cover
Contact Name
Sari Melati
Contact Email
sari@ulm.ac.id
Phone
+62082155601967
Journal Mail Official
jtam.himasapta@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Himasapta PS Teknik Pertambangan, Lab. LTP Lt.2 Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM. 36,5 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Himasapta
ISSN : 25797816     EISSN : 25274619     DOI : 10.20257
Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari hasil penelitian tugas akhir/skripsi mahasiswa Program Studi atau Jurusan Teknik Pertambangan. Jurnal Himasapta terbit secara online sejak April 2016 di www.mining-unlam.ac.id Terdaftar sebagai jurnal elektronik nasional dengan ISSN 2527-4619 pada berdasarkan SK no. 0005.25274619/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05 - 19 Mei 2016. Bergabung dan dialihkan penerbitan online sejak November 2017 dalam rangka penerbitan jurnal tugas akhir mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ke http://ft.jtam.unlam.ac.id/index.php/himasapta Mendapatkan ISSN (cetak) dengan nomor 2579-7816 berdasarkan SK no. 0005.25797816/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 - 4 Mei 2017. Karena alasan keselamatan arsip dan data, dialihkan lagi ke laman https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jhs/index pada awal tahun 2019.
Articles 226 Documents
ANALISIS OPTIMALISASI FUEL RATIO PERALATAN MEKANIS DALAM AKTIFITAS PENGGALIAN DAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PT MADHANI TALATAH NUSANTARA M. Arief Rahman Himawan; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.792 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i3.1361

Abstract

PT Madhani Talatah Nusantara menggunakan alat gali muat PC 2000 dengan bucket 14 m3 memiliki target produktivitas sebesar 750 bcm/jam serta target fuel burn sebesar 130 liter/jam dengan target nilai fuel ratio sebesar 0,173 liter/bcm  dan alat angkut HD 785-7 memiliki target produktivitas sebesar 160 bcm/jam serta target memiliki target fuel burn sebesar 60 liter/jam dengan target nilai fuel ratio sebesar 0,37 liter/bcm material overburden, setelah melakukan kegiatan penggalian dan pengangkutan  maka perlu adanya analisa untuk mengetahui tingkat pencapaian target dan pemakaian fuel burn  tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai dari fuel ratio  alat gali muat dan alat angkut melebihi dari target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas PC 2000 dan HD 785-7 adalah waktu edar, efisiensi kerja dan kondisi jalan angkut. Waktu edar  PC 2000  berdasarkan hasil pengamatan masih belum sesuai dengan besar waktu edar secara teoritis, kondisi jalan angkut berdasarkan hasil pengamatan belum sesuai dengan standar perusahaan sehingga dapat membuat waktu edar alat angkut menjadi belum maksimal.Produktivitas aktual PC 2000 didapatkan sebesar 722,27 bcm/jam serta fuel burn aktual sebesar 132 liter/jam dengan  nilai fuel ratio aktual sebesar 0,183 liter/bcm dan produktivitas aktual HD 785-7 didapatkan sebesar 144,11 bcm/jam serta fuel burn aktual 66,92 liter/jam dengan nilai fuel ratio aktual sebesar 0,467 liter/bcm. Hal ini menunjukkan bahwa fuel ratio aktual belum mencapai target perhitungan secara teoritis. Setelah dilakukan simulasi perbaikan nilai fuel ratio didapatkan produktivitas alat gali muat sebesar 805,93 bcm/jam dan fuel burn sebesar 134 liter/jam dengan simulasi perbaikan nilai cycle time dan efisiensi kerja alat gali muat dan didapatkan nilai simulasi  produktivitas alat angkut sebesar 186,5 bcm/jam dengan melakukan simulasi perbaikan cycle time alat angkut. Sehingga didaptkan nilai fuel ratio simulasi alat gali muat sebesar 0,166 liter/bcm dan fuel ratio simulasi alat angkut sebesar 0,321 liter/bcm.    Kata-kata kunci: Cycle Time, Fuel Burn, Produktivitas, Fuel Ratio
EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK BERDASARKAN GROUND VIBRATION HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN Rusmawarni Rusmawarni; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Ferdinandus Ferdinandus
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.920

