cover
Contact Name
Mochamad Ainur Rhoviq
Contact Email
jp2m@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
jp2m@unisma.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Gedung Al Ghazali lantai III Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
ISSN : 27215156     EISSN : 27215148     DOI : 10.33474
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) dengan nomor registrasi ISSN 2721-5156 (cetak) 2721-5148 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmu yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Malang. Jurnal Ini mencakup banyak masalah secara umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles 632 Documents
Pendampingan Literasi Keuangan pada Pengusaha Industri Kecil Gula Ondrong demi Pertahankan Eksistensi Usaha Athia, Ita; Taufiqurrohman, Taufiqurrohman
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i3.13429

Abstract

Keberadaan gula ondrong yang berlokasi di desa Sukolilo, kecamatan Wajak, kabupaten Malang, perlahan-lahan mulai menurun. Disinyalir yang menjadi permasalahn menurunnya usaha ini adalah kurangnya pengetahuan keuangan dari pemilik usaha dalam memperhitungkan biaya produksi, yang meliputi biaya bahan baku, upah tenaga kerja, biaya produksi, biaya pengemasan dan pemasarannya. Pendapatan yang diperoleh pelaku usaha seringkali tidak mampu menutup total biaya yang dikeluarkan, sehingga usaha sering mengalami kerugian. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa KSM (Kegiatan Sarjana Mengabdi) Unisma ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha dalam menyusun penentuan Harga Pokok Produksi dan menentukan harga jual produk gula ondrong. Metode yang dilakukan adalah: (1). Wawancara dengan pemilik usaha, (2). Mengedukasi pemilik usaha tentang pentingnya memahami literasi keuangan usaha, (3). Pendampingan penyusunan Harga Pokok Produksi, (4). Pendampingan penentuan harga jual gula ondrong. Hasil dari kegiatan masyarakat ini adalah pengusaha industri gula ondrong mampu menentukan HPP dan harga jual gula ondrong yang telah disesuaikan.
Upaya Peningkatan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19 Noni Mia Rahmawati; Mery Bela Oktavia; Ana Silviana; Khansa Nafilah Koesnedi; Moch. Dzulfikar Firstian Rahmatul Akbar; Selly Dwi Octavia; Risti Fitri Maulidiyah; Meri Kurnia; Fifi Sintianisa; Difa Ramadhan Saputra; lzzatul Hasibah; Mohammad Alfi Abid; Muhammad Yusril; Dea Islamiati; Nillam Anggraeni
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.13532

Abstract

Jamu merupakan bagian dari pengobatan tradisional yang sudah dimanfaatkan sejak lama, sehingga menjadi wujud kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Jamu tradisional Indonesia umumnya terbuat dari tanaman, terutama rempah-rempah, yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai peningkat daya tahan tubuh. Hal ini membuat jamu cocok untuk dikonsumsi sebagai metode alternatif dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah penularan saat pandemi Covid-19. Beberapa jenis rempah yang umum digunakan untuk membuat jamu adalah kunyit, jahe, dan lengkuas. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Unisma ini, mahasiswa peserta melakukan pembuatan minuman jamu tradisional siap konsumsi dan sosialisasi manfaat jamu serta penerapan protokol Kesehatan kepada warga Kelurahan Dinoyo, Kota Malang. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah persiapan bahan-bahan pembuatan jamu, pengolahan bahan-bahan pembuatan jamu, pengemasan minuman jamu siap konsumsi, dan pendistribusian minuman jamu siap konsumsi kepada masyarakat. Sosialisasi manfaat jamu dan pentingnya penerapan protokol kesehatan kepada warga dilakukan saat minuman jamu didistribusikan dari rumah ke rumah. Diharapkan warga dapat terus mengonsumsi jamu tradisional sebagai upaya peningkatan imunitas tubuh dan selalu taat menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi laju kasus positif Covid-19. Diharapkan juga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi warga untuk menginisiasi suatu usaha rumah tangga, yaitu pembuatan minuman jamu siap konsumsi, dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga.
Edukasi Pentingnya Pembukuan bagi Para Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Eny Zuhrotin Nasyi'ah; Ellyn Agna Safitri
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i3.13365

