cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Dampak Peningkatan Kesejahteraan Guru terhadap Mutu Peminat Rumtini --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.139

Abstract

This study is aimed to provide better policy recommendations related to the government efforts in encouraging high schools graduations with high academic achievement to enroll teacher training institutes. Study used data from the impact evaluation of the teachers living standards improvement on the quality of input. The overview were aimed to measure the extent of which high school graduaters enrolled to teachers’ colleges. Survei approach was implemented to collect data from the two sources, Student Administration Bureau and students of 1st, 3rd, 5th, and 7th by 2011. Findings showed that there were increasing sharfly numbers of enrollements to teachers’ colleges during 2008-2011, especially for primary school teachers program. However, in term of quality, there were only slightly increased on quality of teachers’ candidate shown by the slight increase of high schools’ students’ rank of those who were in the 7th semester compared to 1st semester. Policy options will be: only high quality teacher training insitute are eligible to open the program; high knowledgeable and skills on curriculum content and pedagogic; student loan scheme; hiring teachrs of both local and outside with centralized teacher management; teachers’ contract for the remote, border, and outer areas. ABSTRAK Penelitian bertujuan merumuskan saran kebijakan dalam upaya peningkatan peminat profesi guru berkualitas pada Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan. Penelitian difokuskan pada kuantitas dan kualitas lulusan sekolah lanjutan tingkat atas yang mendaftar pada beberapa prodi pendidikan. Melalui survei, informasi dikumpulkan dari dua sumber data, yaitu Badan Administrasi Kemahasiswaan dan mahasiswa prodi kependidikan dan non-prodi kependidikan, khususnya semester 1, 3, 5, dan 7 pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peminat profesi guru khususnya mahasiswa kependidikan. Secara kuantitas, terjadi peningkatan tajam jumlah pendaftar kependidikan terutama prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pada sisi kualitas, terdapat peningkatan lebih baik ranking ketika di sekolah lanjutan tingkat atas pada sebagian mahasiswa semester awal dibandingkan mahasiswa semester akhir, meskipun mayoritas mahasiswa kependidikan masih berasal dari mereka yang memiliki ranking bawah ketika di sekolah lanjutan tingkat atas. Beberapa opsi kebijakan antara lain: perlunya pengetatan perizinan pendirian LPTK mengedepankan kriteria “mutu”; persyaratan ketat terhadap penguasaan konten dan pedagogis; pemberlakukan skema kredit mahasiswa; peluang guru selain dari unsur daerah, dibuka peluang guru dari wilayah Jawa dengan pengelolaan terpusat; memberlakukan guru kontrak dari wilayah Jawa ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Kebugaran Jasmani Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat Agus Amin Sulistiono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.140

Abstract

This research is intended to assess the physical fitness of primary school, junior secondary school and senior secondary school students based on gender and class level. Data collection was conducted by cross-sectional in Bandung and Majalengka, with a sample of 721 students, were taken by purposive cluster sampling. Processing and analysis of data in the form of descriptions and inferential statistics.The result of research shown that: 1) The level of physical fitness of primary school students still have low physical fitness were 42.27 percent, while the junior secondary school students were 36.87,and senior secondary school student were 46.11 percent. physical Fitness of primary school students, for both male and female students, the higher the class the higher their level of physical fitness, while at the junior secondary school level, for male students the higher theclass the higher its physical fitness, for female student the physical fitness stays the same regardless of their class. For senior secondary school students, both boys and female student, their physical fitness remain same regardless of their class. It can be concluded that the higher the education level of students the more diminished their physical activity,the implication is the declining of their physical fitness.ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kondisi tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berdasarkan jenis kelamin (gender) dan jenjang kelas. Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional di Kota Bandung dan Kabupaten Majalengka, dengan jumlah sampel 721 siswa yang diambil secara purposive cluster sampling. Pengolahan dan analisis data berupa deskripsi dan inferensial statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tingkat kebugaran siswa belum seluruhnya berada dalam kondisi yang baik. Masih ditemukan 42,27 persen siswa sekolah dasar dengan tingkat kebugaran jasmani rendah, siswa sekolah menengah pertama sebanyak 36,87 persen, dan siswa sekolah menengah atas sebanyak 46,11 persen. Siswa putra memiliki kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan dengan kebugaran jasmani siswa putri. Di sekolah dasar semakin tinggi kelas semakin tinggi tingkat kebugaran jasmaninya, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama, kebugaran jasmani siswa putra semakin tinggi kelas, semakin tinggi kebugaran jasmaninya, sedangkan untuk siswa putri kebugaran jasmaninya sama di semua tingkatan kelas. Kebugaran jasmani siswa sekolah menengah atas, baik siswa putra maupun siswa putri, semakin tinggi kelas kebugaran jasmaninya tetap sama. Diketahui bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan siswa semakin berkurang aktivitas fisik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran siswa di semua jenjang pendidikan belum berada dalam kondisi baik, dan semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin berkurang aktivitas fisik siswa, sehingga berdampak pada penurunan kebugaran jasmaninya.
Pengaruh Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim terhadap Etika Kerja Guru SMK Sri Sarjana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.141