Abstract

PT Bina Sarana Sukses merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang bekerja melayani operasi produksi untuk PT Antang Gunung Meratus di Pit Warute. Salah satu kegiatan penambangan adalah pengupasan lapisan penutup dengan cara pemboran dan peledakan. Indikator keberhasilan selain tercapainya target produksi peledakan, antara lain fragmentasi dan ground vibration. Dimana ukuran fragmen yang dihasilkan berpengaruh untuk proses penggalian overburden yang terledakkan yang mempengaruhi kinerja alat gali muat dengan tidak mengesampingkan getaran peledakan yang ditimbulkan. Geometri peledakan yang digunakan yaitu burden 8 m x spasi 9 m dengan kedalaman lubang bervariasi antara 5 m sampai 8 m. jarak pengukuran ground vibration  400 m sampai 600 m dari lokasi peledakan. Semakin besar jumlah isian bahan peledak yang digunakan semakin besar pula ground vibration yang dihasilkan, maka jumlah isian bahan peledak harus dikurangi untuk mengurangi ground vibration yang dihasilkan. Alat yang digunakan untuk pengukuran ground vibration adalah Minimate dari Instantel.Metode analisis hasil peledakan menggunakan analisis perbandingan dan regresi. Dari hasil analisis, didapatkan simulasi jumlah isian bahan peledak dengan nilai PPV yang disimulasikan sebesar 2 mm/s.Dengan menggunakan rumus scaled distance maka direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 sebesar 57,45 kg/lubang, jarak 450 m sebesar 72,71 kg/lubang, jarak 500 sebesar 89,76 kg/lubang dan jarak 600 m sebesar 129,26 kg/lubang. Sedangkan dengan menggunakan rumus propagation law maka dapat direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 m yaitu sebanyak 103,04 kg/delay, pada jarak 450 m yaitu sebanyak 130,41 kg/delay, pada jarak 500 m yaitu sebanyak 161 kg/delay dan pada jarak 600 m yaitu sebanyak 231,84 kg/delay. Kata-kata kunci: Ground Vibration, Minimate, Peledakan, PPV, Propagation Law, Scaled Distance
EVALUASI PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI PADA PT PAMA PERSADA NUSANTARA DISTRIK KCMB Hambali Hambali; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i01.937

Abstract

Target produksi overburden yang direncanakan oleh PT Pama Persada Nusantara Distrik KCMB di beberapa bulan sebelumnya belum tercapai. Masalah ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah perbaikan dan perawatan alat-alat berat yang dipakai oleh PT Pama Persada Nusantara Distrik KCMB kadang memakan waktu yang lama. Namun di luar hal-hal tersebut dalam pengoperasiannya ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi overburden.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menghitung produksi alat gali muat dan alat angkut serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produksi alat gali muat dan alat angkut dalam pencapaian target pemindahan overburden dan melakukan simulasi perbaikan untuk meningkatkan produksi alat.Berdasarkan simulasi yang dilakukan untuk mencapai target produksi masing-masing front membutuhkan tambahan masing-masing 1 unit alat gali muat. Dengan tambahan unit tersebut produksi pada front EX1072 menjadi 298,195.96 BCM dan pada front EX1073 menjadi 269,032.65 BCM. Simulasi produksi untuk alat angkut pada front EX1073 dapat dilakukan dengan melakukan langkah perbaikan yang terjadi karena kendala operasional seperti wait equipment, dusty dan wait operator. Setelah dilakukan perbaikan total produksi menjadi 202,210.18 BCM.
EVALUASI CRUSHING PLANT UNTUK PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PADA PT INDONESIAN MINERALS AND COAL MINING KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Mugeni, Mugeni; Saismana, Uyu; Riswan, Riswan; Kumaini, Kumaini
Jurnal Himasapta Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i01.955

