cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 203 Documents
Pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas dan Keinginan Bertahan Pasien Rumah Sakit Syuhada Haji Blitar di Era BPJS Rangga Andri Ekananta; Nikma Fitria Sari; Senia Surya Febrina; Pande Made Riawan; Fadel Muhammad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.655 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.89

Abstract

Era BPJS rumah sakit menghadapi persaingan yang sangat ketat. Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat memilih rumah sakit tersebut. Pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan pada pasien. Kepuasan yang didapat pasien akan meningkatkan loyalitas pasien dan meningkatkan keinginan pasien untuk bertahan di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh kepuasan pasien terhadap loyalitas dan keinginan untuk bertahan di Rumah Sakit Syuhada Haji Blitar. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RS Syuhada Haji Blitar pada bulan April – Juni 2018. Jumlah responden 66 dengan teknik non random sampling. Kuesioner dilakukan uji validitas dengan teknik korelasi Pearson dan uji realibilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS).Hasil pengujian menyatakan tingkat kepuasaan pasien dengan indikator pasien puas dengan pelayanan RS, pasien puas dengan perkembangan RS dan pelayanan sudah memenuhi harapan pasien, berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien (0,542) dengan nilai T (4,98). Loyalitas pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk bertahan (0,519) dengan nilai T (3,36). Kepuasan pasien berpengaruh positif terhadap keinginan untuk bertahan (0,218) namun tidak signifikan karena nilai T ≤ 1,96 (1,55). Kepuasan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk bertahan melalui loyalitas pasien (0, 737) dengan nilai T (4,89). Kepuasan pasien dan loyalitas berhubungan secara signifikan. Kepuasan pasien dan loyalitas berhubungan satu sama lain, dimana kepuasan pasien membantu membangun loyalitas sehingga kepusan pasien dan loyalitas memiliki hubungan langsung. Dengan meningkatnya loyalitas maka cenderung dapat meningkatkan keinginan bertahan. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpengaruh terhadap loyalitas dan keinginan untuk bertahan.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Peningkatan Budaya Patient Safety di Pelayanan Kesehatan Rangga Andri Ekananta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.703 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.90

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa banyak pasien rumah sakit yang menjadi korban kejadian yang tidak diharapkan (KTD). Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius (WHO, 2014). Di kumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit di berbagai Negara, ditemukan KTD dengan rentang 3,2 – 16,6 %. Rumah sakit memiliki kepentingan untuk menumbuhkan budaya safety (culture of safety). Indonesia sendiri hanya 45% pemberi asuhan yang memberikan respon positif terhadap budaya patient safety. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada patient safety. Dilakukan tinjauan literatur terhadap beberapa jurnal. Ada enam faktor yang berpengaruh pada peningkatan budaya patient safety, diantaranya : kerjasama antar tim, pengetahuan, komunikasi, kepemimpinan, pelaporan serta respon tidak menghukum terhadap kesalahan. Cara yang bisa dilakukan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan budaya patient safety diantaranya meningkatkan manajemen dan kepemimpinan, meningkatkan pendidikan keselamatan staf dan pengawasan, komunikasi dan kerja tim, serta meningkatkan budaya pelaporan insiden.
Analisis Kejadian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Perilaku Masyarakat dan Lingkungan di Dusun Lugonto Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Hendrik Probo Sasongko; Aripin Aripin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.833 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.92

