cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 220 Documents
Budidaya Lontar (Borassus sundaicus Becc) Maliangkay Ronny Bernhard
Buletin Palma No 32 (2007): Juni, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n32.2007.81-91

Abstract

Tanaman lontar telah lama dimanfaatkan petani, walaupun belum dibudidayakan secara khusus. Bagian tanaman lontar yang dimanfaatkan adalah nira, sedangkan pohonnya dimanfaatkan untuk kayu bangunan. Ditinjau dari manfaatnya, lontar termasuk tanaman serbaguna karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan atau memiliki nilai ekonomis. Oleh karena itu, tanaman lontar berpeluang untuk dikembangkan sebagai sumber bahan baku dalam pengembangan agroindustri, sehingga dapat menunjang pendapatan asli daerah. Namun demikian, populasi tanaman semakin berkurang karena telah ditebang untuk bahan bangunan dan perluasan pemukiman. Berdasarkan hal tersebut, tanaman lontar perlu dibudidayakan. Teknik budidaya yang  perlu dilakukan adalah pemilihan bahan tanaman, pesemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan metode penyadapan nira.
Pemanfaatan Ampas Kelapa (Cocos nucifera) untuk Pembuatan Biodiesel Patrik Markopala Pasang
Buletin Palma No 35 (2008): Desember, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n35.2008.%p

Abstract

Pemanfaatan minyak kelapa untuk produksi fatty acid methyl ester (biodiesel) akan mengakibatkan terjadinya persaingan dengan industri pangan dan oleokimia, mengingat minyak kelapa merupakan komoditas yang berharga cukup mahal di pasar internasional. Cara lain yang dipandang potensial untuk memproduksi biodiesel dari kelapa adalah memanfaatkan minyak kelapa yang masih terkandung di dalam ampas kelapa sisa pembuatan minyak kelapa. Kandungan minyak di dalam ampas kelapa berkisar 12,2 – 15,9% sehingga merupakan potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Pemanfaatan ampas kelapa selama ini sebagian besar untuk pakan ternak, dengan mengolahnya menjadi biodiesel akan meningkatkan dayaguna ampas  kelapa dan menjadi salah satu sumber bahan bakar alternatif di daerah sentra kelapa.
Optimasi Dosis Nitrogen dan Kalium pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama nFN HALIM; nFN SUDRADJAT; nFN HARIYADI
Buletin Palma Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n2.2014.86-92

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor dan menjadi sumber devisa Indonesia. Perluasan areal dan intensifikasi perkebunan kelapa sawit berkembang dengan pesat. Kebutuhan bibit kelapa sawit yang berkualitas terus meningkat seiring dengan permintaan petani dan perusaahaan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan menentukan dosis optimum pupuk nitrogen dan kalium di pembibitan utama. Pelaksanaan Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan Kampus Darmaga IPB, Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial dalam lingkungan Acak Kelompok (RAK), perlakuan terdiri atas dua faktor, faktor pertama pemupukan N dan faktor kedua pemupukan K. Pemupukan N terdiri atas 4 taraf, yaitu N0 = 0 g, N1 = 8,35 g, N2 = 16,7 g dan N3 =33,4 g bibit-1. Pemupukan K terdiri atas 4 taraf yaitu K0=0 g, K1=10,9 g, K2=21,8 g, dan K3=43,6 g bibit-1. Peubah yang diamatai adalah peubah morfologi dan kadar N dan K dalam jaringan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk N dan K meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang bibit kelapa sawit. Berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang, dosis optimum pupuk N adalah 22,27g dan pupuk K adalah 35,13 g selama enam bulan di pembibitan utama. ABSTRACT Optimizing of Nitrogen and Potassium Rates for Oil Palm Seedling (Elaeis guineensis Jack) in Main NurseryPalm oil is one of the main export commodity and as a source of foreign exchane in Indonesia. Extention area and extensification of palm oil plantation are growing rapidly. The needofoil palm seedlings increase with the growing demand from farmers and plantation companies. This research aimed to determine the growth response of oil palm seedlings to various rate sand to determine the optimum rate of nitrogen and potassium fertilizer on oil palm seedlings. The experiment was carried out at Cikabayan Experimental Station at IPB Darmaga Campus, Bogor, West Java. The experimental design used was factorial randomized block design with three replications. The treatment consisted of two factors, the first factor was N fertilizer and the second factor was K fertilizer. N fertilizer consists of four levels ( N0 = 0 g, N1 = 18:25 g, N2 and N3 = 36.5 g = 73 g seedling-1) and K fertilizer consists of four levels (K0 = 0 g, K1 = 18:25 g, K2 = 36.5 g, and K3 = 73 g seedling-1). The result of the experiment shows that N and K fertilizer increase the plant height, number of frond and stem diameter. Base on the plant height, the optimum rate of N fertilizeris 23.33 g and K fertilizer is 41.82 g during six months in the main nursery.
Pengaruh Lama Pendiaman Santan, Cara Penyaringan dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Virgin Coconut Oil (VCO) RINDENGAN BARLINA
Buletin Palma No 37 (2009): Desember, 2009
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n37.2009.145-152

