cover
Contact Name
Robet Perangin-angin
Contact Email
robert.peranginangin@gmail.com
Phone
+6285280618599
Journal Mail Official
robert.peranginangin@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Jl. Baru Tanjungpura-Klari, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 27159620     EISSN : 27209512     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/plgc
Core Subject : Agriculture, Social,
PELAGICUS merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan hasil inovasi, teknologi dan kajian penelitian terapan di bidang perikanan dan kelautan perairan tropis.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021" : 7 Documents clear
STRATEGI PEMASARAN PRODUK IKAN CAKALANG ASAP (STUDI KASUS: UKM FROZEN SEAS) Triyastuti, Meilya Suzan; Ndahawali, Daniel H.; Ondang, Hetty M. P.
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.9727

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran ikan cakalang asap di UKM Frozen Seas dengan mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal di UKM Frozen Seas. Penelitian dilakukan di UKM Frozen seas, Bitung dengan menganalisis faktor internal dan eksternal yang berdampak pada strategi pemasaran ikan cakalang asap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diperlukan diantaranya kerjasama dengan perusahaan untuk mendapatkan bahan baku dan produk yang berkualitas; diferensiasi pengemasan yg ramah lingkungan, rasa dan harga yg murah; penerapan teknologi pengasapan yang efektif dan efisien terhadap peningkatan kandungan nutrisi ikan; informasi kandungan gizi pada kemasan, menambah pasar dengan kerjasama dengan pihak terkait. ABSTRACTFrozen seas SMEs need the right marketing strategy so that smoked skipjack products can compete in the digital era. This study aims to formulate a marketing strategy for smoked skipjack tuna in Frozen seas UKM by identifying internal and external factors in Frozen seas UKM. The research method used in this research is the descriptive method. The research data were obtained by conducting observations, documentation, and interviews. The research was conducted at UKM Frozen Seas by analyzing internal and external factors that had an impact on the marketing strategy of smoked skipjack tuna. The results show that there is a need for a marketing strategy to optimize product sales and increase profits. Therefore, it is necessary to have a marketing strategy in the SME Frozen Seas which is needed including cooperation with companies to obtain quality raw materials and products; differentiation of environmentally friendly packaging, taste and low price; application of effective and efficient smoking technology to increase the nutritional content of fish; information on nutritional content on the packaging, adding to the market in collaboration with related parties.
ANALISIS FINANSIAL PERIKANAN TUNA LONG LINE DI PERAIRAN SAMUDERA HINDIA SEBELAH SELATAN JAWA (Studi Kasus KM. Trans Bahari 3) Suharyanto, Suharyanto; Sutono, Dian; Ferdinant, Agung; Luhulima, Martin Yermias
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.9487

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan pada periode Maret - Mei 2020, berlokasi di kapal longliner yaitu Kapal Motor (KM) Trans Bahari 3 yang melakukan operasi penangkapan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 573, Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha tuna longline ditinjau dari laju pancing (hook rate) dan kelayakan finansial. Selain metode survey di kapal juga dilakukan wawancara ke petugas di darat. Data yang dikumpulkan mencakup hasil tangkapan setiap setting dan hauling selama satu trip. Data juga berasal dari investasi yang ditanamkan, nilai-nilai penyusutan kapal dan peralatan, modal tetap, dan modal tidak tetap, serta hasil tangkapan beserta nilai penjualan. Hasil selama penelitian diperoleh nilai laju pancing dari 24 kali setting dan hauling rata-rata 0,54 (<2,00). Hasil indikator finansial B/C ratio sebesar 1,12; nilai Payback Periode (PP) 5,8 tahun dan Net Present Value (NPV) bernilai positif. Tingkat kelayakan usaha ditinjau dari analisis laju pancing dinyatakan kurang baik karena nilainya di bawah 2,00. Kemudian ditinjau dari analisis finansial B/C ratio menguntungkan namun sangat tipis karena mendekati angka 1 menuju titik impas. Berdasarkan alisisis PP, usaha layak untuk dikembangkan karena nilai PP <10 tahun dan berdasarkan NPV usaha dinyatakan layak karena bernilai positif (Rp2.156.002.331).ABSTRACTThe research was carried out in the period March - May 2020, located on a longliner ship, namely the Trans Bahari 3 Motor Ship (KM) which carried out a fishing operation in the Indonesian Fisheries Management Area (WPP-RI) 573, Ocean Fishery Port (PPS) Cilacap, Central Java. This study aims to analyze the feasibility level of longline tuna business in terms of hook rate and financial feasibility. Apart from the survey method on the ship, interviews were also carried out to officers on the ground. The data collected includes the catch of each setting and hauling during one trip. The data also comes from invested investments, depreciation values for vessels and equipment, fixed capital and non-fixed capital, as well as catch and sales value. The results during the study obtained the value of fishing rods from 24 times of setting and hauling an average of 0.54 (<2.00). The result of the financial indicator B / C ratio is 1.12, the Payback Period (PP) value is 5.8 years and the Net Present Value (NPV) is positive. The level of business feasibility in terms of the fishing rate analysis is stated to be not good because the value is below 2.00. Then viewed from the financial analysis the B / C ratio is profitable but very thin because it is close to number 1 towards the break-even point. Based on the PP analysis, the business is feasible to develop because the PP value is <10 years and based on the NPV the business is declared feasible because it is positive (Rp2,156,002,331).
ANALISIS DAYA DUKUNG PERAIRAN LAUT UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KARAMBA JARING APUNG Soemarjati, Wiwie; Yuliana, Ernik; Warlina, Lina
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.9821

