cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 193 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEPARAHAN CAMPAK PADA BALITA Dita Nurkholifiyah; Lastri Mei Winarni; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7848

Abstract

Abstrak Campak merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan pada balita karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang meningkatkan keparahan penyakit. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan keparahan campak adalah status gizi karena berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 305 balita usia 0–59 bulan yang didiagnosis campak dan dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik dan mengalami campak dengan komplikasi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk cenderung mengalami campak yang lebih berat dibandingkan balita dengan status gizi baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan campak. Oleh karena itu, pemantauan status gizi serta upaya pencegahan campak melalui peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko komplikasi pada balita.   Kata kunci : balita; campak; komplikasi; status gizi; tingkat keparahan campak  
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERTUMBUHAN BAYI USIA 6-12 BULAN Saskia Nur Fitri; Rini Sartika; Siti Haeriyah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7849

Abstract

Abstrak Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pertumbuhan bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Cakupan ASI eksklusif yang belum optimal masih menjadi permasalahan karena dapat memengaruhi status pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap pertumbuhan bayi usia 6–12 bulan. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah bayi usia 6–12 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner riwayat pemberian ASI eksklusif dan lembar observasi pertumbuhan berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi memperoleh ASI eksklusif dan memiliki pertumbuhan sesuai standar. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi. Temuan ini menunjukkan bahwa bayi yang memperoleh ASI eksklusif cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih baik karena ASI memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, edukasi serta dukungan kepada ibu menyusui perlu terus ditingkatkan guna meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan mendukung pertumbuhan bayi yang optimal. Kata kunci: ASI eksklusif, bayi usia 6–12 bulan, pertumbuhan bayi.  
ANALISIS DETERMINAN MATERNAL KEJADIAN SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN Jilan Putri Zahra; Ade Devriany; Zulaeha Amdadi; Andi Syintha Ida
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7867

Abstract

Abstrak Kejadian sectio caesarea terus mengalami peningkatan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, dan riwayat komplikasi kehamilan dengan kejadian sectio caesarea di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 138 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist berdasarkan rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Continuity Correction dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas berhubungan dengan kejadian sectio caesarea. Sebaliknya, usia dan riwayat komplikasi maternal tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian sectio caesarea. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paritas merupakan faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian sectio caesarea, sedangkan usia dan riwayat komplikasi kehamilan tidak menunjukkan hubungan. Peningkatan deteksi dini faktor risiko maternal dan edukasi kesehatan kepada ibu hamil diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan persalinan sesuai indikasi medis.   Kata kunci : Usia, Paritas, Maternal, Sectio Caesarea 
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN KELUHAN NYERI PINGGANG Suryani Suryani; Esyuananik; Suryaningsih; Deasy Irawati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7897

Abstract

Abstrak Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu pada kehamilan trimester III dan dapat memengaruhi kenyamanan maupun aktivitas sehari-hari. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil multigravida trimester III yang mengalami keluhan nyeri pinggang dengan menerapkan pendekatan nonfarmakologis. Metode yang digunakan berupa case report dengan pendokumentasian asuhan kebidanan melalui format SOAP. Subjek pada kasus ini adalah Ny. P, G3P2A0, yang mendapatkan pelayanan di Praktik Mandiri Bidan Ma'arif Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan obstetri, penilaian intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), serta dokumentasi hasil asuhan. Penatalaksanaan yang diberikan meliputi edukasi mengenai body mechanics, pelaksanaan prenatal yoga sebanyak dua kali dalam satu minggu, dan pemberian kompres hangat pada area pinggang selama kurang lebih 10 menit. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skor VAS 6 pada kunjungan pertama menjadi VAS 4 pada kunjungan kedua. Pada kunjungan ketiga, ibu melaporkan bahwa keluhan nyeri pinggang telah menghilang. Selain itu, ibu menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menerapkan prinsip body mechanics selama melakukan aktivitas sehari-hari. Pemberian intervensi nonfarmakologis secara terpadu pada kasus ini menunjukkan perkembangan kondisi yang baik selama masa pemantauan. Pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan dalam pemberian asuhan kebidanan untuk membantu meningkatkan kenyamanan ibu hamil trimester III yang mengalami keluhan nyeri pinggang. . Kata kunci : Asuhan Kebidanan, Multigravida, Nyeri pinggang, Prenatal Yoga, Trimester III.
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG Aisyah Aisyah; Esyuananik; Siti Anisak; Suryaningsih
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7898

