cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2022)" : 40 Documents clear
Bimbingan Belajar Gratis SD Negeri 24 Tanjung Bunga Tutiarny Naibaho; Swita Ayu Simbolon; Elida Gries Simbolon; Martina Simbolon; Helmi Nofitawina Manik
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5494

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini membahas tentang bimbingan belajar gratis untuk siswa kurang mampu di SD Negeri 24 Tanjung Bunga. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1–6 di SD Negeri 24 Tanjung Bunga. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pembelajaran tambahan untuk siswa yang kurang mampu secara gratis serta membantu siswa mengulang pembelajaran yang dipelajari mereka di sekolah. Jadwal kegiatan ini terdiri dari 14 kali pertemuan, dimana dalam satu minggu terdiri dari 4 kali pertemuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin, selasa, kamis dan jumat. Setiap les atau bimbingan kami mulai dari jam 14.00–16.00 dan dari tanggal 02-28 Febuari 2022. Kegiatan kursus bimbingan belajar di SD Negeri 24 Tanjung Bunga dilakukan dengan tiga metode. Pertama metode diskusi dimana kami membentuk beberapa kelompok dan menuliskan soal di papan tulis. Kelompok tersebut akan mendiskusikan apa jawaban dari soal yang ada di papan tulis dan kelompok siapa yang benar akan mendapat hadiah. Metode kedua belajar sambil bermain metode ini dapat memberi kemudahan dalam proses pembelajaran yang dapat menciptakan suasana untuk membangkitkan kemampuan berpikir dan berargumentasi dalam menyelesaikan masalah dengan berbagai idea tau gagasan. Ketiga metode Tanya jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa bimbingan belajar Bahasa Indonesia, PKN, Bahasa Inggris dan Matematika pada siswa SDN 24 Tanjung Bunga dengan tujuan memberikan pembelajaran tambahan kepada siswa secara gratis serta membantu siswa mengulang pembelajaran yang telah dipelajari di sekolah. This Community Partnership Program discusses free tutoring for underprivileged students at SD Negeri 24 Tanjung Bunga. This activity was attended by students in grades 1–6 at SD Negeri 24 Tanjung Bunga. This community partnership program aims to provide additional learning for underprivileged students for free and to help students repeat what they have learned in school. This activity schedule consists of 14 meetings, whereas one week consists of 4 meetings. This event is held on Monday, Tuesday, Thursday and Friday. Each of our tutorings starts from 14.00–16.00 and from 2-28 February 2022. The tutoring course activities at SD Negeri 24 Tanjung Bunga are carried out using three methods. The first is the discussion method, where we form several groups and write the questions on the blackboard. The group will discuss the answers to the questions on the board, and the correct group will get a prize. The second method of learning while playing can provide convenience in the learning process, creating an atmosphere to generate thinking and argumentation skills in solving problems with various ideas. The three methods of question and answer. Community service activities in the form of tutoring in Indonesian, PKN, English and Mathematics for students at SDN 24 Tanjung Bunga to provide additional learning to students for free and help students repeat what they have learned at school. 
Pelatihan Research and Development bagi Guru MGMP Kimia Kabupaten Hulu Sungai Utara Rusmansyah Rusmansyah; Abdul Hamid; Misbah Misbah; Lili Rahmawati; Nurul Huda; Zahra Azizah; Rima Sugianti; Wahidah Wahidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6089