Abstract

Perancangan  dan  pemilihan  unit pengolahan  batubara  yang  tepat sangat menentukan terhadap produk akhir yang akan dihasilkan. Seiring dengan bertambahnya umur alat, unit pengolahan batubara akan mengalami beberapa masalah, sehingga menyebabkan target produksi yang telah ditetapkan tidak tercapai. Selain faktor dari unit pengolahan, tidak tercapainya target produksi juga bisa disebabkan oleh efisiensi jam kerja dan suplai material. Produksi kegiatan pengolahan aktual batubara pada PT Indonesian Minerals and Coal Mining pada bulan Agustus sebesar 231 ton/jam, sedangkan pada bulan September sebesar 227 ton/jam. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan suatu kajian teknis kegiatan pengolahan khususnya crushing plant untuk mencapai target produksi yang diinginkan oleh perusahaan.Dengan menganalisis faktor-faktor pendukung produktivitas crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, spesifikasi alat crusher, belt conveyor, kondisi aktual lapangan seperti kondisi ROM dan stockpile, faktor-faktor penyebab loss time seperti idle dan delay, serta breakdown time selama Bulan Agustus dan September Tahun 2016.Berdasarkan data aktual selama penelitian didapatkan data produktivitas unit crushing plant pada bulan Agustus sebesar 231 ton/jam dan bulan September sebesar 227 ton/jam dengan target produktivitas 300 ton/jam. Berdasarkan data aktual produktivitas crushing plant belum tercapai sehingga perlu dilakukan evaluasi agar target tercapai. Melalui simulasi perbaikan cycle time alat angkut Dump Truck Hino FM 260 JD sebesar 583,93 detik menjadi 500 detik, sehingga produktivitas cushing plant meningkat dari 264,23 ton/jam menjadi 308,90 ton/jam.
PEMODELAN ENDAPAN BATUBARA DAN PERANCANGAN LIFE OF MINE PIT F PADA PT BORNEO INDOBARA (BIB) KECAMATAN ANGSANA Gerry Alfrits Yizreel Kawalo; Uyu Saismana; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1082