Abstract

Abstrak Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis, hormonal, dan biomekanik selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kenyamanan ibu. Laporan kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil multigravida trimester III. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan SOAP pada Ny. P G2P0A1 usia kehamilan trimester III dengan keluhan nyeri punggung di TPMB Resky Arosbaya. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik dan obstetri, pengukuran intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), serta dokumentasi. Asuhan diberikan melalui tiga kali kunjungan dengan penerapan massage effleurage, kompres hangat, edukasi body mechanics, edukasi nutrisi, serta pemantauan kondisi ibu dan janin. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari VAS 6 pada kunjungan pertama menjadi VAS 2 pada kunjungan ketiga. Ibu juga mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Penerapan massage effleurage, kompres hangat, dan edukasi body mechanics efektif membantu mengurangi nyeri punggung dan meningkatkan kenyamanan ibu selama kehamilan.   Kata kunci : nyeri punggung; multigravida; trimester III; massage effleurage; kompres hangat; body mechanics.
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN RISIKO TINGGI Siti Farhatul Fikriyah; Suryaningsih; Rodiyatun; Sriwayanti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7903

Abstract

Abstrak Kehamilan risiko tinggi memerlukan pemantauan secara lebih optimal karena berpotensi menimbulkan komplikasi pada ibu dan bayi. Case report ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada multigravida trimester III dengan kehamilan risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan manajemen kebidanan SOAP. Subjek adalah Ny. R, usia 25 tahun, G4P3A0, yang memperoleh asuhan di PMB Umi Fatah, S.Keb., Bdn., Desa Tambegan, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan obstetri, pemeriksaan penunjang, observasi, serta dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan kehamilan trimester III dengan janin tunggal hidup intrauterin presentasi kepala. Hasil skrining Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) menunjukkan skor 10 yang termasuk kategori kehamilan risiko tinggi dengan faktor multiparitas dan jarak kehamilan kurang dari dua tahun. Pemantauan selama tiga kali kunjungan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik tanpa ditemukan komplikasi obstetri. Keluhan sering buang air kecil pada malam hari berkurang setelah diberikan edukasi mengenai pengaturan pola minum. Asuhan yang diberikan meliputi pemantauan ibu dan janin, edukasi nutrisi dan istirahat, kepatuhan konsumsi tablet Fe, pengenalan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta konseling kontrasepsi pascapersalinan. Asuhan berkesinambungan mendukung deteksi dini faktor risiko, meningkatkan pemahaman ibu, serta memperkuat kesiapan ibu dan keluarga dalam menghadapi persalinan.   Kata kunci : Asuhan kebidanan, Kehamilan risiko tinggi, Multigravida, Trimester III
HUBUNGAN STATUS GIZI, RIWAYAT BBLR, ASI EKSKLUSIF, STIMULASI, POLA ASUH, DAN SCREEN TIME DENGAN PERKEMBANGAN BALITA Mahaendriningtiyastuti Mahaendriningtiyastuti; Susmiati; Indah Jayani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7909

Abstract

    Perkembangan balita merupakan proses multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan lingkungan. Status gizi, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time merupakan faktor yang berpotensi berhubungan dengan perkembangan anak. Menganalisis hubungan status gizi, riwayat BBLR, ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time dengan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Balowerti Kota Kediri. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 60 balita usia 12–60 bulan yang dipilih menggunakan simple random sampling dari populasi 1.046 balita. Status gizi dinilai berdasarkan pengukuran antropometri, riwayat BBLR berdasarkan riwayat berat lahir, sedangkan ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time dinilai menggunakan kuesioner. Perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan α=0,05. Hasil: Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (55,0%), tidak memiliki riwayat BBLR (83,3%), memperoleh ASI eksklusif (63,3%), mendapatkan stimulasi baik (51,7%), memiliki pola asuh baik (63,3%), dan screen time kategori cukup (56,7%). Sebanyak 78,3% balita memiliki perkembangan sesuai. Terdapat hubungan antara status gizi (p=0,014; r=0,315), riwayat BBLR (p<0,001; r=0,858), ASI eksklusif (p<0,001; r=0,446), stimulasi (p<0,001; r=0,488), pola asuh (p=0,002; r=0,390), dan screen time (p<0,001; r=0,584) dengan perkembangan balita. Keenam variabel menunjukkan hubungan bermakna dengan perkembangan balita. Penguatan pemantauan tumbuh kembang, stimulasi, pengasuhan responsif, praktik pemberian ASI, pemenuhan gizi, serta pengelolaan screen time perlu dilakukan secara terintegrasi di tingkat keluarga dan pelayanan kesehatan primer.   Kata kunci: perkembangan balita; status gizi; BBLR; ASI eksklusif; stimulasi; pola asuh; screen time
PENGARUH PIA MANIS (PELAYANAN INTEGRITAS KENCING MANIS) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Adhe Putri Trisnani; Susmiati; Indah Jayani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7921