Abstract

Masih banyaknya guru yang belum memahami tentang Research and Development (R&D) dan terbatasnya kemampuan guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam melaksanakan penelitian pembelajaran kimia di lingkungan lahan basah. Oleh karena itu dilakukan pelatihan R&D bagi guru MGMP Kimia Kabupaten HSU. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para guru untuk melakukan R&D dan mengembangkan sebuah produk berupa e-modul. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Kegiatan akan dilaksanakan secara hybird baik secara online maupun offline. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Juli 2022, sebanyak 3 (tiga) kali pertemuan. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru tentang R&D, dihasilkan suatu produk berupa e-modul, dan respon guru terhadap kegiatan pelatihan memiliki kategori sangat baik. Pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman guru tentang R&D sehingga dapat mengembangkan dan menghasilkan suatu produk berupa e-modul yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.  There are still many teachers who do not understand Research and Development (R&D) and the limited ability of the Chemistry Subject Teachers' Consultation of Hulu Sungai Utara Regency (HSU) in carrying out chemistry learning research in a wetland environment. This encourages the Community Service team to conduct training and assistance in this regard. Therefore, R&D training for Chemistry MGMP teachers in HSU District was conducted. This training activity aims to improve the understanding and ability of teachers to conduct R&D and develop a product in the form of an e-module. The method of implementing the activities includes four stages: planning, action, observation, evaluation, and reflection. Activities will be carried out in a hybrid manner, both online and offline. The community service activities were carried out from July-August 2022. Based on the training results, it was found that there was an increase in teachers' understanding of R&D, a product in the form of e-modules was produced, and the teacher's response to training activities was in a very good category. This training can improve teachers' understanding of R&D to develop and produce a product in the form of an e-module that can be used in the learning process.
Pengembangan Media Ajar Interaktif Menggunakan GeoGebra untuk Guru-guru SMA Kabupaten Hulu Sungai Tengah Harja Santana Purba; Delsika Pramata Sari; Muhammad Hifdzi Adini; Ahmad Yogi; Muhammad Rizaldy Ervan; Fahrul Ikhsan Hidayatullah; Haili Sahwardi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5826

Abstract

: Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah melatih kemampuan guru menggunakan GeoGebra dalam pengembangan media ajar interaktif. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan tatap muka secara langsung dengan 21 peserta. Peserta merupakan guru anggota MGMP Matematika SMA Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pelaksanaan pelatihan pada 5 Juli 2022. Kegiatan ini menghasilkan modul GeoGebra yang digunakan oleh peserta dalam pelatihan. Pelaksanaan pelatihan diawali dengan materi pengenalan dan penyamaan persepsi tentang media pembelajaran interaktif, dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan GeoGebra dengan fitur-fiturnya, sampai pembuatan lembar kerja peserta didik interaktif. Selanjutnya, untuk evaluasi kegiatan dilakukan pengisian kuesioner Google Form untuk pengumpulan data feedback dari peserta. Berdasarkan hasil perolehan data dan hasil projek yang telah dikerjakan peserta, menunjukkan bahwa peserta memahami dan mengikuti kegiatan pelatihan dengan antusias yang tinggi. Dengan demikian, diharapkan akan ada pelatihan GeoGebra dengan eksplorasi yang lebih dalam untuk meningkatkan pengetahuan guru matematika tentang penggunaan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran di kelasnya. This community service program's purpose was to improve teachers' ability to use GeoGebra in developing interactive teaching media. This training activity was carried out face-to-face with 21 participants. Participants were teachers who were members of the MGMP Matematika SMA of Hulu Sungai Tengah Regency. Implementation of the training on July 5, 2022. This activity resulted in the GeoGebra module, which the participants in the training used. The implementation of the training began with the introduction and equalization of perceptions about interactive learning media, followed by training on the use of GeoGebra with its features to the creation of interactive student worksheets. Furthermore, for the evaluation of the activities, a Google Form questionnaire was filled out to collect feedback data from participants. Based on the data acquisition results and the projects that participants had carried out, it showed that participants understand and participate in training activities with high enthusiasm. Thus, it was hoped that there would be GeoGebra training with a deeper exploration to increase the knowledge of mathematics teachers about the use of interactive learning media in learning in their classrooms.
Menyambut Kurikulum Paradigma Baru: Pendampingan Pembelajaran IPA Berbasis STEM-PjBL Lahan Basah dengan Pendekatan Human Centred Design Ratna Yulinda; Sauqina Sauqina; Ellyna Hafizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5789

