cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Dampak Kebijakan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Era Desentralisasi Fiskal Gatot Subroto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.127

Abstract

The purpose of this study to examine the relationship between the development of the labor market and economic performance in Indonesia. Using the time series data 1977-2010 compiled from the data available in the Indonesian Human Development Report. Models are arranged in 8 structural equation, further analysis of empirical studies using the software program SAS/ETS version 9.01 with the 2SLS method (two stage least squares) through SIMLIN procedures that provide support that here has a two-way relationship between the development of the labor market and national economic performance. Besides, describing the factors that influence the development of economic growth seen from the labor market and fiscal, as well as analyzing the impact of alternative employment and fiscal policies that affect economic growth. The benefits of this study are expected to constitute a material consideration government decisionmakers and local government as the implementation of regional autonomy within the framework of the national economy and the sector as a balance between regions. As a result, national output average wages, inflation, unemployment and the lag has a positive influence on the level of unemployment, and the unemployment rate, the total government revenue, and the lag of government spending on education and health has a positive influence on the education sector and government spending health. ABSTRAKTujuan studi ini untuk mengkaji hubungan antara pembangunan pasar tenaga kerja dan kinerja ekonomi di Indonesia. Menggunakan data time series tahun 1977-2010 disusun dari data yang tersedia dalam Indonesian Human Development Report. Model disusun dalam 8 persamaan struktural, selanjutnya analisis empiris studi menggunakan program software SAS/ETS versi 9.01 dengan metode 2 SLS (two stage least squares) melalui prosedur SIMLIN yang memberikan dukungan bahwa terdapat hubungan dua arah antara pembangunan pasar tenaga kerja dan kinerja ekonomi nasional. Di samping untuk mendeskripsikan faktor-faktor pembangunan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dilihat dari pasar tenaga kerja dan fiskal, studi ini juga menganalisis dampak alternatif kebijakan tenaga kerja dan fiskal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Manfaat studi ini diharapkan merupakan bahan pertimbangan para pengambil keputusan Pemerintah dan pemerintah daerah sebagai pelaksanaan otonomi daerah dalam kerangka perekonomian nasional dan sektoral sebagai keseimbangan antardaerah. Hasilnya, output nasional, upah rata-rata, inflasi, dan lag pengangguran mempunyai pengaruh yang positif terhadap tingkat penggangguran, serta penerimaan pemerintah total, dan lag pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan kesehatan.
Kearifan Lokal dan Pelestarian Lingkungan (Studi Kasus di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, dan di Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis) Yus Darusman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.128

Abstract

This study aims to find information from the local people about life that is unified with nature, living hormonious with nature, nature management and preservation that take place naturally. It used qualitative method by interviewing participans and snow ball approach. Data was reduced and analyzed from the begining of the study. The attitude of simple traditional society with its local wisdom has proven the existence of a harmonious relation between human importance and nature preservation. It is understandable that behind a simple life pattern possessed by traditional society, there are a lot of significance towards the continuance of human life. Without being aware that the relation between human and natural components (ecosystem) have been embodied. Ecofeminism has been existed in the traditional society, to organize the relation not only between human, but also between human and nature. The attitude of being friendly to environment (ecofeminism) is patterned in the form of suggestion and inhibition when humans are in touch with the nature, such as; someone has to be in a sacred state when enrolling a sacred forest (having ablution), it is not allowed to bring any sharp weapons inside, to pick or cut any kinds of tree, unallowed to hunt animals, etc. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dari masyarakat adat tentang kehidupan yang menyatu dengan alam, hidup bersama dengan alam, pengelolaan dan pelestarian alam dapat berlangsung secara tradisional. Penelitian kualitatif dengan menggunakan interviu participant dan pendekatan snow ball, data direduksi dan dianalisis dari awal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa masyarakat tradisional yang bercorak sederhana dengan sejumlah kearifan lokal yang dimilikinya telah membuktikan adanya hubungan yang serasi dengan alam. Tanpa disadari oleh masyarakat adat, bahwa jalinan hidup antara manusia dengan alam menyatu dalam bentuk perilaku beretika lingkungan; menghargai dan menyadari akan kesatuan hidup antara komponen yang ada di alam, serta saling ketergantungan hidup, antara komponen di alam (ekosistem). Ekofeminisme ternyata sudah ada pada masyarakat adat, tidak hanya mengatur hubungan antara manusia saja, melainkan juga mengatur hubungan dengan alam sekitar. Perilaku ramah lingkungan terpolakan ke dalam anjuran dan larangan dalam berhubungan dengan alam.
Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Seleksi dan Pelatihan Pengawas Sekolah (Pengalaman Kabupaten Sikka) Ikhfan Haris
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.129