Abstract

Indonesia Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang endemis dan hingga saat ini angka kesakitan DBD cenderung meningkat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Bila kejadian DBD tidak ditangani dengan serius maka akan menimbulkan kematian pada penderita. Kabupaten Banyuwangi jumlah kasus DBD tahun 2015 terdapat 996 kasus. Sedangkan di Puskesmas Gitik Rogojampi pada tahun 2015 IR sebesar (2,1/10.000 penduduk). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku masyarakat dan lingkungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Dusun Lugonto Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi.Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan jenis penelitian analitic observational. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh Kepala Keluarga di dusun Lugonto kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 484 KK dan jumlah sampel yang diambil sejumlah 83 KK. Pengambilan data dengan cara penyebaran kuesioner untuk mengetahui perilaku masyarakat dan pengamatan secara langsung atau observasi.Hasil penelitian tentang kejadian DBD pada responden perilaku baik sejumlah 24 responden (28%), perilaku cukup sejumlah 38 responden (45%) dan perilaku kurang sejumlah 23 responden (27%). Untuk kondisi lingkungan dalam rumah dengan kondisi baik sejumlah 40 rumah (47%) dan kondisi buruk sejumlah 45 rumah (53%) dan kondisi lingkungan luar rumah dengan kondisi baik sejumlah 53 rumah (62%) dan kondisi buruk sejumlah 32 rumah (38%).Analisis untuk perilaku masyarakat didapatkan bahwa tidak ada hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (p = 0,945, p>0,05), sedangkan hasil analisis untuk kondisi lingkungan dalam rumah ada hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (p = 0,007, p< 0,05) dan hasil analisis untuk kondisi lingkungan luar rumah tidak ada hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (p = 0,570, p> 0,05). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi instansi kesehatan agar dapat melakukan pengawasan secara rutin terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk demam berdarah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi di Dusun Tlogosari Desa Jambewangi Maulida Nurfazriah Oktaviana; Sayektiningsih Sayektiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.919 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.94

Abstract

Pemberian ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan syaraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Tujuan penelitian ini yaitu bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang ASI Ekslusif dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi.Metode dalam penelitian ini menggunakan desain korelasional cross sectional design untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI pada bayinya dengan memakai simple random sampling pada anggota KP-ASI di Dusun Tlogosari sebanyak 42 orang. Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan kedua variabel independent dan dpendent dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis yang didapatkan nilai p value 0,040 lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini bermakna bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kab. Banyuwangi. Penelitian ini diharapkan mampu membangkitkan semangat ibu-ibu menyusui untuk senantiasa memberikan ASI secara eksklusif pada anaknya.
Hubungan Dukungan Suami dengan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosobo Kecamatan Srono Banyuwangi Lina Agustiana Puspitasari; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.851 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.96

Abstract

Salah satu faktor untuk mencegah kematian bayi yaitu dengan Asi Eksklusif. Asi Eksklusif merupakan salah satu program yang cukup sulit dikembangkan karena berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial dan budaya dimasyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dukungan suami dengan motivasi ibu dalam pemberian Asi Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wonosobo kecamatan Srono Banyuwangi.Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospective dan jenis penelitian Survey Analitik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1136 ibu yang mempunyai anak usia >6-2 tahun dan sampel sebanyak 118 responden yang diambil dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu Accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian dari 118 responden dapat diketahui jumlah dukungan suami dengan kategori baik sebanyak 58 responden (49,15%) dan 60 responden (50,85%) kurang mendapat dukungan suami. Sedangkan jumlah responden yang termotivasi dalam pemberian ASI Eksklusif sebanyak 54 responden (45,76%) dan ibu yang tidak mempunyai motivasi dalam pemberian ASI Ekskluisf sebanyak 64 responden (54,24%) dengan nilai R-hitung 0,413 lebih besar dari pada R-tabel 0,1809 H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan bermakana antara dukungan suami dengan motivasi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif.Kesimpulan terdapat hubungan dukungan suami dengan motivasi ibu dalam pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosobo Kecamatan Srono. Diharapkan bagi ibu untuk bisa meningkatkan pengetahuan tentang Asi Eksklusif dan adanya upaya untuk mempertahankan dalam pemberian Asi Eksklusif khususnya dalam motivasi ibu untuk memberikan Asi Eksklusif agar kesehatan ibu dan bayinya meningkat. Dan perlu adanya dukungan suami dalam merawat bayi karena merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Pola Asuh Pemberian Makan terhadap Status Gizi pada Anak Usia Pra Sekolah (3-5 Tahun) di Desa Tegalharjo Roshinta Sony Anggari; Rizky Dwiyanti Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.026 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.98