Abstract

Implementasi Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami banyak kendala. Masalah yang ditemukan pada mitra pengabdian ini yakni kurang meratanya pendampingan dan pelatihan dari pemerintah bagi guru-guru, khususnya memberikan pendampingan dan pelatihan di SMP Negeri 1 Belawang dalam menyambut Kurikulum Paradigma Baru. Ciri dari kurikulum baru ini yakni pembelajaran diberikan kepada peserta didik melalui model Project Based Learning (PjBL) dan adanya kebebasan pengelolaan pengaturan jam belajar dalam proses pembelajaran per tahunnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan memberikan pemahaman dan persiapan kepada guru-guru dalam mengimplementasikan kurikulum paradigma baru melalui pembuatan modul ajar. Pengabdian ini menggunakan pendekatan program Human Centered Design (HCD) dengan tiga tahapan utama Inspiration, Ideation, Implementation. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 22–23 Juni 2022 secara luring dan dilanjutkan dengan tugas mandiri. Kegiatan ini diikuti oleh guru yang berjumlah 13 orang serta peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Belawang. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di SMP Negeri 1 Belawang diantaranya: (1) guru-guru telah memahami tentang implementasi kurikulum paradigma baru serta mampu menyiapkan modul ajar; (2) guru IPA memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan paradigma baru, pembelajaran STEM PjBL berupa Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) serta alat evaluasi dan penilaiannya. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini telah berhasil memberikan pemahaman dan persiapan kepada guru-guru dalam mengimplementasikan kurikulum paradigma baru melalui pembuatan modul ajar. Implementing the New Paradigm Curriculum in Junior High Schools has encountered many obstacles.The problem in the target school for the community service project is the lack of attention from the government as a stakeholder in the education sector to provide assistance and training for teachers, especially at SMP Negeri 1 Belawang in implementing the New Paradigm Curriculum. The characteristics of this new curriculum are that learning is given to students through the Project Based Learning (PjBL) model and the freedom for the teacher to design the curriculum for a whole year. This community service activity aims to provide the understanding and prepare teachers to implement the New Paradigm Curriculum through developing a teaching module. This service uses a Human Centered Design (HCD) approach program with three main stages: Inspiration, Ideation, and Implementation. This service activity was carried out offline on 22 – 23 June 2022 and continued with independent assignments. This activity was attended by teachers who gathered 11 people and class VIII students at SMP Negeri 1 Belawang. The results of the implementation of service at SMP Negeri 1 Belawang include: (1) teachers have an understanding of the implementation of the New Paradigm Curriculum and can prepare open modules; (2) training the teachers, especially science teachers, in designing PjBL STEM learning in the form of Student Activity Sheets (LKPD) as well as evaluation and assessment tools. Based on the implementation of the activity, it can be said that it has succeeded in providing understanding to and preparing teachers to implement the New Paradigm Curriculum through the creation of teaching modules.
Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital pada Kelompok UMKM Kopi di Desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara Pinta Astuti; Adhitya Yoga Purnama; Surya Dewi Puspitasari; Dewi Sekar Kencono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5702

Abstract

Komoditas kopi yang dihasilkan di Desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara menjadi salah satu hasil kegiatan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan lahan produktif. Pengolahan biji kopi mandiri telah mulai dilakukan beberapa tahun terakhir oleh masyarakat. Sebelum masa pandemi COVID-19, pengelola UMKM telah memasarkan kopi Sarwodadi ini ke berbagai daerah. Akan tetapi, sejak adanya pandemi COVID-19, omset penjualan menurun tajam karena penurunan permintaan. Selain itu, sejak sebelum pandemi terjadi, kesadaran untuk pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemasaran masih tergolong rendah karena berbagai faktor. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok pengelola UMKM kopi dalam penguasaan dan pemahaman pemasaran digital agar dapat meningkatkan omset penjualan selama dan pasca masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Januari-Februari 2022. Metode pelaksanaan pada program ini antara lain dengan cara mengaktifkan kembali media sosial, meningkatkan kesadaran pemasaran digital, pelatihan foto produk, membangun branding pada produk, pelatihan pemasaran digital, dan mengikuti pameran virtual. Hasil dari kegiatan ini adalah pengelola UKM menyadari akan pentingnya penguasaan media sosial dan e-commerse untuk meningkatkan jumlah penjualan. Selain itu, peningkatan kualitas foto produk, branding melalui desain logo baru, dan keikutsertaan pada pameran UKM secara virtual juga meningkatkan awareness masyarakat baik di sekitar Desa Sarwodadi maupun di luar daerah akan eksistensi UMKM ini.  Oleh karena itu, kegiatan pendampingan pemasaran pada kelompok usaha ini dapat dijadikan alternatif solusi untuk meningkatkan kemampuan pemasaran pengelola UMKM. Seluruh kegiatan pengabdian telah selesai pada akhir Februari 2022 dan berdasarkan nilai post-test ditunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini menambah pengetahuan kelompok UMKM kopi dari 6,2% menjadi 94,2%. The coffee commodity in Sarwodadi Village, Pejawaran District, Banjarnegara Regency is one of the results of community economic activities in using productive land. The community has started to process independent coffee beans in recent years. Before the COVID-19 pandemic, MSME managers had marketed this Sarwodadi coffee to various regions. However, since the COVID-19 pandemic, sales turnover has fallen sharply due to falling demand. In addition, before the pandemic, awareness of digital technology as a marketing medium is also still low. Therefore, this community service program is carried out to increase the capacity of coffee MSME management groups to master and understand digital marketing in order to increase sales turnover during and after the pandemic. This program will be conducted from January-February 2022. The implementation methods in this program include re-activating social media, increasing digital marketing awareness, product photo training, building branding on products, digital marketing training, and participating in virtual exhibitions. The result of this activity is that SME managers realize the importance of mastering social media and e-commerce to increase the number of sales. In addition, improving the quality of product photos, branding through new logo designs, and participating in virtual SME exhibitions also increase public awareness both around Sarwodadi Village and outside the region of the existence of these SMEs. Therefore, marketing assistance activities in this business group can be used as an alternative solution to improve the marketing capabilities of MSME managers. All service activities were completed at the end of February 2022, and based on the post-test scores, it is shown that this community service activity has increased the knowledge of the coffee MSME group from 6.2% to 94.2%.  
Pendampingan Belajar Siswa Melalui Kegiatan Bimbingan Belajar di Panti Asuhan Imanuel Rahmat Winata; Sugiharto Sugiharto; Pantur Pandiangan; Futridesy Angraini; Tosa Dwitara Anggit; Tasya Florensia; Annisa Rahma Dana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6063

