cover
Contact Name
Edison Rikardo A
Contact Email
jurnal@sttaa.ac.id
Phone
+62215-8357685
Journal Mail Official
jurnal@sttaa.ac.id
Editorial Address
Jl. kedoya Raya No.18 Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Amanat Agung
ISSN : 20867611     EISSN : 25798839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Amanat Agung diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung dalam rangka turut mengembangkan dan memajukan penelitian di bidang ilmu teologi, yang mencakup sub-bidang 1. biblika; 2. teologi sistematika; 3. historika; dan 4. praktika, termasuk pendidikan Kristen, musik gerejawi dan ibadah, serta studi interkultural. Hasil penelitian yang dituangkan dalam artikel jurnal diharapkan dapat memberi sumbangsih bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman teologi serta pelayanan Kristen, termasuk menawarkan solusi bagi permasalahan masyarakat baik di tingkat nasional maupun regional. Namun, penulis dan pembaca serta mitra bebestari yang terlibat tidak dibatasi hanya berasal dari Indonesia maupun regional, melainkan berasal dari manca negara (internasional).
Articles 314 Documents
The Christian View of Man Herris
Jurnal Amanat Agung Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 2 Tahun 2008
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan Buku The Christian View of Man
REASONABLE FAITH: Christian Truth and Apologetics Hendra Yohanes
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Book Review of "Reasonable Faith: Christian Truth and Apologetics"
PERKEMBANGAN PENAFSIRAN KONFESI-KONFESI YEREMIA Chandra Julianto
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v15i1.340

Abstract

Konfesi-konfesi Yeremia adalah salah satu bagian teks kenabian Perjanjian Lama yang sulit ditafsirkan makna dan tujuan penulisannya. Para ahli berusaha menggunakan berbagai metode penafsiran dalam mengeksegesis konfesi-konfesi Yeremia. Tulisan ini memaparkan dan meninjau perkembangan metode penafsiran yang digunakan para ahli tersebut, mulai dari penafsiran biografis, penafsiran historis-kritis, hingga penafsiran sinkronik yang ditandai dengan penggunaan analisis retorik. Berdasarkan natur dan karakteristik teks konfesi-konfesi Yeremia, penulis menyimpulkan bahwa analisis retorik adalah metode yang paling tepat dalam menafsirkan makna dan tujuan penulisan konfesi-konfesi Yeremia. Kata-kata Kunci: konfesi Yeremia, biografis, historis-kritis, sinkronik, analisis retorik, teks final, pesan retorik, dampak persuasif, respons pembaca. Abstract: Jeremiah’s Confessions are considered as some of the most difficult Old Testament texts to be interpreted with respect to their meaning and purpose. Many Old Testament scholars throughout the years have used various methods to exegete Jeremiah’s Confessions. This study aims to present and review these methods, hanging from biographical interpretation, historical criticism method, to the bloom of synchronic interpretation, defined by the use of rhetorical analysis. Based on the text’s nature and characteristic, the study argues that rhetorical analysis is the most suited method to interpret the meaning and purpose of Jeremiah’s Confessions.
KEBANGKITAN STUDI TEOLOGI PATRISTIK: Doktrin Trinitas (Perikhoresis) Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v15i1.341

Abstract

Teologi Patristik atau teologi bapa-bapa gereja muncul di masa-masa awal dalam sejarah perkembangan gereja. Namun demikian pemikiran teologi Patristik masih terus relevan berhadapan dengan persoalan-persoalan kehidupan sekarang ini. Teologi Patristik merupakan warisan berharga teologi Kristen yang tidak pernah membeku dan menjadi fosil di masa lalu, sebaliknya teologi Patristik mengalami kebangkitan dalam topik-topik kajiannya dan mempunyai daya dorong yang kuat untuk mendasari praksis transformasional pelayanan Kristen di masa sekarang ini. Kebangkitan studi teologi Patristik menunjukkan bahwa teologi Patristik memiliki ruang yang luas untuk diaplikasikan dalam berbagai isu kehidupan. Teologi Patristik setia terhadap kerygma rasul-rasul dan tujuannya agar kehidupan orang percaya memuliakan Allah dan berjuang melakukan praksis transformasional pelayanan Kristen. Doktrin Trinitas (perikhoresis), yang telah diformulasikan dalam teologi Patristik, merupakan salah satu doktrin yang begitu luas didiskusikan dan dikembangkan dalam wacana berteologi sekarang ini. Abstract: Patristic theology or theology of the Church Fathers emerged in the early days in the history of the development of the Church. However, the thought of Patristic theology continues to be relevant in dealing with the problems of life today. Patristic theology is a valuable legacy of Christian theology that has never been frozen and fossilized in the past, instead Patristic theology experienced a revival in its study topics and has a strong impetus to underpin the transformational praxis of Christian service in the present. The revival of the study of Patristic theology shows that Patristic theology has ample scope to be applied in various issues of life. Patristic theology is faithful to the apostolic faith and its purpose so that the lives of believers glorify God and strive to carry out transformational praxis of Christian service. The doctrine of the Trinity (perikhoresis), which has been formulated in Patristic theology, is one of the doctrines that is so widely discussed and developed in current theological discourse.
KEKRISTENAN DAN NASIONALISME DI INDONESIA Arthur Aritonang
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v15i1.344

