cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 250 Documents
URGENSI KESADARAN HUKUM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR DI ERA MODERN Magdalena Inda Bria; Stefani Ijeltin Manek; Fadil Mas'ud
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kesadaran hukum dalam pembentukan karakter pelajar di era modern dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka (library research). Perkembangan globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan pelajar, baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Di satu sisi, kemajuan ini memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya kedisiplinan, meningkatnya pelanggaran tata tertib, serta rendahnya kepatuhan terhadap norma hukum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanaman kesadaran hukum sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesadaran hukum dan pendidikan karakter. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran hukum memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, pendidikan berperan sebagai sarana strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum maupun kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, penguatan kesadaran hukum perlu dilakukan secara sistematis melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan generasi yang berkarakter dan taat hukum di era modern. Kata Kunci: Karakter Pelajar; Kesadaran Hukum; Pendidikan Karakter; Era Modern.
EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM DALAM MENJAGA KETERTIBAN SOSIAL: STUDI EMPIRIS KASUS PENGEROYOKAN PEMUDA DI SUMBA BARAT DAYA Ros Maria Karmelita Dhone; Anastasia Safira Sare; Maria Skolastika Pagan; Fiyona Junita Hangge; Bernadina Yosfrin Piatu Pula
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran penegak hukum dalam mewujudkan ketertiban sosial melalui analisis kasus pengeroyokan terhadap dua pemuda di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap Rafael Ngara Kii dan Daniel Toda Baru mengakibatkan keduanya luka berat, serta diproses berdasarkan ketentuan Pasal 170 ayat (2) ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memahami fenomena secara komprehensif dan kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi, meliputi laporan kepolisian, berita acara pemeriksaan saksi dan tersangka, berita acara penyitaan, visum et repertum, serta kajian pustaka yang relevan dengan aspek hukum, hak asasi manusia, dan pendidikan kewarganegaraan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pengeroyokan dipicu oleh konflik interpersonal yang berkembang menjadi konflik kelompok akibat faktor emosi yang tidak terkendali, kuatnya solidaritas kelompok, serta rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat. Proses penegakan hukum dalam kasus ini dilaksanakan secara prosedural, mulai dari penerimaan laporan, olah tempat kejadian perkara, pengumpulan dan penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, hingga penetapan tersangka. Proses penegakan hukum memiliki kedudukan strategis dalam memberikan kepastian hukum, melindungi hak asasi manusia, memulihkan rasa keadilan bagi korban, serta berfungsi sebagai upaya preventif terhadap terjadinya tindak kekerasan serupa. Dalam perspektif kewarganegaraan, temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila, peningkatan kesadaran hukum, serta penguatan budaya penyelesaian konflik secara damai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan ketertiban sosial yang berkelanjutan.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL Dzakirah Talita Zahra; Penina Pallo; Grace Tritwan Vitria Pellokila; Maria Dominika Ema Kurang; Philip Flider Banamtuan
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi telah memicu transformasi yang mendalam dalam dunia pendidikan, khususnya dalam tuntutan penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global tanpa mengesampingkan penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya menyeimbangkan kompetensi global dan karakter kebangsaan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber relevan, seperti buku akademik, artikel ilmiah, serta regulasi pendidikan yang berkaitan dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian materi PKn dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan strategi yang efektif untuk membangun keseimbangan tersebut. Nilai-nilai fundamental seperti Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta hak dan kewajiban warga negara dapat dikontekstualisasikan melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas Nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan di ranah internasional. Selain itu, integrasi ini mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki kesadaran global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang nasionalis, adaptif, dan kompetitif di era global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan inovasi pedagogis untuk mengoptimalkan implementasi pendekatan integratif ini dalam praktik pendidikan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE BUANG SIRHAN; WAHYUDIN NOE; HASMAWATI HASMAWATI; A. TRI ARWINA DHEAFATI
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11552

Abstract

Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.) Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis, kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREFERENSI BELANJA IBU RUMAH TANGGA DI TIKTOK SHOP (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAKASSAR BARAT KOTA TERNATE) Jusan Hi. Yusuf; Maftuchatun Na'imah
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor sosial budaya yang memengaruhi kecenderungan ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas belanja melalui TikTok Shop, dengan mengambil lokasi studi di Kelurahan Makassar Barat, Kota Ternate. Penelitian ini menitikberatkan pada peran nilai, norma, gaya hidup, serta dinamika interaksi sosial dalam membentuk perilaku konsumtif ibu rumah tangga di tengah perkembangan media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap sejumlah informan yang merupakan ibu rumah tangga pengguna aktif TikTok Shop. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik dengan mengacu pada perspektif antropologi sosial budaya, seperti konsep konsumsi sebagai praktik budaya, simbol status sosial, dan modernitas digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan ibu rumah tangga untuk berbelanja di TikTok Shop tidak semata-mata dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi atau kemudahan akses, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial budaya, seperti solidaritas kelompok, pengaruh lingkungan pertemanan, konstruksi status sosial, serta perubahan nilai konsumsi dalam masyarakat perkotaan. Aktivitas belanja di TikTok Shop mencerminkan hadirnya gaya hidup baru yang menandai perubahan sosial perempuan dalam merespons era modernitas digital. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif ibu rumah tangga dalam penggunaan TikTok Shop merupakan cerminan dari dinamika perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal. Kegiatan belanja daring tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi media dalam membangun identitas diri serta eksistensi sosial di era digital.
