cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): November" : 11 Documents clear
Analisis Proses Pembelajaran Pemberian Tugas Masa Pandemi Covid -19 Dengan Hasil Belajar Sekolah Dasar Lomak Pardede
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.688

Abstract

Abstract:This study aims to analyze the Assignment learning process, supporting factors and inhibiting factors for teachers in carrying out task assignment learning during the COVID-19 pandemic. This research was conducted at SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar from April to July. This research uses descriptive qualitative research method. The subjects used in this study were teachers at SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar. Data collection techniques used in this study were open questionnaires, semi-structured interviews, documentation and field notes. The result of this research is that the COVID-19 pandemic has had a very large impact on the learning process, learning that is usually done directly is now being shifted to learning to give assignments. Students feel bored and bored when carrying out learning. Learning to give assignments to elementary school age children is considered less effective. There are several factors that support teachers in the learning process of giving assignments, namely the availability of mobile phones, quotas and a stable internet network. In addition to factors that support learning to give assignments, there are also several factors that hinder teachers in learning to give assignments. The inhibiting factors include not all students have cellphones and there are still many parents who are busy working Keywords: giving learning assignments, supporting factors, inhibiting factors Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran Penugasan, faktor pendukung dan faktor penghambat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran pemberian tugas selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan di SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar dari bulan April sampai Juli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru di SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka, wawancara semi terstruktur, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah pandemi COVID-19 berdampak sangat besar terhadap proses pembelajaran, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung kini digeser menjadi pembelajaran memberikan tugas. Siswa merasa bosan dan bosan saat melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran memberi tugas pada anak usia sekolah dasar dinilai kurang efektif. Ada beberapa faktor yang mendukung guru dalam proses pembelajaran pemberian tugas yaitu ketersediaan handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil. Selain faktor yang mendukung pembelajaran pemberian tugas, juga terdapat beberapa faktor yang menghambat guru dalam pembelajaran memberikan tugas. Faktor penghambatnya antara lain tidak semua siswa memiliki handphone dan masih banyak orang tua yang sibuk bekerja. Kata kunci: pemberian tugas belajar, faktor pendukung, faktor penghambat
Analisis Penerapanan Nilai-Nilai Keteladanan Yesus dalam Yoh 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020 Ronny Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.366

Abstract

Abstract:This study aims to determine the application of th exemplary values of jesus in John 13:12-17 by class VII PAK teachers at SMP Negeri 3 Sipahutar North Tapanuli regency in the 2019/2020 academic year. This research uses descriptive quantitative method. The popolation in this study were 40 people. The trial was conducted on 30 grade VII student at SMP Negeri 3 Sipahutar. The result of the data analysis show the value = 120 scores of the application of the exemplary values of the Jesus in john 13:12-17 = 3920 and the ideal score = 4800, then the value of the application of the exemplary values of Jesus in John 13:12-17 = 81.666%, with tcount 5.555 consulted with ttabel (N-1) = 1.684 then tcount = 5.555 ttable = 1.684. 75%, because tcount ttabel Ho is rejected and Ha is accepted. This it can be concluded that the application the exemplary values of Jesus in John 13:12-17 by Class VII PAK teacher at SMP Negeri 3 Sipahutar North Tapanuli Regency 2019/2020 academic year 75% of expected.Keywords: the exemplary value of jesus, christian educationAbstrak:Penelitian ini bertujuan mengetahui Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020. Dengan Hipotesa penelitian Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020 telah mencapai   75% dari yang diharapkan. Populasi dalam penelitian ini Sebanyak 40 orang. Uji coba dilakukan kepada 30 orang siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sipahutar. Hasil analisis data menunjukkan nilai = 120 skor Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 = 3920 serta skor ideal = 4800, maka nilai Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17= 81,66%, dengan thitung 5,555 dikonsultasikan dengan ttabel (N-1) = 1,684 maka thitung = 5,555 ttabel =1,684. 75%, karena  thitung ttabell  maka  Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020   75% dari yang diharapkan. Kata kunci: nilai keteladanan Yesus, pendidikan agama kristen
Pola Pembinaan Rohani Berdasarkan Efesus 6:4 Dan Korelasinya Dalam Mendidik Perilaku Anak Di Panti Asuhan Claresta Medan Tiur Imeldawati; Elisabet Savitri Lukita Dewi; Agripa Sitepu
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.664

