cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jp2bs@umnaw.ac.id
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jp2bs@umnaw.ac.id
Editorial Address
Editor's Address: Abdul Rahman Syihab Campus First Floor Jl. Garu II No. 52 LP2M Secretariat UMN Al Washliyah
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
ISSN : 25029584     EISSN : 25029592     DOI : 10.32696/kjhsd
Core Subject : Education,
JP2BS is a high-quality open access research journal published by Institute for Research and Community Service of Muslim Nusantara Al Washliyah University (LP2MUMNAW). JP2BS receives research articles written by researchers, teachers, students, academics, professionals, and practitioners, this journal is published every April and October. Jurnal Penelitian bahasa dan Sastra UMN Al Washliyah fokus menerbitkan Artikel Hasil; Penelitian Sastra, linguistik Penelitian Tindakan Kelas; Kajian Pustaka; Kualitatif, dan Kuantitatif.
Articles 192 Documents
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’ Alemina Br Perangin-angin, Xeni
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.87

Abstract

Mempelajari bahasa Mandarin tidak bisa terlepas dari mempelajari peribahasanya. Sebagai bagian penting dari pembentuk kosakata bahasa Mandarin, peribahasa bukan hanya merupakan satuan bahasa, namun juga berisi budaya khas yang dimiliki negara Tiongkok. Peribahasa menggunakan gaya bahasa yang khusus. Kalimat dalam peribahasa mengandung nilai seni dan pola yang tidak umum seperti dalam ungkapan sehari – hari. Hal inilah yang menyebabkan pelajar Indonesia yang mempunyai latar belakang bahasa yang berbeda dengan Tiongkok menjadi sulit untuk memahami makna dari peribahasa Mandarin. Berdasarkan latar belakang tersebut, pennelitian ini bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan makna pada peribahasa Mandarin dan Indonesia, dikhususkan pada peribahasa yang menggunakan kata ‘air’. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori semantik yang mempelajari hubungan antara tanda – tanda linguistik dengan hal – hal yang ditandainya. Selain itu digunakan juga teori mengenai gaya bahasa untuk menelaah persamaan dan perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak ditemukan perbedaan makna antara peribahasa Mandarin dan Indonesia yang menggunakan kata ‘air’. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun peribahasa yang diteliti menggunakan unsur pembanding yang sama yakni ‘air’, namun makna yang terkandung dalam peribahasa Mandarin dan Indonesia tidak sepenuhnya sama. Peribahasa pada umumnya merupakan cerminan budaya dari suatu negara. Oleh sebab itu, memahami peribahasa bukan hanya dapat membantu peserta didik Indonesia memahami persamaan dan perbedaan antara faktor budaya dalam peribahasa Tiongkok dan Indonesia, tetapi juga dapat membantu peserta didik Indonesia agar mampu menggunakan peribahasa dalam percakapan atau menulis secara akurat, sehingga dapat memberikan bantuan dalam mempelajari bahasa kedua negara tersebut secara lebih mendalam.
LEXICAL CHANGE CAUSES OF JAVANESE LANGUAGE IN DELI SERDANG REGENCY. wariyati, Sutikno
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.245 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.88

Abstract

This qualitative research addresses the lexical change in Javanese language, which is aimed at explaining the lexical change reasons of Javanese language in Deli Serdang Regency. The transmigration process as the main aspects of creating Javanese language changes into variety accent and invite more action for the revitalization of language. The empirical materials were thoroughly and well-gathered from the document and interview. The highly critical and systematic analysis with ‘Miles and Huberman Model’ reveals that Javanese language in Deli Serdang Regency changes. This research has drawn the following reasons of lexical changes of Javanese language in Deli Serdang Regency were linguistic causes, historical, environmental causes and psychological causes. The internal reasons are homonym (words which have the same phonemic structure but different meanings), phonetic attrition (the variations of meanings due to the sound change), and shortening. On the other hand, external factors are historical or social. Nevertheless, the social factor of lexical change pointed out is about cultural factor due to the wide definition of social factor itself, which might be cultural, historical, economic,ect. In addition, the reasons of language changes for language split and language borrowing are recognizable on this phenomenon since the Javanese language of Deli Serdang Regency has diversity in classifying of dialect.
KORELASI PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KETERAMPILAN MENYUSUN KALIMAT EFEKTIF SISWA KELAS VIII SLTP KARYA BHAKTI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2017 - 2018 Abdullah Hasibuan
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.032 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.100

