cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 190 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Tidak Terkendali pada Dewasa Muda di Wilayah Kerja Puskesmas Genteng Kulon Rizki Yulia Purwitaningtyas; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.861 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.68

Abstract

Hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi sehingga pemahaman yang tepat terhadap faktor resiko dari hipertensi merupakan salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali pada dewasa muda.Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi yang bersifat observasional analitik dengan desain Case Control Study. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 orang kelompok kontrol dan 30 orang kelompok kasus. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (X²) dan analisis multivariate dengan regresi logistic.Hasil analisis regresi logistic ganda menunjukkan bahwa dengan CI 95% didapatkan faktor status gizi (IMT) OR=2,848, aktivitas fisik OR=0,362 dan kepatuhan minum obat OR=0,111. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya status gizi (IMT) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali dan secara statistik signifikan.Obesitas merupakan ciri khas pada populasi hipertensi. Curah jantung dan volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan penderita yang memiliki berat badan normal dengan tekanan darah yang setara. Akibat obesitas, para penderita cenderung menderita penyakit kardiovaskuler, hipertensi dan diabetes melitus.
Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di TK Nurul Husada Kalibaru Banyuwangi Yeni Andriani; Vita Raraningrum; Rizky Dwiyanti Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.782 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.69

Abstract

Anak usia pra sekolah merupakan anak yang berusia antara 3-6 tahun. Usia pra sekolah disebut juga masa emas (golden age) karena pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan anak berkembang sangat cepat di setiap aspek perkembangannya. Perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik merupakan modal dasar dan mempunyai peran utama dalam mencapai hasil akhir proses perkembangan. Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai tidaknya potensi genetik. Faktor lingkungan yang terbesar pada anak adalah keluarganya sendiri, stimulasi dari orang terdekat dapat membantu anak untuk mencapai perkembangan dalam usianya. Hal ini didukung oleh tingkat pendidikan yang ada pada orang tua untuk memberikan variasi stimulasi agar perkembangan anak sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perkembangan anak usia pra sekolah di TK Nurul Husada Kalibaru.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif serta pendekatan Cross Sectional. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia pra sekolah dan orang tua. Teknik analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh faktor stimulasi (OR=0.67; CI95% 0.86 s.d 5.23; p=0.703), terdapat pengaruh faktor pendapatan keluarga (OR=17.5; CI95% 2.14 s.d 143.5; p=0.008) dan faktor pendidikan orang tua (OR=6.07; CI95% 0.89 s.d 41.18; p=0.065) terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Nurul Husada Kalibaru Banyuwangi.Pendapatan keluarga yang tinggi dapat membeli makanan yang bergizi sehingga perkembangan anak sesuai dengan usianya akan tetapi semuanya lebih baik lagi bila pendidikan orang tua tinggi.
Peningkatan Bor Rumah Sakit “X” dengan Pendekatan Marketing Plan Dian Suminar Pertiwi; Nikma Fitrisari; Lilik Lailiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.145 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.70

Abstract

RS“X” merupakan rumah sakit kelas C bekerjasama dengan BPJS dan terakreditasi paripurna. RS“X” memilih topik ini dengan alasan menurunnya angka BOR tahun 2017 sebesar 45,52%. Gap didapatkan dari hasil pencapaian SPM dan Laporan Tahunan 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Lokasi penelitian RS “X’ Jember. Metode dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi akar masalah, identifikasi alternatif solusi dan rencana tindak lanjut.Hasil analisa diagram fishbone dan 5 why didapatkan akar masalah yaitu belum adanya marketing plan. Hasil identifikasi alternatif solusi menggunakan metode CARL didapatkan solusi pembuatan strategi marketing melalui segmenting, targeting dan positioning. Hasil segmenting didapatkan pasar RS”X” adalah pasien perempuan, pekerjaan wiraswasta, umur 45-55 tahun, banyak di wilayah Patrang dan banyak menempati kelas rawat inap di kelas 2. Penentuan target pasar dengan pendekatan undifferentiated segment. Positioning RS“X” masih menggunakan motto RS yaitu “Kesehatan Anda adalah Harapan Kami”. Hasil analisa STP didapatkan kunjungan pasien rawat jalan riil sebesar 13.078 pasien sedangkan kunjungan rawat jalan prospective customer sebesar 25.679 pasien. Hal ini menandakan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan perlu ditingkatkan. Saat kunjungan rawat jalan meningkat diharapkan meningkatkan rawat inap. Faktor penyebab penurunan BOR adalah belum adanya marketing plan. Upaya peningkatan BOR yaitu pembuatan strategi marketing meliputi segmenting, targeting dan positioning yang merupakan bagian dari marketing plan.
Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Perbekalan Farmasi di Instalasi Kamar Operasi RSIG Anggi Gilang Yudiansyah; Navis Yuliansyah; Achmad Zani Pitoyo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.485 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.71

