cover
Contact Name
Dr. Abizal Muhammad Yati, LC, MA
Contact Email
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285260912966
Journal Mail Official
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam, Banda Aceh - Aceh 23111 HP: 0852-6091-2966 Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 2598585X     EISSN : 26144980     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup kajian keilmuan dalam Jurnal At-Taujih meliputi, ilmu Bimbingan Islam, Konseling Islam, Konseling Barat, dan khazanah keilmuan lainnya yang dikaitkan dengan konsep keislman.
Articles 144 Documents
NILAI-NILAI KONSELING BERBASISI ISLAM SOLUTIF DI KALANGAN MASYARAKAT ACEH Iskandar Ibrahim
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.048 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i1.7212

Abstract

Islam yang ditampilkan dalam wajah Rahmatan lil `alamin inilah yang penulis maksudkan dengan Islam solutif. Islam solutif merupakan suatu pemahaman tentang karakteristik Islam yang mampu memberikan pencerahan dan kontribusi dalam berbagai aspek persoalan manusia dan sendi-sendi kehidupannya. Islam solutif merupakan suatu pandangan hidup yang menjadi tujuan pencaharian manusia dalam hidupnya. Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Islam Aceh Raya Darussalam telah mencapai puncaknya. Hal ini tentu karena dorongan spirit Islam dari diri sultan dan dukungan ulama yang ada disekitar sultan. Banyak kemajuan, baik dalam segi pengembangan agama Islam, konseling, politik, maupun kegiatan ekonomi. John Davis, yang pernah datang ke Aceh menceritakan tentang bagaimana kebesaran Kerajaan Islam Aceh Raya Darussalarn, ia mengungkapkan bahwa Istana Kerajaan Aceh yang letaknya setengah mil dari kota merupakan kerajaan yang sangat megah, luas dan besar. Di istana inilah sebagian besar kegiatan kebudayaan dilaksanakan, hampir setiap minggu, menurut Davis diadakan upacara terutama alam hubungan dengan penyambutan tamu. Negara Perancis juga mengadakan hubungan dengan kerajaan Aceh Darussalam. De Beaulieu, seorang kepala rombongan utusan Raja Prancis telah juga datang ke Kerajaan Aceh Darussalam dengan membawa sepucuk surat yang akan diserahkan kepada Sultan Iskandar Muda dimana Raja Perancis bermaksud untuk mengadakan hubungan bilateral dengan kerajaan Aceh Darussalam, karena mereka tahu kerajaan Aceh Darussalam sudah terkenal hingga ke manca negara. Davis juga mencatat bahwa pada abad ke-17 kesan tentang kehidupan yang dinamis sangat bergelora di Aceh Darussalam. Key Words:  Nilai, konseling, Islam, Aceh
URGENSI LAYANAN KONSELING ISLAM PADA UIN AR-RANIRY M. Jamil Yusuf
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.465 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i2.7201

Abstract

Layanan konseling pada perguruan tinggi merupakan layanan bantuan kepada mahasiswa yang dilakukan secara berkesinambungan agar mahasiswa dapat memahami diri, mengarahkan diri dan mampu bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan kampus, keluarga, masyarakat dan kehidupan dalam arti yang lebih luas. Oleh karena itu, layanan konseling pada UIN Ar-Raniry harus ditujukan untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa agar mencapai perkembangan diri sebagai makhluk sosial. Untuk itu perlu dikembangkan komponen-komponen layanan, kegiatan manajemen, tata kerja, infra struktur, pengadaan tenaga konselor dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan.  Kata Kunci: Urgensi, Konseling Islam, UIN Ar-Raniry 
KONSEP KONSELING INDIVIDUAL DALAM PROSES PENYELESAIAN PERSELISIHAN KELUARGA Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.784 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i1.7189

Abstract

Konsep konseling individual merupakan hal yang sangat efektif untuk dapat menyelesaikan perselisihan dalam keluarga. Konsep konseling individual dalam menyelesaikan perselisihan dalam keluarga melalui tujuh langkah yaitu 1. Memberi kepedulian dan keprihatinan pada klien 2.Membangun hubungan saling percaya, keterbukaan dan kejujuran antara konselor dan individu yang bermasalah, 3. Menentukan tujuan dan eksplorasi masalah , 4. Membahas masalah yang prioritas dari banyaknya masalah, 5.menumbuhkan kesadaran pada individu yang bermasalah, 6. Individu yang bermasalah harus melakukan suatu tindakan untuk menyelesaikan masalahnya dan 7. Mengevaluasi  atau menilai hasil konseling. Konseling individual merupakan upaya untuk menggali emosi, pengalaman dan pemikiran klien, melalui pemberian informasi-informasi tentang keharmonisan rumah tangga, mengidentifikasi penyebab masalah dan pada akhirnya melakukan mediasi.
PENGEMBANGAN INVENTORI RESILIENSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG Muhammad Sholihuddin Zuhdi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.023 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i1.7208