Abstract

Dunia pendidikan sedang mengalami perubahan yang luar biasa. Yang semula pembelajaran di sekolah dasar dan menengah dilaksanakan secara tatap muka kemudian semenjak Covid-19 terjadi penyesuaian. Saat ini pelaksanaan PTM dilaksanakan sesuai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat dan capaian vaksinasi guru serta tenaga kependidikan (PTK), dan juga warga yang lanjut usia. Ditemukan permasalahan yaitu kegiatan pembelajaran di sekolah yang mengharuskan peserta didik untuk belajar secara daring membuat banyak anak kurang memahami materi pembelajaran matematika yang diberikan oleh guru dan ketika sudah diizinkan melaksanakan pembelajaran secara luring terdapat beberapa guru yang tidak rutin mengajar sesuai jadwal serta terdapat beberapa materi dalam suatu bab yang diberikan tidak sampai tuntas tetapi sudah masuk ke bab selanjutnya. Hal tersebut membuat kami merasa perlu untuk melakukan bimbingan belajar di Panti Asuhan Imanuel. Kegiatan ini bertujuan agar membantu kesulitan anak-anak dalam memahami materi pembelajaran matematika. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan pada bulan 21 April–3 Juni 2022 dengan jumlah peserta 26 anak. Kegiatan bimbingan belajar dibagi dalam tiga tahap yaitu: 1) Persiapan: perizinan dan observasi tempat, 2) Perencanaan: rencana kegiatan dan penanggung jawabnya, 3) Pelaksanaan: melakukan kegiatan bimbingan belajar kepada anak-anak panti asuhan. Hasil kegiatan bimbingan belajar ini adalah membuat anak-anak lebih semangat dan antusias untuk belajar bersama untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar matematika yang mereka temukan di sekolah. The world of education is undergoing tremendous changes. Initially, learning in primary and secondary schools was conducted face-to-face, but since Covid-19, there have been adjustments. Currently, the implementation of PTM is carried out by the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) by the central government and the achievement of vaccinations for teachers and education personnel (PTK) and elderly citizens. Problems were found, namely learning activities in schools that require students to study online, making many children less understanding of the mathematics learning material provided by the teacher and when they are allowed to carry out offline learning, some teachers do not routinely teach according to schedule, and there is some material in a class. The chapter given is not complete but has entered the next chapter. This made us feel the need to conduct tutoring at the Immanuel Orphanage. This activity aims to help children's difficulties in understanding mathematics learning material. Tutoring activities are carried out on April 21–June 3, 2022, with 26 children participating. Tutoring activities are divided into three stages: 1) Preparation: licensing and place observation, 2) Planning: activity plans and the person in charge, 3) Implementation: conducting tutoring activities for children -in an orphanage. The result of this tutoring activity is to make children more enthusiastic and passionate about learning together to overcome the difficulties in learning mathematics they find at school.
Bimbingan Teknis Pemanfaatan Portal Rumah Belajar bagi Guru Sekolah Dasar Rima Meilita Sari; Mentari Darma Putri; Ahmad Fauzi Syahputra Yani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5694

