cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Pelatihan Penulisan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Menggunakan Aplikasi Mendeley Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Yunidar Yunidar; Gusti Ketut Alit Suputra; Nur Halifah; Sahrul Saehana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6867

Abstract

Karya ilmiah memainkan peran penting dan menjadi sumber referensi bagi para ahli yang berbeda. Bersamaan dengan peningkatan inovasi di era 4.0, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kemajuan teknologi data di perguruan tinggi telah berkembang sehingga mahasiswa harus tahu tentang berbagai aplikasi yang disediakan oleh koperasi spesialis data. Oleh karena itu, dengan perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat maka bermunculan Tool yang memudahkan mahasiswa, dosen serta peneliti untuk mencari rujukan serta penyusunan daftar pustaka. Penulisan karya ilmiah skripsi sebagai syarat tugas akhir untuk mengikuti ujian bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako masih banyak dijumpai daftar pustaka yang disusun secara manual. Hal ini yang membuat mahasiswa kesulitan dan membutuhkan waktu yang cukup lama pada saat menulis skripsi sebab harus menuliskan kutipan satu persatu ke dalam tulisan sehingga terkadang ada yang tertinggal. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat menawarkan penggunaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley yang dianggap penting karena memudahkan mahasiswa untuk membuat referensi dan daftar pustaka yang baik dan dapat membatasi terjadinya plagiasi. Tujuan di balik kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan siswa tingkat akhir di FKIP Universitas Tadulako dalam menggunakan aplikasi mendeley untuk mempermudah penyusunan tugas akhir. Kegiatann ini dilakukan pada bulan April s.d. Oktober 2022 di Media Centre Universitas Tadulako. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan 85% mahasiswa semester akhir FKIP Universitas Tadulako yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah mampu menggunakan Mendeley untuk karya tulis ilmiah   Scientific papers play an important role and become a reference source for different experts. Along with the increase in innovation in the 4.0 era, students are expected to be able to follow the progress of science and innovation. Advances in data technology in higher education have developed so that students must know about the various applications provided by data specialist cooperatives. Therefore, with the rapid development of information technology, tools have emerged that make it easier for students, lecturers and researchers to find references and compile a bibliography. Writing a scientific thesis as a final assignment requirement to take exams for students of the Teaching and Education Faculty (FKIP) Tadulako University still often finds bibliographies compiled manually. This makes it difficult for students, and it takes quite a long time to write a thesis because they have to write down the quotations one by one so that sometimes something is left out. Therefore, the community service team offers references using the Mendeley application, which is important because it makes it easier for students to make good references and bibliography and can limit plagiarism. The purpose of this activity is to improve the ability of final-year students at FKIP Tadulako University to use the Mendeley application to facilitate the preparation of the final project. This activity was carried out in April s.d. October 2022 at the Media Centre Universitas Tadulako. Based on the results of community service activities, it was found that 85% of Tadulako University FKIP final semester students who participated in community service activities could use Mendeley for scientific writing. 
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Melalui Sosialisasi Penerapan Sapta Pesona di Desa Sebubus Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Rossi Evita; Tita Rosalina; Zumaroh Zumaroh; Nurasiah Nurasiah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7678

Abstract

Desa Sebubus adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi daya tarik baik alam, buatan maupun budaya. yang tersebar di beberapa dusun. Untuk mengembangkan pariwisata dan meningkatkan sadar wisata bagi masyarakat di desa ini, partisipasi masyarakat dalam hal ini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat penting. Pokdarwis merupakan mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari pemberdayaan Pokdarwis melalui kegiatan sosialisasi penerapan Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kapasitas serta pengetahuan setiap anggota Pokdarwis terutama dalam mewujudkan pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang lebih baik sehingga wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi arti pentingnya setiap elemen dari Sapta Pesona dan contoh-contoh penerapannya pada daya tarik wisata yang ada. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama empat bulan dimulai dari bulan Juli sampai Oktober 2021. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 22 orang. Metode pemberdayaan dalam pengabdian ini adalah Participatory Learning and Action (PLA). Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan antusias dan motivasi yang sangat baik oleh anggota kelompok sadar wisata dalam rencana penerapan sapta pesona, selain itu dapat dilihat adanya pembuatan plang sapta pesona pada destinasi daya tarik yang dikelola oleh Pokdarwis maupun kelompok masyarakat yang lain sebagai pengingat pentingnya setiap item yang ada pada Sapta Pesona. Sebubus Village is one of the villages located in Sambas Regency, West Kalimantan. It has a lot of potential for natural, man-made, and cultural attractions. To develop tourism and increase tourism awareness in this village, the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) plays a significant role. Pokdarwis is the partner in this community service. The purpose of empowering Pokdarwis through socialization on Sapta Pesona is to increase the capacity and knowledge of Pokdarwis members, especially in achieving better tourism development and management so that visitors feel safe and comfortable. The activities were carried out through socialization of the importance of each aspect of Sapta Pesona. It also described examples of its application to existing tourist attractions. This dedication activity was carried out for four months starting from July to October 2021. The number of participants who attended was 22. The empowerment method in this dedication is Participatory Learning and Action (PLA). The outcomes of the service activities demonstrate the tourism awareness group's enthusiasm and motivation in planning to implement Sapta Pesona. Furthermore, it demonstrates that Sapta Pesona signs are featured at destinations and attractions managed by Pokdarwis and other community groups as a reminder of the significance of each aspect of Sapta Pesona.
Pendampingan Pemanfaatan Media Information and Communication Technology (ICT) dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Padang Awida Awida; Rendy Nugraha Frasandy; Dhita Febriani; Fauza Masyhudi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7354