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress, masa di mana remaja sedang bergejolak dan berisi konflik serta perubahan suasana hati. Tugas perkembangan remaja yang akan memasuki masa dewasa awal, menuntut perubahan besar dalam berfikir dan bertindak, dari hal tersebut kemandirian merupakan hal yang paling utama menjadi dasar dalam perkembangan selanjutnya. Untuk mencapai kemandirian, banyak hambatan umum yang ditemui pada masa remaja, diantaranya terlalu lama diperlakukan seperti anak-anak, perubahan peran dari anak-anak menjadi dewasa, ketergantungan kepada orang lain terutama pada orang tua yang terlalu lama dan terlambat dalam kematangan sehingga kurang mampu menguasai tugas-tugas perkembangan.Hambatan-hambatan remaja tersebut banyak ditemukan pada masa remaja akhir khususnya pada Mahasiswa. Tuntutan dan harapan untuk mencapai tujuan bagi mahasiswa sering mendapatkan hambatan sehingga tidak semua mahasiswa dapat memenuhi tuntutan tersebut. Setiap mahasiswa memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi stresor yang ada. Individu yang mampu bertahan tentunya mempunyai sikap dalam menghadapi stress sehingga setiap mahasiswa harus bisa menjadi resilien. Resiliensi  sangat penting untuk dikembangkan dalam diri mahasiswa, maka perlu pula disusun sebuah instrument untuk mengetahui tingkat resiliensi  mahasiswa, karena selama ini konselor khususnya belum mempunyai alat ukur resiliensi  sebagai langkah awal pengembagan resiliensi  mahasiswa untuk itu perlu dikembangkan instrumen berbentuk inventori mengenai resiliensi. Penelitian ini dititik beratkan pada  ruang   telaah   mahasiswa bimingan dan konseling IAIN Tulungagung. Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana mengembangkan inventori yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai? Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitannya menggunakan model pengembangan selanjutnya prosedur pengembangan dan uji coba produk. Hasil penelitannya adalah (1) Inventori Resiliensi  sangat mudah untuk digunakan karena terdapat petunjuk yang jelas dalam pengerjaanya, (2) Berdasarkan penilaian ahli isi dari inventori Resiliensi  yang dikembangkan telah sesuai dengan kondisi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Tulungagung, (3) Berdasarkan uji kelompok kecil menunjukan bahwa inventori Resiliensi  diterima baik oleh mahasiswa, (4) Inventori Resiliensi  memiliki keterbatasan dan kelemahan yang masih memerlukan perbaikan dan pengembangan selanjutnya. Kata Kunci: Inventori, Resiliensi, Mahasiswa
CASUAL FACTROS OF CRIMINAL BEHAVIOR IN PUNJAB, PAKISTAN Syed Muzaffar Hussain shah; Saralah Devi Mariamdaran; Rana Zafar Iqbal; Mohan a/l Rathakrishnan; Saria Aleem
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.463 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i1.7195

Abstract

This study was conducted to find out the casual factors of criminal behavior in, Punjab Pakistan. Punjab is the largest province of Pakistan and crime ratio is also highest in this province. A questionnaire of 114 items was constructed through focus group discussion, Literature and DSM-5. Five point Likert scale was used to measure the casual factors. Data was collected from 200 criminals who conducted the crime more than one time. Data was collected from District jails of Multan and Vehari from south Punjab. Mean value was selected as 2 for mentioning a factors as cause of criminal behavior which indicate the presence of a factor. In last 20 factors were mentioned as casual factors of criminal behavior including physical abuse in schools, stubbornness in childhood, feelings of hopelessness and helplessness in childhood, strict family restrictions in childhood. Failure in intimate relations, high media exposure, short temperament, feelings of revenge and deprivation in childhood. Most of the criminals found to get their primary and secondary education in schools whereas there were lowest ratio of criminals who get religious education. There is needed to make policies to reduce these casual factors to control crime in Pakistan. Key Words: Crime, Criminal Behavior, Criminal Tendency, Criminal Factors, Causes of Crime. 
PENERAPAN BIMBINGAN KARIER TERHADAP MINAT SISWA SEKOLAH LANJUTAN Muslima Muslima
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.301 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i2.6529