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi Penguasaan Struktur Kalimat terhadap Keterampilan Menyusun Kalimat Efektif Siswa Kelas VIII SMP Karya Bhakti Tahun Pembelajaran 2017-2018. Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Karya Bhakti Tahun Pembelajaran 2017-2018. yang berjumlah 226 siswa. Selanjutnya, untuk menentukan sampel individu yang dapat mewakili setiap kelas digunakan sistem simple random sampling (pengambilan sampel dengan cara acak sederhana). Dengan demikian, jumlah sampel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak 20% x 226 = 45,2 digenapkan menjadi 45 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkapkan keadaan atau peristiwa sebagaimana mestinya dengan tujuan menjawab atau memecahkan dan menggambarkan gejala-gejala yang terjadi pada saat sekarang atau masalah yang aktual. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alat pengumpulan data berupa tes objektif dan tes menulis kalimat efektif.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA GRAFIK OLEH SISWA KELAS XI SMK SWASTA PAB-2 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2017- 2018 Nirmawan Nirmawan
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.509 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.101

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Kemampuan Membaca Cepat Dengan Kemampuan Membaca Grafik Oleh Siswa Kelas XI SMK Swasta PAB-2 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Swasta PAB-2 Medan Tahun Pembelajaran 2017 - 2018 yang berjumlah 160 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Kemudian untuk menentukan sampel digunakan teknik random. berdasarkan undian yang dilakukan terpilih 40 orang sebagai sampel penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara teliti terhadap objek tersebut. penulis menggunakan alat pengumpul data berupa tes, yaitu tes esai.Pengolahan analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. yaitu untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel x dan variabel y. dan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hipotesis diterima, karena t hitung > ttabel (1,99 < 3,29 > 2,64), maka hipotesis yang berbunyi “Terdapat Perbedaan Membaca Cepat dengan Membaca Grafik ” dapat diterima.
UNSUR KARAKTER CERITA RAKYAT SI MARDAN Rosmawati Harahap, Alkausar Saragih
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.495 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.112

Abstract

Tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan unsur karakter yang unggul pada tokoh cerita Si Mardan dan unsur karakter yang gagal pada tokoh cerita Si Mardan. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya sesuai teknik studi dokumen dan wawancara. Objek penelitiannya adalah cerita rakyat Si Mardan yang terdapat dalam teks karangan Sahril. Hasil penelitian ini terdapat sembilan unsur karakter cerita rakyat Si Mardan yang berfungsi sebagai prasarana didaktis dalam cerita rakyat Melayu. Unsur karakter bangsa yang terdapat dalam cerita rakyat Si Mardan secara umum yakni (1) nilai kejujuran, (2) nilai toleransi (3) nilai disiplin (d) nilai kerja keras, (5) mandiri, (6) nilai rasa ingin tahu, (7) nilai cinta tanah air (8) nilai bersahabat, dan (9) romantis; dan sebagai unsur karakter yang unggul pada tokoh cerita Si Mardan adalah karakter kejujuran dan disiplin sebagai pilar pembangunan karakter dan pendidikan bangsa. Cerita rakyat Si Mardan sebagai anak durhaka adalah kisah palsu yang disengaja dikisahkan anak yan tidak berketaatan. Unsur karakter unggul yang dimiliki Si Mardan adalah unsur karakter bangsa yang bersifat jujur dan disiplin.
PENERAPAN STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) DENGAN DIAGRAM FEE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA KULIAH READING MAHASISWA Alfitriana Purba, Yugi Diraga Prawiyata
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 3 No. 1 (2018): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ojs.v3i1.118