Abstract

Desa Gili Ketapang merupakan salah satu pulau yang berada di Kabupaten Probolinggo. Dalam program KSM-Tematik (Kandidat Sarjana Mengabdi), yang kami pilih adalah 1 mitra usaha olahan makanan. Setelah melakukan survey terhadap mitra UMKM, tim pengabdian masyarakat menemukan beberapa permasalahan, di antaranya : rendahnya tingkat penegetahuan mitra usaha terhadap tata cara pembukuan yang benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi, teknik pemasaran secara online, dan kemasana produk yang menarik. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan UMKM kepada mitra. Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat skema KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi) ini, antara lain: 1) Sosialisasi dan edukasi tentang  dasar-dasar pembukuan, menghitung  harga pokok produksi  sebelum menentukan harga jual dan cara menghitung laba yang tepat dan 4) pendampingan tentang teknik packing product modern dan pemasaran dengan media digital marketing. Kami menyimpulkan bahwa UMKM selama ini tidak melakukan pembukan, oleh karenanya kedepannya UMKM harus melakukan  agar terbiasa dan mempunyai laporan keuangan
Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 dengan Penyemprotan Disinfektan dan Pembagian Masker Unung Lesmanah; Harada Purwanto; Agus Tri; Irawan Irawan; Muhammad Aditya Yanuar; Moch. Habib Zain; Ilham Dwi Prastio; M. Nur Khalim; Fitra Ainur Rosyid; Moh. Hidayatur Rohman; Diki Candra Prastiyo; Muhammad Rafli; Muhammad Al Rizki; Yawan Fauzy Dharmawan
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.13358

Abstract

Banyaknya penambahan kasus Covid-19 disebabkan beberapa faktor salah satunya yaitu muncul beragam varian atau mutasi dari Covid-19 termasuk varian Alpha, Beta, Gamma serta yang terbaru varian Delta yang sempat menjadi faktor lonjakan kasus di Indonesia pada Juli lalu. Permasalahan tersebut masih terus berjalan di Indonesia sampai detik ini. Permasalahan yang sering terjadi di era pandemi yaitu kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kesehatan diri sendiri, selain itu kurang patuhnya masyarakat dalam menaati protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut, KSM-Tematik Kelompok 105 membuat program yang memiliki tujuan sejalan dengan pemerintah yaitu menanggulangi dan memutus rantai penyebaran Virus Covid-19. Program kerja yang dibuat yaitu pembagian masker dan penyemprotan disinfektan. Pembagian masker bertujuan untuk mengingatkan warga di desa tersebut agar selalu ingat dan patuh terhadap protokol kesehatan. Sedangkan, penyemprotan disinfektan dilakukan dengan tujuan untuk memusnahkan penyebaran Virus Covid-19 di desa tersebut. Kegiatan tersebut memberikan efek positif, baik dari sisi pemerintah maupun dari sisi masyrakat. Salah satu efek positif yang terjadi yaitu kegiatan tersebut memberikan kesadaran masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan secara sukarela dan konsisten.
Perluasan Pangsa Pasar Produk UMKM Selama Pandemi Covid-19 melalui Pemanfaatan Marketplace Dewi Diah Fakhriyyah; Arista Fauzi Kartika Sari; Lucky Ayu Damayanti; Mardhani Susilawati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i3.13197