Abstract

This paper deals with good practice which related to transparent and accountable practices in the implementation of education. Good practice emerged as a response to the need of a recruitment process, which should be based on an objective, transparent, fair and accountable process, where quality of skill should also be taken into consideration in order to recruit the right person who has the best skill in implementing educational supervision activities. The paper aimed to review the implementation of a system innovation of educational supervision in Kabupaten Sikka. This system covers supervisor recruitment process, training, institutional strengthening, and mechanism implementation. A series of good practices have been achieved through this innovation,, e.g. standardisation of the supervision mechanism; an effective working time of supervisors; structured schedule for visiting schools and administration work; as well as a clear division and assignment of volume and type of supervision that will be implemented by supervisors. In addition, the strengthening of gender aspect that encouraging female teachers/principals to join the supervisor selection has become a new trend as well as a form of appreciation. It also provides equal opportunity for male and female teachers/principals to compete fairly in the school supervisor selection. ABSTRAKArtikel ini merupakan good practice yang terkait dengan praktik-praktik transparansi dan akuntabiltas dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan. Gagasan ini muncul sebagai respon terhadap kebutuhan akan proses seleksi/rekruitmen pengawas yang dilandaskan pada prinsip prinsip obyektif, transparan, fair, akuntabel dan berdasarkan pertimbangan kualitas kemampuan, dalam rangka mendapatkan figur yang tepat dalam arti memiliki keahlian terbaik untuk melaksanakan kegiatan kepengawasan pendidikan. Tujuan kajian ini adalah melakukan review terhadap hasil inovasi sistem kepengawasan pendidikan yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Inovasi ini mencakup kegiatan seleksi/rekruitmen, pelatihan serta penguatan kelembagaan dan mekanisme kepengawasan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejumlah perubahan telah dicapai melalui inovasi ini, antara lain terpenuhinya kebutuhan tenaga pengawas; standarisasi mekanisme pertanggungjawaban kegiatan kepengawasan dan efektifnya penggunaan waktu dan struktur kerja pengawas, kejelasan pembagian dan penentuan volume dan jenis supervisi yang dilaksanakan oleh pengawas. Selain itu, penguataan aspek jender mendorong para guru/kepala sekolah perempuan mengikuti seleksi pengawas menjadi “trend” baru, sebagai bentuk apresiasi pemberian peluang yang sama antara guru/kepala sekolah perempuan dan laki-laki berkompetisi secara sehat dalam seleksi pengawas sekolah.
Model Rasch sebagai Kerangka Acuan Penyusunan Alat Ukur Asrijanty --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.130

Abstract

This article is a review of the function of the Rasch model as a frame of reference in constructing instruments in social sciences, particularly for education and psychology. The argument of this article is that efforts to obtain an instrument which provides valid information can be done by utilizing the Rasch model in data analysis. The aims of this article are to examine: 1) the characteristics of the Rasch model as a measurement model; 2)the utilization of the Rasch model in test development. The examination of the Rasch model encompasses its characteristics and its paradigm in comparison with other measurement models, namely twoparameters logistic (2 PL model) model and three parameters logistic models (3 PL model;) and criticism of the Rasch model. The examinaton utilization of the Rasch model in test development includes its implication and application of the Rasch model in test development. This study shows that: 1) the characteristics and the paradigm of the Rasch model differ from the 2 PL model and 3 PL model ; 2)in line with its characteristics and its paradigm, the function of the Rasch model in test development is to guide and to diagnose problems in instrument. ABSTRAKArtikel ini merupakan kajian fungsi model Rasch sebagai kerangka acuan penyusunan alat ukur dalam ilmu sosial, khususnya dalan bidang pendidikan dan psikologi. Kajian ini didasari argumen bahwa usaha untuk memperoleh alat ukur yang memberi informasi yang valid dapat dilakukan dengan memanfaatkan model Rasch dalam analisis data. Tujuan kajian ini dimaksudkan untuk mengkaji: 1) karakteristik model Rasch sebagai model pengukuran; 2) penggunaan model Rasch dalam pengembangan tes. Kajian dilakukan dengan membahas karakteristik dan paradigma model Rasch disertai dengan perbandingan dengan model pengukuran lain, khususnya model logistik dua parameter (2PL) dan model logistik tiga parameter (3 PL), termasuk kritik yang sering diajukan terhadap model Rasch. Kajian penggunaan model Rasch dalam pengembangan tes dilakukan dengan membahas implikasi dan aplikasi model Rasch dalam analisis data untuk pengembangan instrumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) model Rasch mempunyai karakteristik dan paradigma yang berbeda dari model 2 PL dan model 3 PL; 2) sesuai dengan karakteristik dan paradigma model Rasch, fungsi model Rasch dalam analisis data pengembangan instrumen, yaitu untuk memberi arah dan mendeteksi atau mendiagnosa adanya masalah pada instrumen.
Kontribusi Supervisi Kepala Madrasah, Iklim Kerja, dan Pemahaman Kurikulum terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah Supardi --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.133