Abstract

Influence of Fermentation, Filtering and Storage Time on Quality ofVirgin Coconut Oil (VCO)Virgin Coconut Oil (VCO), is a product of the processing without the addition of food additive, that is categorized as natural products. Since 2003, the product is known of consumer because it is very beneficial for health, so its expensive, so many emerging ways of processing. Therefore, in 2004, has conducted research to find practical ways for the farmers, including fermentation of coconut milk (3 hours and 12 hours), filtering (using filter paper 42 mess, straining cloth and only muted 3 days ), then VCO observed at 0-month storage, 2 months, 4 months and 6 months. Observations carried out on the water content, free fatty acid and peroxide numbers. The results showed that water levels are influenced by long storage and interaction of fermentation coconut milk, filtering and storage. Free fatty acids is not affected by any treatment, while the peroxidevalue affected by long storage. VCO water content of 0-6 months of storage ranged 0.07-0.13%, free fatty acids ranging from 0.17-0.23% and the peroxide value ranges from 0.19-3.02 meq/kg oil. The range of water content, free fatty acid and peroxide value, still meet the standards of Asian Pasific Coconut Community (APCC), the water content ranges from 0.1-0.5%, maximum free fatty acids 0.5% and a maximum peroxide number 3 meq /kg. Based on the results of this study, the VCO processing by applying the processing is done, continue to produce VCO that meet the standards set APCC.
Pengembangan Metode Analisa Warna Gula Aren JULIUS PONTOH
Buletin Palma Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n2.2014.150-153

Abstract

Salah satu kriteria mutu gula aren yang telah ditetapkan oleh standard nasional industri adalah warna gula. Penentuan warna ini hanya didasarkan pada pengamatan dengan mata telanjang. Metode ini sangat subjektif sehingga perlu dikembangkan suatu metode yang objektif. Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan metode analisa yang objektif untuk menentukan warna gula. Spektrofotometer merupakan alat yang dapat digunakan untuk tujuan ini. Oleh karena itu, telah diteliti konsentrasi larutan gula yang dapat memberikan hasil optimal dalam penentuan warna gula. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi gula 1,25 persen adalah yang terbaik digunakan untuk analisa warna gula aren. Indeks warna gula aren yang ada dipasaran bervariasi dari sekitar 16000 sampai 50000. Kata kunci: Gula aren;kualitas;warnaABSTRACTMethod Development for Color Analysis of Palm Sugar One of the quality criteria that has been determined in industrial national standard for palm sugar is the sugar color. The method is only based on the visual color by naked eyes. This method is very subjective, therefore, it is need a more objective method. This research is focused on the development of a more objective method for color determination in palm sugar. Spectrophotometer has been used for this measurement. It has been studied that the brown sugar concentration that gave optimal measurement for the color of brown sugar. The results show that the sugar concentration of 1.25 percent is the best for sugar color analysis of brown sugar. It has been found that the color index of various brown sugar marketed in North Sulawesi various from 16000 to 50000. Keywords: Palm sugar, quality, color.
Keragaman Fenotipe dan Genetik Kumbang Brontispa longissima (Coleoptera: Chrysomelidae) pada Tanaman Kelapa [The Genetic and Phenotypic Diversities of Brontispa longissima Beetle (Coleoptera: Chrysomelidae) on Coconut Palms] Jelfina C. Alouw; Ismail Maskromo; Fadjry Djufry
Buletin Palma Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n2.2017.83-90