Abstract

Ruang operasi merupakan tempat yang memiliki peranan yang sangat krusial di Rumah Sakit dan harus dikelola sebaik-baiknya, karena kegiatan operasi membutuhkan biaya perawatan, biaya operasi, dan biaya sumber daya yang tinggi. Ruang operasi menghabiskan biaya 9% dari anggaran tahunan rumah sakit. Pengeluaran terbesar di rumah sakit adalah untuk aktifitas ruang operasi, yaitu sekitar 40% dari 70% pengeluaran rumah sakit. Besarnya biaya operasi terjadi akibat banyaknya sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan operasi meliputi staf, peralatan, obat-obatan, dan fasilitas. Maka rumah sakit harus melakukan efisiensi biaya agar dapat melakukan perbaikan terus menerus untuk bertahan. Perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi di Instalasi Kamar Operasi RSI G untuk memenuhi kebutuhan operasional belum dilakukan secara terstruktur, sehingga stok obat masih terkadang kekurangan. Masalah lain yang muncul adalah tidak terlayaninya beberapa obat yang diminta ke Instalasi Farmasi. Hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan studi kasus untuk menganalisa faktor penyebab dan alternatif solusi masalah tersebut.Prioritas akar masalah diitentukan menggunakan fishbone diagram dengan melakukan Focus Group Discussion dengan instalasi terkait. Alternatif solusi dipilih berdasarkan hasil prioritas akar masalah dan penyusunan melalui studi literatur, data rumah sakit, serta diskusi dengan unit terkait. Prioritas akar masalah hasil analisa adalah belum adanya panduan perbekalan farmasi di Instansi Kamar Operasi (IKO). Alternatif solusinya adalah penyusunan panduan dan alur pelayanan.Maka butuh adanya sebuah Panduan Perbekalan Farmasi di Instalasi Kamar Operasi RSI G.
Studi Formulasi Lulur Mandi Ekstrak Teh Hitam (Camellia Sinensis) dan Jahe (Zingiber Officinale) Iif Hanifa Nurrosyidah; Yani Ambari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.107 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.73

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu ancaman bagi kesehatan kulit. Kondisi lingkungan saat ini dengan adanya efek global warming menyebabkan efek radiasi UV semakin kuat yang mampu menimbulkan kerusakan kulit dan ancaman kesehatan sistemik lainnya. Indonesia merupakan negara tropis dengan tingkat instensitas radiasi UV yang lebih kuat ditambah lagi dengan adanya polusi udara akibat asap pabrik dan kendaraan bermotor yang akan memperparah efek radikal bebas penyebab kerusakan kulit. Sehingga diperlukan suatu upaya perawatan kulit akibat efek buruk radikal bebas salah satunya dengan sebuah produk kosmetik yang berbahan alami dengan efek antioksidan yang kuat seperti teh hitam dan jahe. Lulur Mandi berbasis bahan alam dengan kandungan aktif ekstrak teh hitam dan jahe dibuat dalam tiga formulasi yang berbeda, kemudian dilakukan evaluasi stabilitas fisik dan mikrobiologi dalam jangka waktu 30 hari. Selain itu, dilakukan uji hedonis dan skin hidration terhadap 50 responden wanita sehat dengan usia 18 tahun sampai 40 tahun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formulasi yang dibuat tidak mengalami perubahan spesifikasi fisik selama penyimpanan dalam waktu 30 hari dan kadar cemaran mikroba tidak lebih dari 102 cfu/ mL sehingga sediaan lulur mandi stabil secara fisik dan mikrobiologi.
Implementasi Kelompok Pendukung ASI terhadap Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Banyuwangi Yeni Andriani; Reni Sulistyowati; Vita Raraningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.284 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i1.74

