cover
Contact Name
Dr. Abizal Muhammad Yati, LC, MA
Contact Email
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285260912966
Journal Mail Official
fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam, Banda Aceh - Aceh 23111 HP: 0852-6091-2966 Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 2598585X     EISSN : 26144980     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup kajian keilmuan dalam Jurnal At-Taujih meliputi, ilmu Bimbingan Islam, Konseling Islam, Konseling Barat, dan khazanah keilmuan lainnya yang dikaitkan dengan konsep keislman.
Articles 144 Documents
PENERAPAN KONSELING MENGGUNAKAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI PROKRASTINASI AKADEMIK Aziz Inmas Prasetya
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v4i1.11419

Abstract

Prokrastinasi dapat diartikan sebagai suatu perilaku menunda pekerjaan untuk melakukan sampai waktu atau hari berikutnya. Kecenderungan yang terjadi dan sering dilakukan oleh banyak peserta didik adalah penundaan yang dilakukan dengan tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh pendidik dengan tidak  mempunyai perencanaan penggunaan waktu yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik self management dalam konseling individual untuk mereduksi prokrastinasi pelajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode tindakan. Subjek merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi suasta Yogyakarta. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konseling individual menggunkan teknik self management dapat mereduksi prokrastinasi akademik konseli, ditunjukan dengan adanya perubahan sikap prokrastinasi akademik konseli seiring setelah dilakukan konseling menggunkan teknik self management.
MENINGKATKAN PROFESIONALITAS LULUSAN PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM M. Jamil Yusuf
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.12724

Abstract

Profesionalitas sebagai suatu keterampilan untuk mampu bertindak secara professional adalah sebuah tuntutan yang wajib dikuasai oleh seseorang lulusan S-1 sesuai dengan bidang kesarjanaannya. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan pendidikan akademik (Sarjana Konseling Islam)  dan sedang berjuang untuk dapat menyelenggarakan pendidikan profesi (Konselor Islam) secara otomatis memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas lulusannya mencakup kompetensi akademik dan kompetensi profesional sebagai satu keutuhan.  Prodi BKI dalam mengemban tugas ini juga menghadapi tantangan yang bersifat internal mengenai terbatasnya sumber daya tenaga pendidik berkualitas dan linier dengan bidang ilmu yang dikembangkannya. Di samping itu, Prodi BKI juga menghadapi tantangan eksternal di era disrupsi yang amat sukar diprediksi arah perkembangannya. Solusi yang ditawarkan di sini adalah uji kompetensi terhadap para lulusan dengan pendekatan analisis SWOT dan difokuskan ketika mereka hendak memasuki dunia kerja. Kepada para lulusan  diajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan factor kekuatan (S) dan kelemahan (W) yang ada pada dirinya, serta factor peluang (O) dan factor ancaman (T) yang terbentang di hadapan diri mereka. Dengan hasil ujia kompetensi ini diharapkan Pengelola Prodi BKI dapat menyusun strategi pemantapan kekuatan (S) dan memperbesar peluang (O), serta membenahi factor-faktor kelemahan (W) dan mengurangi factor-faktor ancaran/hambatan (T) untuk diterapkan dalam pengelolaan program studi, sekaligus diharapkan para lulusan dapat memasuki dunia kerja sesuai kompetensi akademik dan kompetensi profesionalnya.
KONSELING LINTAS BUDAYA DAN AGAMA SEBAGAI SOLUSI FENOMENA KOREAN WAVE DAN K-POPERS mansyur s
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.13432

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena Korean Wave dan K-popers di kalangan generasi muda khususnya remaja Indonesia. Fenomena Korean Wave dan K-popers di Indonesia tidak terlepas dari dampak globalisasi sehingga mengakibatkan budaya lokal atau budaya asli Indonesia makin terkikis dan bahkan jika tidak diantisipasi atau dicarikan solusinya maka budaya lokal akan hilang sama sekali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  library research atau penelitian kepustakaan dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan memahami dan menganalisis berbagai tulisan atau karya-karya sebelumnya. Pengumpulan datanya diambil dari berbagai buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan tema dan pembahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Korean Wave dan K-popers merupakan ancaman yang serius bagi budaya Indonesia. Korean Wave dan K-popers tidak hanya dapat melemahkan budaya lokal, tapi juga dapat merubah perilaku dan gaya hidup remaja Indonesia. Kemudian sebagai solusi yang dapat dilakukan dalam menanggulangi persoalan ini adalah konseling lintas budaya dan agama. Konseling lintas budaya dan agama dipandang tepat karena memiliki karaktersitik, spesifikasi dan perhatian khusus terhadap budaya serta perubahan perilaku remaja.
TERAPI BEHAVIOR DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Upaya Penanganan Perilaku Maladaptif Remaja Pecandu Game Online) Mahdi Mahdi NK
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.13730