Abstract

ABSTRAKBrontispa longissima merupakan salah satu hama utama kelapa yang dapat menyebabkan kerusakan daun dan kehilangan hasil kelapa secara ekonomi. Terdapat variasi warna dan pola pewarnaan elytra B. longissima yang tersebar di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis keragaman fenotipe dan genetik hama Brontispa longissima yang berasal dari beberapa daerah dengan menggunakan marka RAPD. Analisis keragaman genetik berdasarkan marka RAPD dilakukan terhadap hama B. longissima yang dikoleksi dari Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Ambon/Seram, dan Papua Barat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), dan Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), dari Bulan Maret sampai dengan November 2016. Berdasarkan analisis RAPD menggunakan 3 primer pada enam sampel B. longissima menunjukkan sampel mengelompok menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok I terdiri atas sampel Papua Barat dan Sulsel 2 dan kelompok II  terdiri dari sampel  Ambon/Seram, Sulut 1, Sulut 2 dan Sulsel 1  dengan tingkat kemiripan sekitar 50%. Pada kelompok I, sampel Papua Barat dan Sulsel 2 mempunyai kemiripan sekitar 75%. Kemiripan tertinggi      (> 80 %) tampak antara sampel Sulut 1 dan Sulut 2 yang memiliki warna dan pola warna elytra yang berbeda. Primer OPA 01 dapat digunakan untuk membedakan antar sampel atau keragaman populasi sehingga dapat diaplikasikan sebagai alat deteksi yang cepat dan akurat.    ABSTRACTBrontispa longissima is one of the main pests of coconut causing leaf damage and yield losses. Variation of color and pattern of the elytra was found among population of B. longissima distributed in Indonesia. The objective of the study was to analyze the phenotypic and genetic diversities of Brontispa longissima pests from several regions using RAPD markers. RAPD marker based diversities analysis was carried out to evaluate genetic and phenotipic relationships among population of B. longissima collected from North Sulawesi (Sulut), South Sulawesi (Sulsel), Ambon/Seram, and West Papua. Laboratory expriments were carried out at the Integrated Pest and Disease Laboratory of The Indonesian Palm Crops Research Institute (IPCRI) and the Laboratory of The Indonesian Center For Agricultural Biotechnology And Genetic Resources Research and Development (ICABOG RAD) from March to November 2016.  Three of the twenty primers selected, have grouped the samples into two distinct clusters.  Cluster analysis indicated 75% similarities between West Papua (P) populations and collections from South Sulawesi 2, and 50% similarities among samples from Ambon/Seram, North Sulawesi 1 and 2, and South Sulawesi 1. The highest similarity of more than 80% was found on two samples from North Sulawesi having different color and pattern of elytra. Primer OPA-01 showed highest polymorphism percentage.
Karakterisasi Produk Etanol dari Aren A. LAY; G.H. JOSEPH
Buletin Palma Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14 No. 1, Juni 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v14n1.2013.1-5

