cover
Contact Name
Reni Ambarwati
Contact Email
reniambarwati@unesa.ac.id
Phone
+6281231173525
Journal Mail Official
sainsmatematika@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Gedung D1 Kampus UNESA Ketintang Surabaya Kode Pos 60213 E-mail: sainsmatematika@unesa.ac.id Telp : 031-8280009
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sains dan Matematika
ISSN : 23027290     EISSN : 25481835     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini menerbitkan artikel asli hasil penelitian di bidang biologi, fisika, kimia, dan matematika. Redaksi hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam proses penerbitan di jurnal lain. Naskah dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, sesuai dengan ejaan yang baik dan benar atau bahasa Inggris yang baik dan benar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 213 Documents
Perbandingan Nanopartikel TiO2 Menggunakan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L.) dan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) untuk Aplikasi Fotokatalitik Putri, Firstania Diah Cahyani; Maharani, Dina Kartika
Sains dan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat..v9n2.p54-59

Abstract

Nanopartikel TiO2 berhasil disintesis menggunakan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbli L.)daun kemangi (Ocimum Sanctum) sebagai stabilizer atau capping agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi nanopartikel TiO2 dan melakukan aplikasinya sebagai fotokatalis. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR), dan X-Ray Diffraction (XRD). Ukuran kristal 9,46 nm dan 10,86 nm. Menunjukkan adanya  TiO2 pada bilangan gelombang 931,23 dan 757,40 cm-1 untuk daun belimbing wuluh sedangkan pada daun kemangi menunjukkan TiO2 pada bilangan gelombang 874,59 cm-1  Uji fotokatalitik zat warna metilen biru persentase degradasi sebesar 96,66%. Sedangkan pada daun kemangi mendapatkan 84%. Kata Kunci: Averrhoa blimbli L, Ocimum Sanctum, fotokatalitik, metilen biru, TiO2.
Penerapan Model Kealhofer Merton Vasicek Dalam Memperhitungkan Risiko Kredit Motor Rambe, Dwi Wahyuni; Rakhmawati, Fibri
Sains dan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat..v9n2.p32-38

Abstract

Penggunaan sepeda motor di Indonesia meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan fasilitas kredit motor yang ditawarkan lembaga keuangan. Adira Finance salah satu penyedia kredit motor yang menghadapi potensi risiko kredit tinggi akibat kurangnya analisis risiko menyeluruh dan sejauh ini analisis risiko kredit belum dilakukan oleh Adira Finance. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko kredit di Adira Finance menggunakan model Kealhofer Merton Vasicek (KMV). Hasil yang diperoleh yaitu nilai Expected Default Frequency (EDF) sebesar 6,32%. Dimana nilai EDF merupakan kemungkinan gagal bayar yang dialami perusahaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan kegagalan perusahaan (default) yang dialami oleh Adira Finance menunjukkan angka yang tidak kecil namun tidak besar pula. Adira Finance dapat dinyatakan memiliki modal yang cukup sehingga peluang untuk gagal bayar tidak terlalu besar.   Motorcycle usage in Indonesia has increased rapidly in line with the growth of motorcycle credit facilities offered by financial institutions. Adira Finance, one of the motorcycle credit providers, faces a high potential credit risk due to the lack of comprehensive risk analysis, and thus far, credit risk analysis has not been conducted by Adira Finance. This study aims to measure credit risk at Adira Finance using the Kealhofer Merton Vasicek (KMV) model. The results show an Expected Default Frequency (EDF) of 6.32%, representing the likelihood of default experienced by the company. These findings indicate that the likelihood of default faced by Adira Finance is moderate not negligible, but not excessively high either. Adira Finance can be considered to have sufficient capital, thereby minimizing the risk of default.  
Analisis Survival Menggunakan Regresi Weibull Pada Laju Kesembuhan Pasien Jantung Koroner Cahyani, Widya Wahyu; Rakhmawati, Fibri
Sains dan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat..v9n2.p39-45