Abstract

The objective of this study is to know the contribution of principal supervision, job climate, and curriculum understanding to teacher performance. The research method is a survey with correlational approach. The research sample is 200 teachers. Sampling technique are with area sampling, proportional sampling, and random sampling. The research instrument was a questionnaire and multiplechoice tests. Data analysis using descriptive statistics and inferential statistics. The study reveals that there are positive and significant correlation between: 1) principal supervision to teacher performance, improvement of principal supervision will be followed by improvement to teacher performance; 2) working climate to teacher performance, improvement of working climate will be followed by improvement to teacher performance; 3) curriculum understanding with teacher performance, improvement of curriculum understanding will be followed by improvement to teacher performance; and 4) principal supervision, working climate, and curriculum understanding to teacher performance, improvement of principal supervision, working climate and curriculum understanding will be followed by improvement to teacher performance. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kontribusi supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 200 orang guru. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan area sampling, proporsional sampling, dan random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dan tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara: 1) supervisi kepala madrasah terhadap kinerja guru, peningkatan supervisi kepala madrasah akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru; 2) iklim kerja terhadap kinerja guru, peningkatan iklim kerja akan diikuti oleh peningkatan terhadap kinerja guru; 3) pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru, peningkatan pemahaman kurikulum akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru; dan 4) supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru, peningkatan supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru.
Kendala-Kendala Pelaksanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Hendarman --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.134

Abstract

This research concerned the implementation of School Self-Evaluation (SSE) with two objectives, namely: (1) to identify problems encountered during SSE implementation; and (2) to identify alternative solutions to overcome the problems. The method used was metaanalysis using both primary and secondary data. The primary data was obtained through the open-questionnaire given to teachers and principals from Primary Schools/Madrasah Ibtidaiyah, Junior Secondary Schools/Madrasah Tsanawiyah, Senior Secondary Schools/Madrasah Aliyah and Vocational Secondary Schools located in Bogor, Sukabumi, Bekasi, and Depok. The sources of secondary data were the guidelines of SSE implementation from few countries, media, official regulations, as well as related study reports. The study results showed that problems in SSE implementation comprised concepts, instrument, infrastructure, human resources, and administrative. Problems have been resulted from lack of socialization process, lack of school commitment, and lack of collaboration among stakeholders. To overcome those problems is to make special regulation at district/municipality level which could be used as official regulation for the process of planning, budgeting, and supervising. In the future, it is necessary to establish such a mechanism to ensure that SSE is conducted objectively, transparent, and honest, as well as the mechanism of cross-supervision to ensure the results of SSE being neutral and objective. ABSTRAKPenelitian ini terkait dengan pelaksanaan evaluasi diri sekolah (EDS) dengan dua tujuan, yaitu: (1) mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi pada pelaksanaan EDS; dan (2) mengidentifikasi solusi alternatif untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Metode yang digunakan adalah meta-analysis dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner terbuka yang diberikan kepada guru dan kepala sekolah pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan yang berasal dari Bogor, Sukabumi, Bekasi dan Depok. Data sekunder bersumber dari panduan pelaksanaan EDS di beberapa negara, media, dokumen resmi peraturan perundang-undangan, dan laporan hasilhasil studi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi meliputi aspek konsep, instrumen, infrastruktur, sumber daya manusia, dan administrasi. Kendala kendala tersebut muncul sebagai akibat belum dilakukan sosialisasi secara benar, belum adanya komitmen sekolah, dan belum adanya kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan. Alternatif untuk mengatasi kendala kendala tersebut, yaitu dengan membuat kebijakan khusus pada tingkat kabupaten/kota yang dapat digunakan sebagai payung hukum dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pengawasan. Di masa mendatang, diperlukan adanya mekanisme yang menjamin pelaksanaan EDS dilakukan secara obyektif, transparan, dan jujur serta mekanisme pengawasan-silang, sehingga menjamin netralitas dan obyektivitas hasil EDS.
Kontribusi Bantuan Siswa Miskin terhadap Keberlangsungan dan Keberlanjutan Pendidikan Siswa Philip Suprastowo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.135