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh layanan bimbingan karier  terhadap peningkatan minat karier siswa di MAN 5 Bireun, dengan membantu siswa agar dapat meningkatkan minat terhadap perkembangan karier sekolah lanjutan. Dengan  mengembangkan minat karier yang sesuai dengan bakat dan minat siswa sendiri, dan untuk mengetahui informasi secara objektif mengenai gambaran umum minat karier dalam memilih karier yang sesuai dengan perkembangan siswa. Metode penelitian yang digunakan pre-experimental designs dengan jenis desain one grup pretest-posttest dengan melibatkan satu kelompok yang diberi pretest, kemudian diberikan treatment dan diberi post-test. Keberhasilan treatment akan didapatkan dengan membandingkan nilai pretest dan posttest. Subjek penelitian sebanyak 20 orang yang dipilih secara proposive dari 100 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan minat karier rendah: tidak konsisten dalam mengerjakan suatu kegiatan, mudah merasa jenuh, tidak adanya kecenderungan atau ketertarikan pada kegiatan dan mata pelajaran Namun permasalah dapat diatasi secara baik dengan memberikan layanan bimbingan karier, siswa yang mengikuti kegiatan bimbingan karier dapat secara langsung memperoleh informasi dan arahan megenai perkembangan kariernya. Dalam penelitian ini pengaruh bimbingan karier terhadap minat karier siswa, dapat dilihat dengan kriteria siswa  tidak konsisten dalam mengerjakan suatu kegiatan,  tidak mengetahui keterampilan dan mata pelajaran yang disukai dan dikuasai. Siswa merasa ketertarikan terhadap suatu kegiatan yang disukai dan mulai fokus dalam melakukan kegiatan disekolah. Kata kunci: bimbingan karier dan minat karier
STRATEGI RASULULLAH DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH PADA PERIODE MEKKAH M. Fathir Ma‟ruf Nurasykim
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.739 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i1.7214

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi Rasulullah dalam mengembangkan dakwah pada periode Mekkah dan bagaimana peluang serta tantangan dakwah Rasulullah pada periode Mekkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Rasulullah serta berbagai peluang untuk menghadapi tantangan dan rintangan dalam mengembangkan dakwah pada periode Mekkah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian studi tokoh dengan pendekatan sejarah. Sumber data penelitian terdiri dari buku utama sebagai sumber primer, yaitu buku Sirah Nabawiyah Sejarah Hidup Nabi Muhammad tulisan Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dan buku sekunder serta beberapa literature dan tulisan. Pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah dalam mengembangkan dakwahnya di Mekkah menggunakan beberapa strategi pertama yang dilakukan adalah berdakwah secara personal dan tertutup serta tersembunyi khususnya kepada keluarga terdekat, membentuk kader dakwah dan pelatihan praktek ibadah di rumah al-Arqam bin Abil Arqam, memperkuat hubungan dan dukungan kepada keluarga. Strategi selanjutnya adalah dakwah terang-terangan di bukit Shafa, mencari suaka politik untuk perlindungan, melakukan pawai, menawarkan Islam kepada kabilah dan individu, melakukan dakwah pada musim haji, mengadakan pertemuan pada musim haji secara sembunyi, serta  mengikat komitmen dengan melakukan pembai‟atan. . Peluang dakwah rasul yaitu adanya  dorongan dan kasih sayang serta bantuan ekonomi dari Khadijah al-Kubra, kontribusi dana dan motivasi dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin „Affan, adanya perlindungan dari Abu Thalib, sikap raja Habasyah mengizinkan serta melindungi kaum muslimin. Tantangannya ialah mendapat ancaman, penyiksaan dan pembunuhan para sahabat, diboikot secara menyeluruh, mendapat perlakuan buruk ketika hijrah ke Thaif, dan adanya kesepakatan untuk membunuh Nabi. Kesimpulannya, bahwa dengan adanya strategi dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah, maka mencapai kesuksesan dakwah dalam membumikan seluruh Mekkah dengan ajaran-ajaran Islam. Sikapnya yang pantang menyerah membuat kaum kafir Quraisy gentar dan pada akhirnya tidak mampu membendung ghirah dakwah. Kata kunci : Strategi, Pengembangan, Dakwah, Peluang 
PENTINGNYA BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA Zamratul Aini; Rizka Heni
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.417 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i2.7202

