cover
Contact Name
Fatwa Nurul Hakim
Contact Email
hakiimfatwa@gmail.com
Phone
+6282134205810
Journal Mail Official
mipksb2p3ks@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Kasihan Bantul DIY
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial
ISSN : 20884265     EISSN : 25279750     DOI : -
Core Subject : Social,
Hasil penelitian maupun studi literatur bidang kesejahteraan sosial meliputi Penanganan fakir miskin, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial serta pemberdayaan sosial
Articles 136 Documents
Difa City Tour dan Transport: Sebagai Wadah Kreatif untuk Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Difabel Sejahtera Alan Sigit Fibrianto
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 1 (2018): Volume 42 Nomor 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i1.2248

Abstract

Kelompok difabel sebagai kalangan minoritas masih sangat terbatas aksesibilitasnya terhadap dunia kerja. Difa City Tour dan Transport (DCTT) berupaya dalam mewujudkan lapangan pekerjaan bagi difabel dan sebagai wadah pemberdayaan bagi masyarakat difabel di Yogyakarta, dengan sebuah visi mensejahterakan kehidupan masyarakat difabel. Penelitian ini bertujuan menggali mengenai DCTT baik dalam hal relasi sosial sampai kepada pembentukkan identitas difabel dalam wadah DCTT dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat difabel. Penelitian studi kasus ini menggunakan triangulasi sumber sebagai validitas data serta menekankan pada metode wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Informan kunci dalam penelitian yaitu Pak T selaku owner DCTT, beserta beberapa informan pendukung seperti, Mas H selaku driver DCTT dengan karakteristik tuna daksa sejak lahir, Mas A selaku driver DCTT dengan karakteristik tuna daksa karena faktor kecelakaan, Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, dan Kepolisian Daerah Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCTT merupakan wadah yang terbentuk dengan mengangkat tema utama yaitu terciptanya moda transportasi ramah difabel, sekaligus wadah pemberdayaan bagi masyarakat difabel yang terintegrasi dalam setiap program di dalam DCTT. Beberapa rekomendasi ditujukan terhadap pihak perusahaan DCTT, para penyandang difabilitas, pihak pemerintah Yogyakarta, masyarakat umum, dan untuk penelitian selanjutnya, diharapkan setiap elemen dapat bersinergi dalam membangun daerah dengan menjunjung kreatifitas berbasis kearifan lokal daerah masing-masing.
Pengukuran Konstrak Kemiskinan di Indonesia Istiana Hermawati
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 3 (2017): Volume 41 Nomor 3 Desember 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i3.2259

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menemukan konsep dan indikator kemiskinan yang tepat di Indonesia. Asumsi yang mendasari karena indikator yang selama ini digunakan cenderung bernuansa ekonomi dengan menggunakan pendapatan sebagai satu-satunya indikator, sehingga dengan penggunaan variabel tunggal tersebut, program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan hasilnya kurang optimal. Penelitia menggunakn pendekatan gabungan (mix approach), yaitu dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di 34 provinsi dengan menggunakan community setting perdesaan dan perkotaan. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga miskin yang teregister dan yang tidak teregister.Teknik sampling menggunakan multi stage cluster random sampling yaitu untuk setiap provinsi ditentukan satu kota dan satu kabupaten, setiap kota/kabupaten ditentukan lima kecamatan, setiap kecamatan ditentukan 120 responden, sehingga penelitian ini melibatkan  68 kota/kabupaten, 340 kecamatan dan 40.775 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan  quesioner, wawancara mendalam (In depth interview), dan Focused Group Discussion. Data kuantitatif yang bersifat deskriptif diolah menggunakan program SPSS versi 17.00 for Windows dan untuk pengujian konstrak kemiskinan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program LISREL 8.4. Data yang bersifat kualitatif  dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kemiskinan dimaknai responden sebagai kondisi/keadaan yang menggambarkan ketidakberdayaan/ketidakmampuan/hambatan yang dialami oleh keluarga, baik secara ekonomi, sosial, psikis, budaya maupun politik dalam mewujudkan suatu kehidupan yang layak secara kemanusiaan. Berdasar pengujian konstrak kemiskinan diperoleh kesimpulan, bahwa kemiskinan di Indonesia berhasil direpresentasikan secara signifikan oleh lima indikator pembentuknya, yaitu sosial (λ=0,78), psikis (λ=0,77), budaya  (λ=0,72), ekonomi (λ=0,66), dan politik (λ=0,46). Hasil penelitian ini menguatkan kesimpulan, bahwa kemiskinan yang terjadi di Indonesia bersifat multidimensi. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada Kementerian Sosial sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Indonesia untuk menetapkan indikator kemiskinan yang jelas, terukur dan komprehensif sehingga dapat dijadikan sebagai acuan kebijakan dalam menetapkan sasaran yang tepat dan program pengentasan kemiskinan yang relevan.
THE USE OF ASSISTIVE DEVICES FOR PERSONS WITH DISABILITIES IN SOCIAL REHABILITATION CENTER WITH PHYSICAL DISABILITIES (BRSPDF) WIRAJAYA Soetji Andari
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 3 (2020): Volume 44 Nomor 3 Desember 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i3.2368

