Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Articles
958 Documents
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI INTERVENSI STUNTING DI DESA TAJUNGAN KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
Yudho Bawono;
Rezkiyah Rosyidah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2595
Tahun 2021 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menemukan prevalensi stunting di Indonesia angkanya mencapai 24,4%. Di Jawa Timur, kabupaten yang angka stuntingnya tinggi selain Lumajang adalah Bangkalan. Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) mencatat jumlah stunting di Kabupaten Bangkalan sebanyak 38%, di mana salah satu desa yang angka stuntingnya tinggi adalah Desa Tajungan, Kecamatan Kamal. Kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Bangkalan ini salah satunya terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diterapkan di masyarakat. Dalam penanggulangan stunting, penerapan PHBS ini termasuk dalam intervensi yang dicanangkan pemerintah. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka diadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tajungan yang tujuannya memberikan edukasi atau penyuluhan untuk pencegahan stunting. Adapun metode yang digunakan adalah keikutsertaan masyarakat (community participation). Partisipan yang diikutsertakan antara lain: pemerintah desa, organisasi PKK, tenaga kesehatan, dan warga setempat. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan pencegahan stunting serta promosi kesehatan kepada 16 orang masyarakat yang hadir, berkaitan dengan penerapan PHBS. Melalui penerapan PHBS ini, diharapkan stunting di Desa Tajungan dapat diturunkan
PENGUATAN KEMAMPUAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DI KOTA PONTIANAK
Affi Zakiyya;
Dessy Hidayati Fajrin;
Eriza Aristia
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2192
Keterlambatan perkembangan balita secara global terjadi sekitar 5-10% sehingga penting untuk dilakukan deteksi dini tumbuh kembang. Stunting menjadi salah satu penyebabnya kerena secara persial berhubungan dengan keterlambatan motorik halus, bahasa, personal sosial dan motorik kasar. Penanganan balita yang telah didiagnosis stunting masih menjadi prioritas utama di Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak. Tujuan pelaksanaan ini adalah mendukung program “Pos Gerakan Cegah Stunting†oleh Puskesmas dan mengupayakan memberikan penguatan kemampuan kader dalam melaksanakan SDIDTK. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi kepada kader sejumlah 20 orang, dan selanjutnya dilaksanakan monitoring dan evaluasi di tiap-tiap posyandu. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader posyandu sebelum (mean 68,67) dan sesudah diberikan penyuluhan (mean 89,33) sehingga disimpulkan bahwa kemampuan kader posyandu mengenai deteksi dini tumbuh kembang balita semakin meningkat.
BUDIDAYA MAGGOT DIPT BERKAH SALAMA JAYA, SENTRAL PENGGEMUKAN SAPI, LOA JANAN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR
Rudy Agung Nugroho;
Retno Aryani.;
Hetty Manurung;
Ari Susandi Sanjaya;
Didit Suprihanto;
Wulan Iyhig Ratna Sari;
Fatmawati Patang;
Rudianto Rudianto;
Widha Prahastika;
Bambang Purnama
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2362
Maggot (larva lalat tentara hitam) saat ini banyak dijalankan oleh para pembudidaya. Hal tersebut dikarenakan kemampuan maggot dalam mengurai limbah organik menjadi biomassa larva yang kaya akan protein. Salah satu limbah organik adalah kotoran hewan yaitu kotoran sapi yang ada di sentral penggemukan sapi PT Berkah Salama Jaya (BSJ), Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan teknologi yaitu pelatihan budidaya maggot dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan maggot yang tinggi protein. Metode yang dilakukan adalah focus group discussion (FGD), persiapan dan pelaksanaan. Sasaran kegiatan ini adalah kepada karyawan dan mitra PT BSJ, agar dapat mengetahui dan dapat membudidayakan maggot dari kotoran sapi, sehingga dihasilkan larva