TRADISI WALIMA SEBAGAI WUJUD GOTONG ROYONG DAN KOHESI SOSIAL DI DESA UMALOYA, KABUPATEN KEPULAUAN SULA Jusan Hi. Yusuf; Fiki Umalekhoa
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik budaya Walima sebagai bentuk kerja sosial sekaligus upaya mempertahankan nilai gotong royong pada masyarakat Desa Umaloya di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif etnografis. Dalam kehidupan sosial, kebudayaan tidak hanya dipahami sebagai warisan simbolik, tetapi juga sebagai sistem nilai yang mengatur pola interaksi, solidaritas, dan kohesi sosial. Tradisi Walima merepresentasikan ekspresi kolektif masyarakat yang sarat dengan makna sosial, religius, dan kultural, serta berperan sebagai media dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah perubahan zaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walima tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan atau seremoni adat, tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi sosial dan integrasi masyarakat. Melalui praktik ini, masyarakat terlibat dalam kerja kolektif, mempererat hubungan kekerabatan, serta memperkuat identitas sosial sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong. Dengan demikian, Walima mencerminkan praktik nyata budaya kerja sosial yang tetap bertahan dan menjadi dasar ketahanan sosial masyarakat Desa Umaloya. Dari sudut pandang antropologi kritis, Walima dapat dipahami sebagai bentuk resistensi budaya terhadap masuknya nilai-nilai individualisme modern. Tradisi ini menunjukkan kemampuan masyarakat lokal dalam menyikapi perubahan tanpa meninggalkan nilai komunal dan moralitas tradisional. Oleh karena itu, Walima tidak hanya dimaknai sebagai sebuah upacara, tetapi juga sebagai ruang simbolik tempat nilai, makna, dan kekuatan sosial dinegosiasikan secara dinamis guna mempertahankan eksistensi budaya di tengah arus modernitas. 
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MEDIA DALAM MENGAWASI PRAKTIK KORUPSI DI ERA DIGITAL Fadil Mas'ud; Irham Wibowo; Muhammad Arif Wicaksono
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran partisipasi masyarakat dan media dalam mengawasi praktik korupsi di era digital. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola pengawasan publik, dari yang bersifat konvensional menjadi lebih terbuka, cepat, dan partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai fenomena pengawasan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran strategis sebagai agen kontrol sosial melalui pemanfaatan media sosial, platform pelaporan daring, serta gerakan digital yang mampu menekan praktik korupsi. Di sisi lain, media berfungsi sebagai sarana diseminasi informasi, investigasi, serta pembentuk opini publik yang mendorong transparansi dan akuntabilitas. Kolaborasi antara masyarakat dan media menghasilkan efek pengawasan yang lebih luas dan efektif, terutama dalam mengungkap kasus korupsi yang sulit dijangkau oleh lembaga formal. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi penyebaran informasi hoaks, rendahnya literasi digital, serta potensi kriminalisasi terhadap pelapor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, serta perlindungan hukum bagi partisipan aktif. Kesimpulannya, sinergi antara masyarakat dan media di era digital merupakan faktor kunci dalam memperkuat sistem pengawasan terhadap praktik korupsi secara berkelanjutan.