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak di berbagai aspek, salah satunya yaitu aspek ekonomi. Menjadi suatu tantangan baru, khususnya bagi para pelaku UMKM agar bisa mempertahankan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Tidak sedikit UMKM yang menjadi pasif bahkan terpaksa terhenti akibat terdampak pandemi Covid-19. Keputusan pemerintah dalam memberlakukan pembatasan kegiatan secara tidak langsung menyebabkan daya beli konsumen melemah, sehingga itu juga berdampak pada turunnya tingkat penjualan produk-produk UMKM, belum lagi jika mereka (pelaku UMKM) harus menghadapi persaingan pasar. Selain itu, yang menjadi kendala adalah tidak semua pelaku UMKM melek teknologi, sedangkan di masa pandemi seperti saat ini semuanya dijangkau serba online, khususnya para konsumen lebih memilih membeli kebutuhan mereka secara online. Maka dari itu, kami mencoba untuk membantu salah satu UMKM di Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang, Jawa Timur, yaitu UMKM yang memproduksi telur asin dalam upaya meningkatkan penjualan dengan memperluas pangsa pasar melalui pemanfaatan marketplace. Pada tahap pertama, kami melakukan sosialisasi atau pengenalan terkait berbagai macam platform (marketplace) terkini beserta masing-masing keunggulannya. Pada tahap kedua, kami membantu pelaku UMKM dalam pembuatan akun merchant pada marketplace dan akun media sosial terkini yang dapat menunjang perluasan pangsa pasar serta memudahkan pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya. Pada tahap ketiga, kami menjelaskan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana cara mengelola akun marketplace dengan baik, serta pentingnya melakukan promosi atau iklan secara berkala guna meningkatkan engagement rate. Harapan kami, setelah melakukan berbagai tahapan di atas dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan penjualannya, serta mempertahankan usahanya di tengah pandemi covid-19.
Penguatan Spiritualitas dan Intelektualitas di Masa Pandemi Covid-19 Harun Alrasyid; Khofifah Khofifah; Siti Rahmania Ridwan; Shalyza Nur Akmalia
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.13549

Abstract

Dewasa ini kita sedang diresahkan dengan penyebaran wabah Covid-19. Hal ini mengakibatkan semua aspek kehidupan manusia terganggu baik dari aspek Intelektualiatas maupun Spiritualitas. Mayoritas siswa siswa di kelurahan dinoyo yang sedang menimba ilmu mengalami kesulitan pada saat menerima materi yang diberikan, sehingga membuat peserta didik lama kelamaan merasa jenuh dan tertekan dengan materi-materi serta  tugas-tugas yang diberikan. . Selain itu Covid-19 ini juga mengakibatkan kegiatan anak-anak TPQ Al-Muhajirin tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dari permasalahan diatas dapat diatasi dengan beberapa metode yakni pendampingan belajar online dan mengajar mengaji yang dipandang cukup efisien untuk peserta didik dalam meningkatkan nilai intelektualitas serta spiritualitas. Kegiatan KSM-TEMATIK Universitas Islam Malang dilaksanakan secara langsung pada tanggal 02 Agustus 2021-14 September 2021 di Kelurahan Dinoyo RW 06 Malang. Mengukuhkan kemampuan pengambdian masyarakat melalui penguatan intelektualitas dan spiritualitas yang dapat berperan dalam menunjang keberhasilan yang merupakan salah satu program kegiatan KSM-TEMATIK Universitas Islam Malang.
Pengembangan Objek Wisata Hutan Mangrove berbasis Ekowisata Achmad Bagus A. Mardhotillah; Ahmad Munawir Uar; Badilla Asran; Ziqli Seban; M Hilsa Gani; Fisabillah Asran; M Sahril Ernas
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i3.13440

Abstract

Salah satu desa yang berpotensi untuk wisata Hutan Mangrove di Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon adalah Desa Waihru. Desa ini terletak pada wilayah dataran tinggi dengan luas daerah sebesar 2.250 Ha, dan panjangnya sekitar 1,5 km. Desa Waiheru memiliki kawasan Hutan Mangrove yang terletak di Pantai Teluk Ambon Desa Waiheru dan berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata. melihat potensi yang ada dari hutan mangrove tersebut kami sebagai mahasiswa KSM PPM TEMATIK yang mengabdi di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon turut serta membantu dalam pengembangan objek wisata tersebut. bersama dengan pemuda-pemudi Karang Taruna dan warga Desa Waiher. Berbagai kegiatan dilakukan untuk pengembangan wisata hutan Mangrove di Desa Waiheru antara lain: penanaman pohon Bakau di kawasan Pantai wisata hutan mangrove, pembersihan sampah, pembuatan plang informasi, pembuatan spot selfie untuk mengundang daya tarik wisatawan, dan Kegiatan ini mendapat respon positif dari baik dari warga sekitar.
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan pada Anak dengan Program Little Star Entrepreneur Tri Sugiarti Ramadhan; Eka Farida
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.13144