Abstract

Abstract:Spiritual development of children is a very important thing. Even from an early age, parents are expected to have nurtured their children so that in the future they can have good and commendable behavior. The author highlights this from the passage of Ephesians 6:4 because this verse clearly describes the relationship between parents and children. And related to orphanage children who do have differences with children in general who are raised and educated by their biological parents, children in orphanages have their own problems so that they are not raised in their family and are not cared for by their biological parents. them but by the caretaker of the orphanage who is also their spiritual parent. Through the pattern of spiritual development carried out in this orphanage, it is hoped that it will produce a quality generation, even though they have poor backgrounds. The excavation of Ephesians 6:4 becomes the biblical basis and this research is carried out at the same time to see the implementation of the pattern of spiritual formation that has been carried out so far, and the expected results. In which case are the shortcomings or weaknesses in implementing the pattern that has been discussed so far.Keywords: Pattern, Spiritual Development, Behavior, Claresta  Abstrak:Pembinaan rohani anak merupakan suatu hal yang sangat penting. Bahkan sejak dini para orangtua diharapkan telah membina anak-anak mereka untuk kelak bisa memiliki perilaku yang baik dan terpuji. Penulis menyoroti hal ini dari nas Efesus 6:4 dikarenakan ayat ini memuat tentang hubungan orangtua dan anak secara jelas. Dan terkait dengan anak-anak panti asuhan yang memang memiliki perbedaan dengan anak-anak pada umumnya yang dibesarkan dan dididik oleh orangtua kandung mereka, anak-anak di panti asuhan memiliki masalah tersendiri sehingga mereka tidak dibesarkan di dalam keluarga mereka dan tidak diasuh oleh orangtua kandung mereka melainkan oleh pengurus panti asuhan yang sekaligus menjadi orangtua rohani mereka. Melaluo pola pembinaan rohani yang dilakukan di pantu asuhan ni diharapkan dapat menghasilkan generasi yang berkualitas, meskipun mereka memiliki latar belakang yang kurang baik. Penggalian Efesus 6:4 menjadi dasar alkitabiahnya dan riset ini dilakukan sekaligus untuk melihat pengimplementasian pola pembinaan rohani yang telah dilakukan selama ini, dan hasil yang diharapkan. Dalam hal manakah yang menjadi kekuarangan atau kelemahan dalam pengimplementasian pola yang selama ini sudah diterapkan. Kata Kunci: Pola, Pembinaan Rohani, Perilaku, Claresta
Pertumbuhan Gereja Di Masa Pandemi Megawati Manullang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.704

Abstract

Abstract:The Covid-19 pandemic has so far been increasingly rampant and has had a bad impact on everyone and has made it more difficult for the church to develop, but this article discusses how to develop the church properly during this pandemic. The church can help each other by providing assistance, the church can also still carry out worship every week using social media and so on. This paper also tells every church servant to continue carrying out their duties even during the pandemic. This paper also explains how the church can maintain good communication with each congregation so that they can fellowship with each other again through online. and explain the use of technology for church services. The research method in this paper is a qualitative method. Keywords: church growth; church; pandemicAbstrak:Pandemi Covid-19 sampai sekarang semakin merajalela dan berdampak buruk bagi setiap orang dan semakin menyulitkan gereja untuk berkembang, namun dengan tulisan ini yang membahasas bagaimana cara mengembangkan gereja dengan baik pada masa pandami ini. Gereja dapat saling menolong dengan memberi bantuan, gereja juga tetap dapat menjalankan ibadah setiap minggu dengan menggunakan media sosial dan lain sebagainya. Dalam tulisan ini juga memberitahu kepada setiap pelayan gereja agar tetap menjalankan tugas walaupun sedang masa pandemi. Dalam tulisan ini juga di jelaskan bagaimana gereja dapat tetap menjalin komunikasi dengan baik terhadap setiap jemaat agar bisa saling bersekutu lagi melalui daring. serta menjelaskan pemanfaat teknologi untuk pelayanan gereja. Metode penelitian  dalam tulisan ini adalah metode kualitatif. Kata kunci: pertumbuhan gereja; gereja; pandemi
Pengaruh Ekonomi Keluarga terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020 Tianggur Medi Napitupulu
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.367