maggot. Pengabdian melibatkan karyawan dan mitra PT BSJ sejumlah 30 orang. Pada sesi diskusi peserta menyampaikan beberapa pertanyaan terkait budidaya maggot. Hasil evaluasi pengabdian disampaikan oleh salah seorang peserta melalui wawancara yang dimuat di berita di channel media massa elektronik. Hasil pengabdian secara umum adalah memberikan wawasan baru bagi peternak sapi mitra PT BSJ tentang berbudidaya maggot menggunakan media kotoran sapi. Hasil kegiatan lain adalah, karyawan dan mitra BSJ mampu melakukan budidaya maggot sendiri dan menghasilkan larva lalat tentara hitam. Program pengabdian ini diharapkan juga meningkatkan perekonomian di wilayah Loa Janan Kutai Kartanegara sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara baru Indonesia
PENINGKATAN POTENSI KELOMPOK BIMA KENCANA DENGAN BUDIDAYA MAGGOT DAN PEMASARAN ONLINE
Dwi Tika Afriani;
Emmy Syafitri;
Alfirah Alfirah;
Jonatan Prayoga
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2397
Bima Kencana merupakan kelompok usaha masyarakat Desa Lubuk Saban. Berdasarkan hasil observasi diketahui permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu: (1) hasil produksi mitra masih rendah, disebabkan jenis ikan yang terbatas, kesulitan menyediakan pakan alternatif yang berkualitas dengan harga terjangkau, (2) sarana dan prasarana yang belum memadai. (3) Mitra belum memiliki akun online shop dan manajemen penjualan belum baik. Solusi yang diberikan adalah: (1) Penguatan Motivasi, Pengetahuan, dan Keterampilan: (2) Pengadaan Sarana dan Prasaranan Penunjang Produksi: (3) Jasa Pendampingan dan Pembuatan akun penjualan online. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu: (1) Metode pendekatan partisipatif; (2) Metode Pendekatan Konseptual; (3) Pendekatan Teori dan Praktik; (4) Metode Pendekatan Reflektif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Peningkatan sarana budidaya meliputi: tersedianya bibit patin, dan kit budidaya maggot. Mitra memiliki akun Instagram untuk penjualan secara online. Dengan membudidayakan maggot, mitra dapat menekan biaya pakan sehingga laba usaha meningkat. Pemasaran online dapat membantu meningkatkan penjualan dan pendapatan mitra.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MANFAAT JUS BELIMBING UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
Alvian Pristy Windiramadhan;
Wenny Nugrahati Carsita;
Riyanto Riyanto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2478
Angka kejadian penderita hipertensi setiap tahun terus meningkat. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan dengan farmakologi maupun non farmakologi. Akan tetapi masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa salah satu cara nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yaitu dengan menggunakan jus belimbing. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat jus belimbing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 31 orang penderita hipertensi yang dilaksanakan di Kantor Kuwu Desa Cipaat wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidamulya. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 3.19, dengan nilai minimal 2 dan maksimal 6 serta standar deviasi sebesar 1.267. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan rata-rata skor pengetahuan sebesar 7.61 dengan nilai minimal 3 dan maksimal 9, serta standar deviasi 1.382. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P=0.000). Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat jus belimbing untuk menurunkan tekanan darah
WORKSHOP “AM I GOOD ENOUGH?†UNTUK PEREMPUAN EMERGING ADULTHOOD DI KOMUNITAS INDONESIAN WOMEN LEAGUE
Grace Indrawati;
Helsa Helsa;
Jessica Amelia Anna;
Yuliana Anggreany;
Mayrican Angelica Tasya;
Calista Priskila Ferbianto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2536
