cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 196 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS Ni Made Septiari Udayani; Susmiati; Indah Jayani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7931

Abstract

Abstrak Kualitas hidup merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelayanan pasien hemodialisis karena terapi hemodialisis yang berlangsung jangka panjang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di Rumah Sakit Bina Sehat Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 67 pasien hemodialisis yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, pengetahuan, komorbiditas, dan status gizi, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman dan Chi-square sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (88,1%), status gizi normal (62,7%), dan kualitas hidup berada pada tingkat sedang berdasarkan rerata domain. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kualitas hidup (p=0,380), jenis kelamin dengan kualitas hidup (p=0,513), pengetahuan dengan kualitas hidup (p=0,950), maupun status gizi dengan kualitas hidup (p=0,690). Variabel komorbiditas tidak dapat dianalisis secara statistik karena seluruh responden memiliki komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan status gizi tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Diperlukan perhatian terhadap faktor lain yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisis.     Kata kunci : Kualitas Hidup, Hemodialisis, Gagal Ginjal  
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Eka Safitri Dayanti; Nur Asbon; Devi Marlina
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7947

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang jaringan parenkim paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain case control untuk mengidentifikasi hubungan antara berbagai faktor risiko dan kejadian TB paru. Analisis dilakukan melalui perbandingan antara kelompok kasus, yaitu responden yang telah didiagnosis menderita TB paru, dengan kelompok kontrol yang terdiri atas responden yang tidak menderita TB paru. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku merokok memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,018; OR = 7,5; 95% CI: 1,307–43,028). Kepadatan hunian juga terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian TB paru (p = 0,005; OR = 12,375; 95% CI: 1,828–83,767), riwayat kontak dengan penderita TB memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian TB paru (p = 0,001; OR = 27,000; 95% CI: 2,561–284,696), Sebaliknya, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,097; OR = 0,156; 95% CI). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok, kepadatan hunian, dan riwayat kontak dengan penderita TB merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru. Sementara itu, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB paru pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas 7 Ulu Kota Palembang Tahun 2026   Kata Kunci: kepadatan hunian, pengetahuan tentang TB paru, perilaku merokok, Riwayat kontak dengan penderita TB
PENGARUH KONSUMSI WEDANG JAHE MADU TERHADAP SKOR PUQE PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Endah Bekti; Dewi Kurniati; Siti Syamsiah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7951

Abstract

Abstrak Emesis gravidarum dapat membatasi aktivitas, menurunkan asupan nutrisi, dan mengurangi kenyamanan ibu pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas wedang jahe madu sebagai pendamping Vitamin B6 dalam menurunkan skor Pregnancy-Unique Quantification of Emesis pada ibu hamil. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental two-group pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 32 ibu hamil trimester pertama dipilih secara purposive dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi menerima wedang jahe madu dua kali sehari dan Vitamin B6 10 mg dua kali sehari selama empat hari, sedangkan kelompok kontrol menerima Vitamin B6 dengan dosis dan durasi yang sama. Median skor kelompok intervensi menurun dari 8,50 menjadi 5,00 (p=0,000), sedangkan rerata kelompok kontrol turun dari 9,00 menjadi 7,94 (p=0,002). Skor pascaintervensi kelompok kombinasi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (4,13±1,20 versus 7,94±1,91; p=0,000). Efek ini dapat dijelaskan oleh aktivitas antiemetik gingerol dan shogaol, dukungan energi serta penerimaan rasa dari madu, dan regulasi neurotransmiter oleh piridoksin. Kombinasi wedang jahe madu dan Vitamin B6 lebih efektif daripada Vitamin B6 saja serta berpotensi digunakan sebagai intervensi pendamping dengan penilaian dan pemantauan tenaga kesehatan. Penerapan perlu disertai edukasi dosis, toleransi konsumsi, kecukupan cairan, dan tanda bahaya agar manfaat komplementer tetap berada dalam kerangka asuhan kebidanan yang aman. Kata kunci: emesis gravidarum; ibu hamil; Vitamin B6; wedang jahe madu; skor mual-muntah
EKSPLORASI FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN RUJUKAN MATERNAL: STUDI KUALITATIF BERDASARKAN THREE DELAY MODELS Dyah Widiyaningsih Suharyono; Dewi Kurniati; Siti Syamsiah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.8006