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyumbatan yang menghambat aliran darah ke jantung sehingga menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi, terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Tujuan dari penelitian ini akan mengkaji model persamaan regresi Weibull dari kondisi klinis penderita penyakit jantung koroner dan mengetahui faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien jantung koroner. Regresi Weibull merupakan metode analisis survival yang digunakan untuk mengetahui efek variabel independen dengan data survival sebagai variabel dependen. Kurva Kaplan Meier dilakukan untuk menghitung kurva survival berdasarkan data waktu survival untuk melihat perbedaan antar kelompok dalam satu kurva. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa umur, komplikasi, merokok,hipertensi dan obesitas sangat memengaruhi model. Dalam studi kasus ini, model regresi Weibull diperoleh untuk data waktu sembuh pasien jantung koroner sebagai berikut. S(t|x)=exp(-exp(1.3654+0.0874x1+0.0251x2+0.0789x3+0.0404x4+0.0339x5)t)^a.   Coronary Heart Disease CHD occurs when the blood vessels that supply blood to the heart become narrowed or become blocked, blocking blood flow to the heart, causing the heart to lack oxygen and nutrients. The aim of this research is to examine the Weibull regression equation model of the clinical condition of coronary heart disease sufferers and determine the factors that influence the recovery of coronary heart disease patients. Weibull regression is a survival analysis method used to determine the effect of independent variables with survival data as the dependent variable. The Kaplan Meier curve was performed to calculate a survival curve based on survival time data to see differences between groups in one curve. Partial test results show that age, complications, smoking, hypertension and obesity greatly influence the model. In this case study, the Weibull regression model was obtained for data on recovery time for coronary heart patients as follows. S(t|x)=exp(-exp(1.3654+0.0874x1+0.0251x2+0.0789x3+0.0404x4+0.0339x5)t)^a.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) terhadap Tingkat Keasaman Produk Fermentasi Kefir Susu Kedelai Nafisah, Durrotun; Ardyagarani, Deswita; Jannah, Beta Cahyatul; Rachmah, Aliya Nur; Sholihah, Tika Awwalus
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p23-28

Abstract

Nutrisi pada susu sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme mengakibatkan turunnya kualitas susu tersebut, sehingga diperlukan upaya dengan mengelola kualitas susu, salah satunya dengan membuat whey kefir. Pembuatan whey kefir memanfaatkan susu kedelai yang merupakan sumber nutrisi alternatif bagi penderita intoleransi laktosa, dan ekstrak bunga telang sebagai bahan antioksidan serta antiinflamasi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ekstrak bunga telang terhadap organoleptik dan derajat keasaman (pH) pada produk fermentasi kefir susu kedelai. Metode penelitian menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perbedaan penambahan ekstrak bunga telang sebanyak 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil uji pH dianalisis dengan ANOVA satu arah, sedangkan organoleptik dengan nonparametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (P<0,05) dan tidak nyata (P>0,05) pada beberapa perlakuan terhadap nilai pH. Nilai pH antara 5,37 ± 0,020 hingga 5,42 ± 0,020, sehingga lebih tinggi daripada umumnya. Namun, ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap organoleptik kefir. Nilai organoleptik warna antara 3,00 ± 0,379 hingga 3,00 ± 0,765; aroma antara 2,00 ± 0,0615 hingga 2,00 ± 0,626; tekstur antara 1,50 ± 0,571 hingga 2,00 ± 0,728; rasa dengan rentang 2,00 ± 0,714 hingga 2,00 ± 0,776 dan 3,00 ± 0,430 hingga 3,00 ± 0,507. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan penambahan ekstrak bunga telang pada kefir susu kedelai hanya mempengaruhi organoleptik saja, tidak dengan derajat pH.
Keanekaragaman Gastropoda di Area Persawahan Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo Amadea, Fariska; Ichatul Jannah, Affitya; Rifda Sakinah, Niswah; Luki Hermawan, Muhammad; Faizah, Ulfi
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p9-15

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk kelompok hewan Gastropoda. Jenis-jenis gastropoda tersebut dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Area persawahan Desa Kebonagung banyak ditemukan hewan-hewan Gastropoda. Berdasarkan sumber literatur pustaka belum ada publikasi yang penelitian tentang Gastropoda di Kawasan Kebonagung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keanekaragaman gastropoda sebagai bioindikator kualitas perairan di area persawahan Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif observatif dengan pengambilan 3 titik sampling. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan 513 individu yang terdiri dari 5 Famili dan 5 spesies gastropoda yaitu Pomacea canaliculata, Filopaludina javanica, Melanoides tuberculata, Lissachatina fulica, dan Radix rubiginosa. Tindak lanjut untuk penelitian gastropoda di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo adalah melakukan analisis kandungan BOD, nitrat, dan fosfat, sehingga dapat diketahui data yang dapat menjelaskan gastropoda sebagai bioindikator kualitas air.  
Keanekaragaman Kepiting pada Ekosistem Mangrove Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Ilmi Hamidah, Safira Aini; Afnani, Moh. Royhan; Cahya Ajeng Valenta Tresna Sulung
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p1-8

