cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 203 Documents
Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Prasekolah di Paud Terpadu Omah Bocah Annaafi’ Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Asfian Kaimudin; Lilla Maria; Previta Zeisar Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.103

Abstract

Development is a process of change where children learn to master higher levels of various aspects. One important aspect of development is the aspect of language development. Language is a very important communication tool in human life because besides functioning as a tool to express thoughts and feelings to others as well as a tool to understand the feelings and thoughts of others. The purpose of this study is to determine the description of language development in preschool at PAUD Terpadu Omah Bocah Annaafi’ Mojolangu village districtsof Lowokwaru, Malang City. The research design with sampling technique uses total sampling, that is 30 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire consisting of 43 question items about children's language development, namely the Early Language Milestone Scale 2. This research used univariate data analysis. The results obtained were 27 children (90%) pass and 3 children (10%) failed. It is hoped that further researchers will assess how the child's lang age development before and after stimulation is given.
Perbedaan Pengetahuan dan Praktik antara Pre Post Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi tentang Keterampilan Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Mahasiswi Baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi Maulida Nurfazriah Oktaviana; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.104

Abstract

SADARI merupakan langkah awal untuk mengetahui adanya kanker payudara atau tidak. Adanya informasi tentang SADARI serta kanker payudara menjadi motivasi para wanita untuk menambah pengetahuan tentang area payudara. Remaja merupakan aset penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi prioritas utama, karena remaja menduduki proporsi penduduk yang sangat besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi Terhadap Nilai Pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi. Desain penelitian ini menggunakan metode pre experimental design dengan one group pre-test post-test design. Sampel pada penelitian ini dipilih secara total sampling dimana semua subjek yang ada memiliki kesempatan yang sama. Besar sampel sebanyak 57 mahasiswi baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa signifikan p=value sebesar 0.000 (<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis menyatakan terdapat perbedaan pada pengetahuan SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan penjelasan. Hasil signifikan p=value sebesar 0.000 (<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis menyatakan terdapat perbedaan pada praktik SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan demontrasi. Kesimpulan: menyatakan terdapat perbedaan pengetahuan dan praktik SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan penjelasan dan demonstrasi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peran Kader dalam Pelaksanaan Post Natal Care (PNC) di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kulon Rizky Dwiyanti Yunia; Vita Raraningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peran Kader Dalam Pelaksanaan PNC dengan berfokus pada tingkat pengetahuan dan praktik kader dalam memantau perkembangan ibu nifas, dalam upaya meingkatkan kesehatan ibu dan anak yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta pra sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan tipe One Group pretest-posttest. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 subjek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi-square yaitu uji perbedaan yang digunakan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi baik pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi. Berdasarkan penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan intervensi memiliki usia responden antara 25 – 34 (60%) dan > 35 tahun (56%), pendidikan responden kelompok kontrol sebagian besar adalah SMA (60%) sedangkan pada kelompok intervensi (50%), lama menjadi kader baik kelompok kontrol dan intervensi memiliki lama mejadi kader lebih dari 5 tahun yakni sebesar 33.3% dan 40%. Didapatkan hasil penelitian, pengetahuan kader sebelumnya 40% meningkat sebesar 76.6% setelah pendidikan kesehatan, sedangkan pada kelompok kontrol pengetahuan sebelumnya 36.6% meningkat menjadi 43.3% setelah pendidikan kesehatan, namun tidak cukup signifikan. Praktik kader pada kelompok intervensi masih dalam taraf praktik kurang sebesar 60% sebelum, dan 76.6% setelah pendidikan kesehatan, sedangkan pada kelompok kontrol praktik kurang terlaksana dengan hasil sebelum 63.3% dan 73.3% setelah pendidikan kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan setelah pendidikan kesehatan pengetahuan kader mengalami peningkatan, namun praktik kader dalam perawatan masa nifas masih kurang terlaksana dengan baik.
Pengaruh Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Werdha Majapahit Kabupaten Mojokerto Maria Suci Lestari; Lilik Ma'rifatul Azizah; Etik Khusniyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.107