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bimbingan teknis terkait portal rumah belajar Kemdikbud sebagai salah satu solusi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan inovatif di era society 5.0 pada guru Sekolah Dasar. Adapun program kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi dua kegiatan yaitu sosialisasi portal rumah belajar Kemdikbud dan bimbingan teknis Portal Rumah Belajar Kemdikbud. Sasaran kegiatan adalah Guru Sekolah Dasar Negeri 2 Seulalah Kota Langsa, Aceh yang berjumlah 20 orang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 10-11 Mei 2022. Metode yang dilakukan untuk bimbingan teknis adalah metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung dengan guru. Kegiatan bimbingan teknis dilaksanakan dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta pelatihan. Kesimpulan dari acara ini adalah pelaksanaan bimbingan teknis mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengaplikasikan portal rumah belajar. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan guru sekolah dasar mampu melaksanakan pembelajaran dengan efektif dan mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis web dengan menggunakan portal rumah belajar. Community service aims to provide information and technical guidance related to the Rumah Belajar From the Ministry of Education and Culture's learning as a solution to create effective and innovative learning in the era of society 5.0 for elementary school teachers. The program of service activities is divided into two activities, namely the socialization of the Rumah Belajar and technical guidance of Rumah Belajar Platform. The target of the activity was the teacher of the State Elementary School 2 Seulalah, Aceh. The activities were carried out on 10-11 May 2022. The methods used for technical guidance were lectures, discussions, and direct practice with teachers. Technical guidance activities were carried out smoothly and were full of enthusiasm from the training participants. This event concluded that implementing technical guidance could improve teachers' understanding and skills in applying the learning house portal. This service activity implies that elementary school teachers are expected to be able to carry out learning effectively and be able to implement web-based learning using the home learning portal.  
Peningkatan Pengetahuan Tanaman Berkhasiat Obat dan Penggunaannya pada Masyarakat Kelurahan Kalampangan Kota Palangka Raya Saftia Aryzki; Noverda Ayuchecaria
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5745

Abstract

Salah satu hasil budidaya kelompok tani yang ada di Palangka Raya terutama Kelurahan Kalampangan adalah tanaman obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk swamedikasi. Namun disayangkan hampir sebagian besar masyarakat tidak mengetahui bahwa penggunaan tanaman obat yang tidak rasional justru bisa menimbulkan efek yang lebih berbahaya dibandingkan dengan efek samping pada penggunaan obat sintetik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan dan edukasi secara lengkap mengenai jenis tanaman, tujuan penggunaan dan cara pemakaian melalui ceramah langsung serta pemberian brosur. Pengabdian dilaksanakan di Balai Kelurahan Kalampangan Kota Palangka Raya pada hari Jumat 19 November 2021 dengan jumlah peserta 63 orang. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai untuk pretest sebesar 46,75 dan posttest sebesar 61,26. Simpulan dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat agar memanfaatkan tanaman obat untuk swamedikasi secara baik dan benar untuk menjamin keamanan dan keefektifan penggunaan tanaman yang berkhasiat sebagai obat serta mencegah kesalahan pengobatan pada masyarakat. One of the results of the cultivation of farmer groups in Palangka Raya, especially Kalampangan Village, is medicinal plants. Besides being sold, the community uses cultivated medicinal plants for self-medication. On the other hand, the increasing use of medicinal plants is supported by an increasing trend of returning to nature. This trend has become part of the lifestyle in society. Unfortunately, most people do not know that the irrational use of medicinal plants can cause more dangerous effects than the side effects of using synthetic drugs. This community service aims to provide complete counselling and education regarding the types of plants, their intended use and how to use them through direct lectures and the distribution of brochures. The service was held at the Kalampangan Village Hall, Palangka Raya City, on Friday, 19 November 2021, with 63 participants. The activity's success was evaluated by giving a pretest and posttest. The evaluation results showed an increase in public knowledge after education. The conclusion of this activity can increase public knowledge so that they can use medicinal plants for self-medication properly and correctly.
Pemanfaatan Tepung Mocaf Menjadi Ragam Olahan Pangan pada UMKM di Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Yatty Destani Sandy; Banu Nursanni; Safri Gunawan; Sapitri Januariansyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5246