Abstract

PT Borneo Indobara, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara, berniat meningkatkan produksi tahun 2019 dengan membuka pit baru yang bernama Pit F, yang berlokasi pada blok timur di sebelah barat dari Pit Kusan atas. Sebelum kegiatan penambangan dilakukan, terlebih dahulu perlu diketahui bagaimana model endapan batubara dan sebaran kualitas di lokasi tersebut. Kemudian baru dapat disusun rencana penambangan yang setidaknya terdiri atas rancangan akhir pit, jumlah cadangan batubara, volume overburden, luas dan kedalaman pit, serta umur tambangnya. Ketidakpastian kondisi ekonomi, terutama karena harga batubara yang cenderung turun akhir-akhir ini, menyebabkan perencanaan tambang yang dibuat harus fleksibel. Pada penelitian ini dianalisis pengaruh empat skenario alternatif rencana dengan kriteria stripping ratio (SR) terhadap rencana penambangan Pit F. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan PT Borneo Indobara untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada pengambilan keputusan mana rancangan yang akan pilih.Pemboran eksplorasi detil dilakukan sebanyak 142 titik bor dengan spasi 200 m dan pola pengeboran staggered, rata-rata kedalaman sekitar 100 meter. Sedangkan untuk mendapatkan kualitas batubara diambil 5 titik bor quality. Survey pemetaan topografi awal wilayah juga dilaksanakan untuk memperoleh model permukaan tanah. Model endapan batubara dikonstruksi melalui korelasi data seam-seam dan lithologi yang terdapat dalam titik-titik bor menggunakan perangkat stratmodel. Geometri lereng di batas akhir penambangan yang dirancang yaitu kemiringan lereng keseluruhan di low wall mengikuti kemiringan batubara. Lereng higwall dan side wall kemiringan lereng tunggal pada overburden 35-45°, ketinggian lereng 10 meter, kemiringan lereng pada batubara 70°, dan lebar jenjang 5 m. Batas penambangan ekonomis ditentukan dari resgraphic, yaitu perangkat informasi distribusi volume overburden dan tonase batubara dalam model solid batter block berukuran 100 x 100 m. Skenario stripping ratio untuk kriteria analisis sensitivitas penentu batas penambangan yang dipakai adalah 3; 3,5; 4; dan 4,5.Kontur struktur roof dan floor batubara hasil pemodelan endapan menunjukan strike/dip Seam F N 176° E/ 3,41°. Dari kontur iso-thickness diketahui ketebalan seam F £ 5 meter. Berdasarkan model resgraphic diperoleh untuk SR 3 terdapat 65 blok ekonomis, SR 3,5 78 blok ekonomis, SR 4 94 blok ekonomis, dan SR 4,5 terdapat 115 blok ekonomis. Rancangan batas akhir penambangan didapatkan kemiringan lereng keseluruhan 32° dengan kedalaman pit berturut-turut 36,78 meter;  40,82 meter; 44,14 meter; dan 48,26 meter. Pit F dengan kriteria SR 3 seluas 21,96 Ha akan menghasilkan 0,72 juta ton batubara dan selesai ditambang dalam jangka waktu 1,19 tahun. Pit F dengan kriteria SR 3,5 seluas 25,72 Ha akan menghasilkan 0,85 juta ton batubara dan selesai ditambang selama 1,42 tahun. Pit F dengan kriteria SR 4 seluas 30,38 Ha akan menghasilkan 1,03 juta ton batubara dan selesai ditambang dalam jangka waktu 1,71 tahun. Pit F dengan kriteria SR 4,5 seluas 35,73 Ha akan menghasilkan 0,72 juta ton batubara dan selesai ditambang selama 2 tahun. Perusahaan dapat menerapkan rancangan life of mine Pit F sesuai dengan nilai SR ekonomis yang berlaku saat kegiatan penambangan mulai berlangsung.
INVENTARISASI KETERDAPATAN BATUAN UNTUK MATERIAL KONSTRUKSI JALAN DI KECAMATAN BATI-BATI DAN SEKITARNYA Johan Eka Saputra; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.859 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.473

Abstract

Sejalan dengan pembangunan dan pengembangan berbagai sarana dan prasarana di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dari tahun ke tahun pun meningkat pesat terutama untuk pembangunan jalan, maka dilakukanlah kegiatan inventarisasi keterdapatan batuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisis data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut, dilakukan pengujian di Laboratorium Transportasi Dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Dari hasil uji lab yang mengacu pada spesifikasi material lapis bahan jalan dari buku spesifikasi umum tahun 2010 (rev 3) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dapat diketahui bahwa sampel G. Damargusang dan G. Malihin tidak termasuk material kelas A,B ataupun S, sedangkan sampel Bukit (Bentok Darat) termasuk material kelas A dan sample G. Dilam termasuk material kelas B. Adapun estimasi potensi batuan untuk material konstruksi jalan di Kecamatan Bati-Bati, maka dapat diketahui luasan yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 30 Ha, sedangkan volume yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 66.547 m³. Kata-kata kunci: Batuan, Spesifikasi Material, Konstruksi Jalan, Potensi
PENJADWALAN PENAMBANGAN PADA BLOK KARET 5 PT SUMBER KURNIA BUANA Uyu Saismana; Angga Al Rasyid; Agus Triantoro; Muslaini Muslaini
Jurnal Himasapta Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i03.932

