cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Validitas Prediktif Bakat Skolastik dan Prestasi Belajar sebagai Kriteria Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Asrijanty --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.163

Abstract

The purpose of this study was to examine the predictive validity of scholastic aptitude and academic achievement in predicting higher education academic performance. The subject of this study was 157 undergraduate students in a university consisting of 104 Economics students and 53 Engineering students. The independent variables (predictors) are the scores in three subtests of Indonesian Scholastic Aptitude Test (TBS), namely verbal, quantitative, and Reasoning which represent scholastic aptitude; and three grades of National Exam (UN) in 2005, namely Indonesian, and English, Economics for science science students; Indonesian, English, and Math for science students. The dependent variable (criterion) was the cumulative grade point average in the first four semesters, called IPK. Data were analysed using correlational and regression analyses. The result shows differential predictive validity of scholastic aptitude test scores and UN grades in Economics and Engineering. In Economics, the three TBS subtests scores were significant predictors, while the three UN grades were not significant predictors. In Engineering, scores in two TBS subtests, namely Verbal and Quantitative, and two UN grades, namely English and Math, were significant predictors. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji validitas prediktif bakat skolastik (potensi akademik) dan prestasi belajar dalam memprediksi keberhasilan akademik di perguruan tinggi. Subjek penelitian adalah 157 mahasiswa tingkat sarjana jurusan Teknik (104 orang) dan jurusan Ekonomi (53 orang) suatu perguruan tinggi. Variabel independen (prediktor) adalah nilai tiga subtes Tes Bakat Skolastik (TBS): verbal, kuantitatif, dan penalaran, yang merepresentasikan bakat skolastik; dan tiga nilai Ujian Nasional (UN) tahun 2005, yang merepresentasikan prestasi belajar, meliputi nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi untuk jurusan IPS; dan nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika untuk jurusan IPA. Variabel dependen (kriteria) adalah indeks prestasi kumulatif pada empat semester pertama (IPK). Data dianalisism dengan menggunakan analisis korelasional dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan validitas prediktif nilai subtes TBS dan nilai UN antara jurusan Ekonomi dan Teknik. Pada jurusan Ekonomi, ketiga nilai subtes TBS merupakan prediktor yang signifikan, sementara ketiga nilai UN secara statistik bukan merupakan prediktor yang signifikan. Pada jurusan Teknik, nilai pada dua subtes TBS, yaitu Verbal dan Kuantitatif dan dua nilai UN, yaitu Bahasa Inggris dan Matematika merupakan prediktor yang signifikan.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Versus Ekspositori dan Gaya Kognitif terhadap Hasil Belajar Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Prayekti --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.164