Abstract

“Kekristenan dan Nasionalisme di Indonesia” membahas mengenai sejarah kekristenan di Indonesia yang diasumsikan sebagai agama yang pro terhadap penjajah dari Barat namun asumsi itu tidak benar sebagai bukti ada banyak tokoh Kristen yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan didasarkan semangat nasionalisme. Kemudian pasca-kolonial Belanda kekristenan ingin menampilkan wajah baru yang sungguh-sungguh keindonesiaan dengan lahirnya organisasi DGI/PGI. Namun seiring waktu ketika berakhirnya era orde baru dan memasuki era reformasi, kekristenan dan masyarakat lainnya di Indonesia menghadapi arus gelombang yang mengatas-namakan agama yang pergerakannya cukup masif dibandingkan di era orde lama diantaranya: kelompok Islam fundamentalis yang ingin menjadikan NKRI bersyariat Islam, adanya gerakan politik transnasional HTI yang ingin menghidupkan kembali kejayaan Islam pada abad ke-6 dan faham Wahabisme yang sarat dengan kekerasan. Persoalan lainnya ialah adanya kemiskinan yang terstruktur akibat dari krisis moneter yang melanda di Indonesia tahun 1997. Melalui masalah ini, setiap agama-agama di Indonesia harus melakukan konvergensi atas dasar keprihatinan yang sama. Abstract: Christianity and Nationalism in Indonesia” discuss the history of Christianity in Indonesia, which is assumed to be a religion that is pro to Western colonialism. Still, this assumption is incorrect as evidence that many Christian figures fought for Indonesian independence based on the spirit of nationalism. Then post-colonial of Dutch, Christianity wanted to be presented a truly Indonesian face with the birth of the DGI / PGI organization. But over time when the end of the new order and entering the era of reform, Christianity and the other societies in Indonesia faced challenges in the name of religion whose movements were quite massive compared to the old order including fundamentalist Islamic groups who wanted to make the Republic of Syariat Muslim Indonesia, a transnational HTI political movement that wanted to revive the glory of Islam in the 6th century and the ideology of Wahhabism which is loaded with violence. Another problem is the existence of structured poverty due to the monetary crisis that hit Indonesia in 1997. Through this problem, every religion in Indonesia must converge on the basis of the same concerns.
AKU MENCIPTAKAN LANGIT YANG BARU DAN BUMI YANG BARU Florian Simatupang
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khotbah yang disampaikan di chapel pagi STT Amanat Agung
PENGHAKIMAN BERDASARKAN PERBUATAN DI ROMA 2:1-16 Fabio Valentino
Jurnal Amanat Agung Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v15i1.353

Abstract

Tema “Penghakiman berdasarkan perbuatan” yang muncul di Roma 2:1-16 telah menimbulkan berbagai perbedaan pandangan di kalangan para ahli. Perdebatan ini disebabkan tema “Penghakiman Berdasarkan Perbuatan” seolah-olah bertentangan dengan pernyataan Paulus mengenai “Pembenaran oleh iman” dan perbuatan dapat menjadi penentu keselamatan. Tulisan ini berusaha memberikan sumbangsih untuk memahami “Pembenaran oleh iman” melalui kerangka soteriologi Paulus. Abstract: The theme of "Judgment according to Works" that appears in Romans 2: 1-16 has given rise to different views among experts. This debate is caused by the theme " Judgment according to Works " as if it contradicts with Paul's statement about "Justification by faith" and works can be determinants of salvation. This paper attempts to contribute to understanding this theme through Paul's soteriological framework.
MEMAHAMI KISAH PENCIPTAAN MANUSIA DAN ALAM SEMESTA: Sebuah Pendekatan Literer Terhadap Kejadian 1-2 Heri Lim
Jurnal Amanat Agung Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v14i2.355