Emerging adulthood merupakan masa peralihan antara remaja dan dewasa. Dalam periode ini individu mulai mencari dan menemukan siapa dirinya dan apa yang ingin dicapai. Di masa ini, proses identifikasi diri yang juga masih berlangsung dapat menciptakan ketegangan identitas seiring berlangsungnya proses transisi peran sebagai seorang remaja ke dewasa. Adanya ketegangan identitas ini terkadang memunculkan adanya keraguan diri/self-doubt akan kemampuan dan identitas diri, sehingga dibutuhkan adanya intervensi untuk meregulasi self-doubt. Indonesia Women League (IWL) merupakan komunitas yang memiliki visi untuk memberdayakan para wanita. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai self-doubt serta cara untuk mengelolanya. Penyampaian informasi dilakukan dalam bentuk workshop secara daring sebanyak empat sesi kepada anggota komunitas IWL. Dalam workshop ini terdapat data pretest dan posttest terkait gambaran self-doubt pada partisipan. Setelah mengikuti rangkaian sesi workshop didapatkan hasil data penurunan tingkat self-doubt pada partisipan. Umpan balik dari partisipan terhadap kegiatan ini dapat dikatakan positif, dimana mereka merasa senang dan puas dengan topik yang dibawakan karena relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu partisipan juga menyampaikan bahwa mereka mendapatkan pemahaman terhadap diri dan strategi dalam menghadapi self-doubt
STRATEGI TATAKELOLA PENGEMBANGAN BANK SAMPAH PUPUK KEMBANG ERA PANDEMI KELURAHAN SIRING AGUNG KOTA PALEMBANG
Lesi Hartati;
Asmawati Asmawati;
Lili Syafitri;
Terttiaavini Terttiaavini;
Siti Komariah Hildayanti
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.1877
Era Covid-19 pengolahan sampah rumah tangga belum tertangani dengan baik, disebabkan ruang gerak terbatas. Himbauan lockdown yang dari pemerintah guna mempersempit penyebaran pademi covid-19, sehingga berakibat pada penumpukan sampah yang memberi aroma tidak sedap yang menggangu kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengolah sampah rumah tangga yang sering menumpuk di sekitar rumah dan di pinggir jalan akibat mobil angkutan sampah terlambat datang. Sosialisasi kegiatan ini dilakukan dengan diskusi, ceramah dan wawancara langsung pada masyarakat kelurahan Siring Agung yaitu di jalan Pembangunan Pakjo kota Palembang yang diikuti sebanyak 15 orang dilakukan selama 1 (satu) hari. Hasil kegiatan pengabdian ini bahwa sampah rumah tangga dapat dikelola menjadi bank sampah pupuk kembang yaitu pupuk kompos yang dikelola dari limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil ceramah dan diskusi bahwa sampah rumah tangga sisa buah-buahan dan sayuran hijau tidak perlu dibuang, cukup gunakan kantung plastik pengemas, tuang cairan pengurai dan cairan gula dan dalam beberapa hari menjadi pupuk kompos yang sangat berharga untuk kebutuhan tanaman hias sehingga lingkungan menjadi bersih bebas sampah
PEMBUATAN STRATEGI PROMOSI MELALUI DIRECT SELLING DAN MARKETING CREATIVE UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK ANYAMAN BAMBU
Fullchis Nurtjahjani;
Joni Dwi Pribadi;
Sanita Dhakirah;
Kadek Suarjuna Batubulan;
Annisa Taufika Firdausi
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2043
Kelompok Pengrajin Bambu desa Duwet merupakan usaha yang terbentuk secara resmi dalam wadah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) sejak tahun 2010, Berdasarkan hasil observasi, hasil penjualan mitra masih rendah disebabkan karena rendahnya diversifikasi produk, pemasaran yang terbatas, serta rendahnya pengetahuan dan keterampilan tenaga pemasaran. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra agar dapat memaksimalkan penjualan. Metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan branstorming membuat design brosur, pamflet dan website serta pendampingan dan pelatihan menjadi tenaga marketing pada kelompok pengrajin anyaman bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra yang dibuktikan dengan kemampuan membuat brosur/pamflet produk, menjalankan sistem penjualan menggunakan website yang telah didesain oleh tim pengabdi. Dengan hasil tersebut diharapkan mitra dapat meningkatkan penjualannya
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENTINGNYA SUPLEMEN BESI (FE) DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA PELAJAR PUTRI SMA DI JAYAPURA
