cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Workshop Pembuatan Video Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Aplikasi Bandicam Noor Fajriah; Sumartono Sumartono; Indah Budiarti; Ellina Normarisda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2510

Abstract

Video pembelajaran matematika diperlukan dalam pembelajaran daring untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik. Tujuan diadakannya workshop adalah memotivasi guru matematika membuat video pembelajaran matematika dengan menggunakan aplikasi bandicam. Workshop diadakan secara daring dengan metode sinkronus dan asinkronus dari tanggal 22-30 Oktober 2020. Peserta adalah guru matematika yang tergabung dalam MGMP MTs dan MA se-Kota Banjarmasin sebanyak 29 orang. Guru yang sudah sering membuat video pembelajaran sederhana sangat antusias karena video yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi bandicam menampilkan wajah guru yang berbicara. Kegiatan workshop ini mendapat respon di kriteria sangat baik untuk keempat aspek yang dinilai yaitu materi, narasumber, durasi dan media penyampaian serta guru dapat membuat video pembelajaran matematika. Peserta disarankan menggunakan konteks etnomatematika yaitu dengan memasukkan budaya Banjar pada pembuatan video pembelajaran matematika agar lebih bermakna. Beberapa guru telah berhasil membuat video pembelajaran matematika kemudian menguploadnya ke youtube.Mathematics learning videos are needed in online learning to optimize students' abilities. The purpose of holding the workshop is to motivate mathematics teachers to make mathematics learning videos using the Bandicam application. The workshop was held online with synchronous and asynchronous methods from 22 to 30 October 2020. Participants were 29 math teachers who are members of the MGMP MTs and MA in Banjarmasin City. Teachers who have often made simple learning videos are very enthusiastic because the videos produced using the Bandicam application show the face of the teacher speaking. This workshop activity received a very good response in the criteria for the four aspects assessed, namely material, resource persons, duration and media of delivery, and the teacher could make mathematics learning videos. Participants are advised to use an ethnomathematics context, namely by including the Banjar Culture in making mathematics learning videos to make them more meaningful. Some teachers have succeeded in making mathematics learning videos and then uploading them to YouTube. 
Sosialisasi Strategi Pemasaran Berbasis Online pada Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Marliza Noor Hayatie; Muhammad Shapiq Gautama; Widiya Astuti Alam Sur
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2366

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan agar masyarakat dapat membuka usaha bisnis online secara mandiri sehingga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, program ini memberikan keterampilan kepada masyarakat berupa pelatihan penggunaan internet dan sosial media. Metode yang digunakan dalam kegitatan ini dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang strategi dalam memasarkan produk secara online. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Peserta kegiatan ini adalah para remaja usia produktif dengan jumlah sekitar 20 orang. Hasil yang didapatkan dalam program pendampingan ini adalah para remaja memiliki keterampilan memasarkan produk yang dijual secara online melalui media sosial.  This service program aims to enable people to open online business businesses independently to get additional income. Also, this program provides skills to the community in the form of training on the use of the internet and social media. The method used in this activity is by providing outreach to the public about strategies in marketing products online. This activity was carried out in Kayu Abang Village, Re-Mining District, Tanah Laut Regency. Participants of this activity are teenagers of productive age with a total of about 20 people. The results obtained in this mentoring program are that teenagers have the skills to market products that are sold online through social media.  
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Terbatas Model Hidroponik untuk Penanaman Sayuran dalam Rangka Peningkatan Gizi Anak Usia Dini di Era Covid-19 Mardiyana Mardiyana; Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2437

