Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Articles
958 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI DISEMINASI INFORMASI DI KPT TELKOM MAKASSAR
Tora Fahrudin;
Ibnu Asror;
Dawam Dwi Jatmiko Suwawi;
Yanuar Firdaus Arie Wibowo
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2264
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Kelompok Pendidikan Terpadu Telkom Makassar ini adalah program pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk membantu pihak pengelola pendidikan Telkom Schools dalam memanfaatkan penggunaan WhatsApp (WA) sebagai sarana penyebaran informasi kepada sivitas akademika yg didapatkan melalui assesstment awal permasalahan mitra dalam mendiseminasikan informasi. Dengan menggunakan aplikasi penyebaran informasi melalui WA ini, diharapkan informasi-informasi penting dan sifatnya dinamis dapat sampai dalam waktu yang singkat dan efektif kepada orang tua siswa maupun siswa. Selain melalui aplikasi, aplikasi ini dilengkapi dengan Application Programming Interface (API) sehingga memungkinkan pengiriman informasi dapat diintegrasikan dengan aplikasi-aplikasi yang lain seperti Sistem Informasi Akademik maupun Sistem Informasi Perpustakaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini membutuhkan waktu lebih kurang enam bulan, yang meliputi observasi dan diskusi awal, pembuatan aplikasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pembuatan video dokumentasi, serta pembuatan laporan akhir. Pelatihan diberikan kepada kepala sekolah maupun admin masing-masing sekolah melalui aplikasi zoom. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diperoleh feedback pelaksanaan pelatihan yaitu sebesar 60% setuju dan 40% sangat setuju bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan mitra. Selain itu sebesar 53.33% setuju dan 46.67% sangat setuju bahwa teknologi yang ditawarkan sangat bermaanfaat. Terkait dengan kemudahan penyajian materi sebesar 53.33% menyatakan setuju dan 46.67% setuju
STRATEGI HUTANG AMAN DAN SYARIAH SERTA CERDAS DALAM MENYIKAPI PINJOL (PINJAMAN ONLINE)
Media Kusumawardani;
Achmad Soediro;
Muhammad Farhan;
Fardinant Adhitama
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2364
Pasca pandemi covid-19, beberapa usaha mengalami penurunan. Salah satu permasalahan pada Desa Muara Penimbung Ilir adalah sebagian masyarakat yang memiliki usaha kain songket membutuhkan dana tambahan namun belum memiliki pemahaman yang baik mengenai penambahan modal melalui hutang. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan informasi mengenai hutang, hutang syariah dan pinjaman online. Hutang dalam agama islam diperbolehkan namun dilakukan pada keadaan yang mendesak. Hutang sebaiknya juga dipertimbangan dengan matang mengenai kesehatan keuangan kedepan. Pengusaha sebaiknya mengetahui kapan waktu terbaik untuk memulai hutang, berapa komposisi hutang yang tepat pada usahanya. Hutang pada era financial technology sangat mudah didapat dengan pinjaman online. Namun perlunya pelaku usaha berhati-hati dalam menyikapi pinjaman online illegal yang tidak aman dan tidak terdaftar. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta lebih memahami dan dapat menyikapi hutang dengan penuh pertimbangan serta resiko dari pinjaman online illegal. Berdasarkan hasil dari monitoring dan evaluasi, kegiatan pengabdian memberikan dampak bagi peserta untuk cermat dalam berhutang, mampu menghitung kapan waktu yang tepat untuk berhutang, jumlah hutang yang ideal dalam usahanya dan peserta lebih yakin menghindari tawaran dari pinjaman online illegal.