Abstract

Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 48 dari 51 anak yang stunting tidak mendapatkan ASI eksklusif. Angka stunting di Kabupaten Banyuwangi tahun 2017 adalah 26,2%. Cakupan ASI eksklusif Kabupaten Banyuwangi tahun 2017 sejumlah 81,5%, sedangkan Puskesmas Purwoharjo 78,32% dan Puskesmas Paspan 92,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi kelompok pendukung ASI (KP-ASI) terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif. Pada penelitian kuantitatif menggunakan quasy eksperimen dan dibutuhkan 120 subjek, terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Data kuantitatif dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan untuk mengetahui perbedaan pada dua kelompok menggunakan uji Mann Whitney. Informan utama penelitian kualitatif berjumlah 4 orang dan informan triangulasi berjumlah 6 orang. Hasil uji Wilcoxon, terdapat pengaruh yang signifikan tentang pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,005), praktik (p=0,001) dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,000) antara sebelum dan sesudah dilakukan penguatan/refreshing KP-ASI. Hasil uji dengan Mann Whitney adalah terdapat perbedaan keberhasilan pemberian ASI eksklusif antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,000). Kegiatan KP-ASI di Kabupaten Banyuwangi belum dilaksanakan secara optimal pada setiap desa. Di Desa Olehsari kegiatan KP-ASI sudah berjalan aktif sejak tahun 2015 namun di Desa Purwoharjo belum berjalan secara aktif. Kegiatan KP-ASI yang dilakukan rutin minimal 1 bulan sekali dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif ibu untuk memberikan ASI sehingga mampu mempraktikkan pemberian ASI dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Garam Hangat terhadap Kualitas Tidur pada Lansia Wanita di Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul Yogyakarta Andri Setyorini; Asmaul Husna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.87 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.81

Abstract

Lansia merupakan suatu tahapan dimana akan terjadi perubahan-perubahan pada sistem seluruh tubuh yang akan berpengaruh terhadap status kesehatan sehingga biasanya mudah mengalami depresi, kecemasan, dan stres (Infodatin Kemenkes RI, 2016; Smeltzer & Bare,2010; Hawari, 2001). Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif salah satunya dalah susah tidur (Malau, 2017). Penanganan pada gangguan tidur dapat dilakukan dengan dua cara, yakni farmakologi dan non farmakologi dan salah satu terapi non farmakologi untuk pemenuhan kebutuhan tidur ialah dengan rendam kaki menggunakan air garam hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air garam hangat terhadap kualitas tidur pada lansia wanita di Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode pra-eksperimen design : one group pretest-posttest dimana rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (control), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi karena adanya eksperimen (posttest) (Notoatmojo, 2012). Penelitian ini menggunakan seluruh lansia wanita yang mengikuti prolanis yaitu sebanyak 26 lansia. Penelitian ini dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk menggambarkan pengaruh kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian terapi rendam kaki dengan air garam hangat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi rendam kaki menggunakan air garam hangat terhadap kualitas tidur pada lansia wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo II Bantul Yogyakarta dengan Signifikasi pada uji Wilcoxon adalah p = 0,000 lebih kecil dari 0,05 (nilai p 0,000 < 0,05)
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul Yogyakarta. Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.851 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.82