Abstract

Nira aren umumnya diolah menjadi gula, namun pada beberapa daerah selain gula diolah menjadi minuman beralkohol. Konsumsi minuman beralkohol dari nira aren yang berlebihan mendorong terjadi kerawanan sosial dan berdampak negatif bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk melakukan karakterisasi produk etanol yang berasal dari nira aren dan etanol komersial. Penelitian dilaksanakan di Bengkel Rekayasa Alat dan Laboratorium Balai Penelitian Palma Manado dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado, selama bulan Maret-Desember 2009. Bahan penelitian adalah etanol kasar, etanol teknis dari nira aren dan etanol komersial. Alat yang digunakan terdiri dari alat pengolahan etanol, alat laboratorium dan alat pembantu lapang. Penelitian menggunakan metode observasi terhadap karakteristik etanol dengan empat ulangan. Pengamatan terdiri dari: kadar etanol, pH, gula, Cu, Pb, Cl dan Metanol. Analisis data dengan Analisis Varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol kasar mengandung gula dan pH yang rendah, sebaliknya kadar Cu dan Cl tinggi, demikian sebaliknya. Etanol dari nira aren berkadar 94,8%, dengan kadar gula, keasaman (pH), kandungan Pb, Cu dan metanol tidak berbeda nyata dengan etanol komersial, sehingga etanol dari nira aren dapat digunakan seperti etanol komersial. Kata kunci: Nira aren, karakteristik etanol, penggunaan etanol.ABSTRACTCharacterising of the Ethanol Products from Palm NeeraThe Palm neera is generally processed into sugar, however in some areas were processed into alcoholic beverages. Consumption of alcoholic beverages from palm neera that is excessive courages happened social unsafe and negative impact for health. The research is aimed to characterized ethanol products from palm neera and commercial ethanol. It was performed in Machinery Testing Laboratory Indonesian Palm Crops Research Institute and Manado Research Industrial Standarization Institute, from March to Desember 2009. The raw materials being used in the study was crude ethanol and tecnical ethanol from palm neera, and the commercial ethanol. The machines being used consist of ethanol processing machine, laboratory equipments, and other supporting tools. Observation methods were used in this study on thecharacteristics of ethanol with in four replications. The measurement consists of ethanol concentration, pH, sugar content, Pb, Cl, and methanol. Data were analyzed using analysis of variants. The research showed that crude ethanol contain sugar and low pH, whereas contain high of concentration Cu, Cl, and ‘vice versa’. Ethanol from palm neera with concentration of 94,8% with sugar content, pH level, and concentration of plumbum, copper, and methanol, which are not different from commercial ethanol makes it is suitable to be used as commercial ethanol.
Patogenisitas Metarhizium anisopliae dari Beberapa Media Air Kelapa Terhadap Oryctes rhinoceros L. Welmenci J Sambiran; Meldy L.A Hosang
Buletin Palma No 32 (2007): Juni, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n32.2007.1-11

Abstract

Cendawan Metarhizium anisopliae (Metch) Sorokin dikenal sebagai salah satu agens hayati yang dapat menekan populasi hama Oryctes rhinoceros L. (Coleoptera : Scarabaeidae). Teknik pembiakan dengan air kelapa mempunyai prospek yang baik karena lebih murah dan mudah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari patogenisitas cendawan M. anisopliae yang dibiakkan pada media air kelapa dari beberapa kultivar kelapa terhadap hama                   O. rhinoceros. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2005 di Laboratorium Hama Penyakit Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (BALITKA), Manado. Cendawan M. anisopliae diisolasi dari larva O. rhinoceros kemudian dimurnikan dan diperbanyak dalam media air kelapa dan agar murni. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas kultivar kelapa Dalam Bali (DBI), Dalam Tenga (DTA), Dalam Mapanget (DMT), Dalam Palu (DPU), Genjah Kuning Nias (GKN), Genjah Salak (GSK) dan kontrol (agar murni). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan M. anisopliae dapat tumbuh dengan baik pada media air kelapa dan mempunyai patogenisitas yang tinggi terhadap hama O. rhinoceros. Hasil uji patogenisitas terlihat stadia larva lebih rentan terinfeksi M. anisopliae dibandingkan imago O. rhinoceros. Mortalitas larva instar I mencapai 100% pada 10 hsp (hari setelah perlakuan), instar II 11 hsp dan instar III 14 hsp sedangkan mortalitas imago bervariasi antara 61.7-76.7% pada 20 hsp.
Desain dan Kinerja Alat Pengolahan Bioetanol Model Baristand untuk Menghasilkan Bahan Bakar Etanol [Design and Performance of Bioethanol Processing Tool Baristand Model to Produce Fuel Grade Ethanol] Nicolas Tumbel; Supardi Manurung; Abnery Lay
Buletin Palma Vol 17, No 1 (2016): Juni, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n1.2016.41-49