Abstract

The objective of the research is to determine the influence of leadership and teamwork toward work ethic of teacher at state of vocational public school at Bekasi District. This research is carried out at State of Vocational High School at Bekasi District, using survey method dan path analysis technique. Research samples were selected as much as 80 teachers using simple random sampling technique. The results show: First, the leadership has positive direct effect to work ethic. That is, improvement of leadership will lead to increased work ethic. Second, the leadership have positive direct effect to teamwork. That is, improvement of leadership will lead to increas teamwork. Third, teamwork have positive direct effect to the work ethic. That is, improvement of teamwork will lead to increas work ethic. The conclusion of this research is that work ethic can be improved by increasing leadership and teamwork. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan kerja sama tim terhadap etika kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini dilakukan pada SMK Negeri di Kabupaten Bekasi, dengan menggunakan metode survei dan teknik analisis jalur. Sampel penelitian dipilih sebanyak 80 guru menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, kepemimpinan berpengaruh positif langsung terhadap etika kerja. Artinya, peningkatan kepemimpinan akan menyebabkan peningkatan etika kerja. Kedua, kepemimpinan berpengaruh positif langsung terhadap kerja sama tim. Artinya, peningkatan kepemimpinan akan menyebabkan peningkatan kerja sama tim. Ketiga, kerja sama tim memiliki pengaruh positif langsung terhadap etika kerja. Artinya, peningkatan kerja sama tim akan menyebabkan peningkatan etika kerja. Simpulan dalam penelitian ini bahwa etika kerja dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kepemimpinan dan kerja sama tim.
Strategi Service Learning Sebuah Kajian untuk Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Irene Nusanti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.142

Abstract

This study was done with the goals: 1) study the development of teaching and learning activity through service learning strategy in cultivating ‘serving spirit’ to improve learners’s concern and 2) study the development of teaching and learning activity through service learning strategy in practicing ‘serving spirit’ to improve learners’s concern. The study to teaching and learning process development using service learning strategy was done through a literature study towards some references relating to learning theory and self-development concept. The study towardslearning theory references emphasizes that through reallearning, there will be a positive change in learners. One of the changes expected is the ability to serve others. While the study towards self-development references emphasizes that learners are expected to find their potential and develop it to the maximumin order to serve others.It can be concluded that the study to develop a teaching and learning process using service learning strategy is expected to cultivate a serving spirit and then practice it to improve learners’s concern.ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengembangan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi service learning dalam rangka menanamkan ‘jiwa melayani’ untuk meningkatkan kepedulian peserta didik, dan 2) mengkaji pengembangan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi service learning dalam rangka mempraktikkan ‘jiwa melayani’ untuk meningkatkan kepedulian peserta didik. Pengkajian terhadap pengembangan kegiatan pembelajaran dengan strategi service learning dilakukan dengan studi literatur terhadap berbagai referensi, terkait dengan teori belajar dan pengembangan diri. Hasil kajian terhadap referensi teori belajar menunjukkan, bahwa belajar dengan sungguh-sungguh akan terjadi perubahan ke arah positif bagi peserta didik. Salah satu bentuk perubahan yang terjadi yaitu kemampuan untuk melayani orang lain. Adapun kajian terhadap referensi pengembangan diri menunjukkan, bahwa peserta didik dapat menemukan potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal untuk melayani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kajian pengembangan kegiatan belajar menggunakan strategi service learning dapat menanamkan jiwa melayani dan diterapkannya dalam rangka meningkatkan kepedulian peserta didik.
Menyusun Proyeksi Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Proyeksi Sekolah Dasar Tahun 2012/2013-2020/2021 Ida Kintamani Dewi Hermawan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.143