Abstract

This research aims to examining: 1) The learning outcomes differences on theunderstanding and application of physics concept between groups of students who learned through STAD cooperative learning and expository learning; 2) The learning outcome differences on physics concept understanding and application among students with different cognitive styles; 3) The learning outcome influences of physics comprehension; 4) The interaction effect between learning and cognitive style on learning outcomes of physics. This research used a quasiexperimental research with factorial of non-equivalent control group design, which is implemented in four classes, determined by lottery, such as XMIA A class, XMIA B class, XMIA C class, XMIA D class at SMAN 58 Jakarta Timur with 144 students altogether. Two classes were as the experimental classes and two other class were as the control classes. Learning outcomes data were collected through pretes and pos tes and analyzed by using statistical MANCOVA test helped by SPSS 15. The result showed that: 1) STAD learning strategy demonstrate learning outcomes of comprehension and application of physics concept is better than expository learning strategies; 2) students who have field independent cognitive styles demonstrate learning outcomes of comprehension physics concepts is better than students who have a field dependent cognitive style; 3) there is an interaction between learning strategies and cognitive style on learning outcomes of comprehension physics concepts; and 4) there is no interaction between learning strategies and cognitive style on learning outcomes of physics concepts application. STAD learning strategy demonstrate learning outcomes of comprehension and application of physics concept is better than expository learning strategies.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) perbedaan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pembelajaran ekspositori; 2) perbedaan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika antara siswa yang memiliki gaya kognitif berbeda;3) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran tipe STAD versus ekspositori dan gaya kognitif terhadap hasil belajar pemahaman fisika;dan 4) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajarfisika.Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan rancangan faktorial nonequivalent control group design, yang dilaksanakan pada empat kelas, ditentukan melalui undian yaitu kelas A dan B sebagai kelas control sedangkan kelas C dan D sebagai kelas eksperimen di SMA Negeri 58 Jakarta Timur berjumlah 144 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan pretes dan postes, dianalisis dengan menggunakan uji statistik MANCOVA berbantuan program SPSS 15. Hasil penelitian: 1) strategi pembelajaran tipe STAD menunjukkan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika yang lebih baik daripada strategi pembelajaran ekspositori; 2) siswa yang memilikigaya kognitif field independent menunjukkan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika yang lebih baik daripada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent; 3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar pemahaman konsep fisika; dan 4) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar aplikasi konsep fisika. Strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan hasil belajar pemahaman konsep fisika yang lebih baik daripada strategi pembelajaran ekspositori, dan Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar pemahaman konsep fisika pada kedua kelompok gaya kognitif.
Mengkaji Revolusi Mental dalam Konteks Pendidikan Bambang Indriyanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.165

Abstract

The objective of this article is to assess the meaning of mental revolution within educational context from two perspectives namely citizenship education and the national education system. In this article, the proposition purposed is that the citizenship education as a part of the national education system. In order to materialize the efficacy of citizenship, education roles of teachers are enhanced by including transferring, transforming, and transcending roles. With these three roles, education outcomes will lead to the establishment of Indonesian to become productive and democratic, as well as are able to preserve social harmonies. To achieve both the objectives of education system as well as citizenship education, curriculum serves as reference and direction for teachers in the articulation of concepts of subject matters. ABSTRAK Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji makna revolusi mental dalam konteks pendidikan dari dua sudut pandang, yaitu pendidikan kewarganegaraan dan sistem pendidikan nasional. Pada tulisan ini proposisi yang diajukan adalah bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Untuk mewujudkan kemanjuran pendidikan kewarganegaraan peran guru diperluas dengan mencakup peran transferring, transforming, dan transcending. Dengan ketiga peran ini, hasil pendidikan dalam arti outcome dapat mendorong pembentukan manusia Indonesia yang produktif dan bersikap demokratis serta mampu memelihara harmonisasi kehidupan sosial. Untuk mencapai tujuan sistem pendidikan pada umumnya dan pendidikan kewarganegaraan pada khususnya, kurikulum berperan sebagai rujukan dan arah bagi guru dalam mengartikulasikan konsep-konsep yang terkandung dalam mata pelajaran.
Perahu dalam Pamali Orang Bajo: Tinjauan Semiotika Sosial Halliday Uniawati --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.166

