cover
Contact Name
Edison Rikardo A
Contact Email
jurnal@sttaa.ac.id
Phone
+62215-8357685
Journal Mail Official
jurnal@sttaa.ac.id
Editorial Address
Jl. kedoya Raya No.18 Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Amanat Agung
ISSN : 20867611     EISSN : 25798839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Amanat Agung diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung dalam rangka turut mengembangkan dan memajukan penelitian di bidang ilmu teologi, yang mencakup sub-bidang 1. biblika; 2. teologi sistematika; 3. historika; dan 4. praktika, termasuk pendidikan Kristen, musik gerejawi dan ibadah, serta studi interkultural. Hasil penelitian yang dituangkan dalam artikel jurnal diharapkan dapat memberi sumbangsih bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman teologi serta pelayanan Kristen, termasuk menawarkan solusi bagi permasalahan masyarakat baik di tingkat nasional maupun regional. Namun, penulis dan pembaca serta mitra bebestari yang terlibat tidak dibatasi hanya berasal dari Indonesia maupun regional, melainkan berasal dari manca negara (internasional).
Articles 318 Documents
POTENSI KEKUATAN MAZMUR RATAPAN MENURUT PANDANGAN WALTER BRUEGGEMANN DALAM MENOLONG ROHANIWAN MENGHADAPI BURNOUT Novian Hendry Wibowo
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.702

Abstract

Burnout merupakan salah satu tantangan yang kerap dialami oleh para rohaniwan dalam tugas pelayanan mereka. Tekanan eksternal dari jemaat dan gereja, serta tekanan internal yang berasal dari tuntutan diri sendiri, sering membuat rohaniwan mengalami kelelahan fisik, emosional, dan spiritual. Kondisi ini dapat mengakibatkan berkurangnya efektivitas pelayanan dan bahkan mengancam relasi rohaniwan dengan Tuhan. Berbagai penelitian telah membahas strategi pencegahan dan penanganan burnout, baik dari aspek psikologis maupun praktis. Namun, penelitian ini berusaha menawarkan perspektif baru yaitu keterkaitan konsep Mazmur dari Walter Brueggemann untuk menolong kaum klerus mengatasi burnout. Penelitian ini akan menggunakan studi literatur untuk menyajikan konsep pikir Bruegggemann mengenai Mazmur Ratapan. Tiga potensi utama Mazmur Ratapan dalam menolong kaum klerus menghadapi burnout: mendorong kejujuran dalam mengakui keterbatasan dan kelemahan di hadapan Tuhan, membangun kedekatan dan ketergantungan kepada Tuhan di tengah tekanan pelayanan, dan mengingatkan bahwa pencapaian utama dalam hidup para rohaniwan bukanlah kesuksesan pelayanan, melainkan relasi intim dengan Tuhan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa Mazmur Ratapan dapat menjadi sarana refleksi spiritual bagi para klerus untuk menghadapi burnout. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam ranah teologis, tetapi juga dapat memberikan pendekatan praktis untuk diterapkan dalam pendampingan pastoral bagi para klerus yang mengalami burnout.
ATEISME: : Penelitian puitis-afektif Mazmur 14 Armand Barus
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.714

Abstract

Angka tren ateisme yang cenderung meningkat akhir-akhir ini memerlukan penjelasan dan respons teologis yang memadai. Artikel ini mengusulkan Mazmur 14 sebagai salah satu respons teologis terhadap ateisme. Telaah terhadap Mazmur 14 sebagai respons terhadap ateisme menggunakan metode penelitian puitis-afektif. Metode penelitian puitis-afektif memiliki fitur-fitur keluhan, perasaan, Allah, dan perubahan suasana teks (mood) dalam penggalian tema sentral Mazmur 14. Penelitian puitis-afektif menghasilkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia yaitu manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada ’ĕlōhîm. Mazmur 14 menegaskan keterkaitan erat apa yang dipercayai dan apa yang dilakukan. Ateisme modern sebaliknya menolak kaitan teologi dan etika.
MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KONTEKSTUAL BERBASIS TEOLOGI “EARTH-HONORING FAITH” LARRY L. RASMUSSEN: : Respons atas Krisis Air Bersih di Kabupaten Cilacap Remegises Pandie; Romika Romika; Udin Firman Hidayat
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.717