Abstract

ABSTRAKKabupaten Situbondo memiliki potensi pengembangan budidaya ikan dalam karamba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian perairn, daya dukung, distribusi plankton dan klorofil-a serta aspek mikrobiologi perairan untuk budidaya ikan KJA di kawasan pesisir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Metode penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian adalah perairan pesisir kawasan budidaya KJA Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur. Pengumpulan data parameter biofisik dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Juni-Juli 2019 (musim kemarau). Analisis data meliputi analisis kesesuaian perairan, analisis daya dukung perairan dengan pendekatan kapasitas perairan, analisis plankton dan klorofil-a, dan analisis mikrobiologi (total bakteri dan Vibrio sp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada zona I (90,75) ha terdapat 20,5 ha memiliki kriteria sangat sesuai dan dapat ditempati 404 unit KJA (1 unit=101,2383 m2). Pada zona II (49,23) ha terdapat 17,41 ha memiliki kriteria kelas sangat sesuai dapat ditempati 343 unit KJA. Zona III (82,9) ha dengan luasan 13,76 ha memiliki kriteria sangat sesuai dan dapat ditempati KJA sejumlah 217 unit. Jumlah KJA yang ada di Zona I adalah 10 unit (2,47%) dari kapasitas maksimum, dan pada Zona II terdapat 207 unit (60,34%), serta belum ada KJA pada zona III (0%). Perairan di lokasi penelitian sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan di KJA, jumlah KJA zona I dan III masih memungkinkan untuk dikembangkan. Jumlah KJA di Zona II perlu dilakukan penataan ulang agar tidak terpusat di satu area dan perlu pengawasan agar peningkatan KJA tidak melebihi daya dukung perairan. ABSTRACTSitubondo Regency has the potential to develop fish farming in floating net cages (KJA). This study aims to analyze the suitability of waters, carrying capacity, distribution of plankton and chlorophyll-a as well as aspects of water microbiology for KJA fish farming in the coastal area of Kendit District, Situbondo Regency. The research method used the survey method. The research location is the coastal waters of KJA cultivation area, Kendit District, Situbondo Regency, East Java Province. Biophysical parameter data collection was carried out for two months, namely in June-July 2019 (dry season). Data analysis includes suitability analysis, carrying capacity analysis with water capacity approach, plankton and chlorophyll-a analysis, and microbiological analysis (total bacteria and Vibrio sp). The results showed that in the zone I (90.75) ha there was 20.5 ha which had very suitable criteria and could be occupied by 404 units of the marine cage (1 unit = 101.283 m2). In zone II (49.23) ha, there is 17.41 ha which has very suitable class criteria which can be occupied by 343 KJA units. Zone III (82.9) ha with an area of 13.76 ha has very suitable criteria and can be occupied by 217 units of KJA. The number of the marine cage in Zone I is 10 units (2.47%) of the maximum capacity, and in Zone II there are 207 units (60.34%), and there is no KJA in zone III (0%). The waters in the research location are very good for fish farming activities in KJA, the number of KJA zones I and III is still possible to be developed. The number of the marine cage in Zone II needs to be rearranged so that it is not concentrated in one area and it is necessary to monitor so that the increase in the marine cage does not exceed the carrying capacity.
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN NISBAH KELAMIN LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus) DI PANTAI SELATAN YOGYAKARTA Larasati, Rakhma Fitria; Setyobudi, Eko; Suadi, Suadi
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.9809