Abstract

The development of renewable energy sources such as bioethanol was a major consideration, because of dwindling of unrenewable energy and increasing of energy needed. Utilization ofenergy from bioethanol was environmental friendly compared to fossil fuel. The objective of this research was to design small-scale bioethanol processing unit to produce bioethanol as a fuel or FGE which easily to be operated. The research was conducted at the Laboratory and Workshop of Research and Standardization of Industrial Institute Manado, and Equipment Engineeringof Indonesian Palms Crops Research Institute during 2013. The design of this machinery was based on to bioethanol processing unit through evaporator system-double distillation, and dehydration unit of bioethanol equipmet using molecular sieve zeolite with vacuum swing absorption techniques.Processing of FGE was equipped with controlled of temperature heating and utilization of molecular sieve for dehydrator column, processing. The process was evaluated for three times. The observed variables were design of tools (components, varianceof the operating unit temperature), and performance tools (working time, a flow rate of bioethanol, yield,  losses and quality of the product). The datas were analysis by descriptive method. The results showed that, the designed bioethanol processing tool has some main components such as evaporator tank, dehydrator column, and a distillation column. FGE was made by using bioethanol 90% as raw materials, temperature of heating operating (evaporator tank at 78-82ºC, dehydrator column around 76-90ºC, and distillation column about 25-35ºC. Theresulted FGE contains 99.88% of ethanol and yield reach to 92.13%. The FGE was visually clear and bright appearance, no deposits and debris. Bioethanol processing tools of Baristand model was more suitable to be used for farmer groups or small and medium level. ABSTRAKCadangan minyak bumi yang makin menipis dan makin meningkatnya kebutuhan energi serta dampak pencemaran lingkungan penggunaan energi dari minyak bumi, telah mendorong pengembangan sumber energi  terbarukan antara lain bioetanol. Tujuan penelitian untuk mendesain unit pengolahan bioetanol skala kecil  untuk menghasilkan bioetanol sebagai bahan bakar atau Fuel Grade Ethanol (FGE) yang praktis dioperasikan. Penelitian dilaksanakan pada Tahun 2013, di Laboratorium dan bengkel Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado serta Bengkel Rekayasa Alat Balai Penelitian Tanaman Palma.  Desain alat didasarkan pada alat pengolahan bioetanol dari aren sistem evaporator-destilator ganda,  dan alat dehidrasi bioetanol menggunakan saringan molekuler zeolit dengan teknik vacuum swing absorbtion. Pengolahan FGE dengan suhu pemanasan terkontrol dan menggunakan saringan molekuler pada kolom dehidrator, proses pengolahan dilakukan  sebanyak tiga kali. Pengamatan terdiri atas: desain alat (komponen alat, keragaman suhu unit operasi), dan kinerja alat (waktu kerja, laju alir bioetanol, rendemen, kehilangan hasil, dan mutu produk). Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengolahan bioetanol yang didesain dengan komponen utama adalah tangki evaporator, kolom dehidrator, dan kolom destilator.  Pengolahan FGE menggunakan   bahan baku bioetanol  kadar 90%, suhu pemanasan unit operasi, yakni tangki evaporator 78-82ºC, kolom dehidrator 76-90ºC, dan kolom destilator 25- 35ºC. FGE yang dihasilkan berkadar etanol 99,88% dan rendemen 92,13%. FGE memenuhi syarat mutu dan secara visual kenampakan jernih dan terang, tidak ada endapan dan kotoran. Alat pengolahan bioetanol model Baristand ini, lebih sesuai penggunaannya untuk kelompok tani atau Usaha Kecil Menengah.
Disain dan Kinerja Mesin Pemotong Sabut Kelapa Muda [Design and Performance of Tender Coconut Husk Trimmer Machine ] Nicolas Tumbel; Supardi Manurung
Buletin Palma Vol 19, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v19n2.2018.69-78

