Articles
144 Documents
Teori Klasik Dan Kontenporer: Dari Behaviour Hingga Time Out (Time Out Menurut Pandangan Islam)
Muhammad Saidi Tobing
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11840
Teori belajar behavioristik adalah teori yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati. Perilaku merupakan respon atau tindakan yang dilakukan seseorang dalam situasi tertentu. Dan dari teori behavior ini muncul teori Time Out, yaitu satu tipe hukuman negatif di mana semua bentuk reinforcement positif disingkirkan dari anak setelah ia menunjukkan perilaku maladaptif. Karena setiap teori harus berkembang, maka penulis ingin mengetahui dan memberikan masukkan pada teori Time out ini agar dapat menjadi lebih baik. Pada penulisan karya ilmiah ini peneliti ingin menggunkan metode penelitian metode studi pustaka, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya berdasarkan buku “40 Teknik yang Harus Diketahi Setiap Konselor” karya Bradley T. Erford yang berisi informasi data penelitian yang dapat mendukung dalam proses penulisan jurnal ini. Hasil penulisan karya ilmiah ini yaitu, Ada kekurangan yang dimiliki oleh Time out ini, yaitu menghilangkan lingkuangan reward dan juga menghilangkan kontak anatar anak dan orang tua. Sehingga penulis memberikan masukan agar tidak menghilangkan lingkungan reward dan jangan menghilangkan kontak antara anak dan orang tua dengan cara bersikap lemah lembut dalam mendidik dan jika terpaksa saja memberikan hukuman. Dan yang terakhir jika sering memberikan hukuman dapat menyebabkan anak menjadi penakut dan melarikan diri dari tugas-ugas kehidupannya.Kata Kunci: Behaviour, Time Out
RESILIENSI DAN KECEMASAN PADA KELUARGA DI ERA NEW NORMAL (STUDI DI KOTA BANDA ACEH)
Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i1.10542
Pandemi covid 19 merubah berbagai aspek kehidupan setiap orang terutama aspek sosial, aspek kesehatan , aspek ekonomi dan aspek pendidikan. Kehidupan new normal merupakan anjuran bahkan paksaan dari pemerintah. New normal merupakan penyesuaian baru terhadap pola hidup. Secara sosial setiap orang harus beradaptasi dengan beraktivitas dan bekerja dimana harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, menghindari kerumunan serta bekerja dan belajar dari rumah. Proses penyesuian ini menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang akan menyebabkan kecemasan yang apabila tidak diatasi maka akan menyebabkan abnormalitas. Resiliensi merupakan salah satu hal yang mampu dan bisa menurunkan tingkat kecemasan akibat covid 19 terutama resiliensi yang dimiliki oleh keluarga . Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama untuk menghadapi new normal life. Berdasarkan pemaparan d iatas penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kecemasan keluarga dan peran resiliensi keluarga terhadap penurunan kecemasan di era new normal. Penelitian menggunakan mix metode yaitu menggabungkan antara kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purpossive sampling. Sampelnya adalah 30 keluarga dengan kriteria : keluarga muda, memiliki minimal 2 anak, ekonomi menengah kebawah, pernah trauma Tsunami /konflik. Pengumpulan data menggunakan kuisoner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian semakin tinggi resiliensi keluarga maka semakin rendah tingkat kecemasan dan resiliensi keluarga berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan serta ada faktor-faktor lainnya yang mendukung seperti agama dan dukungan masyarakat.Kata Kunci : Resiliensi keluarga, kecemasan
PENERIMAAN DIRI REMAJA PUTRI TERHADAP ORANG TUA TIRI (STUDI KASUS DUA REMAJA PUTRI DI DESA MOJOPETUNG GRESIK)
Nur Aini;
Muhammad Sholihuddin Zuhdi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i1.11846
Penerimaan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang dapat menerima kelebihan dan kekurangan atas dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses penerimaan diri seorang remaja putri yang memiliki orang tua tiri serta mengetahui apa saja faktor pendukung subjek bisa sampai pada tahap penerimaan diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi subjek dan wawancara secara mendalam. Subjek yang digunakan dalam penelitian yaitu 2 orang remaja putri yang memiliki orang tua tiri. Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua subjek sudah mampu sampai pada tahap penerimaan diri. Meskipun di awal fase, keduanya sama – sama mengalami penolakan dengan latar belakang yang berbeda. Keduanya sama – sama mendapatkan dukungan sosial dari saudara dekatnya sehingga bisa membentuk konsep diri yang positif. Subjek SI pada akhirnya bisa menerima orang tua tirinya, karena dia berfikir bahwa ibunya sangat membutuhkan pendamping untuk bisa membantu mengasuh dirinya dan kakaknya. Di sisi lain SI juga sudah bisa merasakan kebaikan ayah tirinya. lain halnya dengan subjek NA, dia akhirnya dapat menerima ibu tirinya karena termotivasi oleh dukungan yang diberikan oleh saudara dekatnya. Dia yakin bahwa dia bisa menjadi remaja yang sukses dan mandiri meskipun penolakan masih dia dapatkan dari ibut tirinya. Dalam hal ini mengungkapkan bahwa umur tidak menjamin kedewasaan seseorang untuk bisa berfikir secara luas. Kedua subjek bisa berada pada tahap penerimaan diri setelah melewati 5 proses tahap penerimaan yaitu denial, anger, bergaining, depression serta acceptance. Faktor lain yang menjadi pendukung dalam penerimaan diri yaitu Berfikir positif, dukungan sosial, mempunyai keberhasilan dalam bidang tertentu, serta konsep diri yang positif.