Abstract

Remaja merupakan tahap kritis yang memerlukan perhatian khusus agar ia terhindar dari perilaku yang menyimpang dan maladaptif yang dapat menimbulkan konflik, pertengkaran, tindak kekerasan dan perilaku antisosial lainnya. Salah satu pemicunya diakibatkan intensitas dan kecanduan mereka memainkan game online. Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa terapi atau konseling behavioral mampu mengubah perilaku maladaptif seseorang kepada perilaku yang baru. Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui konsep terapi behavioral dalam perspektif Islam dan konsep tersebut mampu mengatasi perilaku maladaptif remaja. Kajian ini merupakan hasil studi literatur yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep terapi behavioral dalam pandangan Islam dan implementasinya dalam menangani perilaku maladaptif remaja pecandu game online. Data dalam tulisan ini bersumber dari literatur yang berkaitan dengan tema permasalahan, kemudian dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Diketahui bahwa terapi behavioral dalam perspektif Islam disebut juga dengan istilah taubat. Dimana ini merupakan suatu aktivitas perubahan perilaku maladaptif yang dilakukan seorang individu menuju perilaku yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Penerapan terapi ini berguna untuk memperoleh tingkah laku baru, penghapusan tingkah laku para remaja yang maladaptif serta memperkuat dan mempertahankan tingkah laku yang diinginkan. Tujuannya adalah memiliki perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam agar mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Kata kunci: terapi behavior, perilaku maladaptif, remaja
BIMBINGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN PERENCANAAN KARIR DI PANTI ASUHAN ‘AISYIYAH 02 TLATAR BOYOLALI bilkhis sri maharini
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.11843

Abstract

 AbstrakRasa percaya diri yang rendah pada individu bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya karena kondisi diri pada anak panti asuhan. Perencanaan karir merupakan suatu proses pemilihan sasaran karir serta cara atau tahapan untuk mencapai sasaran karir yang didasarkan atas potensi yang di miliki. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan bimbingan kepercayaan diri dan perencanaan karir pada anak di Panti Asuhan ‘Aisyiyah 02 Tlatar Boyolali. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Panti Asuhan ‘Aisyiyah 02 Tlatar Boyolali dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan melakukan bimbingan konseling islam yang berupa public speaking dan writting. Informan dalam penelitian ini adalah kepala panti, ketua asrama, pembimbing, dan enam anak panti asuhan. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwasanya, anak melaksanakan bimbingan dengan peneliti, mereka melakukan latihan ceramah atau tausyah dihadapan teman-temannya dan pengurus. Berdasarkan motivasi intrinsik (dari dalam), dan motivasi ekstrinsik (dari luar). Terbukti, anak dapat menunjukan bahwa rasa percaya diri anak saat melakukan latihan terlihat sangat bagus dan juga terlihat ketika mereka menyapa tamu yang datang dan terlihat ketika mempunyai waktu senggang mereka mengisi waktu luang tersebut dengan kegiatan yang positif, seperti bersih-bersih lingkungan sekitar, membaca buku, ataupun kegiatan lainnya.Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Kepercayaan Diri, Perencanaan karir,  
DZIKIR DAN UPAYA PEMENUHAN MENTAL-SPIRITUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Umar Latif
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.13729

Abstract

Dzikir adalah ikhtiyar sunggu-sungguh mengalihkan kehidupan gagasan,  pikiran dan perhatian dunia menuju tuhan dan akhirat. Dan dzikir mampu memberikan kontrol emosi seseorang dalam menyikapi penyimpangan berpikir dan rasa cemas berlebihan. Dan al-Qur’an mengandung banyak kata dzikir seperti al-Qur’an surat al-Maidah ayat 91, al-Qur’an surat al-Nur ayat 37 dan ayat-ayat lainnya. Oleh karena itu, berDzikir berarti hendak mengaitkan diri untuk berpikir, juga sekaligus membentuk mental rohani ke dalam eskatologi yang sesungguhnya, yakni alam akhirat. Hal yang sama yang secara leksikal dimana konteks dzikir  adalah mengingatnya dalam pikiran yang menuntut adanya kesadaran hati tentang hakikat kutuhanan yang ditumbuhkan dalam diri manusia dan diaplikasikan  dalam kehidupan baik verbal dan perbuatan. Dengan demikian, konsep dzikir  adalah suatu upaya yang sungguh-sungguh untuk menghadirkan peran Tuhan Subhanahu Wata’ala dalam hati dan kehidupan sehari-hari baik ucapan, perkataan dan perbuatan.
Teknik-teknik Bimbingan Konseling Islam Dalam Membentuk Self Control pada Pemain Game Online Muhammad Saidi Tobing
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.11994