Abstract

Students Aid Program is a strategic implementation of the education policy regarding the equity and expansion of access for quality of education for all citizens without exception. This study presents a result of research that aims to figure out the contribution/role of the Program in the sustainability of the school in relation to the Drop out Rate (APS), Class Repetition Rate (AMK), students’ discipline and learning achievement, as well as education sustainability. The research uses survey and descriptive method in 12 sample districts/cities. The sample consists of 144 public schools, consisting of 48 schools from each level (elementary, junior high, and high school). The respondents in this study are school principals, teachers, parents, and students. The result shows that the Students Aid Program: 1) contributes positively towards the decreasing number of Drop out Rates. The Dropout Rates average decreases each year from 1,11% in 2010 to 0,66% in 2011, and 0,46 % in 2012; 2) contributes positively to decrease the Rates of Class Repetition Rate from 0,78% to 0,65% and the latest to 0,64%; 3) improves students’ learning discipline and motivation both in school and at home; 4) improves the students grade to 0,39 point in subjects tested in national examination (Indonesian Language, Math, and English). However, it is found that the Program has not been systematically oriented towards the students’ educational sustainability. ABSTRAK Bantuan siswa miskin (BSM) merupakan salah satu strategi implementasi kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan yang bermutu bagi semua warga negara tanpa kecuali. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi BSM terhadap keberlangsungan sekolah yang terkait dengan Angka Putus Sekolah (APS), Angka Mengulang Kelas (AMK), disiplin dan prestasi belajar serta keberlanjutan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan survei dan descriptive research di 12 kabupaten/kota sampel. Satuan pendidikan yang diteliti sebanyak 144 sekolah negeri, masing-masing 48 SD, SMP, dan SMA, serta melibatkan responden kepala sekolah, guru, orangtua masing-masing 144 responden dan 576 siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa BSM: 1) berkontribusi positif terhadap rendahnya APS, bahkan menurunkan dari rata-rata 1,11% pada tahun 2010 menjadi 0,66% di tahun 2011, dan pada tahun 2012 turun lebih rendah lagi menjadi 0,46%; 2) menekan rendahnya AMK, dari 0,78% menjadi 0,65%, dan 0,64% (berturut-turut pada tahun 2010, 2011 dan 2012); 3) meningkatkan disiplin dan motivasi belajar, baik di sekolah maupun di rumah; 4) berkontribusi meningkatkan nilai hasil belajar sampai 0,39 poin pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris (diujikan secara nasional-UN/USBN); namun, diketahui bahwa BSM belum diorientasikan secara sistematis untuk keberlanjutan pendidikan siswa.
Kontribusi Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah, Kinerja Mengajar Guru, dan Kultur Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Madrasah Aliyah Negeri Provinsi DKI Jakarta Darwyan Syah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.136

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of principal transformational leadership, teaching performance of teachers, and the learning culture towards achievement of madrasah aliyah. Correlational survey is used as the method of the research with 274 sample of teachers .The sampling techniques used are area sampling, proportional sampling and random sampling. Questionnaire used as the instrument to be analyzed by using descriptive and inferential statistics. The results of this study indicate: 1) the level of achievement of the madrasah, principal transformational leadership, teaching performance of teachers and learning culture is good; 2) transformational principal leadership contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 3) teacher performance in teaching contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 4) learning culture contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah: 5) transformational principal leadership, teacher performance in teaching and learning culture contribute positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah. Accordingly, increasing the principal transformational leadership, teaching performance of teachers and the culture of learning leads to the improvement of madrasah achievement.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kontribusi kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru, dan kultur belajar terhadap prestasi madrasah aliyah. Metodologi penelitian ini menggunakan survei dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini adalah 274 guru dengan teknik pengambilan area sampling, proportional sampling, dan random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat prestasi madrasah, kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru dan kultur belajar berada pada kategori baik; 2) kepemimpinan transformasional kepala madrasah berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah; 3) kinerja mengajar guru berkontribusi positif terhadap prestasi madrasah aliyah; 4) kultur belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah; 5) kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru dan kultur belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru, dan kultur belajar meningkatkan prestasi madrasah aliyah.
Dampak Pengimplementasian Kurikulum 2013 terhadap Performa Siswa Sekolah Menengah Pertama Sutjipto --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.137

