cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Strategi Pengembangan Tenun Ikat Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Budiana Setiawan; R.R. Nur Suwarningdyah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.150

Abstract

The purpose of this research was to review strategies used by craftsmen and role of local government in the effort to develop Kupang ikat woven in Kupang Municipality, East Nusa Tenggara. The method used in this research included: observation at Kupang ikat woven workshop, in-depth interviews with resource people such as artisans, entrepreneurs, and local government; study of literatures; and focus group discussion. The result of the research represented that the strategies undertaken by craftsmen for developing the Kupang ikat wovens are started from cheap raw material supply and easy to obtain; diversification of products; development of manufacturing technology; increasing the organizational management, and marketing effort to increase better product. In order to implement the strategies successfully, the craftsmen shall have to get support and training from the local government. Through the Institution of Industry and Trade, the support for the craftsmen given in several activities, i.e. workshop; assistance of equipment production; credit for capital, involvement in exhibitions; guidance to have patent, and increase the affection of people to the crafts of the region. The challenge for the craftsmen in developing the Kupang ikat woven were the limited of fund, difficulty to gain raw materials and marketing.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi para perajin dan peran pemerintah daerah dalam upaya mengembangkan tenun ikat Kupang di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan di sentra-sentra kerajinan tenun ikat; wawancara mendalam dengan narasumber, dari unsur perajin, pengusaha tenun ikat, dan pemerintah daerah; studi pustaka; dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan para perajin untuk mengembangkan tenun ikat Kupang dimulai dari upaya penyediaan bahan baku yang murah dan mudah diperoleh, diversifikasi (pengayaan) produk, pengembangan teknologi pembuatan, peningkatan organisasi pengelolaan, sampai dengan upaya pemasarannya, yang dinilai dapat meningkatkan hasil yang lebih baik. Dalam menjalankan strateginya dengan baik, para perajin juga harus mendapatkan dukungan dan pembinaan dari pemerintah daerah. Melalui Dinas Industri dan Perdagangan, dukungan dan pembinaan dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan; pemberian bantuan alat produksi; pemberian pinjaman modal; mengikutsertakan dalam pameran; perlindungan hak paten; dan peningkatan kecintaan masyarakat terhadap hasil kerajinan dari daerahnya. Hambatan dan tantangan dalam pengembangan tenun ikat yang dihadapi para perajin, yaitu keterbatasan modal, kesulitan memperoleh bahan baku, dan kesulitan dalam pemasaran.
Kompetensi Peneliti untuk Mendukung Penelitian Kebijakan Subijanto --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.151

Abstract

The aim of this article was to analyze the researcher competencies to support education policy. The basic substance of the analysis was based on the standard of researchers’ competencies of the Board of Research and Development the Ministry of Education and Culture according to Indonesia Institute of Knowledge and Science Regulation Number 04/E/2009. The result of the analysis showed that: 1) Generally, the researchers of the Board of Research and Development are not completely master their competencies based on the level of their status of researcher accordingly; 2) the results of their research did not significantly contribute to the educational policy options; and 3) the orientation of researcher’s publication tend to be selfactualization for the sake of their sustainability as a researcher. ABSTRAK Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penguasaan kompetensi peneliti untuk mendukung sebuah kebijakan pendidikan. Studi yang digunakan adalah studi dokumentasi. Substansi kajian bersumber pada kompetensi peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 04/E/2009 tentang Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) peneliti di Balitbang Kemdikbud belum secara utuh menguasai kompetensi sesuai dengan tingkat jabatan penelitinya; 2) hasil penelitian peneliti belum berkontribusi secara signifikan sebagai bahan usulan perumusan opsi kebijakan; dan 3) hasil publikasi peneliti cenderung berorientasi pada aktualisasi diri untuk kepentingan keberlangsungan status jabata penelitinya.
Prediksi Aktivitas Fisik Sehari-Hari, Umur, Tinggi, Berat Badan dan Jenis Kelamin terhadap Kebugaran Jasmani Siswa SMP di Banjarmasin Agus Amin Sulistiono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.152

Abstract

The purpose of this research was to develop an easy and practical physical fitnesstest with non-exercise testing for junior secondary school students in Banjarmasin. Data collection was conducted by cross-sectional in Banjarmasin with a sample of 184 students taken by purposive cluster sampling. Processing and analysis of data was the minimum value, maximum, and average of physical activity, weight, height, body mass index, and age, as well as the regression equation to calculate VO2max as an indicator of physical fitness. The results showed that the physical fitness for junior secondary school students in Banjarmasin can be predicted through daily physical activity that is measured through a questionnaire of physical activity, and the measurement of height, weight, age, and gender. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menyusun tes kebugaran jasmani dengan metode testanpa pembebanan (non exercise testing) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama Banjarmasin yang praktis dan mudah. Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional di Kota Banjarmasin dengan jumlah sampel 184 siswa yang diambil secara purposive cluster sampling. Pengolahan dan analisis data adalah nilai minimal, maksimal, dan rata-rata dari aktivitas fisik, berat badan, tinggi badan, indeks masa tubuh, dan usia, serta persamaan regresi untuk menghitung VO2maks sebagai indikator kebugaran jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dapat diprediksi melalui aktivitas fisik sehari-hari yang diukur melalui kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran tinggi, berat badan, umur, serta jenis kelamin.
Bahasa dan Budaya Etnik Kao di Era Globalisasi: Tinjauan Filsafat Manusia Endang Retnowati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.153