Abstract

Selama masa pandemic Covid-19 permasalahan yang dialami oleh warga kampung Petoran RT 03 RW 08 Jebres Surakarta adalah meningkatnya harga kebutuhan pokok dan sayuran serta ketakutan akan penyebaran Covid-19. Apabila kebutuhan pokok dan sayur tidak terpenuhi akan berdampak pada pemenuhan gizi keluarga terutama adalah gizi anak usia dini. Dari hal itu, munculah inisiatif mengadakan kegiatan pelatihan dalam memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan rumah sebagai tempat untuk memproduksi sayuran, dan biji-bijian yang diperlukan guna pemenuhan gizi sembang untuk anak dan seluruh anggota keluarga di Kampung Petoran RT03 RW 08. Metode hidroponik  yaitu budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan tanpa tanah dipilih dalam pengabdian ini yang dilaksanakan melalui sosialisasi terkait : (1) metode bercocok tanam hidroponik, (2) pelatihan bercocok tanam sistem hidroponik dilahan terbatas dengan barang bekas, (3) pemberian fasilitas bibit sayuran untuk ditanam. Hasil dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata univesitas sebelas maret berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait bertanam dengan lahan terbatas yaitu dengan sistem hidroponik, serta peningkatan gizi anak usia dini melalui hasil kegiatan bertanam. During the Covid-19 pandemic, the problems experienced by residents of the Petoran RT 03 RW 08 Jebres Surakarta village were the increasing prices of necessities and vegetables and the fear of the spread of Covid-19. If basic needs and vegetables are not met, it will impact family nutrition, especially early childhood nutrition. From this, the initiative emerged to hold training activities in utilizing limited land such as a house yard to produce vegetables and seeds needed to fulfil balanced nutrition for children and all family members in Kampung Petoran RT03 RW 08. The hydroponic method in plant cultivation. By utilizing water and without land selected in this service, which is carried out through socialization related to (1) hydroponic farming methods, (2) training in hydroponic cultivation in limited land with used goods, (3) providing facilities for vegetable seeds for planting. The results of the socialization activities carried out by students of real work lectures at 11 March universities were in the form of increased knowledge and skills related to farming with limited land, namely the hydroponic system, and improving early childhood nutrition through the results of farming activities.
Pemanfaatan Limbah Tani, Ternak dan Konsorsium kapang selulolitik Pada Produksi Biogas Di Desa Puntukdoro Magetan Melalui Program Pengembangan Desa Mitra Pujiati Pujiati; Nurul Kusuma Dewi; Dimas Setiawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2455

Abstract

Desa Puntukdoro merupakan desa mitra dan binaan Universitas PGRI Madiun. Desa ini memiliki beberapa permasalahan diantaranya limbah ternak yang digunakan tanpa diolah dan hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan, minimnya suplay pupuk yang menyebabkan mahalnya harga pupuk di daerah ini, Hal tersebut menyebabkan petani yang sering merugi. Produksi biogas merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang ada, selain menghasilkan energi terbarukan produksi biogas menghasilkan limbah outlet/slurry yang potensial dimanfaatkan untuk pupuk organic yang dapat memperbaiki struktur tanah. Tim pelaksan ajuga memiliki konsorsium kapang selulolitik hasil riset yang dapat digunakan untuk optimalisasi produksi biogas jika menggunakan limbah pertanian. Pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra/PPDM ini dimulai dari survey, koordinasi, sosialisasi, aplikasi program yang meliputi instalasi reactor biogas, monitoring dan evaluasi. Setelah pelaksanaan PPDM ini banyak sekali dampak positif yang dihasilkan antara lain meliputi 1) Peningkatan pemahaman masyakat terkait pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk produksi biogas; 2) Peningkatan pemahaman masyarakat terkait dampak negatif pembuangan limbah peternakan ke sungai; 3) Ketersediaan energi alternative yang ramah lingkungan; 4) ketersediaan pupuk organic berkualitas; 5) Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian; 6) peningkatan kesejahteraan masyarakat. Puntukdoro is a partner village and fostered by the Universitas PGRI Madiun. This village has several problems, including livestock waste, which is used without being processed, and this can cause environmental pollution and health impacts; the lack of fertilizer supply causes the high price of fertilizers, which is also causing the farmer to suffer losses. Biogas production is one of the solutions to the existing problems; in addition to producing renewable energy, biogas production produces slurry waste that can be used as organic fertilizers. This slurry also can improve the soil structure. The community services team also has a consortium of cellulolytic moulds from their research that can be used to optimize biogas production when using agricultural waste. The implementation of PPDM starts from surveys, coordination, socialization, application of the program, which includes the installation of a biogas reactor, monitoring and evaluation. After the implementation of PPDM, many positive impacts resulted, including 1) Increasing public understanding regarding the use of agricultural and livestock waste for biogas production; 2) Increasing public understanding regarding the negative impact of dumping livestock waste into rivers; 3) Availability of environmentally friendly alternative energy; 4) availability of quality organic fertilizers; 5) Increasing the quality and quantity of agricultural products, and 6) increasing community welfare.
Sosialisasi Penggunaan Handphone dan Media Sosial yang Bijak pada Siswa SMPN 3 Belimbing Baru Kabupaten Banjar Yusuf Hidayat; Syahlan Mattiro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.1805

