cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 244 Documents
EROSI NILAI PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI MODERN: TANTANGAN IDEOLOGI BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN Kemhay, Adrian
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i2.11152

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan normatif dalam penyelenggaraan sistem demokrasi. Demokrasi Indonesia secara konseptual dikenal sebagai demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang tidak hanya menekankan kedaulatan rakyat, tetapi juga berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun, dalam perkembangan demokrasi modern, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi modern Indonesia serta menganalisis tantangan ideologi bangsa di tengah perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema demokrasi dan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik demokrasi Indonesia cenderung mengalami pergeseran dari demokrasi berbasis nilai menuju demokrasi prosedural, yang ditandai dengan maraknya politik uang, politik identitas, polarisasi sosial, serta degradasi etika politik, khususnya di era digital. Studi kasus pemilu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi informasi, meskipun memperluas partisipasi politik, juga berpotensi memperlemah persatuan dan nilai kebangsaan apabila tidak dibingkai oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi Pancasila melalui penguatan pendidikan nilai, literasi politik, dan etika demokrasi guna menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia yang berkeadaban dan berorientasi pada kepentingan bersama.
URGENSI KESADARAN HUKUM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR DI ERA MODERN Magdalena Inda Bria; Stefani Ijeltin Manek; Fadil Mas'ud
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kesadaran hukum dalam pembentukan karakter pelajar di era modern dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka (library research). Perkembangan globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan pelajar, baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Di satu sisi, kemajuan ini memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya kedisiplinan, meningkatnya pelanggaran tata tertib, serta rendahnya kepatuhan terhadap norma hukum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanaman kesadaran hukum sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesadaran hukum dan pendidikan karakter. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran hukum memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, pendidikan berperan sebagai sarana strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum maupun kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, penguatan kesadaran hukum perlu dilakukan secara sistematis melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan generasi yang berkarakter dan taat hukum di era modern. Kata Kunci: Karakter Pelajar; Kesadaran Hukum; Pendidikan Karakter; Era Modern.
EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM DALAM MENJAGA KETERTIBAN SOSIAL: STUDI EMPIRIS KASUS PENGEROYOKAN PEMUDA DI SUMBA BARAT DAYA Ros Maria Karmelita Dhone; Anastasia Safira Sare; Maria Skolastika Pagan; Fiyona Junita Hangge; Bernadina Yosfrin Piatu Pula
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran penegak hukum dalam mewujudkan ketertiban sosial melalui analisis kasus pengeroyokan terhadap dua pemuda di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap Rafael Ngara Kii dan Daniel Toda Baru mengakibatkan keduanya luka berat, serta diproses berdasarkan ketentuan Pasal 170 ayat (2) ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memahami fenomena secara komprehensif dan kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi, meliputi laporan kepolisian, berita acara pemeriksaan saksi dan tersangka, berita acara penyitaan, visum et repertum, serta kajian pustaka yang relevan dengan aspek hukum, hak asasi manusia, dan pendidikan kewarganegaraan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pengeroyokan dipicu oleh konflik interpersonal yang berkembang menjadi konflik kelompok akibat faktor emosi yang tidak terkendali, kuatnya solidaritas kelompok, serta rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat. Proses penegakan hukum dalam kasus ini dilaksanakan secara prosedural, mulai dari penerimaan laporan, olah tempat kejadian perkara, pengumpulan dan penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, hingga penetapan tersangka. Proses penegakan hukum memiliki kedudukan strategis dalam memberikan kepastian hukum, melindungi hak asasi manusia, memulihkan rasa keadilan bagi korban, serta berfungsi sebagai upaya preventif terhadap terjadinya tindak kekerasan serupa. Dalam perspektif kewarganegaraan, temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila, peningkatan kesadaran hukum, serta penguatan budaya penyelesaian konflik secara damai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan ketertiban sosial yang berkelanjutan.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENYEIMBANGKAN IDENTITAS NASIONAL DAN KOMPETENSI GLOBAL Dzakirah Talita Zahra; Penina Pallo; Grace Tritwan Vitria Pellokila; Maria Dominika Ema Kurang; Philip Flider Banamtuan
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi telah memicu transformasi yang mendalam dalam dunia pendidikan, khususnya dalam tuntutan penguasaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi global tanpa mengesampingkan penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai upaya menyeimbangkan kompetensi global dan karakter kebangsaan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber relevan, seperti buku akademik, artikel ilmiah, serta regulasi pendidikan yang berkaitan dengan integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian materi PKn dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan strategi yang efektif untuk membangun keseimbangan tersebut. Nilai-nilai fundamental seperti Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta hak dan kewajiban warga negara dapat dikontekstualisasikan melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas Nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan di ranah internasional. Selain itu, integrasi ini mendorong terbentuknya peserta didik yang memiliki kesadaran global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara PKn dan pembelajaran bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang nasionalis, adaptif, dan kompetitif di era global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan inovasi pedagogis untuk mengoptimalkan implementasi pendekatan integratif ini dalam praktik pendidikan.