Abstract

Nutrisi pada lima tahun pertama kehidupan sangat penting, terutama usia anak-anak pra-sekolah di mana pada periode tersebut perkembangan fisik dan otak terjadi sangat cepat. Status gizi dipengaruhi oleh faktor tidak langsung dalam bentuk pengasuhan, ketersediaan makanan dalam keluarga serta layanan kesehatan individu dan sanitasi lingkungan. Pola pengasuhan yang terkait dengan status gizi anak adalah pola asuh makan. Peran ibu sangat dominan untuk mengasuh dan mendidik anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas. Pola makan untuk balita juga tidak lepas dari pengaruh budaya disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola makan pada status gizi anak usia pra sekolah (3-5 tahun).Metode penelitian yang digunakan adalah analitik cross-sectional dengan total 56 sampel penelitian yang dipilih dalam total sampling selama periode Juli hingga Desember 2018. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang berisi karakteristik keluarga, karakteristik anak-anak, pengetahuan tentang nutrisi ibu, pemberian makan orang tua, dan data pediatrik berupa antopometri (berat dan tinggi badan).Hasil analisa X2 pola asuh makan dengan berat berdasarkan usia dan status gizi menurut berat dan tinggi badan menunjukkan nilai ρ = 0,000 atau lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan berat badan berdasarkan usia dan tinggi badan berdasarkan usia.Ibu atau pengasuh anak disarankan untuk memperbaiki pola makan pada anak usia pra sekolah, terutama dalam memilih jenis makanan dan komposisi gizi seimbang dalam makanan anak.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Pemberian ASI pada Ibu Primipara di Posyandu Telawagarna Jambewangi Roshinta Sony Anggari; Anis Yuliastutik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.164 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.99

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) yaitu sumber makanan alamiah bagi bayi, terutama pada bulan-bulan pertama. Pemberian ASI bukanlah sekedar memberi makanan pada bayi. Melalui ASI ibu dan bayi sama-sama belajar katan kasih sayang. Menumbuhkan bonding attachment, mencegah hipotermi, dan memberikan nutrisi yang terbaik pada bayi. Didalam ASI juga mngandung faktor protektif dan nutrien yang sesuai sehingga bayi terjamin status gizinya serta menurunkan angka kesakitan dan kematian. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemberian ASI pada ibu primipara di posyandu telagawarna jembewangi.Metode dalam penelitian ini menggunakan desain korelasional cross sectional design untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI pada ibu primipara dengan memakai teknik non probabiliry sampling dengan pendekatan purposive sampling pada anggota KP-ASI di Posyandu Telagawarna. Analisis bivariat untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent dan dpendent dengan menggunakan uji chi square, dan uji multivariat untuk mengetahui faktor manakah yang paling berpengaruh.Hasil analisis yang didapatkan untuk faktor pengetahuan ibu didapatkan nilai p value=0,54, dukungan keluarga nilai p value=0,245 dan untuk dukungan tenaga kesehatan p value=0,725 dimana ketiga variabel independent mendapatkan nilai p >0,05 yang artinya ketiga variabel tersebut tidak bermakna atau Ha ditolak, sehingga untuk uji multivariat tidak dilakukan karena dari ketiga variabel independent tidak signifikan.
Hubungan Kebersihan Lingkungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypty di Desa Tamanagung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Hendrik Probo Sasongko; Lina Agustiana Puspitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.114 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.100