Abstract

Indonesia kaya akan sumber bahan pangan. Namun, masih banyak bahan pangan yang belum dimanfaatkan potensinya secara maksimal. Salah satu bahan pangan tersebut adalah Singkong. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung, salah satunya adalah tepung mocaf. Permasalahan yang terjadi adalah pengolahan tepung mocaf yang diproduksi oleh mitra belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan berbahan dasar tepung mocaf pada ibu-ibu di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah adalah dengan memberikan pelatihan tentang ragam olahan makanan dari tepung mocaf serta pendampingan dalam praktek pembuatan produk makanan tersebut. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam membuat berbagai olahan dari tepung mocaf. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah diskusi, wawancara, edukasi, pelatihan dan pendampingan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November tahun 2021. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tepung mocaf dan kemampuan terkait bagaimana membuat berbagai produk makanan dari tepung mocaf yang memiliki nilai gizi dan nilai jual yang tinggi. Indonesia is rich in food sources. However, many foodstuffs still have not been utilized to their maximum potential. One of the foodstuffs that can be processed into food is sweet potatoes, or what we commonly call cassava. This plant is the most potential raw material to be processed into flour, one of which is mocaf flour. The problem is that the processing of mocaf flour produced by partners has not been utilized optimally. This is due to the lack of knowledge and skills in processing food based on mocaf flour in mothers in Sumberejo Village, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency. Based on these problems, the solution to solve the problem is to provide training on the variety of processed foods from mocaf flour and assistance in the practice of making these food products. Training and mentoring are carried out to improve knowledge and skills in making preparations from mocaf flour. The methods used in this community service activity are discussion, interview, education, training and mentoring through the stages of preparation, implementation and evaluation. The result of this activity is the increasing public knowledge about the utilization of mocaf flour and related abilities to make various food products from mocaf flour that have high nutritional value and selling value.
Pelatihan Pembuatan VideoScribe Bermuatan Lingkungan Lahan Basah Bagi Guru MGMP Kimia Kabupaten Hulu Sungai Utara Parham Saadi; Mahdian Mahdian; Misbah Misbah; Fauzia Dwi Sasmita; Dwi Maulina; Nadia Nadia; A Maulana E; Julia Karina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6099

Abstract

Masih rendahnya keterampilan guru dalam membuat media berbasis audio-visual dalam bentuk video, serta kurangnya informasi yang dimiliki guru terkait aplikasi yang dapat digunakan dalam pembuatan video di lingkungan lahan basah menjadi latar belakang pada Pengabdian kepada Masyarakat ini. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalam membuat video menggunakan sparkol VideoScribe di lingkungan lahan basah. Selain itu juga untuk mengetahui respon guru dalam mengikuti pelatihan. Peserta pelatihan ini ialah 22 orang guru kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi dan praktik secara langsung dalam membuat video menggunakan sparkol VideoScribe. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2022 sebanyak 4 kali pertemuan. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru tentang pembuatan video menggunakan sparkol VideoScribe dan respon guru terhadap kegiatan pelatihan menunjukkan kategori baik. Pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru tentang pembuatan video menggunakan sparkol VideoScribe. Produk video yang dihasilkan dapat digunakan dalam membantu proses pembelajaran. The teacher's low skills in creating audio-visual-based media that is performed by video and the lack of information that teachers have regarding applications that can be used in making videos in a wetland environment are the background of this community service. This training activity aims to improve teachers’ understanding and skills in making videos using Sparkol VideoScribe in a wetland environment. In addition, to find out the teacher's response to participating in the training. The participants of this training were 15 Chemistry Subject Teacher Consultation Group (MGMP) teachers in Hulu Sungai Utara (HSU) District. The training activities were conducted through lectures, discussions and direct practice in making videos using Sparkol VideoScribe. Based on the results of the training, it was found that there was an increase in the teacher's understanding of creating audio-visual-based media that was performed by video using Sparkol VideoScribe, and the teacher's response to the training activities showed a good category. This training can improve teachers' understanding and skills in making videos using Sparkol VideoScribe. The resulting video product can be used to help the learning process.

Page 4 of 4 | Total Record : 40