Abstract

The purpose of this study was to find the reason the Kao community preserve their traditional culture in the midst of a global culture and the threat of Kao’s language extinction. This study is study documentation. The data to be used in this study was available in the form of literature, as well as tapped interviews with several resource people. They will be described by way of hermeneutics readings. The results of this study indicated that the Kao’s traditional culture is still strong, for the Islamic values had been the main source of thoughts, which became the basis for their existence in everyday life. These values used to maintain their social relationships and solidarity within ethnic community in Kao village, in terms of their nature as the creatures of God and as a personal beings, as creatures composed of body and soul, as well as their nature as individual and social beings. Since the challenge from globalization feasibly to decrease Kao’s traditional culture, education, especially in the humanities field including history, literary, traditional arts should be taught in schools. The government intervention will be surely needed in this case. ABSTRAK Tujuan kajian ini yaitu untuk menemukan alasan komunitas Kao melestarikan kebudayaan tradisional mereka di tengah budaya global dan kondisi bahasanya yang terancam punah. Studi ini merupakan studi dokumentasi. Data berupa data pustaka, ditambah data berupa dokumen wawancara dengan informan yang pernah dilakukan sebelumnya. Data kemudian ditata, dideskripsikan, dan dipahami dengan metode hermeneutika. Hasilnya menunjukkan bahwa kebudayaan tradisional Kao masih kuat dikarenakan nilai-nilai, pikiran-pikiran maupun pandangan hidup yang bersumber pada religi dan agama Islam masih menjadi orientasi atau dasar bagi cara mereka bereksistensi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kerangka memberi makna pada kehidupannya. Semua itu telah digunakan untuk memelihara hubungan sosial dan solidaritas komunitas etnik Kao di Desa Kao dalam kerangka kodratnya sebagaimakhluk Tuhan dan sebagai makhluk pribadi, sebagai makhluk yang tersusun dari jiwa dan raga dan sebagai makhluk individu dan sosial. Atas dasar itu, sebagai saran adalah karena ancaman datang dari globalisasi berpotensi mengikis nilai-nilai tradisional maka pendidikan untuk bidang humaniora yang antara lain meliputi sejarah, ilmu sastra, seni tradisi perlu diajarkan di sekolah-sekolah dan campur tangan pemerintah sangat diperlukan.
Pengembangan Model Pendidikan Karakter sebagai Upaya Peningkatan Personal dan Social Skill Bagi Anak Jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta Aman --; Ngadirin Setiawan; Lia Yuliana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.154

Abstract

This research was aimed to: 1) find the steps of character education model development as an effort to improve personal and social skill for street children in Yogyakarta, 2) find the effectiveness of character education model in improving personal and social skill for street children in Yogyakarta. The data collection technique used were focus group discussion, questionnaire, interview, observation, and documentation. The data validity used expert validation and method triangulation technique. The data analysis was used for quantitative and qualitative analysis. The research showed as follow: 1) the steps of character education model development as an effort: a) through preliminary study, b) model planning and design the model of character education, as well as set the instrument for focus group discussion and expert validation, c) limited trial test, model evaluation and revision; 2) by doing limited trial test for 25 street children at Rumah Singgah Girlan Nusantara ( a house provided voluntary for street children to rest or gain skill through activities), it indicated that model developed effectively. Model trial test indicated that learning solve problem (LPM) model implementation showed significant result for the change of personal and social skill of street children before and after learning.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan langkah-langkah pengembangan model pendidikan karakter sebagai upaya peningkatan personal dan social skill bagi anak jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) menemukan efektivitas model pendidikan karakter dalam meningkatkan personal dan social skill bagi anak jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik focus group disscussion, angket, wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi. Validitas data menggunakan validasi ahli dan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) langkah-langkah pengembangan model pendidikan karakter dilakukan melalui: a) studi pendahuluan, b) merencanakan dan menyusun model pendidikan karakter beserta perangkatnya melalui focus group disscussion dan validasi ahli, c) melakukan uji coba terbatas, evaluasi dan revisi model; 2) Melalui uji coba terbatas pada 25 anak jalanan di Rumah Singgah Girlan Nusantara, menunjukkan model yang dikembangkan efektif. Uji coba model menunjukkan bahwa penerapan model latihan pemecahan masalah memperoleh hasil yang signifikan di mana ada perubahan personal dan social skill anak jalanan sebelum dan sesudah pembelajaran.
Pengaruh Interaksi Sosial Keluarga, Motivasi Belajar, dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Indrati Endang Mulyaningsih
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.156

