cover
Contact Name
Fajry Sub'haan Syah Sinaga
Contact Email
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Phone
+6285647718448
Journal Mail Official
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Editorial Address
Jalan Belibis No.21 A , Air Tawar Barat, Padang Utara, Kota Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 26570599     DOI : https://doi.org/10.24036/musikolastika
Core Subject : Art,
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik FBS UNP sebagai media untuk menyalurkan pemikiran dan hasil penelitian pada domain: (1) Pertunjukan Musik; (2) Pendidikan Musik; (3) Musikologi; dan (4) Etnomusikologi dalam format artikel penelitian, artikel telaah/studi literatur, laporan kasus, serta artikel konseptual atau kebijakan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Apresiasi Lintas Genre Musik Indonesia Melalui Synchronize Festival Dadang Dwi Septiyan
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.57

Abstract

Synchronize Festival merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audiens untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari, tiga malam, menikmati suguhan 100-an pertunjukan terkurasi dari artis-artis terbaik tanah air yang datang dari dekade 1970-an, 1980-an, 1990-an hingga 2000-an. Melihat popularitas Synchronize Festival yang digandrungi oleh penikmat musik lintas genre di Indonesia, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi deskriptif tentang kontribusi yang diberikan Synchronize Festival terhadap pendidikan apresiasi musik lintas genre musik. Hasil penelitan menunjukan bahwa, Synchronize Festival dapat meng-capture industri musik tanah air dan berupaya memfasilitasi seluruh genre musik, termasuk musik-musik yang dianggap “norak”. Salah satu karakter Synchronize Festival yaitu mengundang musik-musik yang kesannya sudah tertinggal kemudian dikenalkan kembali kepada penonton, yang pada akhirnya mengedukasi penonton yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi banyak pengetahuan baru yang didapat setelah hadir dalam Synchronize Festival.
Video Interaktif Materi Tangga Nada Sebagai Media Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19 Arta Mulya Budi; Heni Siswantari
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.58

Abstract

Pada era pandemi Covid-19 ini, pemanfaatan teknologi memiliki dampak baik bagi peserta didik sekolah dasar maupun guru. Pembelajaran pada era pandemi mengalami beberapa perubahan yang salah satunya adalah pembelajaran daring atau online. Pemanfaatan teknologi berupa media video interaktif pembelajaran dapat mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diajarkan meskipun tidak melakukan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subyek peserta didik kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan observasi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui penerapan media video interaktif kedalam pembelajaran SBdP secara online selama pandemi berlangsung. Hasil akhir pada penelitian ini adalah media video interaktif yang dijalankan sesuai dengan prosedur penggunaan dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran SBdP di era pandemi Covid-19.
Dialektika Musik Tradisi atas Musik Modern pada Musik Hybrid di Keraton Yogyakarta Michael Hari Sasongko; Supriyadi Supriyadi
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.59

Abstract

Pemikiran modern bersifat anti-tradisi,akan tetapi di dalam musik Mars Tradisional Keraton Yogyakarta bertemu dan berdialektika dengan musik Barat (yang melahirkan pemikiran modern sejak Renaisans. Melalui metode dialektika ala Hegel yang dikembangkan Arato Gebhardt, pertemuan ini menghasilkan sintesis, yakni lagu hybridKeraton, baik instrumen maupun tangga nada dimana kedua unsur kebudayaan hadir bersamaan dalam sebuah pertunjukan musik. Dialektika ini pada hakikatnya adalah“rekonsiliasi”. ​Fenomena inimerupakan perjuangan atas "kesetaraan kekuasaan" sebagai strategi kebudayaan dalam menghadapi dominasi penjajah. Dominasi penjajah ini meliputi segala aspek dari ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, dan sebagainya, yang membuat bangsa Indonesia (Boemi Poetera) tidak dapat bergerak.
Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Karawitan Jawa Christina Dwi Hartanti
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.60