Abstract

Penggunaan handphone dan media sosial sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bagi para remaja yang secara emosional masih labil, penggunaan media ini secara tidak bijak dapat berakibat negatif terhadap kehidupan sosialnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para remaja tentang dampak positif dan negatif penggunaan handphone dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tiga bentuk kegiatan yaitu (1) menonton video, (2) ceramah, dan (3) diskusi tentang dampak negatif penggunaan handphone dan media sosial serta pentingnya perilaku bijak dalam penggunaannya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di sekolah SMPN 13 Belimbing Baru, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar.  Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa SMPN 13 Belimbing Baru antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini dan ada peningkatan pengetahuan tentang dampak positif dan negatif penggunaan handphone dan media sosial serta memahami tentang pentingnya penggunaan handphone dan media sosial dengan bijak. The use of cell phones and social media is beneficial in everyday life. However, for adolescents who are still emotionally unstable, the use of this media unwise can have a negative impact on their social life. This service activity aims to provide an understanding to teenagers about the positive and negative impacts of using cellphones and social media. This community service activity is carried out in three forms, namely (1) watching videos, (2) lecturing, and (3) discussion about the negative impact of using cellphones and social media and the importance of wise behaviour in their use. This service activity was carried out at the school of SMPN 13 Belimbing Baru, Sungai Pinang District, Banjar Regency. The results of the implementation of the activity showed that students of SMPN 13 Belimbing Baru were enthusiastic about participating in this socialization activity, and there was an increase in knowledge about the positive and negative impacts of using cellphones and social media as well as understanding the importance of using cellphones and social media wisely. 
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Elektronik (E-Book) di SMKN 1 Banjarmasin Rafiudin Rafiudin; Hamsi Mansur; Mastur Mastur; Agus Hadi Utama; Adrie Satrio
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.1803

Abstract

Permasaalahan yang di hadapi oleh mitra/guru-guru SMKN 1 Banjarmasin adalah masih banyak guru yang belum memiliki pengetahuan mengenai cara mengembangkan bahan ajar, minimnya keterampilan guru dalam menulis bahan ajar, dan rendahnya motivasi guru untuk menulis bahan ajar. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP ULM membantu guru-guru SMKN 1 Banjarmasin dalam mengembangkan bahan ajar elektronik (digital), melalui kegiatan pelatihan. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam menulis bahan ajar baik dalam bentuk fisik maupun elektronik (e-book). Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, diskusi-informasi, pendampingan, demonstrasi, dan percontohan, serta desiminasi terbatas atau hanya sebatas uji kelayakan e-book. Hasil pelatihan ini adalah peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam mengembangkan bahan ajar elektronik (e-book) yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Peserta pelatihan dapat menerapkan proses pengembangan bahan ajar melalui proses yang sistematis meliputi analisis kebutuhan dan telaah kurikulum, merancang layout dan tupoksi bahan ajar, menulis bahan ajar dengan menguraikan konsepnya, produksi dan konversi bahan ajar dalam bentuk elektronik (e-book), serta menguji kelayakan bahan ajarnya.The problems faced by the partners/teachers of SMKN 1 Banjarmasin are that many teachers do not know how to develop teaching materials, the lack of teacher skills in writing teaching materials, and the low motivation of teachers to write teaching materials. Therefore, the FKIP ULM Educational Technology Study Program's community service team helps the teachers of SMKN 1 Banjarmasin in developing electronic (digital) teaching materials through training activities. This training aims to increase teachers' knowledge and skills in writing teaching materials in both physical and electronic form (e-books). This training's implementation methods include lectures, discussion-information, mentoring, demonstrations, demonstrations, and limited dissemination or only limited to e-book feasibility testing. The result of this training is that the training participants have increased their knowledge and understanding in developing electronic teaching materials (e-books) according to students' needs. Training participants can apply the process of developing teaching materials through a systematic process including needs analysis and curriculum study, designing layouts and principal tasks and functions of teaching materials, writing teaching materials by describing the concept, producing and converting teaching materials in electronic form (e-book), and testing feasibility teaching materials.  
Sosialisasi Kesadaran Hukum Lingkungan pada Masyarakat Pinggiran Sungai di Kabupaten Barito Kuala Mariatul Kiptiah; Wahyu Wahyu; Harpani Harpani; Fatimah Fatimah; Dian Agus Ruchliyadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.1801