Abstract

One health problem that often arises in the old population is a decline in cognitive function. Efforts to improve cognitive function in the old are brain exercises. Brain gym with edu K exercises or training and kinesis (movement) throughout the brain through renewal of certain motion patterns to open previously obstructed or closed parts of the brain. The purpose of this study was to determine the effect of brain gymnastics on improving cognitive function of old. The design used in this research is experimental pra experimental type with pretest-post test one group design approach. The population in this study were all old people who decreased cognitive function in the Majapahit Nursing Home Mojokerto District in July 2018 as many as 22 people. The sampling technique of this research is purposive sampling. The sample size were 13 persons. Independent variable was brain gym while the cognitive function as dependent variable. The instrument used is MMSE questionnaire and brain gymnast SOP. Data analysis using Wilcoxon Test. The results showed that almost all respondents experienced a probable cognitive impairment before doing brain gym in a number of 11 people (86%), and most respondents experienced probable cognitive impairment after a brain gym of 7 people (53.8%). Wilcoxon signed rank test results interpreted ρ value = 0.046<α, so H1 accepted, meaning there was a weak influence of brain gymnastics on old cognitive function in the Majapahit Nursing Home. Movement of brain gymnastics will stimulate parts of the brain to regenerate the brain functions that have decreased, because with brain gymnastics then the blood flow to the brain will be more fluent and meet the needs of brain cells to function properly.
Analisis Faktor Pemicu Terjadinya Depresi pada Penderita Diabetes Mellitus Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.109

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang mana insidennya cukup tinggi di berbagai belahan negara di dunia. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Penyakit diabetes bukan hanya mengganggu fungsi bilogis bahkan penyakit ini dapat menggangu psikis penderita gangguan psikis yang timbul dalam genagguan kecemasan stress dan depresi. Tujuan dari penelitian adalah mengatahui factor pemicu terjadinya depresi pada penderita diabetes mellitus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode meta analisis. Metode meta analisis yaitu merupakan kajian atas sejumlah masalah hasil penelitian dalam penelitian sejenis. Unit analisis dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen tertulis tentang penelitian diabetes mellitus. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan prosentase dan analisis data kualitatif untuk data hasil kajian naratif terhadap penelitian yang telah di temui. Hasil dari penelitian ini yang ditemukan adalah 1) DM dengan komplikasi ganggren menyebabkan depresi sebesar 64% (Tarno, 2004). 2) DM dengan religiostitas rendah menyebabkan depresi sebesar 40% (Sherry & Robert, 2009). 3) Penderita perempuan dengan penyakit DM mengalami depresi sebesar 51% (Poretsky, 2010). 4) 5) penderita DM yang kurang dukungan mengalami depresi sebesar 53% (Kuminigsih, 2013). Kesimpulannya adalah penderita DM dengan yang disertai komplikasi, dukungan dan religiositas yang kurang baiak rentan terhadap depresi.
Hubungan Interaksi Sosial dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Werdha Pangesti Lawang Aulia Puspitasari; Lilla Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.110

Abstract

Elderly is someone who has aged 60 years. Biologically, the elderly have characteristics that can be seen in the real changes in the physical and mental state. One very important factor for preventing depression in old age in to support family. Family support in the form of a joint attitude and acceptance that can help the age old problem of family support has an important role in the treatment process, because the family could provide the impetus both in terms of physical or psychological significance sufferers of depression. Objective to know the relationship of social interaction with the level of depression in elderly in Nursing Pangesti Lawang. Design research using the analytic correlational with cross sectional approach. Samples in research 40 elderly. This research uses a sampling technique total sampling. The method of data correction using the guidelines of the interview. Data analysis using the Spearman correction test. The results of this study indicate that the level of depression in the elderly of 40 respondents found most depressed levels under normal circumstances with good social interaction 29 respondents (72.5%) and a small percentage of mild depression with moderate social interaction 11 respondents (27.5%).Spearman correlation test results obtained (r count) of -713 with a p-value of 0,000 so that it can be concluded that there is a relationship between social interaction with the level of depression in elderly in Nursing Werdha Pangesti Lawang. Thus, if elderly social interaction the better then the rate of depression in the elderly is increasingly reduced. Advice the elderly expected to increase social interaction to prevent the occurrence of depression with social activities or daily activities so that it can social interaction.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia di Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi Rizky Yulia Purwitaningtyas; Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 2 (2017): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) mengalami beberapa perubahan-perubahan yang terjadi seperti short term memory, takut menghadapi kematian, depresi, kecemasan dan kesepian akibat dari kehilangan orang-orang terdekat serta kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga. Dukungan keluarga akan menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi untuk menghadapi masalah. Meningkatnya jumlah lansia dapat menimbulkan masalah tersendiri terutama kesehatan dan kesejahteraan lansia. Hingga saat ini keluarga merupakan tempat berlindung yang paling disukai oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap peningkatan kualitas hidup lansia.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan deskriptif asosiatif. Sampel penelitian dengan metode Purposive Random Sampling didapatkan jumlah sampel penelitian 45 lansia. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasilnya ditabulasi dan dianalisia menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan peningkatan kualitas hidup pada lansia Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi yaitu (χ2 value= 0,621) sedangkan p tabel 3,841 dan menunjukkan bahwa χ2 hitung < χ2 tabel.Lansia tipe mandiri memiliki kualitas hidup yang baik walau tanpa dukungan keluarga. Akan tetapi dukungan keluarga sangat dibutuhkan bila lansia tersebut sudah tidak dapat melakukan sesuatu dengan sendirinya salah satunya tipe tidak puas, pasrah dan binggung.
Hubungan Fungsi Kognitif Lansia dengan Tingkat Kemandirian Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Balearjosari Malang Heni Atiqah; Sih Ageng Lumadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v7i2.112