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ada peningkatan signifikan aktivitas belajar membaca mahasiswa, adanya interaksi serta gambaran aktivitas belajar membaca mahasiswad melalui penerapan Directed Reading – Activity Thinking (DR – AT) dengan diagram fee. Dengan sampel yang diambil secara random purposive sebanyak 30 mahasiswa Semester II di FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah test diagram vee, dengan teknik analisa data melalui desain faktorial 2 x 2 maka digunakan genereal linier models dengan pengujian prasyarat normalitas dan homogenitas dengan syarat terima hipotesis sig < 0,05. Dari hasil analisis diketahui hasil sebagai berikut (a) Ada peningkatan signifikan aktivitas mahasiswa dengan penerapan Directed Reading – Activity Thinking (DR – AT) dengan diagram fee pada mata kuliah reading mahasiswa. (b) Tidak ada interaksi aktivitas mahasiswa terhadap implementasi Directed Reading – Activity Thinking (DR – AT) dengan diagram fee pada mata kuliah reading dan (c) Penerapan strategi DR – AT denagn bantuan diagram fee mampu mengambarkan keaktivan mahasiswa yang ditunjukkan dengan antusias, partisipasi, interaksi dua arah hingga mahir dalam menuliskan dan menyampaikan kesimpulan dalam bahan bacaan yang diberikan, sehingga pembelajaran menyenangkan dan sesuai harapan yang diinginkan.
ANALISIS PROSEDUR PENERJEMAHAN BUKU MOTIVASI KARYA STEPHEN R. COVEY Roswani Siregar
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 2 No. 1 (2017): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.844 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v2i1.154

Abstract

Penerjemahan telah mengambil peran penting dalam komunikasi global dan sebagai sumber pengetahuan diantara masyarakat dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Penelitian ini berkaitan dengan analisis terhadap prosedur penerjemahan Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif yang berfokus pada analisis produk terjemahan. Sampel dari penelitian ini adalah 430 pasang data teks (Inggris dan Indonesia). Dari analisis terhadap isi ditemukan sembilan prosedur penerjemahan yang digunakan dengan jumlahmasing-masing:literal (181), calque (5), peminjaman (32), penambahan (105), penghilangan (33), modulasi (27), transposisi (24), ekivalensi (21), dan adaptasi (2). Ketiga teknik yang pertama (literal, pinjaman dan calque) yang berorientasi pada bahasa sumber sedangkan sisanya berorientasi pada bahasa sasaran. Temuan ini mengungkapkan proporsi terjemahan harfiah dan terjemahan komunikatif masing-masing 50,70% dan 49,30%.
PERGESERAN BENTUK DALAM TERJEMAHAN ARTIKEL DI MAJALAH KANGGURU INDONESIA Dewi Nurmala, Alfitriana Purba
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 2 No. 1 (2017): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.92 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v2i1.155

Abstract

Terjemahan adalah proses pengalihan pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Ada beberapa strategi yang digunakan agar hasilnya akurat. Salah satunya adalah dengan pergeseran (shift) dalam terjemahan. Menurut Catford pergeseran dapat terjadi dalam bentuk dan makna. Pergeseran bentuk terjadi pada pergeseran tataran dan pergeseran kategori. Pergeseran kategori terjadi pada pergeseran struktur, kelas kata, unit, dan intra sistem. Pergeseran terjemahan dapat terjadi pada hasil terjemahan. Salah satunya adalah pada artikel yang terdapat dalam majalah Kangguru Indonesia. Artikel tersebut berbentuk bilingual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode qualitatif yang menggunakan data yang berbentuk kata, frase dan kalimat. Teknik analisa data pada penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi data yang valid dan menemukan pergerseran bentuk yang terjadi dalam terjemahan tersebut. Dari data yang diteliti terdapat 41 data yang berupa kata dan frase. Data tersebut diterjemahkan dari bahasa sumber (Inggris) ke dalam bahasa sasaran (Indonesia). Data tersebut terdiri dari tiga judul artikel yaitu Street Vendors (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari 15 data, Traditional Martket (Pasar Tradisional) 17 data, dan Rubber Time (Jam Karet) 9 data. Dalam artikel Street Vendors terjadi 13 pergeseran yaitu 9 pergeseran struktur (structural shifts) dan 4 pergeseran unit (unit shifts) dimana terdapat 3 kalimat yang mengalami 2 pergeseran dalam 1 kalimat, serta 5 kalimat yang tidak terjadi pergeseran. Kemudian dalam artikel Traditional Market (Pasar Tradisional) terjadi 13 pergeseran yaitu 9 pergeseran struktur (structural shifts), 2 pergeseran unit (unit shifts), 1 pergeseran kelas (class shifts), 1 pergeseran intra sistem (intra system shifts) dimana terdapat 1 kalimat yang mengalami 2 pergeseran serta terdapat 6 kalimat yang tidak terjadi pergeseran.Selain itu pada artikel Rubber Time (Jam Karet) terjadi 8 pergeseran dimana 5 terjadi pergeseran struktur (structural shifts), 2 pergeseran unit (unit shifts) dan 1 pergeseran intra sistem (intra system shifts) serta 2 kalimat yang tidak terjadi pergeseran.
IMPLEMENTASI STRATEGI KOLABORATIF DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PERBANKAN BAGI MAHASISWA SASTRA INGGRIS UMN-AW MEDAN Vera Kristiana, Ayu Melati Ningsih
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 2 No. 1 (2017): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.91 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v2i1.156

