dalam kegiatan operasi penambangan dan pencapaiaan target produksi, operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Pada kegiatan pegangkuatan, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah jalan angkut. Setiap operasi penambangan memerlukan jalan angkut sebagai sarana infrastruktur yang vital pada lokasi penambangan. Maka dari itu perlu dilakukan perlakuan khusus agar dapat mendukung alat angkut yang digunakan. Jika geometri jalan angkut sesuai dengan persyaratan dan dimensi alat angkut akan digunakan, hal ini tentu dapat memberikan konstribusi yang besar untuk waktu edar dan kecepatan alat angkut yang digunakan.Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi geometri jalan angkut yaitu; lebar jalan angkut, jari-jari tikungan,  superelevasi, kemiringan jalan, cross slope dan pengaruh geometri jalan angkut terhadap waktu edar alat angkut yang digunakan. Lebar jalan lurus aktual dilapangan mulai dari 11.1 meter – 34.3 meter dan lebar jalan pada tikungan 19 meter – 35.5 meter. Sedangkan secara teoritis lebar jalan lurus 19 meter dan tikungan 29 meter. Kemiringan jalan angkut 0.43% – 12.2%. Sedangkan standar  maksimal yaitu 10%. Jari – jari tikungan  pada tikungan 1 sebesar 22.86 meter, tikungan 2 sebesar 47.79 meter, tikungan 3 sebesar 38.47 meter, tikungan 4 sebesar 23.17 meter dan tikungan 5 sebesar 37.67 meter. Superelevasi jalan angkut pada tikungan 1 sebesar 0.96 meter, tikungan 2 sebesar 1.22 meter, tikungan 3 sebesar 1.42 meter, tikungan 4 sebesar 0.89 meter dan tikungan 5 sebesar 0.76 meter. Maka perlu dilakukan penambahan sebesar 0.2 meter pada tikungan 1, 0.27 meter pada tikungan 4 dan 0.4 pada tikungan 5. Pembuatan cross slope dapat dilakukan dengan menggurangi tinggi bagian bagian samping jalan angkut sebesar 20 cm lebih tinggi dari as jalan. Pengaruh geometri jalan akut terhadap waktu edar alat angkut (cycle time), bila kondisi jalan angkut tidak memenuhi standar alat angkut yang melaluinya tentu akan mempengaruhi waktu tempuh bermuatan dan waktu tempuh kosong dari alat angkut yang melewatinya.
ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS BATUBARA DI LOKASI PENAMBANGAN DAN STOCKPILE DI PT FIRMAN KETAUN PERKASA Andri Toding; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.336 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.472

Abstract

Batubara yang ditumpuk di stockpile berasal dari beberapa front atau lokasi penambangan yang berbeda-beda kualitas. Permasalahan yang timbul dari kualitas batubara ini adanya komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang menyimpang dari kesepakatan standar kualitas batubara yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung besarnya perbedaan parameter kualitas batubara, melakukan penanganan dan mencari penyebab perbedaan kualitas batubara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan analisis parameter kualitas batubara pada stockpile dan membandingkan dengan hasil analisis parameter kualitas batubara di lokasi penambangan berdasarkan hasil analisis kualitas dari titik bor, serta menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap perbedaan kualitas batubara pada kedua lokasi tersebut. Dilakukan secara lansung dilapangan untuk melihat aktivitas penambangan untuk mengetahui cara penanganan batubara dilokasi penambangan agar tidak terkontaminasi material lain dan cara pengolahan batubara di stock ROM dan penanganan batubara di stockpile untuk mengetahui secara langsung penyebab perbedaan kualitas batubara selama bulan Agustus Tahun 2016.Adapun perbedaan yang terjadi pada  kualitas batubara di lokasi penambangan dan di stockpile yaitu total moisture, ash content, total sulphur dan calorific value. Terjadinya  perbedaan kualitas batubara ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut : kondisi sampling yang tidak baik, aktivitas penambangan, fine coal akibat proses penanganan, ukuran batubara yang tidak seragam dan penanganan batubara di stockpile. Perbedaan kualitas batubara pada lokasi penambangan dan stockpile  seperti TM ar (0,99% – 3,85%), Ash  adb (0,04% – 4,29%), Ash ar  (0,02% – 3,69%),  TS adb (0,01% – 1,25%),  TS ar (0,01% – 0,94%),  CV cal/gr adb (10 – 562), CV cal/gr ar (10 – 355). Kata Kunci :  Lokasi Penambangan, Stockpile, Kualitas Batubara
EVALUASI PRODUKSI ALAT MEKANIS UNTUK PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RIUNG MITRA LESTARI SITE RANTAU Agus Arie Yudha; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Ary Murgiantoro
Jurnal Himasapta Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i03.931