Abstract

Abstrak Penggunaan alat bantu bagi Penyandang disabilitas sangat penting untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Penelitian ini untuk mengetahui penyandang disabilitas dalam memanfaatan alat bantu di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya. Sasaran penelitian  dilakukan terhadap 60 orang penyandang disabilitas dan merupakan responden. Responden sebagian besar laki-laki 61.67 % dengan rentang usia mereka cukup variatif dan tergolong remaja dan dewasa, berpendidikan SMA/sederajat tidak memiliki pekerjaan, dengan status perkawinan, 100 % belum kawin.  Pemberian alat bantu untuk layanan disabilitas fisik di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya perlu mempertimbangkan estetika responden dengan kondisi (postur tubuh). Pelaksanaan pemberian alat bantu hendaknya mengacu pada SOP yang disesuaikan dengan UU dan Perda yang ada di wilayah masing-masing. BBRVBD diharapkan dapat bekerjasama dengan psikolog untuk mengetahui dan memotivasi responden dalam menerima keterbatasannya dan mendorong responden lebih percaya diri dalam menjalani hidup.Kata Kunci: Alat bantú; Disabilitas; Pemanfaatan; Rehabilitasi. AbstractThe use of assistive devices for persons with disabilities is very important to carry out daily activities. This study was to identify persons with disabilities in using assistive devices at the Wirajaya Social Rehabilitation Center for Persons with Disabilities (BRSPDF). The research target was carried out on 60 people with disabilities and who were beneficiaries. Most of the respondents were male, 61.67%, with a fairly varied age range and classified as adolescents and adults, high school education / equivalent, do not have a job, with marital status, 100% are not yet married. The provision of assistive devices for physical and sensory deaf speech disability services at the Wirajaya Social Rehabilitation Center for Persons with Disabilities (BRSPDF) needs to consider the aesthetics of the beneficiaries with their condition (body posture). The implementation of the provision of tools should refer to the SOP which is adjusted to the existing laws and regulations in each region. The Rehabilitation Center is expected to collaborate with psychologists to identify and motivate beneficiaries to accept their limitations and encourage beneficiaries to be more confident in living their lives.Keywords: Device ; Disabilities; Utilization; Rehabilitation 
Daerah Merah Penyalahgunaan Narkotika: Kajian tentang Penyalahgunaan Narkotika di Daerah Istimewa Yogyakarta Listyawati Listyawati; Suprayogo Suprayogo
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 1 (2017): Volume 41 Nomor 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i1.2275