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview how to make projections of education, what method to use, and its application in the form of the projection results primary school from 2012/2013 to 2020/2021. The method used is the study documentation on data owned and required in compiling the projections. The population was used extensively at the national level. The results show that education is needed to compile data and projections of population, education data for several years, the educational indicators and assumptions. The projection method used is the number of entries is rough and current students. In addition, the results of the primary school projection is three things, i.e. a projection of students, projection of educational infrastructure, projection of human resources. The result of the projections of primary school students in the year 2020/2021 is 33,908,350, new entrants become 5,832,046, and graduates into 4,973,548, as well as APK of 119.57% and APM 96.19%. Based on the projection of the elementary level student then needed school of 185,052, class of 1,271,104, and classrooms of 492,016 so that the required additional per year amounted to 10,456 rooms per year. Furthermore, the principal of primary school required of 2,643 per year, while teachers 55,093 per year.ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran tentang bagaimana menyusun proyeksi pendidikan, metode apa yang digunakan, dan aplikasinya dalam bentuk hasil proyeksi sekolah dasar dari tahun 2012/2013 sampai tahun 2020/2021. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi tentang data yang dimiliki dan yang diperlukan dalam menyusun proyeksi. Populasi digunakan secara menyeluruh di tingkat nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk menyusun proyeksi pendidikan diperlukan data dan proyeksi penduduk, data pendidikan selama beberapa tahun, indikator pendidikan, dan asumsi. Metode proyeksi yang digunakan adalah angka masukan kasar dan arus siswa. Selain itu, hasil proyeksi sekolah dasar ada tiga, yaitu proyeksi siswa, proyeksi prasarana pendidikan, dan proyeksi sumber daya manusia. Hasil proyeksi siswa tingkat SD tahun 2020/2021 sebesar 33.908.350, siswa baru menjadi 5.832.046, dan lulusan menjadi 4.973.548 serta APK sebesar 119,57% dan APM sebesar 96,19%. Berdasarkan proyeksi siswa tingkat SD diperlukan sekolah sebanyak 185.052, kelas sebanyak 1.271.104, dan ruang kelas sebanyak 492.016, sehingga diperlukan tambahan sebanyak 10.456 ruang per tahun. Selanjutnya, kepala sekolah tingkat SD yang dibutuhkan sebanyak 2.643 per tahun, sedangkan guru sebanyak 55.093 per tahun.
Strategi Peningkatan Aktivitas Jasmani Siswa Sekolah Dasar di Luar Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Indonesia Widodo --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.144