Abstract

Kesadaran hukum masyarakat merupakan salah satu bagian dari budaya hukum, yang ada di masyarakat sesuai indikator pengembangan yang akan dikembangkannya.  Kesadaran hukum lingkungan terdiri atas tiga bagian, yaitu, Insfrastruktur, informasi, dan alat yang digunakan untuk memproduksi dan mendistribusikan kesadaran hukum masyarakat. Oleh karena didorong keinginan untuk membantu para masyarakat dalam mengembangkan kesadaran hukum lingkungan supaya memanfaatkan sesuai dengan tempatnya, karena banyak masyarakat salah memaknai kesadaran hukum. Tujuan Pengabdian ini untuk penyampaian pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis kesadaran hukum lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi-informasi, dan disseminasi terbatas. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Sungai Lumbah Kabupaten Barito Kuala yang berjumlah 30 orang.  Hasil kegiatan ini peserta sosialisasi sudah mengetahui hal-hal yang perlu disiapkan dalam kesadaran hukum lingkungan. Peserta sosialisasi sudah memahami langkah-langkah strategis atau teknis yang disiapkan dalam Kesadaran hukum Lingkungan yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi komunikasi.
Bimbingan Penggunaan Metode Z-Score dan Perbandingannya dengan Metode Simple Rank untuk Menentukan Ranking Peserta Didik Bagi Guru di Palangkaraya Fenno Farcis; Enny Wijayanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2370

Abstract

Kegiatan bimbingan penggunaan metode Z-Score untuk menentukan ranking peserta didik ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang ditujukan bagi guru-guru di Kota Palangkaraya.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru sekolah menengah terkait dalam kemampuan menyusun ranking peserta didik secara adil.  Metode pembimbingan dilaksanakan dengan metode pelatihan/workshop yaitu melalui kegiatan ceramah, diskusi, dan praktek.  Kegiatan pembimbingan dilakukan dalam dua tahapan yaitu: tahap pertama berupa pembimbingan peserta secara teoritis mengenai konsep metode Z-Score dan tahap kedua berupa praktek latihan menyusun ranking dengan metode Z-Score. Temuan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru-guru SMP maupun SMA di kota Palangka Raya, ternyata 90% dari 20 orang guru yang hadir sebelumnya menggunakan metode simple rank dalam menentukan ranking peserta didik.  Mengingat penentuan ranking peserta didik dilakukan untuk berbagai materi berbeda dalam satu semester atau satu tahun pelajaran maka yang lebih tepat dan adil adalah dengan menggunakan metode Z-Score.  Kegiatan pembimbingan berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan kegiatan pembimbingan.  Guru yang hadir merasa antusias dalam memperoleh pembimbingan yang membuka pengetahuan dan wawasan baru dalam mengimplementasikan teknik penilaian di sekolah.  Hasil kegiatan praktik sangat memuaskan.  LKP (Lembar Kegiatan Peserta) yang dipraktekkan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. This guidance activity for using the Z-Score method to determine student rankings is a community service activity aimed at teachers in Palangkaraya City. This activity aims to improve the professionalism of secondary school teachers in their ability to rank students fairly. The guidance method is carried out by the training/workshop method, namely through lectures, discussions, and practices. Guidance activities are carried out in two stages: the first stage in guiding participants theoretically regarding the Z-Score method and the second stage in the form of practising ranking exercises using the Z-Score method. The findings obtained from interviews with junior high and high school teachers in Palangka Raya city show that 90% of the 20 teachers who attended previously used the simple rank method in determining the ranking of students. Considering that students' ranking is carried out for different materials in one semester or one academic year, what is more, appropriate and fair is to use the Z-Score method. Guidance activities take place smoothly and following the planning of mentoring activities. Teachers who were present were enthusiastic about obtaining guidance that opened up new knowledge and insights in implementing school assessment techniques. The results of practical activities are very satisfying. The practised LKP (Participant Activity Sheet) can be completed correctly and adequately. 
Fasilitasi FGD Tokoh dan Seniman Musik Kalimantan Selatan dalam Perumusan Konsep Musik Lagu Banjar Sumasno Hadi; Novyandi Saputra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2302

