cover
Contact Name
Dian Ayuningtyas
Contact Email
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285359722480
Journal Mail Official
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Sisingamangaraja No: 99, Gampa, Johan Pahlawan, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23611 Telp/Fax (0655) 7551591 Email: jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20867174     EISSN : 26152355     DOI : -
Jurnal Bidayah merupakan jurnal institusi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima artikel yang berhubungan dengan pemikiran dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman. Bidayah: Studi Ilmu Ilmu Keislaman merupakan Jurnal Ilmiah yang berfokus pada usaha pengembangan pemahaman tentang ilmu-ilmu keislaman melalui publikasi artikel hasil penelitian, kajian analisis kritis dan ulasan buku. Jurnal Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman berisi: Pendidikan, Sosial Budaya, Hukum, Politik dan Ekonomi.
Articles 144 Documents
HAKIKAT PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( MANAGEMENT DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATION ) Safitri, Aini
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: ( Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.3049

Abstract

Hakikat pengembangan manajemen pendidikan Islam menjadi fokus utama dalam memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya relevan dengan kebutuhan kontemporer, tetapi juga tetap setia pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Penulis melakukan penelitian kualitatif yang termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan. Berbagai sumber yang berkaitan dengan hakikat perkembangan manajemen pendidikan Islam, antara lain buku, jurnal, artikel, majalah, dan literatur terkait lainnya digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang terkumpul kemudian diperiksa dan dilakukan analisis metode deskriptif kualitatif, khususnya model interaktif Miles dan Huberman (1994), yang melibatkan pengumpulan, menghubungkan, mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan/verifikasi dari data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengertian Manajemen Pendidikan Islam, hakikat pengembangan Manajemen Pendidikan Islam, kepemimpinan dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam, dan pendidikan Islam dalam konteks pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen adalah serangkaian aktivitas terstruktur yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan berbagai elemen penting yang ada dalam sebuah organisasi atau lembaga guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, manajemen pendidikan Islam sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran, pengelolaan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia pada lembaga pendidikan Islam. Masih banyak lembaga pendidikan Islam yang belum memahami konsep dan praktik manajemen pendidikan Islam secara menyeluruh. Pengembangan manajemen pendidikan Islam secara holistik mengacu pada pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan pendidikan Islam, baik dari segi spiritual, intelektual, sosial, maupun fisik. Pemimpin dalam pendidikan Islam adalah teladan bagi seluruh komunitas pendidikan, baik siswa maupun staf, dalam menjalankan tugas-tugas mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Pendidikan Islam dalam konteks pendidikan nasional merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai universal yang diakui dalam konteks nasional.
PRAKTIK KEAGAMAAN KAUM MUSLIM VIETNAM: : PENGAMALAN ISLAM SUKU CHAM BANI Rustriningsih; Imam Ghazali Said
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.3144

Abstract

Praktik keagamaan Suku Cham Bani di Vietnam memiliki basis yang kuat dalam sejarah dan budaya mereka. Suku Cham Bani merupakan salah satu etnis minoritas di Vietnam, bukan hanya sebagai pemeluk agama minoritas, melainkan juga sebagai kelompok yang minoritas dalam Islam karena praktik keagamaan mereka yang dianggap berbeda dari ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan postmodernisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keagamaan Suku Cham Bani adanya menandakan akulturasi budaya dengan Islam. Praktik keagamaan mereka menunjukkan sinkretisme, adanya diaektika antara Islam dengan agama yang dianut sebelum datangnya Islam ke Vietnam, yaitu agama Hindu. Berdasarkan perspektif postmodernisme, praktik keagamaan Suku Cham Bani yang berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya merupakan bentuk interpretasi baru terhadap Islam akan keragaman atau pluralitas pemahaman yang terbentuk berdasarkan ruang dan waktu yang berbeda.
WOMAN AND LEADERS OF CONTEMPORARY SUFISM Basmah Nafisah
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.3188

Abstract

The world of Sufism developed as part of an adaptive discursive tradition of socio-political conditions and external influences, so Sufism has a pluralistic style. This study explores contemporary Sufism and active involvement of women, both Muslim and non-Muslims in Sufi activities. The purpose of this study is to describe history, dynamics, and the influence of contemporary Sufism on gender issues and feminism in secular societies. The method used is qualitative research with a literature study approach, through literature analysis related to contemporary sufism. Meta-analysis techniques are used to connect various existing variables with more structured studies. Research shows that Sufism, despite being rooted in Islam, develops beyond religious normitality and emphasizes the search for universal spiritual meanings. In this context, contemporary Sufism allows women to go beyond the boundaries of Islamic normative dogma, find true meaning, and free to express themselves. Through Sufism, it is proven that religion can have a significant influence on modernity and respond to issues such as gender and equality. Women not only become followers in Sufi activities, but also become leaders in Sufi activities.
THE TRADITION OF KHATAM AL-QUR’AN IN ACEH, INDONESIA (AN ETHNOGRAPHIC STUDY IN LAM ILIE TEUNGOH SOCIETY, INDRAPURI-ACEH BESAR) Fauzi Ismail; Muhammad Arifin; Manan, Abdul; Saprijal, Saprijal; Septian Fatianda
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.3382