Abstract

Karawitan Jawa (Javanese Gamelan Orchestra) masih diminati sebagian orang Jawa. Dari perspektif pendidikan musik, orang-orang Jawa tidak mengalami banyak kesulitan dalam bermain gamelan sebab musik tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi mereka. Namun tidak demikian bagi mereka yang tidak terbiasa dengan musik Jawa, terutama jika dikaitkan dengan istilah-istilah Jawa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata/istilah dalam gamelan Jawa tidak hanya berhenti pada makna, tetapi lebih dari itu menjadi stimulus, sedemikian rupa, sehingga pembelajar/pemain gamelan merespons stimulus tersebut menjadi perilaku musikal. Penelitian ini berada dalam ranah konseptual dengan beberapa pendekatan psikologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, antusiasme akan mendorong pembelajar untuk mendalami karawitan dengan lebih dalam, terutama nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian Jawa tersebut (behind the text) seperti nilai filosofis, sosial, kebijakan lokal, norma kemanusiaan, nilai keugaharian, nilai kerohanian, dan terutama untuk memperoleh ‘roso’ yang merupakan ‘roh’ dari estetika Karawitan Jawa.
Makna Semiotik Kesenian Buncis Angklung bagi Masyarakat Desa Tanggeran di Banyumas Rifiana Abdul Razzak
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.64

Abstract

Seni dikatakan sebagai sebuah ekspresi manusia yang bersifat estetis dalam kehidupan masyarakat memiliki makna semiotik yang beragam. Buncis Angklung merupakan kesenian tradisional yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Desa Tanggeran dan memiliki makna semiotik bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan mendeskripsikan perwujudan makna semiotik kesenian Buncis Angklung yang berasal dari Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data seni dilakukan pada aspek intra dan ekstraestetik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kesenian Buncis Angklung memiliki rangkaian tahapan pertunjukan, yaitu tahap sebelum pertunjukan, saat pertunjukan, dan setelah pertunjukan. Pertunjukannya berupa tarian yang penarinya memainkan angklung sebagai iringan tarinya. (2) Dalam teks pertunjukan Buncis Angklung ditemukan adanya makna religius dan makna relasi.
Analisis Musik Iringan Lagu Aneuk Yatim Ciptaan Rafly Kande Haria Nanda Pratama; Abdul Rozak; Rico Gusmanto
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.66

Abstract

Lagu Aneuk Yatim merupakan karya musik bergenre pop ciptaan Rafly pada tahun 1999 yang menceritakan tentang keadaan sosial kehidupan anak-anak di Aceh terkait peristiwa konflik dan tsunami di tahun 2004, dan mencapai puncak popularitasnya baik secara lokal maupun nasional. Lagu Aneuk Yatim memiliki penggunaan instrumen dan harmoni iringan yang khas dalam kalimat lagu dengan harmoni iringan dan tangganada konvensional (background harmony). Hal tersebut menjadi rangkaian pendukung melodi yang dimainkan untuk menciptakan kesan dan pesan pada lagu. Penelitian ini mencoba untuk menguraikan dan mengidentifikasi penggunaan instrumen musik dan harmoni iringan pada lagu Aneuk Yatim, yang nantinya bisa dijadikan rujukan bagi peneliti dalam menganalisis karya musik lagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Selanjutnya, pendekatan yang dilakukan untuk mempermudah pencarian data dilakukan dengan etik dan emik agar tercapainya kelancaran dalam proses pencarian sampai dengan pengelolaan data untuk mengindentifikasi penggunaan instrumen musik dan harmoni iringan pada lagu Aneuk Yatim. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang terkait subjek maupun objek dengan cara berinteraksi langsung melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan partisipan. Penggunaan instrumen dalam lagu Aneuk Yatim terdiri dari accoustic guitar, keyboard, electric bass, dan drum set. Instrumen acoustic guitar, keyboard, dan electric bass merupakan instrumen melodis dan instrumen harmonis yang digunakan sebagai instrumen dalam memainkan melodi pada interlude, serta instrumen harmonis yang memainkan akor sebagai iringan pada melodi pokok. Harmoni iringan dan tangganada pada lagu Aneuk Yatim ini, seperti tangganada minor asli maupun minor harmonis, serta harmoni yang dipakai seperti akor I-IV-V (G-C-D

Page 1 of 1 | Total Record : 6