Abstract

Abstract:This study aims to determine the positive and significant influence of the family economy on the learning motivation of class IX students at SMP Negeri 2 Sipoholon, North Tapanuli Regency, for the 2019/2020 Academic Year. The population in this study amounted to 156 people. The research sample was 30% of the entire population, namely 47 people.. From the relationship test, it is known that rcount rtable or 0.289 0.823. This shows that there is a relationship between variable X and variable Y. From the significant correlation test, the value of tcount ttable (n-2) = (47-2) = 45 for = 0.05, namely 2.02 2.01, shows that there is a significant relationship between variable X and variable Y. Testing the regression equation Y over X obtained the regression equation Y =10.69+0.96 X. The magnitude of the influence of family economy on learning motivation of grade IX students of SMP Negeri 2 Sipoholon Tapanuli Regency North of the 2019/2020 school year is r2 x 100% = 0.0836 x 100% = 8.36%. While 91.64% is influenced by other factors. From the significant test, it was obtained that fcount ftable, namely 4.28 4.06. This means that the family economy has a positive and significant effect on the learning motivation of class IX students of SMP Negeri 2 Sipoholon, North Tapanuli Regency, for the 2019/2020 school year.Keywords: motivation to learn, family economic influence, the influence of family economy on learning motivation.Abstrak:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Ajaran 2019/2020. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 156 orang. Sampel penelitian adalah 30% dari seluruh populasi yaitu 47 orang. Hal ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y. Dari uji signifikan korelasi diperoleh nilai thitung ttabel (n-2) = (47-2) = 45 untuk α = 0,05 yaitu 2,02 2,01, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Pengujian persamaan regresi Y atas X diperoleh persamaan regresi  Besarnya pengaruh ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara tahun pelajaran 2019/2020 sebesar r2 x 100% = 0,0836 x 100%= 8,36 %. Sedangkan 91,64% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari uji signifikan diperoleh fhitung ftabel yaitu 4,284,06. Artinya ekonomi keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara tahun pelajaran 2019/2020.Kata kunci: motivasi belajar; pengaruh ekonomi keluarga, pengaruh ekonomi keluarga terhadap motivasi belajar.
Metode Pembelajaran : Belajar Sambil Bermain Dalam Mengembangkan Minat Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Belajar Pada Masa Pandemi Covid-19 Rosmey Meriaty Br. Sormin; Andar Gunawan Pasaribu
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.689

Abstract

Abstract:The purpose of this paper is to find out how the ability of PAUD teachers in learning methods of learning while playing to increase interest in learning PAUD children. PAUD teachers' abilities include social skills, object-playing abilities and role abilities. Teachers must also have the ability to psychologically need PAUD children. With interest in learning, PAUD children have good character knowledge. The research method used is a quantitative method, by analyzing several literatures.Keywords: learning methods, PAUD, covid-19 pandemic Abstrak:Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan  guru PAUD dalam metode pembelajaran belajar sambal bermain untuk meningkatkan minat belajar Anak PAUD. Kemampuan guru PAUD mencakup kemampuan bersosial, kemampuan bemain benda dan kemampuan peran. Guru juga harus memiliki  kemampuan kebutuhan psikologi anak PAUD. Dengan minat belajar, anak PAUD memiliki pengetahuan karakter yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuanlitatif, dengan menganalisa beberapa literatur.Kata Kunci: metode pembelajaran, paud, pandemi covid-19
Hubungan Pemahaman Tentang Denominasi Gereja dengan Tingkat Kerukunan Intern Mahasiswa Damayanti Nababan
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.672

Abstract

Abstract:this Research Target is to know the Understanding Relation About Denominasi Church with the Storey;Level of Reconciliation Intern f Student of Prodi PAK IAKN Tarutung 2019. this Research hypothesizing there are relation which are positive and signifikan between Understanding About Denominasi Church with the Storey;Level of Reconciliation of Intern Student. This Research use the descriptive quantitative method inferensial, with the population all student of semester of IX Prodi PAK amounting to 175 people by sampel amount to 44 people. Data collected with the enquette closed, and have been tested the validity and reliability. Result of data analysis indicate that there are relation which posiitif and signifikan between Understanding About Denominasi Church with the Storey;Level of Reconciliation of Intern of Student of Prodi PAK IAKN Tarutung 2019 matter is proved by rcountrtable equal to 0,665 0,297 and tcount ttable that is 5,776 2,021 and also the level of relation equal to 44,22% its meaning is Ho refused and Ha accepted.Keywords: Denominasi Church, Reconciliation InternAbstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pemahaman Tentang Denominasi Gereja dengan Tingkat Kerukunan Intern Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung 2019. Hipotesa penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemahaman Tentang Denominasi Gereja dengan Tingkat Kerukunan Intern Mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif inferensial, dengan populasi seluruh mahasiswa semester IX Prodi PAK yang berjumlah 175 orang dengan sampel berjumlah 44 orang. Data dikumpulkan dengan angket tertutup, dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang posiitif dan signifikan antara Pemahaman Tentang Denominasi Gereja dengan Tingkat Kerukunan Intern Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung 2019 hal ini dibuktikan rhitungrtabel sebesar 0,665 0,297 dan thitung ttabel yaitu 5,776 2,021 serta besarnya hubungan sebesar 44,22% artinya Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: Denominasi Gereja, Kerukunan Intern
SEPULUH PILAR MENUJU GEREJA YANG SEHAT Sampitmo Habeahan; Delilitnaria Tarigan
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.687