Abstract

The tradition of Khatam al-Qur’an has existed since the era of Prophet Muhammad Saw, in which the Prophet highly recommended his followers to seal (khatam) and read the Qur’an by reciting it from the beginning to the end. This article aims to describe deeply the implementation of the Khatam al-Qu’an in groups and individually, as well as the views of the Khatam al-Qu’an. The instruments used are observation, interview, and documentation. The data were analysed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings show that the tradition of Khatam al-Qur'an is carried out in groups and individually. The Khatam al-Qur'an in the group is only carried out in the holy month of Ramadhan by the village community, either in the mosque or the meunasah. Reciting the Qur’an (tadarus) at the mosque or meunasah during Ramadhan is carried out by men only. They usually complete sealing the Qur'an 1 or 2 times in a Ramadhan month. The implementation of individual Khatam al-Qur'an is carried out on children or teenagers who have completed reading 30 juz of the al-Qur'an. Khatam al-Qur'an done individually does not involve the village community but only his or her friends or other people at the recitation place. The Khatam al-Qur'an is a form of gratitude and glorification of the Qur'an. In addition, it is an embodiment or a sign of victory for an individual or group in studying the reciting of the Qur'an.
NALAR KRITIS SAYYID AḤMAD AL-GHUMĀRĪ DALAM TAKHRIJ HADIS: KAJIAN KITAB ĤUȘŪL AL-TAFRĪJ BI-UȘŪL AL-TAKHRĪJ Niken Basuki, Syachrazad; Muhid
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.3402

Abstract

This article describes the critical reasoning of Sayyid Aḥmad al-Ghumārī in the field of hadith. Al-Ghumārī was a prominent hadith scholar in the early 20th century, but his works in the field of hadith are now beginning to fade. Despite this, al-Ghumārī was the first figure to introduce the method of hadith takhrij. Therefore, this research aims to revisit al-Ghumārī's thoughts in the study of hadith takhrij, focusing on his work Ĥușūl al-Tafrīj bi-Ușūl al-Takhrīj. This study addresses two issues: 1) The critical reasoning of Aḥmad al-Ghumārī in hadith scholarship, and 2) Aḥmad al-Ghumārī's methodology in performing hadith takhrij as outlined in his book Ĥușūl al-Tafrīj bi-Ușūl al-Takhrīj. This research uses a descriptive method and a literature-based approach through qualitative analysis. The final results of this study are: 1) Aḥmad al-Ghumārī's critical reasoning in performing hadith takhrij relies on his own ijtihad and does not adhere to anyone else's views, showcasing his sharp critical reasoning and deep intelligence. 2) Aḥmad al-Ghumārī has two main characteristics in performing hadith takhrij: first, if the hadith contains a complete wording, he refers to musnad books; second, if the hadith is not mentioned according to its wording, he reads, studies, and memorizes it. Those accustomed to performing takhrij can independently distinguish the Prophet's sayings from others.
STRATEGI PIMPINAN DALAM MENGELOLA SARANA DAN PRASARANA DI STAIN TEUNGKU DIRUNDENG MEULABOH Herman, Herman; Ayuningtyas, Dian; Riska, Riska
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.3620

Abstract

Facilities and infrastructure are one of the most important components to support academic and non-academic activities. This study aims to determine the leadership strategy in managing facilities and infrastructure at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. The type of research used here is qualitative research, with data collection methods through observation, interviews and documentation studies. Data processing and analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and verification (Conclusion Drawing). The results showed that the leadership strategy in managing facilities and infrastructure at STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh was carried out through strategies: 1) budget preparation planning work meetings involving leadership elements, and the planning process refers to the RIP, RPJM, and RPJP documents, 2) setting schedules, and local committee for procurement of sarpras and coordinating with the procurement committee of Kemenag RI for the process of implementing sarpras procurement, 3) conducting inventory, and deletion, and 4) supervision of sarpras by the Internal Supervisory Unit (SPI) as the party appointed and responsible for overseeing the procurement process and financial expenditure for infrastructure needs.
MENEMUKAN JATIDIRI REMAJA PERSPEKTIF ISLAM Masbur, Masbur; Syahril, Syahril; Syarif, Muhammad
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.2787