Abstract

This article aims to explain and provide ideas dan suggestion on strategic in physical activity promotion of primary school students beyond physical education classroom. The programs should be developed in a pattern of development that is integral to the educational involving the three parties i.e. schools, parents, and community, as well as government support. Teacher level of strategies: 1 ) socialization by the school principal , 2) the integration of health knowledge to other subjects ; 3 ) the development of incentive programs ; 4 ) rearrangement of homework; and 5) expanding partnerships. The school level strategies: 1) improvement of school management; 2) preparation of daily physical activity program; 3 ) the arrangement of space and equipment; and 4) Parents Forum. The implementation need to combine efforts with the school teachers and families in a professional manner so that students actively engaged at least 90 minutes per day, i.e. 30 minutes in school and 60 minutes in the home or community. Forms of activity that can be applied: 1) getting students to and from school by involving volunteers from the parents/seniors; 2) applying the Walking School Bus models, and 3) active transportation programs. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas jasmani dan memberikan sumbangan pemikiran tentang upaya strategis peningkatan aktivitas jasmani siswa sekolah dasar di luar jam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Program peningkatan hendaknya dikembangkan dalam sebuah pola pembinaan yang integral dari upaya pendidikan dengan melibatkan tiga pihak, yaitu sekolah, orangtua, dan masyarakat, serta dukungan pemerintah. Strategi pada tingkatan guru: 1) sosialisasi oleh kepala sekolah; 2) integrasi pengetahuan kesehatan ke mata pelajaran lainnya; 3) pengembangan program insentif; 4) meramu ulang pekerjaan rumah (PR); dan 5) memperluas kemitraan. Strategi pada tingkat sekolah: 1) perbaikan manajemen sekolah; 2) penyusunan program aktivitas jasmani harian; 3) penataan ruang dan perlengkapan; dan 4) forum orang tua. Pelaksanaannya perlu menggabungkan upaya guru dengan sekolah dan keluarga secara profesional agar siswa aktif bergerak setidaknya 90 menit per hari; yaitu 30 menit di sekolah dan 60 menit di rumah atau masyarakat. Bentuk kegiatan yang dapat diterapkan: 1) mengajak siswa pergi dan pulang sekolah dengan melibatkan relawan dari orang tua/senior; 2) menerapkan model Bus Sekolah Berjalan; dan 3) program transportasi aktif.
Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah Model Pengembangan terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Provinsi Banten Eneng Muslihah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.145

Abstract

This research undertaken at Banten province, aimed at 1) describing the level of the principal supervision of development model and teachers professionalism at public senior secondary schools, and 2) analyzing the contribution of the principal supervision of development model to the teachers professionalism at public senior high schools. The research method used was a quantitative correlation, with a sample of 200 teachers. For the development supervision model and professionalism of teachers a questionnaire was used as the instrument. The research results showed 1) a high level and satisfactory for the principal upervision of development model and the teachers professionalism, and 2) a positive and significant contribution of the principal supervision of development model to the teachers professionalism. Henceforth, the implementation of the rincipal supervision of development model constitutes one of the factors to determine the level of teachers’ the professionalism. ABSTRAK Penelitian yang dilakukan di propinsi Banten bertujuan 1) mendeskripsikan tingkat supervisi kepala sekolah model pengembangan dan profesionalisme guru dan 2) menganalisis kontribusi supervisi kepala sekolah model pengembangan terhadap profesionalisme guru Sekolah Menengah Atas Negeri. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional, sedangkan sebagai sampel penelitian adalah 200 orang guru, dengan instrumen penelitian menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat supervisi kepala sekolah model pengembangan dan profesionalisme guru adalah tinggi dan memuaskan, dan 2)supervisi kepala sekolah model pengembangan berkontribusi terhadap profesionalisme guru. Dengan demikian, pelaksanaan supervisi kepala sekolah model pengembangan menjadi faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya profesionalisme guru.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament Termodifikasi Berbasis Outbound terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau dari Motivasi Belajar Imam Abdul Syukur; Muhardjito --; Markus Diantoro
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.146

Abstract

The purpose of this study was to determine the influence of Teams Games Tournament learning model of modified outbound based on Physics learning achievement to students’ learning motivation. The type of the study was quasi-experimental in the form of 2x2 factorials. Subjects of the study are students of 10th grade of SMA Negeri 1 Nganjuk (Public Senior Secondary School). Three classes were randomly assigned as experimental models of modified Teams Games Tournament outbound based and three classes as conventional (control) classes. Instruments used consisting of data collection instruments and also treatment instrument. Hypothesis testing using two-way anova and Tukey test at 5% significance level. The results showed significant difference of achievements in learning physics among students who study using Teams Games Tournament learning model outbound based and conventional one. The results of the study also showed that there are interactions between model of learning and learning motivation towards learning achievements. Physics learning achievements of students who have high motivation, who learn using modified Teams Games Tournament learning model outbound based are not even higher than the conventional one. Whereas the physics learning achievements of students having low motivation who learn using modified Teams Games Tournament learning model outbound based, are higher than the conventional one. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament termodifikasi berbasis outbound terhadap prestasi belajar Fisika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian kuasi eksperimen dalam bentuk faktorial 2x2. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Nganjuk. Secara acak ditetapkan tiga kelas eksperimen model Teams Games Tournament termodifikasi berbasis outbound dan tiga kelas sebagai kelas konvensional (kontrol). Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan. Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua arah dan uji lanjut menggunakan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar Fisika yang belajar dengan model pembelajaran Teams Games Tournament termodifikasi berbasis outbound dibanding konvensional. Hasil Penelitian juga menunjukkan ada interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Prestasi belajar fisika siswa yang memiliki motivasi tinggi, yang belajar dengan model pembelajaran Teams Games Tournament termodifikasi berbasis outbound tidak lebih tinggi dari konvensional, sedangkan siswa yang mempunyai motivasi rendah, prestasi belajarnya lebih tinggi daripada konvensional.
Penerapan Metode Resitasi dan Diskusi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Galuh Daniel Akbar Wibowo; Yoni Hermawan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.147