Abstract

This research describes the meaning of taboos (pamali) related to boats which answer their main problem in order to understand the cultural values of the Bajo and use them for the young generation. In understanding the condition of the sea in order to safely sail the ocean and be superior. Qualitative method and Halliday theory about social semiotics were applied. Data to analyse were verbal taboos related to boats and were obtained from tier interviews with public figures including informal leaders as informants . The analysis showed that taboos of the Bajo were signs of meaningful symbols. It is the concluded that the meaning of these taboos were based on a semiotic viewpoint which describe the fishing tradition and socio-cultural conditions of the Bajo as sailors who dominate the sea. The desire to maintain the sense of superiority over the sea encouraged these people to preserve Bajo taboos in the hope of their next generation will follow the footsteps of the predecessor.ABSTRAK Tulisan ini mengkaji makna yang terkandung dalam pamali orang Bajo yang berhubungan dengan perahu untuk memahami nilai-nilai budaya orang Bajo dan mendayagunakannya untuk generasi muda dalam memahami kondisi laut sehingga dapat mengarungi lautan dengan selamat dan unggul. Untuk mengkaji digunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan teori semiotika sosial Halliday. Data yang dianalisis adalah data lisan berupa pamali yang berhubungan dengan perahu yang diperoleh melalui wawancara secara berjenjang terhadap tokoh-tokoh informal yang berstatus sebagai informan, termasuk tokoh masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pamali orang Bajo merupakan suatu tanda simbol yang bermakna. Disimpulkan bahwa makna pamali tersebut berdasarkan sudut pandang semiotik menggambarkan tradisi melaut dan kondisi sosial-budaya orang Bajo sebagai pelaut yang merajai lautan. Keinginan untuk mempertahankan rasa superioritas terhadap laut mendorong orang Bajo untuk tetap melestarikan pamali dengan harapan generasi mereka dapat mengikuti jejak pendahulunya.
Isu Pendidikan dalam Kampanye Politik Diyan Nur Rakhmah Wisudawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 4 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.167

Abstract

The aim of this paper was to identify educational issues commonly used by political parties or candidates for district head/head of state to gain community support the campaign as education can serve as a medium of attraction in determining the direction of support and affiliation to political parties/candidates of particular district head/state head. Data and information were collected by literature study and analyzed using descriptive qualitative approach. It is concluded that political parties have tendency to raise simillar educational issues such as implementing free education, improving quality of teachers and educators, and increasing fascilities and educational budget. In some cases these issues are proven to be very effective in maximizing community support  egarding the process of determining the local leaders through the electoral process. What makes it so attractive in the political process is because education is considered as one of the essential parts of human basic needs which is a part of welfare enhancement process.ABSTRAK Tulisan ini untuk mengkaji isu pendidikan yang lazim digunakan partai politik atau calon Kepala Daerah/Kepala Negara untuk menjaring dukungan masyarakat dalam kampanye. Isu-isu pendidikan dapat menjadi daya tarik masyarakat dalam menentukan dukungan dan arah afiliasi terhadap partai politik/calon Kepala Daerah/Kepala Negara tertentu. Data dan informasi diperoleh melalui studi literatur yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Kesimpulannya adalah bahwa isu pendidikan yang ditawarkan partai politik dalam kampanye memiliki kecenderungan yang sama antar partai politik/antar peserta kampanye, di antaranya terkait dengan penyelenggaraan pendidikan gratis, peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan anggaran bidang pendidikan. Pada beberapa kasus terbukti bahwa isu tersebut berhasil memaksimalkan dukungan masyarakat dalam proses penentuan pemimpin daerah melalui proses pemilihan umum. Daya tarik isu pendidikan dalam proses politik disebabkan karena pendidikan dinilai sebagai salah satu bagian penting dari kebutuhan dasar manusia yang merupakan bagian dari proses menuju peningkatan kesejahteraan hidup.
Persepsi Masyarakat terhadap Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Sutjipto --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v21i1.172