Abstract

Penelitian berdasarkan pentingnya pemahaman terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh remaja saat ini. Dalam lingkungan sosial yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat, remaja seringkali mengalami tekanan dan konflik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penulis merasa perlu untuk menyajikan informasi tentang konsep diri dan identitas diri dalam perspektif Islam. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif. Dalam hal ini penulis menggunakan studi kepustakaan (library research) yaitu serangkaian penelitian yang menggunakan studi pustaka. Adapun Hasil penelitian ini didapatkan bahwa transformasi intelektual dari cara berfikir ramaja ini menemukan jatidirinya dan memungkinkan mereka tidak hanya mampu mengintregrasikan dirinya kedalam masyarakat dewasa, tapi juga merupakan karakteristik yang paling menonjol dari semua periode perkembangan. Pemuda merupakan motor penggerak bagi peradaban. Oleh karena itu, jika pemuda Muslim yang memiliki aqidah yang kokoh dan kuat maka akan taat dan pasrah dan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi hari itu, dengan mengerjakan amal-amal shaleh.
PERKEMBANGAN PESANTREN DI KOMUNITAS ISLAM MODERN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM: STUDI ATAS PESANTREN MUHAMMADIYAH Muhammad Awwaludin Aprilianto; Iksan Kamil Sahri
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.2993

Abstract

This research aims to reveal the Islamic education system in Muhammadiyah which is famous for its motto of Progressive Islam, so that a modernization of education movement is formed to improve the quality of Islamic education. As one of Muhammadiyah's programs is to carry out a tajdid or reform movement. One thing that is starting to develop rapidly at this time in Muhammadiyah is the Modern Islamic Boarding School with the integration of religious knowledge with general knowledge. This research uses a qualitative approach-literature study and uses documentation methods to collect data. The results of this research are to explain the dynamics of Muhammadiyah education and the development of modern Muhammadiyah Islamic boarding schools. The Muhammadiyah education reform movement has existed since its inception, with the aim of producing intellectual scholars and religious scholars. One of the Muhammadiyah movements that is currently developing rapidly is the Islamic boarding school with a modernist system which consists of three, namely: Muhammadiyah Boarding School (MBS), Integral Islamic boarding school, and Takhassus Islamic boarding school
REPRESENTASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM NASKAH HIKAYAT PRANG CUT ALI , HIKAYAT RANTO, DAN HIKAYAT TEUNGKU DIMEUKEK Putri, Nina Eka
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.3089

Abstract

Sebagai naskah lama, hikayat merupakan salah satu dari karya sastra yang sering menyelipkan berbagai nilai-nilai dalam kehidupan, salah satunya nilai keislaman. Selain itu, sebutan hikayat telah cukup mewarnai pengaruh Islam karena istilah tersebut baru dikenal sesudah masuknya Islam dan kebudayaannya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian berjudul Representasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Naskah Hikayat Prang Cut Ali , Hikayat Ranto, dan Hikayat Teungku Dimeukek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai keislaman apa saja yang terkandung dalam hikayat Prang Cut Ali, hikayat Ranto, dan hikayat Teungku Dimeukek serta untuk mengkaji bagaimana perbedaan penyajian isi dalam ketiga hikayat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian pustaka yang mana sumber data berupa naskah hikayat itu sendiri. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis semiotika, yaitu menggunakan teori representasi Stuart Hall. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa ketiga hikayat mengandung nilai-nilai keislaman, baik nilai illahiyah maupun nilai insaniyah. Pada hikayat Prang Cut Ali mengandung nilai illahi yang meliputi: nilai keimanan dan nilai ubudiyah, dan nilai insaniyahnya meliputi nilai etika. Pada hikayat Ranto, nilai illahinya meliputi: nilai keimanan dan nilai ubudiyah, sedangkan nilah insaniyahnya meliputi: nilai sosial dan nilai estetika. Terakhir, pada hikayat Teungku Di Meukek, nilai illahi yang terkandung melaiputi nilai keimanan saja dam nilai insaniyahnya meliputi nilai sosial saja. Selain itu, dari hasil kajian ditemukan pula bahwa ketiga hikayat memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut meliputi gaya penyampaian pembuka dan penutup, karakteristik dalam penyisipan nilai keislaman, dan perbedaan dalam membawakan sebuah cerita.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI MEGENGAN DI DESA LANGGENHARJO KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI Sinta Nur Azizah; Puspo Nugroho
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.3247

Abstract

This research aims to describe the implementation and values ​​of Islamic education in the megengan tradition. This type of research uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. This research took place in Langgenharjo village, Juwana subdistrict, Pati Regency. The data collection methods for this research are observation, interviews and documentation methods. The results obtained from this research are that the implementation of the Megengan tradition is carried out in the month of Sha'ban in the afternoon until dusk at the prayer room by bringing food in the form of blessed rice brought from home which will later be exchanged with other people. The implementation of the megengan tradition begins with an opening, mauidhoh hasanah, tahlil, prayer and closing. The implementation of this tradition is led by religious figures. The values ​​of Islamic education in the Megengan tradition include gratitude, togetherness, tolerance and simplicity. Keywords: Values, Islamic Education, Megengan Tradition