cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
+62818461001
Journal Mail Official
a.basri@uin-suka.ac.id
Editorial Address
http://alisyraq.pabki.org/index.php/alisyraq/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
ISSN : 26855453     EISSN : 26858509     DOI : -
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam is a scientific journal, serves as a forum for publishing the original research articles related to Islamic guidance and counseling. The bulletin encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries in Islamic guidance and counseling including: managing of guidance and counseling. Assessment in counseling, Islamic counseling, Islamic theraphy, career development, personal and social development and academic development. All papers submitted to the journal should be written in English or Indonesian. The work should not have been published or submitted for publication elsewhere.
Articles 309 Documents
PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB STUDI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM PENDEKATAN TEKNIK SELF MANAGEMENT Ujang Yosep Ayubi
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses  dan hasil akhir Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi. Manfaat Penelitian secara teoritis, sebagai pengkajian terhadap Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi pada Mahasiswa UIN Bandung diharapkan dapat berguna dan dapat menambah wawasan dalam bidang Konseling Islam dan Komunikasi pada umumnya serta Jurusan Bimbingan Konseling Islam Khususnya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pengembangan ilmu dakwah, khususnya melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam dan juga informasi tersebut diharapkan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam rangka konseling islam. Dalam penelitian  ini  peneliti  menggunakan  pendekatan  kualitatif, yang mana pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistic dengan cara deskripsi  dalam  bentuk  kata-kata  dan  bahasa,  pada  suatu  konteks khusus  yang  alamiah  dan  dengan  memanfaatkan  berbagai  metode ilmiah dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konseli merasa lebih merasakan hidup sehat, konseli merasa mempunyai waktu yang cukup. Waktu yang cukup itu dipergunakan konseli untuk belajar. Akan tetapi konseli tidak meninggalakan organisasinya, hanya saja konseli meminimalisir kegiatan di teaternya. Dengan meminimalisir kegiatan tersebut, konseli mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat dan belajar. Konseli merasakan sudah tidak terbengkalai dalam mengerjakan tugas.
KONSELING BEHAVIORAL DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI Ismailia Muwaffaqoh Arifah; Anggraini Widyastuti
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v1i2.17

Abstract

This study discusses four ways of learning in behavioral counseling in overcoming the aggressive behavior of early childhood. Aggressive behavior is not only possessed by adults, but early childhood can get seeds to do this maladaptive behavior. Over time, children become very potential to carry out various behaviors that can endanger both themselves and others. Early understanding is important to anticipate aggressive behavior. Children's mistakes in learning and interacting in their environment need to be considered because they are a major factor in shaping aggressive behavior.
BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK SELF EFFICACY DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Atifah Hanum
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v1i1.2

Abstract

Adanya saling keterkaitan antara faktor pembawaan dan lingkungan, serta antar berbagai aspek perkembangan perlu menjadi khasanah pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanannya sebagai dasar upaya diagnosis, prognosis, dan pemberian bantuan bagi siswa. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu pilihan layanan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling untuk self-efficacy siswa dalam membantu menentukan dan mengembangkan dirinya secara optimal dan mandiri sesuai dengan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif-kuantitatif. Tujuannya yaitu untuk mendiskripsikan pelakasanaan bimbingan pribadi-sosial siswa SMK Diponegoro,  Depok, Sleman, Yogyakarta dan mendiskripsikan bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan self-efficacy tinggi dan penguatan self-efficacy rendah pada siswa di SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa kelas X PTSM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, skala,dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial di SMK Diponegoro dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, IKMS, dan papan bimbingan. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan dan penguatan self-efficacy siswa mendapatkan respon baik dengan nilai rata-rata 86,7.
KONSEP DIRI POSITIF PADA ANAK PEDAGANG ASONGAN DI SIMPANG PADANG HARAPAN KOTA BENGKULU Hermi Pasmawati; Okta Viani; Rina Qurrota Ayun; D Dellvianti
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i1.256