Abstract

The purpose of this study was to determine empirically the influence of social interaction of family, achievement motivation and independent learning on students’ achievement at SMK Negeri 5 Surakarta. This study used quantitative approach and descriptive correlational method. The population in this study were students of SMK Negeri 5 Surakarta. Multiple regression analysis was used to analyze the hypothesis of major and minor. It can be concluded that:1) There is a significant family social interaction, achievement motivation, and independence of learning together with student achievement; 2) There is a significant association of social interaction families with student achievement; 3) There is a significant relationship with achievement motivation, student achievement, and 4) There is a significant relationship with the independent study student achievement. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh interaksi sosial keluarga, motivasi belajar, dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswa SMK Negeri 5 Surakarta. Untuk menganalisis hipotesis utama dan tambahan menggunakan analisis regresi ganda. Kesimpulan yaitu: 1) ada pengaruh yang signifikan antara interaksi sosial dalam keluarga, motivasi belajar, dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa; 2) ada pengaruh yang signifikan interaksi sosial dalam keluarga terhadap prestasi belajar siswa; 3) ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, dan 4) ada pengaruh yang signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa.
Literasi Matematika Siswa Pendidikan Menengah: Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional dengan Konteks Indonesia Mahdiansyah --; Rahmawati --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.158

Abstract

The purpose of the study was to measure students’ mathematical literacy achievement at secondary education level on the international test design adjusted to the context of Indonesia, and to analyze factors affecting the achievement. In addition, to conducting test, the survey was also administered to obtain data on the test participant students, maths teachers, and their educational background. Sampling was done by using a multi-stage stratified random sampling. This research revealed that the literacy achievement of students was still low, but the disparity of literacy achievement among cities was varied. Student literacy achievement in Yogyakarta was relatively evenly compared to other cities. Uncertainty and data is the most easily content compared to other mathematical contents. Examined from the aspect of context, scientific is the lowest achieved by students.The test items that measure higher order thinking skills (HOTS) had not been well mastered by students. There are number of determinants of mathematics literacy achievement, namely personal factor, instructional factor, and environmental factor. The conclusion of the study is students’ mathematical literacy at secondary educationlevel was still low, although the design of international test used had been adjusted by the Indonesian context.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian literasi matematika siswa jenjang pendidikan menengah dengan menggunakan desain tes internasional yang disesuaikan dengan konteks Indonesia, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi capaian literasi tersebut. Di samping melakukan tes kepada siswa SMA/MA, survei juga dilakukan untuk memperoleh data siswa peserta tes, guru matematika, dan latar belakang pendidikan. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage stratified random sampling. Hasil penelitian mengungkapka capaian literasi siswa masih rendah, namun disparitas capaian literasi antarkota cukup bervariasi. Capaian literasi siswa Yogyakarta relatif merata dibandingkan dengan kotakota lainnya. Uncertainty and data merupakan konten yang paling mudah dibandingkan dengan konten matematika lainnya. Dikaji dari aspek konteks, scientific merupakan konteks yang paling rendah dicapai siswa. Adapun soal-soal tes yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills-HOTS) belum mampu dikuasai siswa dengan baik. Terdapat sejumlah faktor determinan dari capaian literasi matematika tersebut, yaitu faktor personal, faktor instruksional, dan faktor lingkungan. Kesimpulan studi adalah literasi matematika siswa jenjang pendidikan menengah masih rendah, meskipun desain tes internasional yang digunakan telah disesuaikan dengan konteks Indonesia.
Kontribusi Delapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Pencapaian Prestasi Belajar Sabar Budi Raharjo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.160