Abstract

Tantangan pendidikan Abad 21 menekankan pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tentunya mengiring akan peningkatan kemampuan/kompetensi guru dan siswa dalam memanfaatakan teknologi atau dikenal dengan Information and Communication Technology (ICT). Pemanfaatan ICT bagi guru agar lebih optimal dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan pelatihan. ICT Menggunakan Aplikasi Animasi Powtoon Bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Padang. Dipilihnya 21 guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Se-Kota Padang sebagai subyek dampingan karena MIN selama ini menjadi stakeholder bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang, namun disisi lain guru di MIN masih jarang mendapatkan pelatihan–pelatihan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, sehingga menjadi tanggung jawab pengabdian meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan aplikasi tersebut sangat mereka butuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya. Kegiatan pengabdian kepada 21 guru MIN di Kota Padang ini dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 03 dan 10 September 2022 dengan tujuan untuk mengetahui: “Persepsi guru madrasah setelah mendapatkan pendampingan pemanfaatan aplikasi animasi Powtoon sebagai media pembelajaran”. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya persepsi positif peserta pelatihan terlihat dari isian pada kolom kesan dan saran dalam angket yang disebar setelah pengabdian dengan terkategori antusias dan positif dari para guru MIN se Kota Padang. Kesimpulannya persepsi guru MIN se-Kota Padang setelah mendapatkan pendampingan berupa pelatihan pemanfaataan animasi Powtoon sebagai media pembelajaran tergambar antusias, positif, dan bemanfaat. The challenges of 21st-century education emphasize the use of technology in learning. The use of technology in learning certainly accompanies an increase in the ability/competence of teachers and students in utilizing technology or ICT. Utilization of ICT for teachers to be more optimal in learning, it is necessary to conduct training. ICT Using Powtoon Animation Applications for Teachers of State Madrasah Ibtidaiyah in Padang City. The State Islamic Madrasah (MIN) teachers throughout the city of Padang were chosen as the assisted subjects because the State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) had been stakeholders for the Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Imam Bonjol Padang. In addition, teachers at MIN still rarely receive training in using ICT in learning. In contrast, the knowledge and skills in using these applications are very much needed to improve their learning quality. Community service activities for State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) teachers in Padang City aim to discover: “Perceptions of madrasa teachers after receiving assistance on using the animation application as a learning medium”. The results of this study indicate a perception of the training participants can be seen from the impressions and suggestions in the research questionnaire, which are categorized as enthusiastic and positive by the MIN teachers throughout the city of Padang. In conclusion, the perceptions of MIN teachers in the city of Padang after receiving training on using Powtoon animation as a learning medium are enthusiastic, positive, and beneficial. 
Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur Ragil Tri Atmi; Tri Soesantari; Endang Gunarti; Imam Yuadi; Fitri Mutia; Yunus Abdul Halim; Ismi Choirunnisa Prihatini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6432

Abstract

Pengembangan Perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berada di Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemanfaatan koleksi yang di sediakan. Pengabdian Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi baru sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi, membantu dalam memecahkan permasalahan yang muncul dalam pengelolaan perpustakaan, mempersiapkan sumber daya manusia dalam hal promosi, memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan diri pengelola perpustakaan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 20 September-18 Oktober 2021 di Desa Pesing dan diikuti 20 peserta yang berasal dari masyarakat setempat, yang diwakili oleh perangkat desa, guru, karang taruna, adapun materi yang disampaikan adalah konsep dan implementasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial serta cara membuat subjek koleksi, mengklasifikasi koleksi hingga memilih koleksi yang tepat untuk masyarakat sesuai dengan mata pencahariannya. Departemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga sebagai penyelenggara kegiatan juga menyumbangkan berbagai koleksi, meliputi tema pertanian, perkebunan, pengembangan sektor perikanan, dan banyak tema umum lainnya yang dapat di manfaatkan untuk mengembangkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Inklusi sosial melalui layanan Perpustakaan desa layak diperhitungkan sebagai penggerak utama bagi seluruh aktivitas masyarakat. Melalui koleksi yang disediakan Perpustakaan desa, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya untuk menghasilkan beragam mata pencaharian baru, dan berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan teknis pengelola Perpustakaan Desa dalam teknis analisis subyek, pemilihan buku, mengenali kebutuhan pengguna, membeli buku dan inventarisasi buku serta melakukan pelayanan perpustakaan untuk pengguna.The development of a social inclusion-based library located in Pesing Village, Purwoasri District, Kediri Regency, can raise the welfare of the local community through the collections provided. Community Service is carried out to improve new competencies following the needs and interests of the organization, assist in solving problems that arise in library management, prepare human resources in terms of promotion, and meet the development and self-growth needs of library managers. This service is carried out by socialization and training methods. The outreach and training were held on 20 November - 18 December 2021 in Pesing Village and were attended by 20 participants from the local community, represented by village officials, teachers, and youth organizations while the material presented was the concept and implementation of a Social Inclusion-Based Library and how to make collection subjects, classify collections to choose the right collections for the community according to their livelihoods. As the organiser of the activity, the Information and Library Department of Airlangga University also contributed various collections covering the themes of agriculture, plantations, development of the fisheries sector, and many other general themes that could be utilized to develop the local community's economic activities. Social inclusion through village library services should be considered the main driver for all community activities. Through the collections provided by the village library, it is hoped that the community can develop their skills and knowledge to generate a variety of new livelihoods and have a real impact on improving the welfare of their families. The result of this service is the increased technical ability of Village Library managers in technical subject analysis, selecting books, identifying user needs, buying books and inventorying books and performing library services for users.
Edukasi Gizi “TIKAS” Tentang Pentingnya Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMA Darul Hijrah Putri Siti Aisyah Solechah; Denaira Zahwa; Sherina Handayani; Norhasanah Norhasanah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7517