Abstract

This study aims to find out the positive self-concept in hawker children while on the streets with various kinds of jobs such as selling tissues, selling newspapers, selling crackers and so on. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The informant selection technique uses purposive sampling technique with the number of informants 5 people, who are male, and aged 12-16 years. Data collection techniques using observations and interviews with data analysis used Milers and Huberman models. The research findings found that there was a positive self-concept in hawker children. There are aspects of self-concept that are positf in terms of the work done, future expectations about him towards the ideals he has, and his current state of self in assessing what he does.
LAYANAN BIMBINGAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL resti oktaviani
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v2i2.30

Abstract

Anak tunagrahita yang memiliki IQ dibawah rata-rata orang normal, maka anak berkebutuhan khusus tunagrahita akan sulit berkembang dan lemah dalam segi intelektual. Jangankan dari segi intelektual, untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari saja mereka sangat bergantung kepada orang lain. Dilihat dari segi lainnya yaitu anak tunagrahita bisa di bimbing dan sedikit-demi sedikit di ubah tingkah lakunya menjadi lebih mandiri. Untuk itu di butuhkannya peran pendamping melalui layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral. Untuk mengetahui hambatan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaannya. Kemudian untuk mengetahui hasil yang di capai setelah dilakukannya proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada pembimbing dan juga orang tua siswa di SLB Mulya Bakti Bandung Barat.Layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral ini adalah suatu proses pemberian bantuan kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita dengan menggunakan teknik-teknik yang terdapat dalam pendekatan behavioral. Layanan kemandirian ini sebagai upaya meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita agar tidak terlalu bergantung pada orang lain dalam melakukan aktifitas sehari-hari.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral di SLB Mulya Bakti ini terlihat perubahan yang signifikan. Proses layanan ini dilaksanakan dengan terstruktur dan terarah melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Dalam proses tersebut menggunakan metode percontohan, pengkondisian operan, perkuatan positif, pembentukan respons dan penghapusan. Materi yang diberikan merujuk kepada indikator kemandirian sosial emosi, fisik dan fungsi tubuh,dan kemandirian intelektual. Hambatan yang terjadi dalam proses layanan bimbingan ini muncul dari faktor eksternal seperti kelengkapan fasilitas sekolah, juga faktor internal yaitu perbedaan klasifikasi dan karakter anak. Perubahan yang signifikan terjadi pada anak dengan tunagrahita ringan dan sedang, sedang anak dengan tunagrahita berat tidak terlalu signifikan perubahannya. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kemandirian menggunakan pendekatan behavioral ini dapat menjadikan anak tunagrahita menjadi lebih mandiriKata kunci : Layanan Bimbingan Kemandirian, Pendekatan Behavioral, Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita.
TIPOLOGI PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI BKI FAKULTAS DAKWAH IAIN JEMBER ANGKATAN 2016 Suryadi Suryadi; Ahmad Khoiri
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v2i1.12

Abstract

 Kampus dengan segala dinamikanya, menuntut mahasiswa untuk mematuhi semua aturan dan kewajiban kampus, salah satunya adalah belajar dan mengikuti kegiatan akademik dan non akademik di kampus. Selama menuntut ilmu di kampus. Mahasiswa harus mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh Dosen sesuai dengan format penugasan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Semua tugas yang telah dosen berikan kepada mahasiswa harus dikerjakan dan diselesaikan dengan tepat waktu. Jika mahasiswa mengalami kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai batas waktu yang telah ditentukan, sering mengalami keterlambatan, mempersiapkan sesuatu sangat berlebihan maka dapat dikatakan sebagai individu yang melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini dilakukan  dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan perspektif emik dengan rancangan studi kasus. Dari hasil penelitian perilaku prokrastinasi akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember Angkatan 2016 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: ada empat perilaku prokrastinasi akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember Angkatan 2016 (1) menunggu hasil pekerjaan teman (2) keterlambatan dalam mengumpulkan tugas, (3) irrational believe merupakan keyakinan bisa mengerjakannya nanti atau lemah dalam regulasi waktu dan, (4) tidak cocok dengan dosen. Kata kunci: Tipologi, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa dan Bimbingan dan Konseling Islam
BIBLIOTERAPI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI TAMAN BACA MASYARAKAT Hairunnisa BR Sagala
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v1i1.7