FUNGSI TOKOH ADAT DAN TOKOH AGAMA DALAM MEMPERKUAT PERSATUAN DAN IDENTITAS KEBANGSAAN DI MALUKU UTARA Rohana Sufia; Fiki Febrian Dwi Prasetya; Reviana Putri; Rahmat R. Pakaya
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi tokoh adat dan tokoh agama dalam memperkuat persatuan serta identitas kebangsaan di Maluku Utara sebagai wilayah yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan agama. Dalam masyarakat multikultural, keberadaan tokoh adat dan tokoh agama menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat integrasi nasional di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, yang memanfaatkan studi kepustakaan serta analisis fenomena sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, dokumen, serta kajian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki fungsi sebagai penjaga nilai-nilai tradisional, pengatur norma sosial, serta mediator dalam penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal. Sementara itu, tokoh agama berperan dalam membina moral masyarakat, menanamkan nilai toleransi, serta memperkuat kesadaran spiritual yang berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan yang harmonis. Sinergi antara tokoh adat dan tokoh agama terbukti mampu membangun kohesi sosial serta memperkuat identitas kebangsaan melalui pendekatan kultural dan religius.Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi arus globalisasi, perubahan pola pikir generasi muda, serta menurunnya pengaruh tokoh tradisional dalam kehidupan masyarakat modern. Selain itu, kurangnya dukungan kebijakan dan minimnya regenerasi kepemimpinan lokal turut memengaruhi efektivitas peran keduanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa penguatan peran tokoh adat dan tokoh agama melalui pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, serta kebijakan yang mendukung integrasi nilai-nilai kebangsaan agar persatuan dan identitas nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI Yosep Copertino Apaut; Abdurrahman Darojat; Hasbullah Rifdhani
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mata kuliah Kewarganegaraan sebagai sarana penguatan nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan analisis literatur yang memiliki keterkaitan dengan fokus penelitian, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara sistematis dan kritis.Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi mata kuliah Kewarganegaraan dalam penguatan nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui berbagai strategi, antara lain integrasi nilai-nilai Pancasila dalam materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, diskusi kritis, serta penugasan berbasis proyek yang kontekstual dengan kehidupan mahasiswa. Selain itu, literatur juga menegaskan pentingnya peran dosen sebagai fasilitator dan teladan dalam proses internalisasi nilai-nilai tersebut. Namun demikian, beberapa kendala yang diidentifikasi dalam berbagai kajian meliputi keterbatasan inovasi pembelajaran, pendekatan yang masih bersifat teoritis, serta rendahnya kesadaran mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa mata kuliah Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan, serta dukungan kebijakan institusi agar implementasi nilai-nilai Pancasila dapat berjalan secara optimal dan aplikatif di lingkungan akademik.
TRANSFORMASI NASIONALISME DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN UPAYA PENGUATAN IDENTITAS KEBANGSAAN BAGI PESERTA DIDIK Rosvita Yolantika Yestari; Maria Nirma Komala Rija; Maria Miklola Sarmita; Fransiska Afdatitan; Vanda Lidya Diana Manu Ndun; Fadil Mas’ud
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika nasionalisme di era digital, dengan fokus pada berbagai tantangan serta upaya penguatan identitas kebangsaan pada peserta didik. Perkembangan teknologi digital yang pesat serta arus globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir, sikap, dan interaksi generasi muda, yang pada akhirnya turut memengaruhi pembentukan sikap nasionalisme mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku ilmiah, jurnal akademik, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan nasionalisme, pendidikan kewarganegaraan, dan literasi digital.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan pengkajian literatur secara sistematis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik, yaitu melalui proses reduksi data, pengelompokan informasi berdasarkan tema, interpretasi makna, serta penarikan kesimpulan yang mengacu pada perspektif pendidikan kewarganegaraan dan teori konstruksi identitas nasional.Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital memiliki karakter dualistik, yaitu sebagai peluang sekaligus tantangan dalam penguatan nasionalisme. Media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana inovatif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui konten kreatif berbasis sejarah, budaya, dan identitas nasional. Namun demikian, rendahnya literasi digital kritis di kalangan peserta didik berpotensi menimbulkan penurunan kualitas nasionalisme akibat paparan informasi global yang tidak terfilter. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis melalui integrasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam pembelajaran serta penguatan program berbasis karakter kebangsaan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasionalisme generasi muda tidak mengalami kemunduran, melainkan mengalami transformasi dalam bentuk dan ekspresinya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan dari lembaga pendidikan agar nilai nasionalisme tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.