Abstract

National education standards is a means to ensure the quality of educational services. School administrators must fulfill minimum standards in helping students to achieve learning target. The purpose of this study was to determine the achievement of national education standards and the extent to which they contribute to eight national education standards towards the learning achievemen of high school students. The research method is a survey. The results showed that first, among the achievement of eight national education standards, educational facilities and infrastructures standards, process standards competency standards and education professional standards were considered low. Second, the eight national education standards contribute less significant to student national examination score. This means that successful learning achievement is determined by other factors, both internal and external, such as motivation, interest, parental background, school environment. From the eight standards, teacher and education personnel standard give significant influence to national students exam results. The first conclusions is that, four standards with below average accreditation credits are educational facilities and infrastructures standards, process standards, competency standards, and education professional standards. Secondly, the contribution of eight national standards of education is still relatively less and other factors are needed in order to improve the students’ learning achievement.ABSTRAK Standar nasional pendidikan merupakan sarana untuk menjamin mutu layananpendidikan. Dalam memberikan layanan pendidikan pengelola sekolah berusaha memberikan standar minimal kepada peserta didik dalam mencapai prestasi belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketercapaian standar nasional pendidikan dan sebesarapa besar kontribusi delapan standar nasional pendidikan terhadap pencapaian prestasi belajar siswa SMA. Metode penelitian adalah survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) dari delapan standar yang ada, standar yang masih rendah adalah standar sarana-prasarana, standar proses, standar kompetensi, dan standar tenaga pendidik dan kependidikan; 2) Delapan standar nasional pendidikan terhadap prestasi belajar (UN) tidak terlalu signifikan. Hal ini berarti bahwa keberhasilan prestasi belajar ditentukan oleh faktor lain baik internal maupun eksternal seperti motivasi, minat, latar belakang orang tua, dan lingkungan sekolah. Dari 8 standar tersebut, standar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap UN adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Simpulan dari penelitian ini: 1) empat standar yang masih rendah perolehan angka akreditasi yaitu standar sarana-prasarana, standar proses, standar kompetensi dan, standar tenaga pendidik dan kependidikan masih rendah; 2) kontribusi delapan standar masih relatif kecil dan perlu memperhatikan faktor lain di luar standar dalam perbaikan mutu prestasi belajar.
Pendidikan Budi Pekerti pada Kurikulum Sekolah Dasar Sutjipto --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.161

Abstract

This article analysed the position of character education within primary school curriculum in Indonesia based on philosophical critical review. The analysis wa carried out using the method of documentation. The results showed that since the post-independence moral education has been strategically placed on the curriculum in Indonesia in three ways, namely stand alone as a subject, combined with relevant subjects, and integrated into other subjects. The domain of character education to fulfill the learners with moral life and character in order to behave well, is considered important to be applied into the primary school curriculum. It is important that implementation efforts to explore habituation, practice, and exemplary environmental conditioning.ABSTRAK Artikel ini mengkaji posisi pendidikan budi pekerti pada kurikulum sekolah dasar di Indonesia didasarkan tinjauan kritis filosofis. Kajian yang dilakukan menggunakan metode studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejak masa pasca kemerdekaan, pendidikan budi pekerti ditempatkan secara strategis pada kurikulum pendidikan di Indonesia dalam tiga hal, yakni berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, digabung dengan mata pelajaran yang relevan, dan terintegrasi ke dalam mata pelajaran lain. Domain pendidikan budi pekerti yang mengisi jiwa peserta didik dengan moral dan akhlak agar bertingkah laku yang baik, penting untuk diwujudkan ke dalam kurikulum sekolah dasar. Yang perlu diperhatikan dalam implementasinya adalah upaya pembiasaan, pengamalan, pengkondisian lingkungan, dan keteladanan.
Analisis Kelayakan dan Kesesuaian antara Latar Belakang Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan Mata Pelajaran yang Diampu Yaya Jakaria
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.162

Abstract

This study aimed at formulating alternative policies concerning quality of education focusing on suitable condition of primary school teachers to enhance the quality of education, and appropriateness of primary school teachers’ educational background towards their taught subject-matter. The study used a descriptive method to analyze data of each individual primary school teachers based on qualifications and seeking the order of academic inappropriateness of its subjects by making the specific criteria. The study showed that big number of primary school teachers have not met the minimal qualification as stipulated by the Act number 14 year 2005 in the amount of 67% of teachers both from public and private primary schools in Indonesia out of 1.501.236 teachers. 32.8% have met academic qualifications. Unsuitable subject-matter taught and educational background of primary school teachers reached 29.3% and the highest found for religion teachers at 54%.ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan alternatif yang terkait dengan mutu pendidikan difokuskan pada kondisi guru sekolah dasar (SD) yang layak terhadap peningkatan mutu pendidikan, dan kondisi guru SD antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya dalam periode tahun 2010-2013.Studi ini menggunakan metode statistika deskriptif untuk menganalisis data tiap individu guru SD berdasarkan kualifikasi akademik dan mencari urutan mata pelajaran berdasarkan ketidaksesuaiannya dengan membuat kriteria khusus ketidaksesuaian mengajar. Hasil studi menunjukkan bahwa masih banyak guru SD yang belum berkualifikasi akademik sarjana sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 yang mencapai 67% dari seluruh guru SD negeri dan swasta di Indonesia yang total berjumlah 1.501.236 guru. Sisanya sebesar 32,8% sudah memenuhi kualifikasi akademik sarjana.Tingkat Ketidaksesuaian Guru SD mencapai angka 29.3%. dengan tingkat ketidaksesuaian paling tinggi terjadi pada Guru Agama yang mencapai 54%.