Abstract

Seeing the current phenomenon that is very easily contaminated with the flow of technology that is so fast, making teenage turmoil toward negative things that lead to poor learning motivation. Most learning motivation is influenced by extrinsic factors such as the environment and the atmosphere around it. therefore there needs to be various efforts to motivate adolescents as millennial communities whose conditions are still vulnerable and have a lot to learn. One of them can be through related research, such as this article which indeed reviews the phenomenon. At least offer one alternative, namely bibliotherapy in increasing adolescent learning motivation. This article describes the findings in the field that bibliotherapy can increase adolescent learning motivation, through the stages of identification, selection, presentation and follow-up. The setting of data collection conducted through observation, interviews and documentation is one of the Community Reading Gardens in Yogykarta, namely the Nologaten Smart Cakruk. By involving five informants. Starting from the coaches and teenagers who often interact with Smart Cakruk TBM.
MENGGALI LANGKAH PREVENTIF UNTUK MENCEGAH POSPARTUM DEPRESSION SYNDROME BAGI CALON AYAH DAN IBU PASCA MELAHIRKAN Citra Widyastuti; H Hasriani
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i1.260

Abstract

Childbirth is an event experienced by all normal women. On that occasion, generally women or parents will feel happy for the presence of the baby. However, in some cases some women experience anxiety and even depression during childbirth. Many factors affect a woman's depression after giving birth, both internally and externally. This symptom is known as postpartum depression or postparum depression syndrome. Therefore, women must prepare everything to deal with the possibilities that occur. In this journal, researchers discuss prevention efforts that can be carried out by both prospective mothers and fathers. This study uses a qualitative approach. Where in the discussion, researchers try to describe several ways of prevention after observing several local and international journals. This type of research is a literature study or literature study. The data were taken from several literature sources and analyzed to be used as the results of the discussion in this study, after which it was concluded. The purpose of this study is to analyze various ways of preventing the occurrence of postpartum depression, thus the results of this study can be a reference for further research and readers who need to be used as guidelines in preventing or overcoming postpartum depression in women or men as parents of new children. born.
PELATIHAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Weno Dwi Restu
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v2i1.33

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pelatihan komunikasi bimbingan konseling Islam untuk mengembangkan interpersonal skill mahasiswa prodi bimbingan konseling islam, dalam penelitian ini menggunakan metode Reasech and Development yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu melalui penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan kemudian menguji keefektifannya agar dapat menghasilkan produk yang berdaya guna bagi kehidupan masyarakat luas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa melalui program bimbingan dan konseling dalam melakukan pelatihan untuk mengembangkan komunikasi interpersonal skill mampu mengembangkan pemahaman mahasiswa serta menerapkan komunikasi interpersonal pada saat melakukan bimbingan dan konseling.
PENANGANAN STRESS DENGAN METODE DZIKIR LISAN DI PONDOK PESANTREN TETIRAH DZIKIR BERBAH SLEMAN Najuba Zain; Irena Wahyu Damayanti; Nikmatul Choyroh Pamungkas; Nadia Saphira
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v1i2.18

Abstract

Today's mental health issues draw great attention from the public, especially observers of health policy. Where today, mental disability is a problem that is the responsibility of all of us. Islam is a religion that gives peace to every human being through dzikir which is spoken orally, performed with the ear and cool in the heart while according to psychology it is called healing word. This study aims to determine the effect of the method of oral dhikr in dealing with mental disability problems associated with stress disorder, using field research research methods or field research with a type of qualitative research. Data collection carried out in this study through literature books, interviews and direct observation. The method of oral dhikr is applied to improve mental health carried out after prayer with dzikir together with caregivers. The results showed that the process of oral dhikr therapy in Pondok Tetirah Dzikir was quite effective in reducing and curing patients suffering from stress disorder.

Page 8 of 31 | Total Record : 309