Elfride Irawati Sianturi;
Viona S Longe;
Yuliance Nawipa;
Rizka Agustine Susilowati;
Nur Fadilah Bakri
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2325
Angka kejadian stunting di Indonesia meningkat setiap tahunnya dan Provinsi Papua menunjukkan peningkatan yang relatif tinggi dibanding provinsi lainnya. Perlunya penanganan yang komprehensif dari berbagai sektor menjadi hal yang perlu diprioritaskan. Salah satu target utama pencegahan stunting selain ibu hamil dan anak di bawah umur 5 tahun adalah perlunya pencegahan sedini mungkin pada perempuan muda yang telah memulai siklus menstruasi. Sehingga siswi-siswi terutama di sekolah menengah menjadi salah satu prioritas dalam program pencegahan stunting yang komprehensif. Hal ini didasarkan bahwa mereka rentan mengalami anemia selama mendapatkan siklus tersebut ditambah lagi dengn kurangnya asupan makanan yang sehat. Hal ini bila tidak ditangani segera maka perempuan akan mengalami masalah kurang energi kronis (KEK). Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan informasi apa stunting itu, bahaya stunting serta apa yang perlu dilakukan agar kejadian stunting tidak terjadi terutama pentingnya suplemen Fe pada siswi-siswi SMA di Jayapura. Program ini diikuti oleh 19 siswi, sebelum dan sesudah kegiatan disebarkan kuesioner untuk menilai keefektifan program ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswi. Hasil yang diperoleh bahwa ada peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya suplemen Fe di antara siswi-siswi yang mengikuti program ini. Diharapkan pelatihan ini akan berdampak bahwa siswi-siswi mengerti bahwa mereka sangat riskan mengalami anemia. Hal ini akan menyebabkan kemungkinan mereka akan melahirkan anak dengan risiko mengalami stunting. Selain itu mereka diharapkan menjadi agen informasi kepada siswi-siswi lain mengenai angka kejadian KEK dapat dicegah dengan mengkomsumsi tablet suplemen Fe setidaknya selama mereka mendapatkan periode menstruasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN RISIKO DAN BENCANA LINGKUNGAN YANG BERSUMBER DARI REGULATOR TABUNG GAS PADA IBU RUMAHTANGGA
Nugroho B Sukamdani;
Tatan Sukwika;
Hariyadi B Sukamdani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2386
Penggunaan tabung gas rumah tangga dapat menjadi bencana jika mereka tidak dapat mengidentifikasi setiap gejala. Selama ini, ledakan tabung gas yang paling umum memicu kebocoran pada selang pengatur gas, katup karet, atau seal yang rusak. Bantuan pendidikan untuk mengidentifikasi risiko dan bencana lingkungan dari regulator tabung gas merupakan langkah awal untuk menciptakan penggunaan tabung gas yang aman. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman melalui edukasi mengenai pengenalan permasalahan regulator pada tabung gas di tingkat rumah tangga. Upaya ini merupakan bentuk capacity building bagi ibu rumah tangga. Oleh karena itu, pemberian pengetahuan tentang pemakaian tabung gas yang aman sangat diperlukan untuk pengabdian kepada masyarakat (PkM). Metode pelaksanaan PkM meliputi Mensosialisasikan pentingnya bertindak aman setiap beraktivitas menggunakan tabung gas; Pendampingan edukatif disampaikan dengan contoh gambar sedernaha dan peragaan; Proses edukatif dilakukan untuk menjaga engagement dan memastikan kerjasama tim yang baik. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan bahwa pendekatan transfer pengetahuan sederhana menunjukkan bahwa pengenalan fungsi regulator tabung gas dan gejalanya telah memberikan pengetahuan publik mengidentifikasi risiko dan bencana lingkungan yang berasal dari regulator tabung gas. Berdasarkan hasil evaluasi pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah pendampingan diketahui terjadi perubahan wawasan yaitu sebesar 83.27 atau meningkat sebesar 47.37 dari pengetahuan awal sebelumnya. Kesimpulan dari pelaksanaan PkM ini adalah berhasil memberikan pengetahuan masyarakat tentang menemukenali risko dan bencana lingkungan yang bersumber pada regulator tabung gas