Abstract

Menurut WHO pada 2013, tercatat angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih sekitar 190 per 100.000 kelahiran, salah satu penyebabnya adalah perdarahan. Status Gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan BBLR. DIY merupakan salah satu provinsi yang prevalensi risiko KEK pada wanita hamil di bawah rata-rata risiko KEK nasional (24,2%), dengan kejadian KEK tertinggi tedapat di Kabupaten Bantul yaitu 35,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab KEK di Puskesmas Kasihan I, Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross secional. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel usia, status ekonomi, paritas, pendidikan, sedangkan variabel dependent dalam penelitian ini adalah kejadian KEK. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, dengan, jumlah sampel sebanyak 36 responden. Pengumpulan data mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi logistic.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas resonden tidak mengalami KEK sebanyak 66,67%, berusia 20-35 tahun sebanyak 55,56%, pendapatan tinggi 63,89%, paritas tidak beresiko sebanyak 66,67%, pendidikan tinggi 61,11%. Berdasarkan anilisis data didapatkan 2 variabel yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel paritas (p value: 0,653) dan variabel pendidikan (p value: 267), sedangan 2 variabel tidak memiliki hubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel usia (p value: 0,030) dan variabel tingkat pendapatan (p value: 0,042). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara variabel paritas dan pendidikan dengan kejadian KEK, sedangkan variabel usia dan variabel tingkat pendapatan tidak berhubungan dengan kejadian KEK.
Hubungan Dukungan Teman Kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) dalam Praktek Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.443 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.83

Abstract

ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode extro-gestate atau pasca kelahiran. Tidak ada makanan sesempurna ASI bagi sang bayi hingga umur 4-6 bulan dari kelahiran. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi tercapainya pemberian ASI eksklusif adalah adanya dukungan dari berbagai pihak dan Breastfeeding Self-Efficacy. tercapainya keberhasilan ASI eksklusif dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukunga teman kerja dengan Breastfeending self Efficacy (BSE) dalam praktek pemberian ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Jenis penelitian noneksperimental dengan rancangan cross-sectional dengan cara melakukan penyebaran kuesioner pada 32 ibu di Puskesmas Umbulharjo I, pengambilan data dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bahwa dukungan teman kerja kategori tinggi sebanyak 13 responden (46,4%) dengan BSE cukup, BSE kurang sebanyak sebanyak 1 (25%). Dukungan teman kerja kategori rendah sebanyak 15 responden (53,5%) dengan BSE cukup, BSE kurang sebanyak 3 responden (75%). Analisis data dengan menggunakan chi-square Asymp. Sig (0.419)< (0.05) maka Ho diteria sehingga tidak terdapat hubungan antara dukungan teman kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy. Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada terdapat hubungan antara dukungan teman kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy. Tingkah laku seseorang interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, lingkungan dan perilaku. Sehingga perilaku ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan namun juga faktor keyakinan diri.
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di RSP Dian Suminar Pertiwi; Peni Mujinastiti; Rio Ardona; Tita Haryanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.318 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.88

Abstract

Rumah sakit harus dapat menciptakan kepercayaan dan komitmen yang baik untuk pelanggan yang akan berdampak pada kepuasaan dan loyalitas. RSP adalah rumah sakit swasta di Kabupaten Jember, dimana pada tahun 2017 terjadi peningkatan kunjungan pasien. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas layanan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling adalah total sampling sejumlah 96 orang pasien di unit rawat jalan RSP pada Juni 2018. Instrumen menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Data diolah menggunakan analisis jalur. Hasil: Karakteristik responden terbanyak adalah wanita, usia 26-35 tahun, pendidikan SMA, menikah, karyawan swasta, pendapatan Rp 1.500.000–3.000.000, frekuensi kunjungan >5 kali, dan memakai fasilitas BPJS. Analisa jalur menunjukkan kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Kepuasan pasien memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Kualitas layanan memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pasien melalui kepuasan. Kualitas layanan berpengaruh paling besar tehadap kepuasan dan loyalitas pasien. Hal ini berarti semakin tinggi kepuasan pasien yang disebabkan oleh semakin baiknya kualitas layanan maka dapat meningkatkan loyalitas pasien.

Page 7 of 19 | Total Record : 190