Abstract

Abstrak Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu permasalahan dalam pengelolaan DM adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Puskesmas Ngronggot mengembangkan PIA Manis (Pelayanan Integritas Kencing Manis) sebagai inovasi pelayanan terpadu untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien DM. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh PIA Manis terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM di Puskesmas Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan melibatkan 96 pasien DM yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 48 responden dan kelompok kontrol sebanyak 48 responden. Kelompok intervensi mendapatkan PIA Manis dan dilakukan pengukuran pre-test dan post-test, sedangkan kelompok kontrol hanya dilakukan pengukuran post-test. Variabel independen adalah PIA Manis, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan pengobatan. Analisis pre-test dan post-test kelompok intervensi menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan perbandingan post-test antara kelompok intervensi dan kontrol menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,3% responden kelompok kontrol memiliki kepatuhan rendah. Pada kelompok intervensi, 91,7% responden memiliki kepatuhan rendah saat pre-test, sedangkan saat post-test 66,7% memiliki kepatuhan sedang dan 33,3% memiliki kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok intervensi (Z = -6,184; p < 0,001). Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada post-test (Z = -8,009; p < 0,001). Dengan demikian, PIA Manis berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan pasien DM di Puskesmas Ngronggot Kabupaten Nganjuk. PIA Manis diharapkan dapat dipertahankan dan dikembangkan sebagai model pelayanan terpadu dalam pengelolaan pasien DM di pelayanan kesehatan primer.   Kata kunci: Diabetes melitus, PIA Manis, kepatuhan pengobatan, pelayanan kesehatan primer
ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENYEBAB PENULARAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) PADA USIA PRODUKTIF Erik Podang; Eko Winarti; Susmiati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7924

Abstract

Abstrak Perilaku kesehatan pada pasien TB paru adalah tindakan nyata dalam menerapkan etika batuk, minum obat secara teratur, dan menjaga kebersihan lingkungan. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan kejadian penularan infeksi ke orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor perilaku (kontak serumah, etika batuk dan penggunaan masker) dengan penularan TB paru pada usia produktif di RSUD Wamena. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru usia produktif usia ≥26-65 tahun yang melakukan pengobatan atau mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya pada periode penelitian tahun. Berdasarkan teknik pengambilan sampel total sampling didapatkan sejumlah 35 responden. Analisa data dengan uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kontak serumah (p value=0,002<α=0,05; r=0,507), etika batuk (p value=0,001<α=0,05; r=0,527), dan pemakaian masker (p value=0,000<α=0,05; r=0,704) dengan kejadian penularan TB paru pada pasien di RSUD Wamena. Diharapkan responden dan keluarga meningkatkan perilaku pencegahan penularan dengan cara menghindari kontak erat yang tidak perlu selama pasien masih dalam fase infeksius, menggunakan masker ketika berinteraksi dengan penderita TB, menerapkan etika batuk yang benar, menjaga ventilasi rumah, serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki riwayat kontak serumah. Kata Kunci : tuberkulosis; kontak_serumah ; etika_batuk; pemakaian_masker; penularan
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA E-BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG GIZI Firma Dwi Suryanti; Riona Sanjaya; Inggit Primadevi
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7929

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai masalah gizi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah tersebut adalah rendahnya pengetahuan gizi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu melalui wawancara tidak terstruktur terhadap 10 remaja putri kelas VII, diketahui bahwa 60% responden memiliki tingkat pengetahuan gizi rendah, 20% cukup, dan 10% baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media e-booklet terhadap pengetahuan gizi remaja putri di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 52 responden, terdiri dari 25 kelompok intervensi dan 27 kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan pada kelompok kontrol meningkat dari 62,78 menjadi 76,30, sedangkan pada kelompok intervensi meningkat dari 55,00 menjadi 85,40 setelah diberikan edukasi menggunakan media e-booklet. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value = 0,008 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi gizi menggunakan media e-booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan gizi remaja putri di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu. Disarankan agar remaja putri memanfaatkan e-booklet sebagai media belajar mandiri dan secara aktif mencari informasi gizi dari sumber yang terpercaya untuk meningkatkan pengetahuan serta menerapkannya dalam pemilihan makanan sehari-hari. Kata Kunci: edukasi gizi, e-booklet, pengetahuan gizi, remaja putri.