Abstract

ABSTRAK Lobster (Panulirus spp.) adalah komoditas perikanan penting dan ekonomis tinggi. Spesies yang paling sering dan dominan tertangkap adalah lobster batu. Meningkatnya permintaan lobster menjadikan nelayan melakukan kegiatan penangkapan secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat dan rasio jenis kelamin (sex ratio) lobster batu (Panulirus penicillatus). Penelitian dilakukan pada Februari 2017 sampai dengan Agustus 2017 di pantai selatan Yogyakarta. Kajian stok lobster dilakukan melalui survei yang meliputi metode deskriptif, observasi dan wawancara. Pemilihan lokasi pengambilan sampel dilakukan secara terpilih (purposive) yaitu pantai Ngrenehan, Baron, Drini dan Tepus. Total sampel lobster batu yang diperoleh sepanjang penelitian sejumlah 546 ekor, yang terdiri dari lobster jantan 289 ekor (53%) dan lobster betina 257 ekor (47%). Hasil penelitian menyatakan bahwa pola hubungan panjang dan berat lobster batu memiliki sifat allometrik negative dengan persamaan W= 0,004 L 2,577 pada lobster jantan dan W = 0,007 CL 2,481 pada lobster betina. Perbandingan nisbah kelamin lobster batu jantan dan betina adalah 1,12 : 1. ABSTRACTLobster (Panulirus spp.) is an important and economically high fishery commodity. The most frequent and dominant species caught is rock lobster. The increasing demand for lobsters makes fishermen conduct continuous catching activities. The study aims to analyze the relationship of length-weight and sex ratio of rock lobster (Panulirus penicillatus). The research was conducted from February 2017 to August 2017 in southern coast of Yogyakarta. The study of lobster stocks was conducted through surveys that included descriptive methods, observations and interviews. The sampling location was chosen purposively, namely Ngrenehan, Baron, Drini and Tepus. Total samples obtained throughout the study amounted to 546 double-spined rock lobster, consisting of 289 males (53%) and 257 females (47%). The results stated that the length and weight relationship pattern of rock lobsters is negative allometric, with the equation W= 0,004 L 2,577in males lobster and W = 0,007 CL 2,481 in females lobster. The sex ratio double-spined rock lobster between males and females lobster is 1,12 : 1.
ANALISIS ADOPSI TEKNOLOGI PEMBUATAN PETIS DARI LIMBAH PENGOLAHAN PINDANG DI KABUPATEN SUKABUMI Prasetyati, Sukma Budi; Permadi, Aef; Taryoto, Andin H
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.8874

Abstract

ABSTRAKAdopsi dalam proses penyuluhan adalah penerimaan responden terhadap inovasi teknologi yang diberikan melalui kegiatan penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara variabel karakteristik inovasi (X1); karakteristik pengolah pindang (X2); serta metode pelatihan dan kunjungan (X3) terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pembuatan petis (Y) pada pengolah pindang. Jumlah responden yang diamati adalah 41 orang. Analisis deskriptif digunakan sebagai metode analisis. Selain itu juga digunakan analisis korelasional rank-spearman dan uji z untuk menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi variabel X1 dan Y adalah 0, 640 yang berarti kuat, signifikan dan searah; nilai koefisien korelasi variabel X2 dan Y adalah 0,358 yang berarti rendah, signifikan dan searah; dan nilai koefisien korelasi variabel X3 dan Y adalah 0,578 yang berarti cukup kuat, signifikan dan searah. Berdasarkan analisis usaha diketahui bahwa produk petis memberikan tambahan pendapatan bagi pengolah pindang. ABSTRACTAdoption in the extension learning process is a changing of knowledge, attitude, or skill after received innovation technology from extension agent. The aims of this research were knowing the correlation between innovation characteristic (X1); potential users characteristic (X2); training and visit method (X3) to the innovation adoption rate of pindang processors (Y). Observed respondents were 41. The data analysis method that was used were descriptive analysis; correlation rank spearman analysis, and z-test to determine correlation significance between the variables. The results showed that the correlation coefficient value between X1 and Y was 0,640 which mean high, significant, and positive; the correlation coefficient value between X2 and Y was 0,358 which mean low, significant, positive; and the correlation coefficient value between X3 and Y was 0,578 which mean moderate high, significant, positive. According to business analysis, petis has been giving additional revenue for pindang processors.
Front Matter Vol. 2 No. 2 Perangin-angin, Robet
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.10383

Abstract

Back Matter Vol. 2 No. 2 Perangin-angin, Robet
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.10384

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7