Abstract

Belajar merupakan kewajiban bagi siswa, siswa sebagai subjek belajar di sekolah dituntut untuk memiliki pengelolaan waktu belajar yang baik dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga membutuhkan pemanfaatan waktu secara baik, agar semua kegiatannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta terhindar dari penundaan atau disebut prokrastinasi. Prokrastinasi akademik merupakan kebiasaan yang harus ditinggalkan dalam mencapai kesuksesan belajar. Akan tetapi yang banyak terjadi pada siswa yaitu menunda-nunda dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Banyak hal yang menyebabkan siswa melakukan prokrastinasi dengan alasan, siswa berfikir masih banyak waktu untuk mengerjakan tugas, siswa tidak menyukai mata pelajaran tersebut sehingga malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Kerugian yang dihasilkan dari perilaku prokrastinasi adalah tugas tidak terselesaikan, atau terselesaikan namun hasilnya tidak maksimal karena sudah deadline, sehingga menimbulkan kecemasan sepanjang waktu pengerjaan tugas, yang berakibat jumlah kesalahan cenderung tinggi karena individu mengerjakan dalam waktu yang sempit. Selain itu, siswa yang melakukan prokrastinasi akan sulit berkonsentrasi karena ada perasaan cemas, sehingga motivasi belajar menjadi rendah, tidak percaya diri, mengganggu pencapaian akademis, kecakapan untuk menguasai kelas, serta kualitas hidup. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang konselor yang prfesional dan kompeten untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling yang efektif kepada siswa yang mengalami masalah tersebut dan mengurangi prilaku prokrastinasi siswa. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh guru BK/Konselor untuk siswa yang mengalami prokrastinasi yaitu dengan berbagai macam layanan bimbingan dan konseling.  Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Prokrastinasi Akademik  
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Jurnal At-Taujih Vol.3 No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v3i1.7235

Abstract

Masa remaja merupakan suatu periode yang penuh dengan perubahan serta rentan munculnya masalah terutama yang berhubungan dengan perasaan atau kesadaran akan jati dirinya. Remaja dihadapkan pada berbagai pertanyaan menyangkut keberadaan dirinya, masa depannya,peran-peran sosialnya dalam keluarga dan masyarakat serta kehidupan beragama. Ada tiga lingkungan perkembangan yang harus dijalani oleh remaja  yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan teman sebaya.  Yang paling berperan adalah lingkungan keluarga karena kehidupan individu sejak awal berada dalam keluarga. Keluargalah yang memenuhi segala kebutuhan remaja baik kebutuhan fisik maupun psikologis.  Kenakalan remaja merupakan salah satu perilaku menyimpang yang  perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap proses penyelesaiannya karena merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa transisi remaja merupakan masa yang paling menentukan. Adapun beberapa peran yang dapat dilakukan orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja meliputi proses pembinaaan dan bimbingan yang dilakukan oleh keluarga.  Orang tua berusaha menciptakan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja serta membantu remaja dalam proses penyesuaian diri dan sosialnya.Kata kunci : Lingkungan Keluarga. Kenakalan Remaja
MENEGASKAN DEFINISI BIMBINGAN KONSELING ISLAM, SUATU PANDANGAN ONTOLOGIS Sugandi Miharja
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Jurnal At-Taujih Vol.3 No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v3i1.6956

Abstract

Membentangkan definisi bimbingan konseling Islam tidak mudah, terlebih lagi sifat bimbingan konseling Islam merupakan integrasi religi, teoritis, dan empiris. Keberadaannya bersinggungan dengan realitas di para pelaku sekitarnya. Dalam sorotan historis, perbedaan antara konseling Islam dengan konseling pada umumnya dalam kemungkinan mempengaruhi atau dipengaruhi. Tujuan penelitian ini untuk membentangkan definisi bimbingan konseling Islam, kajian atas pola pemikiran falsafah Islam dan konvensional, serta dinamika dalam upaya rumusan yang menyeluruh. Penelitian menggunakan kepustakaan (library research). Jenis penelitian termasuk kualitatif deskriptif pada literatur-literatur dan sumber-sumber, dan atau penemuan terbaru mengenai bimbingan konseling. Sifat penelitian kepustakaan ini kajian kritis dan historis. Pengumpulan data dalam bentuk verbal simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan definisi bimbingan konseling Islam telah menunjukkan ketegasan pada misi Islam. Unsur-unsur definisi dalam bimbingan konseling Islam, setidaknya mencakup: (1) layanan yang proaktif, bukan apatis apalagi pasif, (2) dilakukan oleh ahli, (3) dilakukan kepada individu, baik dalam konseling perorangan maupun kelompok dan massal, (4) berupa nasehat, dukungan, dan saran yang sesuai dengan kaidah agama Al-Qur'an, Sunnah dan turunannya, (5) ditujukan untuk mengembangkan diri, mencegah penistaan dan memecahkan masalah agar individu dapat mengoptimalkan potensi, (6) memperhatikan aspek jasmani, rohani dan lingkungan, (7) meraih kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.

Page 3 of 15 | Total Record : 144