Abstract

The purpose of this study was to examine: 1) the implementation of recitation and discussion to improve student’s achievements; and 2) whether the presence of implementation recitation and discussion methods can improve student’s achievements. This study used a class action research design with data collection using observations and field notes and analysis techniques to perform data reduction, inference, the follow-up stage and making conclusions. The results showed the recitation and discussion methods is one of methods that can be used to improve student understanding of a subject. Liveliness of students in the process of discussion can be stimulated through several awards as well as provide additional value for students who are active in the discussion process. This evidence showed by the smoothness in learning, writing, memorizing, and so on. As a result, the students learning process is more efficient. The conclusion of this study is that recitation and discussion methods can improve sophomore studentsachievement in nursing program at Galuh University.ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji: 1) bagaimana mengimplementasikan metode diskusi dan resitasi dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa? 2) apakah implementasi metode diskusi dan resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan pengumpulan data yang menggunakan observasi dan catatan lapangan, dan teknik analisis dengan melakukan reduksi data, inferensi, tahap tindak lanjut, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode resitasi dan diskusi merupakan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran suatu mata pelajaran. Metode diskusi dan resitasi dapat menimbulkan keaktifan mahasiswa melalui proses stimulan, antara lain dengan memberikan beberapa penghargaan seperti halnya memberikan nilai tambahan bagi mahasiswa yang aktif dalam proses diskusi. Hal ini terbukti dengan timbulnya beberapa indikator seperti kelancaran dalam belajar, menulis, menghafal, dan sebagainya sehingga proses kegiatan belajar-mengajar lebih efisien. Simpulan dari penelitian ini adalah metode resitasi dan diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Galuh.
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Kalkulus Diferensial Berbasis Pendekatan Open Ended terhadap Kemampuan Representasi Matematis Mahasiswa Eka Kasah Gordah; Syarifah Fadillah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.148

Abstract

The aim of this research was to investigate the improvement of student’s ability on mathematical representation by using teaching materials based on open ended approach in differential calculus subject. This research was conducted at STKIP PGRI Pontianak in the even semester of 2012/2013 academic year. This research used cluster random sampling by choosing one of the four classes at the mathematics education department in the academic year of 2012/2013. The experimental method with the one group pretest-posttest design was applied in this research. The result of this research showed that: 1) there was an improvement on student’s ability on mathematical representation by using differential calculus teaching material based on open ended approach with moderate of quality of improvement level, 2) there was a difference on student’s ability on mathematical representation when it was viewed from the level of student’s prior knowledge, and 3) there was no difference on student’s ability on mathematical representation when it was viewed from their gender.ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa melalui penggunaan bahan ajar berbasis pendekatan open ended pada mata kuliah kalkulus diferensial. Penelitian dilaksanakan di STKIP PGRI Pontianak pada semester genap tahun akademik 2012/2013. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik cluster sampling dengan memilih satu kelas dari empat kelas yang ada pada program studi pendidikan matematika angkatan 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian the one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa melalui penggunaaan bahan ajar kalkulus diferensial berbasis pendekatan open ended dengan kualitas peningkatan tergolong sedang, 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa jika ditinjau dari tingkat kemampuan awal mahasiswa, dan 3) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa jika ditinjau dari gender.