Abstract

Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh. Saat kondisi pandemic seperti ini penting nya mecari peluang untuk berwirausaha. Pembeljaran secara daring membuat remaja dan anak kecil memiliki waktu luang yang cukup untuk dapat dimanfaatkan mencari peluang berwurausaha. Pada kondisi seperti ini diharapkan remaja dapat memanfaatkan waktu dengan positif dan produktif. Kesiapan mental dan keterampilan perlu disiapkan sebelum seseorang memasuki dunia usaha. Berdasarkan hal tersebut, tujuan pengembangan kewirausahaan untuk remaja dan anak kecil sebagai berikut: 1) menumbuhkam jiwa kewirausahan, 2) mendorong dalam menggali potensi wirausaha melalui ide-ide kreatif, 3) manumbuhkan minat dalam berwirausaha. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan kewirausahaan, pelatihan pembuatan produk, edukasi kesadaran terhadap kewirausaha. Setelah kegiatan pengembangan kewirausahaan dilaksanakan, dilakukan evaluasi. Hasilnya menunjukkan 100% peserta menyatakan mengalami peningkatan kesadaran akan kewirauasha dan skill setelah mengikuti kegiatan dan 90 % menunjukkan perubahan sikap yaitu menjalankan usaha.
Lahan Pekarangan Sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL):Upaya Peningkatan Nilai Fungsi Lahan Dengan Sistem Vertikultur Sugiarto Sugiarto; Melyana Febryantari Wardana; Dwi Ratna Ningsih; Muhammad Zain; Jumrotin Nur Aini
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i3.13248

Abstract

Hasil lahan pekarangan di berbagai wilayah tergolong kurang optimal dikarenakan pola pengelolaan yang kurang sempurna. Tujuan untuk meningkatkan potensi lahan pekarangan dengan sistem vertikultur. Kegiatan pengabdian kepada mayarakat ini dilaksanakan di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada tahun 2021. Metode pengambilan data menggunakan Convinience Sampling dengan pendekatan Participation Action Research (PAR). Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder.  Adapun analisis data menggunakan skala likert dengan jumlah sampel 94 responden. Ditinjau dari hasil dan pembahasan pengelolaan lahan pekarangan sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Raci Tengah dengan sistem vertikultur mampu meningkatkan perbaikan pendapatan masyarakat per tahunnya 33,3% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 450.000 – Rp 600.000/bulan dan diharapkan masyarakat dapat mengembangkan lebih lanjut untuk dapat mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Sosialisasi Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong guna Meningkatkan Jumlah Populasi, Kualitas dan Nilai Jual Sama’ Iradat Tito; Della Aljanna Savita
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 2, No 4 (2021): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i4.6505

Abstract

Desa pagelaran merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Pagelaran yang memiliki beberapa dusun antara lain: dusun Sipring, dusun Krajan, dusun Sumbergempol dan Dusun Mentaraman.Dusun Sipring merupakan dusun yang ada didesa pagelaran dimana tim KSM-T melakukan pengabdian didusun Sipring dan berfokus antara RT 1-4. Didusun Sipring mayoritas masyarakat berprofesi sebagai peternak dan petani. Masyarakat RT 1-4 memiliki ternak kebanyakan sapi potong yang berjumlah 95 ekor sapi potong. Populasi tersebut terbagi atas sapi dara, pedet dan indukan sapi potong, sapi potong berjenis peranakan Limousin dengan sapi PO dan peranakan sapi PO dengan simental. Tetapi kebanyakan masyarakat tersebut belum banyak mengerti akan manajemen pemeliharaan sapi potong. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan sedikit pengetahuan untuk masyarakat guna memperbaiki nilai kualitas sapi potong tersebut yang nantinya akan dijual dipasaran dengan harga sebanding dengan kualitas tersebut. Ada 10% masyarakat yang belum paham mengenai beberapa materi yang diberikan, 27% paham dengan penyampaian materi dan 63% masyarakat mampu memahami daripada materi yang diberikan. Jadi kegiatan ini dikatakan cukup berhasil karena lebih dari 50 persen masyarakat mampu menerima materi dengan baik.

Page 10 of 64 | Total Record : 632