cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 336 Documents
KORELASI DERAJAT OBESITAS DENGAN RISIKO TERJADINYA OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA REMAJA SMA NEGERI DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE 2018 Mauliza, Mauliza; Fardian, Nur; Gunawan, Surya
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 6: No. 1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.763 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2631

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan suatu kelainan pernapasan selama tidur yang ditandai dengan obstruksi saluran napas atas parsial atau obstruksi total intermiten yang mengganggu ventilasi dan pola tidur normal. Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan OSA. Obesitas adalah salah satu faktor risiko terjadinya OSA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah korelasi antara derajat obesitas dengan risiko terjadinya obstructive sleep apnea pada remaja SMAN di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi obesitas yang bersekolah di SMAN Kecamatan Banda Sakti dengan jumlah sampel 71 orang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Berlin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil statistik menggunakan uji somers?d menunjukkannilai p=0,000 (?=0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah Ho ditolak artinya terdapat korelasi antara derajat obesitas dengan risiko terjadinya obstructive sleep apnea pada remaja SMAN di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA SMAN 1 LHOKSEUMAWE TAHUN 2009 Sawitri1 Yuziani, Harvina
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 1 (Mei, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.328 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v2i1.418

Abstract

Remaja SMA merupakan remaja dalam masa yang penuh gejolak dalam mencari identitas diri dan perkembangan seksual mereka. Proporsi perilaku berisiko seksual pada remaja termasuk tinggi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pada siswa SMAN 1 Lhokseumawe. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional,  jumlah sampel sebanyak 50 siswa, menggunakan kuesioner dan derajat kepercayaannya 90%. Variabel yang diteliti adalah pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua, pengaruh media, pengaruh teman dan komunikasi dengan orangtua. Hasil dari penelitan ini adalah komunikasi dengan orangtua (p=0,064)  mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual, sedangkan pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua, pengaruh media dan pengaruh teman tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual. Orangtua yang melakukan komunikasi yang baik dengan anak menyebabkan anak tidak mempunyai persepsi yang salah tentang masalah seksualitasnya.
HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU MENGGUNAKAN BOTOL DENGAN RAMPAN KARIES PADA MURID TK HJ. CUT NYAK AWAN GAMPONG LAMBARO KEC. INGIN JAYA KAB. ACEH BESAR Zahara, Elfi; Andriani, Andriani
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 1 (Mei, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.226 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v4i1.805

Abstract

Pada umumnya susu botol diberikan pada balita sepanjang hari sejak anak bermain sampai tidur sehingga rampan karies bisa tinggi terjadi pada anak (Afnilina,2006). Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan pemberian susu dengan menggunakan botol terhadap rampan karies pada murid TK Hj. Cut Nyak Awan Aceh Besar Tahun 2018. Subjek penelitian ibu dan anak yang berjumlah 148 orang. Alat ukur penelitian adalah angket untuk mengukur cara pemberian susu dengan menggunakan botol serta pemeriksaan rampant karies dengan menggunakan indeks def-t. Analisi data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian :Ada hubungan antara cara pemberian susu menggunakan botol dengan rampan karies (p=0,000). Cara pemberian susu kurang baik, ada  rampan karies pemberian susu baik ts 95,4% , cara pemberian susu baik tidak ada rampan karies 63,6%. ada hubungan signifikan antara frekwensi pemberian susu menggunakan botol dengan rampan Karies (p=0,00) frekwensi pemberian sampai tertidur ada rampan karies 89,0% frekwensi pemberian menjelang tidur tidak ada rampan karies( 64,3%).
MCCUNE-ALBRIGHT SYNDROME (MAS) Mardiati, Mardiati; Maulina, Fury
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.525 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2085

Abstract

McCune-Albright Syndrome (MAS) adalah suatu penyakit yang etiologinya adalah akibat mutasi gen guanine nucleotide binding alpha stimulating (GNAS1) pada masa embrionik. Mutasi gen GNAS1 ini terjadi pada masa kehamilan dan secara acak yang akan menghasilkan sebagian sel tubuh yang normal dan sebagian lainnya akan mengalami mutasi, fenomena ini yang disebut mosaicism. Sindrom ini memiliki tiga tanda klinis yaitu, displasia fibrosa, pigmentasi kulit (cafe-au-lait), dan disertai puibertas prekoks. Diagnosis MAS biasanya berdasarkan pemeriksaan klinis, radiografi, biopsi dan uji genetik. Aspek yang paling penting dari konseling kepada keluarga adalah untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga bahwa penyakit ini tidak menular, juga tidak berhubungan dengan lingkungan atau dari kelompok etnis tertentu. Penatalaksanaan terhadap MAS adalah berdasarkan manifestasi klinis yang muncul dan membutuhkan kerjasama tim yang melibatkan  bedah orthopedi, bedah plastik dan ahli endokrin.
PERAN IMUNITAS HUMORAL PADA PENYAKIT SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) Wahyuni, Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 1 (Mei, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.067 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i1.451