Abstract

Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Cilacap merupakan permasalahan ekologis yang mendesak dan menuntut tanggapan multidisipliner, termasuk dari ranah teologi dan pendidikan. Artikel ini menawarkan sebuah pendekatan inovatif melalui pengembangan Pendidikan Agama Kristen yang kontekstual, berbasis pada teologi “Earth-Honoring Faith” yang dikemukakan oleh Larry L. Rasmussen. Teologi ini menekankan spiritualitas yang menghormati bumi, berakar pada kesadaran ekologis, dan bertanggung jawab secara etis terhadap ciptaan. Melalui pendekatan ini, pendidikan agama Kristen tidak hanya menjadi sarana pembentukan iman, tetapi juga transformasi praksis terhadap realitas lingkungan lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi literatur dan analisis konteks sosial-ekologis Kabupaten Cilacap. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi prinsip “Earth-Honoring Faith” dalam kurikulum PAK mampu mendorong kesadaran ekologis peserta didik dan komunitas gereja, sekaligus menggerakkan partisipasi aktif dalam merespons krisis air bersih secara konkret dan transformatif. Oleh karena itu, pendidikan teologis berbasis kontekstual ekologis dapat menjadi medium strategis untuk membangun solidaritas iman yang membumi serta etika keberlanjutan yang berkeadilan bagi seluruh ciptaan.
PENDAMPINGAN PASTORAL DALAM PERSPEKTIF FEMINIS TERHADAP PEREMPUAN PENYANDANG BISU SEJAK LAHIR Paulus Eko Kristianto
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.723

Abstract

Pengalaman ketidakadilan yang dialami perempuan penyandang bisu (tuna wicara) perlu didengarkan. Pengalaman ini perlu disertai dengan analisis, refleksi teologis, dan aksi pastoral. Ini dilakukan guna mencapai keadilan gender. Artikel ini membahas usulan pendampingan pastoral dalam perspektif feminis terhadap perempuan penyandang bisu sejak lahir. Artikel ini ditulis menggunakan metode penelitian pustaka dan wawancara pastoral. Hasil penelitian ini memperkuat perlunya pendampingan pastoral dalam perspektif feminis dilakukan bagi mereka dan bisa diperluas hingga komunitas iman dan masyarakat. Bahkan, kekhasan teologi disabilitas perlu dielaborasikan agar semakin mempertajamnya.
REASSESSING THE USE OF IMAGERY OF THE BEAST, THE SEA, AND THE SEVEN HEADS IN REVELATION 13 Steven Steven
Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 Juni 2026
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v22i1.712

Abstract

A line of scholarship on Revelation assumes that its imagery blends elements from the Hebrew Bible, ancient myths, and the Greco-Roman world. This study challenges that reasoning by showing that the writer of Revelation not only draws primarily on the Hebrew Bible but also intentionally de-mythologizes its chaos motifs. In Revelation 13, the “sea” is not an autonomous force in cosmic conflict with God but a narrative backdrop for the rise of imperial evil, subverting the standard “sea = chaos” reading. Likewise, the seven heads invert the Hebrew Bible’s symbolic completeness into a counterfeit sovereignty, parodying Rome’s claims to total rule. By foregrounding immediate literary context and socio-political setting over speculative mythic parallels, this article contends that Revelation’s imagery reshapes inherited biblical motifs into a symbolic grammar that equips communities under empire to discern, resist, and hope.
PEREMPUAN SEBAGAI PENGAJAR DAN PEMIMPIN DALAM KONTEKS PEREMPUAN INDONESIA MENURUT 1 TIMOTIUS 2:11-12 Harlinton Simanjuntak; Mariana Hadi; Jesyka Nofrianti Ambarita; Alva Gratia Fitrahoney Utomo
Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 Juni 2026
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v22i1.721

Abstract

Penafsiran tradisonal terhadap 1 Timotius 2:11-12 kerap dipahami sebagai larangan permanen bagi perempuan untuk mengajar dan memimpin, sementara realitas sosial kontemporer di Indonesia memperlihatkan peningkatan signifikan partisipasi dan kontribusi perempuan dalam kepemimpinan publik maupun gerejawi. Ketegangan ini menuntut peninjauan ulang terhadap teks berdasarkan konteks historis dan dinamika sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode riset literatur dengan pendekatan hermeneutika sosial, yang menganalisis konteks sosial-historis jemaat Efesus, masalah ajaran sesat, serta literatur kontemporer mengenai kepemimpinan perempuan. Kerangka teologis imago dei digunakan sebagai landasan evaluatif terhadap relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan Paulus bersifat situasional dan diarahkan pada penyalahgunaan otoritas yang muncul dalam konteks penyebaran ajaran sesat, bukan pada kapasitas perempuan secara ontologis. Melalui pembacaan logika terbalik, teks ini menyiratkan pengakuan Paulus terhadap kemampuan kepemimpinan perempuan apabila dijalankan secara tertib, bertanggung jawab, dan selaras dengan kesalehan hidup. Penelitian menyimpulkan bahwa 1 Timotius 2:11-12 tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak kepemimpinan perempuan secara universal. Dengan demikian, partisipasi perempuan dalam kepemimpinan gerejawi memiliki legitimasi biblis ketika didukung oleh kompetensi, karakter, dan kedewasaan rohani, serta konsisten dengan prinsip imago dei sebagai dasar relasi kepemimpinan yang setara.
ALLAH BESAR: Penelitian Puitis-afektif Mazmur 86 Armand Barus
Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 Juni 2026
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v22i1.734