Abstract

Penelitian Daerah Merah Penyalahgunaan Narkoba: Kajian Tentang Penyalahgunaan Narkoba di Daerah Istimewa Yogyakartabertujuan mendeskripsikan fenomena penyalahgunaan narkotika di DIY. Sumber  berupa dokumen yang dirilis dari media cetak, elektronik, dan literatur yang berkait dengan penelitian ini, selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan content analysis. Hasil kajian menunjukkan, bahwa jumlah penyalahguna narkotika di DIY mulai menurun sejak tahun 2015, namun ditemukan pemakai coba-coba cukup tinggi pada usia muda. Berdasar data yang dirilis Surat Kabar Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja, daerah terbanyak peredaran dan penyalahguna narkotika berdomisili di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sasaran utamanya adalah para pendatang yang mencari pendidikan dan pekerjaan diYogyakarta. Usia terbanyak antara 20-39 tahun berstatus pekerja dan mahasiswa. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran status pengguna narkotika yang sebelumnya ditempati pelajar dan mahasiswa. Jenis narkotika terbanyak yang diminati dan dikonsumsi adalah Sabu-Sabu dan Heroin. Kondisi ini sejalan dengan banyaknya penyelundupan narkotika jenis Sabu yang digagalkan dan yang beredar di DIY. Dampak dari penyalahgunaan narkotika di DIY antara lain: meningkatnya angka kriminalitas, depresi, dan tertularnya berbagai macam penyakit kronis seperti TBC, HIV/AIDS, dan bahkan kematian 
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Pandeglang Daud Bahransyaf
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 2 (2018): Volume 42 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i2.2242

Abstract

Penelitian Kampung Siaga Bencana yang dilakukan di Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten diperoleh beberapa informasi bahwa Kecamatan Munjul merupakan wilayah aliran sungai Ciliman yang bermuara di Pantai Labuhan. Sungai Ciliman ini merupakan sebuah sungai besar yang rutin meluap ketika terjadi curah hujan tinggi. Bulan Februari 2017 yang lalu, sungai Ciliman ini meluap dan terjadi banjir pada 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Pandeglang, termasuk di Kecamatan Munjul. Antisipasi menghadapi masalah banjir yang kerap terjadi di lokasi penelitian ini, pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial Provinsi Banten membentuk organisasi sosial yang siaga dengan kondisi tanggap darurat banjir dengan sebutan Kampung Siaga Bencan (KSB). Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yakni mencoba memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi lokasi penelitian yang rawan terjadi bencana alam banjir terutama dimusim penghujan. Perolehan data lapangan yang dilakukan memberikan data dan informasi bahwa PMKS lanjut usia terlantar merupakan jumlah terbesar yang ada di Kabupaten Pandeglang, dan informasi ini menggambarkan bahwa cukup besar jumlahnya warga yang berusia diatas 60 tahun dan hidup dalam kekurangan. PMKS berikutnya yang jumlahnya cukup mencolok adalah penyandang Disabilitas dan  Perempuan Rawan Sosial Ekonomi. Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di lokasi peneliti terlihat cukup variatif data nya. Pekerja sosil masyarakat sangat mendominasi keberadaannya, kemudian terdapat dua PSKS yang juga terlihat cukup potensial jumlahnya di wilayah kabupaten ini yaitu pendamping PKH dan operatornya.
Meneropong Pemulangan Eks-Anggota Gerakan Fajar Nusantara Ke Tempat Asal di Daerah Istimewa Yogyakarta Pranowo Pranowo; Gunadi Setyo Utomo
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 2 (2016): Volume 40 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i2.2292