Abstract

Abstrak Keterlambatan rujukan maternal masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu. Three Delay Models menjelaskan bahwa keterlambatan dapat terjadi pada tahap pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan, mencapai fasilitas kesehatan, dan memperoleh pelayanan kesehatan yang adekuat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor penyebab keterlambatan rujukan maternal berdasarkan Three Delay Models di RSUD Pameungpeuk Garut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan exploratory research design. Sepuluh partisipan dipilih secara purposive, terdiri atas pasien/keluarga, bidan perujuk, bidan penerima rujukan, dan dokter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis berdasarkan tiga komponen Three Delay Models. Penelitian menghasilkan temuan bahwa keterlambatan terutama terjadi pada delay 1 dan delay 2. Pada delay 1, faktor yang ditemukan meliputi rendahnya pengetahuan keluarga tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan, kepercayaan terhadap paraji dan praktik persalinan tradisional, dominasi keluarga dalam pengambilan keputusan, rendahnya pendidikan dan literasi kesehatan, serta kendala ekonomi. Pada delay 2, hambatan meliputi jarak tempuh yang jauh, kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang kurang memadai, keterbatasan transportasi, serta kesiapan keluarga sebelum keberangkatan. Delay 3 bukan merupakan penyebab utama karena didukung kesiapsiagaan tim PONEK, sistem triase responsif, dan komunikasi pra-rujukan melalui SISRUTE maupun WhatsApp. Keterlambatan rujukan maternal terutama berkaitan dengan keterlambatan pengambilan keputusan dan hambatan akses menuju fasilitas kesehatan. Penguatan edukasi keluarga dan kesiapan transportasi diperlukan untuk mempercepat proses rujukan maternal. Kata kunci: keterlambatan rujukan maternal; Three Delay Models; rujukan maternal; penelitian kualitatif.
ANALISIS BUDAYA LOKAL TERKAIT LARANGAN KERAMAS SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Christine Alda Manafe; Dewi Kurniati; Siti Syamsiah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.8007

Abstract

Abstrak Larangan keramas saat menstruasi merupakan praktik budaya yang masih dipertahankan di Desa Keoen dan berpotensi memengaruhi kebersihan diri serta kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan menganalisis keyakinan, pengalaman, peran keluarga dan lingkungan, serta dampak larangan keramas saat menstruasi pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sepuluh partisipan dipilih secara purposive, terdiri atas tujuh remaja putri dan tiga ibu, termasuk seorang tokoh masyarakat perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, member check, audit trail, serta deskripsi kontekstual. Penelitian menghasilkan empat tema: keyakinan terhadap istilah lokal “darah putih naik”; pengalaman remaja dalam menjalani larangan; dominasi ibu dan keluarga dalam transmisi budaya; serta dampak fisik dan psikologis. Keluhan fisik meliputi rambut lepek dan berminyak, gatal, ketombe, serta luka akibat garukan berulang, sedangkan dampak psikologis berupa takut, khawatir, tidak nyaman, dan merasa terbebani. Larangan tetap dipatuhi karena dipandang sebagai nasihat kesehatan dan norma keluarga. Praktik ini memengaruhi perilaku perawatan diri selama menstruasi. Bidan perlu menerapkan culturally-sensitive care melalui edukasi persuasif, tidak menghakimi, dan melibatkan ibu serta tokoh masyarakat agar kebersihan menstruasi berbasis bukti dapat diterima tanpa merendahkan nilai budaya setempat. Kata kunci: budaya lokal; larangan keramas; menstruasi; remaja putri; culturally-sensitive care
FAKTOR PENYEBAB HIPERTENSI PADA USIA DEWASA Yulius Bambang Sukristianto; Susmiati Susmiati; Indah Jayani
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.8091

Abstract

Abstrak Perubahan pola epidemiologi menunjukkan bahwa hipertensi saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada kelompok usia dewasa. Kejadian hipertensi pada usia ini sering tidak terdeteksi karena rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan, persepsi bahwa hipertensi merupakan penyakit usia tua, serta adanya paparan faktor risiko gaya hidup sejak usia muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor gaya hidup (merokok, konsumsi alkohol, diet, dan aktivitas fisik) dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien penyakit tidak menular pada rentang usia 15-64 tahun yang datang ke Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk dengan rerata kunjungan 180 perbulan. Berdasarkan perhitungan besar sampel menurut Lemeslow diperoleh sebanyak 125 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Analisa data dengan uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p value=0,000<α=0,05; r=0,565), pengaturan diet (p value=0,000<α=0,05; r=0,518), dan aktivitas fisik (p value=0,004<α=0,05; r=0,257). Sedangkan untuk vaiabel pengaturan diet tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk (value=0,613<α=0,05). Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin meskipun belum mengalami keluhan, karena hipertensi sering berkembang tanpa gejala (silent killer), mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok karena terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi, menerapkan pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, makanan cepat saji, makanan tinggi lemak jenuh, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur sesuai rekomendasi WHO, yaitu melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, dan mempertahankan perilaku tidak mengonsumsi alkohol atau menghindari konsumsi alkohol berlebihan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular..   Kata kunci : merokok; alkohol; diet; aktivitas_fisik; hipertensi; usia dewasa