Strategi Da’i Perkotaan Dalam Mengimplementasikan Syariat Islam Secara Kaffah di Kota Banda Aceh
Abizal Muhammad Yati
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11864
Da’i perkotaan adalah lembaga dakwah yang fokus pada pelaksanaan usaha dakwah yang bergerak secara dinamis sesuai dengan kebutuhan dan sasaran dakwah secara umum di kota Banda Aceh. Da’i perkotaan dibentuk dalam rangka menjalankan misi walikota Banda Aceh untuk penguatan syariat Islam di Banda Aceh. Penelitian ini Secara metodologis merupakan penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini merumuskan tiga permasalahan yaitu: bagaimana strategi yang digunakan oleh da’i perkotaan dalam mengimplementasikan syariat Islam secara Kaffah? Apa capaian yang diperoleh oleh da’i perkotaan? Bagaiamana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh da’i perkotaan dalam mengimplementasikan syariat Islam secara kaffah di Kota Banda Aceh? Setelah dilakukan penelitian maka ditemukan jawaban dari rumusan tersebut, terkait dengan strategi da’i perkotaan ada dua yaitu penyusunan program kerja dan menjalin kerjasama. Adapun capaiannya adalah terlaksananya ceramah rutin jumatan di sekolah-sekolah untuk membentuk pribadi muslim dikalangan pelajar sekolah, safari dakwah di mesjid-mesjid untuk menghudupkan shalat jamaah, kajian kaum perempuan untuk membentuk keluarga dan generasi yang shaleh, dakwah public, dan dakwah warung kopi. Sementara peluang dan tantangan yang dihadapi da’i perkotaan yaitu adanya dukungan dari walikota Banda Aceh dalam bentuk penerbitan SK da’i dan pemberian insentif, adanya dukungan dari tokoh masyarakat. Sementara tantangannya minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan dakwah, minimnya anggaran kegiatan dan tidak tersedianya sekretariat da’i perkotaan.
IMPLEMENTASI KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK MODIFIKASI PERILAKU UNTUK MENGATASI KECANDUAN JUDI ONLINE
Maturidi - Maturidi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i1.9258
Permainan judi online termasuk kedalam patologis sosial. Selain menimbulkan masalah sosial judi juga dapat menyebabkan kemiskinan, perceraian, anak terlantar, putus sekolah, dan dapat menjadi pemicu masalah kejahatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan konseling behavioral teknik modelling dapat mengatasi kecanduan judi online. Jenis penelitian yang dipakai peneliti adalah jenis penelitian singel subjek, dengan menggunakan desain penelitian A-B (A=kondisi baseline, B=kondisi intervensi). A-B menunjukkan dua tahapan dari desain; A adalah data baseline (pretest) dan B adalah intervensi (posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioral teknik modifikasi perilaku efektif untuk menurunkan kecanduan judi online. Hal tersebut dilihat dari jumlah durasi bermain judi online subjek sebelum dilakukan intervensi dan penurunan durasi setelah dilakukan intervensi oleh peneliti.
TEORI DAN PENDEKATAN KONSELING SFBT ( SOLUTION FOUSED BRIEF THERAPY) BERBASIS ISLAM
Rena Rostini
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11743
Penelitian ini membahas tentang teori SFBT yang dikembangkan dan dievaluasi menjadi bimbingan dan kenseling berbasis islam dalam praktiknya. Hal ini karena masyarakat Indonesia mayoritas beragama islam dan membutuhkan layanan untuk membantu menemukan solusi terbaik dari masalah yang dihadapinya melalui seorang ahli dibidang psikologi. Tujuan dari bimbingan dan konseling adalah membantu seseorang untuk menemukan solusi dari masalah psikisnya baik dengan pendekatan yang bersifat pencegahan dan pengobatan. Melalui bimbingan dan konseling ini Konselor dapat membantu individu untuk menangani berbagai masalah antara lain masalah pendidikan, keluarga, sekolah dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder atau data yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung tetapi berasal dari hasil peneliti-peneliti terdahulu dan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah evaluasi dan pengembangan dari teori SFBT menjadi konsep bimbingan, konseling dan praktik SFBT berbasis Islam.