Abstract

PT Sumber Kurnia Buana memiliki wilayah izin penambangan PKP2B seluas 10,920 Ha. Ada penambang tanpa izin yang menambang di Blok Karet 5 yang baru diketahui setelah ditinggalkan oleh penambang tanpa izin tersebut. Analisis terhadap data hasil pemboran eksplorasi menyatakan bahwa masih ada sumberdaya batubara yang mungkin masih bisa diambil. Sebelumnya, perusahaan tidak melanjutkan ke tahap kegiatan penambangan karena harga batubara saat itu belum mampu menutupi biaya pembebasan lahan.  Saat harga batubara akan naik, perusahaan pun memerlukan perencanaan dan penjadwalan tambang. Hal tersebut lah yang melatarbelakangi saya melakukan pengamatan dan penelitian ini.Batas   penambangan,   cadangan   tertambang,   dan   volume overburden ditentukan oleh nilai Stripping Ratio (SR) dari perusahaan yaitu SR ≤ 10 dan dari beberapa percobaan terhadap penentuan batas akhir penambangan didapatkan desain pit dengan SR 9. Ukuran jenjang dan arah penambangan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng dari perusahaan yaitu tinggi 10 m, lebar 5 m, kemiringan 60° dan arah penambangan mengikuti strike batubara. Perancangan pit dan perhitungan volume dibantu dengan perangkat lunak komputer. Tahapan penambangan disusun untuk memenuhi target produksi minimum 40,000 ton/bulan.Jadwal penambangan yang dihasilkan ada dua, yaitu jadwal penambangan dengan kurun waktu 15 bulan dan 19 bulan. Jadwal penambangan selama 15 bulan memiliki SR terendah 2 pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2016 dan SR tertinggi 14 pada bulan Januari 2017. Sedangkan jadwal penambangan selama 19 bulan memiliki SR terendah 2 pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2016 dan SR tertinggi 6.2 pada bulan Juli 2017.
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA PT BARA PRIMA MANDIRI, DESA MALUNGAI, KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN Febri Amri Oktaviantono; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i03.950

Abstract

Pada sistem tambang terbuka pada PT Bara Prima Mandiri masalah utama yang dihadapi adalah adanya genangan air yang tidak ditangani dengan baik diakibatkan tidak adanya rancangan sistem penyaliran yang baik untuk menangani air yang masuk ke dalam pit. Air tersebut dapat mengganggu proses penggalian dan pemuatan bahan galian di pit, dapat membuat peralatan tambang cepat rusak, mengakibatkan lokasi kerja dan jalan tambang menjadi basah dan tergenang air. Untuk itu maka perlu dilakukan penanganan masalah air tambang secara baik agar proses produksi terkait dengan penggalian dan pemuatan bahan galian di pit tidak terganggu dan kegiatan tersebut dapat berlangsung aman.Pada penelitian ini, penentuan flow direction dan catchment area menggunakan software tambang, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode distribusi gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional dan perhitungan kebutuhan pompa dihitung dengan menggunakan prinsip water balance.Hasil penentuan luas catchment area yaitu 0,208 km, perhitungan curah hujan rencana maksimum (Mei) adalah 74,692 mm/hari, hasil perhitungan intensitas hujan maksimum (September) adalah 38,35 mm/jam, hasil perhitungan debit limpasan maksimum (September) adalah 1,996 m3/s, debit pemompaan 330 m3/jam dan kebutuhan pompa tertinggi sebesar 2 unit pompa. 
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PT BRILIANTA BINA ANUGRAH KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Nur Mulya Sari; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i03.969