Abstract

Abstract Jesus Christ has prophesied the presence of church. The church is a collection of believers who have received salvation. Refers to the fact that He wants His job done perfectly same as He is perfect too. Have the local churches exemplified the early Christian way of life in faith and service? Because Jesus Christ has built the church and given His words therefore the church should be healthy. However, the fact that there are many churches aren’t healthy where it can be seen there is no growth in quality and quantity. The objective of this research is to dig what pillars of healthy church based on the bible is. The method of this research is literature study. The result of this research is described to ten pillars towards the health of church as follows : 1. Centered on the God’s word; 2. Epository sermons; 3. Making discipleship; 4. Doing evangelism; 5. Praying church; 6. The church involving the laity; 7. A vision – driven church; 8. The church on the mission; 9. The balance of multiple divine mandates ; 10. Maintaining the holiness.Key words: Pillar, the healthy church
Bentuk dan Type Media Pembelajaran Rabi Hasudungan Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.365

Abstract

Abstract:This study aims to find out how the Holy Scriptures view about learning media based on the Rabbinical of Jesus. To answer this problem, it is necessary to conduct research through topical methods after exploring the biblical information that is used to gain knowledge about the forms and types of learning media based on the Rabbinic of Jesus. The results of this study turned out to show that the Rabbi's learning media was used as a physical means to concretize the language of God's word which was too abstract by using learning facilities in physical form consisting of symbols, symbols, signs, paintings/pictures and original and imitation tools to participate in efficiency and activate a series of Rabbi learning processes. Thus, learning media is a tool used to channel messages or material content that can stimulate thinking, influence feelings, attract attention so that it can streamline the teaching and learning process. The urgency of learning media is very central to mastering learning objectives. For this reason, it is absolutely necessary to use or utilize it every time there is a learning activity. Keywords: form, type of learning media, rabbiAbstrak:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Holy Scripture tentang media pembelajaran berdasarkan Kerabian Yesus. Untuk menjawab masalah tersebut, perlu melakukan penelitian melalui metode topikal setelah mengeksplor informasi Alkitabiah yang dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang bentuk dan type media pembelajaran berdasarkan Kerabian Yesus. Hasil penelitian ini ternyata mengemuka bahwa media pembelajaran Rabi dimanfaatkan sebagai sarana fisik untuk mengkonkritkan  bahasa firman Tuhan yang terlalu abstrak dilakukan dengan cara penggunaan sarana belajar dalam bentuk fisik terdiri dari lambang, simbol, tanda, lukisan/gambar dan alat asli dan tiruan turut serta mengefisiensi dan mengektivitaskan serangkaian proses pembelajaran Rabi. Dengan demikian, media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi materi yang dapat merangsang berpikir, mempengaruhi perasaan, menarik perhatian sehingga dapat mengefektifkan proses belajar mengajar. Urgensi media pembelajaran sangat sentral untuk menguasai tujuan pembelajaran. Untuk itu menjadi mutlak menggunakan atau memanfaatkannya setiap terjadi kegiatan pembelajaran. Kata kunci: bentuk, type media pembelajaran, rabi
Pendidikan Jemaat Misional Menurut Matius 28:16-20: Rekonstruksi Teologi Misi Sebagai Bagian Pedagogis dalam Kehidupan Berjemaat Grets Janialdi Apner
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.653

Abstract

Era pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menuntut masyarakat global untuk melakukan adaptasi secara cepat dan menyeluruh di segala aspek kehidupan, termasuk beragama. Gereja, secara khusus di Indonesia, juga perlu memikirkan ulang model kehidupan bergereja dan kelangsungan eksistensinya sejak pandemi. Diperlukan konsep dan metode yang mampu menolong gereja untuk tetap hidup dan berdampak, secara khusus mewujudkan karakter misionalnya sebagai rekan kerja Allah dalam missio Dei. Tulisan ini pun menawarkan sebuah rekonstruksi teologi misi-pedagogis untuk membangun jemaat misional. Rekonstruksi teologi misi-pedagogis merupakan sebuah pendekatan misional melalui praktik pendidikan Kristiani di gereja yang dapat dikembangkan untuk menciptakan kehidupan berjemaat yang menghasilkan jemaat misional. Jemaat misional pun menjadi sebuah model bermisi yang dapat gereja kembangkan yang relevan dengan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19.

Page 1 of 2 | Total Record : 11