EDUKASI BAGI ANAK DALAM UPAYA PREVENTIF TINDAK KEJAHATAN SEKSUAL DENGAN MODUS CHILD GROOMING
Ida Rachmawati;
Indah Listyaningrum;
Julia Magdalena Waysang;
Dewi Suratiningsih;
Ade Risna Sari
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2399
Fenomena meningkatnya kasus kekerasan dan pelanggaran hak-hak anak khususnya pada kasus pelecehan dan eksploitasi seksual di Indonesia masih menjadi permasalahan serius yang mengancam keamanan anak. Child grooming merupakan salah satu modus kejahatan baru dalam pelecehan dan eksploitasi seksual dengan menggunakan media sosial. Kemudahan mengakses media sosial dan berbagai jenis platform komunikasi lainnya oleh para pelaku maupun korban, serta minimnya pengetahuan anak dan orang tua terkait child grooming menyebabkan banyak kasus ini meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada publik terkait child grooming sebagai modus kejahatan seksual baru untuk meminimalisir peningkatan kasus. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diberikan kepada siswa-siswi dan guru SMPN 01 Sui-Kakap, Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan mengenai child grooming, menumbuhkan kesadaran serta memberikan keterampilan dan motivasi bagi anak agar mampu menjaga dan melindungi diri sendiri dan lingkungannya agar terhindar dari segala modus kejahatan seksual, khususnya child grooming. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan partisipasi aktif melalui pendekatan diskusi/sharing. Hasil dari kegiatan ini adalah, terlibatnya anak sebagai individu yang merupakan agent of change agar anak dapat mengenal diri dan lingkungannya sebagai tindakan preventif guna meminimalisir tindak kejahatan child grooming
PELATIHAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BAGI GURU IPA DI KOTA PAGARALAM
Susy Amizera;
Elvira Destiansari;
Zainal Arifin;
Khoiron Nazip;
Nike Anggraini;
Lucia Maria Santoso
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2485
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi peserta didik maka diperlukan suatu perencanaan agar pelaksanaan pembelajaran berjalan optimal. Salah satu wujud dari kompetensi guru dalam perencanaan, yaitu guru mampu membuat bahan ajar yang dapat memotivasi peserta didik dalam pemecahan suatu masalah. Perencanaan tersebut dapat tertuang pada lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis masalah (PBL). Berdasarkan hasil data pendahuluan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru–guru IPA Kota Pagaralam, didapatkan hasil bahwa 78% guru–guru biologi IPA menggunakan metode ceramah melalui media conference seperti zoom meeting. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah jarang dilakukan mengingat saat ini masih berada di kondisi pandemi covid-19. Selain itu sebagian besar guru–guru IPA kota Pagaralam menggunakan LKPD yang terdapat di buku saja. Hal ini kurang sesuai dengan kondisi nyata yang ada lingkungan peserta didik sehingga peserta didik kurang memiliki kemampuan dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, upaya yang harus dilakukan, yaitu melakukan perencanaan dengan mendesain LKPD berbasis PBL yang dirancang secara digital menjadi E-LKPD Berbasis PBL. Tujuan pelatihan ini: (1) guru dapat mengurutkan langkah–langkah pembelajaran PBL (Problem Based Learning); (2) guru dapat merancang E-LKPD berbasis pembelajaran PBL; (3) guru dapat menghasilkan E-LKPD berbasis pembelajaran PBL. Model kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu model pendampingan yang ditujukan kepada guru IPA MGMP kota Pagaralam, berjumlah 20 orang yang berasal dari beberapa SMP Negeri dan Swasta di kota Pagaralam. Berdasarkan hasil Evaluasi PreTest dan Posttest menunjukkan peningkatan pemahaman guru dalam pembuatan E-LKPD berbasis PBL setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan pemahaman terlihat melalui peningkatan nilai rata–rata hasil tes awal dan tes akhir sebesar 47,44%. Berkaitan dengan hal tersebut, setelah kegiatan pelatihan ini diharapkan adanya kegiatan lanjutan berupa integrasi E-LKPD dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP)
IMPLEMENTASI BREAK EVENT POINT SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA UMKM PENGGUNA BAWANG MERAH KABUPATEN KENDAL
Enny Susilowati Mardjono;
Lilis Setyowati
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2546