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah suatu kelainan autoimun multisistem kronik yang ditandai oleh autoantibodi dan kompleks imun yang berkaitan dengan manifestasi klinis dan kerusakan jaringan yang beragam dan luas. Beberapa defek dari komponen imunologi multipel berperan penting dalam patogenesis SLE. Abnormalitas imunologi pada SLE meliputi kemampuan untuk menghasilkan autoantibodi patogenik, hilangnya regulasi sel limfosit B dan T, serta defective clearance dari autoantigen dan kompleks imun. Faktor genetik, imunologik dan hormonal serta lingkungan diduga berperan dalam patofisiologi SLE. Tulisan ini mengkaji respon imun humoral sebagai salah satu patogenesis SLE.
VARIATIONS AND MANAGEMENT OF BILE DUCT INJURY IN POST-CHOLECYSTECTOMY Sayuti, Muhammad
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 1 (Mei, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.181 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i1.1633

Abstract

Bile Duct Injury (BDI) dapat terjadi pada kasus kolesistektomi. Insiden BDI pada kolesistektomi terbuka berkisar 0,1-0,2% dan 0,4-0,5% pada kolesistektomi laparoskopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variasi yang paling sering dari BDI dan manajemennya. Pasien cedera duktus biliaris yang dirawat di rumah sakit umum Pusat Dr. Kariadi dan Rumah Sakit Telogorejo Semarang dari Juli 2014 hingga Desember 2015 dianalisis secara retrospektif. Variasi cedera diklasifikasikan menggunakan klasifikasi Strasberg. Jumlah total pasien adalah empat belas, enam (42,9%) laki-laki dan delapan (57,1%) perempuan. Usia mereka berkisar antara 28 tahun hingga 70 tahun dan usia rata-rata adalah 49 tahun. Mereka dirujuk oleh rekan-rekan dari kota-kota di sekitar Semarang. Sembilan pasien (64,2%) setelah laparoskopi, dan lima pasien (35,8%) setelah kolesistektomi terbuka. Sebelas pasien (78,57%) mengeluh sakit perut dan sakit kuning. Tiga pasien (21,43%) hanya mengeluh sakit kuning dan satu pasien (7,14%) dengan kolangitis. Untuk diagnosis, kami melakukan USG (5 pasien), MRCP (9 pasien), ERCP (8 pasien) dan PTBD (6 pasien). Jenis BDI yang paling sering menurut klasifikasi Strasberg adalah Strasberg E-2 sebanyak lima kasus (35,71%) dan tipe E-1 adalah tiga kasus (21,43%). Tipe D dua kasus (14, 29%), tipe E-3 dua kasus (14, 29%), tipe A satu kasus (7,14%) dan E-4 satu kasus (7,14%). Kami melakukan hepaticojejunostomy Roux en Y pada delapan pasien (57,14%), tiga pasien (21,43%) ekstraksi klip dan lampiran T-tube, satu pasien (7,14%) memasang t-tabung saja, satu pasien (7, 14%) mendapat drainase biloma, dan pada satu pasien kami melakukan PTBD (pasien hilang dari pengamatan karena dia tidak datang untuk dievaluasi). Dalam penelitian ini, BDI yang paling sering ditemukan adalah Strasberg tipe E-2. Sebagian besar kasus BDI dapat direkonstruksi menggunakan hepaticojejunostomi dengan hasil yang baik dan memuaskan
HUBUNGAN KADAR PROGESTERON DAN β-HCG DENGAN ABORTUS PADA KEHAMILAN ≤ 12 MINGGU DI KLINIK RASI BANDA ACEH Rajuddin, Rajuddin; Rini, Riska Firda; Nurjannah, Nurjannah
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 2 (November, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.277 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v2i2.409

Abstract

AbstrakProgesteron dan ?-hCG sangat berperan penting untuk mempertahankan kehamilan, terutama pada awal kehamilan sehingga rendahnya kadar progesteron dan kadar ?-hCG diduga dapat menyebabkan terjadinya abortus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar progesteron dan kadar ?-hCG dengan kejadian abortus. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif. Subjek penelitian terdiri atas 70 orang ibu hamil yang berobat ke praktik Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fertilisasi dan Endokrinologi Reproduksi di Klinik Rasi Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan p ? 0,05 dan perhitungan resiko relatif. Dari hasil penelitian didapatkan kejadian abortus sebanyak 27,1% (19 orang). Pada pasien yang mengalami abortus kadar progesteron rata-rata (cut point) adalah 18,58 ng/ml dan kadar ?-hCG rata-rata (cut point) adalah 22.714 mIU/ml. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh hasil yaitu ada hubungan antara kadar progesteron (p=0,005) dan kadar ?-hCG (p=0,006) dengan kejadian abortus. Pasien dengan progesteron rendah akan mengalami resiko abortus 5,7 kali dan pasien dengan ?-hCG rendah akan mengalami resiko abortus 2,8 kali. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kadar progesteron dan kadar ?-hCG dengan kejadian abortus pada ibu hamil dengan usia kehamilan ?12 minggu.
HUBUNGAN RIWAYAT STATUS IMUNISASI BACILLE CALMETTE-GUÉRIN (BCG) DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TB) PADA ANAK DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA TAHUN 2015 Surura, Hedya Nadhrati; Mauliza, Mauliza; Fitriany, Julia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.712 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.441