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi strategi pembelajaran kolaboratif untuk mengajar kosakata perbankan dalam bahasa inggris bagi mahasiswa sastra Inggris UMN-AW. Bagaimana mengajarkan kosakata dengan cara yang tepat merupakan masalah yang sangat pelik di kalangan para pendidik. Sebagian besar mereka menggunakan metode menghafal dimana murid harus menghafal 5 hingga 10 kosakata setiap minggu. Akan tetapi, banyak yang belum berhasil melalui metode tersebut. Pengajaran kosakata membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat agar murid mampu menyerap kosakata tersebut dengan baik. Strategi pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk menciptakan suatu aktivitas kepada murid guna mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang tepat ialah strategi kolaboratif karena dianggap pembelajaran kolaboratif dapat menyediakan peluang untuk menuju pada kesuksesan praktek-praktek pembelajaran. Strategi pembelajaran kolaboratif melibatkan partisipasi aktif para mahasiswa dan meminimisasi perbedaan-perbedaan antar individu. Strategi tersebut menekankan pada kegiatan kelompok. Kegiatan kelompok ini sangat berguna untuk membangun hubungan yang baik antar mahasiswa.
MORPHOLOGICAL ANALYSIS OF ADJECTIVE REDUPLICATIONS IN TOBA BATAK LANGUAGE Esron Ambarita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 2 No. 1 (2017): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.587 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v2i1.157

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengulangan kata sifat dalam bahasa Batak Toba. Ada tiga masalah dalam penelitian ini: (1) jenis reduplikasi adjektiva dalam bahasa Batak Toba, (2) proses pembentukan reduplikasi adjektiva ditinjau dari perspektif infleksional dan derivasional, dan (3) mengungkap makna reduplikasi adjektiva tersebut. Pendekatan struktural diterapkan untuk menjawab ketiga permasalahan di atas. Data dijaring dari sumber lisan dan tertulis. Hasil analisa menunjukkan bahwa secara mendasar ada dua jenis reduplikasi adjektiva dalam bahasa Batak Toba, yaitu: (1) reduplikasi adjektiva penuh dan (2) reduplikasi adjektive sebagian. Reduplikasi adjektiva sebagian dikelompokkan lagi menjadi empat, yaitu: (2.1) menggunakan prefiks mar- dan um-, (2.2) menggunakan infiks -um-, (2.3) menggunakan sufiks -an dan -hian, dan (2.4) menggunakan konfiks marsi-i, ha-assa, ma-hu, pa-hu,sa-na, dan um-hian. Makna reduplikasi adjektiva dikelompokkan menjadi delapan bagian: (1) merujuk pada makna dasar adjektiva, (2) dalam kondisi seperti makna dasar adjektiva, (3) memiliki sifat seperi makna dasar adjektiva, (4) menunjukkan tingkat perbandingan, (5) menunjukkan perbedaan, (6) menunjukkan bahwa sesuatu atau seseorang memiliki sifat seperti makna dasar adjektiva, (7) menunjukkan bahwa sesuatu atau seseorang terlalu … seperti makna dasar adjektiva, dan (8) menyatakan tingkat perbandingan tentang sesuatu atau seseorang.

Page 4 of 20 | Total Record : 192