UMKM pengguna brambang goreng diKabupaten Kendal, selaku mitra dari kegiatan kedaireka pengabdian kepada masyarakat memiliki kendala dalam menentukan laba usaha. Kendala pertama yaitu pengetahuan yang terbatas karena dalam mengorganisir dan mencatat pendapatan dan identifikasi biaya-biaya proses produksi masih menggunakan cara – cara konvensional. Kendala selanjutnya adalah dalam penentuan harga jual produk masih belum memperhitungkan fixed cost dan variable cost dan masih tercampur dengan biaya dan kebutuhan pribadi owner. Keterbatasan informasi dan pengetahuan dari mitra serta belum optimalnya binaan UMKM dengan lembaga resmi pemerintah. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, dibuatlah pelatihan pengidentifikasian komponen biaya-biaya fixed cost dan variable cost serta depresiasi yang diperlukan dan pengakuan pendapatan pada waktu yang tepat untuk menentukan BEP guna merencanakan laba yang tepat. Pengakuan Pendapatan dan Biaya dengan memperhitungkan kebijakan akuntansi dirancang berdasarkan kondisi proses usaha masing-masing bidang usaha UMKM. Sosialisasi mengenai identifikasi biaya dan pendapatan serta pembukuan UMKM yang benar sesuai standar akuntansi dan pendampingan pembukuan akuntansi serta penentuan Break Event Point (BEP) dilakukan agar mitra bisa mendapatakan laba riil untuk meningkatkan laba usahanya. Kerjasama dengan pemerintah dan perguruan tingi lewat kedaireka bertujuan membantu peningkatan pengembangan UMKM. Dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan pengimplementasian Break Event Point (BEP) pada UMKM pengguna bawang merah dapat menentukan BEP yang tepat untuk meningkatkan laba bulanan tepat untuk peningkatan produksi UMKM dari tahun ke tahun
PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM MELALUI PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN
Kristiana Sri Utami;
Bangun Putra Prasetya;
Ahmad Rifa'i
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2046
Kegigihan dalam menjalankan usaha dengan pengelolaan yang masih sangat terbatas dilakukan oleh anggota UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Matrijeron, Yogyakarta. Volume penjualan rendah serta jangkauan pemasaran sangat terbatas menjadi salah satu persoalan yang saat ini dihadapi. Pemasaran produk dilakukan secara konvensional, pengemasan produk masih sangat sederhana berdampak minimnya daya tarik pembeli. Hal tersebut disebabkan masih rendahnya pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya pengemasan produk sebagai bagian dari strategi pemasaran. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting dilakukan. Metode pengabdian dengan penyuluhan serta praktik pengemasan ini merupakan salah satu solusi yang tepat bagi pelaku usaha anggota UP2K Kelurahan Gedongkiwo dalam mengatasi permasalahannya saat ini. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2022 berlokasi di Balai Pertemuan Kelurahan Gedongkiwo, yang dihadiri oleh 25 anggota UP2K. Pelatihan ini memiliki hasil luaran yaitu setiap peserta memiliki pengetahuan tentang pengemasan, mengenal jenis-jenis bahan kemasan, mampu memilih kemasan yang tepat, mampu mengemas produknya secara menarik. Hasil pengabdian ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan pendampingan pengemasan dan pelatihan pemasaran produk secara digital (Digital Marketing)
SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA PEREMPUAN PELAKU USAHA KONVEKSI DI SENTRA INDUSTRI PADURENAN KUDUS
Siti Amaroh
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2334
Literasi keuangan berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan. Program pengabdian masyarakat ini bersifat kolaboratif dan dilaksanakan dalam rangka memberikan sosialisasi tentang literasi keuangan berbasis syariah. Pendekatan penelitian tindakan partisipatif dilakukan dengan memfasilitasi peserta untuk memahami tentang keuangan syariah. Peserta terdiri dari pelaku usaha konveksi baik pemilik maupun para mitra produksi. Kegiatan sosialisasi menghadirkan fasilitator pertama yang menyampaikan tentang program studi pada perguruan tinggi Islam baik pada keilmuan berbasis agama maupun umum, dan menyampaikan pengelolaan keuangan perspektif Islam. Fasilitator kedua menyampaikan tentang literasi keuangan, literasi keuangan syariah, dan memberikan kuesioner. Para peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat literasi keuangannya. Berdasarkan jawaban pada kuesioner menunjukkan bahwa tujuan keuangan meliputi kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan pengembangan usaha. Peserta tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang keuangan syariah sehingga kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BERBASIS SMART KAMPUNG UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN PUBLIK
Lilik Sumaryanti;