Abstract

The purpose of this study is to obtain public perceptions of early childhood education curriculum. The study used a case study approach with positivistic research paradigm and conducted from September to November 2014. Data analysis was performed using simple descriptive analysis in the form of a narrative. The results shows that the issue of curriculum and its implementation is not just the domain of curriculum developers, but also other aspects perceived as significant issues by the community. First, public perceives the importance of the rational of development, the cornerstone of development, strategy and procedure of development, structure and content of the curriculum, implementation strategies, and the existence of books and equipment in the context of curriculum design. Second, regarding the presence of the developed early childhood education curriculum, society strongly perceives that the document has been considering various aspects to the growing of interest for early childhood in practice of reading, writing, speaking, socializing/making friends, eating and drinking together, discipline, manners , faith, and playing activities, singing, marching, and exercise. Third, the implementation of the curriculum is perceived by society as an in need of harmonies cooperation among educational institutions, public, and educational supervisors in the region, especially in terms of teaching staff, procurement of books and equipment and other support resources.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh persepsi masyarakat terhadap kurikulum pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan paradigma penelitian positivistik, dan dilakukan pada bulan September sampai November 2014. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif sederhana dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu kurikulum dan penerapannya tidak hanya ranah pengembang kurikulum melainkan juga beberapa hal dipersepsikan secara cukup signifikan oleh masyarakat. Pertama, masyarakat mempersepsi penting terhadap rasional pengembangan, landasan pengembangan, strategi dan prosedur pengembangan, struktur dan isi kurikulum, strategi implementasi, dan keberadaan buku dan peralatan dalam konteks desain kurikulum. Kedua, berkaitan dengan kurikulum pendidikan anak usia dini yang dikembangkan, masyarakat mempersepsi secara kuat bahwa dokumen tersebut telah mempertimbangkan berbagai aspek kepentingan untuk tumbuh kembangnya anak usia dini dalam berlatih membaca, menulis, berbahasa, bersosialisasi/berteman, makan dan minum bersama, berdisiplin, bertata krama, sopan santun, aqidah keimanan, kegiatan bermain, bernyanyi, baris-berbaris, dan berolahraga. Ketiga, pengimplementasian kurikulum dipersepsi oleh masyarakat sangat memerlukan kerja sama yang harmonis antara lembaga pendidikan, masyarakat dan pembina pendidikan di daerah terutama dalam hal tenaga pendidik, pengadaan buku dan peralatan serta sumber daya pendukung lainnya.
Penilaian Hasil Belajar untuk Siswa Sekolah Dasar Deni Hadiana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v21i1.173

Abstract

This paper discusses the educational assessment of learning outcomes for elementary school students including the authority institution that can strengthen the knowledge, attitudes, and skills through the strengthening of educational assessment by educators, educational assessment by school, and educational assessment by the Government. Based on the results of the study it can be concluded that internal assessment by teachers and school done with various techniques and procedures strengthens authentic assessment in the domain of knowledge, attitudes, and skills. External assessment is conducted by the government through the end of class survey and school final assessment by using the national standard. Graduation of student is the school’s authority by considering the results of assessment by educators, school, and government. Assessment by the government serves as a mapping and selection to higher level of education, that is junior secondary school.ABSTRAK Tulisan ini membahas penilaian hasil belajar untuk siswa sekolah dasar termasuk aspek kelembagaannya yang dapat memperkuat domain pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui penguatan penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Dari hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa penilaian internal oleh pendidik dan satuan pendidikan yang dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur dapat memperkuat penilaian otentik dalam ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian eksternal oleh pemerintah dilakukan melalui survei akhir kelas dan penilaian akhir sekolah berstandar nasional. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian oleh pemerintah berfungsi sebagai bahan pemetaan dan seleksi ke jenjang pendidikan sekolah menengah pertama.
Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Metode Diskusi Ahmad Jamalong; Indajati --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v21i1.174

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effectiveness of student learning by using group discussion method. This research was conducted in seventh grade student of SMPN 1 Sungai Kunyit, Pontianak Regency, in the academic year of 2013/2014 by using classroom action research. The research subjects were the grade seven students that consisted of 31 students chosen by using random sampling. The data were collected by using test and the action was applied by using classroom action research. The action was applied in 3 cycles on “history of Indonesia Independence”. Every cycle consisted of four stages namely planning, action, observation and reflection. The finding of this research indicated that before conducting the action, there had not been any student who achieved the minimum mastery level. After conducting the first action, the students’ learning was recorded for 58.50. In second implementation of the action, the score increased to 67.09. After the implementation of cycle 3, the score again increased to 76.93 that exceeded the minimum completion criteria that had been determined by school or civic education subject. This research concludes that the application of Group Discussion Method in civic education in SMPN 1 Sungai Kunyit improves the students’ learning outcome.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas hasil belajar siswa dengan menggunakan sebuah diskusi kelompok. Penelitian ini dilakukan pada kelas VII di SMPN 1 Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian sebanyak 31 siswa kelas VII yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan dengan tes, kemudian dilakukan tindakan menggunakan penelitian tindakan kelas. Tindakan penelitian dilakukan sebanyak 3 siklus dengan materi sejarah perkembangan proklamasi kemerdekaan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan tidak ada satu siswa yang mencapai tingkat ketuntasan. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1, belum terjadi peningkatan hasil belajar menggunakan metode diskusi kelompok. Pada pelaksanaan siklus 2, terjadi peningkatan dan hasil pelaksanaan siklus 3 terjadi peningkatan yang sangat signifikan dan melampaui kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah atau mata pelajaran PKn. Simpulan penelitian ini bahwa dengan diterapkannya metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMPN 1 Sungai Kunyit Pontianak dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa.
Efektivitas Pendirian Akademi Komunitas dalam Mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Ikhya Ulumudin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v21i1.175

