cover
Contact Name
Fajry Sub'haan Syah Sinaga
Contact Email
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Phone
+6285647718448
Journal Mail Official
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Editorial Address
Jalan Belibis No.21 A , Air Tawar Barat, Padang Utara, Kota Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 26570599     DOI : https://doi.org/10.24036/musikolastika
Core Subject : Art,
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik FBS UNP sebagai media untuk menyalurkan pemikiran dan hasil penelitian pada domain: (1) Pertunjukan Musik; (2) Pendidikan Musik; (3) Musikologi; dan (4) Etnomusikologi dalam format artikel penelitian, artikel telaah/studi literatur, laporan kasus, serta artikel konseptual atau kebijakan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Kesenian Gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung: Kajian Tentang Bentuk Pertunjukan dan Respon Estetis Pola Tabuh Alu dan Lisung Alis Triena Permanasari; Dadang Dwi Septiyan; Syamsul Rizal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon estetis pola tabuh alu dan lisung serta bentuk pertunjukan kesenian gendreh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis data menggunakan konsep bentuk dan fungsi pertunjukan. Sasaran penelitian ini adalah kesenian gendreh di Kampung Bojong Rangkasbitung. Hasil penelitian membuktikan bahwa kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung merupakan kesenian tradisional yang lahir dan berkembang di Kampung Bojong Rangkasbitung. Penyajian kesenian gendreh memiliki beberapa komponen atau elemen-elemen, yaitu doa pambuka, gerak, desain lantai, pola tabuh, lagu/tembang dan tempat pertunjukan. Pola tabuh alu dan lisung dalam kesenian gendreh Kampung Bojong Rangkasbitung menimbulkan reaksi hingga respon estetis dari pelaku dan apresiator. Bentuk respon dari pelaku kesenian gendreh adalah secara spontan pelaku menarikan gerakan-gerakan pencak silat mengikuti pola tabuh alu dan lisung yang dimainkan oleh pemain yang terdiri dari ibu-ibu. Pemain alu dan lisung yang terdiri dari ibu-ibu juga merespon pola tabuh yang sedang dimainkannya. Respon estetis tersebut berbentuk tarian-tarian kecil seperti menggerakkan tangan dan kaki.
Pagelaran Mamaca dan Proses Menjadi Manusia Madura Panakajaya Hidayatullah
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.44

Abstract

Masyarakat Madura mewarisi tradisi sastra lisan yang sampai saat ini masih dipertahankan, yakni tradisi mamaca. Mamaca adalah salah satu seni tradisi yang hidup dalam masyarakat Madura sejak masuknya Islam ke Jawa dan Madura. Teks mamaca ada beragam jenisnya di antaranya yaitu Nor Bhuwwât (Kisah kanjeng Nabi Muhammad), Pandhâbâ (kumpulan cerita Pandawa), dan Juwâr Manik. Teks tersebut memiliki fungsi dan pemaknaannya sendiri. Biasanya pemilihan teks yang dibacakan menyesuaikan dengan konteks acaranya. mamaca biasa digunakan dalam dua jenis acara yakni acara yang bersifat sakral seperti Rokat Pandhâbâ (ruwat anak pandawa), Mèrèt Kandung (selamatan kehamilan), Molotan (peringatan maulud Nabi) dan Isra' Mi'raj (peringatan Isra' Mi'raj); serta acara yang bersifat profan yaitu kompolan mamaca (perkumpulan mamaca), arisan mamaca (arisan mamaca), dan hiburan. Bagi masyarakat Madura khususnya di Sumenep Madura, mamaca tidak hanya sekedar pagelaran seni semata namun sebuah proses untuk mengenali diri (Ngajhi Abâ’), mempelajari tatakrama (adhâb), internalisasi nilai-nilai Islam dan menjadi manusia Madura seutuhnya. Manusia Madura yang sopan, rendah hati, berbahasa halus, dan berserah diri. Perihal ini menarik untuk ditelaah, karena bertolak belakang dengan stereotype yang cenderung melekat pada masyarakat Madura sebagai masyarakat yang kasar, udik, suka berkelahi, dan keras kepala. Melalui pendekatan performance studies, pagelaran mamaca dapat ditafsir beberapa moda pertunjukannya (mode of performance) antara lain cara berpakaian yang menunjukkan simbol kehormatan dan relasi kuasanya, posisi pertunjukan, bentuk musikal yang lembut dan lambat, serta penggunaan beberapa perangkat pengeras suara yang mengingatkan akan nilai-nilai kehidupan dan sebagai simbol masyarakat komunal. KATA KUNCI : tradisi lisan, mamaca, madura, pagelaran, sumenap
Peningkatan Kompetensi Guru Seni Musik Melalui Pembelajaran Berbasis Literasi Menggunakan Pendekatan Kontekstual Irdhan Epria Darma Putra; Rudi Nofindra; Agung Dwi Putra
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya (musik) berbasis literasi yang mengedepankan pembelajaran humanistik dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Melalui pembelajaran literasi dengan memasukkan unsur kearifan lokal, diharapkan mampu mendorong guru untuk menggunakan strategi pembelajaran kontekstual agar relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seni dan budaya di sekolah menjadi sangat terbatas, salah satunya karena keterbatasan literasi. literasi yang dimaksud dapat dilakukan dengan jalan observasi, selain itu dapat pula dilakukan dengan melakukan aktivitas konkret atas realitas yang dihadapi peserta didik dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk tulisan atau karya seni. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni dan budaya.
Pemanfaatan Perangkat Teknologi dalam Pembelajaran Musik Berbasis Tematik sebagai Peningkatan Keterampilan Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar Ardipal Ardipal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.47