Abstract

Coconut fruit has an enormous size that requires a spacious place to pack. Serving young coconut required an fascinating shape so the customers are more interested to drink young coconut water. This activity was held in Baristand Industri Manado in March-December 2015. Engineering activities of coconut coir tool machine have been conducted with the aim to design and test the performance of coconut coir cutters. Young coconuts are shaped like diamonds by eliminating a part of coconut coir providing a more elegant and attractive shape. The process is done by cutting some coconut husk surface with cutting machine tool. This machine has a dimension of 95 cm of length, 60 cm of width and 142 cm of height. The machine built using stainless steel, equipped with a bottom and top lever, an arrow-shaped holder, 2 cutting knives (body and shoulders parts), cutting knife on both the bottom and the top, 1 HP/1420 rpm electric motor and frame/stand. The position of the blade on body part has inner slope of 95 ° while the outer slope 85 °. Shoulder- cutting knife with an inner slope angle of 45° while the outer 45°. The time used for cutting coconut coir for 0 days storage is 172 seconds, 2 days storage is 178 seconds, and 4 days storage is 204 seconds. This machine is able to cut 21 young coconuts per hour, with unpeeled portion is around 1.1-11.27%. This machine is suitable for Small Medium Enterprises (SMEs), restaurants/cafes and young coconut traders.  ABSTRAKBuah kelapa memiliki sifat yang kamba sehingga memerlukan banyak tempat pada saat dilakukan pengemasan. Kelapa muda dalam penyajiannya diperlukan bentuk yang menarik sehingga pelanggan lebih tertarik untuk minum air kelapa muda. Kegiatan ini dilaksanakan di Baristand Industri Manado pada bulan Maret-Desember 2015. Kegiatan rekayasa alat mesin pemotong sabut kelapa muda telah dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang dan menguji kinerja alat pemotong sabut kelapa muda. Kelapa muda dibentuk menyerupai berlian dengan maksud untuk menghilangkan sifat kamba pada sabut kelapa serta memberikan bentuk yang lebih elegan dan menarik. Pembuatannya dilakukan dengan cara memotong sebagian permukaan sabut kelapa dengan menggunakan mesin pemotong. Alat pemotong kelapa muda yang dirancang memiliki dimensi panjang 95 cm, lebar 60 cm dan tinggi 142 cm. Alat terbuat dari bahan stainless steel, dilengkapi dengan tuas/pengungkit bawah dan atas, dudukan kelapa bentuk panah, 2 buah pisau pemotong (bagian badan dan bahu), pisau pemotongan bagian dasar dan puncak, motor listrik 1 HP/1420 rpm, dan rangka/dudukan alat. Letak pisau pada alat pengupas atau pemotong sabut kelapa muda bagian badan (body) kelapa dengan sudut kemiringan bagian dalam 95° sedangkan bagian luar 85°. Pisau pemotong bahu dengan sudut kemiringan bagian dalam 45° sedangkan bagian luar 45°. Waktu yang digunakan untuk pemotongan sabut untuk kelapa yang berumur penyimpanan 0 hari adalah 172 detik, penyimpanan 2 hari dengan waktu 178 detik, dan penyimpanan 4 hari adalah 204 detik. Alat mesin yang dihasilkan mampu untuk memotong 21 buah kelapa muda per jam dengan bagian yang tidak terkupas adalah 1,1-11,27%. Penggunaan mesin pemotong sabut kelapa ini sesuai untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), restoran/cafe dan pedagang kelapa muda.