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of principal transformational leadership, teaching performance of teachers, and the learning culture towards achievement of madrasah aliyah. Correlational survey is used as the method of the research with 274 sample of teachers .The sampling techniques used are area sampling, proportional sampling and random sampling. Questionnaire used as the instrument to be analyzed by using descriptive and inferential statistics. The results of this study indicate: 1) the level of achievement of the madrasah, principal transformational leadership, teaching performance of teachers and learning culture is good; 2) transformational principal leadership contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 3) teacher performance in teaching contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 4) learning culture contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah: 5) transformational principal leadership, teacher performance in teaching and learning culture contribute positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah. Accordingly, increasing the principal transformational leadership, teaching performance of teachers and the culture of learning leads to the improvement of madrasah achievement.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi empirik tentang seberapa kuat dampak implementasi Kurikulum 2013 terhadap performa siswa SMP. Daerah penelitian mencakup 44 kabupaten/kota dengan sampel sebanyak 82 sekolah yang melibatkan responden sebanyak 1804 siswa. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMP berdampak positif terhadap performa siswa ditandai dengan dampak sikap spiritual dan sikap sosial yang dimiliki siswa seperti senang melaksanakan ibadah agama, pendidikan akal budi, berinteraksi dalam keragaman, kebersamaan, kerukunan, senang berkata benar, berani mengakui kesalahan, dan senang menjaga kebersihan juga senang membantu teman yang menghadapi kesulitan nampak makin berkembang. Selain itu, transformasi pengetahuan dan keterampilan siswa untuk menjadi bangsa yang cerdas, produktif, kreatif, dan inovatif untuk mengantisipasi dan memperoleh solusi yang tepat dalam rangka pemecahan masalah, beradab, dan terhormat mengindikasikan semakin berkembang.
Profesionalisme Guru dalam Mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Nganjuk Imam Abdul Syukur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.138

Abstract

This study aims to: 1) investigate perception of teachers of elementary school, junior secondary school, senior secondary school, and vocational school toward the teachers professionalism in implementing Information and Communication Technology to improve the quality of learning; 2) investigate opinion of students in the teachers professionalism in elementary school, junior high school, senior high school and vocational school toward the teachers professionalism in implementing Information and Communication Technology; 3) investigate are the things that are still a constraint of teachers in implementing Information and Communication Technology to improve the quality of learning. The population is all teachers in elementary school, junior high school, senior high school and vocational school in Nganjuk District which sample taken by simple random sampling. Data collection techniques used questionnaire by the Likert scale. The results of this study indicate that: 1) teachers of elementary school, junior high school, senior high school and vocational school majority (52.75%) stated that they rarely use the laptop for teaching learning process; 2) student of elementary school, junior high school, senior high school and vocational school majority (62.15%) stated that Information and Communication Technology teachers rarely use Information and Communication Technology in teaching learning; and 3) constraints majority of teachers of elementary school, junior high school dan senior high school (34.95%) in implementing Information and Communication Technology for teaching learning is the lack of mastery of Information and Communication Technology, whereas for vocational teachers (10.03%) is the lack of facilities and infrastructure support.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji persepsi guru Sekolah Dasar, SekolahMenengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan terhadap profesionalisme guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; 2) mengkaji pendapat siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan terhadap profesionalisme guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi; 3) mengkaji kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Populasi penelitian meliputi seluruh guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Nganjuk dengan penarikan sampel secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) 52,75% guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan jarang menggunakan laptop untuk pembelajaran; 2) 62,15% Teknologi Informasi dan Komunikasi siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan bahwa guru jarang menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran; dan 3) 34,95% guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas kurang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi, sedangkan 10,03% guru Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan bahwa sarana dan prasarana yang ada kurang mendukung dalam pembelajaran.