Abstract

Gerakan Fajar Nusantara berada di berbagai daerah di Indonesia, kegiatannya menimbulkan problem. Tulisan ini merupakan kajian dan ”potret” proses dan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementetian Sosial dalam pemulangan Eks Anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan dan Sigi, Palu, Sulteng ke tempat asal di DIY, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo. Kajian bertujuan mengetahui latar belakang kejadian, proses, dan peran TRC dalam pemulangan eks anggota Gafatar ke tempat asal. Kajian bersifat empirik deskriptif, dalam melihat peran TRC di tempat penampungan sementara di Youth Centre menggunakan empirical phenomenoogical psychological, sesuai fakta aktual. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, FGD, dan telaah dokumen. Hasil pengkajian menemukan, bahwa proses pemulangan eks anggota Gafatar ke tempat asal berjalan lancar. Hal ini didukung peran TRC yang dalam memberi bimbingan dan pendampingan dapat menciptakan suasana kondusif, sehingga proses pemulangan bisa berjalan tertib dan aman.
Tawuran Remaja Ditinjau dari Kehidupan dan Pengasuhan Keluarga Sri Hastuti Susmiyati; Ikawati Ikawati
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 1 (2018): Volume 42 Nomor 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i1.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keterlibatan tawuran pada remaja ditinjau dari kehidupan dan pengasuhan keluarga. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan pertimbangan daerah-daerah rawan seperti peristiwa “klitih” yang pelakunya adalah anak usia 14- 18 tahun, maka ditentukan di Kota Yogyakarta. Sasaran subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu remaja laki-laki yang bersekolah di bangku SLTA, yang masih bertempat tinggal bersama orangtua dan pernah ikut terlibat tawuran, maka ditentukan 30 informan. Sasaran objek penelitian adalah keterlibatan tawuran pada remaja ditinjau dari kondisi kehidupan dan pengasuhan keluarganya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-interpretatif. Hasil penelitian ditemukan ada pengaruh keterlibatan tawuran pada remaja yang disebabkan karena kehidupan keluarga dan pengasuhan keluarga, dimana orangtua kurang mendukung terhadap perkembangan remaja, berdasarkan kesimpulan  di atas, maka direkomendasikan: (1) Kepada Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat, guna mencegah tawuran remaja melalui pemberian wawasan/pengetahuan tentang peran dan fungsi keluarga dengan mempertimbangkan pengasuhan pada anak/remaja dan memberikan modeling yang baik bagi anak/remaja sebagai bekal hidup bermasyarakat. (2) Kepada Sekolah terutama SLTA maupun swasta yang ada di Kota Yogyakarta, agar pelajar  memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan bermanfaat, maka perlu penerapan aturan /disiplin;  kurikulum tentang pendidikan moral dan agama,  pengembangan identitas pelajar melalui kreativitas sosial dan pelatihan yang bermanfaat. (3) Kepada Orangtua perlu memberikan pola asuh demokratis yaitu terjalinnya hubungan yang baik antara orangtua dan anak serta menghindari pola asuh yang otoriter (selalu mengatur anak, anak tidak dihargai pendapat dan pandangannya) dan pola asuh yang memanjakan. Sebaiknya orangtua memberikan modeling/percontohan bagi anak tentang norma-norma yang ada di masyarakat yaitu tentang budipekerti mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak sebagai bekal kelak hidup bermasyarakat.
PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI PENYANDANG DISABILITAS NETRA MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN BELAJAR MASSAGE Akhmad Purnama
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 3 (2020): Volume 44 Nomor 3 Desember 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i3.2228

Abstract

Abstrak Penelitian tentang Peningkatan Kepercayaan Diri Penyandang Disabiliatas Netra Melalui Pelatihan Ketrampilan Belajar Massage bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bagi penyandang disabiliatas tuna netra melalui pemeberian motivasi dan keterampilan dengan belajar massage dalam meningkatkan kepercayaan dirinya. Metode penelitian menggunakan, jenis  penelitian deskriptif kualitatif dengan informan sebanyak 12 orang yaitu penerima manfaat 10 orang dan pendamping dua orang. Pengumpulan data melaui panduan wawancara dan observasi. Hasil penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan bagi penerima manfaat. Penerima manfaat sudah dapat  menguasai jenis massage tertentu yaitu jenis fisioterapi. Mereka semakin percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya sehingga diharapkan dapat menujang dalam mengarungi kehidupan. Kemapuan yang dimiliki akan dipraktekkan dilapangan pencari kerja. Sempitnya pelatihan yang diberikan membuat penerima manfaat belum seluruhnya materi terkuasai. Maka perlu bagi pihak rumah pelayanan untuk selalu memberikan jenis massage yang terbaru. Pendamping dapat lebih banyak memberikan waktu dalam pendampingan dan memberikan jenis keterampilan yang dibutuhkan yanga akan datang. Kata Kunci: Disabilitas Netra; Kepercayaan Diri; MassageAbstractResearch on Increasing Confidence in Persons with Disabilities in the Blind Through Massage Learning Skills Training aims to find out the increase in the ability of people with disabilities in the blind through providing motivation and skills by learning massage in increasing self-confidence. The research method uses descriptive qualitative research with 12 informants, 10 beneficiaries and two companions. Data collection through interview and observation guidelines. The results of the study showed an increase in the ability of the beneficiaries. Beneficiaries can already master certain types of massage, namely the type of physiotherapy. They are increasingly confident in their abilities so they are expected to be able to navigate in life. The ability to possess will be practiced in the field of job seekers. he narrowness of the training provided that the beneficiaries were not yet fully mastered. So it is necessary for the home service to always provide the latest type of massage. Mentors can provide more time in mentoring and provide the types of skills needed in the future.Abstract contains research problem, aims of the study, research method, results, and policy recommendation. The length of abstract should be between 150-200 words and must be in one paragraph.Keywords: Net Disability; Confidence; Massage   
Otonomi dan Peran Kepala Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Gunadi Setyo Utomo; Ratih Probosiwi
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 40 No 3 (2016): Volume 40 Nomor 3 Desember 2016
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v40i3.2303