Abstract

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang sangat pesat tidak dapat di bendung lagi dan juga telah memunculkan banyak aplikasi, salah satunya game online. Orang yang bermain game online sangat membutuhkan waktu yang lama untuk bermain game tersebut, sehingga mereka dikatakan ketergantungan terhadap game online. Dari hasil penelitian mengatakan orang yang ketergantungan terhadap game online mengalami self control yang rendah, akibat dari hal tersebut sering emosi dan mengeluarkan perilaku yang negative. Maka dari itu teknik-teknik bimbingan konseling islam sangat penting, seperti ibadah, silaturrahmi, musyawarh, dan usaha untuk mengubah nasib, agar para pemain game online tersebut kembali memiliki self control yang posituf sesuai dengan ajaran Al-qur’an dan Hadist. Kata kunci: Game Online, Self Control, Teknik-teknik, Bimbingan Konseling Islam
TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING (TCR) HINGGA COGNITIVE RESTRUCTURING DALAM PANDANGAN ISLAM syarifah hidayahna
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 1 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.11920

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, sejalan pula dengan ilmu pengetahuan yang terus mengalami perkembangan dan kemajuan.  teknik-teknik layanan konseling juga mengalami pembaharuan berdasarkan kebutuhan dan persoalan-persoalan yang di alami individu, baik dalam aspek psikologis, kognitif, ataupun behavior. Pembaruan tersebut dapat bersifat induktif (menuju cakupan yang lebih luas) atau deduktif (menuju cakupan yang lebih khusus/spesifik). Perubahan-perubahan tersebut merupakan bukti bahwa teknik konseling juga dialektis dan tangap terhadap aspek-aspek permasalahan individu secara mendasar. Sehingga dalam pembahasan teori-teori konseling ini akan diuraikan dua teknik layanan konseling yang secara historisitas keduanya merupakan teknik yang berakar pada teori yang sama dan mengalami pembaharuan (deduktif/induktif) berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam konteks ilmu konseling.   Kata Kunci: Guidance; School; Madrasah Counseling
DAKWAH DALAM PERSPEKTIF KLASIK DAN KONTEMPORER maimun Yusuf
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 2 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i2.16110

Abstract

Abstrak:Dakwah punya banyak pengertian, akan tetapi dalam konteks ini kata dakwah diartikan dengan menyeru manusia kepada Islam yang hanif dengan keutuhan dan keuniversalannya. Seorang da’i harus memahami bahwa sesungguhnya dakwah merupakan tugas para rasul Allah yang mulia. Islam hanya akan menjadi dakwah yang benar apabila dibawakan oleh seorang da’i yang paham dan berakhlak. Eksistensi dakwah Islam sekarang ini dengan pemahaman yang sangat statis di tengah mayorritas masyarakat, bahwa sudah dikatakan dakwah ketika adanya penceramah, adanya sarana dan materi yang disampaikan penuh lucu atau banyak lelucon di dalamnya. Sementara ketika ada seseorang pada saat menyampaikan satu materi yang tentu saja materi dimaksud lebih difokuskan pada bidang dan persoalan tertentu, namun mayoritas masyarakat cenderung tidak mau mendengar atau menafikannya sama sekali. Pandangan dakwah klasik dan modern, semestinya dilakukan sinkronisasi kembali, sehingga sasaran dan tujuan dakwah dalam konteks bagaimana satu materi yang disampaikan bisa sampai dan diterima oleh masyarakat, sehingga perubahan masyarakat sebagai target akhir tercapai.Kata Kunci: Dakwah, klasik dan kontemporer
Konsep Diri Pada Remaja Putus Sekolah Dari Keluarga Prasejahtera Di Desa Beji Diah Titi Nawang Yudi; Khusnul Khotimah
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5, No 2 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i1.15698

Abstract

Masa remaja seringkali dianggap sebagai masa paling krusial dalam hidup seseorang, masa remaja bukan hanya sebagai transisi antara masa anak-anak menuju dewasa. Namun, pada masara remaja seseorang sedang dalam proses pencarian jati diri. Mereka yang berada dalam fase remaja cenderung memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mencoba banyak hal. Maka tak heran ketika masa remaja seseorang terlihat tidak memiliki rasa takut dan beban saat mencoba hal baru. Perbedaan sikap dan pandangan atau konsep diri yang dimiliki remaja antar satu sama lain tetunya berbeda, hal ini dipengaruhi lingkungan, tingkat emosi dan juga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana konsep diri yang dimiliki remaja putus sekolah. Berbgai data diperoleh melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi dengan pendekatan kualitatif-fenomenologi. Setelah dilakukan penelitian pada tiga (3) subjek yang dipilih diperoleh hasil bahwa pada saat remaja pertama kali putus sekolah mereka memiliki perasaan pesimis dan seperti tidak memiliki arah tujuan. Namun, seiring berjalannya waktu mereka mampu memikirkan jalan keluar sehingga konsep diri positif lebih dominan disbanding konsep diri negatif.

Page 7 of 15 | Total Record : 144