Abstract

Masyarakat saat ini, khususnya remaja, lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji, makanan dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi dan lemak dengan kuantitas berlebih, serta kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Prevalensi penduduk Kalimantan Selatan berusia ≥5 tahun yang mengkonsumsi buah atau sayur sesuai anjuran lebih rendah dari prevalensi nasional, yaitu sebesar 1,9%. Prevalensi konsumsi buah dan sayur sesuai anjuran di Kota Banjarbaru (0,61%) termasuk peringkat ketiga terendah di Kalimantan Selatan. Konsumsi buah dan sayur para siswa di SMA Darul Hijrah Putri masih kurang dan mereka cenderung membeli jajanan yang kurang sehat. Salah satu faktor penyebab masalah ini adalah kurangnya pengetahuan terkait konsumsi buah dan sayur. Edukasi gizi TIKAS ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya konsumsi buah dan sayur sehingga jumlah buah dan sayur yang mereka konsumsi meningkat hingga mencapai batas yang dianjurkan (400-600 g/hari). Kegiatan ini dilakukan di SMA Darul Hijrah Putri, Kota Banjarbaru, pada 20 Agustus 2022. Sebanyak 16 siswa SMA kelas XII berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah menggunakan slide power point dan leaflet. Peningkatan pengetahuan peserta dievaluasi dengan cara membandingkan hasil jawaban siswa terhadap kuesioner berupa pertanyaan tertutup yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Persentase siswa dengan pengetahuan baik meningkat, dari 0,00% sebelum penyuluhan menjadi 75% (12 siswa) setelah penyuluhan. Persentase siswa dengan pengetahuan yang tergolong cukup meningkat, dari 6,25% (1 siswa) sebelum penyuluhan menjadi 25% (4 siswa) setelah penyuluhan. Selain itu, tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan kurang setelah diberikan penyuluhan. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sebelum penyuluhan berbeda signifikan dengan sesudah penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 41,88%, dari 40,00% sebelum penyuluhan menjadi 81,88% setelah penyuluhan.People nowadays, especially adolescents, consume fast food, food and drinks containing high sugar and excessive fat more often and hardly consume fruits and vegetables. The prevalence of people in South Kalimantan aged ≥5 years who consume fruits or vegetables according to the recommendation was lower than the national prevalence, i.e., 1.9%. The prevalence of fruit and vegetable consumption as recommended in Banjarbaru City (0.61%) was the third lowest in South Kalimantan. Fruit and vegetable consumption of students in SMA Darul Hijrah Putri was still low, and they tended to buy unhealthy snacks. One of the factors causing the problem is low knowledge about fruit and vegetable consumption. TIKAS nutrition education aimed to increase adolescents’ knowledge regarding the importance of fruit and vegetable consumption, thereby improving the quantity consumed to reach the recommended threshold (400-600 g/day). This activity was conducted in Darul Hijrah Putri Senior High School, Banjarbaru City, on August 20, 2022. A total of 16 students in the 12th grade participated in this activity. The counselling was performed through lectures using PowerPoint slides and leaflets. The increase in students’ knowledge was evaluated by comparing the results of students’ answers to the questionnaires given before and after education. The percentage of students with good knowledge increased from 0.00% before counselling to 75% (12 students) after counselling. The percentage of students with sufficient knowledge increased from 6.25% (1 student) before counselling to 25% (4 students) after counselling. Besides, none of the students belonged to the low knowledge category after counselling. Paired sample t-test results showed that students’ knowledge before nutrition education significantly differed from their knowledge after it. The mean knowledge score improved as much as 41,88%, from 40,00% before education to 81,88% after education.