Abstract

Based on research in Indonesia the decline in cognitive function in the elderly was 121 million people, 5.8% male and 9.5% women. So 50% of elderly people show cognitive function. This certainly will affect the cognitive function of the elderly which has implications for independence in carrying out activities. The purpose of this study was to determine the relationship of cognitive function of the elderly with the level of independence of the elderly at the Posyandu Kelurahan Balearjosari Malang. The design of this study uses correlational with a cross sectional approach. The population in this study was elderly with a sample of 63 elderly using total sampling. Data collection used interview guidelines with Mini Mental Exame and Index Katz. Analysis of spearman correlation test data using the SPSS program. The results of the analysis are obtained (r count) of 0.398 with p= 0.001 where the p-value < 0.05 means Ha is accepted, so it can be concluded that there is a relationship between the cognitive function of the elderly with the level of independence of the elderly at the Posyandu Kelurahan Balearjosari Malang. Thus if the cognitive function in the elderly decreases. The level of independence will decrease. This research is expected to be us a reference in condicting furtherbresearch. Including research that can be associated with factors that influence cognitive function of the elderly and the level of independence of the elderly and the importance of family support in providingmotivation to the elderly.
Analisis Antara Status Gizi dan Pola Asuh Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Firdawsyi Nuzula; Sayektiningsih Sayektiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.121

Abstract

Pembentukan kualitas sumber daya alam (SDM) sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Nutrisi atau pemenuhan kebutuhan gizi merupakan satu-satunya pengaruh paling penting pada pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan pola asuh gizi terhadap perkembangan anak usia 16-24 bulan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebesar 160 anak yang berusia 6-24 bulan dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Status gizi menurut indeks BB/U dengan status gizi baik sebanyak 52,2%, gizi kurang sebanyak 22,5% dan gizi buruk sebesar 10%. Perkembangan anak balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi 75% mempunyai pola asuh baik dan 25% dengan pola asuh tidak baik. Hasil perhitungan analisis status gizi dengan pola asuh gizi menggunakan uji chi square didapatkan nilai p = 0,001. Hal ini bermakna bahwa ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru.Status gizi balita sangat penting untuk diperhatikan karena secara luas memiliki dampak besar dan berkepanjangan pada status kesehatan anak, perkembangan fisik dan mental serta produktivitas anak saat dewasa.
Pengaruh Paparan Asap Rokok dalam Rumah Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita di Puskesmas Kapongan Situbondo Aripin Aripin; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.122

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA yaitu umur, status gizi, polusi udara, kepadatan dalam rumah, imunisasi, defisiensi vitamin A, paparan asap rokok, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), pemberian ASI dan sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis apengaruh paparan asap rokok dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Kapongan.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahsejumlah 43 pasien. Akan tetapi setelah dilakukan sampling dengan kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi, didapatkan sampel sebanyak 30 respondenyang dianalisa menggunakan uji statistik Regresion Linier dengan bantuan software SPSS for windows seri 17.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tinggi rendahnya paparan asap rokok dalam rumah responden sebagian besar (73,33%) mempunyai tingkat paparan asap rokok yang tinggi. Sedangkan distribusi kejadian ISPA yang dialami dan dikeluhkanBalita, sebagian besar (63,33%) berada pada tingkat kejadian ISPA sedang.Dari hasil uji statistik regresi linier, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan sebesar 0,403 antara paparan asap rokok terhadap kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Kapongan tahun 2018.Tinggi rendahnya pengaruh asap rokok terhadap ISPA tergantung dari konsentras iasap rokok yang terkumpul dalam ruangan tertutup sesuai dengan jumlah perokok, jenis rokok yang dihisap dan karakteristik dari ruangan seperti ukuran ventilasi, temperature dan kelembaban, serta kebiasaan Balita berada di area asap rokok.

Page 9 of 21 | Total Record : 203