Abstract

PT Riung Mitra Lestari Site Rantau memiliki target produksi pemindahan material overburden pada bulan oktober 2014 sebesar 250 BCM/Jam per Fleet. Proses pemindahan material overburden menggunakan unit alat gali muat Doosan 500LC serta alat angkut DT Scania P380 dengan jarak hauling overburden rata-rata yaitu 2200 meter. Setelah melakukan kegiatan pemindahan overburden perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian target tersebut seperti produksi alat gali muat dan alat angkut pada pemindahan overburden.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menghitung produksi alat gali muat dan alat angkut serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produksi alat gali muat dan alat angkut dalam pencapaian target pemindahan overburden dan melakukan simulasi perbaikan untuk meningkatkan produksi alat.Produksi aktual bulan oktober 2014 untuk alat gali muat pada fleet 1 sebesar 175.19 BCM/Jam atau 70% dari tingkat pencapaian target dan pada fleet 2 sebesar 216.7 BCM/Jam atau 87% dari tingkat pencapaian target serta fleet 3 sebesar 189.19 BCM/Jam atau 76% tingkat pencapaian target produksi. Menurut data aktual produksi pada bulan oktober 2014, target produksi pemindahan overburden belum tercapai sehingga perlu dilakukan evaluasi dan simulasi agar target produksi tercapai. Langkah yang dilakukan yaitu dengan melakukan simulasi perbaikan efisiensi kerja alat gali muat dan simulasi perbaikan cycle time alat angkut dengan cara melakukan pelebaran jalan angkut di beberapa segmen agar sesuai standar serta melakukan simulasi penambahan jumlah alat angkut.
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN DAN PENIRISAN TAMBANG PIT 4 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM Marina Uli Batubara; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i03.949

Abstract

Kegiatan penambangan batubara pada PT Darma Henwa Site Asam-asam menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit sehingga seluruh rangkaian kerja penambangan akan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca secara langsung. Sistem penyalirannya menggunakan kolam terbuka (open sump) dengan sistem pemompaan tunggal. Sumber air utama yang masuk ke dalam pit adalah air limpasan. Pit 4 penambangan PT Darma Henwa memiliki dua daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump Pit 4 barat dan Sump Pit 4 timur dengan menggunakan pompa multiflow 420. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan sistem pemompaan yang ada dan mengkaji sistem penyaliran pada Pit 4 yang ada untuk mencegah meluapnya air pada sump yang melebihi kapasitas agar lokasi dan kegiatan penambangan tidak terganggu.Penentuan curah hujan rencana didasarkan pada data curah hujan maksimum selama 6 tahun (2010-2015) dengan metode distribusi normal, log normal, log person III dan Gumbel. Perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Mononobe. Luas daerah tangkapan hujan (DTH) didapatkan langsung tinjauan ke lapangan. Perhitungan debit air limpasan, debit aktual pompa, serta penentuan volume sump dan pemompaan masing-masing dilakukan dengan metode rasional, metode discharge dan water balance.Nilai curah hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun sebesar 143,55 mm dengan intensitas 14,09 mm/jam. DTH Pit 4 timur sebesar 0,21 km2 menghasilkan debit limpasan sebesar 0,74 m3/detik, sedangkan DTH Pit 4 barat sebesar 0,45 km2 menghasilkan debit limpasan sebesar 1,59 m3/detik. Debit aktual pompa Sump Pit 4 timur pada rpm 1150 adalah 386,08 m3/jam dengan head 89,82 m. Volume aktual Sump Pit 4 barat (4.959 m3) kurang dari volume daya tampung (33.856 m3). Sedangkan volume aktual Sump Pit 4 timur (6.462 m3) kurang dari volume daya tampung (15.187 m3), sehingga perlu penambahan dimensi sump dan pompa. Rekomendasi debit pompa pada Sump Pit 4 barat dengan rpm 1300 sebesar 783 m3/jam dengan head  total pompa sebesar 106,373 m. Volume air yang masuk pada Sump Pit 4 barat sebesar 32.933,21 m3. Sedangkan debit pompa pada Sump Pit 4 timur dengan rpm 1200 sebesar 662 m3/jam head  total pompa sebesar 89,25 m. Volume air yang masuk pada Sump Pit 4 barat sebesar 13.355 m3. 
ESTIMASI SUMBERDAYA DENGAN METODE CROSS SECTION DAN METODE POLIGON PADA PT BORNEO ALAM SEMESTA JOBSITE PRO SARANA CIPTA KALIMANTAN SELATAN Nopianty Nopianty; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i03.968