Abstract

Pemberlakuan otonomi daerah yang diharapkan mampu memperbaiki dan menjawab tuntutan masyarakat ternyata tidak mampu menjamin partisipasi lokal, bahkan banyak kelompok yang kehilangan ruang gerak mereka. Desa mulai terusik dengan kebijakan dan peraturan yang dibuat Pemerintah Daerah dengan alasan menegakkan Otonomi Daerah yang pada akhirnya malah mereduksi otonomi desa yang ada. Diperlukan pemimpin yang mampu menguatkan kembali otonomi desa dengan tetap harus menjunjung nilai sosial budaya desa untuk memberdayakan masyarakatnya. Mengambil studi kasus Desa Sumbersari, Purworejo, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala desa dalam pembangunan kesejahteraan sosial, khususnya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan prinsip otonomi desa. Penelitian menunjukkan bahwa peran kepala desa belum berjalan optimal, terutama dalam membuka partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembuatan keputusan. Hal ini kemudian berpengaruh pada kualitas kebijakan pembangunan desa. Selain itu, adanya campur tangan pemerintah di atasnya dalam membuat kualitas otonomi desa semakin menurun.
Faktor Determinan Penyebab Kemiskinan di Sulawesi Selatan Kissumi Diyanayati; Etty Padmiati
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 2 (2017): Volume 41 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i2.2270

Abstract

Penelitian tentang Faktor Determinan Penyebab Kemiskinan di Sulawesi Selatan  bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kuantitatif dan kualitatif.  Lokasi penelitian menggunakan teknik purposive, yaitu memilih salah satu provinsi dari 34 provinsi yang digunakan sebagai lokasi penelitian, Konsep dan Indikator Kemiskinan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh keluarga fakir miskin yang teregister dan yang tidak teregister. Sampel akan ditentukan secara random berjumlah 1.200 orang berasal dari dua wilayah (Kota Makassar dan Kabupaten Maros), tiap wilayah 600 orang dengan rincian 540 orang berasal dari kepala keluarga miskin teregister dan 60 orang kepala keluarga miskin non-register atau yang belum mendapat program. Teknik pengumpulan data digunakan kuesioner, panduan wawancara, panduan pengamatan, dan telaah dokumen yang relevan. Data dan informasi yang dijaring secara kuantitatif diolah secara komputasi dengan menggunakan program excel dan statistik SPSS versi 17.00 for Windows, serta pengujian konstruk kemiskinan menggunakan confirmatory faktor analysis dengan bantuan program LISREL 8.4, hasilnya dideskripsikan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dimensi budaya memiliki konstribusi yang positif dan signifikan dalam membentuk kemiskinan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Hasil tersebut relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada umumnya, yang masih mengedepankan nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, seperti kuatnya semangat gotong royong, hubungan kekerabatan, kebiasaan melakukan musyawarah dalam memutuskan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan diketahuinya faktor determinan penyebab kemiskinan di Sulawesi Selatan, intervensi yang dibutuhkan dalam penanggulangan kemiskinan lebih dititikberatkan pada penyadaran masyarakat tentang berbagai kebiasaan yang sudah menjadi budaya dan memberatkan masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Penyuluhan dan bimbingan sosial tentang hidup hemat, tidak mengada-ada, dan menolong semampunya perlu lebih sering dilakukan dengan tidak meninggalkan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang sudah berjalan. Perlu diupayakan pula penumbuhan keberdayaan  masyarakat untuk terciptanya kemandirian masyarakat, karena masyarakat akan memperoleh pemahaman dan mampu mengontrol daya sosial, ekonomi, dan politik agar dapat meningkatkan kesejahteraan sosialnya. 

Page 9 of 14 | Total Record : 136