Abstract

This study is aimed at figure out the suitability of study programs in the community college to the region’s potential and the level of interest of senior secondary school graduates in continuing to community college in order to support the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesia’s Economic Development (MP3EI) program. The method used was survey, while the data and information were gathered through Focus Group Discussion and questionnaire. Result showed that, study programs in Community College of Blitar were less suitable with the region’s potential, as they only represented the needs for general workforce and senior secondary school graduates were more interested in continuing their study to Blitar Community College. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian program studi pada Akademi Komunitas (AK) terhadap potensi daerah dan mengetahui animo lulusan sekolah menengah (SM) melanjutkan ke AK guna mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Data dan informasi studi dikumpulkan melalui Focuss Group Discussion (FGD) dan penyebaran kuesioner. Simpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa program studi AK di Kota Blitar masih kurang sesuai dengan potensi daerah, karena program studi hanya mewakili kebutuhan tenaga kerja secara umum saja dan AK Kota Blitar mendapatkan animo yang cukup besar dari lulusan SM.
Upaya Mengurangi Kelelahan dalam Uji Kompetensi Keahlian Otomotif di Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Uji Model Tidak Kontinyu Abdurrahman --
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v21i1.176

Abstract

The purpose of this study is intended to find strategies for the atmosphere tense of the test will not be frightening and find a model of competency test management that can reduce students’ fatigue. This study uses the Research and Development approach. The study begins from the preliminary study was followed by focus groups or focus group discussion in order to improve the model. Completion of the model begins with the refinement of model I to model II, and is terminated by validation of the model II by experts and practitioners about the feasibility of the model. There are two products in this study, they are 1) assessment manual of to be fun assessors, and 2) the discontinue model competence test. The results of the research show that of the 10 assessors models, four assessors state highly appropriate, four assessors state very appropriate, and two assessors state appropriate. Based on the assessments, the model of the study is very feasible to apply. The conclusion of the research concluded that the factors of calmness and fearlessness in doing tasks for students need to be confirmed, because these factors are really helpful to them. Students should have a break right after finishing at ask that they wil not become tired.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menemukan strategi bagaimana suasana ujian tidak mencekam dan menemukan model manajemen pelaksanaan uji kompetensi yang dapat mengurangi kelelahan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development. Penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion untuk penyempurnan model. Penyempurnaan model diawali dengan perbaikan model I menjadi model II, dan diakhiri dengan validasi model II oleh para pakar dan praktisi. Terdapat dua produk dalam penelitian ini, yaitu: 1) Panduan penilaian menjadi asesor yang menyenangkan dan 2) Uji kompetensi model tidak kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 penilai model, empat orang penilai menyatakan sangat layak sekali, empat orang penilai menyatakan sangat layak, dan dua orang penilai menyatakan layak. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa model temuan penelitian ini sangat layak diterapkan di SMK. Faktor ketenangan siswa dan bebas dari rasa takut dalam mengerjakan uji kompetensi perlu diperhatikan, dengan cara siswa perlu diberi jeda istirahat setelah selesai mengerjakan satu tugas.