Abstract

PT Pro Sarana Cipta telah melakukan kegiatan eksplorasi dan pemboran detail yang bertujuan untuk mengetahui potensi keterdapatan bahan galian dan keberadaan sebaran endapan batubara yang terletak di bagian timur wilayah ijin usaha pertambangan. Perusahaan telah melakukan estimasi sumberdaya, namun bemum mengestimasi sumberdaya menggunakan metode cross section dan metode poligon yang berperan penting dalam menentukan kualitas dan jumlah suatu endapan bahan galian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengkorelasi dan memodelkan seam batubara juga mengestimasi dan menganalisis perbandingan sumberdaya dengan metode cross section dengan jarak section 50 meter dan poligon dengan menggunakan SNI 5015:2011.Hasil estimasi sumberdaya menggunakan metode cross section diperoleh total sumberdaya 2.157.080,93 ton, sedangkan dengan menggunakan metode poligon diperoleh total sumberdaya 2.243.069,29 ton. Perbedaan jumlah estimasi sumberdaya kedua metode tersebut sebesar 3,91% menunjukan bahwa estimasi sumberdaya kedua metode tersebut tidak jauh berbeda. Perbedaan metode cross section  dan poligon dapat terjadi karena letak penempatan sayatan yang berbeda. Jumlah estimasi sumberdaya pada metode cross section memperlihat hasil yang lebih baik karena nilai error lebih kecil dibandingkan metode poligon dan jumlah estimasi sumberdaya yang lebih kecil dapat dijadikan acuan sehingga dalam perencanaan target produksi lebih meyakinkan dan mendekati kebenaran.
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT B SELAMA TRIWULAN I TAHUN 2019 DI PT KALIMANTAN LINTAS KHATULISTIWA Misradin Misradin; Eko Santoso; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.29 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v5i1.2048