MODEL KOMUNIKASI DALAM KONSELING ISLAM
Syukri Syamaun
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11865
Artikel ini membahas tentang penggunaan model komunikasi transaksional dalam kegiatan konseling Islam. Metode pengkajian mengunakan analisis deskriptif dengan menelaah sumber-sumber bacaan yang ada kaitannya dengan topik model komunikasi dan konseling Islam. Artikel ini mengulas secara teoritis penggunaan komunikasi transaksional dalam sistem hisbah dan memadukannya dengan konsep konseling Islam. Sejalan dengan konseling Islam, model komunikasi transaksional juga mempertimbangkan dan memperhatikan karakteristik konseli.
Hubungan Antara Kontrol Diri Dan Konformitas Dengan Perilaku Bullying Pada Siswa SMA “X” di Sleman.
Ahmad Qomarudin Zain
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i1.10641
Bullying merupakan perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman atau terluka dan biasanya terjadi secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan konformitas dengan perilaku bullying pada siswa SMA “X” di Sleman. Alat pengumpulan data menggunakan skala kontrol diri, skala konformitas dan skala bullying. Sampel penelitian ini sebanyak 205 siswa di kumpulkan dengan tehnik cluster random sampling. Tehnik analisis data menggunakan korelasi spearman Rho. Berdasarkan uji asumsi normalitas hipotesis mayor dalam penelitian ini tidak bisa dianalisis secara bersama-sama karena tidak memenuhi syarat untuk melakukan analisis statistik parametrik. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini menggunakan analisis korelasi spearman rho untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kontrol diri dengan perilaku bullying pada siswa SMA “X” di Sleman, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,325 dan p sebesar 0,000 (p<0,05); ada hubungan positif antara konformitas dengan perilaku bullying pada siswa SMA “X” di Sleman, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,382 dan p sebesar 0,000 (p<0,05).Kata kunci : kontrol diri, konformitas, bullying pada siswa.
PENGARUH DAN PERAN “MEDIA” TERHADAP SIKLUS PENERAPAN NILAI-NILAI DAKWAH DI ERA DIGITALISASI
Umar Latif
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11754
Penerapan nilai-nilai dakwah di era digitalisasi merupakan salah satu yang memiliki relevansi penting yang dapat dimanfatkan melalui pembentukan pada dataran medianya. Karenanya, tipologi yang tepat dalam menjembatani nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya, dengan sendirinya ikut mengalami pergeseran sebagai wujud determinasi yang dipandang ideal dalam rangka memenuhi konstruksi pada dataran informasi yang bersifat edukatif, yaitu pendidikan dan pengajaran. Atas dasar yang demikian, berarti akan terjadi polarisasi yang menghendaki adanya perubahan pada stigma, yakni “memperoleh pesan dakwah”, harus melalui media digitalisasi adalah suatu yang bersifat solutif, urgen dan terpadu. Dan ini tentu saja melahirkan kembali tradisi konstruks sosial baru yang dibangun melalui media dakwah. Pun sekaligus berharap menciptakan ruang religius di tengah-tengah pusaran global masyarakat. Indikasi ini, dengan demikian, memerlukan pelbagai metode serta aplikasi sebagai upaya penguatan media dakwah yang lebih mengarah secara menyeluruh.
KONSELING ISLAM MENURUT PEMIKIRAN MOHD DJAWAD DAHLAN
jamil Yusuf
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v4i2.11869
Berbagai aliran konseling Barat yang diterapkan di Indonesia dilahirkan dan dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang tidak diragukan kapasitas keahliannya, tetapi prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya yang boleh jadi cocok untuk masyarakat Barat, tidak secara otomatis dapat diterapkan pada masyarakat lain, masyarakat Muslim Indonesia misalnya. Berbeda halnya dengan pemikiran Mohd Djawad Dahlan yang lebih menekankan pada pengembangan konseling Islam dengan merujuk pada sumber utama ajarannya, yakni al-Qur’an dan hadis. Di antara pemikiran Mohammad Djawad Dahlan yang disajikan di sini adalah mengenai kekuatan kalbu, konsep manusia berkualitas dan pengembangan fitrah manusia. Implikasinya adalah konseling Islam harus berbasis religius dan ditujukan untuk pengembangan fitrah kemanusiaan. Implikasi ini amat penting artinya, karena manusia yang lahir dengan membawa potensi fitrah itu dituntut adanya pengembangan ke arah terbinanya manusia sehat dan sempurna.