Abstract

PT Brilianta Bina Anugrah melakukan penambangan yang terjadi pada saat musim hujan sehingga perlu dilakukan penanganan air sehingga pit tidak tergenang. Dengan kondisi pit yang tidak memungkinkan sehingga perlu dilakukan optimasi pompa dengan penambahan jumlah pompa. Pada saat penelitian pompa yang digunakan adalah pompa jenis sykes cp 220i.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode matematis dengan menghitung debit pompa dengan rumus discharge, menghitung debit limpasan dengan rumus rasional, menghitung intensitas curah hujan dengan rumus mononobe dan menghitung curah hujan rencana periode ulang 2 tahun dengan rumus distribusi gumbel.Hasil penelitian didapatkan nilai curah hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun yaitu sebesar 129,9 mm, intensitas  curah hujan rencana  yaitu sebesar 8,59 mm/jam, debit air limpasan 0,15675 m3/s. Dengan jumlah air yang masuk sebesar 6.771,48 m3/hari dengan waktu pemompaan selama 8,2 jam sehingga pompa mampu mengeluarkan air yaitu sebesar 1.446,10 m3/hari diperlukan 5 unit pompa Sykes cp 220i atau dengan waktu pemompaan selama 18 jam sehingga pompa mampu mengeluarkan air yaitu sebesar 3.174,36 m3/hari diperlukan 2 unit pompa Sykes cp 220i. 
EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK MENGGUNAKAN ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN FRAGMEN PADA PELEDAKAN BATUAN PENUTUP DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA Ahmad Ali Syafi'i; Riswan Riswan; Romla Noor Hakim; Uyu Saismana; Kartini Kartini
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.910

Abstract

Peledakan dikatakan berhasil apabila batuan terberai menjadi fragmen dengan ukuran yang tepat untuk proses lanjutan. Proses lanjutan setelah pemberaian batuan penutup berupa pemuatan dan pengangkutan ke tempat penimbunan (disposal). Ukuran fragmen hasil peledakan harus sedapat mungkin mudah dimuat oleh alat muat yang beroperasi di lokasi peledakan saat itu. Permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian ialah fragmen hasil peledakan yang berukuran ³ 70 cm sekitar 35%. Sedangkan perusahaan menargetkan maksimal 30%.  Fragmentasi erat kaitannya dengan perbandingan isian bahan peledak terhadap batuan yang terbongkar, yang diterapkan dalam bentuk geometri peledakan. Geometri peledakan yang diterapkan saat ini burden 8 m, spasi 9 m dengan kedalaman lubang yang bervariasi, diameter lubang ledak (D) 7.88 inchi dan subdrilling 0.5 m. Penelitian ini bertujuan menentukan geometri peledakan yang memberikan hasil paling optimum, yakni sesedikit mungkin isian bahan peledak untuk menghasilkan distribusi ukuran fragmen yang sesuai kriteria.Geometri peledakan, isian bahan peledak, dan distribusi ukuran fragmen hasil peledakan diamati di 3 lokasi pengamatan yaitu interburden seam B, interburden seam C, dan interburden seam D.  Hubungan pengaruh isian bahan peledak terhadap hasil fragmentasi dari data aktual di lapangan dianalisis menggunakan pendekatan persamaan regresi polinomial orde 2.  Sebagai perbandingan teoritis digunakan pula model matematis Kuzram.  Selanjutnya ditentukan isian bahan peledak yang diprediksi menghasilkan ukuran fragmen ³ 70 cm maksimal 20%.Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mencapai target distribusi ukuran fragmen tersebut, diperlukan penambahan isian bahan peledak per lubang dengan burden dan spasi tetap 8 m x 9 m. Peledakan interburden seam B dengan tinggi jenjang 8 m memerlukan 208.34 kg bahan peledak per lubang, sementara untuk tinggi jenjang 10 m memerlukan 269.60 kg bahan peledak per lubang. Peledakan interburden seam C dengan tinggi jenjang 7 m memerlukan 306.4 kg bahan peledak per lubang, sedangkan untuk tinggi jenjang 8 m memerlukan 315 kg bahan peledak per lubang. Pada peledakan interburden seam D dengan tinggi jenjang 8 m diperlukan isian handak 290 kg per lubang. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk melakukan kegiatan peledakan yang optimal. Kata-kata kunci: Burden, Fragmentasi, Isian Bahan Peledak, Peledakan, Spasi

Page 5 of 23 | Total Record : 226


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024 Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024 Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024 Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023 Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023 Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023 Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021 Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020 Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020 Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020 Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019 Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019 Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019 Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018 Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018 Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018 Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017 Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017 Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017 Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016 Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016 Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016 More Issue