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian padaanak-anak dan bayi di seluruh dunia. Tingginya morbiditas TB pada orang dewasa mempengaruhi angka kesakitan TB pada anak. Anak dengan infeksi TB akan mempengaruhi perkembangan dan status kesehatan anak bahkan bisa menimbulkan kecacatan atau kematian. Upaya penurunan angka kesakitan anak dari penyakit TB dapat dicegahmelalui imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG). Imunisasi BCG tidak dapat menghindari sepenuhnya dari sakit TB ringan, tetapi imunisasi BCG dapat menghindari dari sakit TB berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum (BLUD RSU) Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2015sampaiMaret 2016. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 69 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat didapatkan frekuensi responden yang terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 50 responden (72,5%) dan responden yang tidak terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 19 responden (27,5%). Gambaran sakit TB ringan berjumlah 66 responden (95,7%) dan TB berat berjumlah 3 responden (4,3%). Analisis bivariat hubungan riwayat status imunisasi BCG dengan Kejadian TB pada anak menggunakan uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact yaitu p = 1,000 (>? = 0,05) yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015.
HUBUNGAN ASUPAN SUMBER KALSIUM DAN MAGNESIUM DENGAN DERAJAT DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2017 Nahra, Shiva Jehana; Husnah, Husnah; Andalas, Mohd
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 1 (Mei, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.929 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v5i1.1624

Abstract

Derajat dismenore primer dipengaruhi salah satunya oleh asupan sumber kalsium dan magnesium yang mempengaruhi kontraksi dan relaksasi otot polos  uterus sehingga memperbaiki aliran darah pada uterus yang telah mengalami hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan sumber kalsium dan magnesium dengan derajat dismenore primer pada mahasiswi Pendidikan Dokter angkatan 2017. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Unsyiah dari tanggal 1 sampai 20 November 2018 terhadap 80 mahasiswi dengan desain cross sectional. Metode sampling menggunakan non probability sampling dengan teknik total sampling.Penelitian menggunakan kuesioner karakteristik menstruasi, Numeric Rating Scale untuk mengukur skala nyeri, dan wawancara asupan kalsium dan magnesium menggunakan SFFQ beserta foto makanan.Data asupan diolah menggunakan SQ-FFQ PP13 Microsoft Excel dan dianalisa dengan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis didapatkan responden dengan dismenore primer sebanyak 68 mahasiswi (85,0%), dengan derajat ringan sebanyak 29 mahasiswi (36,3%), derajat sedang 30 mahasiswi (37,5%) dan derajat berat 9 mahasiswi (11,3%). Sebanyak 73 mahasiswi (91,3%) memiliki asupan sumber kalsium kurang dan 61 mahasiswi (76,3%) memiliki asupan sumber magnesium kurang. Rata-rata asupan kalsium responden sebanyak 354,3625 mg/hari dan asupan sumber magnesium sebanyak 149,3 mg/hari. Hasil uji KorelasiSpearman antara asupan sumber kalsium dengan derajat dismenore primer menunjukkan p value 0,00 dan rs = -0,401 dan hubungan antara asupan sumber magnesium dengan derajat dismenore primer menunjukkan p value 0,008 dan rs = -0,297. Dapat disimpulkan bahwa semakin kurang asupan sumber kalsium dan magnesium, semakin berat derajat dismenore primer.
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA DAN RUMAH SAKIT TK IV IM.07.01 LHOKSEUMAWE TAHUN 2015 Putri, Ayu Rahma; Al Muqsith, Al Muqsith
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 1 (Mei, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.636 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v2i1.399

Abstract

Berat badan adalah indikator kesehatan bayi baru  lahir. Berat badan lahir bayi dipengaruhi oleh status gizi ibu. Status gizi ibu hamil dapat diketahui melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara dan Rumah Sakit Tk IV IM.07.01 Lhokseumawe  tahun  2015.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  analitik  denganrancangan  cross  sectional,  pengambilan  sampel  dilakukan  secara  consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 85 responden yaitu ibu hamil yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara dan Rumah Sakit Tk IV IM.07.01  Lhokseumawe.  Data  penelitian diambil  dari  data primer yaitu data demografi  ibu hamil, pengukuran  LILA ibu hamil dan berat badan lahir bayi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan convidence interval (95%) dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki ukuran LILA normal sebanyak 78 orang (91,8%) dan 7 orang (8,2%) ibu yang memiliki LILA <23,5 cm atau berisiko KEK. Sebagian besar berat badan lahir bayi adalah kategori berat lahir normal sebanyak 74 bayi (87,1%). Kategori bayi berat lahir rendah (BBLR) sebanyak 8 bayi (9,4%). Ada hubungan antara lingkar lengan atas ibu hamil dengan berat badan lahir bayi (nilai signifikansi p = 0,006).

Page 7 of 34 | Total Record : 336