Abstract

PT Kalimantan Lintas Khatulistiwa telah membuka pit di bagian selatan wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Awal tahun 2019 pit ini direncanakan dilanjutkan operasi produksinya dengan target seam B sehingga disebut Pit B. Selama triwulan I 2019, ekspansi pit dibatasi hanya menambah elevasi tanpa memperluas pit dan stripping ratio (SR) baik per bulan tidak lebih dari 2 BCM overburden per 1 ton batubara. Melalui penelitian ini disediakan rancangan pit, ramp, disposal, pushback, alat gali muat dan alat angkut untuk mencapai target produksi 150.000 ton batubara selama triwulan I tahun 2019.Perancangan pit dan pushback serta perhitungan volume overburden dan batubara dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak Minescape menggunakan metode perhitungan blok strip dengan ukuran 25 x 20 x 5 meter. Jenjang kerja dimana alat gali muat dan angkut yang bekerja berupa Excavator Backhoe Hitachi EX350 dan Dumptruck Nissan CWB atau Hino FM260, dirancang 25 x 10 x 2,5 meter sehingga satu blok-strip dapat diselesaikan dengan 4 front. Disediakan akses jalan utama menuju pushback yang berpindah pindah setiap bulan. Kapasitas disposal disediakan lebih dari 10% dari volume overburden yang akan dibongkar selama triwulan I. Overburden dihamparkan dalam 1 lift karena lift kedua akan digunakan untuk menampung overburden pada triwulan berikutnya.Selama triwulan 1 akan ditambang 154.390,54 ton batubara dengan SR 1,35 sehingga volume overburden 209.035,57 bcm. Disposal dirancang di luar pit (outpit dump) yang terletak di sebelah barat laut Pit B dengan kapasitas 282.480,89 lcm. Bulan Januari akan ditambang 50.403,12 ton batubara dan digali 75.439,98 bcm overburden dengan SR 1,5 di bagian tenggara Pit B. Batubara disimpan di stock-ROM yang berjarak  dari 750 m, 900 m, sampai 1 Km dari front Pit B. Bulan Februari akan ditambang 51.459,62 ton batubara dan digali 42.887,64 bcm overburden dengan SR 0,83 di bagian utara Pit B. Bulan Maret akan ditambang 52.801,10 ton batubara dan digali 90.775,50 bcm overburden dengan SR 1,72 di bagian barat Pit B. Alat gali muat untuk penambangan batubara diperlukan 1 unit dan dilayani oleh 4 alat angkut. Penimbunan overburden dibagi menjadi 3 tahap, berurutan dari bagian selatan ke utara, dengan jarak angkut dari front berturut-turut dari Januari sampai Maret ±865 m, ±1013 m, dan ±1110 m. Alat gali muat untuk pembongkaran overburden diperlukan 1 unit berpasangan dengan 6 unit alat angkut yang ditambah menjadi 7 unit pada bulan Maret 2019. Desain pushback dan alat mekanis dari hasil penelitian ini realistis diterapkan untuk mencapai target penambangan Pit B selama triwulan I tahun 2019. Kata kunci: Disposal, penambangan batubara, pushback, short-term mine planning
OPTIMASI PENCAMPURAN BATUBARA MELALUI SIMULASI BERDASARKAN KRITERIA PARAMETER BATUBARA Agung Dwi Prasetyo; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Wahyu Permadi; Hafidz Noor Fikri
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.908

Abstract

Pencampuran (blending) batubara merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan parameter kualitas batubara yang dijual agar sesuai dengan kriteria yang diharapkan pembeli. Pencampuran menggunakan batubara yang berasal dari beberapa perusahaan tambang memberikan banyak kemungkinan produk baru dengan parameter kualitas yang bervariasi. Simulasi pencampuran perlu dilakukan dalam menentukan beberapa opsi rumusan pencampuran untuk memenuhi kriteria parameter kualitas batubara. Dari beberapa opsi tersebut dipilih yang menghasilkan nilai produk paling optimum.Penelitian dilakukan pada Unit Pemrosesan Batubara/Coal Processing Plant (CPP) yang terletak di Desa Lepasan Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Simulasi pencampuran menggunakan pendekatan teoritik yang didasari atas parameter permintaan pembeli. Kriteria parameter kualitas produk yang diharapkan adalah nilai kalori (CV) 4,100-4,300 kkal/kg, kelembaban total (TM) 32-35%, total sulphur (TS) 0.8-1%, dan kandungan abu (AC) 6-8%. Lima simulasi dilakukan terhadap tiap batubara yang berasal dari 5 lokasi tambang, yaitu  CPPA, CPPB, DK, BPR, dan GS. Opsi rumusan pencampuran yang memerlukan biaya pembelian terendah dan harga penjualan tertinggi dipilih sebagai yang paling optimum.Simulasi pencampuran batubara CPPA-DK menghasilkan 5 produk, batubara CPPA-BPR menghasilkan 2 produk, batubara CPPB-PT BPR menghasilkan 3 produk, dan batubara CPA-GS menghasilkan 5 produk batubara yang berada dalam batas permintaan pembeli. Sehingga dari 20 simulasi diperoleh 15 produk yang sesuai kriteria, sedangkan 5 sisanya tidak memenuhi kriteria. Rumusan pencampuran yang paling optimal didapat pada simulasi terhadap batubara CPPA-CVDK dengan perbandingan 6,924 ton batubara CPPA dan 576 ton batubara DK. Parameter kualitas batubara optimal yang diperoleh  adalah nilai kalori 4,100 kkal/kg, TM 32.79%, TS 0.11%, AC 6.93%. Harga dasar batubara untuk pencampuran ini sekitar IDR 289,177. Harga penjualan IDR 375,000/ton memberikan keuntungan IDR 85,824/ton. Kata-kata kunci: Pencampuran, Simulasi, Blending Batubara, Parameter Kualitas Batubara
STUDI TEKNIS PENGEBORAN 3 STEEL DAN 4 STEEL UNTUK PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PT SEMEN TONASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Ramadhani Febrian Malta; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Basri Basri
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.944