Abstract

Kawasan mangrove Ujungpangkah Kabupaten Gresik merupakan kawasan yang memiliki karakteristik habitat yang bervariasi bagi kehidupan berbagai jenis biota yang salah satunya adalah kepiting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan kepiting khususnya pada ekosistem mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode observasi dan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan 3 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 spesies kepiting yang ditemukan yaitu Metaplax elegans, Labuanium politum, Metopograpsus latifrons, dan Tubuca dussumieri. Indeks keanekaragaman (H’) Kepiting termasuk sangat rendah dari masing-masing stasiun berkisar antara 0,668–0,956.  Nilai indeks kemerataan jenis (E) menggunakan Indeks of eveness berkisar antara 0,2 – 0,37 dengan kemerataan tertinggi pada stasiun 3. Nilai indeks dominasi (C) menggunakan Simson pada tiga stasiun berkisar antara 0,42-0,60 yang termasuk dalam kategori sedang. Pada ketiga stasiun pengamatan nilai indeks dominasi mendekati 0, berarti tidak ada individu yang mendominasi. Nilai Indeks kelimpahan relatif spesies kepiting tertinggi dimiliki Tubuca dussumieri yaitu sebesar 39%. Hasil pengukuran parameter lingkungan pada lokasi penelitian memiliki suhu rata-rata bekisar antara 27 - 29 °C, pH substrat 6,0, dan salinitas perairan 35.5°/oo.
Biodiversitas Capung sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Kawasan Wisata Air Terjun Dlundung, Mojokerto Andriani, Betty; Faizah, Ulfi
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p16-22

Abstract

Capung merupakan salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai agen bioindikator suatu ekosistem perairan. Hal ini dikarenakan nimfa capung memiliki sensitivitas pada perubahan lingkungan yang terjadi. Air Terjun Dlundung terletak di Kabupaten Mojokerto, memiliki air jernih dari mata air gunung welirang yang menjadikannya sebagai habitat bagi capung untuk berkembang biak. Penelitian ini perlu dilakukan karena penelitian yang membahas mengenai keanekaragaman capung di kawasan tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman spesies capung sebagai agen bioindikator kualitas air di Kawasan Air Terjun Dlundung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2022 di Kawasan Air Terjun Dlundung, dengan metode jelajah (fisual day flying) dan menggunakan Teknik sweeping. Analisis yang dilakukan diantaranya adalah menganalisis indeks keanekaragaman (H’) Shannon-Wiener, indeks kemerataan (E), dan indeks Dominansi (D). Berdasarkan penelitian didapatkan 46 capung yang termasuk ke dalam 4 spesies, 4 genus, dan 4 famili yang berbeda diantaranya yaitu Orthetrum migratum, Vestalis luctuosa, Euphaea variegata, dan Heliocypha fenestrate. Didapatkan indeks keanekaragaman capung sebesar 1,24, indeks kemerataan sebesar 0,90, dan indeks dominansi sebesar 0,31 yang mencerminkan kondisi ekosistem Air Terjun Dlundung yang masih cukup stabil. Keberadaan capung dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan, keanekaragaman capung yang tinggi menunjukkan kualitas perairan yang baik dan sebaliknya. Keanekaragaman capung berkaitan langsung dengan keberlanjutan ekosistem air tawar, sehingga mendukung pencapaian SDG 6 (konservasi air bersih), SDG 13 (mitigasi perubahan iklim), SDG 14 (kesehatan ekosistem perairan), dan SDG 15 (perlindungan keanekaragaman hayati).
Gastropod Diversity in Pacar Pucang Laban Beach Tulungagung Regency Rohmah, Tri Lestari Saidha; Afnani, Moh. Royhan; Rahayu, Dwi Anggorowati
Sains dan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): April, Sains dan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v10n1.p29-36

