cover
Contact Name
Dian Ayuningtyas
Contact Email
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285359722480
Journal Mail Official
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Sisingamangaraja No: 99, Gampa, Johan Pahlawan, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23611 Telp/Fax (0655) 7551591 Email: jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20867174     EISSN : 26152355     DOI : -
Jurnal Bidayah merupakan jurnal institusi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima artikel yang berhubungan dengan pemikiran dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman. Bidayah: Studi Ilmu Ilmu Keislaman merupakan Jurnal Ilmiah yang berfokus pada usaha pengembangan pemahaman tentang ilmu-ilmu keislaman melalui publikasi artikel hasil penelitian, kajian analisis kritis dan ulasan buku. Jurnal Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman berisi: Pendidikan, Sosial Budaya, Hukum, Politik dan Ekonomi.
Articles 158 Documents
MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANAKAH LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI BANGKIT DARI KRISIS DAN KETERPURUKAN? Kurniawan, Ade
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/p8gwa207

Abstract

Many universities are experiencing a managerial crisis that impacts declining academic quality, lecturer productivity, and institutional competitiveness nationally and globally. This crisis is generally caused by weak internal governance that cannot adapt to the dynamics of the times. This article aims to analyze the main causes of weak internal management in universities and their impact on the quality of institutions, as well as formulate how higher education institutions can rise from crises and downturns. This study uses a literature review method by systematically reviewing various scientific literature that discusses university governance, institutional crises, and management strategies. The study results show that rigid bureaucracy, weak academic leadership, and lack of technology utilization are the dominant factors causing the crisis. These three factors impact the decline of academic quality, lecturer productivity, institutional reputation, and institutional competitiveness. For universities to rise, the authors highlight the importance of a psychological approach in building institutional resilience, including crisis awareness, self-evaluation, external support, and learning from the successful practices of other institutions. This study recommends adaptive and sustainable managerial strategies to strengthen university governance
INTEGRITASI NILAI-NILAI ISLAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Vega Vega Bintang Rizky
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/r5q7fr09

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyyah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar matematika di MIN 1 Prabumulih. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa guru mengembangkan dan menafsirkan keterampilannya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam yang erat kaitannya dengan matematika. Sehingga outputnya dapat mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang progresif dan berkarakter. Dilihat dari pembelajaran matematika, bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam adalah memadukan nilai-nilai Islam dengan pembelajaran matematika yang tentunya pada akhirnya perpaduan tersebut akan menjadi satu kesatuan yang relevan. Adapun materi yang ditanamkan nilai-nilai Islami oleh guru yaitu materi bilangan, bangun ruang, peluang, dan penjumlahan serta karakter yang dikembangkan seperti kejujuran, tanggung jawab, rasa ingin tahu dan kerja keras.
THE MODEL AL-DAKHĪL AL-NAQLI PADA KISAH ASHABUL KAHFI PERSPEKTIF IBRAHIM KHALIFAH DALAM TAFSIR IBNU JAUZI: Indonesia akhdiat25; Badruzzaman M. Yunus; Solehudin
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/a373qx29

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan al-dakhīl perspektif Ibrahim Khalifah dalam tafsir Zād al-Masīr Fi ‘Ilm al-Tafsīr karya Ibnu Jauzi. Dengan metode kualitatif menggunakan teknik deskriptif-analitis, penulis berhasil menemukan tujuh konteks yang mengandung al-dakhīl al-naqli pada kisah Ashabul Kahfi. Pada konteks lafaz al-raqīm sebagai nama desa, mengandung al-dakhīl al-naqli pertama, yaitu menafsirkan Alquran dengan hadis yang tidak layak dijadikan hujjah, yaitu dengan hadis-hadis lemah dan tidak dibantu dengan hadis-hadis lain yang menaikkan derajatnya ke hadis hasan. Konteks penyebab Ashabul Kahfi Kahfi masuk ke dalam goa, mengandung dua al-dakhīl al-naqli. Pertama, al-dakhīl al-naqli ke-tiga, yaitu menafsirkan Alquran dengan pendapat sahabat mengenai riwayat israiliyyat yang tidak diketahui kebenaran dan kebohongannya. Kedua, al-dakhīl al-naqli ke-enam, yaitu menafsirkan Alquran dengan pendapat tabiin mengenai kisah israiliyyat yang bertentangan dengan nas Alquran. Konteks nama pemimpin Ashabul Kahfi, keadaan tidurnya Ashabul Kahfi, kota Ashabul Kahfi, nama-nama Ashabul Kahfi, dan kepemilikan, nama dan warna anjing Ashabul Kahfi, semuanya mengandung al-dakhīl al-naqli ketiga, yaitu menafsirkan Alquran dengan pendapat sahabat terkait israiliyyat yang tidak ada informasi kebenaran dan kebohongannya dari Alquran dan hadis Nabi.
STRATEGI PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TPA MIFTAHUL HUDA BRAJA INDAH Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/33skqv22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh pendidik dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPA Miftahul Huda Braja Indah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data mencakup observasi langsung, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik menggunakan kombinasi metode Iqra, pendekatan individual untuk murid yang mengalami kesulitan, serta metode hafalan bersama. Penerapan strategi ini terbukti efektif dengan sekitar 70% murid menunjukkan peningkatan signifikan dalam kelancaran membaca dan pemahaman tajwid. Namun, terdapat tantangan seperti ketidakhadiran murid yang tidak konsisten serta keterbatasan fasilitas yang mempengaruhi hasil pembelajaran secara keseluruhan. Perbaikan fasilitas dan keterlibatan lebih lanjut dari orang tua sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan hasil belajar.
KISAH ASHABUL KAHFI DAN MAKNA KETEGUHAN AKIDAH DI ERA TEKANAN IDEOLOGI MODERN Siti Maryam H; Muhammad Gilang; Nur Ismi Aulia; Adam Heril; Akbar Andipa; Hastuti
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/0t51xa28