Abstract

Abstrak: Teks Alkitab dibuka dengan sebuah narasi tentang penciptaan, sebuah teks yang menggambarkan keagungan Allah, sekaligus juga menjadi sebuah topik diskusi di dalam dan di luar kekristenan. Dalam pandangan kekristenan, berbagai penafsiran berbeda disodorkan untuk menjelaskan narasi penciptaan manusia dan kosmos. Artikel ini mencoba untuk menawarkan sebuah sudut pandang yang diharapkan dapat berdialog dengan penafsiran yang lain, tetapi tetap tidak meninggalkan kesetiaan Injili. Artikel ini bukan merupakan eksegesis ayat per ayat kitab Kejadian 1-2, tetapi lebih merupakan sebuah cara untuk memahami narasi penciptaan dalam Kejadian 1-2 secara utuh. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengajukan sebuah pendekatan literer dalam membaca dan memahami narasi penciptaan dalam Kejadian 1-2. Abstract: The biblical text is opened with a narrative about creation. a text that illustrates the majesty of God, as well as becomes topic of discussion within and outside Christianity. In the Christian poin of view, many interpretations are offered to explain the narrative of the human and the cosmos creation. This article tries to offer a perspective that is expected to make a dialogue with other interpretations, but still does not leave evangelical commitment. This article is not a verse by verse exegesis of Genesis 1-2, but rather a way to understand the creation narrative in Genesis 1-2 as a whole. In this case the writer tries to propose a literary approach in reading and understanding the narrative of creation narrative in Genesis 1-2.
PEMURNIAN INTEGRITAS: Penelitian Puitis Mazmur 26 Armand Barus
Jurnal Amanat Agung Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v14i2.356

Abstract

Abstrak: Pembacaan Mazmur 26 dengan menggunakan metode penelitian puitis (poetic criticism) menghasilkan makna berbeda dengan metode penafsiran yang digunakan penafsir sebelumnya. Melalui penelitian puitis terungkap pesan bahwa sentral Mazmur 26 adalah proses pemurnian orang benar yang justru terjadi melalui dan di dalam kehadirannya di tengah-tengah orang fasik. Abstract: Reading Psalm 26 with poetic criticism results in getting a from different meaning the interpretation method used by previous interpreters. Using poetic criticism in reading Psalm 26 reveals that the central message of Psalm 26 is purification of the righteous which precisely happens in and through his or her presence amongs the wicked. Kata-kata Kunci: Mazmur ratapan, penelitian puitis, keluhan, perasaan, pengenalan akan Allah, perubahan suasana teks (mood), integritas
YESUS, SI HUMORIS: Beberapa Contoh dari Antitesis Stefanus Kristianto
Jurnal Amanat Agung Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v14i2.357

Abstract

Abstraks: Apakah Yesus adalah seorang yang humoris? Menarik dicatat bahwa untuk waktu yang lama banyak penulis telah memberikan jawaban negatif untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, tidak seperti mereka, tulisan ini akan memberikan jawaban alternatif. Dengan menggunakan definisi humor sebagai sebuah keganjilan yang menyenangkan (playful incongruity), tulisan ini akan menunjukkan beberapa contoh yang mungkin bernada humor dari ajaran antitesis Yesus. Melalui studi ini, diharapkan bukan hanya gambaran yang lama mengenai Yesus diubah, tetapi juga sensitivitas pembaca terhadap humor dalam pengajaran Yesus ditingkatkan Abstract: Was Jesus a humorist? It is interesting to note that for a long time many writers had given a negative answer to such a question. This paper, however, will try to give an alternative answer. Working from the definition of humor as a ‘playful incongruity,’ this paper will show some plausible humor from Jesus’ antitheses. Through this study, it is hoped that not only will the old image of Jesus change, but also the readers’s sensitivity toward humor in Jesus’ teachings is improved.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025 Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024 Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 1 Juni 2024 Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023 Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023 Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022 Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 1 Juni 2022 Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 2 Desember 2021 Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 1 Juni 2021 Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 2 Desember 2020 Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 1 Juni 2020 Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 2 Desember 2019 Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019 Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018 Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 2 Tahun 2016 Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 1 Tahun 2016 Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 2 Tahun 2015 Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 1 Tahun 2015 Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 2 Tahun 2014 Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 1 Tahun 2014 Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 2 Tahun 2013 Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 1 Tahun 2013 Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 2 Tahun 2012 Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 1 Tahun 2012 Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 2 Tahun 2011 Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 1 Tahun 2011 Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 2 Tahun 2010 Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 1 Tahun 2010 Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 2 Tahun 2009 Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 1 Tahun 2009 Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 2 Tahun 2008 Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 1 Tahun 2008 Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 2 Tahun 2007 Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 1 Tahun 2007 Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 2 Tahun 2006 Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 1 Tahun 2006 Vol 1 No 1 (2005): Jurnal Amanat Agung Vol. 1 No. 1 Tahun 2005 More Issue