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) para tokoh dan seniman musik Kalimantan Selatan dalam mengklarifikasi dan merumuskan konsep musik lagu Banjar. Kegiatan ini adalah salah satu program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Sendratasik FKIP Universitas Lambung Mangkurat 2020. Latar belakang kegiatan FGD ini berbasis realitas atau kenyataan musik yang ada di Kalimantan Selatan. Bahwa ada perbedaan dan ragam pandangan di kalangan tokoh dan seniman musik Kalimantan Selatan tentang definisi maupun konsep lagu Banjar. Hal ternyebut menyebabkan kerancuan pengetahuan bagi apresiasi musik masyarakat Kalimantan Selatan. Oleh karenanya, usaha mendiskusikan lagu Banjar secara fokus dan mendalam menjadi relevan untuk dilakukan. Kegiatan yang dianggap representatif dan relevan adalah FGD. FGD diikuti para tokoh, ahli, dan seniman musik di Kalimantan Selatan. Target FGD adalah diperoleh suatu klarifikasi dan rumusan tentang konsep musik lagu Banjar. This article describes the activities of a Focus Group Discussion (FGD) of South Kalimantan musical figures and artists in clarifying and formulating the concept of Banjar song music. This activity is one of the Community Service activities program of Sendratasik Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lambung Mangkurat 2020. The background of this FGD activity is based on reality or music reality in South Kalimantan. Whereas there are differences and various views among figures and music artists of South Kalimantan regarding the definition and concept of the Banjar song. This confuses knowledge for the appreciation of the music of the people of South Kalimantan. Therefore, efforts to discuss the Banjar song in a focused and deep manner are relevant to be undertaken. The activity that is considered representative and relevant is FGD. The FGD was attended by figures, experts, and musical artists in South Kalimantan. The target of the FGD is to obtain clarification and formulation of the musical concept of the Banjar song.
Membangkitkan Ekonomi Rakyat Secara Berjamaah Melalui Koperasi Ulfa Fitriati; Aulia Isramaulana; Lailan Ni’mah; Elma Sofia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2159

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kewirausahaan berupa sosialisasi koperasi syariah 212 di Kota Banjarbaru.  212 Mart adalah merek minimarket Koperasi Syariah 212. Tujuan dari sosialisasi ini ialah untuk menambah anggota koperasi Syariah 212. Berdasarkan hasil sosialisasi, diperoleh bahwa anggota Koperasi Syariah 212  Amanah Idaman Banjarbaru bertambah 90 orang, semula anggotanya hanya 44 orang pada bulan Februari 2019 hingga 7 Juli 2020 sudah mencapai 134 orang. Dengan total simpanan mencapai 300 juta lebih.  Hal ini menunjukkan hanya sebagian masyarakat yang tahu bahwa koperasi adalah usaha berjamaah dengan modal kecil untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.  Entrepreneurship Community Partnership Program in the form of socialization of 212 sharia cooperatives in Banjarbaru City. 212 Mart is a brand of Koperasi Syariah 212 minimarket. The purpose of this outreach is to increase members of the Koperasi Syariah 212. Based on the socialisation results, it was found that the members of the Koperasi Syariah 212 Amanah Idaman Banjarbaru increased by 90, initially 44 members in February 2019 to 7 July 2020 reached 134 people. With a total savings of more than 300 million. This shows that only a part of the community knows that a cooperative is a joint venture with small capital to improve its economy.

Page 1 of 1 | Total Record : 10