Abstract

Kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi ayat 9-26 memberikan teladan kuat bagi generasi muda dalam mempertahankan akidah di tengah tantangan ideologi modern seperti sekularisme dan hedonisme. Generasi muda dewasa ini menghadapi krisis identitas yang mengancam nilai spiritualnya, membuat narasi ini sangat relevan. Pendekatan interdisipliner dengan teori psikologi perkembangan, khususnya teori Erik Erikson dan James Marcia terkait identitas remaja, serta teori identitas sosial Tajfel, menunjukkan bahwa keteguhan akidah berfungsi sebagai spiritual resilience dalam menghadapi tekanan ideologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya membangun komunitas virtual Islami dan program pelatihan akidah berbasis digital untuk membantu remaja menjaga nilai keimanan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mendapat inspirasi dari kisah ini, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan sosial yang menyebarkan nilai-nilai positif sesuai ajaran Islam.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL; STRATEGI MENGATASI KONFLIK MELALUI PENDIDIKAN DI INDONESIA Hasnadi Hasnadi
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/qekxsh69

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dan mendekripsikan tentang pendidikan multikultural sebagai strategi mengatasi konflik melalui pendidikan di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan metode library research. Hasil analisis dalam artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan pendidikan multikural dapat meminimalisir konflik secara vertikal dan horizontal dan dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Beberapa strategi dalam penerapan pendidikan multikultural, di antaranya: mensosialisasikan kebijakan pendidikan multikultural, mendesain dan menerapkan kurikulum berbasis multikultural, mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berwawasan multikultural, meningtegrasikan pendidikan multikultural melalui semua mata pelajaran, dan menjadikan lembaga pendidikan sebagai pusat kebudayaan. Penerapan pendidikan multikultural diharapkan dapat diterapkan di sekolah atau satuan lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, menciptakan kehidupan yang damai, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sehingga teruwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera sesuai pembukaan dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT Masni Masni; Syahwaluddin; Musayyada; Wirda Wahyuni; Shella Wati
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/p1smgf39

Abstract

This study aims to examine the implementation of a local content curriculum based on local wisdom in West Aceh Regency. The local content curriculum plays an important role in the education system because it serves to introduce and preserve the cultural, social, and spiritual values that have developed in the local community and are in line with the principles of Islamic law. This study uses a quantitative approach with data collection techniques in the form of distributing questionnaires to respondents from various levels of education. The collected data was then analyzed using descriptive statistical methods. The results of the study show that the implementation of a local content curriculum based on local wisdom in West Aceh Regency has been carried out well, with an achievement rate of 87% of the ideal score. Teachers also showed high enthusiasm for the implementation of this curriculum because it was considered capable of helping to preserve regional culture while increasing students' knowledge and understanding of Aceh's local wisdom
KONSEP WAQF DAN IBTIDA' DALAM TILAWAH AL-QUR'AN: KARAKTERISTIK, RISIKO, DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMAHAMAN MAKNA Ririt Komariah; Nanang Naisabur
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 17 No. 1: (Juni 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/njh44853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik waqf ikhtiyari, waqf idtirari, dan ibtida', menganalisis implikasinya terhadap kesinambungan dan pemahaman makna ayat Al-Qur'an, serta mengidentifikasi tingkat risiko masing-masing konsep jika terjadi kesalahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), menganalisis sumber primer berupa kitab klasik ulum al-Qur'an (Ibnu al-Jazari, Al-Suyuthi, Al-Zarkashi) dan sumber sekunder berupa jurnal serta buku kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waqf ikhtiyari bersifat ideal dan preventif, waqf idtirari bersifat darurat dengan potensi kerusakan makna tinggi, sedangkan ibtida' berfungsi sebagai mekanisme rekonstruksi makna. Temuan paling signifikan adalah bahwa kesalahan dalam ibtida' berdampak lebih fatal dibandingkan kesalahan dalam waqf, sebagaimana dibuktikan dalam QS. Al-Ma'idah: 64 (mengubah klaim menjadi fakta) dan QS. An-Nisa: 43 (mengubah larangan bersyarat menjadi mutlak). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan waqf dan ibtida' merupakan instrumen epistemologis yang berimplikasi langsung terhadap pemahaman akidah dan hukum Islam, bukan sekadar aturan teknis tajwid. Signifikansi penelitian ini terletak pada rekomendasi reformasi pembelajaran Al-Qur'an dari pendekatan hafalan tanda waqf menuju pendekatan semantik dan sintaksis yang terintegrasi, serta menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum tajwid di lembaga pendidikan Islam.