Abstract

Mazmur 86 tampil sebagai mazmur ratapan pribadi yang unik karena posisinya menyela kumpulan mazmur bani Korah. Berbagai metode penafsiran telah diterapkan terhadap Mazmur 86 yang menghasilkan beragam pesan sentral. Melalui penerapan metode penelitian puitis-afektif pembacaan dilakukan terhadap Mazmur 86. Penelitian puitis-afektif mencakup empat tahapan pembacaan: keluhan, perasaan, Allah, dan perubahan suasana teks (mood) yang menggambarkan dinamika perjalanan silih berganti antara ratapan dan pujian. Pembacaan penelitian puitis-afektif terhadap Mazmur 86 menghasilkan pesan sentral Allah besar sebagai respons teologis pemazmur terhadap realitas sinkretisme bangsa. Pesan sentral Allah besar menyingkapkan, berbeda dengan kebanyakan penafsir, bahwa Mazmur 86 lebih tepat dipahami sebagai mazmur ratapan dari periode sebelum pembuangan (pre-exilic) bukan mazmur dari periode pembuangan atau pascapembuangan.
IMAN YANG MEMBEBASKAN:: Vital Christianity William Wilberforce sebagai Model Teologi Publik Injili Konstekstual di Asia Dwi Kurniawan
Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 Juni 2026
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v22i1.735

Abstract

Artikel ini menafsirkan ulang konsep vital Christianity dalam pemikiran William Wilberforce sebagai model teologi publik injili yang tidak hanya relevan, tetapi juga dapat dioperasionalkan dalam konteks Indonesia. Dengan pendekatan historis-teologis, penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas injili tidak dapat berhenti pada kesalehan privat, melainkan perlu diwujudkan dalam praksis publik yang konkret dalam merespons perbudakan modern, termasuk perdagangan orang, eksploitasi pekerja domestik, dan kerja paksa. Artikel ini mengusulkan suatu kerangka operasional yang dapat diterapkan secara institusional, antara lain melalui kontrak kerja yang adil, perlindungan pekerja, keterlacakan rantai pasok, serta mekanisme respons terhadap korban. Melalui lensa dekolonial, pengalaman korban di konteks Asia–Indonesia ditempatkan sebagai titik berangkat refleksi etis, sehingga teologi tidak berhenti pada abstraksi, tetapi berakar pada realitas penderitaan yang konkret. Kontribusi utama tulisan ini terletak pada upaya mempertemukan spiritualitas injili dengan tindakan publik yang terukur dan bertanggung jawab, sehingga iman Kristen tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi hadir sebagai praksis yang sungguh-sungguh transformatif dalam menghadapi ketidakadilan struktural.

Filter by Year

2005 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Amanat Agung Vol. 22 No. 1 Juni 2026 Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025 Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024 Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 1 Juni 2024 Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023 Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023 Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022 Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 1 Juni 2022 Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 2 Desember 2021 Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 1 Juni 2021 Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 2 Desember 2020 Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 1 Juni 2020 Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 2 Desember 2019 Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019 Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018 Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 2 Tahun 2016 Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 1 Tahun 2016 Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 2 Tahun 2015 Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 1 Tahun 2015 Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 2 Tahun 2014 Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 1 Tahun 2014 Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 2 Tahun 2013 Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 1 Tahun 2013 Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 2 Tahun 2012 Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 1 Tahun 2012 Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 2 Tahun 2011 Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 1 Tahun 2011 Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 2 Tahun 2010 Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 1 Tahun 2010 Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 2 Tahun 2009 Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 1 Tahun 2009 Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 2 Tahun 2008 Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 1 Tahun 2008 Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 2 Tahun 2007 Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 1 Tahun 2007 Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 2 Tahun 2006 Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 1 Tahun 2006 Vol 1 No 1 (2005): Jurnal Amanat Agung Vol. 1 No. 1 Tahun 2005 More Issue