Abstract

Tulungagung is a city that has a variety of beautiful beaches, one of which is Pacar beach. The condition of the beach which is still natural and clean makes this beach inhabited by a wide variety of marine biota, one of which is gastropods. The purpose of this study was to determine the diversity and relative abundance of Gastropods and the environmental conditions that affect Gastropods at Pacar Beach Pucang Laban, Tulungagung. Sampling used the transect method, by placing three transect lines. For each transect line was placed three square plots measuring 1x1 m2 each in each intertidal. Gastropods taken were gastropods that were found in each squared plot and in the substrate to a depth of 5 cm. The results of this study found 18 species belonging to 14 families. The results of the diversity obtained were based on the Shanon Wiener indeks are 2.461, which was dominated by the abundance of gastropods Clanculus atropurpureus and Conus (Lividoconus) lividus. The highest relative abundance came from the Trochidae family, Clanculus atropurpureus species of 20.97%, followed by the species Conus (Lividoconus) lividus from the Conidae family with a relative abundance of 17.74%.
Karakteristik Porositas dan Antibakteri Wound Dressing Nanofiber PVA-Pare (Momordica charantia) Fadhlurrahman Nur, Ahmad Faruq; Kusumawati, Diah Hari
Sains dan Matematika Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v8n2.p32-40

Abstract

Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dikenal memiliki beragam manfaat dalam bidang medis dengan sifat penyembuhan yang sangat baik. Sifat penyembuhan pada Momordica charantia dipengaruhi oleh adanya kandungan bioaktif seperti; asam fenolik, flavonoid, karotenoid, triterpenoid, dan fitosterol, yang juga dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti B. subtilis dan E. coli yang banyak ditemukan pada luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik porositas dan efektivitas sifat antibakteri pada nanofiber PVA-Momordica charantia terhadap bakteri B. subtilis dan E. coli. Proses fabrikasi nanofiber PVA-Momordica charantia dilakukan dengan metode electrospinning. Adapun jenis uji yang dilakukan pada nanofiber PVA-Momordica charantia adalah FTIR, SEM, dan antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanofiber PVA-Momordica charantia memiliki gugus fungsi C=O dan CH2 yang menunjukkan adanya kandungan Momordica charantia dan PVA, memiliki ukuran diameter pori dengan rentang 1.310-860 nm, memiliki ukuran diameter fiber dengan rentang 147-185 nm dan porositas antara 53-60%. Nanofiber PVA-Momordica charantia dengan konsentrasi Momordica charantia 25% merupakan komposisi nanofiber yang paling optimum untuk aplikasi wound dressing, konsentrasi tersebut memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik terutama pada bakteri gram positif dengan efektivitas sebesar 90% (B. Subtilis) serta pada gram negatif dengan efektivitas 58% (E. coli).      
Karakteristik Antibakteri dari Wound Dressing PVA – Sodium Alginat Putri Ramadhani, Novtantian Erlinda; Kusumawati, Diah Hari
Sains dan Matematika Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sainsmat.v8n2.p41-49

Abstract

Sodium Alginat merupakan polimer bahan alam yang berkembang dalam bidang kesehatan dengan sifat biokompatibel, biodegradasi, dan sifat antibakteri yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik wound dressing dari PVA-Sodium Alginat dan menganalisis efektivitas antibakteri dari wound dressing PVA-Sodium Alginat. Sintesis nanofiber dilakukan menggunakan metode electrospinning dengan parameter yang digunakan yaitu laju alir 1 ml/jam, jarak jarum antar kolektor sejauh 13 cm, serta tegangan sebesar 15 kV. Nanofiber yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM, uji antibakteri, dan uji tarik. Hasil FTIR nanofiber PVA-Sodium Alginat diperoleh gugus fungsi C-H yang menunjukkan adanya PVA , serta COO asimetris dan simetris dari kandungan Sodium Alginat. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi berbentuk serat dengan ukuran diameter pada rentang 99 – 142 nm, porositas 43% - 47%, dan ukuran pori 0,915 m – 1,121 m . Hasil karakterisasi SEM meliputi struktur morfologi, ukuran diameter, porositas dan ukuran pori nanofiber PVA-Sodium Alginat yang memenuhi karakteristik sebagai wound dressing yaitu pada variasi Sodium Alginat 3%. Hasil uji tarik nanofiber PVA-Sodium Alginat didapatkan nilai kuat tarik 3,26 MPa, regangan sebesar 6%, dan modulus elastisitas sebesar 0,54 MPa. Nanofiber PVA-Sodium Alginat memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik pada bakteri gram negatif (Eschericia coli) dengan efektivitas antibakteri sebesar 97,5%, namun tidak dapat menghambat pertumbuhan untuk bakteri gram positif (Staphylococcus aureus).                     

Filter by Year

2012 2025