Abstract

PT Semen Tonasa merupakan perusahaan yang memproduksi semen terbesar di Indonesia Timur. Bahan baku utama dalam pembuatan semen Tonasa adalah limestone yang mana cara pengambilan bahan baku tersebut adalah dengan cara peledakan. Proses sebelum melakukan peledakan adalah pembuatan lubang ledak  yang dibuat oleh alat bor. Berdasarkan hasil observasi lapangan alat bor yang bekerja tidaklah maksimal dalam pengerjaan pengeboran lubang ledak. Oleh sebab itu akan dilakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut.Geometri pengeboran yang direncanakan perusahaan pada lokasi B.4 adalah burden 4,5 m, spasi 5 m, kedalaman 12,5 m sedangkan untuk lokasi B.8 rencana geometrinya adalah burden 3,5 m, spasi 4,5 m, kedalaman 9 dengan arah pengeboran vertikal dan pola pengeboran yang dipakai adalah staggered pattern. Data tertinggi efisiensi aktual alat bor selama pengambilan data adalah sebesar 62 % pada lokasi B.4 dan 44,5 % pada lokasi B.8 dengan kecepatan pengeboran rata-ratanya adalah 1,23 m/menit untuk area B.4 dan 1,33 m/menit untuk lokasi B.8. Jumlah lubang bor yang harus dibuat untuk memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan adalah sebanyak 28 lubang/hari untuk lokasi B.4 dan 39 lubang per/hari untuk lokasi B.8.Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai efektifitas alat bor menjadi rendah adalah tingginya waktu alat bor standby dibandingkan dengan jam kerjanya. Adapun faktor yang membuat nilai cycle time menjadi tinggi adalah seringnya rod menyangkut pada proses pembuatan lubang ledak. Sedangkan faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya nilai RPM suatu alat adalah kondisi material yang sedang di bor, semakin keras material yang akan digerus nilai RPM nya akan semakin kecil begitu pula sebaliknya semakin rapuh material yang akan digerus maka semakin besar nilai RPM nya.
PENJADWALAN RENCANA PENAMBANGAN PADA CV KARYA PUTRA RAJAWALI DESA PANDAN SARI KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Yosep Sumitra; Uyu Saismana; Riswan Riswan; Billy Grace Palit
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.963

Abstract

Rencana CV Karya Putra Rajawali membuka lokasi penambangan baru merupakan latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai perencanaan pit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung jumlah cadangan batubara dan volume overburden, membuat tahapan penambangan, membuat rancangan disposal serta membuat rencana jalan tambang.Perencanaan pit dibuat dengan menggunakan software Minescape. Batas penambangan, cadangan tertambang, dan volume overburden ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) tidak lebih dari 4. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng. Perhitungan volume menggunakan software Minescape. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 85.000 ton/bulan batubara.Hasil penelitian dari perencanaan pit 2 dapat diketahui perlu adanya suatu perencanaan sequence penambangan untuk mencapai target produksi 85.000 ton/bulan batubara yang ditetapkan perusahaan. Setiap sequence penambangan pada perencanaan didapatkan perbandingan nilai produksi batubara dan nilai pembongkaran overburden yang stabil hingga akhir penambangan.

Page 4 of 23 | Total Record : 226


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024 Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024 Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024 Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023 Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023 Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023 Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021 Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020 Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020 Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020 Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019 Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019 Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019 Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018 Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018 Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018 Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017 Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017 Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017 Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016 Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016 Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016 More Issue