Abstract

Kesehatan lingkungan sangat penting dilakukan. Termasuk didalamnya Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat dan pemerintah harus secara aktif memperhatikan kesehatan lingkungan, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan lingkungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di RT 02 RW 09 Dusun Krajan Tamananagung Kecamatan Cluring Banyuwangi.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian non eksperimen dengan metode kuantitatif jenis rancangan Survey analitic cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah warga di RT 02 RW 09 dusun krajan desa Tamanagung kecamatan Cluring kabupaten Banyuwangi sejumlah 45 Kepala Keluarga dengan menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi.Penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden pada kebersihan lingkungan masuk kriteria bersih yaitu sebesar 41 responden (91,1%) dan sebagian kecil tidak bersih yaitu sebesar 4 responden (8,9%). Dan sebagian besar responden untuk keberadaan jentik nyamuk aedes agypti pada kriteria ada jentik yaitu sebesar 23 responden (51,1%) dan hampir setengahnya pada kriteria tidak ada jentik yaitu sebesar 22 responden (48,9%).Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil X² hitung sebesar 4.590 lebih besar dari X2.tabel sebesar 3.481 maka H0 di tolak H1 diterima, sehingga ada hubungan kebersihan lingkungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypty di RT 02 RW 09 dusun krajan desa Tamanagung kecamatan Cluring kabupaten Banyuwangi.Dari penelitian ini diharapkan masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungannya, dengan memperhatikan pembuangan air (comberan), kandang ternak, taman, bak mandi dan pembuangan sampah di rumah setelah itu dilakukan perawatan 3M (menguras, mengubur dan menutup), dan dilakukan pemeriksaan jentik berkala. Sehingga serangan demam berdarah yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti bisa dikurangi.
Hubungan antara Lingkungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Tubercolosis di Desa Ketah Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo Hendrik Probo Sasongko; Sumarman Sumarman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.356 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.101

Abstract

Penyakit TB Paru merupakan salah satu masalah penyakit yang ada di masyarakat Indonesia. Kejadian TB Paru di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar sebanyak 26 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian TB Paru berdasarkan lingkungan dan upaya pengendalian terhadap kejadian penyakit TB parudi Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode survei dan memberikan kuesioner dengan pendekatan case control Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 Responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pada Responden dan pengamatan secara langsung pada faktor lingkungan.Hasil penelitian di uji secara statistik dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan program SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara Lingkungan dengan Kejadian TB Paru di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi, hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa p=0,01 (p<0,05).Disarankan kepada Puskesmas sebaiknya lebih meningkatkan kunjungan langsung ke rumah-rumah dan memberikan penyuluhan tentang rumah sehat yang berkaitan dengan penyakit TB paru dan tidak hanya menekankan pada pengobatan terhadap penderita dan bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan rumah, meningkatkan upaya pengandalian penyakit dan perilaku hidup sehat.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Fase Intensif pada Penderita TB di Puskesmas Sepanjang Rizki Yulia Purwitaningtyas; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 1 (2020): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.035 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v7i1.102

Abstract

Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. TB merupakan suatu kedaruratan dunia (global emergency). Hal ini dikarenakan TB Paru merupakan penyakit yang tergolong ke dalam penyakit yang mudah menular. TB banyak menyerang usia produktif dan meningkatkan angka kematian pada masyarakat terutama di negara berkembangTujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan social keluarga dengan kepatuhan minum obat pada fase intensif pada penderita TB di Puskesmas Sepanjang.Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif kuantitatif berupa analisis statistic dengan desain correlation. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 47 orang. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (X²).Hasil analisis X2 menunjukkan bahwa nilai p velue = 0,001 lebih kecil dari α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diktahui bahwa ada hubungan dukungan social keluarga dengan kepatuhan minum obat fase intensif pada penderita TB di Puskesmas Sepanjang dan secara statistik signifikan.Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan dan nilai kesehatan individu serta dapat juga menentukan tentang program pengobatan yang dapat mereka terima. Dukungan yang diberikan oleh anggota keluarga merupakan faktor penting dalam kepatuhan pasien terhadap pengobatan medis yang dijalani penderita.

Page 8 of 21 | Total Record : 203