Abstract

Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan di era abad 21 ini, tak terkecuali diperlukan oleh guru. Pemanfaatan teknologi oleh guru dalam proses pembelajaran, menjadikan proses pembelajaran tersebut lebih berkualitas dan bermakna, antara lain dapat meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pemrosesan informasi, berpikir reflektif dan kritis, kreativitas dan, secara umum meningkatkan keterampilan metakognitif. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi perangkat teknologi yang digunakan oleh guru dalam mengajar musik berbasis tematik di sekolah dasar. Sebanyak 27 guru dari 9 sekolah dasar di kota Padang, Sumatera Barat disurvei menggunakan kuesioner. Selain itu, guru diwawancarai terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran musik berbasis tematik. Temuan studi ini menunjukkan bahwa sebanyak 48,1 % (13 guru) menggunakan smart-phone dalam proses pembelajaran musik berbasis tematik; 33,3 % (9 guru) menggunakan notebook; dan 18,5 % (5 guru) tidak menggunakan perangkat teknologi. Langkah-langkah yang direkomendasikan untuk memperbaiki situasi saat ini adalah dapat memberikan edukasi dan wawasan pada guru di sekolah dasar dalam pemanfaatan perangkat teknologi yang terbukti berguna untuk pertimbangan global.
Metode Pengumpulan Data Penelitian Musik Berbasis Observasi Auditif Ichsan Ichsan; Arhamudin Ali
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.48

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan potensi pengetahuan auditif sebagai teknik observasi dalam suatu penelitian musik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kajian musikologi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa teknik observasi auditif merupakan sebuah tawaran teknik observasi pada suatu penelitian yang dapat digunakan bukan hanya pada domain penelitian musik, akan tetapi dapat juga digunakan pada jenis penelitian lainnya yang bersifat antropologis dan fenomenologis. Teknik observasi merupakan teknik yang sangat lazim digunakan dalam penelitian kualitatif. Penelitian berbasis teknik observasi dalam suatu penelitian telah lama didominasi oleh observasi secara visual dibandingkan secara auditif yang sampai saat ini jarang sekali digunakan.
Analisis Tekstual Koyunbaba Karya Carlo Domeniconi: Bentuk dan Struktur Bagian I Moderato Birul Walidaini
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur musik bagian I Moderato dari Koyunbaba karya Carlo Domeniconi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu teks atau partitur lagu Koyunbaba (Suite Für Gitarre Op.19) karya Carlo Domeniconi. Penelitian difokuskan pada bentuk dan struktur musik dari koyunbaba bagian pertama yaitu I Moderato. Data utama dalam penelitian ini adalah teks atau partitur dari koyunbaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah birama dalam bagian pertama I Moderato ini adalah empat puluh dua birama. Setelah dianalisis strukturnya berdasarkan ilmu bentuk dan analisis musik, maka terdapat delapanperiode atau kalimat yang didalam setiap periode berisikan anak kalimat dan motif. Pada bagian pertama I Moderato, motif-motif yang dituliskan merupakan motif yang berpotensi diulang pada bagian-bagian selanjutnya. Bagian pertama ini juga berfungsi sebagai introduction atau pengenalan terhadap karya koyunbaba ini. Dalam bagian pertama ini ditemukan motif-motif yang cukup beragam karena dalam sejarahnya karya ini merupakan hasil improvisasi yang dituliskan ke dalam partitur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6