Dirwan Muchlis
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2391
Penyelenggaraan pemerintahan kampung dalam bentuk pengaturan atau pemberian layanan umum guna melayani kebutuhan masyarakat oleh aparat /pemerintah kampung, masih dilakukan dalam ruang lingkup kantor yang dibatasi waktu pelayanan, serta belum menyajikan standar pelayanan publik yang memberikan keterbukaan akses informasi. Aparat seringkali lalai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti keterlamatan masuk kantor atau sedang tidak berada di kantor pada saat jam pelayanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi berbasis “Smart Kampungâ€, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hasil penerapan aplikasi menjadi upaya untuk mendukung kinerja pemerintah kampung dalam meningkatkan mutu pelayanan, yang mengintegrasikan berbagai manajamen administrasi dan menyajikan keterbukaan akses informasi terkait prosedur dan dokumen persyaratan penyelenggaraan pelayanan bagi semua kalangan masyarakat, integrasi data penduduk, dan kemudahan akses karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Berdasarkan hasil analisis kepuasaan pengguna terhadap implementasi aplikasi dan pelaksanaan program pelatihan serta pendampingan, dengan media bantu kuisoner bagi responden yang terlibat, menyatakan sangat setuju bahwa penerapan aplikasi dapat membantu meningkat kualitas mutu pelayanan, dengan 92% dari aparat kampung, dan masyarakat 89%
PHYSICS DIGITAL LABORATORY (PDL) SEBAGAI ALTERNATIF LABORATORIUM DIGITAL BAGI SISWA MADRASAH MUHAMMADIYAH NANGAHURE
Zakaria Al Farizi;
Florentinus Primarius Naraama Koten;
Abdullah Abdullah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2467
MA Muhammadiyah Nangahure merupakan salah satu sekolah tingkat SMA yang berstatus swasta dan terletak di pinggiran Kota Maumere NTT. Sekolah ini belum memiliki laboratorium sendiri dan masih menumpang dengan laboratorium MTs (yang masih dalam satu yayasan) untuk memenuhi kebutuhan praktek kerja eksperimen siswa. Namun laboratorium ini juga masuk dalam kategori yang tidak layak karena belum memadai. Hal ini mengakibatkan jarangya kegiatan eksperimen pada pelajaran fisika dan berdampak pada kurang maksimalnya hasil belajar siswa. Sebagai alternatif terbaik diamati dari segi ekonomi, laboratorium virtual menjadi pilihan yang paling rasional. Physics Digital Laboratory (PDL) sebagai alternatif laboratorium fisika. PDL merupakan panduan dengan bentuk E-Book yang menyajikan seluruh praktikum fisika dalam bentuk digital. PDL menyajikan link aplikasi praktikum dan panduan percobaan praktikum. Hal tersebut akan membantu siswa dan guru dalam melakukan praktikum dengan baik walau tanpa adanya laboratorium. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahap yakni: 1) Pembuatan produk, 2) Pemberitahuan pada siswa tentang produk dan 3) Pengukuran hasil belajar siswa. Tujuan dalam pengabdian ini adalah membentuk E-Book PDL yang dapat digunakan siswa sebagai pedoman dalam melakukan praktikum basis digital. Hasil akhir yang dicapai dalam pengabdian ini ialah bentuk E-book PDL dan hasil akhir tes siswa yang mengalami peningkatan
PENYULUHAN PENGGUNAAN BAHAN PEWARNA PADA MAKANAN DI DESA RANCA BUNGUR KABUPATEN BOGOR
Ayunda Sri Wahyuningrum;
Emilda Emilda
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2516
Kurangnya pengetahuan dan pemahaman warga desa Ranca Bungur Kabupaten Bogor tentang bahan pewarna makanan mengakibatkan minimnya penggunaan bahan pewarna alami, maraknya penggunaan bahan pewarna sintetis tanpa menyadari kandungan maupun bahayanya bagi kesehatan, serta kurangnya kesadaran terhadap penggunaan bahan pewarna yang dilarang untuk makanan. Kondisi ini perlu diperbaiki dengan diadakannya penyuluhan berupa sosialisasi tentang bahan pewarna sintetis dan alami, demonstrasi pembuatan pewarna makanan dari beberapa bahan alami beserta contoh penerapannya, hingga peninjauan perkembangan pengetahuan dan pemahaman warga dengan pemberian pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah adanya perkembangan pengetahuan dan pemahaman warga, yakni peningkatan pengetahuan sebesar 13,08% tentang jenis-jenis pewarna makanan, sebesar 25,38% tentang bahan pewarna makanan sintetis dan pengaruhnya bagi kesehatan, sebesar 6,54% berkaitan dengan bahan pewarna yang dilarang untuk makanan beserta ciri-cirinya, dan peningkatan sebesar 24,23% berkaitan dengan bahan pewarna alami, yakni memahami cara mendapatkan dan membuat bahan-bahan pewarna alami yang lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi